HE'S MY FUTURE HUSBAND
Cast : Uchiha Sasuke, Haruno Sakura, Hyuuga Hinta
Disclaimner : Semua karakter yang saya gunakan adalah milik Masashi Kishimoto
Summary: Memiliki calon suami seorang CEO besar yang kekayaannya bisa menyaingi kekayaan seorang presiden amerika atau mungkin pendiri facebook yang termasuk salah satu dari sepuluh orang terkaya didunia bukanlah hal yang mudah. Pria super duper tampan yang sayangnya sangat dingin sedingin kutub utara dan sangat datar melebihi datarnya flat earth benar-benar pantas jika di nobatkan sebagai CEO paling Over Protective di buka bumi ini.
Gendre : Romance, Drama
SELAMAT MEMBACA…
Dan berusahalah untuk TIDAK MENJADI seorang SILENT READER, dengan membaca review yang masuk, saja jadi tambah semangat untuk menulis.
.
.
.
CHAPTER 1
HE'S MY FUTURE HUSBAND
Haruno Sakura, bocah nakal yang sekarang kemarahannya sudah mereda itu terlihat duduk manis di sebuah sofa yang berada di ruangan Sasuke. Sofa berkualitas tinggi yang didatangkan langsung dari benua Amerika sana.
Didepannya kini telihat banyak sekali berbagai jenis makanan yang disukai oleh Sakura. Sasuke yang sudah duduk kembali di kursi kebesarannya sesekali melirik kearah sang tunangan, hanya untuk memastikan apakan liur gadis itu sudah menetes atau belum. Karena disana sedang terpampang jelas dimatanya, bagaimana seorang Haruno Sakura menatap semua makanan yang tersaji di meja. Sesekali gadis enam belas tahun itu meneguk ludah, tergiur untuk mencicipi semua makanan itu.
"Kenapa kau belum menyentuh makananya? kebiasaanmu yang selalu lapar ketika sedang marah itu belum hilang, kan?" tanya Sasuke yang masih setia mengutak ngatik macbooknya.
Sakura langsung melirik Sasuke dengan ekor matanya dan kemudian mencebik kesal.
"Kebiasaan itu tidak akan pernah hilang!" kata Sakura kesal.
"Kalau begitu, makan!" titah Sasuke.
"Temani aku Sasuke," pinta Sakura yang sekarang langsung menatap Sasuke penuh harap.
CEO dari Uchiha Company itu langsung menghentikan sejenak pekerjaannya.
"Aku sedang sibuk Sakura," tolak Sasuke halus meski terkesan sangat dingin.
Wajah penuh harap Sakura langsung berubah, selalu jawaban seperti ini yang akan ia dapatkan jika meminta sesuatu pada CEO super duper sibuk yang selalu saja lebih mementingkan pekerjaan dibandingkan tunangan tercintanya ini. Well… setidaknya itu yang Sakura pikirkan, dan dia tahu… apa yang ada didalam pikirannya itu 100% benar
"Tidak bisakah kau tinggalkan sebentar pacar pertamamu itu dan menyempatkan diri untuk sekedar menemaniku makan, Tuan? Kau tahu aku paling tidak suka makan sendirian," kata Sakura panjang lebar.
Menatap sebentar kearah tunangan cantiknya yang kini bersikeras memintanya untuk makan bersama, Sasuke kemudian mengambil handphone yang sedari tadi berada di sebelah kanannya. Pria itupun mendail sebuah nomor, dan saat orang yang ditelpnya sudah mengangkat panggilannya…
"Naruto, ke ruanganku."
"Sekarang!"
Sakura yang langsung mengerti maksud dari perintah Sasuke yang diberikan pada Naruto hanya bisa itupun menghela nafas kesal.
"Tidak pernah berubah!" gumam gadis itu pelan.
"Aku sedang sangat sibuk Sakura," kata Sasuke yang ternyata masih bisa mendengar perkataannya.
"Aku harap perusahaanmu hancur, biar kau jatuh miskin!" kata Sakura.
Sasuke yang mendengar sumpahan wajib yang selalu diucapkan oleh gadis manis itupun tersenyum miring dan kemudian melanjutkan pekerjaannya.
"Tidak akan mungkin!" kata-kata terakhir yang diucapkan Sasuke tersebut langsung membuat Sakura memutar kedua bola matanya, bosan dengan jawaban yang sudah lebih dari seratus kali ia dengar semenjak lima tahun dirinya mengenal pria super kaya raya itu,
HE'S MY FUTURE HUSBAND
.
