Hypersex

Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, Choi (Lee) Siwon, Zhoumi, Henry

Gender Switch

Rated : M


Chapter 1 : My Job, Honey!


Kyuhyun memejamkan matanya dan menarik nafas panjang.

"Tck, lagi-lagi"

Kyuhyun dengan tubuh telanjangnya pun bangkit, menyusul Sungmin di kamarnya. Dapat ia lihat Sungmin yang sedang menggunakan celana panjang hitam ketat dan kemeja pink tipis dengan tiga kancing kemejanya yang terbuka. Sebagian dada dan bra hitamnya terlihat, menampilkan dada cukup berisi seputih susu tersebut.

Di samping tempat tidur, sudah terdapat juga sebuah koper berwarna senada dengan kemeja yang Sungmin kenakan. Lagi, Kyuhyun harus lebih bersabar.

"Ke Macau? Selama satu minggu? Apa tidak terlalu lama? Apa yang akan kau lakukan di sana?"

Sungmin menggeser cermin kecil yang berada di genggamannya, lalu menatap wajah Kyuhyun. "Tentu saja bekerja, Sayang. Pemotretan, aku dikontrak untuk pemotretan khusus gaun malam juga di sana" Sungmin tersenyum, lalu mulai memoles lagi wajahnya dengan blush-on.

"Gaun malam? Aku yakin gaun itu akan sangat minim dan sangat ketat mencetak tubuhmu dengan jelas, Min" Kyuhyun menghampiri Sungmin dan memeluknya dari belakang, mengecup pelipis itu sekali. "Apa aku bisa ikut denganmu?" pelukan itu menguat di tubuh Sungmin.

Sungmin meletakkan make-up kitnya di atas kasur dan balik memeluk lengan Kyuhyun, "Kau kan harus bekerja, chagi. Aku akan menghubungimu sebisa dan sesering mungkin" Sungmin membawa lengan Kyuhyun itu dan mengecupnya berulang kali hingga akhirnya Kyuhyun memutar posisi Sungmin menjadi berhadapan dengannya.

Dibawanya wajah itu mendekat, semakin dekat hingga akhirnya bibir mereka saling menempel dan menaut. Lipgloss berwarna alami bibir yang dipakai Sungmin bercampur dengan saliva mereka saat ciuman itu semakin panas. Tangan kanan Kyuhyun sudah masuk lewat kemeja Sungmin yang terbuka dan meremas dada kiri Sungmin.

"Kyu, aku harus pergi" Sungmin mendorong dada Kyuhyun saat jari itu menjepit dan menarik nipplenya. Memutuskan tautan bibir mereka, menimbulkan raut kecewa di wajah Kyuhyun.

"Min, apa harus seminggu? Aku akan merindukanmu" Kyuhyun memeluk tubuh Sungmin, senyuman tipis terkembang di bibir M-nya.

"Aku akan segera pulang begitu pekerjaanku selesai. Aku harus segera pergi"

Sungmin melepas pelukan itu, mengecup bibir Kyuhyun sekali lalu meraih kopernya. Direndahkannya tubuhnya sejajar Kyuhyun yang masih duduk ditepi ranjang, "Segera berpakaian, jangan sampai sakit. Aku titip apartemenku, ok? Bye Honey, love you". Kecupan terakhir itu dilayangkan Sungmin di bibir tebal itu lagi.

Kyuhyun hanya menatap tubuh semampai itu pergi menjauh dan segera membaringkan diri di ranjang itu sesaat setelah mendengar pintu utama tertutup.

.

.

.

Setelah menempuh perjalanan lebih dari dua jam dalam pesawat, Sungmin didampingi Siwon, kakaknya yang juga bekerja sebagai manajer pribadi Sungmin menunggu jemputan dari klien yang akan menggunakan Sungmin sebagai modelnya. Dengan kacamata hitam yang menutupi mata foxynya, Sungmin terlihat sangat seksi dan mahal sekaligus walaupun pakaiannya bisa dikatakan cukup minim.

"Babymu itu, apa tidak mengeluh kau tinggal seminggu?" tanya Siwon sebelum meneguk lattenya.

"Wonnie! Tentu saja dia mengeluh, tapi mau bagaimana lagi. Ini sudah pekerjaanku"

"Panggil aku Oppa! Ck kalian ini, mengapa tidak menikah saja?" sindir Siwon

"Ah, itu dia! Zhoumi-gege!" panggil Siwon pada seorang namja jangkung dengan wajahnya yang sangat oriental.

"Ah~ Siwon!" Siwon dan namja bernama Zhoumi itu berpelukan sebentar, sepertinya mereka sudah mengenal satu sama lain.

"Kenalkan, Lee Sungmin" Siwon mengenalkan adiknya itu pada Zhoumi dengan bahasa mandarin, Sungmin berdiri, membungkuk lalu mengenalkan diri dengan bahasa inggris. Karena jujur, Sungmin sama sekali tidak bisa berbahasa mandarin seperti kakaknya.

