Chapter 1 : The Hell is Begin

The Punishment

Fanfiction

Genre : Drama, Fantasy

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Park Jungsoo (Leeteuk), Kim Jongwoon (Yesung)

Cameo : Lee Donghae, Park Yoochun

슈퍼 주니어 © SM Entertainment

The Punishment © 한천리 (Angela Han)

Rate : T

Disclaimer : All casts is not mine, but the story is mine.

Warning : Genderswitch (GS), AU (Alternate Universe), Typo (s), EYD tidak baku, Out of Character (OOC)

NO BASH PAIR!

NO FAN WAR!

DON'T LIKE DON'T READ

~Enjoy reading and hope you like it~

.

.

.

.

.

Pagi yang indah mengawali kegiatan seluruh manusia di Seoul hari ini.

Langit yang didominasi warna biru cerah dihiasi gumpalan awan-awan putih yang begitu cantik sanggup membuat hati dan perasaan siapapun menjadi bahagia.

Itu juga yang dirasakan oleh seseorang yang kini melangkahkan kakinya memasuki gerbang universitas Kyung Hee.

Senyum tak pernah lepas disunggingkan oleh sosok bergender namja ini. Selain cuaca cerah, ada hal lain yang akan menambah kegembiraannya sebentar lagi.

Apa itu? Let's make counting. One... two... th

"KYAAA! Kyuhyun oppa tampan sekali!"

"Kyuhyun oppa saranghae!"

"Jadilah kekasihku, oppa!"

"Kyuhyun-ah, aku padamu!"

―dan seterusnya.

See? Siapa yang tidak senang jika selalu disambut bak selebriti seperti di atas? Sambutan seperti inilah yang selalu didapat oleh namja bernama Kyuhyun tadi.

Bukan hanya di koridor kampus, tapi juga di kelas, kantin, perpustakaan... bahkan pernah ada kejadian koor yeojadeul di depan toilet pria; menemani Kyuhyun beraktivitas ―entah apa― di dalamnya.

Kesimpulannya, di manapun Kyuhyun berada histeria para yeoja akan selalu mengiringinya.

Siapa yang tidak kenal dengan namja bernama lengkap Cho Kyuhyun ini? Dengan ketampanan yang dimilikinya, tidak terhitung kalinya lagi namja ini membuat yeojadeul mimisan dan pingsan. Ditambah lagi otaknya yang jenius.

Latar belakang keluarganya yang bisa dibilang 'cukup berada' semakin menambah poin plus si namja Cho.

Tampan, pintar, kaya dan populer. Di mana lagi kita bisa mendapatkan namja yang begitu sempurna dan tanpa cela seperti ini?

Sempurna? Tanpa cela? Kalian yakin?

Oh, ayolah. Tidak ada hal yang sempurna di dunia ini.

Begitu pula dengan namja Cho yang sedang kita bicarakan sekarang.

Percaya atau tidak, dibalik ketampanan dan semua poin plus yang dimilikinya, Cho Kyuhyun ternyata menyimpan sebuah rahasia (umum).

Penasaran? Sebentar lagi kita akan mengetahuinya.

"Kyunnie~ hari ini nonton bersamaku, ne? Aku sudah dapat tiketnya~" seorang yeoja yang merupakan kakak tingkat Kyuhyun menghampiri namja itu sebelum masuk kelas kuliah.

Kyuhyun memutar matanya malas. "Mian, aku tidak bisa. Aku ingin istirahat saja di rumah. Mendadak kepalaku jadi sakit dan perutku mual karena melihat wajah jelek noona." Sahut Kyuhyun blak-blakan, sengaja.

Yeoja itu menggigit bibirnya menahan tangis mendengar perkataan frontal Kyuhyun barusan. Dengan mata yang memerah, si yeoja akhirnya menyingkir dari hadapan Kyuhyun. Kepergiannya diiringi oleh tatapan merendahkan Kyuhyun.

"Huh, wajah seperti badut begitu berani mendekatiku. Cih!"

Ya, itulah rahasia (umum) seorang Cho Kyuhyun.

Mulut setajam silet dan sepedas cabai Jolokia*.

Namun anehnya, kepopuleran namja itu tidak berkurang sedikit pun. Fansnya malah semakin bertambah dari hari ke hari.

Sepertinya aura pemikat Cho lebih besar sehingga sanggup mengalahkan aura busuk rahasia (umum)nya sendiri.

Oke, cukup sudah memantau si namja Cho. Sekarang mari kita beralih ke tempat selanjutnya.