.
.
Sial…
Seharusnya saat memutuskan untuk menyuruh Naruto menemani bocah nakal itu makan siang, dirinya sudah tahu bahwa akan seperti ini jadinya. Gadis cantiknya itu bisa jadi sangat menyebalkan, seperti sekarang ini contohnya.
Berkali-kali Sasuke harus menarik nafas dalam-dalam saat melihat bagaimana mesranya dua sosok mahluk berbeda jenis kelamin yang sedang asyik dengan makan siang mereka itu cerita sambil sesekali berbagi makanan.
Sering kali Sakura terlihat mengambilkan Naruto makanan dan kadang gadis menyebalkan itu bahkan memaksa Naruto untuk menerima suapan dari tangannya.
Sasuke membenci hal itu, seharusnya dia yang saat ini berada di samping tunangannya, bukan supir jelek yang sekarang benar-benar menikmati pekerjaan yang ditugaskan padanya.
Sasuke benar-benar tidak sabar ingin menendang Naruto keluar dari ruangannya, tapi jika dia melakukan hal itu… Maka sudah bisa dipastikan Sakura tidak akan menghabiskan makanannya, dan gadis itu akan kembali marah padanya. Sebisa mungkin Sasuke akan menghindari hal itu.
Ahhh….
Seandainya saja pekerjaan ini bisa dilimpahkannya pada orang lain, seandainya saja dia tidak sedang dikejar deadline karena pekerjaan ini adalah pekerjaan besar yang nantinya akan sangat menguntungkan bagi perusahaannya, Sasuke bersumpah. Dia tidak akan pernah menyuruh Naruto untuk menggantikan posisinya.
"Hei Naruto, apa Sushi Egg nya enak?" tanya Sakura.
Naruto yang masih mengunyah makanan yang baru saja di suapkan oleh Sakura itu langsung mengangguk mantap.
"Benar-benar sangat enak Sakura," katanya setelah semua makanan di dalam mulutnya berhasil ditelan.
"Tuh kan? Semua makanan yang aku sukai, pasti juga akan cocok dilidah semua orang. Aku benar-benar handal kalau soal mencicipi makanan." kata Sakura panjang lebar sambil memperlihatkan senyum indah yang merupakan aset penting gadis manja itu.
Ya… bagi semua orang yang mengenal gadis cantik itu, senyuman seorang Haruno Sakura adalah senyuman paling indah yang pernah ada.
"Kau hanya pandai mencicipi tapi tidak pandai membuatnya!"
Senyum Sakura langsung memudar saat mendengar kata-kata menyebalkan yang baru saja keluar dari mulu Sang CEO menyebalkan. Gadis itu langsung menatap Sasuke tajam.
"Kau diam saja, dan lanjutkan pekerjaanmu Tuan,"
"Aku tidak butuh suara iblis itu keluar dari mulutmu!" kata Sakura, membalas kata-kata pedas Sasuke.
Tatapan tajam yang sangat menusuk itupun langsung diterima Sakura.
"Ehmm…" Sakura pura-pura batuk, merapikan bajunya dan kemudian pura-pura tidak sadar dengan tatap Sasuke. Gadis itu pun mengalihkan tatapannya pada Naruto yang terlihat sedang merasa tidak nyaman berada dalam satu ruangan dengan kedua orang tersebut.
"Naruto ayo makan lagi, masih banyak makanan yang harus kita habiskan." Sakura memperlihatkan senyum lebar yang terlihat sedikit berbeda, terlihat sangat dibuat-buat. Naruto yang menatapnya bisa merasakan kalau Tunangan bos besarnya itu sedang berusaha menenangkan diri agar tidak terlihat ketakutan.
Naruto tahu, Sakura adalah gadis tipe pembangkang yang entah kenapa mulutlah lebih cepat berfikir dari pada isi otaknya.
Karena itu, terkadang setelah berbicara ceplas ceplos pada Sasuke, gadis itu akan merasa takut sendiri saat menyadari kalau kata-katanya bisa saja membuat Tunangannya itu marah.
'Kau lucu sekali, Sakura.' Pria itu membatin.
HE'S MY FUTURE HUSBAND
Jenuh, itu yang dirasakan Sakura selama berada diruangan Sasuke. Dua jam sudah berlalu sejak dia dan Naruto menghabiskan semua makanan yang disediakan oleh Sasuke, dia bahkan sempat terlelap saking bosannya menunggu sang tunangan menyelesaikan pekerjaannya meskipun tidak lama.