"Ini dia, fotografermu selama satu minggu ini, Zhoumi. Dia lelaki yang sangat tampan bukan?" Sungmin hanya mendelik tajam pada kakaknya yang usil itu. Zhoumi tertawa, "Apa aku tidak tampan?". Sungmin terkejut, lelaki itu berbicara dengan bahasa Korea. "A-ah kau bisa berbahasa Korea? Bukan begitu, kau tampan, sungguh" Sungmin sedikit merasa tidak enak. Zhoumi tertawa cukup keras lalu mengacak rambut panjang Sungmin.

"Baiklah, kita langsung saja ke hotel. Besok pagi ada pemotretan di kolam renang hotel tersebut. Bersiaplah, istirahatlah dengan cukup"

Sungmin hanya mengangguk dan mengikuti kedua namja dengan tubuh tinggi di atas rata-rata tersebut.

.

.

.

'The Venetian Macau Hotel', hotel yang sangat mewah dengan total 3000 kamar ini benar-benar memukai Sungmin. Lorong hotelnya yang bernuansa gold ini terlihat sangat mahal. Sedikit ada rasa sesal ia tidak mengajak Kyuhyun ke sini, hotel ini sangat cocok untuk pasangan yang ingin berbulan madu.

"Sungmin, kau di kamar nomor 1307 dan aku di 1308. Kita bersebelahan, jadi jangan khawatir" Siwon menyerahkan kunci kamar Sungmin setelah mereka keluar dari lift. Zhoumi sudah undur diri sebelum mereka mencari kamar mereka. "Beristirahatlah dengan baik, hubungi aku jika butuh sesuatu" Siwon mengecup kepala Sungmin lalu masuk ke kamarnya.

Sungmin pun masuk setelah memasukan kartu yang berfungsi sebagai kunci itu, ruangan itu gelap sebelum Sungmin melangkah masuk. Namun cahaya lampu segara tertangkap oleh pupil matanya saat satu kakinya melangkah masuk. Semua di hotel ini sudah canggih, bahkan lampu pun sudah menggunakan sensor.

Penyesalan Sungmin untuk yang kedua kalinya terasa saat melihat kamarnya sendiri, kamarnya itu benar-benar cocok untuk berbulan madu. Kamar itu memiliki mini pantry, ruang makan terpisah dengan ruang santai yang cukup luas. Bednya sangat luas, dengan tirai berwarna emas di sekelilingnya. Seketika, ia merindukan Kyuhyunnya.

Ia pun membuka mantel serta kemeja dan celana panjangnya. Berniat untuk menggantinya dengan pakaian yang lebih santai, namun karena Macau saat ini cukup panas, Sungmin pun memutuskan untuk menggunakan underwear terlebih dahulu sambil menunggu suhu ruangannya turun setelah menyalakan ACnya.

.

.

.

Sungmin yang sedikit pusing dan lelah, mungkin karena efek jet lag pun hanya merebahkan dirinya di atas ranjang sambil mengganti channel-channel TV yang berada tepat di hadapan bednya. Cukup bosan, mengingat Kyuhyun tidak membalas pesannya yang sudah ia kirim sejak ia sampai di bandara tadi sore.

Tak berniat untuk makan malam, karena pekerjaannya sebagai model, ia diharuskan tidak mengonsumsi apa-apalagi selepas pukul enam sore. Ia terus saja memindahkan channelnya hingga terhenti di sebuah stasiun TV khusus film-film dewasa. Terlihat di layar televisi tersebut yang sedang bercumbu diatas sebuah sofa putih.

Pemain perempuannya adalah orang Eropa menurutnya, karena rambutnya yang berwarna pirang dan kulitnya yang memiliki bintik-bintik pigmentasi. Sama dengan sang pria, yang saat ini hanya menggunakan boxer ketat berwarna abu-abu. Terlihat ada yang bergerak di dalam sana, yaitu tangan sang wanita yang sedang memijat halus kejantanan sang namja.

"Kyunie.." Sungmin melenguh, ia benar-benar membutuhkan Kyuhyunnya sekarang. Dengan cepat ia meraih ponsel putih yang berada di meja nakas di samping ranjang. Ia melakukan panggilan untuk seseorang yang berada di Korea sana.

"Oooh.. Baby.. yeaahh~ su-suck it.."

Sungmin menggigit bibirnya, suara desahan pemain wanita di film tersebut membuat gairahnya semakin memuncak. Belum ada jawaban dari orang yang ia hubungi, ia pun mematikan teleponnya dan mengulanginya lagi.

"Kyu.. aku benar-benar membutuhkanmu"

Sungmin dengan terpaksa menunggu panggilannya terjawab. Miliknya sudah basah dan ia sudah tak sabar lagi. Ponsel yang ia genggam di tangan kanannya ia pindahkan ke tangan kirinya, sementara tangan kanannya dengan perlahan turun, memberi gesekan halus antara kulit telapak tangannya dengan perutnya yang indah. Nada sambung panggilan tersebut masih terdengar oleh Sungmin.

"Ssshh.. Kyu…"

Matanya memejam saat tangannya sudah masuk ke dalam g-string yang ia kenakan. Kedua kakinya ia buka lebar-lebar saat jarinya mulai menyusuri kewanitaannya sendiri. membayangkan bahwa itu adalah foreplay dari Kyuhyun.

