Drabbel DJ (Kaca mata)

DaeJae

By will

WARNING ! AREA BOYXBOY. DON'T LIKE DON'T READ. BL


Sorry for Typo ^^


Hahhh

"sekarang kenapa lagi?" himchan bersuara datar mendengar helaan nafas menyedihkan adiknya –jung daehyun.

"hyung.. "

"hmm"

"apa aku terlihat bodoh?" daehyun adik himchan yang menginjak usia tujuh tahun bertanya lesu.

"kau baru menyadari nya?"

"menyadari apa? aku selalu merasa pintar kok" kalimat penuh percaya diri daehyun membuat himchan tersedak liurnya sendiri. Ia berbalik memandang sang adik yang duduk anteng dimeja pantry

"lalu kenapa kau bertanya seperti tadi?"

"youngjae bilang 'kau terlihat bodoh. Jawaban mu tidak ada keren nya sama sekali!"

"ternyata youngjae lebih peka dari ku"

"apa maksudnya itu?" daehyun mendengus sebal

"hyung tau cara agar aku terlihat pintar?" lanjut daehyun,

"coba pakai kaca mata saja, di kelas hyung banyak siswa dan sisiwi pintar itu rata-rata memakai kacamata" himchan bertanya tanpa menoleh, sibuk dengan masakannya. Merasa tidak ada tanggapan himchan melirik melalui ekor matanya, dan yang ia dapati hanyalah kekosongan.

"bocah sialan itu pergi begitu saja!" gerutu himchan seraya memasukan daging cincang kedalam air yang mendidih.

Dilain tempat, daehyun tengah berlari menuju bangunan diseberang rumahnya. Ia masuk tanpa permisi kedalam rumah sederhana tersebut.

"youngjae—ssi !" ia berteriak lantang saat memasuki pintu utama

"dia ada di kamar dae—ppfft!"

"ah kalau begitu aku kesana dulu hyung!" sergah daehyun mengabaikan tawa tertahan yongguk, kakak sulung youngjae.

Tangan kecil daehyun memutar kenop perak kamar bocah terkasihnya.

"youngja—ssi !lihat-lihat! Apa asekarang aku sudah terlihat pintar?!" sembur daehyun begitu memasuki kamar youngjae. Ia tak memperdulikan nafasnya yang terengah.

Youngjae tengah tengkurap, terlihat sibuk membaca buku. Ia mendongak, menatap sumber keributan. Mata bulatnya membola lucu, tak lama tawanya pecah begitu keras. Bahkan ia memukul guling disebelahnya. Kebiasan youngjae kala tawanya tak terkendali.

Daehyun ikut terkekeh senang. Ia selalu suka saat youngjae tertawa cantik seperti ini. Jantung nyaikut berdetak bahagia.

"bagaimana menurut mu? Apa aku sudah terlihat pintar?" Tanya daehyun seraya memperbaiki posisi kacamata sang kakek yang turun dari tulang hidung mungilnya.

Bocah manis diatas kasur masih tertawa lepas hingga sudut matanya mengeluarkan air mata.

"ya tuhan perut youngjae sakit sek—pfft hahahah" mendengar kata-kata youngjae disela tawa tersebut membuat daehyun mendekat panik

"youngjae sakit? Mana? sebelah mana? " daehyun duduk diatas ranjang mungil youngjae

Hahaha

"tidak-tidak! Youngjae tidak apa-apa" ucap youngjae setelah berhasil mengendalikan tawa.

Daehyun menghela nafas lega "syukurlah" ia bergumam pelan

"nah, jadi bagaimana? Aku sudah terlihat pintar kan dengan kaca mata ini?" senyum daehyun merekah. Tangan kecil youngjae mengambil kacamata tua tersebut.

Kacamata bercorak macan tutul dengan lensa sebesar kacamata kuda kini berada ditangan youngjae. Benda keramat mendiang kakek daehyun.

"yaa kenapa dilepas? Aku jadi tidak terlihat pintar lagi" protes daehyun

"aku lebih suka daehyun yang seperti ini" senyum manis dari youngjae mengurungkan niat merajuk daehyun.

"benarkah? Tapi aku jadi tidak terlihat pintar lagi"

"kenapa daehyun ingin terlihat pintar?"

"karena youngjae bilang aku terlihat bodoh dan itu tidak keren" ucap daehyun sedih.

Youngjae dibuat tak enak hati, ia cukup ingat dirinya lah yang mangatakan hal tersebut.

"mendekat" titah youngjae,

"daehyun keren kok. Maaf sudah membuat daehyun sedih, aku tadi hanya malu" gumam youngjae seraya memeluk tubuh berisi 'sahabatnya'

Fuahhhh!

"syukurlah.. aku sangat takut youngjae jadi tidak menyukai daehyun karena terlihat bodoh" daehyun tersenyum lega

"tapi kata himchan hyung, orang pintar itu rata-rata memakai kaca mata"

"dengar, memakai kacamata itu tidak berarti dia pintar. Kepintaran seseorang tidak dinilai dari kacamata. Daehyun mengerti?" hazel indah youngjae menatap iris elang daehyun.

Lagak bicara youngjae mirip seperti ibu daehyun saat mengomelinya karena merusak bunga ditaman kota.

"uhm! Daehyun mengerti pak!" daehyun melakukan gesture hormat. Youngjae tertawa pelan

"youngjae belum tidur siangkan? Ayo kita tidur, kemari.." daehyun sudah telentang diatas ranjang mungil youngjae, ia menepuk lengan kirinya yang biasa youngjae gunakan untuk bantalan.

Si bocah manis menurut tanpa banyak Tanya, merangsek masuk kedalam pelukan daehyun.

"selamat tidur, daehyun sayang youngjae" lirih daehyun, tangan kecilnya mengusap sayang surai lembut youngjae.

"itu harus!" gumam youngjae, ia menyamankan posisi tidurnya dalam pelukan daehyun.

Kenapa mereka bisa semanis ini! Ratapan itu berasal dari pria pemilik gummy smile yang sedari tadi mengintip kegiatan adiknya beserta anak tetangga didepan rumah kediamn keluar Yoo


**END**


bisa dibilang lanjutan kemaren sih wkwk. tapi ini bukan cerita beruntung kok. jadi ada kemungkinan chapter depan udah beda cerita. tergantung ide yg mampir aja. btw makasih yang udah R&R ^^ '3'

see you ^^