.
Would You Bare My Children?
.
Author : syubsyubchim
.
Cast :
Jung Hoseok X Kim Taehyung
Slight!Namjin
.
NOTE :
YAOI! BOYXBOY! MPreg! TYPOs! DLDR! Review Juseyo.
.
.
.
"Aku pulang," Hoseok melepas sepatunya dan menyusunnya dengan rapi di dalam rak sepatu dan menggantinya dengan sandal rumah yang disediakan di sebelah rak sepatu. Hoseok tersenyum simpul mengingat kebiasaannya menggunakan sandal rumah semenjak memutuskan untuk menikah dengan orang terkasihnya.
"APPA~"
Terdengar suara cempreng bocah kecil dan selanjutnya tubrukan pada kakinya. Hoseok tidak perlu repot-repot menengok ke arah kakinya untuk mengetahui siapa pelaku yang menabrak kakinya. Dengan senyum lebar untuk menghilangkan wajah lelah akibat seharian bekerja, Hoseok mengangkat tubuh mungil dibawahnya dan mengecupi wajah tembamnya banyak kali, "Halo, jagoan."
Yang dikecupi hanya terkikih geli sampil mencoba menjauhkan wajahnya yang didaratkan kecupan bertubi-tubi dari sang ayah. Bukannya tidak suka, namja kecil itu hanya kegelian.
"Selamat datang, hyung~"
Sekali lagi, Hoseok juga tidak perlu repot-reopot menoleh untuk mengetahui siapa yang menyambutnya pulang. Namja bersurai coklat gelap itu mendekat dan mendaratkan kecupan ringan pada bibir Hoseok, lalu membantunya dengan tas kerja dan mantelnya.
"Kau sedang memasak, sayang?" Hoseok mengusapkan sebelah tangannya ke wajah tersayangnya. Sebenarnya Hoseok tidak perlu bertanya saat melihat istrinya mengenakan apron dengan begitu manisnya. Yang ditanya hanya mengangguk dan membawa mantel dan tas kerja Hoseok kearah ruang tamu, membimbing ayah-anak itu untuk beranjak dari depan pintu rumah mereka.
"Tapi aku tidak memasak banyak hari ini, hyung. Aku merasa sedikit tidak enak badan."
Air muka Hoseok berubah khawatir, dengan perlahan diturunkannya Jungkook dari gendongannya dan membingkai wajah Taehyung. Hoseok menyirit saat merakan hangat menjalar ke telapak tangannya, tidak panas memang, tapi rasa hangat itu tetap dapat Hoseok rasakan, "Kau sakit, sayang? Sakit dimana, hum? Tubuhmu panas, sayang."
Taehyung tersenyum lemah, mencoba menjauhkan tangan Hoseok yang membingkai wajahnya. "Hanya sedikit pusing, hyung. Lagipula aku sudah minum vitamin tadi siang, jangan terlalu khawatir."
Hoseok memperlihatkan raut wajah tidak sukanya saat Taehyung menyuruhnya untuk tidak khawatir. Bagaimana bisa Hoseok tidak khawatir saat istrinya, namja kesayangannya sedang sakit, yang benar saja Kim-Jung- Taehyung.
"Tidak, kau harus istirahat, sa-"
"Sssttt~" Taehyung meletakan jari telunjuknya di depan bibir Hoseok, selanjutnya gantian membingkai wajah suaminya dan mengecup bibir itu sekali lagi. "Ini sudah kewajibanku sebagai istrimu, hyung. Aku janji akan istirahat lebih cepat malam ini, tapi biarkan aku menyelesaikan masakanku agar kita bisa makan malam lebih cepat juga, okay?"
Dan hati Hoseok luluh. Saat itu juga. Oh, siapa yang tidak akan luluh saat kesayanganmu mengecup bibirmu lembut dan membisikan kalimat yang menyiratkan betapa dia ingin membahagiakanmu. Taehyung memang tidak mengatakannya dengan verbal, tapi Hoseok tahu seberapa besar keinginan istrinya untuk melakukan kewajibannya dan melayani Hoseok.
