Lux Academy : Welt Tournament

Disclaimer : Naruto (Masashi Kishimoto)

Genre : Fantasy

Rate : T semi M

Warning : Alternative universe(AU), maybe out of character (OOC), original character(OC), DLDR, read and review (R&R), not garysue, gaje, typo bertebaran.


Chapter 1

.

Author POV

Poseidon adalah salah satu anak dari Kronos dan Rea, dia dengan kelima saudara lainnya ditelan oleh Kronos, karena Gaia dan Uranus meramalkan bahwa Kronos akan dikalahkan oleh anak-anaknya sendiri, tetapi kemudian ia dan beserta lima saudaranya yang ditelan berhasil diselamatkan oleh Zeus.

Poseidon dikenal dengan dewa laut, sungai dan danau. Trident atau trisula adalah senjata Poseidon yang bisa menyebabkan banjir, gempa bumi, tsunami, jika Poseidon mengayunkannya.

Pada Mitologi Romawi Poseidon dikenal dengan nama Neptunus. Penggambaran Poseidon pada umumnya sebagai pria perkasa, berjenggot dan membawa trisula. Menurut Mitologi Romawi satu ayunan dari trisula Poseidon dapat membelah bumi.

'Sepertinya Bangsa Romawi sedikit berlebihan,' batin Naruto sambil sedikit tersenyum membaca buku berbau fantasi. Tanpa ia sadari, wanita yang baru memasuki umur kepala tiga dengan kemeja putih bertuliskan ma'am di belakang punggungnya beserta celana bahan dan heels. Wanita itu dari tadi menatap Naruto sambil menjelaskan ilmunya di papan tulis.

"Mr. Oswald! Apa yang kau baca?!" teriak Ma'am Angelica dari depan kelas sambil berkacak pinggang, teriakannya membuat seluruh siswa dan siswi Lux Akademi kaget karena suaranya yang begitu tinggi, tidak salah jika ada gosip bertebaran tentang kegalakan Ma'am Angelica. "Mr. Oswald maju ke depan sekarang!" perintah tajam itu membuat Naruto yang tadi sedang duduk manis langsung berdiri dan maju ke depan sambil menggengam erat buku yang tadi ia baca. Ma'am Angelica menyodorkan tangannya dan terlihat telapak tangan yang putih serta kukunya sepanjang 3 cm. "Berikan buku itu Mr. Oswald!" Katanya lagi dengan mata melotot.

"Baiklah Ma'am, Ma-maaf karena tidak memperhatikan pelajaran anda hehe," kata Naruto dengan keringat yang lumayan mengalir dari lehernya. Ma'am Angelica mengambil buku itu lalu menggengam erat pada tangan kanannya lalu mengucapkan sesuatu kata asing yang belum pernah didengar oleh Naruto.

Firexia : Bitque

Seketika buku yang digenggam Ma'am Angelica pada tangan kanannya dilahap oleh api yang lumayan besar, hal ini membuat para murid terkejut terutama Naruto, ia mundur selama 5 meter karena hawa panas api tersebut. 15 detik kemudian hanya tersisa abu pada buku fantasy Naruto. "Mr. Oswald lebih baik kau memperhatikan pelajaranku dari pada membaca buku mitologi. Ilmu tentang charm lebih penting dari pada mitologi bodoh itu! Mitologi akan menghilang seperti abu yang ditiup, lalu menghilang tak kasat mata," ucapnya lalu meniup abu buku Naruto pada telapak tangan kanannya sehingga abu tersebut terbang ke udara lalu menghilang tak terlihat mata.

"A-apa aku boleh duduk ma'am?" kata Naruto yang sudah melangkahkan kakinya ke belakang, ia ingin segera duduk dan tidak ingin lagi macam-macam jika pelajaran tentang charm berlangsung.

"Tidak Mr. Oswald, karena kau melanggar peraturan yang kubuat, maka aku ingin kau menjelaskan apa itu voluz, nictov, kove dan welt tournament. Kau bisa menjelaskannya sekarang Mr. Oswald," kata-katanya yang cepat di depan kelas itu telah direncanakan, kata demi kata, bahkan jedanya. Beberapa murid terlihat mencibir Naruto dan yakin kalau Naruto tidak akan bisa menjawab itu semua. Sepertinya mereka sangat yakin mengingat istilah-istilah yang ditanyakan ma'am belum pernah dijelaskan pada waktu sebelumnya.

