Summary : IS merupakan sebuah jurusan yang terdapat di KHS, dan di IS juga lah seorang Namikaze Naruto bisa merasakan tentang suka maupun duka hidup bersama dengan orang-orang yang dia sayangi.

Disclaimer © Masashi Kishimoto

Story : IS is the best ( IPS is the best )

Pairing : SasuXFem Naru, KibaXFem Naru

Warning : Masih belum bisa lepas dari TYPO…, cerita abal dan hancur. Just for fun

Author : KibaHatake

Note: waaahhh ngak nyangka ada yang nunggui nih fic.. iya ini fic di publish ulang.. menghilangkan sedikit typo.. gomen ne.. tahap 5 nya sedang dikerjain kok.. selamat menimati.. okey.. dan ada beberapa kata2 yang aku ganti

Part 2

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ oVo ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Sekarang Naruto sedang berada di UKS, dan dia sedang tertidur setelah kepergian siswa IA yang menyebalkan kita lihat apa yang menjadi mimpi Naruto sampai membuat dia berkeringat dingin seperti itu.

*Dream On*

Kaa-san aku berada dimana sekarang, kenapa semuanya gelap seperti ini? seseorang tolong aku, siapa saja tolong aku. Naru takut disini .

"Hiks…hiks..hiks.." Tangis Narutopun pecah karena dia sangatlah ketakutan.

Tiba-tiba ada suara yang terdengar dari ujung cahaya yang ada didepan Naruto, Naruto berlari kearah datangnya cahaya itu. Disana dia melihat ada tiga orang yang sedang makan dimeja makan. Naruto sangat mengenal keluarga itu, mereka adalah keluarga itu adalah keluarga Namikaze, keluarga yang sangat harmonis dan saling menyayangi satu dan yang lainnya.

Naruto terus memperhatikan keluarganya yang sedang bercengkrama itu, dia merasa sangat rindu dengan suasana yang sudah lama tak pernah lagi dirasakannya. Saat Naruto lagi asyiknya memperhatikan keluarganya itu, ada sebuah suara yang berasal dari luar rumah mereka. Naruto sangat tau itu suara apa, dan apa yang ada didepannya ini pernah dia rasakan sendiri 3 tahun yang lalu.

Tampa disadari oleh Naruto dia merasa sangat ketakutan, dia menangis. Kejadian inilah yang tak pernah ia harapkan.

"Tunggu disini ya, Tousan akan melihat apa yang terjadi diluar " Kata sang kepala keluarga Namikaze Minato

"Siapa kalian? Apa mau kalian datang kesini" Tanya Minato yang terdengar sampai kedalam. Naruto mulai untuk mempertajam pendengarannya.

"Mau kami? Mau kami hanyalah menjalankan tugas yang diperintahkan oleh seseorang untuk menghancurkan keluarga ini, keluarga yang diduga akan mengakibatkan kehancuran bagi keluarganya" Kata orang yang berbadan besar dan juga tegap.

Lalu terdengar jeritan Minato yang sangat memilukan, suara yang membuat hati Naruto sakit.

Karena ada keributan diluar dan Kushina mendengar teriakan sang suami, merasakan firasat yang sangat buruk dan dia menyuruh Naruto untuk sagera bersembunyi. Naruto yang tak tau apa –apa pada saat itu hanya menurut saja dan dia besembunyi didalam lemari. Sementara itu diruang tamu Kushina berhadapan dengan orang yang dengan kejamnya membunuh suaminya.

"Apa mau kalian? Kenapa kalian membunuh suamiku? Apa salah suamiku?" Teriak Kushina dengan marah.

"Kami hanya melaksankan tugas yang diberikan bos pada kami, karena Minato nantinya akan menghancurkan keluarganya, makanya kami diperintahkan untuk membunuh keluarga ini. Ohhh, mana gadis manis itu? Mana anakmu? Kami mau bermain dengan dirinya."

"Jangan berani kalian mengusik dia, tak akan aku izinkan kalian untuk menyentuhnya seujung rambutpun" Teriak Kushina tambah marah pada tiga orang yang berada didepannya ini.

"Tenang saja kami tak akan membunuh anak manismu itu, karena kami tak diperintahkan untuk membunuh gadis kecil itu, karena tuan muda menyayangi anakmu itu, dia ingin memiliki anakmu itu. Seharusnya kau senang karena dia memilih anakmu untuk menjadi salah satu mainannya."

"Tak akan aku Izinkan kalian untuk membawanya sedikitpun!" Amarah Kushina makin melonjak, dia tak ingin anak kesayangan ini dalam bahaya, dia tak akan membiarkan seorangpun menyentuh anak semata wayangnya .

"Kalian jangan bercanda, Naruto tak akan pernah kuserahkan pada keluarga berengsek itu, Naruto bukan milik siapa-siapa"

"Sebaiknya anda beristirahat dengan tenang bersama dengan suami anda yang tercinta ini Ms. Namikaza." Salah seorang dari mereka mengayunkan katananya kearah Kushina dan tubuh Kushina dipenuhi oleh cairan kental berwarna merah dan berbau anyir .