Hoseok menghela nafas pelan dan mengangguk, "Baiklah, tapi kalau terjadi hal yang buruk, kau harus memanggilku, okay?"
Taehyung hanya menunjukan senyum kotaknya dan mengangguk, lalu mendorong dada Hoseok pelan. "Mandilah, kau bau," guraunya. Hoseok terkekeh kecil, namja didepannya tidak pernah berubah, tetap sensitif terharap bau tubuhnya.
"Baiklah tuan putri, aku akan mandi," lalu mengalihkan pandangannya kepada bocah yang sempat terlupakan beberapa waktu lalu, "Jagoan sudah mandi?"
Jungkook menerjap polos sambil menggeleng pelan, "Belum, appa. Kookie tidur sepanjang siang dan menonton Sailor Moon noona begitu bangun. Kookie lupa untuk mandi."
Hoseok tersenyum gemas melihat putra satu-satunya begitu menggilai karakter animasi Sailor Moon yang selalu ditontonnya tiap sore sampai lupa keadaan sekitar. Dengan mudahnya diangkat tubuh mungil itu, "Jja~ Kita mandi bersama."
Setelahnya terdengar pekikan girang Jungkook yang akan dimandikan oleh sang ayah. Taehyung hanya tersenyum kecil merasakan kehangatan yang menyelimutinya selama b eberapa tahun terakhir. Melangkahkan kaki rampingnya kembali kedalam dapur untuk melanjutkan masakan yang sempat tertunda.
.
.
.
Makan malam kediam Jung dimulai dari Hoseok yang bertanya tentang keadaan dan kegiatan Taehyung selama dirinya bekerja, dilanjutkan dengan Taehyung yang balik bertanya dengan kemajuan pekerjaan Hoseok yang sedang menyelidiki sebuah kasus pembunuhan yang sempat heboh beberapa minggu terakhir. Dan diakhiri dengan celotehan antusias Jungkook tentang kegiatannya di kindergarten.
Hoseok menutup pintu kamarnya pelan dan menemukan Taehyung yang terbaring dengan buku entah-apa-itu di pangkuannya. Dirinya baru selesai meninabobokan Jungkook. Hoseok kembali menghela nafasnya saat melihat istrinya yang katanya akan mengistirahatkan tubuhnya lebih cepat mala ini belum menunjukan tanda-tanda ingin tidur.
"Sayang, aa yang sedang kau lakukan? Kenapa belum tidur?"
Taehyung mendongak kearah Hoseok dan tersenyum kotak sambil menunjukan buku entah-apa-itu dihadapan Hoseok. "Aku sedang melihat-lihat foto kita, hyung. Ahh, aku jadi kangen."
Oh, ternyata Taehyung sedang melihat kembali album foto yang menyimpan berbagai kenangan mereka. Semenjak mereka masih menjadi sepasang kekasih, acara pernikahan mereka, liburan mereka yang manis -atau boleh kusebut bulan madu-, sampai kehadiran little Jungkook ditengah keluarga kecil itu.
Hoseok tersenyum lembut, lalu ikut masuk kedalam selimut dan memeluk kesayangannya. "Kau sedang bernostalgia, sayang?"
Taehyung hanya mengangguk semangat dan menyandarkan tubuhnya pada Hoseok, menyamankan tubuh mungilnya didalam pelukan sang suami. "Hyung ingat.." Taehyung menautkan jemarinya dengan jemari Hoseok dan menatap suaminya lembut, "Hari pernikahan kita?"
Hoseok terkekeh pelan dan mengangguk, bagaimana dia bisa melupakan peringatan sekali seumur hidupnya yang kalau boleh dibilang tidak berjalan normal itu?
.
.
.
Taehyung meremas jemari Seokjin yang duduk disisinya sambil terus bergumam 'dimana dia'. Seokjin kembali mengusap sayang surai Taehyung yang sudah tertata rapi, mencoba menenangkan yang lebih muda. Padahal Seokjin sedang mengumpat kekesalannya dalam hati. Bagaimana bisa calon suami adiknya masih belum menunjukan batang hidungnya, padahal acara pernikahan mereka seharusnya sudah dimulai sedari tadi.