.

.

.

.

.

"Sudahlah, Yoochun-ah... hapus air matamu..." seorang namja berambut brunette tampak sedang merangkul dan menepuk-nepuk bahu seorang namja lainnya yang kini tengah menangis.

Namja yang sedang diberi penghiburan itu menggeleng. "Aku tidak percaya, Donghae-ah... Sungmin me―menolakku... Memangnya apa kekuranganku? Aku yang punya julukan 'Playboy Tertampan Inha' ini ditolak? Aku benar-benar tidak percaya..." Yoochun kembali menangis.

"Mungkin itulah kekuranganmu. Playboy..." sahut Donghae pelan.

"Apa?" Yoochun mendongak dan memandang Donghae dengan mata merah.

"Ah, ani. Hei, lihat dirimu. Mana ada cassanova yang wajahnya sembab seperti ini," Donghae menonjok bahu Yoochun pelan, mencoba mengalihkan perhatian sekaligus menghibur sahabatnya itu.

"Kau benar," Yoochun mengusap wajahnya yang tampak berantakan. "Tapi aku perlu waktu, Hae. Ini pertama kalinya aku ditolak."

"Kalau begitu ayo kita ke klub malam ini. Aku yang traktir."

"Baiklah."

Hei, sepertinya kita sudah melewatkan sesuatu yang penting. Kalau begitu mari kembali ke waktu 1 jam yang lalu.

Flashback on

Kaki indah berbalut high heels berwarna pink itu menjejak dengan mantap menuju kantin kampus. Yeoja pemilik kaki indah itu berniat membeli sedikit cemilan sebelum memulai kuliah pertamanya pagi ini.

Ketika yeoja itu hampir sampai di salah satu counter makanan, tiba-tiba muncul empat orang yeoja yang menghentikan langkahnya. Masing-masing membawa dan menyodorkan sesuatu kepadanya.

Yeoja itu mengamati benda-benda yang disodorkan ke arahnya. Coklat, bunga, boneka dan surat. Apa-apaan ini?

"Apa yang kalian lakukan?" yeoja itu bertanya dengan halus.

"Aku yang menyuruh mereka melakukannya, Sungminnie..."

Sungmin menoleh ke sumber suara. "Yoochun-ah..."

"Ne, Minnie," Yoochun mendekat ke arah Sungmin kemudian berlutut di hadapan yeoja itu sambil menggenggam tangannya. Sungmin terdiam.

"Lee Sungmin, aku menyukaimu. Saranghae..." Yoochun mencium punggung tangan Sungmin. Sungmin tertunduk malu. Yoochun mengira Sungmin menunduk untuk menyembunyikan rona merah yang muncul di wajahnya akibat perlakuannya.

Sayangnya itu tidak benar. Andai Yoochun bisa melihatnya. Yang dilakukan Sungmin sebenarnya adalah menyembunyikan seringaian di wajahnya.

"Please, give me the answer, Sweety..." Yoochun menatap Sungmin yang masih tertunduk dengan rasa percaya diri yang tinggi. Ia yakin Sungmin akan menerimanya.

Perlahan Sungmin mengangkat wajahnya. Sebuah senyum manis tercetak dengan indahnya. Sungmin mengelus tangan Yoochun, kemudian ―dengan sangat perlahan― dilepasnya genggaman tangan namja itu.

"Mianhae, Yoochun-ah. Aku tidak bisa..." Sungmin menjawab masih dengan senyum di wajahnya.

Yoochun merasa tertohok. Dia ditolak?

"Waeyo, Sungmin-ah?"

Sungmin memasang pose berpikir. "Karena aku hanya menganggapmu sebagai teman. Tidak lebih," jawabnya. "Tapi kita tetap bisa berteman, kan, Chunnie?"

Flashback off

Begitulah ceritanya bagaimana seorang Park Yoochun bisa sampai berlinangan air mata. Cassanova tertampan di universitas Inha (Yoochun's version) itu baru saja ditolak. Padahal selama ini sikap Sungmin seolah menyiratkan kalau dirinya juga menyukai namja itu.

Ditambah saat itu ada cukup banyak mahasiswa yang menonton aksi penembakan Yoochun. Mau ditaruh di mana jidatnya yang lebar itu?

Lalu di mana Sungmin? Saat ini yeoja itu sedang berada di ruang kuliahnya, sibuk berkutat dengan sebuah jurnal yang juga berwarna pink.

