Olah, bertemu lagi dengan saiah , Author sarap yang juga pecinta Gore sejati. Lol
Chapter 2 ini mungkin bakalan agak pendek atau agak panjang. Entahlah, hanya rumput yang bergoyang yang tahu (?).
Title: Fear Garden
Rate: T+
Disc: Itu tuh si Om pelit ,tetangga sebelah Author. Bang Hide #buangmuka
-FEAR GARDEN-
"Ohayou. . . ."
"Ohayou Minna-san"
Para tamu rumah Alfred telah bangun dari masa hibernasi mereka (#dismackdownkumajiro), termasuk Matthew dengan wajahnya yang cerah, entah apa yang membuatnya bahagia, padahal baru bangun tidur dan kemarin mereka berduka. Itulah yang ada di benak Feliciano-atau sering dipanggil Feli-.
"Vee~ Mattieu, kok wajahmu bahagia sekali . ada sesuatu yang bagus, ve~?" Tanya Feli polos.
"Tidak ada apa-apa kok, Feli. Cuma sesuatu yang Cuma aku yang mengerti"
"Hei Jerk Matthew, kalo punya sesuatu yang bagus,beritahu kita juga dong. " kata si anak hyperaktif bermulut kasar, Peter.
"Jangan menggunakan bahasa yang 'indah' dong, Peter. Ini rumah orang, gunakan tata kramamu layaknya seorang GENTLEMAN" kata sang kakak, Arthur yang rupanya sedari tadi sedang minum Teh Earl Grey favoritnya.
"Itu benar, Peter. Itu tidak sopan loh. Kakak buatkan Susu hangat ya"
"Terima Kasih, kak Eli" dan mereka pun pergi ke dapur dan diikuti Aisu.
"Ah, kita juga harus membuat sarapan. Ayo Lily, Sey" ajak Mei Mei.
"Kenapa aku tidak diajak,Mei?" Tanya Natalia dengan Aura hitam yang attack powernya ? kaya The Winged Dragon Of RA , oke lupakan Yugi OH sejenak.
"Errr, le-lebih baik kau menunggu disini bersama yang lain" kata Lily
"BE-BENAR! Kau bermain dulu dengan Ivan" kata Sey dan mereka langsung ngibrit takut dibalang Pipa sama Ivan.
"Kakak~~" Natalia berjalan menunduk mendekati Ivan "MARRY ME NOW!" dan Ivan pun langsung kabur entah kemana. Gimana ga kabur, minta nikah masa diacungin Piso? –".
Oke, Kita lupakan lari-larian ala Bollywood si kakak-adik Psycho sarap itu. Author bisa ikutan (tambah) Psycho kalo inget mereka. Para Laki-laki minus Ivan sedang duduk bersantai. Melupakan beban di otak mereka.
"Lebih baik, kita kemana gitu . kasihan Sey, dari tadi malam dia menangis terus" kata Tino Yng ternyata tadi malam mengecek kamar para wanita untuk memastikan saja, enggak bakal macem-macem lah sama mereka, nanti dibawa kemana hubungan kita? Mungkin itu yang akan dinyanyikan Berwald. Oke, sangat OOC, Author tau -''.
"Pantai?" usul Kiku
"Tidak, kudengar seminggu sebelum kematian Francis, Sey dan Francis pergi ke Pantai. Kita tidak bisa membuatnya kembali menangis" kata Alfred sambil ikut menyeruput Teh milik Arthur.
"GIT, AMBIL GELAS SENDIRI SANA!" Arthur menyemprotkan Tehnya dan Blushing di tempat. You-know-why hehehehe #disihirjadibatu.
"Aku haus, Artie,. Kau jahat tidak menyediakan gelas untukku." Kata Alfred sambil mewek yang menurut semua orang disana hanya berpikir satu kata: MENJIJIKAN.