"Namjoon bilang Hoseok sedang dalam perjalanan, Taehyung-ah. Tenangkan dirimu sedikit, okay?"
Taehyung hanya mengangguk lemah. Dirinya sudah mencoba menghubungi calon suaminya berulang-ulang dengan meninggalkan beberapa pesan singkat dan juga pesan suara. Taehyung bahkan tidak tahu sudah berapa kali dirinya mencoba menelepon nomor ponsel Hoseok yang berakhir tanpa dijawab.
Tok Tok Tok
Kedua namja sedarah itu kompak menoleh pada pintu ruang tunggu yang baru saja mendapat ketukan. Terlihat Namjoon yang mengintip dari balik pintu, "Taehyung harus bersiap didepan, hyung. Acara akan segera dimulai."
Seokjin mengerutkan alisnya bingung, "Memangnya Hoseok sudah tiba?"
Namjoon menggeleng pelan, "Hoseok belum tiba, tapi setidaknya biarkan para undangan melihat Taehyung dulu. Acara sudah diundur tiga puluh menit dan para undangan kesal, hyung."
Taehyung menghela nafas pelan. Apa yang dikatakan kakak iparnya ada benarnya juga. Taehyung tidak ingin mengecewakan para undangan yang sudah repot-repot meluangkan waktu mereka untuk datang ke acara pernikahannya. Perlahan Taehyung bangun dari duduknya dan mengangguk, "Baiklah, mungkin aku harus menyapa tamu undangan dulu."
Tapi tetap saja, Taehyung tidak tahu lagi sudah berapa tamu undangan yang bertanya dimana calon suaminya berada. Taehyung hanya bisa tersenyum sambil menjawab "Dia sedang dalam perjalanannya."
Tidak masuk akal memang, bagaimana bisa seorang mempelai begitu lalainya di hari pernikahannya. Bahkan sosok yang menjadi salah satu tokoh utama hari ini sedang dalam perjalanannya meskipun acara seharusnya dimulai satu jam yang lalu?
Taehyung kecewa sebenarnya, tapi Taehyung juga tahu, Hoseok bukan sengaja melakukan hal tidak masuk akal ini. Ingatkan kalian dengan pekerjaan Hoseok sebagai salah seorang anggota kepolisian di Seoul? Tentu saja seorang polisi harus sedia 24/7 dan mementingkan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi, meskipun kepentingan Hoseok kali ini bukan kepentingan yang main-main.
Tadi pagi, saat Hoseok mengantarkan Taehyung ke butik terdekat untuk dirias, dirinya mendapatkan panggilan darurat dari divisinya. Sekelompok perampok berantai yang akhir-akhir ini sedang merisaukan warga setempat sedang melakukan aksinya dan melukai seorang gadis remaja. Mendengarnya, Hoseok langsung melesat ke tempat kejadian setelah memastikan Taehyung masuk ke dalam butik. Sebenarnya bisa saja orang lain dari divisi Hoseok yang menangani kelompok bermasalah itu, tapi karena jarak yang dekat, Hoseok memutuskan untuk turun tangan. "Bisa-bisa mereka berhasil melarikan diri kalau menunggu anggota lain," katanya.
Taehyung bahkan tidak tahu Hoseok pergi bergitu saja setelah mengantarkannya ke butik. Namjoonlah yang mengabarinya dan menyuruhnya menunggu. Tapi sudah tiga jam lamanya dan Hoseok masih belum memunculkan batang hidungnya di depan Taehyung. Bahkan panggilan dan pesan singkat Taehyung tidak ada yang mendapat balasan dari Hoseok.
BRAK!
Seluruh pengguni hall megah itu menolehkan pandangan mereka, kearah Hoseok yang datang dengan keadaan benar-benar kacau. Bahkan benar-benar belum cukup untuk menjelaskan bagaimana keadaan Hoseok saat ini.