"Kyuu~ Kyuhyuunn~ Ho..honey.." Sungmin memijat halus klitorisnya sendiri, memasukan jarinya sedikit ke lubang miliknya hingga basah lalu kembali menekan klitorisnya. Ponsel yang ia genggam terlepas begitu saja karena Kyuhyun tidak juga menjawab panggilannya. Desahan Sungmin dan kedua pemain film di televisi itu saling bersautan.

Tangan kirinya yang bebas ia letakan di atas dadanya sendiri, menarik branya kebawah hingga dadanya tersembul. Nipple Sungmin sudah cukup keras, dadanya ia busungkan saat tangannya sendiri meremas cukup keras benda kenyal tersebut.

"God..hhh.. baby.. don't s-stop.. hhhh" desah sang yeoja dari tayangan tersebut.

"Kyuhyun.. sshh.. really need you.."

Ponsel itu bergetar, tepat di samping kepala Sungmin. Sungmin membuka matanya, meraih ponsel tersebut dengan tangan kirinya dan melihat siapa yang meneleponnya.

"Honey! Honey.. p-please.." suara Sungmin sedikit bergetar.

"Wae chagiya?"

"Hhhh.. wa-want you~ now.."

"Are you playing now?"

"H-hm.. Kyuhyun.."

"Sayang, kau pasti sangat seksi sekali sekarang.."

"Hhh.. make me cum with your words, Kyunie~"

"Baby~ I wan-na cum.. Ooohhh"

"Blue movie? Naughty Ming, huh?"

"K-Kyu.. masuki aku, sayang~"

"Anggap itu milikku, aku akan melakukannya dengan sangat cepat dan dalam"

"Kyaah~ Kyuhyun!" Sungmin memasukan tiga jarinya sekaligus di lubangnya, mencoba menyamai ukuran Kyuhyun yang biasa menusuknya.

"Hhhh.. nipplemu chagi~ kau suka saat aku mengemutnya kan? Sedikit menggigitnya dengan hisapan yang keras?"

"N-ne.. sayang.. aahh! lakukan lagi!" Sungmin membayangkan Kyuhyun sedang mengerjai nipplenya saat ini.

"Minghh.. milikmu sangat sempit dan hangat, aku akan terus menghujamnya. Jangan pernah memintaku untuk berhenti"

"Aaahh.. aahhh.. aahh Kyuniee!" Sungmin memasukan jari-jarinya lebih dalam, mencoba menggapai sebuah titik yang biasa ditumbuk oleh kejantanan Kyuhyun.

"Like it? Found your spot?"

"Yeaah Kyunie~ aahh a-aku akan ke-keluar chagi"

"Kau sangat seksi, yeoja yang terseksi. Aku sangat menyukai lubangmu, membuatku menginginkannya lagi"

"Kyu.. Kyuniee.. aku.. Aaaahh!" Sungmin mendiamkan jari-jarinya dititik terdalam lubangnya sendiri. dapat ia rasakan kedutan dan hisapan halus dari lubang tersebut saat orgasmenya datang. Biasanya aka nada rasa hangat di sana sesaat setelah ia keluar, yaitu saat Kyuhyun yang akan menembakkan jutaan spermanya di sana. Ada satu momen yang hilang, tapi bermain solo cukup memberikan sedikit kepuasan baginya.

"Lelah chagi?" tanya seseorang di seberang sana

"N-ne.. aku seharusnya membawamu, Kyu. Aku benar-benar membutuhkanmu setiap waktu"

Kyuhyun tertawa kecil, "Siapa suruh tidak membawaku? Sekarang tidurlah, bekerja dengan baik. Love you"

"H-hm, nado. bye Honey!"

.

.

.

Wajah Sungmin mengernyit, matanya terpejam saat cahaya menyilaukan pandangannya. Ia mencoba bangun dan melihat sekitar. Ia pun sadar ia sekarang berada di Macau, televisi juga semalaman tidak ia matikan. Suhu udara sudah dingin, tubuh nyaris telanjangnya untung terselimuti dengan bed cover.

"Hhhh.. biasanya saat pagi begini, kami pasti melakukannya lagi. Bogoshippo, Kyuhyun ah.."

Dilihatnya jam sudah menunjukan pukul setengah tujuh pagi, ia pun bergegas mandi dan bersiap karena pemotretan pertamanya akan dimulai sebentar lagi. Setelah hampir dua puluh menit membersihkan diri, ia pun memakai pakaian santai, hanya skinny jeans dan t-shirt putih polos. Siwon sudah menunggunya di depan kamar dan mereka akhirnya bergegas turun ke kolam renang hotel tersebut.

Sungmin dan Siwon disambut oleh belasan orang yang merupakan kru di sana, Zhoumi yang memimpin photoshoot pun menyuruh Sungmin untuk segera mengganti bajunya. Didampingi seorang perempuan yang sepertinya orang Cina, Sungmin pun mempersiapkan dirinya sementara Siwon dan Zhoumi berbincang sebentar.

