UTriple
...
.
.
Chapter 2
Note: Di fanfic ini karakter yang ada di dalamnya adalah Naruto yang menjadi seorang bajak laut. Dia dahulunya menjabat sebagai salah satu Kapten Muda Angkatan Laut yang karena menemukan suatu hal yang tidak bisa dia terima, lalu memutuskan untuk meninggalkan kesatuannya dari Angkatan Laut.
Karakter yang dipakai dalam Naruto di Fanfic ini mungkin hanya Naruto sendiri, satu karakter dari Gintama dan selebihnya adalah karakter yang ada di One Piece. Alur cerita atau situasi keadaan yang digunakan adalah yang terdapat di dalam cerita One Piece sepenuhnya. Sebagian besar dan hampir keseluruhan cerita adalah menceritakan mengenai petualangan Naruto dan anggota bajak lautnya.
Disclaimer:
Saya masih saja harus menulis ini tiap Chapter. Saya bukan pemilik dari One Piece ataupun Naruto.
Pengenalan Karakter:
Bajak Laut Hunter
Uzumaki Naruto
Usia : 18 Tahun
DF : -
Posisi : Kapten
Kemampuan : - Rokushiki/ - Pendekar Pedang
Status : Mantan Captain Angkatan Laut
Bounty : 320.000.000 Berry
Anggota 1: Soran
Usia : Sekitar 13 Tahun
Posisi : Navigator
( Soran adalah karakter dalam One Piece yang muncul di Filler Animenya di sekitar Episode 420 di Pembangunan jembatan Tequila Wolf salah satu negara di East Blue).
Bounty : 5000 Berry
Anggota 2 : Ain
Usia : Sekitar 19 Tahun
DF : Modo-Modo no mi
Kemampuan : - Pendekar Pedang/- Rokushiki/ - Sniper
Status : Mantan Wakil Admiral Angkatan Laut
Bounty : 175.000.000 Berry
Anggota 3 : Nobume
DF : -
Kemampuan : - Pendekar Pedang/ - Rokushiki
Status : Mantan Rear Admiral Angkatan Laut
Bounty : 110.000.000 Berry
(Char Nobume berasal dari Anime/Manga Gintama)
Anggota 4 : Saga
Kemampuan : Pendekar Pedang
Bounty : 75.000.000 Berry
(Kemunculannya di One Piece OVA Cursed Holy Sword)
Anggota 5 : Laki
DF : -
Bounty : 12.000.000 Berry
Posisi : Dokter Kapal & Sniper
(Kemunculannya pada saat Arc Pulau Langit)
Anggota 6 : Paulie
Posisi : Ahli Kapal
Bounty : 30.000.000 Berry
(Kemunculannya di Arc Water 7 dan Enies Lobby)
Anggota 7 : Nero
DF : -
Kemampuan : Rokushiki
Status : Mantan Anggota CP9
Bounty : 45.000.000 Berry
Anggota 8 : Jambarl
Bounty : 85.000.000 Berry
(Kemunculannya pada saat Arc Sabaody dan merupakan budak salah satu Tenryuubito dan yang harusnya menjadi Kru Bajak Laut Heart).
-oooo-
Chapter 2
.
.
.
.
Bajak laut Hunter sudah tiba di Pulau Sabaody menjelang sore setelah mengitari beberapa bagian pulau untuk menemukan tempat berlabuh yang cocok. Sudah semalaman melarikan diri dari kejaran empat kapal perang Angkatan Laut. Dan saat ini mereka sudah mencapai pulau yang merupakan kumpulan dari pohon bakau raksasa.
Mereka berlabuh di Grove 41 yang mana saat itu sama sekali tidak terlihat satu orangpun di sekitar tempat dimana mereka berlabuh, tempat itu terlihat aman juga sedikit tertutup karena akar-akar pohon yang menjorok keluar di dua sisi.
"Sabaody, sudah lama sekali!" Ucap Nobume bernostalgia mengingat bahwa sebelum memutuskan untuk mengikut Naruto menjadi Bajak Laut, Dia termasuk salah satu prajurit yang ditugaskan di daerah sekitar Sabaody.
