Chapter 2: Still concerning Him
Siang jam 16.00, London, Inggris.
"Jadi, anda bertugas sebagai apa di angkatan laut, Arthur?"
"Sebagai Laksamana Kapal Tempur."
"Wahhhh kereeen."
Kongou dan arthur masih membicarakan soal kehidupan sambil jalan jalan menikmati pemandangan sekitar yang berada di depan patung Victoria Memorial, letaknya dekat dengan Istana berfoto ria dan ketawa bersama.
"Mau saya ajak keliling kota lewat sungai Thames tidak? Bagus juga nya masih kelihatan antik." Ajak Arthur dan Kongou pun mereka sampai, mereka menaiki kapal bertingkat 2 yang antik dan duduk di tempat atas jadi bisa lihat pemandangan kota yang antusias melihat pemandangan selagi kapal berkayar sedikit demi hanya tersenyum melihat Kongou.
Untuk pertama kali ini dia melihat perempuan campuran Inggris -Jepang yang cantik dan imut walau kelakukannya hiperaktif,Tapi itu lah yang membuat Kongou coklatnya yang panjang, bando yang dipakainya, gaya rambut yang unik, mata coklat kekuningan Hazlenut, tubuh langsing mungil dan bibir merah ke jambuan yang merona dan juga senyuman semanis berpikiran seperti itu sudah cukup membuat pipi Arthur merona bak tomat nya di pandangan pertamakah yang dia rasakan? Mungkin hanya sekedar tertarik? Bagaimana jika itu hanya nafsu yang diikuti? Bagaimana jika itu sebenarnya bukan perasaan suka?
Di sisi lain, Kongou merasa dirinya dilihat terus oleh sosok, Dia melihat kebelakang, Arthur sedang melihat Kongou dengan pipi yang mengayunkan tangan di depan Arthur yang sedang daydreaming dan seketika itu Arthur sadar."Oh maaf jika saya melamun, nona." Kata Arthur terkejut malu dan kembali ke posisi semula.
"Tempat penginapan anda di mana nona?"
"Di apartemen yang tidak jauh dari Big Ben. bisa nampak dari sana bangunan warna hijau pekat tinggi."
"Oh...baiklah..."
Diam kembali menyelimuti suasana mereka sehingga suasana terlihat mulai membuka pembicaraan dengan lelaki gentleman itu,
"Arthur..."
"Ya?"
"Jangan panggil aku dengan panggilan Nona deh lebih baik."
"Kenapa gitu? Rasanya tidak sopan, apalagi kita baru saja kenalan."
"Ya...cuman saya tidak nyaman hanya ingin dipanggil awal perkenalan tapi saya ingin...lebih banyak mengenal dan ingin jadi sahabat anda." Kongou merona di kalimat terakhir itu.
"Baiklah, nona Kongou~"
"Ja...jangan pakai nona nya di namaku!" Muka Kongou memerah dan hanya tertawa Arthur,...membuat muka Kongou makin makin merah ketika ketawa kecil itu keluar dari mulutny
"Baik deh, betulkah?" Mereka pun tertawa bersama pada awal pertemuan tapi hubungan mereka terjalin baik dan momen yang tidak terlupakan.
Malam jam 20.05, London, Inggris
Malam pun tiba dan hawa dingin tidak mempengaruhi hilangnya dari malam hari .membuat suasana makin dingin bagaikan es, tetapi malam di kota London sangat indah dan itu dihiasi dengan lampu lampu dan cahaya yang menakjubkan, membuat mata tidak puas sudah jam setengah sembilan, kota London itu masih terlihat sibuk dan rame yang dipenuhi warga dan masyarakat baik di sekitar maupun di luar daerah.
Mereka berdua kembali menjelajahi London dan mencari restoran untuk makan dan mereka pun ketemu restoran yang mewah dan megah."Apa anda yakin ini restoran termurah? Nampaknya mewah jadi saya rasa harga menu menunya pasti mahal." Kata Kongou dengan gak yakin."Tidak apa apa juga sering ke murah murah makanya banyak orang ke restoran ini."
Setelah memesan makanan, seperti biasa mereka duduk di tempat yang mereka ingin duduk dan berbicara soal makan makan dan minum di restoran selama satu setengah siap, dalam perjalanan, Arthur mulai pembicaraan.
"Sepertinya hari mulai malam tidak sopan untuk membiarkan gadis cantik pulang malam sendirian dan saya sebagai gentleman akan mengantarkan anda ke apartemen, jika anda tidak kerepotan rasanya."
"Wa...wah tak perlu gentleman kali Arthur aku bisa pulang lagipula 70 Meter mau .. ...aku gak cantik..." Kongou memerah seperti biasa.
"Saya lah yang merasa bersalah jika tidak mengantarkanmu, kalau misalkan ada terjadi apa apa denganmu? Khawatir juga kan? Makanya saya dengan ikhlas akan mengantarkanmu ke apartemen nya." arthur terdiam sejenak setelah bicara dan kembali mengatakan sesuatu.