Dadanya naik turun sambil mengatur nafas sehabis berlari, rambut hitamnya berantakan dan terdapat robek di sudut bibir yang biasa Taehyung kecup. Jangan lupakan lengan baju Hoseok yang berlumuran darah. Oh, sepertinya Hoseok mendapatkan luka pada bagian lengannya.
Taehyung membulatkan maniknya. Dengan langkah cepat bahkan hampir berlari Taehyung menghampiri Hoseok, "Astaga, hyung. Apa yang terjadi padamu."
Hoseok tersenyum lebar melihat pengantinnya hari ini. Dengan lembut, Hoseok mengusapkan jemarinya pada pipi Taehyung dan mengecup sayang kening Taehyung, "Kau terlihat sangat cantik, sayang."
Taehyung menepis lengan Hoseok, "Yang benar saja, hyung. Kau terluka!" Taehyung kesal, sangat kesal dengan Hoseok saat ini. Setelah membuatnya khawatir tanpa kabar, sekarang kembali dengan luka di lengannya dan senyum di wajahnya? Bolehkah Taehyung melayangkan selah satu kursi untuk undangan ke wajah Hoseok sekarang?
Hoseok hanya terkekeh kecil melihat ekspresi yang dibuat pengantinnya, "Ya, aku terluka, sayang. Tapi aku baik-baik saja."
Taehyung menghela nafas pasrah, dasar gila. Mungkin kepala Hoseok baru saja terbentur saat melakukan tugas tadi. Setelah membungkukkan tubuh kepada para undangan untuk berpamitan sebentar, Taehyung menarik lengan Hoseok, membuat yang ditarik hanya pasrah mengikuti tarikan pada lengannya.
Taehyung mendudukan tubuh Hoseok pada sofa diruang tunggu, lalu melangkahkan kakinya mencari kotak P3K sambil terus bergumam kesal dengan Hoseok. Yang digumami hanya terkekeh geli melihat pengantinnya dengan setelah putih-putih dan riasan tipis yang membuatnya terlihat begitu menawan hari ini mengomelinya.
Jujur saja Hoseok merasa dirinya mengecewakan Taehyung. Ini hari pernikahan mereka. Hari yang hanya akan terjadi sekali seumur hidupnya dan Taehyung. Hari yang harusnya menjadi salah satu hari paling membahagiakan untuknya dan Taehyung. Tapi karena keputusannya untuk menangani tugas dan sedikit 'kecelakaan' yang terjadi, dirinya harus terlambat datang dengan keadaan acak-acakan dan hampir saja mengacaukan hari pernikahannya.
Hoseok bersyukur Taehyung begitu mengerti dirinya dan berterima kasih kepada para tamu undangan yang masih rela menunggu di acara pernikahannya. Padahal Hoseok yakin tidak sedikit dari mereka yang memiliki jadwal lain diluar menghadiri acara pernikahannya. Meskipun Hoseok sendiri tahu, mereka tidak mengundang terlalu banyak orang di acara pernikahan mereka. Hanya kerabat dan teman dekat dari kedua belah pihak. Tapi tetap saja Hoseok sadar kalau membuat para undangan menunggu bukanlah hal yang baik.
Taehyung kembali dengan kotak P3K lengkan dengan sebaskom air hangat dan handuk kecil. Dengan lembut Taehyung membuka satu persatu kancing kemeja Hoseok dan menemukan luka sayatan pada lengan kanannya. Taehyung merasa maniknya basah. Hoseok memang sering mendapatkan luka pada tubuhnya karena profesinya. Tapi luka sayatan pada hari pernikahanmu adalah hal yang sangat buruk, bukankah begitu?
Dengan perlahan, dibersihkannya luka Hoseok dan mengobatinya dengan obat merah. Hoseok terdengar meringis kecil, tapi perlakukan Taehyung yang kelewat lembut membuat rasa sakit pada lengannya tidak begitu hebat. Setelah Taehyung selesai membalut lukanya, Namjoon dan Seokjin datang kedalam ruang tunggu dengan seorang makeup artist.
