I'm a Witch! By Sarastriyani97
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Warning: Gaje, typos, abal-abal, garing :p
Met membaca :D
Chapter 2: Kesan Pertama
"Okaa-san, kalau Sakura penyihir berarti Sasori-nii juga dong?" Sakura bertanya dengan tampang bloon.
"Iya dong! Memangnya kamu kira di bener-bener sekolah di luar negeri. Halah kayak Okaa-san banyak uang aja. Dia sekolah di SMA Nofus Alefour Konoha. Sama dengan sekolah yang akan kamu masuki nanti." Kata Okaa-san dengan semangat.
"Lha? Okaa-san kan memang punya banyak uang. Buktinya Okaa-san punya cabang restoran dimana-mana, Otoo-san apalagi. Perusahaan Haruno Corp. kan Otoo-san yang megang. Jelaslah Sakura percaya kalo Sasori-nii sekolah di luar negeri!" kata Sakura dengan dongkol.
"Hehehehe... iya deh Okaa-san kalah. Sana siapin baju-baju kamu. Nanti kan Sakura tinggal di asrama."
"Asyiiikk! Bisa ketemu Sasori-nii!" Sakura melompat kegirangan.
"Ya..ya.. kamu ni udah SMA kelakuannya masih kayak anak kecil aja. Ayo cepat, nanti Okaa-san anterin kamu belanja kebutuhan kamu." Kata Okaa-san sambil mendorong-dorong Sakura ke kamarnya.
"Yaayy! Shoppiiiing!" Sakura makin menggila(?). Segera saja Okaa-san menggetok kepala Sakura agar cepat. Akhirnya Sakura misuh-misuh gaje ke kamarnya.
~~oOo~~
sousa kanashimi wo yasashisa ni
jibun rashisa wo chikara ni
mayoinagarademo ii arukidashite
mou ikkai mou ikkai
Klik!
"Halo?"
"Halo Sakura-chaan!"
"Sasori-nii! Nii-chan ganti nomor? Kok gak bilang-bilang?" ceroscos Sakura di telepon.
"Hehehehe... enggak kok. Ini nii-chan pinjam handphone temen."
"Huh, dasar gak modal!"
"Sakura-chan apa kabar? Nii-chan udah denger dari Kaa-san, katanya kekuatanmu udah keluar. Kok baru sekarang sih? Nii-chan udah dari SD loo…"
"Huh, biarin! Jadi ini ya, yang bikin sekolah kita gak pernah sama? Sakura baik-baik aja kok. Cuma agak bingung dikit."
"Hehehe.. ngapain bingung? Udaah, gak usah bingung-bingung, nanti juga kamu ngerti sendiri. Eeh… udah yaa, nih yang punya telpon marah-marah… Iih! Iya sabar Itachi! Udah yaa, besok juga kita ketemu. Bubya Sakura-chaan!"
Sakura hanya terkikik geli mendegar kelakuan Nii-channya itu. "Iya. Dasar gak modal. Bubya Sasori-nii!"
Klik!
Sakura beranjak dari kasurnya dan berjalan menuju kopernya yang masih kosong. Lalu memasukkan beberapa bajunya kesana.
"Sakuraaa! Ada surat!" teriak Kaa-san dari bawah. Sakura mengerinyitkan dahi. Sebelum ini di tidak pernah menerima surat apapun.
"Iya, Kaa-san. Sakura turun!" Sakura segera menuruni tangga, dan mendapati sebuah surat dengan amplop cokelat berukuran besar di atas meja. Di bagian pojok ada namanya dan cap SMA Nofus Alefour Konoha. Sakura segera membukanya. Dan di dapatinya berkas-berkas tanda bahwa ia telah diterima di SMA tersebut. Di lampiran bagian belakang terdapat kertas cokelat tebal yang berisi barang-barang yang wajib dia bawa untuk sekolah nanti. Namun bukan semua itu yang dipusingkan. Satu hal yang bikin di penasaran.
"Kaa-san, darimana mereka tau kalau aku penyihir dan akan masuk sekolah itu? Kan baru tadi pagi Sakura tau kalau Sakura penyihir."