Anak yang melihat dari celah pintu itu meneteskan air matanya, ya anak itu adalah Naruto dia menyaksikan sendiri peristiwa itu. Setelah orang itu pergi Naruto segera menghampiri ibunya, dia masih bisa merasakan bahwa ibunya masih bernafas.

"Kaasan" Naruto memanggil ibunya

"Naruto, kamu harus segera pergi dari sini nak, pergilah ketempat Baachanmu ya" Kushina mengusap pipi anaknya, dan meninggalkan noda merah diwajah tan Naruto.

"Kaasan juga harus ikut! Naru tidak mau pergi kalau tak bersama Kaasan dan juga tousan. Aku sayang kalian. Aku ingin selalu bersama dengan Kaasan dan Tousan"

"Pergilah nak! Selamatkan dirimu"

"Kaasan…hiks..hiks… Naru 'tak mau meninggalkan Kaasan dan juga Tousan"

"Na..Naru..kamu tak bo..boleh cengeng ya nak"

Naruto merasakan udara makin panas, dan dia melihat kebelakang, dan ternyata sudah ada kobaran api.

"Segerahlah pergi nak, tinggalkan saja Kaasan, Kaasan akan baik2 saja bearsama dengan Tousanmu ya

"p..p..per...gi..lah N..na..ru"

"Ti..ti..tidaaaaaak…"

*Dream off*

Naruto terbangun dengan keringat yang membasahi dahinya, dia baru saja bermimpi kejadian tiga tahun yang lalu. Kejadian dimana dia kehilangan kedua orangtuanya, dan dia tak akan pernah bisa melupakan kejadian itu.

"Kaasan…hiks..hiks… kenapa Kaasan harus pergi dengan cepat, Naru kesepian hiks…hiks…" Naruto menangis dengan terisak-isak .

Setelah beberapa saat dia menangis, Naruto kembali teringat dengan perkataan 'Dia'

"Siapa siswa IA itu sebenarnya? Kenapa dia bisa tau tentang aku?" Naruto teringat lagi dengan apa yang dibicarakan oleh siswa IA itu.

Flashback

Naruto yang baru masuk kedalam UKS melihat ada seorang yang duduk di kursi UKS, Naruto kenal dengan orang itu, dia adalah Uchiha Sasuke, siswa yang membulyinya waktu kelas X dulu, pria yang di idolakan hampir seluruh siswi di KHS ini.

"Hai .. Naru, kita ketemu lagi ya " kata Sasuke, dan disertai dengan senyum yang terlihat meremehkan, dan juga tersirat senyum liciknya .

Sasuke mendekat kearah Naruto dan membisikkan.

"Apakah asyik menyaksikan kematian orangtuamu sendiri tiga tahun yang lalu Na-ru-to?"

Sasukepun berlalu dari hadapan Naruto, meninggalkan Naruto yang berkeringat dingin

End Flasback

Naruto POV

Kenapa dia bisa tahu kalau aku menyaksikan kematian orangtuaku? Siapa sebenarnya dia? Apa yang diinginkan oleh orang itu?

"Naru…bagaimana keadaanmu apakah sudah agak baikan?" Aku mendengar suara Sakura, dan benar itu adalah dia bersama dengan kedua temannya, dan tunggu ada seorang lagi tapi siapa?

"Sudah, makasih ya Sakura-chan, ehmmm itu… itu siapa?" Tanyaku sambil menunjuk kearah orang yang bersembunyi dibelakang pintu UKS

"Ohh..dia, aku bertemu dengan dia tadi secara tak sengaja, dan ketika aku mengatakan aku mau menjegukmu keUKS dia juga mau ikut"

Lalu masuklah orang yang sedari tadi bersembunyi dibelakang pintu UKS.

Deg

aku merasakan jantungku berdetak lebih cepat. Mungkinkah dia? Apakah aku tak salah lihat dia, dia si Ketua OSIS Inuzuka Kiba orang yang aku kagumi dan yang menjadi cinta pertamaku, orang yang telah menolongku dulu, apakah aku sedang bermimpi sekarang, kalau iya, tolong jangan bangunkan aku.

"Oh..hmmm hai Naru-chan, maaf aku datang dan juga menganggumu" kata Kiba dengan semberaut merah dipipinya

"Oh..hai Kiba-kun" kataku dengan sedikit gugup.

Ahhh ternyata aku tak bermimpi ini nyata, dia benar-benar Inuzuka Kiba

(P/N: Kiba… saranghae…maukah kau menikah dengan aku Kiba…sini,sini,sini sama KIHA biar KIHA peluk dengan penuh cinta.)

(Naru: oiiii jangan seenaknya dong, dasar author berisik, nganggu orang aja)

Back to story

"Cuit…cuit… ada orang yang lagi kasmaran nih sebaiknya kami pergi saja ya, kami permisi dulu Naru, Kiba" Kata Ino dengan seulas senyum dibibirnya.