"Kau tidak apa-apa, Hoseok-ah?" Namjoon merasa bersalah melihat keadaan Hoseok sekarang. Merasa sedikit tidak berguna karena menyusahkan bawahan sekaligus temannya. Apalagi dihari pernikahannya. Hoseok hanya mengangguk, lalu mengenakan kemejanya kembali. "Taehyung sudah mengobati lukaku. Maaf sudah membuat kalian menunggu."
"Baiklah, saatnya mempelai kita mendapat riasan," Seokjin mendorong pelan makeup artist yang akan merias Hoseok. "Tolong lakukan pekerjaanmu dengan baik, aku akan mengambilkan setelah Hoseok dulu."
Makeup artist itu hanya mengangguk dan membimbing Hoseok untuk duduk didepan meja rias sedangkan dirinya menyiapkan alat makeunya. Namjoon menemani Taehyung untuk kembali ke hall menemani para tamu undangan setelah berpamitan dengan Hoseok dan Seokjin membawakan setelah yang akan digunakan mempelai pria nantinya.
Pernihakan mereka berlangsung sukses -kalau melupakan fakta Hoseok yang terlambat selama satu jam dan muncul dengan keadaan sangat kacau- setelah Hoseok selesai dirias. Setelah mengucapkan sumpah didepan pastor dan memasangkan cincin di jari manis masing-masing tokoh utama hari ini, diakhiri dengan mempelai laki-laki yang mencium pengantin dan sorakan serta ucapan selamat undangan mengakhiri acara hari itu.
.
.
.
Hoseok kembali merutuki kebodohannya di hari sakral mereka. Meskipun memang dirinya tidak merencanakan untuk terlambat pada hari sakral mereka, tapi tetap saja Hoseok merasa bersalah membuat Taehyung khawatir dan menunggunya begitu.
Dengan lembut Hoseok meraih jemari Taehyung yang masih terpaut dengannya dan mengecupnya lama, "Maafkan aku, sayang."
Taehyung mendongak sambil mengusap surai Hoseok, "Tidak apa-apa, hyung. Bukan salahmu."
Perlahan, Hoseok mendekatan wajahnya ke arah Taehyung, lebih tepatnya mempertemukan kedua bibir mereka. Taehyung mengalungkan lengannya di leher Hoseok dan memejamkan matanya, menikmati hisapan lembut Hoseok pada belah bibirnya. Saat Hoseok meminta akses lebih, Taehyung mempersilahkannya begitu saja dan tidak butuh waktu lama bagi kedua lidah itu untuk saling membelit. Menyudahi ciuman basahnya, lidah Hoseok berpindah menjilati pipi Taehyung sampai ke telinganya.
"Hei, aku merindukanmu," Hoseok berbisik sensual dengan nada beratnya. Sepertinya dirinya melupakan Taehyung yang sedang sakit dan harus tidur lebih cepat malam ini.
Taehyung yang mengerti maksud Hoseok memijat pelan tengkuk sang dominan, lalu menariknya mendekat. "Aku juga merindukanmu."
Hoseok tersenyum senang, perlahan, dibaringkannya tubuh Taehyung dibawah kukungan lengannya, siap menjelajahi tubuh dibawahnya. Tapi gerakan Taehyung yang menghentikannya membuat Hoseok mengerang pelan, "Kenapa, sayang?"
Taehyung tersenyum kotak dan mengecup bibir Hoseok singkat, "Aku punya kejutan untukmu, hyung."
Hoseok menaikan sebelah alisnya.
.
Kejutan?
.
Seperti Taehyung yang akan menggodanya malam ini?
.
Membiarkan dirinya memimpin kegiatan panas mereka?
.
Atau Taehyung yang menyiapkan sebuah tarian seksi?
.
Dengan lingerie transparan menggoda?
.
Atau Taehyung yang cross-dressing?
.
Oh! Singkirkan pikiran kotormu, Jung Hoseok!
"Apa itu, sayang?"