"Um, you look so sexy with it" puji wanita tersebut setelah Sungmin selesai mengganti bajunya dengan sebuah pakaian renang yang lebih cocok disebut bikini berwarna biru langit bergaris biru dongker, dengan potongan dada yang sangat rendah. Penghubung cup dada kanan dan dirinya adalah sebuah ring yang terbuat dari emas. Begitu juga dengan dibagian kanan dan kiri celana dalam tersebut.

Kaki Sungmin yang jenjang serta perut dan dadanya yang putih dan mulus benar-benar terekspos. Tingginya yang mencapai 173 cm membuat bikini itu terlihat sangat cocok dan pas untuk lekukan tubuh Sungmin. Kyuhyun benar-benar beruntung bisa mendapatkan wanita seperti Sungmin.

"Really? Xie xie" balas Sungmin sambil tersenyum dengan bahasa mandarin seadanya. Setelah itu Sungmin pun dimake up. Wajah cantiknya dipertegas dibagian mata foxynya dengan smokey eyes. Pipinya yang tirus diberi blush on pink muda, membuat tulang pipinya menjadi lebih menonjol. Rambut panjangnya dibuat curly dan dibiarkan terurai. Sungmin, terlihat sangat sempurna..

"Berhenti memandangiku seperti itu, Lee Siwon!" Sungmin terlihat kesal dengan kakaknya yang tak berkedip melihatnya. Jengah, karena menurutnya wajahnya itu sangat mesum. Siwon yang seharusnya sudah terbiasa dengan kostum minim Sungmin pun tak kalah terkejut."Panggil aku Oppa, Lee Sungmin!" Sungmin mengabaikannya dan mulai bersiap ke tempat pemotretannya.

Kolam renang itu berada di area outdoor, sangat besar dan panjang. Di sekelilingnya banyak pohon yang tidak terlalu tinggi, sinar matahari tidak terlalu terik. Benar-benar sangat cocok untuk pemotretan majalah Boys In City, majalah pria dewasa yang sangat diminati di Korea dan Jepang saat ini.

Dengan heels bertabur batu blue sapphire setinggi 9 cm, Sungmin terlihat sangat mencolok. Tak heran, kolam renang yang tidak terlalu ramai itu akhirnya dipenuhi oleh puluhan orang. Sungmin yang memang sudah terbiasa dengan pekerjaannya yang seperti ini bersikap dan berpose sesuai perintah Zhoumi, sang fotografer.

Sungmin sangat pintar dalam menunjukan ekspresi menggodanya, hanya dengan tatapan matanya, namja yang melihatnya harus menelan salivanya dengan susah payah. Selanjutnya, posisi duduk di kursi santai ditepi kolam renang dan di dalam kolam renang itu sendiri. Shoot terakhir adalah saat Sungmin yang sudah keluar dari kolam renang dengan tubuh basah. Bisa dibayangkan bagaimana tercetak dengan jelasnya tubuh Sungmin dalam kondisi basah.

Sekali lagi, orang-orang di sana hanya bisa menatap lapar pada Sungmin. Dan tak sedikit yang mempunyai rencana kotor padanya. Namun, ditengah-tengah penggambilan gambar di scene terakhir, Sungmin merasa kepalanya pusing. Ia jadi uring-uringan dan sering mengumpat, ia pun menjadi lebih kesal namun bergairah sekaligus saat melihat tatapan orang dihadapannya. Sesegera mungkin, ia harus menghubungi Kyuhyun.

.

.

.

"Apa yang sedang kau lakukan, Ming? Bagaimana pemotretannya tadi?"

"Hm? Berjalan dengan baik, aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksimu jika kau melihat proses pemotretanku tadi"

"Memangnya ada apa?"

"God, Honey! lokasinya outdoor. Bisa kau bayangkan bagaimana orang-orang tiba-tiba menjadi memenuhi lokasi photoshoot tadi dan menatapku dengan begitu lapar"

"Kau tidak menggoda mereka dengan sengaja kan? Dan, kau tidak bermain dengan salah satu diantara mereka kan?"

"Berhenti menuduhku seperti itu terus. Bisakah kau percaya padaku?"

"Hm, aku ada pekerjaan lagi. Akan kututup-

-Kyu! Jangan dulu.." suara Sungmin pun melemas. Kyuhyun sudah memutuskan panggilan telepon mereka sebelum ia selesai bicara. Lagi-lagi seperti ini, Kyuhyun memang sangat cemburuan dan itu membuat Sungmin bimbang. Sungmin membiarkan ponselnya terjatuh begitu saja ke atas kasur.

"Kyu, bisakah kau dengarkan aku hingga akhir?" tanya Sungmin pada dirinya sendiri.

Tok Tok Tok

"Sungmin, ini aku. Bisakah aku masuk?"

Sungmin pun beranjak dari ranjang dan membukakan pintu untuk Siwon. Dilihatnya Siwon datang dengan sebuah botol minuman berwarna kecokelatan di tangan kanannya. "Aku rasa kau butuh ini" Siwon masuk dan meletakannya di mini pantry kamar Sungmin. "Tidak ada wine?" Sungmin meraih botol itu dan membaca merk minuman tersebut.