"Sudahlah, saya ambilkan gelas untuk semua, sekalian tehnya kurang kan Arthur-san?" tawar Kiku yang biasa menjadi penengah pertengkaran yang sangat tidak bermutu dari pasangan sableng itu (#ditendang)
"Ah, biar kuantar, Kiku. Kau tidak tahu tempat dan kode rahasia penyimpanan teh kan?" yang lain hanya sweatdrop mendengar pernyataan Arthur . hedeh~, begitu sayangnya kah Arthur sama Teh, tapi lebay kali ya masukin Teh di Brankas
"Baiklah, Arthur-san . ayo sekarang kita kesana". Arthur dan Kiku pun berlalu meninggalkan temen-teminnya yang masih menatap Alfred dengan tatapan jijay sangat.
-FEAR GARDEN-
"Sumimasen, Arthur-san. Boleh saya bertanya padamu?" kata Kiku dengan suara lemah lembutnya (#Authorpingsan)
"Silahkan, Kiku"
"Sebenarnya, sebelum kalian datang di TKP Francis-san Saya sempat mengotopsi sebentar tubuh Francis-san. Maafkan Saya. . . ." kata Kiku sambil menndukkan kepalanya
"Tidak masalah, Kiku. Bukankah itu tugasmu sebagai dokter sekaligus ketua tim Forensik"
"Benar, tapi Saya melakukannya sebelum mendapat izin dari Norge-san, karena Norge-san masih dalam perjalanan"
"Itu bukan sebuah kejahatan, Kiku. Tenang saja. Lagipula, Norge tidak akan memarahimu" kata Arthur sambil tertawa kecil
"Arigatou, Arthur-san. Saya hampir tidak bisa tidur gara-gara memikirkan itu. Setelah dinasehati oleh Hera-san saya baru bisa tidur" mereka tertawa dalam perjalanan menuju kembali ke ruang tengah.
"Ano, Arthur-san. Sebenarnya ada yang aneh dengan mayat francis-san" Arthur kaget dan secara spontan mencengkeram bahu Kiku dengan kencang. Kiki meringis kesakitan
"Sakit. . .Arthur-san" kiku sedikit meringis , dan kemudian Arthrur melepas cengkramannya itu.
"apa? Apa yang janggal?"
" A. . .ano lebih baik kita membicarakannya nanti . kita semua harus tahu itu"
"Itu memang tepat, Kiku. Ayo kita cepat kesana" kata Arthur sambil berlari menarik tangan Kiku
"Cho-Chotto Arthur-san. Saya tidak bisa berlari terlalu cepat" Kiku duduk di piggiran tembok sambil mengatur napasnya.
"Maafkan aku, Kiku. Kau tidak ada-apa?" Arthur meraih wajah Kiku dan mengelusnya sebentar
"tidak apa-apa , Arthur-san. Maaf, saya selalu merepotkan kalian" kata Kiku merasa bersalah. Wajah Kiku memerah karena terlalu capek. 'manisnya' batin Arthur. 'apa yang kupikirkan sih?'. Arthur menggeleng-gelengkan kepalanya dan menghilangkan Imajinasi aneh yang bersarang (?) di otaknya.
"Ada apa Arthur-san?" Tanya Kiku lembut
"Ti-tidak. Ayo kita berjalan kembali" kata Arthur gugup
'Arthur-san kenapa ya?' batin Kiku
-FEAR GARDEN-
13:27
Heta Town Mall
Untuk menghilangkan kebosanan dan kesedihan atas tragedi yang menimpa mereka, Mei mengusulkan untuk pergi ke Heta Mall. Yang diajak tentu para Wanita, para Pria bertugas masak dan membersihkan rumah, dengan alasan: 'gantian tugas' . Entah apa yang akan terjadi di rumah, berhubung yang bisa memasak hanya Kiku dan Matthew. Sisanya , walaupun mengaku jago masak, you-know lah. : Scone busuk ataupun masakan ajaib Tino mungkin tidak bisa dimasukan dalam daftar list Warteg sekalipun. Walaupun sang Tuan Rumah hanya bisa membuat Fast Food macam Hamburger dan sebangsanya. Tentu orang Eropa sudah terlalu muak dengan makanan Fast Food. Sekali-kali masakan Asia macam Semur Jengkol yang dikirim Nesia boleh menjadi pilihan utama makan siang hari ini.
