Cast : Do Kyungsoo

Oh Sehun

Kim Jongin

Other cast

Rate: T to M

Genre : Romance, School, Drama, Switch gender

Selamat membaca!

.

.

.

Sehun mengacak rambutnya frustasi. Pasalnya, sudah 2 jam ia berada di perpustakaan sekolah untuk mencari ide. Tapi ternyata 2 jam berharganya terbuang karena tak satupun ide muncul di kepalanya.

Oh, ide untuk apa?

Tentu saja menaklukkan Kyungsoo.

"Argh, apa yang harus kulakukan?"

Sehun menutup matanya, dan mengerutkan dahinya. Mencoba berpikir cara apa yang biasa dilakukan untuk menaklukan hati seorang wanita.

Ralat. Seorang Kyungsoo.

Hey, memangnya Kyungsoo bukan wanita?

"Kyungsoo tak mungkin bisa ditaklukkan dengan cara biasa. Dia itu kan, err- dingin. Sama seperti Kai. Chanyeol saja baru bisa mendapatkan Kai setelah mengejarnya 2 tahun. Bagaimana Kyungsoo? Apalagi Kyungsoo itu pindahan dari kota." Sehun menghela nafas panjang. Bukannya ia tak tahu bagaimana menaklukkan hati seorang wanita. Hanya saja, karena ketampanannya yang tidak bisa dibilang normal (?) itu, ia lebih sering 'ditembak' daripada 'menembak'. Lagipula ia pikir cara menembak wanita di desa dan di kota itu sudah jelas berbeda.

Dan hey, berharap Kyungsoo menembak Sehun? Apa otaknya jatuh di jalan?

"Ya, Oh Sehun." Sehun menoleh saat melihat Chanyeol melambaikan tangan, lalu duduk di depannya. Sehun menatap Chanyeol dengan pandangan yang sulit diartikan. Senyumnya mengembang dan tiba-tiba menegapkan tubuhnya antusias. Ya, Chanyeol mungkin bisa membantu. Dia kan pindahan dari kota juga.

"Park Chanyeol, aku butuh bantuanmu."

"Apa? Kalau itu membelikanmu bubble tea lagi, lupakanlah."

"Aish, bukan! Yah, yang itu bolehlah saat pulang sekolah nanti," Chanyeol memutar matanya malas.

"Dengarkan aku, Park Chanyeol! Kau tau Kyungsoo kan?"

"Tantu saja, dia duduk di sebelahku."

Sehun membulatkan matanya terkejut. Lalu tiba-tiba menarik tangan Chanyeol dan menggenggamnya erat.

"Kalau begitu kau siap membantuku."

"Hah? Apa yang kau bicarakan? Lagipula, hey! Kau gay eoh? Lepaskan tanganku!"

.

.

.

Sehun berjalan di lorong sekolah dengan wajah berseri-seri. Membuat orang-orang yang melihatnya, sebagian memuji sebagian bergidik. Sampai duduk di kelas pun, ia masih tersenyum-senyum sendiri.

Tuhan, tolong maafkan Oh Sehun.

"Sehun, celana dalam siapa yang berhasil kau ketahui warnanya?"

Sehun menoleh. Sehun sempat terpesona melihat Kyungsoo yang sedang tertawa bersama Kai di kursi belakangnya.

"Celana da- YAK KIM JONGIN KENAPA KAU BERITAHU HAL MEMALUKAN SEPERTI ITU PADA KYUNGSOO?!"

Kai tertawa keras. Senang sekali bisa mengerjai si albino ini. Kyungsoo pun ikut tertawa saat melihat ekspresi Sehun.

Sehun hanya mendengus kesal. Ia membalikkan tubuhnya lagi dan menghela nafas.

'Awas kau Kai. Kau akan terkejut melihatku besok.' Ujung bibir Sehun terangkat, menyeringai.

"Kyungsoo itu 'bad girl' kan? Biasanya bad girl itu sukanya bad boy."

"Bad boy itu, penampilannya berantakan. Suka nongkrong di pinggir jalan. Dan satu lagi, real bad boy itu biasanya merokok."

Cara mendapatkan Kyungsoo; 1# menjadi bad boy.