Mari kita intip sedikit apa yang sedang ditulisnya.

Popular Namjadeul Mission : Kim Jungmo, cek. Shim Changmin, cek. Choi Siwon, cek. Park Yoochun, cek. Next Target : Jung Yunho.

Astaga, Lee Sungmin. Kau benar-benar...(-.-")

Sepertinya kita semua sudah bisa menebak salah satu dedikasi Sungmin dalam hidup ini.

Menaklukan para pria populer dengan pesona yang dimilikinya.

Namja mana yang tidak akan tertarik dengan Sungmin?

Kulit yang putih bersih dan mulus; wajah yang cantik, manis dan aegyo sekaligus; tubuh yang seksi dan montok; sikap yang lembut dan lemah gemulai (?)...

Hanya namja gila saja yang tidak akan tertarik padanya.

.

.

.

.

.

Ck, Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin, bertobatlah.

Kalau tidak, entah apa yang akan terjadi pada kalian berdua.

Tapi sepertinya sudah terlambat.

.

.

.

.

.

Kyuhyun menggeliat dalam tidurnya. Setelah bolak balik, namja itu memutuskan untuk bangun.

Minggu yang sangat cerah. Dan hari sudah menunjukkan pukul 10 pagi.

"Sudah bangun?" sebuah suara asing menyapa pendengaran Kyuhyun.

Kyuhyun yang menyadari ada orang asing di kamarnya langsung mencari sumber suara dan disambut oleh cahaya yang menyilaukan mata di sudut kamar.

"Nu, nugu?" Kyuhyun bertanya sambil menyipitkan mata karena silau.

Kilauan itu perlahan berkurang dan memperlihatkan sosok yang lebih jelas.

"Aku Yesung. An Angel." Sosok itu memperkenalkan diri.

Kyuhyun tampak terpana. "Berarti kau adalah malaikat?"

Yesung mengangguk cool.

"BWAHAHAHAHA!" tiba-tiba tawa Kyuhyun meledak. "Jangan bercanda. Mana ada malaikat yang kepalanya besar sepertimu. Dan apa itu di tanganmu? Batu hijau jelek apa itu? HAHAHAHA!"

Tanda perempatan siku muncul di dahi Yesung. Namja itu menggeram. Emosi.

"Cho Kyuhyun. 19 tahun. Mahasiswa tahun kedua universitas Kyung Hee. Anak kedua keluarga Cho. Namdongsaeng dari Cho Ahra. Punya tanda lahir berupa tompel hitam di pantat sebelah kiri. Akan menjalani hukuman akibat sikap semena-menanya selama ini." Ucap Yesung tegas dan berapi-api.

Kyuhyun yang tadinya tertawa mendadak diam dan menahan napas. 'Kenapa dia bisa tahu tentang tompel di pantatku?' pikirnya. 'Dan apa tadi dia bilang? Hukuman?'

Kyuhyun mulai cemas. Tak ada yang tahu perihal tompel itu kecuali keluarga serta dokter dan suster yang membantu proses kelahirannya dulu.

Apakah itu artinya namja asing di hadapannya sekarang benar-benar seorang malaikat?

Tapi bukan Cho Kyuhyun namanya kalau memperlihatkan rasa takut dan cemasnya.

"Sebentar, ahjussi kepala besar," interup Kyuhyun. "Kau bilang aku akan menjalani hukuman? Memang apa salahku?" tantangnya.

Yesung berdeham. "Tanyakan pada mulutmu itu, sudah berapa banyak orang yang disakitinya."

Kyuhyun berdecak. Memang kenapa dengan mulutnya? Itukan mulutnya, terserah dong mau dipakai buat apa.

"Sudahlah, ahjussi kepala besar, jangan membodohiku..."

Yesung semakin kesal.

"Tadinya aku tidak mau menghukummu terlalu berat, Cho. Tapi karena kau sukses membuatku kesal maka hukumanmu ditambah." Suara Yesung terdengar sangat dingin.

Mau tak mau Kyuhyun merasa sedikit gentar. Bagi Kyuhyun, tatapan Yesung saat ini benar-benar mengerikan.

"Sekarang terimalah hukumanmu, Cho Kyuhyun!" Yesung sedikit berteriak sambil menudingkan jari telunjuk dan tengahnya tepat di depan wajah Kyuhyun yang masih terduduk di atas ranjang, membuat namja evil itu terkejut dan menegang takut menantikan apa yang akan terjadi.

Dan...