"Gubrak deh, itu mah pertanyaan sepele. Sihir gitu loh!" kata Okaa-san dengan pedenya.
"Oh, gitu ya?" kata Sakura cengo. Kaa-san mengangguk-ngangguk mantap.
"Terus, Sakura harus beli di mana ini barang-barang semua? Apaan nih, tongkat sihir, buku mantra, seragam, jubah, apaan lagi nih? Kuali masak? Hadeh.." Sakura geleng-geleng kepala.
"Hei, itu yang tertulis disana semuanya penting, Sakura. Kuali masak itu untuk pelajaran meracik ramuan sihir. Jangan dianggap sepele tuh."
"Terus belinya dimana~?" rengek Sakura.
"Nanti belinya di Nofus Alefour Town, sama Sasori-nii." Celetuk Otoo-san tiba-tiba.
"Hmm.. . gitu.." Sakura manggut-manggut gaje.
~~oOo~~
The next day...
Sakura's POV
Haduuh, perutku serasa dililit-lilit dengan tali.
Hari ini aku akan berangkat ke sekolah baruku. SMA Nofus Alefour Konoha.
Hiks, sedih rasanya akan berpisah dengan Genma-san yang baik, Otoo-sanku yang paling ganteng, dan Okaa-san yang cempreng.
"Sakuraa..! ayo turun! Bisnya sudah sampai!" teriak Kaa-san dari bawah.
Tuh kan, Kaa-sanku memang cempreng.
"Iya Kaa-san!"
Aku segera menggotong koperku yang lumayan berat dan memakai tas ranselku.
"Hhh.. Yosh! Semangat Sakura!" aku menarik nafas, menenangkan diri. Hei, sebentar lagi aku akan bertemu teman baru yang tidak 'biasa'. Wajar kan kalau aku gugup?
"Sakuraa..!"
"Iyaaa…!"
Aku segera turun dan menuju depan rumah. Di sana semua orang yang ada di rumahku sudah menunggu.
"Sakura berangkat dulu ya, semuanya!"
Aku memeluk Otoo-san, Okaa-san, dan yang terakhir Genma-san .
"Jaga diri ya Sakura-chan."
"Iya, Genma-san. Kapan-kapan kirimkan aku jus Strawberry buatan Genma yaa."
Genma-san hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Dadah semuanyaa!"
Aku berjalan menuju bis yang berwarna putih dengan logo sekolah di depannya lalu memasukinya.
End Sakura's POV
~~oOo~~
"Ini teman baru kalian yang terakhir. Namanya Sakura Haruno." Kata seseorang berambut hitam panjang dan memiliki mata seperti ular.
"Hai Sakura-san!" kata hampir semua orang di bis itu serempak. Sakura hanya meringis dan melambaikan tangan kaku.
"Haruno-san, silakan duduk. Kita akan segera terbang." Kata supir bis menyeramkan itu sambil menggunakan headsetnya. Sakura cengo. Ha? Terbang? Batinnya.
Sakura segera berjalan mencari kursi yang kosong, karena tampaknya seluruh kursi di bi situ terisi.
"Sakura-chan! Duduk di sini!" teriak seorang cowok yang berambut kuning jabrik dan bermata sapphire.
"Oi, teme. Ijinkan Sakura-chan duduk di sini. Kasihan dia." Kata orang itu pada teman di sebelahnya.
"Hn. Tidak boleh." Balas cowok yang berambut warna biru dongker dengan model mirip pantat ayam dan memiliki mata onyx.
"Sasuke, biarkan Sakura-chan duduk di situ. Benar kata Naruto-kun. Kasihan dia. Dia orang baru." Kata seorang cewek di deretan kursi seberang yang memiliki rambut indigo dan mata lavender.
"Hn. Tetap tidak boleh. Tasku tidak dapat tempat." Kata cowok yang disebut Sasuke. Ia lalu bersikukuh mempertahankan tasnya yang akan direbut Naruto.
"Cepat pidahkan!"
