THE BADASS
CHAP 2.
PERSAUDARAAN DAN KESEDERAJATAN.
..
..
..
Naruto Dan Karakter nya hanya milik misashi kishimoto
..
..
WARNING:
Fic ini Khuusus Umur Diatas 15 Tahun, karena dapat membuat imajinasimu menjadi berlebihan
M untuk kekerasan dan bahasa yang kasar
..
..
..
"Na-Naruko" Panggil naruto tak percaya, saat ia melihat nya di ruang makan, Begitu pula para penghuni rumah hanya dibuat binggung akan hubungan mereka
"Eh, Naruto? Kau baru datang?" Tanya nya, Dan membuat Penghuni rumah semakin penasaran.
"Tentu saja aku baru datang!"
"Jika kau sudah menemukan kost nya! kenapa kau tidak mencari ku? Hah?" Ucap naruto dengan kesal.
Bagaimana tidak kesal, saat naruto ditinggal naruko yang katanya ingin mencari alamat yang di tulis kaa-san mereka, bahkan naruto harus menunggu Berjam-jam menunggu naruko, Akhirnya naruto memutuskan untuk mencarinya .
"hehe, maaf aku lupa jika kita bersama berangkatnya tadi" Ucap naruko polos, sedangkan naruto bagaikan tertusuk ribuan jarum di dadanya..
Dengan wajah pucatnya, naruto pun meninggal kan ruang makan.
"Mau kemana Naruto? Sebentar lagi akan makan malam bersama" Ucap naruko.
"Aku mau kekamar" Ucapnya yang masih berwajah pucat, Dan meninggalkan ruang makan.
"Biar Kutemani" Ucap Naruko yang menyusul Naruto, dan meninggalkan penghuni lainnya yang masih penasaran akan hubungan mereka.
..
..
..
..
"EH! Kita tersesat" Ucap Naruko
"APA?! Tersesat LAGI, Bukankah kau bilang sudah hafal tempat-tempat disini ?!" Ucap naruto dengan panic.
Bagaimana tidak kesal dia telah kesana kemari mengikuti naruko yang kata nya telah hafal tempat ini, bahkan mereka sempat tersesat di sebuah tempat aneh, gelap, yang membuat mereka berlari ketakutan adalah sebuah suara tertawa layaknya ilmuan gila dan Sebuah Sosok berambut panjang, bahkan mereka sempat melihatnya mengejar mereka.
"Apa yang kau harapkan hah ?! Lagi pula aku baru disini beberapa jam yang lalu dan tempat ini lebih luas dari kelihatannya tahu!" Ucap nya kesal
"Ck, Kau ini seharusnya kau bilang lebih awal tau!, jika tahu seperti ini seharusnya tadi aku ditemani hidate atau yang lain, dasar ekor kuda albino!" Ucap naruto mulai kesal juga
"Apa kaubilang durian sialan!" Ucap naruko dan mencengkram kerah naruto.
"Siapa yang kau panggil durian sialan, ekor kuda albino!" Yang langgsung menatap tajam kea rah naruko.
Akhirnya mereka saling memberi nama-nama keren mereka, dan terjadi sengatan listrik dimata mereka, tenpa mereka sadari ada seseorang yang mendekat ke mereka yang masih sibuk dengan dunia mereka sendiri.
'DUAGH'
"I-itai !" Ucap mereka bersamaan dan reflek berjonkok secara bersamaan pula.
"Apa yang jidat lohan mu lakukan hah! Sakit tahu!" bentak naruto ke naruko.
"Jidat lohan apanya hah! Jelas-jelas Jidat sialan milik mu itu yang menabrak jidatku" bentak nya tak kalah.
"EHEM .." Dehem seseorang.
Serentak mereka mengalihkan perhatian mereka ke sumber suara, mereka melihat dari kaki nya yang memakai sepasang sepatu highhills dan menggunakan celana panjang sekitar ¾ , mereka melanjutkan melihat atasn, Mereka pun sangat-sangat terkejut apa yang mereka lihat. Saking terkejut nya membuat mereka menganga tak karauan.