"Apa kau berasal dari pulau ini Nobume-san?" Tanya Soran yang mendengar ungkapan bernada nostalgia Nobume.
"Tidak. Tapi, Aku terakhir kali ditugaskan di tempat ini sebelum bergabung dengan Naruto." Jawabnya sambil memperhatikan pulau yang menghasilkan gelembung-gelembung sabun yang bermunculan dari permukaan lalu terbang ke udara.
"Tempat ini terlihat menyenangkan. Aku tadi sempat melihat seperti ada Bianglala taman hiburan di kejauhan." Ucap Soran dengan antusias.
"Pulau yang aneh, menghasilkan gelembung dari tanahnya." Komentar Laki karena sama sekali belum pernah melihat tanah/akar yang menghasilkan gelembung dari dalamnya saat masih di Kampung Halamannya di Pulau Langit.
"..."
"Pulau ini termasuk pulau yang berbahaya, sebenarnya. Apabila kita ingin menelusurinya lebih baik pergi dengan berkelompok."
"Heee ... Pulau ini berbahaya, kenapa?" Kejut Soran setelah mendengar kata-kata horor Nobume.
"Pulau ini berbahaya karena penuh dengan para pemburu hadiah dan juga karena menjadi tempat persinggahan bajak laut yang ingin menuju dunia baru melalui Pulau Duyung." Balas Nobume sambil memeriksa pedang Honjo Masamune* yang dia bawa.
Pulau Sabaody termasuk pulau yang berbahaya karena menjadi tempat berkumpulnya semua bajak laut di seluruh bagian dunia di luar New World. Karena hal itu juga tempat ini menjadi tempat berkumpulnya para pemburu hadiah. Dan tempat ini bahkan sering terjadi penangkapan terhadap orang-orang biasa yang akan di jual menjadi budak.
Tentu saja apa yang terjadi di pulau ini bukan lagi menjadi rahasia dari publik.
Perdagangan manusia adalah hal yang biasa di tempat ini, bahkan Angkatan Laut sama sekali tidak melakukan apapun untuk mengadili pihak-pihak yang memperdagangkan manusia.
Angkatan Laut seakan menutup mata akan kenyataan pahit itu. Sekalipun para munafik yang ada di dalam kesatuan itu memiliki kekuatan untuk menghapus perbuatan biadab tersebut, namun mereka memilih untuk tidak berbuat apapun dan membiarkan kebiadaban itu terus berlanjut.
Luka yang berbekas.
"..."
"Aku ingin membeli persediaan obat-obatan." Di sisi kanan kapal Laki yang berbicara dengan Ain mengenai apa yang akan dilakukannya, "Sekaligus mencari senjata dan amunisi yang bagus dari negeri ini."
Sudah tentu sebagai Dokter Kapal Laki harus mempersiapkan persediaan obat-obatan untuk mengantisipasi apabila ada salah satu dari mereka yang mengalami cidera. Ya, dia bisa hafal benar akan kebiasaan mereka sebagai bajak laut, yaitu pasti ada saja terlibat dengan yang namanya pertarungan.
"Aku juga mau mencari persediaan amunisi untuk meriam tangan milikku." Ucap Ain mengenai apa yang ingin dia beli, "Dan segala kebutuhan sebelum kita menuju Pulau Duyung."
"Oi, bukankah tadi kalian bilang bahwa kita membutuhkan gelembung-gelembung sabun itu untuk dilapiskan ke Kapal agar kita bisa menuju Pulau Duyung, bagaimana kita melakukannya?" Tanya Pauli yang masih belum mengerti bagaimana cara mereka akan ke Pulau bawah laut karena dia yang bertanggung jawab mengenai Kapal mereka.
Dia memang pernah mendengar mengenai pelapisan kapal di daerah Sabaody untuk menuju Pulau manusia ikan, namun sama sekali belum pernah melihat secara langsung bagaimana mereka melakukan pelapisan.
"Tenang saja, disini banyak penyedia jasa pelapis kapal yang ahli. Akan mudah ditemui karena kami juga pernah beberapa kali berada di sini." Jawab Ain sambil melihat ke arah Naruto.