"Voluz adalah satu kemampuan spesial yang akan didapatkan para nictov dan kove jika sudah mencapai umur 17 tahun. Contohnya kemampuan mengendalikan besi, gravitasi dan masih banyak lagi," Naruto menelan ludahnya sebentar dan kembali menjawab, "Nictov adalah sebutan para pengendali charm yang bergender pria, kove adalah para wanita pengendali charm juga dan welt tournament adalah turnamen yang biasanya diadakan 2 tahun sekali oleh Lux Academy, biasanya turnamen ini berlangsung di darat, laut dan udara. Setahu saya tergantung keputusan para guru dan kepala sekolah juga, ma'am," Setelah mengucapkan kalimat panjang itu Naruto tersenyum bangga, ia yakin ma'am ingin menghukumnya dengan pertanyaan yang belum pernah dijelaskan kepada para siswa dan siswa di kelas ini, mengingat mereka baru saja masuk 4 hari yang lalu. Untungnya saja ia pernah membaca buku tentang Emerald Land di perpustakaan Kota Lux.

"Bagus Mr. Oswald, sepertinya kau bukan cuma membaca buku berbau fantasi ya," nada bicara Ma'am Angelica terdengar tidak tulus, wajah meremehkan yang tadi ia tunjukan kepada Naruto terganti dengan wajah datar. Hancur sudah rencananya untuk menghukum Naruto.

"Jadi, apa aku boleh duduk ma'am?"

"Ya, silahkan Mr. Oswald, jika kau tidak memperhatikan pelajaranku lagi. Maka aku akan melemparkanmu ke kandang Slash Jaguar. Dan kau tahu? Mereka belum diberi makan dari 3 hari yang lalu. Ini juga berlaku buat kalian semua yang tidak memperhatikan pelajaranku!" kalimat terakhir Ma'am Angelica di iringi dengan aura panas yang keluar dari tubuhnya. Beberapa murid yang duduk di kursi depan terlihat sangat ketakutan dengan hawa panasnya, bahkan sampai jas alamanter mereka basah karena keringat.

Naruto POV

Entah kenapa aku merasa hari ini adalah hari sialku ... aku masih tidak terima buku itu dibakar oleh guru tergalak di akademi ini, bahkan aku menabung selama 10 hari hanya untuk buku fantasi itu ... Huft, sepertinya aku harus mengurangi kebiasaan membaca buku dimana pun, tapi satu-satunya teman yang aku punya hanyalah buku, apa harus aku mengurangi kebiasaan bersama temanku ini?

Ah sudahlah aku pasti bisa membelinya lagi nanti. Aku melangkahkan kakiku menuju loker sambil menatap beberapa siswa akademi yang berlalu lalang bersama temannya, kadang mereka tertawa bersama dan itu membuatku iri ... mengapa tidak ada yang berbicara kepadaku? Apa statusku sebagai yatim? Atau karena penampilan?

Aku membuka loker yang berdominasi warna putih dengan tulisan Naruto Oswald di atasnya, Ya, namaku adalah Naruto Oswald, berumur 15 tahun dengan ciri fisik : rambut berwarna pirang keemasan, kulit putih, mata seindah langit pada siang hari, dan tinggi 167 cm serta berat 55 kg. Aku adalah seorang yatim atau bisa dibilang anak yang tidak mempunyai ayah, karena statusku sebagai yatim inilah yang mungkin membuat beberapa anak seusiaku enggan untuk mengobrol denganku, ibuku berada di London, ibu tidak ada disini karena Emerald Land hanya dikhususkan untuk manusia yang memiliki charm.

Sejujurnya aku lebih memilih bersama ibu di London, ketimbang berada disini yang rata-rata orangnya kurang aku kenal. Namun, aku sudah terikat perjanjian dengan salah satu dokter yang menyembuhkan ibuku, aku berjanji akan mengendalikan charmku di akademi ini dan membasmi oddity, jika dokter itu bisa menyembuhkan ibuku.