Hening. Tidak terjadi apa-apa. Kyuhyun terus menunggu, bahkan sempat menguap.

Yesung? Namja itu tetap bertahan pada posenya semula (jari teracung ke wajah Kyuhyun) namun ekspresi wajahnya sekarang sedikit bingung.

"Ck, apa yang kau lakukan, ahjussi? Tidak terjadi apapu―"

CTTAAAAARRRRRR!

Tiba-tiba terdengar suara petir menggelegar, padahal saat ini langit begitu cerah. Baik Kyuhyun maupun Yesung sama-sama terlonjak kaget. Sihir Yesung baru mulai bekerja rupanya.

Kyuhyun berusaha menetralkan detak jantungnya yang sempat menggila karena terkejut sedangkan Yesung langsung memasang kembali wajah coolnya.

Yesung mendekati Kyuhyun dan menunjukkan apa yang disebut 'batu hijau jelek' oleh Kyuhyun sebelumnya. Namja bermata sipit itu tertawa meremehkan. "Lihat ini? Sekarang kau mirip dengannya."

Kyuhyun mengamati benda di tangan Yesung dengan lebih seksama dan baru menyadari kalau benda itu ternyata adalah seekor kura-kura.

'Oh, ternyata yang dibawa-bawanya dari tadi itu kura-kura?' batin Kyuhyun.

Dan sekarang Yesung bilang kalau Kyuhyun mirip dengan kura-kura itu.

Eh?

Kyuhyun POV

Tunggu dulu! Apa maksud si kepala besar ini mengatakan kalau aku mirip dengan kura-kura miliknya itu?

Apakah... apakah itu artinya...

Seolah menjawab rasa penasaranku, malaikat (katanya) berkepala besar ini langsung menyodorkan sebuah cermin di hadapanku dan terpantullah sesosok―ani, seekor... kura-kura?!

ANDWAEEEEEE...!

Kyuhyun POV end

"Bagaimana rasanya menjadi 'batu hijau jelek'?" Yesung menyeringai.

Kyuhyun tidak menjawab. Ia malah sibuk menggerak-gerakkan tangannya sambil sesekali menatap Yesung yang tampak menjulang tinggi di hadapannya. Kyuhyun tidak percaya kalau dirinya benar-benar telah berubah menjadi seekor kura-kura. Ini pasti mimpi!

"Sayangnya ini bukan mimpi," sahut Yesung seolah mengetahui pikiran Kyuhyun.

Kyuhyun tersentak. "Jadi ini sungguhan? Ak―aku benar-benar menjadi kura-kura?" tanyanya panik. Apa nanti kata dunia kalau mengetahui seorang Cho Kyuhyun yang tampannya cetar membahana badai halilintar berubah menjadi kura-kura jelek?

"Ne, itu hukumanmu, Cho." Yesung menatap Kyuhyun dingin. "Sekarang bersiaplah untuk memulai proses hukuman―"

"Chakkaman!" jerit Kyuhyun. "Aku mohon ampuni aku Tuan Malaikat. Tadi aku hanya bercanda. Kepalamu tidak besar kok, jadi ampuni aku ne? Aku janji akan mengatur mulutku agar tidak menyakiti orang lagi. Aku tidak sanggup menjalani ini semua..." rayu Kyuhyun sambil melancarkan jurus 'turtle eyes no jutsu'-nya.

Yesung mendelik sangar.

"Tak sanggup katamu? Kau pikir bagaimana orang-orang yang perasaannya kau lukai selama ini bisa bertahan, huh? Mayoritas yeoja pula."

"Itu karena mereka selalu berkeliaran di sekitarku dan meminta perhatianku. Aku muak!" bela Kyuhyun.

"Menolak orang pun ada caranya, namja Cho. Yang kau lakukan sudah keterlaluan. Jadi jangan banyak protes dan mulailah menjalani hukumanmu!" Yesung mengibaskan tangannya.

"Tapi―aaaaakkkhhhh!"

Sebelum kembali sempat melancarkan protes, Kyuhyun dikejutkan oleh sensasi yang membuat perutnya bergolak. Dirinya seolah tersedot masuk ke dalam sebuah pusaran air dan terus berputar-putar di dalamnya sebelum akhirnya menghantam bidang keras berupa jalanan beraspal.

Kyuhyun celingukan berusaha mengenali keadaan di sekelilingnya. Inikan taman kota?

"Ya! Malaikat kepala besar! Kenapa aku ada di taman kota?" Kyuhyun berteriak panik.