"Sih dewi opai" Pikir naruko yang terlihat terkagum-kagum akan BENDA itu.
"Ka-kalung yang terlihat mahal" Pikir naruto yang melihat sebuah kalung hijau dan untungnya tak melihat sesuatu yang membuatnya tercengang.
Entah mengapa mereka pun melanjutkan melihat wajah wanita itu, mereka pun kaget campur takut bukan main, Wajahnya mencerminkan wajah orang yang susah disebut seperti apa. Saking takutnya mereka pun berpelukan saat wanita itu mendekat.
"Di-dia mak lampir, Ya dia pasti mak lampir!" Pikir Naruto.
"Hey bocah tengik! Kenapa kalian berisik HAH!" Ucap nya menatap kedua orang itu.
"Dan apa yang kau lakukan disni?! Disini daerah kekuasaan perempuan, dan aku belum pernah melihat mu disini?!" Ucap orang itu sambil menunjuk naruto, dan membuat naruto mencair ketakutan sedangkan naruko melihat sekitar memastikan dimanakah dia sekarang.
Dan langgsung saja orang itu mencengram kerah naruto dan menangkatnya.
"Kau pasti pencuri pakaian dalam ku kan?" Ucap nya ,dan bersiap-siap menghajar pemuda itu sedangkan naruko ingin mengabadikan monument itu diiringi tawa mengejek naruto.
"Tunggu dulu tsunade baa-chan" Ucap seseorang entah datang dari mana dan membuat orang itu alias tsunade menghentikan aktivitasnya.
"Dia orang baru disini baa-chan, Jadi maafkan dia baa-chan." Ucapnya.
"Benarkah?" Tanya tsunade pada naruto, dan dijawab dengan anggukan canggung.
"Jika kau membuat masalah, maka kau akan dapat masalah besar nak." Ucap tsunade dengan tampang setannya,dan tanpa pikir panjang lagi, tsunade langgsung meninggalkan mereka bertiga, dan membuat naruko kecewa karena tidak bisa mengabdikan monument yang menurutnya indah itu.
"Eh?Karin nee-chan apa yang kau lakukan disini ?" Ucap Naruto langgsung bersemangat lagi.
"Ha? Bukankah kaa-san dan kurama jii-san sudah member tahu kita jika ada Karin nee-chan disini" Jelas naruko.
"Hehehe .. benar juga" ucap naruto dengan tawa sok konyolnya.
"Hahaha .. Aku lupa jika kau Tolol ya naruto!" Ejek Naruko sambil menertawakannya.
"Apa kau bil .."
"Sudah-sudah, dari pada kalian mengacau lagi disini, lebih baik kita cepat keruang makan apa kalian ingin para pemilik rumah menghukum kalian" potong Karin langgsung membuat naruto naruko meneguk ludah mereka,dan membayangkan bagaimana mereka dihukum
"Y-ya kau benar nee-chan" Ucap mereka.
"Baiklah ayo, kita kekamar naruto dulukan? Sebaik nya kita cepat, karena tempatnya lumayan menyusahkan dari sini" Jelas Karin meninggalkan tempat itu dan diikuti oleh mereka.
..
..
..
..
"Ck, Kalian lama sekali tahu!" Ucap idate dengan sedikit kesal dan mendapat anggukan para penghuni yang lain.
"Y-ya ma-maaf" Jawab naruto nya terbata. Dan melihat jika tsunade meliriknya dengan tatapan yang sangat tajam.
"Hey naruko kemari duduk bersama kami." Panggil seseorang dan membuat mereka duduk di meja makan yang cukup besar itu.
"Oh ya naruto, kau belum berkenalan dengan para penghuni perempuan kan?" Ucap jiraiya, entah mengapa muka nya terlihat merah padam.
"Sebaiknya kau lang .."