"Kenapa kau melihatku?" Tanya Naruto bingung.
"Ya, itu karena aku tahu kalau kau mengenal salah satu ahli pelapis kapal di pulau ini."
"Hm, kalau soal itu aku memang mengenalnya. Ya, ku harap dia masih berada di pulau ini." Jawab Naruto mengingat bahwa ahli kapal yang pernah bertemu dengannya beberapa tahun yang lalu saat dia masih menjadi Angkatan Laut.
Tapi sepertinya ada yang tidak beres yang terjadi di pulau ini. Dia bisa merasakan situasi tegang dan suram seakan baru saja terjadi hal yang mengerikan.
Mereka sempat melihat gerombolan-gerombolan orang yang sangat ramai berlarian keluar dari pulau itu. Kapal-kapal dari berbagai tempat yang datang disana berhamburan karena ulah dari kelompok Bajak Laut Topi Jerami yang memukul Tenryuubito.
Tentu saja mereka belum mengetahui kejadian spektakuler yang berani dilakukan Kelompok Topi Jerami.
Bila mengingat lagi kenapa para bangsawan bodoh itu mau membeli budak? Mereka terlalu sombong sehingga memperlakukan manusia lain seperti binatang dan merendahkan derajat para manusia yang dijadikan budak.
Mereka memperlakukan manusia lainnya lebih buruk daripada hewan, tidak bisa ditoleransi!
Semua orang yang ada disana berdesak-desakan keluar dari pulau itu atau lebih tepatnya para bangsawan dan bajak laut yang takut akan kemunculan seorang Admiral Angkatan Laut. Sedangkan para penduduk asli Sabaody lebih memilih untuk diam di rumah mereka masing-masing dan sama sekali tidak keluar sampai keadaan tenang kembali.
Sedangkan saat ini dan para anggotanya baru saja tiba di pulau itu dan sama sekali tidak mengetahui peristiwa gawat yang baru saja terjadi di pulau itu. Munculnya Pacifista dan Admiral Angkatan Laut disana sudah membuat banyaknya bajak laut yang tidak sempat melarikan diri jadi tertangkap.
Kejadiaan itu sudah berlalu beberapa puluh menit.
"Haa~, aku sangat lapar. Aku sudah lelah karena terus-menerus harus menghadapi Wakil Admiral." Ucap Naruto dan turun dari atas kapal.
"Itu salahmu. Kita jadi harus semalaman berusaha meloloskan diri dari kejaran mereka." Komentar Ain atas pernyataan Naruto.
"Saat itu kan aku tidak tahu mereka bisa mengejar kita." Sangkal Naruto karena mereka sempat lolos saat berada di Thriller Bark.
"Kalau kita dari awal tidak mencari gara-gara dan langsung berlayar setelah mengetahui keberadaan mereka di Thriller Bark, mereka tidak akan bisa menyusul." Kesal Ain mengingat bagaimana saat di Thriller Bark, Naruto sengaja memancing pertarungan dengan dua Wakil Admiral yang ada di sana.
"Sudahlah, yang penting kita saat ini bisa benafas lega karena bisa lolos." Ucap Paulie berusaha menengahi walaupun dia sedikit kesal juga saat mengingat bagaimana Naruto yang menerobos barisan Angkatan Laut yang berlabuh di Thriller Bark.
"Ya, itu betul yang penting sekarang kita sudah bebas." Ucap Saga dengan mengangguk-angguk seperti orang bijak.
"Diam! Lain kali aku tidak akan membiarkan kalian berbuat bodoh seperti itu lagi!" Kekesalan Ain memuncak bukan hanya pada Naruto, tapi ke Paulie dan Saga yang mencoba menengahi jadi ikut terkena.
"Ugh, kenapa sekarang kami ikut dipersalahkan." Gumam Paulie dan Saga.
"..."
"Kita harus secepatnya membeli persediaan. Jadi, lebih baik kita pergi secara berkelompok untuk membeli bersediaan." Jelas Ain.