Bukan apa-apa, Kyuhyun hanya takut terluka. Lihatlah sekelilingnya, orang-orang berlalu lalang dengan santainya.

Bagaimana kalau dirinya tertendang? Atau terinjak? Atau lebih parahnya lagi dipungut orang dan dijadikan sup kura-kura? Membayangkannya saja Kyuhyun tidak sanggup.

'Temukan yeoja yang bisa berbicara denganmu dan mintalah sentuhannya.' Gema suara Yesung terdengar.

"Mwo? Aku tidak mengerti!" protes Kyuhyun.

Hening.

"YA!"

Meanwhile...

Sungmin yang baru keluar dari kamar mandi dikejutkan oleh kehadiran seseorang di kamarnya.

Sosok itu duduk di kursi meja belajar Sungmin dan tersenyum manis padanya.

"Yak! Siapa kau?" Sungmin terkejut dan menyambar apapun yang sekiranya bisa dijadikan senjata. Dan yang disambarnya adalah... sebuah handuk?

"Annyeong..." sapa sosok itu masih tetap tersenyum manis.

Sungmin mengayun-ayunkan handuk di tangannya guna menakut-nakuti (?) sosok asing yang sudah berani masuk ke dalam kamarnya dengan lancang itu.

"Kenapa kau bisa masuk kemari? Pintunya kan dikunci," sembur Sungmin tanpa menghiraukan sapaan si sosok asing.

Si sosok asing akhirnya berdiri dan sedikit menghela napas. "Kau ini tidak sopan sekali, Sungmin-ah..."

"YA! KENAPA BISA TAHU NAMAKU?"

Sosok asing itu berjengit sambil menutupi telinganya yang sedikit sakit akibat suara Sungmin yang tidak bisa dibilang kecil.

"Aishh! Ne, ne! Namaku Leeteuk. An Angel."

Sungmin menyipitkan matanya dan menatap sinis pada Leeteuk.

"Kau pikir aku anak kecil, ahjussi aneh?" sinisnya.

Dahi Leeteuk berkerut mendengar kata 'ahjussi' dari mulut Sungmin. Ayolah, masa wajah begini muda dibilang seperti ahjussi?

Kalau begitu apa gunanya Leeteuk melakukan facial dan maskeran setiap hari jika masih dibilang seperti ahjussi?

Leeteuk mengeluarkan cermin rias ―entah dari mana― dan mulai mengamati wajahnya sendiri.

"Lee Sungmin. 19 tahun. Mahasiswi tahun kedua universitas Inha. Anak pertama keluarga Lee. Noona dari Lee Sungjin." Leeteuk berbicara sambil terus mengamati wajahnya di cermin. Sementara dalam benaknya Leeteuk bertanya-tanya, 'Apa iya wajahku kelihatan seperti ahjussi?'

"Punya tanda lahir mirip bunga sakura di daerah sekitar― apa perlu aku menyebutkannya?" Leeteuk mendongak dari cerminnya. "Oh, kurasa tidak perlu," putus Leeteuk melihat wajah Sungmin yang memerah.

"Bagaimana? Apa sekarang kau percaya?" Leeteuk menatap wajah Sungmin intens. Cerminnya sudah menghilang entah kemana.

Sungmin menggigit bibirnya, menimbang ingin percaya atau tidak dengan perkataan sosok asing di hadapannya ini.

Tapi tanda lahir itu...

Sungmin akhirnya menjawab, "Anggap saja aku percaya. Lalu untuk apa ahjussi mendatangiku? Ingin memberiku hadiah?"

Leeteuk menggoyangkan jari telunjuknya ke kiri dan ke kanan. "No, no, no. Bukan untuk itu aku datang kemari."

Sungmin mulai sebal.

"Lalu untuk apa? Jangan bertele-tele, ahjussi!" kesal Sungmin.

"Sederhana saja. Untuk memberimu hukuman."

"Mwo? Hukuman?!" Sungmin terkejut. "Memang apa salahku, ahjussi?"

"Mempermainkan perasaan lawan jenis dengan memberi harapan palsu kemudian mengecewakannya."

"Aku tidak memberi harapan palsu. Mereka saja yang salah mengartikan sikapku," protes Sungmin.

Leeteuk menggeleng. "Kau melakukannya dengan sengaja, aku tahu itu. Aku juga tahu perihal daftar nama namjadeul populer yang menjadi misimu."

Sungmin mengumpat dalam hati.

"Jangan mengumpat, itu tidak baik..."