Hanya membutuhkan waktu 2 jam saja dokter itu berhasil memulihkan ibuku seperti sedia kala. Sungguh aku terkejut bukan main, padahal dari 10 dokter yang kutemui di Inggris dan Swiss tidak ada yang bisa memulihkan keadaan ibuku, jangankan memulihkan menjelaskan penyakit yang diderita ibuku saja mereka tidak tahu.

Masih kuingat rupa dokter itu yang membuatku berada di akademi ini, wajahnya sangat mulus bak personil boyband di korea selatan, rambut pirang keemasan yang sama sepertiku serta iris matanya yang berwarna abu-abu sehingga memancarkan kesan yang sangat tenang saat menatap matanya.

Ya Tuhan, kenapa aku malah memikirkan dokter tampan itu ... Ahhh aku yakin aku masih cowok normal!

Author POV

Sinar mentari pagi mematahkan kuasa rembulan dan membuat sang penguasa malam ikut termandikan cahaya matahari sehingga tampak samar-samar, seperti awan putih bulat yang bersih dengan empat garis yang membagi lingkaran itu menjadi sembilan bagian seperti permainan tic tac toe.

Pagi yang sejuk pada Emerald Land membuat beberapa siswa/siswi sering kali menarik nafas mereka agar merasakan rasa sejuk pada bagian dalam tubuh mereka, tapi ini tidak terjadi pada Kelas Vlin, kelas dimana nama Naruto terdapat pada daftar hadir. Mengapa? Karena saat ini murid kelas Vlin akan melakukan praktek tentang charm bersama Ma'am Angelica, satu hal yang membuat mereka takut ialah poin ketiga dari peraturan—Jika 3 kali melakukan kesalahan pada praktek, maka akan diterimanya sentuhan mesra dari ma'am. 20 murid yang terdiri dari 13 perempuan dan 7 laki itu terlihat duduk di tanah lapangan latihan sambil memperhatikan Ma'am Angelica yang membawa sesuatu buku di tangan kanannya.

"Baiklah anak-anak, seperti yang kukatakan kemarin, bahwa kita akan melakukan praktek saat ini. Dan di tangan kananku ini adalah grych charm book, buku ini berguna untuk kalian yang tidak hebat dalam menguasai beladiri. Ok kids, watch and learn," Ucap Ma'am Angelica sambil sedikit menirukan suara mafia pada kalimat terakhirnya. Ia membalikan tubuhnya lalu berjalan menuju batu dengan tinggi 5 meter dan lebar 3 meter. Setelah Ma'am sampai di tepat depan batu itu, ia membuka buku grsych pada halaman lima belas lalu ma'am menggumakan sesuatu,

Grych : Calsh kick

Setelah kata itu telah selesai diucapkan, lalu muncul angin yang lumayan kencang dan membentuk sebuah telapak kaki. Telapak kaki yang terbuat dari angin tersebut meluncur kencang ke arah batu itu dan membuat permukaan depan batu tersebut retak.

"Oke, itu adalah salah satu charm pada buku grych yang aku pegang ini, sekarang kalian akan mempelajari grych charm, tapi sebelum itu ambilah dulu ring dibawah Pohon Mangga disana," kata Ma'am Angelica. Setelah para murid mengambil ring di bawah pohon mangga, maka kembalihlah mereka dengan cincin di jari manisnya lalu berdiri dengan posisi tegak. "Apalagi yang kalian tunggu? Cepat ambil buku grych di mejaku lalu pelajarilah charm grych pada batu tadi!"

"Hahhh?"

.

To be continue

.

.


A/N : Yo, apa kabar semua? Pastinya baik bukan (?) Saya hanya ingin minta pendapat kalian, apa kalian lebih suka, saat saya menjelaskan jika ada pergantian Sudut pandang/ POV atau lebih suka, saat saya tidak memakai petunjuk POVnya, jadi Cuma simbol bintang 3 (***) ?

Word akan saya tambah pada chapter depan mungkin (?) Tergantung review, fav, and follow

Saran saya, jika kalian membaca ff ini, maka bacalah perlahan-lahan agar kalian tidak salah paham. Mungkin chapter ini memang belum seru, tapi chapter-chapter depan pasti akan ada scene serunya.

So, Guys apa harapan kalian untuk ke depannya? Berikan saran apapun baik dalam kekuatan atau senjata.