"Hn. Gak mau."
Sementara itu Sakura hanya memasang tampang bloon di depan mereka. Tiba-tiba bus itu berbelok menuju jembatan yang belum jadi. Bis itu melaju semakin cepat.
"Sakura-chan! Sini! Duduk di bawah saja! Disampingku! Bis sudah mau lepas landas, aku yang akan memegangmu! Ino bantu aku memegangnya!" kata cewek bermata lavender itu.
"Hn. Cepat Sakura-chan!" kata cewek bermata aquamarine dan berkuncir kuda.
Sakura segera mengikuti kata kedua cewek itu. Dia duduk di bawah dengan wajah yang pucat karena kecepatan bis itu.
"Orochimaru-sensei! Ada yang tidak dapat tempat duduk!" teriak seseorang di belakang.
"Yak, kita akan segera lepas landas dalam hitungan 5..4.."
"Baka! Orochimaru-sensei selalu menggunakan headset dimanapun kapanpun!" kata Ino.
"…3…2…1…"
BRRRZZZZ…
Tiba-tiba bis bergetar hebat. Dan perlahan-lahan bis melayang melewati ujung jembatan yang belum jadi itu.
DARRR!
Kemudian bi situ tersentak ke belakang membuat kepala Sakura kejedug pegangan kursi orang yang menolongnya.
WUUZZZ…
Kemudian bis itu melaju cepat bagai roket di udara.
"Bertahanlah Sakura-chan. Sebentar lagi kita sampai di wilayah tenang. Sebentar ya." Kata cewek bermata lavender lembut itu.
Sementara itu, Naruto dan Sasuke masih berebut tas.
"Cepat berikan padaku, Temeee!"
"Tidak mau, Dobee!"
CLETAK!
Naruto menyentil keras jidat Sasuke, membuat pegangan pada tasnya mengendur. Kesempatan ini tidak disia-siakan Naruto. Dia segera mengambil tas ransel sialan itu dan melemparnya ke belakang.
"Tangkap, Kiba!"
HAP!
Naruto segera menarik Sakura untuk duduk diantara dirinya dan Sasuke. Lalu memasang sabuk pengaman pada Sakura yang wajahnya pucat pasi.
"Hhhh.. Terimakasih, Naruto-kun." Kata cewek indigo itu sambil menghela napas.
"Sama-sama, Hinata-chan."
~~oOo~~
Bus mendarat dengan lancar 1 jam kemudian. Sakura, karena saking ketakutannya tertidur di kursinya.
"Hei, sampai kapan kau akan menggunakan bahuku sebagai tempat tidurmu. Kita udah sampai." Kata sebuah suara berat.
"Emmhh.. eh sudah sampai ya? Hee? Kyaaaa!" Sakura berteriak melihat siapa yang dia senderin tadi.
"Hn. Baka." Kata cowok bermata onyx itu.
"Kamuuu! Liat niih! Gara-gara kamu jidat aku benjooll! Awas kamu ya! Lagian siapa sih kamu seenaknya aja! Emang ini bis moyang kamu ya!?" bentak Sakura sambil menunjuk-nunjuk Sasuke.
"Biarin! Week!" Sasuke malah menjulurkan lidahnya lalu beranjak pergi dari kursinya.
"Heeiii pantat ayaaamm! Aku belum selesaii! Kembali kesinii!" teriak Sakura lagi.
.
.
TBC
Haii Minna-san :D
Saras udah update kilat nih, mumpung ada waktu senggang :D
Saras mau cerita dikit nih, sebenarnya fict ini terinspirasi dari banyak film dan bacaan yang pernah aku liat. Misalnya kayak Harry Potter, Sky High, n masih banyak lagi yang lainnya
Jadi maaf kalo ceritanya agak campur sari dan gaje -_-
Gimana fict chapter ini? Apakah terlalu bertele-tele atau kurang gimana gitu?
Makasi ya buat yang udah mau baca n Review :) khususnya Chooteisha Yori, Makasi banyak ya supportnya :D
And Review Please :D