"Aku Haruno sakura, kelas satu, salam kenal naruto" Ucap seseorang disebelah kiri naruko dan memotong ucapan jiraiya.
"Hai Naruto! Namaku yamanaka Ino, Panggil saja ino, aku juga kelas satu. Salam kenal ya" Ucap seseorang dikanan naruko.
"Kau sudah mengenal ku, aku kelas 2." Ucap Karin cukup judes.
"Dan aku inazuka hana, kelas tiga. Dan aku ini one-channya kiba "
"APAAA !"
Bagaimana tidak kaget, bahkan Lee dan sai pun bisa dibilang cukup dekat pun tidak tahu jika kiba punya kakak perempuan. Dan yang lebih menghebohkannya lagi kakaknya sangat berbeda sekali dari kiba. Jika kakaknya berkulit putih, terlihat menawan dan rambutnya yang lurus. Sedangkan kiba berkulit tan memiliki banyak bekas luka-luka, dan rambutnya pun spikey semua. Serentak mereka semua pun tertawa terbahak-bahak.
"Oh, ya naruko. Bukankah kau belum berkenalan dengan para penghuni laki-lakikan?" Bisik sakura, yang untungnya di dengar naruko.
Entah karena lelah atau tidak lucu lagi mereka pun berhenti tertawa, lalu naruko berdiri dari posisi duduk nya."Namaku Uzumaki Naruko, Kelas satu. Dan aku kembarannya naruto" ucapnya memperkenalkan diri dengan semangatnya, dan hanya mendapat 'oh' dari penghuni laki-laki.
Mereka baru menyadari jika mereka kembar pada saat naruto dan naruko pergi meninggalkan ruang makan, bahkan saking hebohnya mereka sampai membuat teori-teori yang tak masuk akal, dan berdebat tak jelas. Bahkan mereka membuat teori-teori tentang perbedaan mereka. Teori mereka yang masuk akal yaitu, Naruto memiliki kulit tan dan naruko pun memiliki kulit yang sama tetapi dia lebih bersih dari naruto, jika saja naruto memiliki rambut spikey berwarna pirang, sedangkan naruko mempunyai rambut panjang dan dimodel twintails yang berwarna sama dengan naruto.
"Dan satu lagi, aku ini perempuan ."
1
2
3
"APAAAA" Ucap mereka kaget lagi bahkan lebih kaget dari pada tadi, begitu pula jiraiya yang heboh sendiri, sedangkan naruto menertawakan naruko yang nyaris tidak dipercayai sebagai seorang gadis.
Naruko hanya diam menahan malu, dia sempat melirik dua sahabatnya yang ternyata ikut tertawa. Dan dia sempat mendapat perempatan di dahinya karena ditertawai oleh naruto. Dia pun langgsung membuka sedikit rasleting jaketnya dan meletakan jari telunjuk nya ke bibirnya dan mengeluarkan rona merah yang sangat jarang ia gunakan.
"apakah kalian benar-benar menggangap ku laki-laki?"
'Bi-bidadari' pikir sai terlonjak.
'Ca-calon istriku' khayal kiba nyaris pingsan
'pa-pahlawan ku' pikir idate tak jelas.
'Pe-pelatih menawan ku.' pikir lee mengeluarkan semangat apinya.
'Sudah kutebak dia pasti wanita' pikir dan tersenyum bahagia.
'Tambahan IMAJINASI ku !' pikir jiraiya yang langgsung menulis sesuatu secepat kilat dan entah kenapa hidungnya berdarah sendiri
'ZzzZ' Suara orang tertidur. yang ternyata suigetsu.
tiba-tiba mereka pun berkutat pada imajinasi masing-masing, sedang kan naruko terlihat tertawa puas melihat naruto yang frustrasi mendapat balasan telaknya.
Dan naruto baru menyadari hidangan makan malamnya. Dia pun kaget bukan main. Bagaimana tidak kaget hidangan yang sudah dimeja makan ada spaghetti yang terlihat kualitasnya tinggi, seperti ,Omlete, Steak, dan makanan elite yang lainnya.