"Dan...ya,..." Kongou otomatis melihat ke Arthur dan bergumam.
"Hmm? Apa?"
"Anda memang gadis dari kelakuan dan cara bicara anda, hati anda juga cantik sepertinya. tapi saya tetap yakin."
"Ka...kalau gitu...m...makasih banyak..."Kongou berterima kasih padanya.
"Iya, tentu saja." Kongou belum pernah merasakan perasaan dipuji oleh seorang lelaki dengan begitu langsung dan jujur sebelumnya, kecuali oleh laksamana (bukan arthur) itu sendiri ketika dia bekerja di pun tidak sering mengatakannya pada memang sangat mengagumi dan menyukai laksamana nya karena dia lah yang membawa Kongou ke Naval District Jepang setelah dilepaskan dari Inggris.
"Kita sampai" Kata Arthur sambil berjalan ke depan apartemen."Sepertinya kita harus besok kita masih janjian kembali?" Tanya Kongou penuh harap untuk bertemu dengannya senyum kecil dan menjawab, "ya, aku harap besok kita janjian di kafe yang kita kunjungi tadi?" Usul Arthur."ide brilian! Jam berapa maunya?" "Jam...10 mau tidak?" "Boleh, ..." Kongou berhenti sebentar dan melanjutkan perkataannya."Makasih atas segalanya, saya senang banget bisa menghabiskan waktu dengan anda." "Saya juga, Kongou...saya juga...saya bahkan lebih senang dari yang anda pikirkan." Arthur mendekati Kongou dan seperti biasa ke gentleman nya dia, dia mencium punggung tangan Kongou dan Kongou memerah seperti kena demam dan makin deg degan."Sampai jumpa, lupakan janji untuk besok." Arthur melepaskan senyuman terakhir sebelum pulang ke rumah dan Kongou menjawab ya dan melambaikan tangan ke dia, melihat Arthur sedikit demi sedikit menjauh untuk pulang ke rumah.
Kongou menghela napas dan masuk ke kamar menyiapkan baju tidur, mandi, gosok gigi, dan pakai baju yang disediakan dan mematikan lampu untuk masih tidak habis pikir ada aura yang aneh tapi unik dibalik pemuda ber-alis tebal tadi jahatkah? Tidak mungkin, hanya saja aura itu mengingatkan Kongou terhadap sesuatu, yang jelas teringat masa lalu, masa masa dia masih di Inggris.
'Kenalkah aku dengan pemuda itu?'
Di Kediaman Arthur
Arthur baru saja sampai dan meletakkan sepatu dan jasnya pada dia yang kelihatan minimalis dan antik dari luar tapi di dalam rumahnya bergaya ala victoria house style yang mengagumkan."Aku pulang..." Sahut dia kepada dirinya sendiri."oh, kau pulang? Darimana saja sih kok sampe malam pulangnya? Ke Pub lagi?" Kata Alfred, Saudara angkatnya, Alfred menginap di rumah arthur hanya selama 2 minggu saja dan sekarang dia sedang menonton acara talk show di ruang tamu."nggak ih..." Jawab Arthur sedikit sinis."Jadi ngapain aja tadi kalo bukan ke Pub? Emang kalau aku nanya salahku apa?" Alfred kembali dengan pertanyaannya."Ya...gitulah, jalan jalan keliling sekitar kota." Arthur menjawab sambil merebahkan diri di sofa besar sebelah Alfred.
"Jalan sendiri?" Masih tidak mau kalah, Alfred tetap bertanya."Iyalah, pake kakiku kok." "Dasar, maksudnya, kau jalan jalan keliling kota hanya seorang diri?"Arthur pun diam sejenak mendengar pertanyaan itu."...ya gimana cara menjawabnya ni,Aku pergi sama teman dekat." Alfred terkejut dan bingung, sejak kapan Arthur punya teman dekat di sini?
"Loh?! Serius?! Mustahil rasanya kalau kau punya teman dekat di sekitar sini! Aku masih gak percaya kalau kau jalan sama teman dia? Ceritain lahhhh! "
Arthur merasa meringis dan terganggu oleh reaksi dia."Ah, sudahlah, besok saja nge-bahas Jelaskannya, aku mau tidur dulu." Arthur menaiki tangga dan menuju kamarnya, bersiap untuk tidur, sebuah pertanyaan dan flashback memori dulu melintas di kepalanya,...
'Apakah aku kenal dia?'
BERSAMBUNG
A/N: hai! Balik ke notes nya ya! Jadi gini, jalan ceritanya setengah berdasarkan alur kancolle dan hetalia dan setengah lagi karangan asli jangan heran kalau ada yang seharusnya begini eh malah dibuat begitu XD sekali lagi, jangan lupa FAV AND COMMENT GUYS :) karena dukungan dari kalian sangat mengacu saya untuk meng update terus so stay toon and keep reading ^7^/!