Sasuke masih berkutat serius dengan pekerjaannya, pria itu berhenti sesekali hanya untuk meminum kopi hitam tanpa gula yang selalu tersedia didekatnya.
"Aku ingin pulang saja!" kata Sakura yang kemudian langsung berdiri dari tempat duduknya. Gadis itu menatap Sasuke yang terlihat menghentikan sejenak pekerjaannya, sesaat setelah melihat Sakura berdiri dan menghadapnya.
"Ayo Naruto, antar aku pulang." Sakura merapikan tasnya, bersiap untuk pergi.
"Baik Nona," kata Naruto.
"Aku akan mengurungmu didalam kamar selama satu minggu penuh, jika dalam waktu lima belas menit aku tidak melihatmu sudah ada di rumah."
Entah untuk yang keberapa kalinya dalam hari ini, Sakura memberikan Sasuke tatapan tajamnya.
"Ada Cctv di setiap penjuru rumah, Jangan berani membohongiku."
"Iya-iya, Tuan muda Sasuke yang terhormat. Kau tidak perlu mengingatkanku terus menerus mengenai hal itu!" kata Sakura, gadis itu berjalan mendekati Sasuke
"Cepat selesaikan pekerjaan sialanmu ini, aku menunggumu!"
Sakura yang sudah berdiri didepan Sasuke langsung menarik dasi yang dipakai pria itu, memaksa Sasuke untuk menengadahkan kepalanya dan..
Cup….
Gadis enam belas tahun yang bukan lagi seorang perawan ting ting itupun langsung menempelkan bibir tipisnya pada bibir tebal Uchiha Sasuke.
Mengecupnya berkali-kali tanpa sedikitpun menggunakan lidahnya. Sakura hanya menempelkan bibirnya pada bibir Sasuke, menghisap pelan bibir bawah pria itu, melepasnya dan kemudian kembali mengecupnya lagi secara berulang.
Saat Sasuke mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa gairah pria tampan tersebut mulai bangkit, secepat kilat, Sakura langsung menjauhkan dirinya.
Sasuke mengeram kesal, Sakura tersenyum lebar sedangkan Naruto terlihat berusaha untuk menahan tawa yang hampir meledak.
"Cepat pulang jika kamu menginginkanku," kata Sakura yang langsung berjalan meninggalkan ruangan Sasuke.
"Ayo kita pulang, Naruto!" kata Sakura mengulang kata-katanya
"Iya Nona…"
'Sialan! Aku akan membuatmu menyesal karena sudah melakukan hal ini padaku, Sakura!' Pria itu membatin.
HE'S MY FUTURE HUSBAND
Terkadang, Sasuke benar-benar membenci posisinya sebagai seorang CEO UC, posisi penting itu membuatnya menjadi pria dengan tingkat kesibukan yang sangat tinggi.
Sasuke dan Sakura menjadi sangat jarang bertemu apalagi sampai menghabiskan waktu bersama dalam jangka waktu yang panjang. Pria itu lebih banyak menghabiskan waktu Iuar rumah, dia bahkan sangat sering pergi ke luar kota atau bahkan keluar Negara karena harus mengunjungi semua proyek yang ditangani oleh perusahaannya.
Uc Company adalah satu-satunya perusahaan konstruksi di Jepang yang proyeknya sudah sampai ke manca Negara. Perusahaan raksasa itulah yang selalu memenangkan tender-tender besar di jepang, hampir seluruh bangunan-bangunan besar yang sekarang berdiri megah dan kokoh di negeri sakura mekar tersebut dikerjakan olehnya.
Bukan hanya mengerjakan proyek bangunan, Uc Company juga sangat sering mengambil proyek jalan, bahkan baru-baru ini Sasuke pun memulai bisnis dibidang kecantikan. Untuk bisnis ini, Sasuke sengaja mencoba bisnis itu karena Sakura.
Pria tampan yang sialnya terlalu overprotective tersebut mengetahui kalau diumur Sakura yang sudah mulai beranjak dewasa itu, gadis pujaaan hatinya tersebut pasti akan mulai mengenal dengan yang namanya kosmetik.
Sasuke benar-benar tidak rela jika wajah cantik Sakura nantinya akan terkontaminasi oleh kosmetik-kosmetik yang tidak ia ketahui kandungan apa saja yang ada didalamnya.
Pria tampan tersebut membangun perusahaan kosmetik yang diberi nama Beauty Sakura, dan menciptakan berbagai jenis alat make up yang nantinya akan dipakai oleh gadisnya.