"Hahaha wine? Rindu pada bocahmu itu, Min?"

Sungmin hanya mencoba sabar. Diambilnya dua gelas di sana beserta sewadah es batu sebagai teman minuman berakohol tersebut. Siwon sudah menunggunya di sofa dekat tempat tidur sambil mengecek jadwal Sungmin di hari esok.

"Kau kenapa tadi saat pemotretan? Apa ada yang mengganggumu?"

"Huh? Aku tidak tahu. Semuanya terjadi begitu saja"

"Apa karena namja bermarga Cho itu?"

Sungmin menuangkan minuman itu ke gelas miliknya lalu meneguknya hingga habis. Tenggorokannya terasa sangat panas saat caira itu dengan cepat turun ke lambungnya.

"Mungkin"

"Sudah dua hari ini aku hanya sendiri" tambah Sungmin

"Maksudmu? Seks?" Siwon meminta minuman itu juga pada Sungmin. Ia sepertinya akan menjadi teman minumnya malam ini.

"Hm, kepalaku pusing dan aku bergairah sekaligus"

"Ck kau terlalu sering melakukan itu dengannya, kurangi kalau bisa hindari. Jangan terlalu bergantung pada seks"

Sungmin hanya tersenyum pahit lalu mulai meminum minuman itu lagi. Merasakan efek dari whiskey tersebut, kepalanya pun perlahan mulai pusing. Namun ia merasa lebih baik seperti ini. Setengah botol habis ditenggak oleh Sungmin yang semakin meracau tak karuan.

"Hentikan dulu, berhenti minum!" Siwon merebut gelas Sungmin yang akan diisi kembali olehnya.

"Panas Wonnie~ hhh.. aku butuh Kyuhyun.." Sungmin meracau dan membuka kancing-kancing kemejanya sendiri. Ia mengibas-ngibaskan tangannya, mencoba memberikan angin untuk tubuhnya yang terasa sangat panas.

"Lee Sungmin! Sejak kapan kau menjadi seperti ini?" Siwon menggendong tubuh itu dan meletakannya di ranjang. "Aku ingin minum lagi~ berikan aku beberapa gelas lagi~" Sungmin mencoba bangkit dengan kondisinya yang sudah sangat mabuk. Siwon mendorong tubuh itu hingga terbaring lagi di ranjang.

"Tidurlah, jangan memikirkan banyak hal lagi" Sungmin hanya tersenyum mendengarnya, ia tidak bisa berpikir jernih lagi. Ia seperti melayang dan apapun yang berada disekitarnya menjadi sangat lucu baginya.

Sungmin menunjuk wajah Siwon dengan jari telunjuknya, sedikit mendorongnya di ujung hidung mancung sang kakak. "Kau! Lee Siwon, Oppaku! Berhentilah mendekatkanku dengan fotografer itu~" Sungmin tertawa keras setelah mengucapkan kata-kata itu. Siwon yang melihatnya hanya menarik napas panjang dan menunggu hingga adiknya itu tidur.

.

.

.

Sungmin menggeliat, kepalanya terasa sangat berat. Kilau cahaya matahari sangat mengganggu pandangannya. Tubuhnya terasa sangat hangat dan itu membuatnya kembali menyamankan diri untuk kembali tidur.

"Morning, Honey"

"Hmm.. Morning Kyu.."

Butuh beberapa detik bagi Sungmin menyadarinya, matanya terbuka sangat lebar begitu merasa ada hembusan nafas hangat ditengkuknya. Ia berbalik dan langsung memeluk tubuh yang daritadi memeluknya dari belakang dengan sangat erat.

"Kyu.. bogoshippo.."

"Na do, chagi. Itu kenapa aku datang. Kau bau, sangat bau alkohol. Kau mabuk?" Kyuhyun melepas pelukan Sungmin dan menatap wajahnya, menuntut jawaban.

"Siwon, dia kemarin membawakanku whiskey. Dia tahu aku membutuhkannya"

"Wae? Apa ada masalah?"

"H-hm.. kau yang menjadi sumber masalahku!"

Sungmin dengan cepat memutar posisi menjadi duduk di atas perut Kyuhyun. Sungmin hanya mengenakan celana dalam dan t-shirt longgar saja, sehingga pahanya terlihat dengan jelas. Kyuhyun mengelus kedua kaki Sungmin, dari bawah hingga paha putih itu. Sungmin hanya mendesis pelan saat Kyuhyun menggodanya seperti itu.

"Kau, membuat moodku rusak! Membuatku sakit kepala! Membuatku terus membayangi setiap sentuhanmu" Sungmin menyusuri wajah Kyuhyun dengan kuku berkuteks pink itu. Ia sengaja menggesekan miliknya dengan perut berabs tipis milik Kyuhyun, membuat kaos tipis yang ia kenakan ikut basah.