Kita balik lagi ke para Wanita di Heta Mall.
"Baju yang ini bagus juga, atau yang ini?. Ah~, Mei bingung!"
"kalau menurutku, kau lebih cocok yang Ini" Sey menunjuk Baju terusan ala China berwarna Pink
"bagus yang ini deh" Tunjuk Lily pada baju lengan pendek warna Pink dengan rok pendek dan ikat pinggang silver yang menghiasinya
"beli dua-duanya saja, repot amat" kata Natalia ketus
"Ayo dong cepat pilih, mau ke toko buku nih" sewot Elizaveta
"Ah, ya sudahlah, aku beli dua-duanya" dan Mei memasukan dua baju tersebut ke plastik dan berjalan menu kasir.
"Mei!,kami tunggu diluar ya" teriak Elizaveta
Setelah keluar dari took baju, mereka menuju ke Heta Book Store. Toko buku terbesar di Heta Town yang menyediakan berbagai jenis buku dari buku pelajaran, kamus, buku tentang computer, Komik dan lain-lain termasuk Doujinshi YAOI-YURI-HET yang diimpor langsung dari rumah Kiku. Di Rumah Alfred, tiba-tiba Kiku bersin.
Setelah 1jam, mereka berkumpul di depan kasir. Kita lihat Buku yang mereka beli
Elizaveta: 10 komik Yaoi rated M , 8 Doujinshi Yaoi rated T+ sampai M. termasuk komik Junjou Romantica (Paporit author #gaadayangnanya)
Seychelles: 5 buku 'Memasak dengan dasar ikan Tuna', dan Buku 'cara tidak mencintai orang mesum'
Lily: hanya satu buku, yaitu ; 'sayang kakak bukan berarti brother complex'
Mei : 3 buku Novel percintaan , 3 jilid sampai tamat
Ukraine: membeli 1 buku ajaib yang membuat teman-teminnya swewatdropped , yaitu 'cara menghilangkan ke Psycho-an adik-adik anda'
Natalia: jangan ditanya kenapa dia membeli buku 'cara mendapat hati kakakmu' , 'cara mengasah pisau yang benar' dan 'Tutorial membunuh yang baik dan benar'. Sampai membuat Kasir merinding ketakutan
Setelah membayar milik masing-masing dan tentu mereka membayarkan buku yang dibeli Sey. Mereka berjalan kembali menuju toko yang ingin dikunjungi Natalia, awalnya mereka fine-fine saja dan tidak tahu apa toko yang akan dikunjungi Natalia.
"Hey, Natalia kau serius mau kesini?" Tanya Eli
"Tentu saja! Aku sudah langganan di HETA KNIFE STORE kok, pasti dikasih harga murah" kata Natalia enteng, yang lain Cuma Sweatdrop
"bukan itu maksudku. Sebenarnya untuk apa kau membeli pisau-pisau ini?" Tanya Mei sambil menunjuk list pisau-pisau yang akan dibeli Natalia "Hanya untuk koleksi kok" jawab Natalia mantap
'pasti bukan hanya itu' batin mereka semua, Ukraine hanya senyum-senyum saja melihat hobi adiknya yang sangat tidak wajar dibandingkan teman-teman Wanita lainnya.
Chapter ini ga ada Gore dulu, terlalu monoton kalau hanya angst kan?, sedikit Humor boleh kan? Ya? Ya? Ya? (#dikepretreader).
Ayo tetep Review , kalo yang sering Review , saiah Tipok deh XD (#plakduar).
Thanks yang udah baca dan Review. Maaf kalo banyak Typo beterbangan dan OOC, Author tidak bermaksud bashing Chara kok, SUMPIT ,v.
Sudah cukup B/A (Bacotan Author) nya. Sampai jumpa Chapter depan .
Bye Bee \^w^/.
TierraVerde