"Disini tidak ada wanita yang bisa memasak" Ucap sai yang menjawab pertanyaan naruto.
Naruto pun melihat kearah hana, tetapi dia terlihat tidak berbakat memasak. Dia melirik ke naruko, sudah pasti dia tidak bisa masak, terakhir dia memasak, masakannya sangat-sangat kacau. Dan dia ..
"Naruto-kun, Naruko-chan. Kalian baru datangkan? Hari ini aku membuat masakan special buat kalian yang akan menjadi bagian dari keluarga kami" Ucap seseorang yang menghentikan acara berfikir naruto dan sumber suara itu berasal dari dapur.
Pintu dapurnya pun terbuka, tiba-tiba keluar kabut dari pintu dapur itu yang entah mengapa membuat naruto dan naruko merinding. Dan akhirnya sang koki pun terlihat dengan baju khas chef nya dengan rambut panjang sepinggang nya.
"HALLO"
"KYAAA !" Teriak Naruto dan naruko bersamaan, dan membuat mereka terjatuh dari tempat duduk nya.
"Khukukhu, ternyata aku masih menakutkan ya. Aku jadi ingat saat menakuti shin-kun dan membuat nya koma beberapa hari, khuhuhu"
"Gwahahaha … mereka tidak takut, hanya kaget dengan tampang jelek mu itu orochimaru!" Ejek jiraiya sambil tertawa terbahak-bahak.
"Kau tertawa dengan tampang bodoh mu lagi jiraiya, Khukhukhu." Ejek balas orochimaru.
Dan entah mengapa para tempat makan itu pun terasa hawa pertarungan yang tinggi. Jiraiya yang sudah berdiri dengan wajah sangar nya, dan orochimaru yang melipat baju lenggan panjang nya dengan senyum sadis nya. Terlihat para senior yang sudah mengeluarkan banyak keringat tegang.
"Kau Mau berkelahi heh Bajingan?" Ucap jiraiya yang mendekat kearah orochimaru.
"Kau yang memulainya bangsat" Ucap orochimaru yang sudah dengan posisi bertarung nya.
'BRAAKK'
Terdengar suara gebrakan dari arah meja makan, dan yang mengebraknya bukan lain yaitu tsunade.
"Hey Para Bajingan! Tidak bisakah kalian membiarkanku minum dengan tenang hah?!" Ucap tsunade.
"Berisik kau tsunade" Ucap orochimaru dan jiraiya bersamaan, dan langgsung saja membuat tsunade mendekati kearah mereka berdua dengan wajah yang tak bisa diartikan.
Mereka bertiga pun sudah dengan posisi masing-masing, sedangkan para penonton telah bersiap-siap dengan pelindung seadanya yang mereka temukan.
"Hey, sudah lah. Bukankah hari ini hari special bagi keluarga kita? Sebaiknya kita melanjutkan acara makan malam kita sebagai sambutan hangat keluarga baru kita" Ucap shin melerai mereka.
"Kau benar" Ucap para sannin dan memberikan senyuman hangat mereka.
"Ap-apaan barusan" pikir naruto yang sudah tidak merasakan hawa berbahaya dari mereka
Mereka pun kembali ketempat duduk masing-masing, walau pun ada beberapa makanan yang terjatuh akibat pukulan tsunade tadi, tetapi masih ada banyak yang masih bisa dimakan. Naruto pun masih binggung dengan keadaan keluarga barunya itu.
"Karena kita muali satu atap hari ini, anggap saja jika kita ini keluarga. Dan kalian bisa menanggap mu, tou-chan, jii-san mu, atau yang lainnya, itu berlaku juga dengan orochimaru dan tsunade." Ucap jiraiya yang terlihat senang.
"Dan Kami pun juga menganggap kalian sebagai anak kami juga." Lanjut Jiraiya.
"Kenapa kau ?" Tanya hidate saat melihat naruto mengeluarkan air mata.