"Itu bukan salahku, chagi. Kita harus sama-sama bekerja, bukan?" tangan Kyuhyun sudah menelusup masuk dari bawah t-shirt Sungmin. Menggelitik dan mengelus perut rata itu hingga mencapai dada yang tak berlapis apapun lagi. Bibir dan lidah Kyuhyun sudah bergriliya di leher jenjang Sungmin. Sebisa mungkin tidak menimbulkan tanda sekecil apapun di sana.

"Aku tahu! Aahhh.. Kyu~ jangan menggodaku" Kyuhyun menjepit nipple Sungmin dengan jari-jarinya. Membuat Sungmin mengerang keenakan dan mendongakan kepalanya. Kyuhyun dengan seduktif membuka t-shrit itu, hingga Sungmin pun sudah topless sekarang. Nipplenya terlihat sudah memerah dan menegang.

Kyuhyun tanpa ragu mengangkat tubuh bagian atasnya lalu bersandar ke ujung ranjang. Sungmin meraih dada kanannya dan mendekatkannya pada mulut Kyuhyun, memintanya untuk memanjakannya. Kyuhyun pertama hanya menjiat nipple itu dengan ujung lidahnya, Sungmin merasa sangat geli dan nikmat sekaligus. Namun itu masih kurang, ia ingin miliknya dihisap dengan kuat dan diberi gigitan.

"Mmhhh.. Kyuuuh~.. masukan Honey.." Sungmin pun sudah menelusupkan tangannya ke boxer milik Kyuhyun. Memberi pijatan pada juniornya yang sudah cukup keras dan tegang. Kyuhyun pun sama, ia juga merindukan sentuhan Sungmin.

"Aahhh.. Ahhh.. Te-terushh.. chagi aku benar-benar merindukanmu.."

Sungmin bergerak di atas Kyuhyun, terus memberikan rangsangan pada kewanitaannya dengan menggesekannya ke perut Kyuhyun. Dadanya juga sedang dimanjakan Kyuhyun, nipplenya diemut dengan cukup keras dan diberi gigitan kecil. Persis seperti yang Sungmin inginkan.

Tangan Sungmin di bawah sana juga semakin cepat, urat-urat batang kejantanan Kyuhyun sangat terasa di genggamannya. Dielusnya lubang di kepala junior Kyuhyun dengan ibujarinya, sementara jari-jarinya yang lain masih bergerak mengocok batang junior tersebut. Tak tahan, Sungmin pun memundurkan tubuhnya, mensejajarkannya dengan milik Kyuhyun.

Di kesampingkannya celana dalam miliknya hingga lubangnya terbuka, ia perlahan menurunkan tubuhnya sementara tangannya masih mengarahkan junior Kyuhyun tanpa membuka boxer tersebut.

"Oohh~ Honeyy.. hhh.. aahhh"

Kyuhyun memejamkan matanya, menahan kenikmatan atas pijatan dan hisapan halus dari lubang Sungmin di kepala kejantanannya.

"Kyuhyun!"

Sungmin melepaskan genggamannya dan menurunkan tubuhnya sekaligus, membuat miliknya langsung terasa penuh dan g-spotnya tertumbuk sempurna. Milik Kyuhyun menghujamnya sangat dalam, membuat Sungmin mati-matian menahan teriakannya sendiri.

Sungmin menjadikan bahu Kyuhyun sebagai tumpuannya bergerak. Remasan tangannya menguat saat Sungmin menaikan tubuhnya lalu menurunkannya lagi, ia menjadi pengontrol pergerakan percintaan mereka.

"K-Kyuuhh~ Kyuhyuun.. Ho-honey bagaimana kau bisa ke-kesini?

"Hhh.. tidak sulit .. yang penting aku disini, chagiya"

Tubuh Sungmin bergetar saat genjotan itu semakin cepat. kedua tangan Kyuhyun meremas dada Sungmin yang ikut bergerak seiring dengan gerakan tubuh Sungmin di atas tubuhnya. Ia mainkan kedua nipple yang sudah menegang sempurna itu, membuat Sungmin merasa tersiksa.

"Aahh.. Ahh.. God.. Kyuhyuuun~"

"Nappeun yeoja!" Kyuhyun menampar butt Sungmin lalu meremasnya. Sedikit membantu gerakan naik-turun Sungmin agar miliknya terhujam dengan sempurna.

"Aaah! Sungmin… Lubangmu ketat sekali, sayang~"

"Huuhh.. hhh.. Kyuuh~ k-kau harus m-muaskanku! Datang sebanyak yang kau mau, chagi! Aaahh~ So hard~"

Kyuhyun ikut bergerak, membuat tubuh Sungmin semakin terlunjak-lunjak. Miliknya bergesekan sangat cepat dengan dinding kewanitaan Sungmin yang menjepitnya. Pertahanannya hampir runtuh, namun ia berusaha menahanannya karena Sungmin masih bertahan menggenjotnya.

"Chagi~ a-aku akan keluar.."

"Keluarkan saja, Kyunieeh~ biarkan spermamu memenuhi milikku~"

"Aahh Honey! More.. more.. ahhh.. there. Touch me more.." Sungmin menurunkan tubuhnya serendah mungkin, membuat titik sensitifnya terus tertumbuk. Gelombang orgasmenya akan datang, Sungmin hanya terus bergerak mencari puncaknya sendiri.