Sehun tersenyum lebar di depan cerminnya. Sebenarnya ia sudah rapih dan bisa langsung berangkat. Tapi, Sehun kan ingin menjadi bad boy? Masa bad boy rambutnya klimis, disisir rapih ke kanan?

Sehun mengacak rambutnya hingga menjadi sedikir berantakan. Lalu melonggarkan dasinya, dan mengeluarkan setengah kemeja putihnya. Dan, jangan lupa dengan parfum yang sepertinya ia guyur ke tubuhnya.

'Sempurna.' Bisiknya dengan suara (sok) seksi.

Oh, ia juga memasang seringai tampannya yang selalu membuat Kai mual.

Seperti Sehun duga, semua orang di SM Village High School kaget melihat penampilan barunya.

Berantakan.

Acakadul.

Aneh.

Sehun yang biasanya datang dengan seragam terkancing rapih, rambut klimis dan tingkah sopan kini berubah 360 derajat.

"Sehun?" Kai menatap namja di depannya dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Lalu mendelik.

"Apa yang kau lakukan bodoh? Kalau kau tidak niat sekolah lebih baik kau pulang saja! Tsk."

Sehun hanya tersenyum- tidak, menyeringai dan dengan tenang duduk di bangkunya.

"Oh ya, mana Kyungsoo?" Tanyanya percaya diri. Kai hanya mengangkat bahu.

Kyungsoo teringat bukunya yang ada di tas Kai berencana mengambilnya dan menghampiri kelas Kai.

"Kai! Kau- Oh Sehun?!"

Sehun tertawa dalam hati. Kyungsoo bahkan hampir berteriak saat memanggil Sehun. Sepertinya rencananya berhasil.

"Hai Kyungsoo. Oh- hai Chanyeol."

Chanyeol yang berada di belakang Kyungsoo, saat disapa Sehun tiba-tiba tawanya meledak. Membuat Kyungsoo refleks menyumpal mulut Chanyeol dengan dasinya.

Kyungsoo mendekati Sehun ragu, lalu duduk di sebelahnya.

"Kau… Benar-benar Oh Sehun, kan?" Cicitnya pelan.

"Tentu saja, baby." Ucapnya tenang dan dihadiahi pukulan-kamus-oxford-andalannya.

"Kau mau cosplay ya?" Tanya Kyungsoo polos.

Chanyeol lagi-lagi tertawa keras, diikuti Kai yang tak kalah kerasnya.

Sehun mengusap mukanya kasar, tak urung ia tersenyum.

"Bukan Kyungsoo, aku sedang menjadi bad boy. Kau tau kan bad boy?"

Sungguh, tawa Kyungsoo kali ini lebih keras melebihi tawa Kai dan Chanyeol yang disatukan (?). Kyungsoo mengusap air di ujung matanya dan berdiri.

"Sehun, dengarkan aku. Anak desa sepertimu tidak pantas jadi bad boy. Kau aneh."

JLEB

Kata-kata Kyungsoo barusan meluncur seperti pisau ke hatinya. Dikatai aneh oleh orang yang disukai?

"Hei, bodoh. Kau itu benar-benar bodoh, ya?" Chanyeol mengusak rambut Sehun yang sudah lemas. Lalu menyusul Kyungsoo ke kelas.

"KRING KRING."

Bel masuk sudah berbunyi dan guru pelajaran pertama sudah datang ke kelas.

"Annyeonghaseyo. Selamat pagi, anak-anak. Kali ini kita akan- ASTAGA OH SEHUN CEPAT BERLARI DI LAPANGAN 50 PUTARAN. SEKARANG!"

Sehun mendengarnya.

Iya, dia dengar. Tapi bukannya menjawab, ia malah terdiam.

Lalu ia menyimpulkan satu hal.

Rencana pertama tak berhasil.

Terima kasih pada Chanyeol idiot itu.

"OH SEHUN AKU BILANG SEKARANG!"

"SABAR, SEONSAENGNIM!"

"TAMBAH 10 PUTARAN!"

Kyungsoo cekikikan mendengar teriakan-teriakan dari kelas sebelahnya.

"Oh Sehun, sebaiknya kau bekerja keras jika kau ingin serius mendapatkanku~ "

.

.

.

Udah ya segini aja :') soalnya chapternya dibikin per strategi (?) Makasih yaa yang udah ngikutin.

Jangan lupa review sama kritik sarannya ya '^')/