Taehyung kembali menunjukan senyumnya, lalu mengarahkan sebelah tangan Hoseok untuk mengusap perutnya dengan gerakan memutar.
"Aku mengandung adik untuk Jungkook, hyung."
Satu detik.
.
Hoseok menunjukan wajah bodohnya, membuat Taehyung sukses terkekeh geli.
.
Dua detik.
.
Hoseok masih tidak merespon, mungkin fungsi otaknya rusak karena terlalu mesum.
.
Tig-
.
"KAU SERIUS, SAYANG?!"
.
.
.
END
.
.
.
INFIRES !
Halo semuanyaaaaa~ Syubsyubchim balik bawain sequelnya VHope. Pertama-tama, mohon maaf kalo naenanya nanggung. Masih belum berniat nulis naena di fanfic sendiri, apalagi castnya VHope, takutnya feelnya malah gadapet (huhu). Kedua, maaf kalo sempat menghilang selama seminggu, maklum liburan lebaran (ehehe). Ketiga, maaf banget kalo misalnya ini mengecewakan, syubysub sudah berusaha untuk mengetik yang terbaik. Apalagi bagian endingnya, aduh syubsyub merasa janggal sendiri.
Sebenarnya chapter ini memang tidak direncanakan, tapi karena banyak yang meminta sequelnya jadi iseng-iseng syubsyub nyoba ketik dengan inspirasi yang langsung mengalir tanpa direncanakan, jadi maaf maaf maaf banget kalo gaje dan mengecewakan. Maka dari itu juga nama anak VHope jadinya Jungkook, meskipun di chapter pertama Kookie itu anak yang ada dipenitipan, anggap saja mereka itu dua bocah yang berbeda, hehehe.
Syubsyub ada berencana membuat sequel kedua kalo banyak yang tertarik, tapi syubysub mau minta satu hal, request nama anak kedua VHope dong, syubysub bingung (ehehe). Awalnya nama anak pertama mau Hobi, tapi takutnya aneh, maknaya jadi milih Jungkook.
Diluar itu, syubysub berharap kalian dapat menikmati fanfic ini seperti kalian menikmati liburannnya. Syubsyub udah masuk kuliah lagi nih (huhuhu) yang masih libur enak banget yaaa.
SPECIAL THANKS :
| Hozi Kwon : Sumpah, syubsyub gatau gimana mau ekspresiin ini, but your review really make my day. Senyum-senyum sendiri baca review kamu. Makasih juga ya udah mau baca fanfic ini, apalagi sampai meninggalkan review yang so sweet (kecup basah). | 07 : Syubsyub mau minta maaf, lagi-lagi nama kamu cuma keluar 07 aja. Syubysub gatau nama kamu bakal keluar sebagai 07 lagi atau engga, tapi syubsyub udah nyoba edit ulang dan tetep aja keluarnya cuma 07 (dari laptop dan hape syubsyub, gatau sih kl dari hp yg lain). Syubsyub tetep merasa Chimin mesum, jadi begitulah jadinya (ehehe) | elferani : VHope memang ucul. | hopekies : Syubsyub udah baca fanfic kamu dan meninggalkan review. Fanfic kamu juga ga kalah bagus. Mari kita menulis VHope bersama! Hwaiting~ | tryss : Hallow tryss, iya VHope memang mulai langka, atau memang langka dari dulu? Maklum, crackpair. Ayo kita lestarikan! | esti.94 : Ini sequelnya. Happy reading. | Feniasyj : Ini sequelnya. Happy reading. | LoveVhope : Ini Mphinya hamil disini, bahkan udah punya sebiji(?). Happy reading! | KahoriKen : Kamu juga manis~! | potato : Mau bilang kamu manis juga, sayangnya kentang itu lebih enak asin bukan manis (ehehehe). Here another VHope. Happy reading. | vhopeisreal : Kamu juga gemesinnn | BinnieHwan : Ini nikahannya, maaf kalo aneh dan mengecewakan. Happy reading! |
.
Terima Kasih.
.
Salam, INFIRES!