"Ukh, kenapa jadi dia yang memberi perintah. Bukannya Kaptennya Naruto?" Batin Paulie melihat bagaimana Ain yang seakan berbuat seenaknya. Dia masih baru berada di kelompok ini, jadi dia masih belum terbiasa mengingat Kaptennya adalah pemuda pirang yang saat ini terlihat sangat tidak sabar untuk segera menelusuri tempat ini, maka yang seharusnya memberi perintah adalah Naruto.
Ahli Kapal itu kemudian mengalihakan pandangannya dan melihat ke arah Sang Kapten untuk melihat bagaimana tanggapannya.
Paulie melihat Naruto hanya nyengir tidak jelas.
"Yosh, aku akan mampir sebentar ke Kedai Ramen!" Ucapnya pemuda pirang itu bersemangat.
"Naruto, ingat kita harus segera mencari ahli kapal itu." Ucap Ain yang melihat Naruto seperti melupakan rencana awal mereka.
"Ha'i~ Ha'i~" Jawabnya malas.
"..."
"Aku ingin ke toko roti untuk membeli persediaan donat." Ucap Nobume yang ikut turun dari kapal.
Semua kru Bajak laut Hunter turun dari kapal dan berniat menjelajahi pulau unik itu, kecuali untuk Paulie yang harus memperbaiki kapal dan mesin turbo mereka yang masih harus diperbaiki dan Nero yang beristirahat karena masih kelelahan dan tidak sempat tidur sebab harus berjaga di saat semua Kru Bajak Laut Hunter beristirahat di malam hari setelah mereka berhasil lolos dari kejaran Angkatan Laut.
Ya, Nero memang mendapat tugas berjaga dan itu sempat membuatnya protes terhadap Kelompok Bajak Laut yang baru saja dia masuki.
Setelah memutuskan kemana mereka akan pergi akhirnya kelompok itu terbagi menjadi tiga kelompok. Naruto berjalan sendiri mencari kedai Ramen dan Ahli Pelapis Kapal. Ain bersama Nobume, Laki, dan Soran berencana mencari tempat berbelanja persediaan dan mengunjungi taman hiburan yang terkenal di Grove 30, sedangkan Saga bersama Jambarl menelusuri sekitar tempat itu sebelum memutuskan tempat yang ingin mereka kunjungi.
Dan mereka akan berkumpul lagi di Grove 41.
-oooo-
( Grove 60 – Markas Angkatan Laut )
Ketidakberhasilan dalam menangkap Kelompok Topi Jerami adalah hal sangat memalukan bagi Admiral Borsalino atau yang sering dipanggil dengan sebutan Admiral Kizaru. Kemunculan Bartholomew Kuma merupakan sesuatu yang berada di luar perkiraan.
Padahal tujuannya untuk menangkap seluruh Kru Bajak Laut Topi Jerami akan berjalan sesuai dengan rencana apabila tidak ada campur tangannya salah satu Shichibukai. Dengan ini mungkin dia akan sedikit mendapat 'protes' dari Tenryuubito mengenai kegagalannya dalam menangkap Kelompok Bajak Laut pembuat onar itu.
Dia bahkan sampai melepaskan Empat Supernova, Bajak Laut 'Si Raungan Laut' Scratchmen Apoo, X-Drake, Biksu Urouge, dan Basil Hawkins hanya untuk menangkap Bajak Laut Topi Jerami.
Dia masih tidak tahu apa maksud dari tindakan yang dilakukan Kuma yang 'melenyapkan' kelompok Topi Jerami.
Bisa dipastikan jika saja Bartholomew Kuma tidak turut campur dengan operasi penangkapannya maka sudah dapat dipastikan Kelompok Bajak Laut Topi Jerami akan berakhir di tempat ini.
Bukan hanya itu saja kerugian yang di dapat Angkatan Laut, melainkan mereka juga sudah kehilangan beberapa Pacifista yang pembuatannya mengeluarkan biaya lebih besar dari pembuatan Kapal Perang.