"Dia sangat sengat senang mendapat keluarga ini. Dan yang membuatnya sangat senang yaitu dikeluarga ini mempunyai dua orang tou-san. Lagi pula kita sudah lama tidak memiliki tou-san" Ucap naruko menjelaskan, dan membersihkan airmata naruto. Sekilas naruko terlihat sendu saat menceritakannya. Para penghuni pun seperti merasakan yang naruto dan naruko rasakan.
"Nah ayo dimakan! Orochimaru telah menyajikannya dengan susah payah, Jadi makanlah sepuas kalian" Ucap jiraiya memecah keheningan.
Dan mereka pun makan, diiringi dengan candaan.
..
..
..
..
'Tok'
'Tok'
'Tok'
"Siapa?"
"Ini aku hidate, boleh aku masuk?" Tanya hidate yang sudah didepan kamar kost naruto.
"Yaa! Masuklah!."
"Apakah aku menganggu?" Tanya hidate
"Tidak, santai saja"
"Apa yang kaulakukan" Ucap hidate, yang melihat naruto sedang bertapa.
"Ohh, aku hanya memenangkan diriku" Jawab naruto, dan hanya mendapat 'oh' dari hidate
"Jadi, ada yang bisa kubantu?"
"umm,yaa. bisa kau ikut dengan ku keluar sebentar" Ucap hidate terlihat serius.
"Baiklah .. Tapi aku buang air besar dulu, oke"
"terserah" Ucap idate sweetdrop.
..
..
..
..
"Hey, Ada apa mengajak ku mal … "
"Kita sudah sampai" Ucap idate memotong perkataan naruto.
tempat yang dia tuju ternyata tempat saat naruto bertemu dengan idate, dan terlihat teman satu angkatannya yang lain.
Sai yang sedang membaca novel, lee sedang push-up dengan semangatnya, dan kiba terlihat sedang duduk di kirsi beton yang agak berjauhan dari lee dan sai.
"Yo" Sapa Sai dan lee bersamaan.
"Kenapa semua ada disini?" Tanya naruto
"Orang yang disana akan menjawab pertanyaanmu" Ucap sai yang menunjuk kiba.
"Hei kiba, ada apa memang …"
"Mulai hari ini kita adalah keluarga, Dan kita adalah saudara!" Potong kiba dan mendekat kearah mereka.
"Kita akan hidup di satu atap yang sama dan makan-makanan yang sama selama tiga tahun ini, bukankah seperti saudara kan?.Dan seharusnya ada kakak tertua diangkatan kita kan?., kakak tertua seharusnya paling kuat diantara adik-adiknya. Dan aku sudah memastikan cara nya itu diantara kita berlima." Jelas kiba yang entah mengapa tersenyum sendiri.
"Ck" Ucap sai mendecih.
"Jangan terlalu yakin kiba-kun" ucap lee.
"Ap-apa kalian tidak terima?" Ucap kiba yang pura-pura takut dan justru membuat Lee dan sai tambah geram.
Kiba pun mendekati idate, dan langgsung saja merangkulnya.
"Jika Masalah adik yang paling kecil pastinya hidate, Karena dialah yang paling lemah diantara kita! Pada saat smp dia sudah sering ku jadikan pesuruh tetapku, Yak an hidate?"" Ucap kiba, sedangkan hidate hanya menganguk dan mengepalkan tangannya.
Setelah itu, kiba langgsung meninggalkannya, dan mendekati lee dan sai yang langsung beradu argument dengan mereka. Terlihat kiba hanya tertawa aneh saat mendengar ucapan mereka yang menurutnya konyol itu.
'A-aku, sudah berubah, ak ..' Hidate kaget dari lamunannya, saat ada yang memegang pundaknya, yang ternyata naruto lah yang memegangnya.
"Kau bisa berubah, walau pun tanpa kekerasan hidate." Ucap Naruto dengan senyum bersahabatnya.