Sakura hanya boleh menyentuh make up yang dibuat khusus untuknya, gadis itu diharamkan untuk menyentuh alat make up lain sedikitpun, meski hanya seujung kuku.
Karena sifat Sasuke seperti itulah dia harus rela menjadi pria yang super duper sibuk, pria itu harus mengecek sendiri setiap make up yang ia buat, memastikan semua proses pembuatannya dilakukan dengan sempurna agar Sakuranya aman. Semua alat Make up yang dibuatnya tidak boleh sampai menimbulkan sesuatu yang buruk pada wajah gadisnya.
Pria itu benar-benar gila…
Dan Haruno Sakura adalah sumber dari semua kegilaannya selama ini.
.
.
.
Sasuk menarik nafas dalam, saat melihat bagaimana keadaan kamarnya saat ini. Dia baru pulang pukul 02.00 dini hari, dan begitu masuk kedalam kamar tempat Ia istirahat, pemandangan yang tersaji didepannya benar-benar mampu membuatnya menahan nafas.
Terlihat baju atas dan bawahan Sakura berserakan di lantai kamar, Sasuke bahkan bisa melihat sebuah bra berwarna pink muda yang terjatuh tepat dibawah tempat tidurnya.
Dan saat melihat Kasur, pria itu hanya bisa tersenyum memaklumi saat melihat bagaimana cara tidur Sakura, Bocah nakal itu benar-benar memonopoli semua bagian kasurnya, jika dia membiarkan gadisnya itu tidur tetap dengan posisinya sekarang, tidak akan ada sisa tempat untuk dirinya.
Sakura selalu seperti itu jika ia tidur tanpa Sasuke disampingnya, dengan hati-hati dan sangat perlahan, Sasuke memperbaiki posisi tidur Sakura.
Jantung Sasuke berdetak kencang saat melihat bagaimana indahnya tubuh bagian atas Sakura yang sama sekali tidak tertutup apapun, gadis itu benar-benar menunggunya ternyata. Sakura pasti tertidur karena lelah menunggu Sasuke, dan melihat bagaimana keadaan gadis itu sekarang, Sasuke tau… Sakura pasti berencana untuk memberinya kejutan dengan memberikannya totonan menarik. Rasa bersalah langsung menyelimuti benak Sasuke.
Setelah berganti pakaian dengan baju tidur, Sasuke berjalan mematikan lampu utama kamarnya, dan kemudian menghidupkan lampu tidur, pria tampan itu mengambil posisi berbaring disebelah kanan Sakura, menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh mereka dan kemudian memeluk gadisnya dengan erat.
Sialnya…
Saat mereka berpelukan, bagian depan dari tubuh indah Sakura yang tidak tertutup apapun bersentuhan dengan dada bidangnya. Membuat sesuatu dibawah sana mengembang dan mulai memberontak.
Sasuke memejamkan matanya dan kemudian menarik nafas lalu mengelurakannya perlahan, dia harus menangkan diri. Sasuke tidak mau mengganggu waktu tidur bidadarinya meski itu artinya dia harus segera menekan gairah yang mulai bangkit.
Tubuh Sakura seakan menyadari jika dia sudah berada dipelukan sang pemilik, hingga meskipun gadis itu masih tidur dengan pulas sampai terdengar dengkuran halus, tubuh itu tanpa sadar memperbaiki posisinya dan mencari posisi ternyaman.
Sasuke tersenyum lembut, sungguh… gadis dipelukannya ini adalah hal terindah yang pernah ia miliki.
'Aku mencintaimu… dan tidak akan kubiarkan kau pergi meninggalkanku, sebelum aku yang terlebih dahulu memintamu untuk pergi'
Tbc
Hai.. karena meliat review yang masuk. Saya semangat sekali untuk melanjutkan fic ini.
Saya harap kalian sema senang dengan chapter ini,
Untuk awal-awal chapter saya masih belum ingin menunjukkan konflik dari cerita ini, jadi maaf ya jika fic ini masih sangat datar.
Jika nanti udah masuk ke konfliknya…
Jangan nangis ya? Hahahahahahahaha :D #ngarepsebenarnya
Jangan lupa review ya, biar saya tambah semangat untuk menulis lagi.
Terima kasih…
Special thanks: sitilafifah989, Championzxcx, A panda-chan, Febrichan2425, Guest, Cherry-Chan973, Sasu.
Ps. Cepat atau lambatnya saya update cerita ini, tergantung review yang masuk. Jika banyak review yang masuk.. itu artinya banyak yang menunggu fic in kan?