Sang Admiral yang terkenal dengan pembawaannya yang santai itu beberapa menit yang lalu masih merasa tidak senang karena misinya berakhir sia-sia, namun karena adanya kabar baru yang datang dari Markas Besar Angkatan Laut yang mengatakan bahwa Bajak Laut Hunter kemungkinan berada di Pulau Sabaody, mungkin sedikit bisa menghiburnya.
Dan membuat misinya ke Sabaody tidak sia-sia.
Kabar sampai padanya sekitar beberapa jam lalu saat dia ingin kembali ke Mariejoa dengan ikut mempersiapkan strategi perang yang mungkin terjadi karena menyangkut eksekusi Komandan Divisi Kedua Bajak Laut 'Shirohige' Edward Newgate.
Prajurit-prajurit Angkatan Laut yang masih ada di sekitar Sabaody karena masih melakukan operasi pembersihan dan sudah memberikan informasi bahwa mereka sudah mengetahui posisi Kru Bajak Laut Hunter.
Dia sudah mengirim Sentoumaru dengan dua Pacifista terlebih dahulu yang ada di Markas itu dan masih dalam keadaan siap tempur untuk menangkap Bajak Laut Hunter yang terkenal karena memiliki tiga buronan dengan harga di atas seratus juta. Ketiga kepala mereka dihargai di atas seratus juta dan mereka merupakan mantan Prajurit Angkatan Laut, Kapten Uzumaki Naruto, Rear Admiral 'Mokuro' Imai Nobume, dan mantan Wakil Admiral Ain.
Dia sama sekali belum pernah bertemu secara langsung dengan pemuda pirang itu. Walau statusnya yang dahulu menjabat sebagai Kapten Angkatan Laut, namun menurut kabar kekuatannya lebih dari apa yang dapat dibayangkan.
Kalau tidak salah dia pernah mendengar bahwa pemuda itu sengaja berada di posisinya sebagai Kapten dengan beberapa kali menolak promosi karena memiliki tujuan tertentu yang masih belum diketahui.
Selain dikenal sebagai orang yang menguasai Teknik Rokushiki melebihi dari semua orang yang pernah mempelajarinya, dia juga diketahui sebagai Ahli Pedang yang Berbahaya walau yang terakhir masih belum bisa dipastikan karena masih rumor.
Rumor yang beredar mengatakan bahwa ada yang melihat buronan pirang itu bertarung melawan Shichibukai Dracule Mihawk di East Blue. Pertarungan itu segera saja melambungkan namanya setelah berhadapan dengan Pendekar Pedang nomor Satu dunia.
Pertarungan antara dua orang itu secara tak langsung menghancurkan banyak Kapal Perang Angkatan Laut.
Bukan hanya Taka no Me saja, melainkan pemuda pembawa masalah itu juga pernah terlibat pertarungan dengan Schihibukai lainnya di tengah laut disekitar Mock Town yaitu dengan Donquixote Doflamingo.
Menghancurkan banyak kapal perang Angkatan Laut.
Memburu para perwira Angkatan Laut yang masuk dalam Listnya untuk diburu.
Bertarung dengan bajak laut lainnya, sehingga secara tak langsung menyebabkan kerusakan di banyak kota.
"Dan sampai bisa membuat kerusuhan di depan semua Gorosei dan berhasil lolos dengan selamat, mungkin cerita itu terlalu berlebihan." Gumam Kizaru tidak percaya akan kabar yang beredar.
"Dia hanya bocah pembuat rusuh, sama seperti Kelompok Topi Jerami."
Setidaknya dengan menangkap ketiga penghianat dari Angkatan Laut itu, mungkin dia sedikit terhibur dari perasaannya yang gusar?
Dan tentu saja akan mengurangi coretan buruk yang mereka sebabkan bagi Angkatan Laut yang dinilai gagal dalam mendidik kader-kadernya.
Fleet Admiral Sengoku sendiri menghubunginya beberapa beberapa jam lalu dari Markas Besar Angkatan Laut dan memerintahkan untuk menangkap mereka setelah Wakil Admiral Garp, Wakil Admiral Momonga, Wakil Admiral Strawberry, dan Kapten Hina yang sebelumnya bertugas mengejar mereka sudah menuju ke Markas Besar.