Setelah menenangkan idate naruto pun langgsung mendekati kiba, lee dan sai yang masih aer adu argument. tanpa ba-bi-bu lagi, naruto langgsung memukul telak pipi kanan kiba dan membuat kiba terpental beberapa meter.
Lee, sai dan idate hanya memandang tak percaya kearah naruto. Belum ada pernah yang langgsung menghajar kiba tanpa pikir panjang, bahkan mereka pun harus berpikir dua kali saat ingin membuat masalah pada kiba.
"Bukankah sesama saudara tidak boleh berkelahi dan saling menghormati kan. Jika aku menang, kita sederajat, tidak ada yang tua mau pun yang tua, Kita sama!, Bagaimana menurut mu ?" Ucap naruto. dan mendekati kearah kiba, dan sang lawan pun melepaskan jaketnya dan mempersiapkan gaya bertarungnya.
"Terserah bangsat" Ucap kiba yang terlihat senang bukan main.
" Baiklah!. ayo kita selesaikan ini." Ucap naruto yang juga tersenyum. dan memperlihatkan posis nua yang terlihat kokoh, bahkan lee dan sai bisa melihat perbedaan besar antara kiba dan naruto. Taman itu pun menjadi salah satu saksi bisu pertarungan naruto dan kiba.
..
..
..
..
"Morino idate, maafkan aku untuk yang tadi malam, mulai sekarang aku tidak akan meremehkanmu lagi." Ucap kiba yang sedikit membungkuk kearah idate.
"Y-ya itu bukan masalah yang besar." Ucap idate yang sedikit kaget, yang baru saja bangun tidur langgsung saja disuguhi permintamaaf'an tak terduga dari kiba.
"Benarkan kalau sederajat itu itu tidak buruk. Gwahaha!" Ucap naruto, langgsung tertawa konyol, dan diikuti idate dan kiba dengan tawa canggungnya.
"Sarapan sudah siap" Terdengar suara dari ruang makan, dan mereka pun langgsung berjalan menuju ruang makan.
..
..
..
..
"Gwahahaha .. Wajah mu kawai sekali kiba-chan" Ucap hana sehabis tawa bahagianya, saat dia melihat wajah babak belur adiknya.
Pagi itu pun hampir semua penghuni rumah menertawakan wajah kiba. Jika masalah wajah naruto, dia hanya mendapat beberapa luka kecil saja. Untung saja pada saat dia pulang naruko melihatnya terluka, dan tanpa basa-basi lagi dia dia langgsung naruto walau pun terlihat tidak ikhlas mengobatinnya dan mengoceh tak jelas, naruto yakin jika naruko menghawatirkannya.
"Hey Kalian mau masuk sekolah mana?" Tanya naruko yang menghentikan aktivitas tawa mereka.
"Aku dan sih jidat di KHS akademi khusus wanita." Ucap Ino sambil menunjuk sakura yang masih dengan wajah ngantuknya.
"Aku juga" Ucap Karin yang sudah mengumpulkan nyawanya.
"Sama aku juga." Ucap hana yang terlihat selesai memotret wajah kiba yang menurutnya kawaii itu.
"Kalau kalian?" Tanya naruko pada penghuni laki-laki.
"tentu saja KHS!" Ucap mereka bersamaan.
"Hey naruto, Kalau kau masuk sekolah mana?" Tanya idate.
"Tentu saja KHS" Ucap nya mantab, setelah menghabis kan mangkuk ketiganya.
..
..
..
..
Terima kasih atas sarannya kupu-kupu mala senpai dan terima kasih atas review pertamanya. Aku usahaiin di chap ini gak ada gue, bro, bung kalau semacamnya saya gk tau. jadi mohon bantuannya lagi, ya senpai.
Terima kasih atas review nya malacak cah kere senpai. Kalo pengen tau siapa zetton dan gurikonya,Jadi tetap ikuti ceritanya ya.
Mohon review, saran, kritik untuk chap duanya ya.
THE GOOD BOY