"Aahhh! Lee Sungmin!"

Beberapa detik Sungmin diam untuk menikmati semburan benih Kyuhyun di dalam sana, tak lama ia bergerak lagi, membuat beberapa tetes cairan Kyuhyun dan miliknya membasahi boxer yang dikenakan Kyhyun. Tusukan itu semakin cepat, dada dan leher Sungmin juga menjadi sasaran Kyuhyun.

"Cho Kyuhyuuuun! Aaaahh Honeeyy!~"

Kyuhyun memegang pinggang Sungmin, menekannya hingga miliknya masuk sempurna saat orgasme Sungmin datang. Miliknya terasa dihisap, tanpa sadar Kyuhyun pun ikut mendesah karenanya. Tubuh penuh peluh Sungmin jatuh lemas di atas tubuh Kyuhyun. Dikecupnya leher dan bahu Sungmin dengan sayang lalu dibawanya tubuh itu berbaring.

"Puas, chagi?"

Sungmin menggeleng di sela-sela tarikan napasnya yang tersengal-sengal. "Tidak pernah.. ada kata puas untukku tuan Cho.." Sungmin meremas pelan kejantanan Kyuhyun yang lemas. "Kita akan melakukannya terus dan terus lagi.." tambah Sungmin sebelum bibir Kyuhyun ia lumat dan ia hisap.

"Sungmin sudah hampir siang, sarapan dulu" terdengar ucapan Siwon dari luar kamar Sungmin. Sungmin melepas lumatannya dengan kesal, "Iya, Oppaku sayang! Tunggulah di bawah dan berhenti mengangguku!" Kyuhyun hanya tertawa mendengar Sungmin yang terlihat sangat kesal. Digendongnya tubuh itu menuju kamar mandi untuk bersiap.

"Kyu, kita akan melakukannya lagi di kamar mandi?"

"Lee Sungmin, kita hanya mandi. Kau sudah ditunggu!" Kyuhyun mencubit hidung mancung Sungmin dengan gemas dan suara gemericik airpun terdengar menutupi suara desahan-desahan kecil di sana.

.

.

.

"Tck apa kubilang, gaun malam yang kau maksud pasti seperti ini" Kyuhyun menatap Sungmin yang baru saja keluar dari kamar ganti. Kostumnya saat ini adalah sebuah gaun ketat berwarna biru dongker, berbahan spandex sehingga ketat dan mencetak sempurna tubuh Sungmin. Bagian punggungnya terbuka lebar hingga hampir mencapai butt, sementara lengannya hanya sebuah tali yang disimpul. Dan bagian dadanya terdapat lubang yang menampilkan belahan dada Sungmin.

Sungmin mengerenyitkan dahinya, "Iya-iya ini kan pekerjaanmu. Arraseo Min, arraseo~" Kyuhyun terlebih dahulu mencuri kata-kata yang akan Sungmin keluarkan sebagai jawaban itu. Saat ini mereka sudah berada di Rio Casino, tempat perjudian yang sangat besar di Macau. Saat malam hari, tempat itu semakin penuh hingga antrian sudah terbentuk dari pintu luar.

Kyuhyun menyelimuti tubuh Sungmin dengan jasnya karena tidak mau Sungmin terlihat oleh banyak orang dengan kondisi sepert itu. Padahal di dalam sana, kerumunan pun akan terbentuk dengan sendirinya jika Sungmin sudah melakukan photoshoot.

"Sungmin-ssi, nanti kau tidak sendirian. Ada salah satu model namja juga sebagai lawanmu nanti" Zhoumi angkat bicara saat Sungmin sudah sampai di tempat pengambilan gambar. "A-ah benarkah? Siapa orang itu?" Sungmin melirik kecil Kyuhyun, ada rasa takut Kyuhyun akan cemburu dan marah lagi.

"Dia seorang pemain violin terkenal, namanya Henry. Henry Lau"

"Dia seorang musisi?" Sungmin terlonjak senang, karena ia sangat menyukai seorang pria yang berprofesi sebagai musisi. Dan sangat kebetulan sekali saat ini ia akan dipasangkan oleh salah satu diantaranya.

"Ah iya, Zhoumi-ssi perkenalkan ia Cho Kyuhyun" Sungmin memperkenalkan namja yang daritadi berada disisinya itu. Zhoumi terlihat sedikit berpikir lalu tertawa kecil.

"Aku Zhoumi, fotografernya Sungmin selama pemotretan di sini" namja jangkung itu menawarkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Kyuhyun. "Kyuhyun, Cho Kyuhyun" Kyuhyun hanya menjabat tangan itu sebentar lalu melepaskannya lagi.

"Nah, itu dia. Dia sedang berjalan kemari. Sungmin bersiaplah! Semua kru, standby!"

Seorang stylish pun datang, mengecek kembali penampilan Sungmin dan sedikit memperbaikinya. Henry, lelaki berpipi chubby itupun berdiri di samping Sungmin menanti gilirannya untuk di cek ulang.