Menurut kabar yang didapatnya bahwa Empat Kekuatan Angkatan Laut itu sudah semalaman mengejar mereka, namun sama sekali tidak berhasil.
Mungkin mereka tidak serius dalam melakukan tugas, walaupun disana ada Wakil Admiral Garp yang walau sangat kuat namun jarang serius dalam menjalankan tugasnya.
"Sayang sekali, tapi kalian harus menjadi oleh-oleh untuk Gorosei." Ucap Kizaru bangkit dari Kursi yang dia duduki.
Admiral pemakan buah Pika Pika no Mi itu mengambil jubahnya lalu keluar dari ruang kantor di Markas Angkatan Laut cabang Sabaody untuk memburu Bajak Laut Hunter.
Bajak Laut Pemburu yang sedang diburu.
(Grove 20)
Naruto sedang berjalan menelusuri tempat yang menurutnya masih belum berubah itu. Dia sempat beberapa kali bertemu dengan Pemburu Hadiah yang ada di pulau itu, namun segera membereskannya tanpa ada masalah.
Sudah lebih dari enam puluh menit dia menjelajahi daerah itu.
Orang-orang yang terlalu berani menurutnya, sehingga dia memberi pelajaran dengan menghajar tanpa ampun dengan sengaja mematahkan beberapa tulang mereka.
Dia berjalan dengan membawa dua Bon Bag yang berisi dengan Ramen Cup sambil memakan satu ramen Cup di tangan kiri yang tadi masih belum sempat dihabiskannya saat membuatnya di Kedai yang dia datangi, sedangkan tangan kanannya memegang garpu.
Di sisi kiri pinggang pemuda itu tergantung sebuah pedang yang selama ini jarang dia gunakan. Pedang itu adalah pusaka yang disimpan di salah satu pusat persenjataan pemerintah dunia yang berhasil direbutnya saat melakukan penyerangan terhadap Gorosei.
Sengo Muramasa* *
Itu adalah nama pedang yang menggantung di pinggangnya.
Saat dia menelusuri tempat itu dia mendengar kabar bahwa sekitar beberapa jam lalu baru saja terjadi pertempuran hebat, bukan saja melibatkan sepuluh supernova yang secara kebetulan berada di pulau Sabaody dalam waktu yang sama melawan Paficista dan Admiral Kizaru.
Dia sama sekali belum pernah bertemu secara langsung dengan Admiral satu ini selama dia masih di Angkatan Laut. Bahkan dia tidak tahu bagaimana wajahnya, yang dia tahu mengenai Admiral ini adalah pemakan buah Pika Pika no Mi. Dengan kata lain dia adalah manusia cahaya dengan tipe logia.
Admiral ini yang menurut kabar yang memburu Kelompok Topi Jerami yang telah membuat ulah dengan menyerang Tenryuubito dan hampir berhasil menangkap seluruh kelompok itu jika saja tidak muncul Shichibukai Bartholomew 'Kuma' yang entah muncul dari mana lalu 'melenyapkan' semua kelompok itu dengan kekuatannya yang terkenal itu.
"Ku harap kalian baik-baik saja." Gumamnya.
Naruto juga sempat membaca surat kabar dan mendapati berita yang menggemparkan, yaitu beberapa hari lagi akan dilaksanakan eksekusi umum terhadap Portgas D Ace, Komandan Divisi dua Bajak Laut 'Shirohige' Edward Newgate di Markas Besar Angkatan Laut.
"Peperangan besar akan terjadi, dan Angkatan Laut pasti akan mengumpulkan prajurit-prajurit terbaiknya. Dengan kata lain bukan hanya Fleet Admiral saja melainkan Ketiga Admiral, dan Wakil Admiral serta jajaran perwira lainnnya pasti ada disana, ini akan menjadi permulaan!"
"Apa yang akan kau lakukan Pak Tua Shirohige?"
