"Pain Pov"

Hoo, tak kurasa waktu cepat berlalu juga. Sekarang sudah malam kembali. Tak terasa juga, keliling Konoha yang luas seperti ini. Dan sepertinya masalah kembali menghadangku, ahh dimana aku harus tidur malam ini. Sial aku lupa akan hal ini. Lebih baik aku mencari suatu tempat yang dapat ku pakai untuk ku tidur malam ini.

"Pain Pov end"

Di suatu taman seorang anak laki – laki berambut kuning jabrik bermata biru saphire dengan 3 pasang goresan seperti kumis kucing sebagai hiasan wajahnya, sedang melamun di sebuah bangku taman, terlihat dari wajahnya anak tersebut sedang sedih. "Ah sial, malam minggu lagi, cepat sekali sih hari ini datang." Keluhya.

Kembali pada Pain yang terus berjalan tanpa arah, untuk mencari tempat malam ini dia akan tidur. Tadi dia telah menemukan tempat yang cocok, tapi ternyata tidak diperbolehkan polisi yang sedang patrol disekitar tempat itu. Sampai akhirnya dia pun sampai kembali ke taman tadi pagi tempat Pain mendapatkan uang secara tidak sengaja dengan menyanyi diiringi gitar tuanya.

"Pain Pov"

Ah ternyata kembali lagi ketaman ini, lebih ramai. Ah ternyata sekarang malam minggu. Pantas saja dari tadi sepanjang jalan sampai di taman ini juga banyak pasangan kekasih. Ah kekasih, sial kayaknya dah lama banget dah gak punya. Terakhir waktu aku masih SD kelas 5 deh, ah dan sampai sekarang boro – boro nyari pacar, nyari uang buat hidup saja sudah susah dan kelimpungan. Ah cari tempat duduk dulu dah, capek juga jalan – jalan terus. Aku pun berjalan menuju kursi yang kosong dan agak jauh dari gerbang, karena banyak tempat terisi oleh pasangan kekasih. Dan kulihat seorang pemuda laki – laki, umur sepertinya tidak jauh beda dengan ku. Dia berambut kuning jabrik dan memiliki 3 pasang kumis seperti kucing di wajahnya. Aku pun terus mendekatinya.

"Hei, boleh aku duduk disini?" tanya ku

"Ya boleh, silahkan saja." jawabnya

Aku pun duduk, bersebelahan dengan laki – laki berambut kuning ini.

"Pain Pov end"

"Naruto Pov"

Tiba - tiba saja ada seorang laki – laki yang menghampiri ku untuk duduk disebelahku. Kenapa laki – laki sih, bukan nya perempuan saja. Tapi kok sepertinya dia familiar banget wajahnya, dia berambut kuning kemerahan, matanya berwarna coklat dan wajahnya seperti mirip seseorang. Tapi ah mungkin hanya kebetulan saja. Lagian dia bawa gitar, memang mau apa dia ke taman seperti ini bawa gitar, apa mau mengamen dia, tanyaku dalam hati. Ah kenapa jadi berpikir tentang laki – laki di sebelahku ini.

" Hei, aku boleh mengenalmu?" tanya orang disebelahku.

" Eh ah ya, boleh." Jawab ku dengan sedikit terkejut atas pertanyaan nya yang mendadak.

" Ah namaku Pain, Pain Yahiko." Laki – laki bernama Pain itu memperkenalkan diri.

" Ah, aku Uzumaki Naruto. Salam kenal." Jawabku

" Ya, terima kasih." jawabnya kembali.

Keheningan pun kembali, dan aku pun mulai berpikir tentang laki – laki bernama Pain disebelahku ini. Namanya aneh, Pain kan berarti penderitaan. Masa ada orang tua memberikan nama untuk anaknya Penderitaan.

"Naruto Pov end"

"Pain Pov"

Bosan juga aku kalo begini, memang sih tidak enak bila mengobrol dengan orang yang baru kenal. Dari pada diem terus, lebih baik aku menggenjreng gitar tua ku lagi. Yah dari pada jenuh kan, tapi lagu apa yang harus ku mainkan. Hari ini sabtu, malam minggu. Ah lagu itu saja, langsung ku genjreng gitar tua ku ini.

Minggu, senin, selasa, rabu, kamis, jum'at sabtu

Malam minggu datang lagi

Eh, permainan gitar ku terhenti karena aku mendengar suara keheranan dari sampingku, dan raut muka penuh tanda tanya. " Maaf, apa mengganggu Uzumaki san?" tanyaku.

" Ah, tidak. Hanya kaget saja, dan lirik tadi itu seperti nya pernah ku dengar." jawab Uzumaki san.

" Oh ini lagu Davinci, malam minggu basi." terangku.

" Ah lagu itu ternyata, kenapa Pain san memilih menyanyi lagu itu?" tanya Uzumaki san.

" Kenapa, karena kebetulan sekarang malam minggu, dan saya tidak punya kekasih, jadi deh ingin menyanyikan lagu ini. Apakah lagu ini menggangu mu Uzumaki san, kalo iya saya tidak akan menyanyikannya." jawab dan tanyaku.

" Tidak, tidak terganggu sama sekali. Justru sepertinya saya ingin mendengar lagu itu." jawab Uzumaki san.

" Ingin, apa alasannya Uzumaki san?" tanyaku heran.

" Karena lagu ini sepertinya cocok dengan saya malam ini. Lagu malam minggu, masih sendiri, tidak punya kekasih, dalam suasana yang basi, karena tiap malam minggu saya hanya nongkrong disini tanpa ada perempuan yang menemani." jawab Uzumaki san.

