park jimin menatap park mina yang berjarak tiga langkah, kemudian tersenyum mendapati cewek enam tahun itu sibuk bergelut dengan tumpukan mainannya. tatapannya menyendu dikemudian, menyaratkan kerinduan yang memenangkan hatinya.

vmin raise

"park jimin, mulai minggu depan kita akan hidup di rumah ini," kim taehyung tersenyum menatap hasil kerja kerasnya selama 3 tahun ini.

"apa kamu yakin ?" ia bertanya sedikit khawatir, walau kebahagiaan menyelip begitu kentara diantara bagian ekspresinya.

"karena untuk kita, makanya aku yakin," ucapnya kemudian mengecup dahi park jimin yang tertutup poni.

park jimin mengernyit sebelum mendorong kim taehyung menjauh, "ewh, sumpah aku bukan cewek, kim taehyung," walaupun park jimin tetap tersenyum dengan rona pipi menggemaskan.

"kamu memang bukan cewek-ku, tapi cowok-ku," dan kim taehyung segera tertawa.

park jimin mendengus, "kamu menjijikan."

"terimakasih sayang, aku juga mencintai kamu."

vmin raise

"kamu yakin mau adopsi anak ?"

"iya, aku kesepian dirumah sendiri kalau kamu kerja," park jimin menjawab dalam satu tarikan nafas.

kim taehyung menyeringai, "kita tidak perlu adopsi, sayang," dan park jimin mendelik sembari berkacak pinggang, "kan kita bisa bikin sendiri."

kemudian kim taehyung mengeluh akan pinggangnya yang dicubit brutal.

"aku bukan cewek !"

vmin raise

"sayang, ayo bangun !" kim taehyung mengguncang bahu park jimin yang bergulung dalam selimut.

park jimin mengerang, "nanti, ah."

"hei, katanya mau adopsi anak, heum?"

yang tertidur segera tersadar, membuat kim taehyung terkekeh.

"aku mandi dulu, tunggu aku !"

dan mereka mendapatkan park mina, cewek kecil berusia lima tahun yang menggemaskan.

vmin raise

"kamu tidak kerja ? ini sudah pukul sembilan, dan kamu belum mandi ?" omelan park jimin seolah menjadi hiburan bagi kim taehyung yang kini terkekeh dengan suara beratanya, "biarkan aku yang mengurusi kebun !" yang lebih kecil merebut selang air yang dibawa kim taehyung.

"aku tidak bekerja hari ini, sayang," ucapnya untuk kemudian kembali menarik selang air dari park jimin, "mina-ya! ayo main dengan appa dan daddy !"

dan 'tidak bekerja hari ini' selalu terulang hingga hari kedepannya. kemudian park jimin tersadar, bahwa kim taehyung telah berhenti bekerja.

ketika park jimin bertanya, kim taehyung menjawab;

"pemilik toko sedang berlibur, dan toko ditutup sementara waktu."

park jimin memilih percaya.

vmin raise

kemudian, kejanggalan selalu ditemukan. mulai dari perintah kim taehyung untuk mengunci pintu dan menutup jendela setiap saat, mematikan lampu saat malam hari, serta ketukan pintu brutal yang menakutkan.

"daddy," park mina berbisik diantara isakannya yang samar terdengar.

park jimin merengkuh park mina erat, "tidak apa-apa sayang, daddy disini."

dalam hitungan menit, kim taehyung pulang melewati jendela kamar mereka; hal yang selalu dilakukan kim taehyung sejak satu minggu terakhir, "appa pulang !"

setiap park jimin ingin bertanya mengapa mereka harus seperti ini, kim taehyung selalu mengalihkan pembicaraan atau dilain kesempatan, mereka akan bertengkar.

vmin raise

sore itu, terdengar bunyi dari jendela kamarnya, park jimin menghampiri jendela bermaksud menyambut kim taehyung. sayangnya, itu bukan kim taehyung. orang itu mengacungkan pisau tepat didepan park jimin, dan park jimin hanya bisa terdiam terselimuti ketakutan diantara keterkejutannya.

orang asing itu memanfaatkan keterkejutan yang lain dengan menghujamkan pisau tepat di dada kiri park jimin sebelum kim taehyung muncul secara tiba-tiba dari jendela yang sama untuk kemudian mendorong orang asing itu menjauh, "siapa kamu ?!" suara kim taehyung meninggi, ia menarik park jimin untuk bersembunyi dibelakang punggungnya.

"kamu pasti tahu aku, kalau tidak ingin ada yang terluka lebih parah, turuti tuan kim, dan tinggalkan dunia tidak normal-mu."

"yang dicari tua bangka itu aku, jangan cari yang lain," tanpa rasa keberatan sedikitpun, kim taehyung memberi julukan pada ayahnya, "dan kamu tidak punya hak untuk mendiktatku."

yang lain menyeringai, "aku memang tidak punya hak untuk mendiktatmu, tapi aku punya hak untuk membunuhmu dengan segala cara, termasuk melukai cowok dibelakangmu dan cewek kecil yang bersembunyi dibawah meja."

park jimin mendengar gemelatuk gigi kim taehyung, sebelum tiba-tiba orang asing itu pergi setelah menerima kode entah dari siapa.

kim taehyung kemudian berbalik dan memegang kedua tangan park jimin, "tunggu disini, aku akan kembali."

"jangan pergi, kumohon," park jimin nyaris berbisik.

"aku harus, sayang," ia mengecup dahi park jimin, "pergilah ke kamar tamu, laci ketiga di buku hijau tengah, temukan !"

dan park jimin meringsut mengeluarkan air matanya menatap punggung kim taehyung yang telah menjauh dibalik jendela.

"aku mencintai kamu park jimin, dan park mina akan selalu menjadi anak kita."

vmin raise

aku menulis surat ini untuk park jimin-ku satu-satunya.

maafkan aku untuk berbohong selama ini. ketika aku tidak bekerja, tua bangka itu telah melarang siapapun untuk menerimaku sebagai pekerja. kemudian aku bekerja di sebuah kedai sederhana milik kakak temanku yang bekerja di toko sebelumnya, dan karena aku, tua bangka melukai istri pemilik kedai.

maafkan aku karena kehidupan kita menjadi tidak bebas, semenjak tua bangka itu menyuruh orang-orangnya melukaimu.

tapi dari semua penderitaan kita, aku senang dapat bersamamu. terimakasih untuk tidak mengeluh. terimakasih telah menjaga dirimu dan anak kita, park mina. dan terimakasih untuk mencintai aku.

aku mencintai kamu, sayang.

aku akan kembali, aku berjanji untuk kamu dan park mina.

vmin raise

dan kim taehyung belum kembali sejak tiga tahun lalu.

park jimin terisak disamping park mina, ia tak dapat menahan air matanya, karena rumah ini meninggalkan kesan yang membekas pada otaknya, melukai hatinya, dan dalam waktu yang sama menghangatkan kehidupannya yang sebelumnya dingin.

park mina berjalan mendekati park jimin, untuk kemudian menangkup wajah sang daddy dengan tangannya yang mungil, "need a hug, daddy?"

park jimin mendongak, ia menggangguk kecil, dan dalam hitungan detik tubuh kecil cewek itu menghangatkannya.

"i miss tae-ppa too."

kemudian isakan park jimin bertambah keras.

kim taehyung tepati janjimu, kumohon.

untuk kami, park jimin dan park mina.

end

p.s makasi uda baca :v btw, sori kalo feel-nya gadapet

p.s.s i miss vmin so much :'(