Tidak jauh dari tempat Naruto berada, tampak dua sosok yang mengamatinya. Satu sosok memanggul sebuah Kapak Raksasa, Sentoumaru dan satunya lagi memiliki tubuh besar seperti beruang yang tidak lain adalah Pacifista.
"Tidak salah lagi dia adalah target kita, Uzumaki Naruto dengan harga buronan 320.000.000 Berry."
Kapten lembaga Penelitian Dr Vegapunk itu sudah sedikit mendapatkan Informasi mengenai sang mantan Kapten Angkatan Laut. Dari semua 'hasil kerja' yang telah dia lakukan hampir setahun, bisa dikatakan bahwa dia termasuk salah satu buronan yang paling berbahaya yang masih ada di Sabaody.
Dari penampilannya Sentoumaru melihat pemuda itu terlihat biasa saja. Tak ada ciri khasnya yang menunjukkan bahwa dia adalah petarung. Yang menjadi pertanyaannya adalah pedang yang tergantung di sisi sebelah kiri pinggangnya. Sentoumaru sama sekali belum mengetahui seberapa besar kemampuan bocah sombong yang sedang dia amati.
Dia memang sedikit masih belum bisa melupakan kekesalannya karena gagal menangkap Kelompok Bajak Laut Topi Jerami. Padahal sudah banyak Pacifista yang dikorbankan, namun hasilnya mereka sama sekali tidak bisa mengangkap satupun dari rookiepun yang berada di atas 100 Juta. Dia masih bingung bagaimana dan apa yang harus dilaporkannya pada Vegapunk.
Biaya dalam pembuatan satu unit Pacifista saja bisa melebihi pembuatan Kapal Perang, dan Pacifista yang dikorbankan bukan hanya satu tapi dua Pacifista telah dikalahkan, satu 'dilenyapkan' oleh Kuma, dua lagi mengalami kerusakan yang tidak bisa dibiarkan.
Saat ini yang tersisa hanya satu Pacifista yang bersamanya dan satu lagi yang telah di perintahkannya menuju lokasi yang dikabarkan menjadi tempat berlabuhnya Kapal Bajak Laut Hunter.
Prikkkk
Bzzzttt
"?"
Sentoumaru seakan tersadar dari alam pikirannya saat mendengar suara percikan listrik. Dia memalingkan wajahnya dan melihat dengan jelas pemuda yang tadi berada jauh di bawah pohon Bakau dimana dia berada, sekarang sudah tepat berada di sampingnya, tepatnya di daerah wajah Pacifista yang bersamanya.
BUMM
Seketika itu juga Pacifista jatuh dari atas pohon dimana dia berada.
"Dia menghancurkan mata optik Pacifista?" Kejut Sentoumaru karena selama ini tidak ada satu orangpun yang mengincar bagian paling rentan tersebut, "Tunggu dulu bagaimana dia bisa berada di sampingku?"
"Hallo!"
"?"
"Apa kau yang bernama Sentoumaru?"
"HAH?" Hanya itu yang menjadi respon si pembawa kapak raksasa karena seakan masih belum bisa sadar dari keterkejutannya.
(Grove 27)
"Kizaru!" Kejut Ain melihat Admiral pemakan buah Pika Pika no Mi muncul dihadapan mereka.
"Jadi dia belum kembali ke Mariejoa? Seharusnya dia sudah tidak berada disini, mengingat target mereka Kelompok Bajak Laut Topi Jerami tidak ada di Pulau ini lagi."
Laki dan Soran yang mendengar apa yang dikatakan oleh Ain terkejut karena sudah mengetahui nama yang diucapkan oleh nakamanya sebagai salah satu nama yang harus mereka hindari.
Mereka dalam bahaya. Ini bukan waktunya untuk bertarung dengan seorang Admiral.
Sedangkan Nobume terlihat sedikit berkeringat karena mengetahui musuh yang saat ini menghadang mereka, namun dia juga terlihat sedikit tertarik untuk bertarung dengan seorang Angkatan Laut selevel Admiral.
Nobume tahu dia atau lebih tepatnya mereka berempat sama sekali tidak memiliki peluang untuk menang apabila menghadapi Kizaru. Namun entah kenapa ada di dalam dirinya ingin mencoba bertarung dengan seseorang sekelas Admiral.