"ahhh iya, sebaiknya kita pergi saja, silahkan lanjutkan, bay Naru" Ucap Tenten dengan senyum jahilnya.

Mereka bertigapun pergi meninggalkanku berdua dengan Kiba.

Deg deg deg deg

Aduuuh tenang dong Naru jangan bikin malu, rajauku tidak jelas.

"Eh…eeehh..hmmm, anu " Kata Kiba dengan grogi

"Y..ya.." Aduhh tenang…tenang Naru, kau harus tenang…

"Apakah aku menganggumu?"

"Ehh, ti,,tidak kok, hmmm ada apa?"

"Ehh.. aku hanya ingin menjengukmu saja, tadi aku dengar dari Sakura katanya kau ada diUKS dan tak enak badan."

"M..makasih sudah mau datang menjengukku, Kiba-kun sama sekali tak menganggu kok, banar deh, sangat senang bisa dikunjungi oleh Ketua OSIS sepertimu" Ucapku disertai dengan senyum tulus.

"Ahh, aku ingin mengucapkan semoga kau cepat sembuh ya." Kata Kiba dengan senyumnya, dan itu sukses membuat wajahku tambah merah, aku yakin wajahku sekarang lebih merah dari tomat

"Ah makasih, aku sudah agak baikan kok" Balasku.

"Apakah kau mau pulang sekarang?" Tanyanya padaku.

"Pulang? " Akupun melirik jam yang ada didinding UKS. Astaga sudah jam 4 lama juga aku tertidur tadi

"I..iya"

"Mau pulang bareng?"

Ah pulang bersama dengan Kiba-kun? Mimpi apa aku semalam? Kenapa semuanya begitu lengkap ya kalau aku bisa pulang sama dia. Ahhh bahagianya aku, beruntungnya dirimu Naruto, ternyata penantianmu selama ini tak sia-sia, akhirnya aku bisa pulang bareng Kiba senpai.

"Ba…baiklah"

Sekarang aku sedang berjalan bersama dengan Kiba senpai, ternyata orangnya sangat asyik, dan sesuai dengan dugaanku dia orang yang sangat baik dan pecinta binatang. Ternyata Kiba mempunyai seekor anjing yang bernama Akamaru, dan dia sangat menyayangi anjingnya itu. Selama perjalanan aku terus bercengkrama dengan dia

"Naru"

"Hm"

"Apakah kau masih ingat waktu kejadian kelas X dulu dibelakang gudang?"

"Iya aku ingat, terimakasih ya waktu itu telah menolongku, kalau tidak ada Kiba-kun pasti aku tak akan selamat dari orang itu"

"Sebenarnya apa yang terjadi waktu itu? Kenapa mereka menganggumu?"

"Aku juga tak tahu, waktu itu aku lagi baca komik, tiba-tiba mereka menyeretku dan memperlakukanku dengan kasar, untung ada Kiba-kun, jadinya aku bisa selamat dan tak jadi diapa-apain" Kataku disertai dengan senyum yang sangat lebar.

"Ah sama-sama, aku tak bisa melihat orang yang diperlakukan dengan semena-mena oleh oranglain, apalagi terhadap orang semanis dirimu?" kata Kiba, dan aku melihat ada semberaut tipis dipipinya.

Ah manis, tadi dia bilang aku manis, senangnyaaaaa.

"A.. aku telah sampai terimakasih, Kiba-kun" Tanpa sadar aku sudah ada didepan rumahku.

"Ya sampai jumpa, hmm apakah lain kali aku boleh berkunjung kerumahmu?"

"B..boleh. sudah ya aku masuk dulu, hati-hati dijalan Kiba-kun"

"Hm, sampai jumpa Naru-chan"

Akupun berlalu masuk kedalam rumahku

"Naru, kau sudah pulang?" Tanya Baachanku

"Iya Baachan"

"Ada tamu untukmu, sudah dari tadi dia menunggumu"

"Tamu? Siapa?" Tanyaku, perasaan aku tak punya seseorang yang akan menemuiku, apakah Sakura? Akupun masuk kedalam ruang tamu, disofa aku melihat seseorang duduk membelakangiku

"Ada apa ?" Tanyaku kerang yang lagi asyik duduk itu

"Lama sekali kau, Dobe" Orang itupun membalikkan badannya.

Aku tak percaya ternyata dia, apa sebenarnya yang diinginkan olehnya, kenapa dia bisa tahu rumahku?

"Apa maumu datang kesini?" Tanyaku dengan sinis

"Tak ada aku hanya ingin melihat bagaimana kehidupanmu setelah peristiwa tiga tahun yang lalu"

Aku kembali berkeringat dingin. Siapa dia sebenarnya?

Siapakah Uchiha Sasuke? Nantikan dichapter berikutnya ya….

TBC

Akhirnya selesai juga Chapter ke dua ini