Sungmin menarik rambutnya sendiri untuk melampiaskan kekesalannya. Sosok asing berwujud namja yang menyebut dirinya sebagai malaikat ini bisa membaca pikirannya?

"Ne, aku memang bisa," sahut Leeteuk santai, membuat Sungmin ingin melemparkan malaikat narsis itu ke laut.

"Jadi, kau pilih yang mana? Jerawat atau tompel?" tanya Leeteuk antusias.

"Apanya?" Sungmin bingung.

Leeteuk berdecak. "Aish, hukumanmu. Mau jerawat atau tompel?"

"Kau serius ingin menghukumku, ahjussi?" Sungmin mundur selangkah.

"Apa aku terlihat sedang bercanda?" Leeteuk memasang tampang serius.

Di luar dugaan, Sungmin langsung berlutut di hadapan Leeteuk sambil mengatupkan kedua tangannya.

"Apa yang kau lakukan?" Leeteuk terkejut. "Jangan berlutut padaku. Cepat bangun."

"Ani, sebelum ahjussi memaafkan dan membatalkan hukumanku," Sungmin mengiba. Sungmin tidak peduli jika nantinya ini semua ternyata cuma lelucon dan dirinya akan ditertawakan karena berhasil terjebak. Ia tidak peduli. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana menyelamatkan dirinya dari hukuman.

Leeteuk hanya diam.

"Kumohon, ahjussi, maafkan aku. Aku janji tidak akan mempermainkan perasaan orang lagi..." Sungmin terus mengiba.

Leeteuk menggeleng. "Cukup memilih salah satu : jerawat atau tompel?"

"Ahjussi!" Sungmin bangun dari berlutut dan menghentakkan kakinya kesal. "Aku kan sudah minta maaf! Kenapa kau tega sekali?!"

"Sudah terlambat. Kalian para manusia tidak akan benar-benar jera kalau belum merasakan hukuman."

Sungmin melotot tidak suka.

"Waktu habis. Kalau begitu aku sendiri yang akan menentukannya." Leeteuk menjentikkan jarinya.

Sungmin tersentak karena wajahnya tiba-tiba saja terasa panas. Setelah rasa panas itu mereda, Sungmin langsung berlari ke meja rias untuk bercermin. Dan...

"Ige mwoya?!" pekiknya.

Cermin itu memantulkan wajahnya yang sekarang penuh dengan bintil-bintil besar jerawat kemerahan yang tampaknya sangat subur dan sehat. Pipinya kini tidak lagi mulus dan halus. Wajahnya kini tampak sangat mengerikan.

Leeteuk menutup kedua telinganya, bersiap-siap melindungi indera pendengarannya―

"KYYYYYAAAAAAAAA!"

―dari jeritan melengking Sungmin.

.

.

.

.

.

Bersiaplah, Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin. Neraka kalian baru saja dimulai.

.

.

.

.

.

Next or Delete?

A/n : Annyeong... Saya tidak menyangka ternyata banyak yang berminat dengan FF abal ini. Yang sudah nge-review, nge-fave, nge-follow, nge-alert... saya cinta kalian semua #hug. Semoga kalian tidak kecewa dengan Chapter pertama ini. Mianhae saya belum bisa balas reviewnya satu persatu. Tapi semuanya sudah saya baca dan benar-benar mendongkrak semangat menulis saya . Di tengah kepenatan tugas dan deadline kantor, review kalian ibarat hiburan yang sangat menyenangkan . Keep review, ya. Semakin banyak review yang masuk, semakin saya semangat update .

*Jolokia = cabai terpedas di dunia

Oh, ada satu review yang mau saya tanggapi.

neganugu : mianhae, tapi saya belum membaca FF yang chingu sebutkan (Love Curse dan Accidentally, kalau tidak salah). Apakah benar-benar mirip, chingu?

Big thanks to :

Evil Roommate | Ji Sun | adinda. sungmin | SsungMine | lee1307 | Rima KyuMin Elf | ChoJhiMin | D. magda | vita. monkeyfishyeunhae | ru-ie | lizuka. myori | kyumin501 | YuNnIe | KyuMinElfcloud | SPARKYUMIN-08 | unknown | Princess kyumin | Dian Adiani | DIANA ANDIANI | fennyfenny | Monnom | min190196 | KyuPuyuh137 | neganugu | cho minyu | Hyugi Lee | cutevilpinkiss | gitarestiana | QQ KyuminShipper

Follow me : at Majesty_Michi

So, mind to Review again?