"Hmm, mantan Wakil Admiral Ain dan Rear Admiral Imai Nobume tampaknya nasib kalian sedang tidak beruntung karena kalianlah yang bertemu denganku disini." Ucap Admiral Kizaru dengan ciri khas santainya yang menjengkelkan.
.
.
.
.
-oooo-
Honjo Masamune*
Honjo Masamune, adalah pedang simbol Shogun Tokugawa yang dibuat oleh Masamune, pembuat pedang terkenal di Jepang di awal abad 14. Pedang buatan Masamune sering dibandingkan dengan pedang buatan Muramasa, yang konon adalah bekas muridnya. Pedang Masamune melambangkan kedamaian sedangkan pedang Muramasa melambangkan haus darah.
.
.
Sengo Muramasa**
Pedang Muramasa pada era tokugawa sering dibandingkan dengan dengan pedang Masamune. Honjo Masamune, adalah pedang simbol Shogunat Tokugawa yang membuat pedang Masamune, pembuat pedang terkenal di Jepang di awal abad 14 yang konon mereka adalah bekas guru dan murid.
...
(Keterangan lebih jelasnya bisa di cari di Google).
.
.
.
OOOO
Note: Yap, dengan sudah adanya Kumpulan Poster Buronan Bajak Laut HUNTER di Cover gambar cerita ini yang telah saya rangkai, itu pasti akan lebih mudah mengenali Karakter.
Untuk chapter 2 ini mungkin sampai disini saja. Disini saya mau menerangkan sedikit terkait beberapa pertanyaan yang diajukan para reviewer. Yap, disini Naruto adalah seorang pengguna Rokushiki bersama dengan Ain, Nobume, dan Nero seperti yang saja tuliskan di atas. Mengenai berapa 'Douriki' Naruto? Mungkin akan dijelaskan di Chapter depan karena itu butuh pertimbangan juga menyangkut pertarungan penuh yang akan terjadi di Chapter depan.
Soal saya yang hanya memasukkan Karakter Naruto seorang dari Serial Anime/ Manga Naruto karena menurut saya jika ditambahkan dengan karakter dari Cerita Naruto, mungkin jadi kurang menarik (Ini menurut Saya).
Teknik-teknik yang digunakan Naruto dasarnya itu ada di dalam One Piece, namun mungkin ada beberapa Variasinya yang mungkin saya buat sendiri, karena Jika dilihat contohnya para pengguna Rokushiki seperti Lucci, Kaku, Jyabura (Dari CP-9) dan Angkatan Laut lainnya Wakil Admiral Momoga dll. mereka memiliki Teknik yang berbeda variasi walau dasar teniknya sama. Jadi ini variasi tekniknya menurut saya dikembangkan oleh mereka sendiri (Dan untuk disini Naruto juga begitu).
Naruto dan Krunya bukan pengganti dari Neo Kaigun karena mereka disini sebagai Bajak Laut. Dan soal Kru Bajak Laut Hunter yang memiliki Haki itu hanya beberapa orang saja (Tidak semuanya).
Oh, iya disini Naruto bukan menjadi pengguna DF dan tidak menjadi salah satu dari Supernova. Dan untuk Bounty Naruto ya itu karena dia secara langsung sering menghadapi Angkatan Laut secara langsung makanya Harga Buronannya melebihi Kid dan Luffy. Soal Naruto yang sudah mengenal Bajak Laut Topi Jerami karena bertemu di Water 7.
Dan untuk Wordnya saya minta maaf karena hanya 2k+ untuk chapter 1, Tapi chapter 2 ini sudah mencapai 3k+ kok (Hehehe, soalnya saya juga disibukkan dengan aktivitas lainnya di dunia nyata).
Oh, ya kemarin sempat salah teknis dalam melakukan publikasi, jadi saya minta maaf sekali lagi.
Terimakasih atas dukungannya pada semua teman-teman yang membaca, review, Follow, dan Favorite...
Ok.
Sekian.
Hillsen Out
March 20th 2016