" Baik saya mulai ok, Uzumaki san?" tanyaku lagi.

" Ok mulai saja." jawab Uzumaki san kembali.

"Pain Pov end"

"Musik mode On"

Dan malam minggu datang lagi

Tapi aku masih sendiri

Lihat dijalanan banyak orang – orang berpasangan

Aww bikin cemburu

Baru kusadar cukup lama, ku hidup sendiri

Gak ada yang ngurusin

Dimalam ini aku disini

Menikmati suasana basi

Mencoba untuk menghibur diri

Gak mikir pacar lagi

Dimalam ini aku disini

Menikmati suasana basi

Mencoba untuk menghibur diri

Gak mikir pacar lagi

Dari pada aku pusing ku pusing ku pusing ku pusing

Malam ini

Lebih baik aku hunting ku hunting ku hunting ku hunting

Malam ini

Dimalam ini aku disini

Menikmati suasana basi

Mencoba untuk menghibur diri

Gak mikir pacar lagi

Dimalam ini aku disini

Menikmati suasana basi

Mencoba untuk menghibur diri

Gak mikir pacar lagi

"Musik mode Off"

" Hebat Pain san, kau lihai sekali memetik gitar dan suaramu lumayan enak untuk didengar." puji Naruto.

" Haha, thanks Uzumaki san, kau pun tadi ikut menyanyi kan, suaramu lebih bagus dariku, haha." jawab Pain.

Mereka berdua pun tertawa lepas bersama, padahal mereka baru mengenal, tapi terlihat seperti sudah akrab.

" Kalian berdua hebat, suara kalian pas sekali." puji seorang wanita.

Kedua laki – laki yang sedang tertawa itu pun menoleh dan melihat wanita. Cantik, manis berambut indigo panjang, dengan senyuman yang indah. " Hinata chan." kejut Naruto sembari menyebut nama wanita didepan mereka.

" Hi, Naruto kun." jawab wanita bernama Hinata tersebut.

" Kenapa Hinata cha nada disini?" tanya Naruto.

" Kebetulan lewat dan melihat ada kerumunan orang orang di sini, jadi aku penasaran ingin melihat dan ternyata itu Naruto kun dan temannya ini sedang unjuk kebolehan, jadi aku menonton deh." jawab Hinata.

" He kerumunan?" tanya Naruto.

" Iya, kalian tidak menyadari nya bahwa kalian ditonton orang – orang ?" tanya balik Hinata.

" Tidak, memang nya permainan kami bagus ya?" tanya Naruto kembali.

" Bagus, ini. Aku ambilkan, karena kalian tidak menyadarinya. Pemberian orang – orang yang menonton kalian." jawab Hinata sembari memberikan pemberian orang – orang yang menonton berupa uang.

" Ha, uang. Untuk apa kamu memberikan kami uang Hinata chan?" heran Naruto.

" Bukan aku naruto kun. Tapi orang – orang yang melihat kamu dan teman mu ini bernyanyi." jawab Hinata.

" Pain memang kita sedang mengamen atau apa? tanya Naruto pada Pain.

" Yang aku tau, aku tidak ada niatan untuk mendapatkan uang." jawab Pain.

" Sudah – sudah, kalian ambil saja. Kan lumayan untuk kalian juga, rezeki jangan ditolak." ujar Hinata.

Mereka berdua ( Pain dan Naruto ) memandang uang tersebut, kemudian Naruto mengambilnya dari Hinata. Dan dia teringat sesuatu bahwa dia belum memperkenalkan Pain pada Hinata.

" Hinata chan, kenalkan ini teman ku Pain. Pain ini Hinata chan, teman sekelasku." ujar Naruto.

" Hi Pain san, saya Hyuga Hinata, salam kenal." ujar Hinata.

" Salam kenal Hyuga san. Saya Pain Yahiko." balas Pain.

" Pain san orang mana, sepertinya bukan orang sini." tanya Hinata.

" Ah, saya orang Amegakure," jawab Pain.

" He Amegakure, sedang apa Pain san ada di Konoha, apa ada urusan?" tanya Naruto.

" Sebernya sih tidak, aku kesasar. Haha." jawab Pain.

" Hah, kesasar.? Kok bisa? Bagaimana ceritanya itu?" tanya Naruto.

" Panjang deh, sulit untuk menjelaskan." jawab Pain kembali.

" Sekarang kamu tidur atau bermalam dimana?" tanya Hinata.

" Tidak tau juga, aku tidak punya saudara tau pun teman di Konoha, jadi mungkin di emper toko sepertinya." tutur Pain.

" Kau bisa menginap di kost ku Pain san." tawar Naruto.

" Eh benarkah?" tanya Pain balik.

" Tentu, sekarang kita kan berteman. Jadi tidak ada salahnya memberi kan tumpangan untuk temannya yang kesusahan kan. Kau mau Pain san?" tutur Naruto.

" Ya, tentu saja aku mau. Terima kasih Uzumaki san." ucap Pain.

" Kalau begitu, saya pulang dulu, Ja Naruto kun Pain san." Pamit Hinata.

" Ja Hinata chan/ Hyuga san." sahut Naruto dan Pain berbarengan.

" Nah sekarang kita berangkat ke kostku, ayo Pain san." ajak Naruto.

" Ya, Uzumaki san." Jawab Pain.

Akhirnya Pain pun mendapatkan tempat untuk dirinya tidur malam ini. Dan juga memiliki teman di Konoha, petualangan Pain diKonoha pun masih panjang dan akan terus berlanjut.

TBC"?

Ah Update juga, fic gaje dari author gaje pula. Mohon review dan saran saran nya ya Agan dan Sista semua.