"Hey. I'm Henry, Henry Lau" Sungmin menyalami tangan Henry dan tersenyum ramah.

"I'm Sungmin, Lee Sungmin. Can you speak in Korean?"

Henry tertawa, "Ne, aku sempat bekerja juga di sana beberapa bulan. Jadi tidak terlalu lancar"

"Sungmin dan Henry segera bersiap!" teriak Zhoumi yang sudah standby di belakang kamera professional miliknya.

Tangan kanan Kyuhyun memegang pinggang Sungmin, menahannya untuk tidak berjalan dulu. "Kau milikku Lee Sungmin, ingat itu" bisik Kyuhyun di telinga Sungmin. Sungmin memegang balik tangan Kyuhyun, mengangguk perlahan lalu melepas kaitan tangan itu dipinggangnya.

Pengambilan gambar pertama kali adalah di mesin Russian Roulette. Sungmin berdiri sambil memperhatikan Henry yang sedang mencoba bermain di mesin judi itu. Kamera yang dipegang Zhoumi terus mengambil gambar seiring dengan pergerakan Sungmin tanpa jeda. Sungmin terus berjalan dan mendekat, lalu sedikit membungkukan badannya dengan menjadikan mesin itu penyangga tubuhnya.

Kyuhyun tak berkedip memandangi proses pemotretan tersebut. Di satu sisi ia merasa sangat kagum pada Sungmin yang terlihat sangat sempurna hingga mampu melakukan pemotretan seberani itu namun di sisi lain ia ingin Sungminnya berhenti dari pekerjaannya ini, ia tak rela jika harus membagi keindahan tubuh Sungmin dengan yang lain.

Selanjutnya lokasi berpindah ke sebuah ruangan khusus di kasino tersebut. Lokasi itu memiliki background lukisan-lukisan abstrak dengan hiasan berwarna keemasan. Ada puluhan lampu yang menyorot lokasi tersebut hingga tempat itu terlihat sangat elegan. Sungmin sudah berganti gaun menjadi gaun dengan tipe yang hampir sama namun kali ini berwarna hitam.

Tema kali ini mereka harus menjadi pasangan, karena gaun dan tuxedo yang dipakai Sungmin dan Henry adalah rancangan untuk couple. Adegan melingkarkan tangan dipinggang Sungmin, memeluk, menyembunyikan wajah di ceruk leher, hingga pose yang tampak seperti berciuman dilakoni Henry dengan sangat baik.

Sungmin juga terlihat sangat nyaman berpasangan dengan Henry. Ia merasa Henry seperti Kyuhyun karena sikapnya yang manja. Herny juga tidak menunjukan sikap yang canggung padahal mereka baru pertama kali bertemu. Sehingga semuanya berjalan dengan sangat lancar walaupun tatapan tak suka sudah Kyuhyun tunjukan dari awal pemotretan itu dimulai.

Setelah hampir tiga jam, akhirnya pengambilan gambar pun berakhir di tangga melingkar yang menhubungkan lantai satu dan lantai dua. Kostum Sungmin yang terakhir lebih elegan dan panjang, dengan penekanan di lekuk tubuh Sungmin di bagian pinggul, butt dan dada.

Semua kru dan model pun memutuskan untuk pergi minum bersama, merayakan kesuksesan pemotretan mereka dalam dua hari ini. Siwon berjalan di depan beriringan dengan Zhoumi sedangkan Sungmin berjalan diantara Kyuhyun dan Henry. Kyuhyun memeluk pinggang Sungmin dengan posesif, namun percakapan terjalin lama antara Sungmin dan Henry.

Di dalam bar itu, Sungmin dan Kyuhyun meminum wine yang sama. Wine yang terbuat dari anggur merah kesukaan Kyuhyun. Mereka melakukan cheering bersama-sama lalu menikmati minuman berwarna kemerahan itu. Sesekali Kyuhyun mengecup pelipis Sungmin sambil berbisik mesra, membuat tawa muncul membuat Sungmin terlihat semakin cantik.

"Hmm.. Sungmin-ssi dan Kyuhyun-ssi, kalian berpacaran?" tanya Henry yang mungkin bingung dengan hubungan mesra yang ditunjukan oleh mereka.

Sungmin dan Kyuhyun berpandangan lalu tersenyum kecil, "Tidak".

"Ti-tidak? Ah jadi kalian sudah menikah? Kalian suami-istri?"

"Bukan juga" Sungmin tertawa kecil bersama dengan Kyuhyun.


TO BE CONTINUED


Udah cukup panjang belum? Ini udah lebih dari 4000 words :D

Ah seneng banget sm respon readers, baru prolog udah ada lebih dari 100 reviews. Bener-bener makasih sama kalian :)

Bales review di chap depan ya^^

Pokonya makasih buat semua yang udah baca+review

Jujur ada rasa takut ff ini bakalan ngecewain dan ga serame the regret. Tapi ya karena aku kangen nulis dan kangen readers, inilah yang bisa aku buat^^

Semoga suka ya, sampe ketemu di chap depan^^