The First Chapter 2
Meet You again
Cast : Baekhyun X Chanyeol
Chanyeol masih memandangi intens namja yang sangat mirip dengan kekasihnya itu. Mungkin yang membedakan hanya marga dan juga karakter namja mungil itu sekarang.
Yang ada di hadapan nya sekarang seorang namja manis mungil yang begitu staylist dengan penampilannya, rambut yang tergerai indah menutupi mata bulan sabitnya dan jangan lupakan picingan mata itu yang menatap nya curiga dan tentu saja namja dihadapa nya ini bisa mendengar berbeda dengan kekasihnya.
Baekhyun namja yang di tatapi itu menjadi risih seketika.
" eum Maaf Tuan apakah kita tidak akan membahas pekerjaan ." pasalnya baekhyun kesal sedari tadi mereka hanya duduk diam tidak melakukan apa pun.
" Chanyeol. " ungkapnya dengan penekanan terkesan datar dan dingin. Tentu saja walau pun wajah mereka mirip dia tidak akan semudah itu melupakan kekasihnya dan jatuh cinta lagi.
Baekhyun mengangguk kan kepala tanda mengerti tapi dalam hati dia memaki namja tinggi ini.
' apa-apaan dia ini tadi memeluk ku dengan erat tapi lihat wajahnya sekarang dingin dan datar .'
Baekhyun mengabaikan bagaimana sekarang jantungnya semakin lama semakin berdetak keras ketika mendengar nama namja itu. Terasa seperti dia sudah mengenal nama itu sejak lama.
Mereka memulai kembali rencana untuk bekerja sama dengan menggabungkan kedua perusahaan besar mereka. Baekhyun mulai menjelaskan apa saja detail-detail yang harus mereka lakukan untuk membuat perusahaan gabungan itu berkembang. Mengabaikan bagaimana chanyeol masih menatapnya dengan teliti dari ujung kepala ke ujung kaki. Setelah semua kesepakatan di setujui dan ditanda tangani baekhyun undur diri dari hadapan chanyeol.
Ini adalah hari pertama bagi namja itu untuk bekerja mulai sekarang dia akan bekerja satu kantor dengan namja tinggi bernama chanyeol.
" Selamat pagi tuan. " luhan menyapa baekhyun dengan ramah. dia masih terlihat malu-malu dihadapan namja mungil itu.
Baekhyun hanya tersenyum manis " panggil aku baekhyun. " ujarnya sambil mencium dengan lembut tangan luhan. mendapat perlakuan demikian luhan tersentak kaget menutupi semburat merah di pipinya.
" Ekhm. " sebuah suara bass mengintrupsi kegiatan mereka. Kedua pasang adam dan hawa ini menoleh dan kaget.
" selamat pagi Tuan Chanyeol. " jawab luhan gugup di tatapi dengan pelototan seperti itu. baru kali ini Chanyeol berbuat seperti itu kepada karyawannya.
Chanyeol meninggalkan mereka berdua dan berlalu dengan banyak umpatan di hatinya.
' dia memang bukan baekhyun , baekhyun ku tidak segenit itu. apa - apaan dengan ciuman tangan. '
Entah kenapa chanyeol sangat kesal melihat baekhyun mencium tangan luhan. Dia yakin dia hanya marah karena wajah mereka begitu mirip, chanyeol berfikir bahwa itu adalah baekhyun kekasihnya.
Hari ini jongin memutuskan untuk mengunjungi hyungnya di YC corp. Dia ingin memberikan semangat untuk baekhyun karena ini adalah kali pertama nya dia bekerja. Jongin dengan semangat memasuki gedung kantoran itu menenteng makan siang yang sudah dia buatkan.
" hyung. " teriak jongin mengabaikan bagaimana banyak orang berbisik-bisik.
Baekhyun yang baru saja menginjak kan kakinya keluar dari lift menepuk dahinya dengan keras. Bahkan dia lupa bahwa sekarang dia bersama dengan CEO park. adiknya ini benar-benar seperti orang hutan.
Chanyeol menatap curiga namja hitam yang memanggil baekhyun. siapa lelaki itu, begitulah sedikit pertanyaan dalam hatinya.
Jongin berlari kecil menghampiri hyungnya , tersenyum dengan amat manisnya.
" Bisakah kau tidak berteriak, kita bukan dihutan. " baekhyun memelototi jongin Sang adik hanya tertawa canggung mengusap tengkuknya.
" siapa dia. " chanyeol menyela kedua orang ini tiba maaf dia hanya penasaran.
Baekhyun tersenyum tipis " dia kim jongin adik bungsu ku."
Chanyeol mengangguk mengerti dan entah kenapa merasa lega. " Bukan kah kita akan makan siang tuan kim ." namja tinggi itu hanya ingin mengingatkan kembali tujuan mereka.
Jongin tiba-tiba memberengut kesal dengan namja tinggi menjulang di sebelah hyungnya.
" hyung aku sudah membawakan mu makan siang, ayo makan bersama. " jongin menampilkan aygonya sembari menarik pergelangan tangan baekhyun.
Tak mau kalah entah kenapa chanyeol juga menarik pergelangan tangan baekhyun yang lain.
" sudah waktunya makan siang. " matanya menyipit menatap horor namja di samping baekhyun.
Dan terjadilah aksi tarik menarik antara jongin dan chanyeol. Baekhyun menjadi pusing dia seperti di hadapkan untuk memilih bayi besar atau bayi kecil walaupun sebenarnya keduanya sudah sama - sama besar. Baekhyun melepaskan tangannya paksa dari kedua orang ini sambil berkacak pinggang.
" kita makan bersama. " Putusnya final dan melenggang pergi begitu saja diikuti dua orang curut yang masih adu tatapan siapa yg paling horor.
Dan disini lah keempatnya berada, pantas saja aura keiblisan tiba-tiba menyeruak di tengah mereka. Ternyata baekhyun menambah satu lagi manusia yang membuat chanyeol ingin gantung diri.
' luhan, nama mu sudah ku black list. '
Chanyeol bersumpah dalam hatinya, entah dia sadar atau tidak makin lama hati nya yang beku mulai cair semenjak kehadiran baekhyun yg baru. Walaupun dia sempat mengelak bahwa dia tidak akan semudah itu untuk jatuh cinta lagi. walaupun dengan wajah mereka yang sama.
Makan siang kali ini terasa sangat mencekam, tidak ada percakapan. Jongin yang biasanya sangat ribut kini diam seribu bahasa, dia merasa harus waspada dengan chanyeol dan juga luhan. Bisa -bisa kehadiran mereka berdua bisa mengalihkan lebih perhatian baekhyun. Sudah cukup 5 thn dia di tinggalkan hyungnya.
Rasanya hari ini sangat melelahkan bagi chanyeol dia menghempaskan dirinya ke sopa di apartemennya. Ditambah lagi dia harus satu kantor dengan baekhyun dia tidak bisa memfokuskan fikirannya dengan benar. Bayangan senyuman baekhyun yang tadi siang dia lihat seketika menghangatkan hatinya. Rasanya sudah lama tidak melihat senyuman semanis itu. Tapi chanyeol menggelengkan kepalanya dia tidak boleh terjatuh begitu saja. Pasti itu karena wajah mereka yang mirip.
Ditempat lain jongin justrus berkomat-kamit dengan semangat.
" hyung kau tidak boleh dekat dengan Chanyeol atau pun luhan. " jongin menasehati hyungnya dengan alasan yang tidak masuk akal.
Tentu saja baekhyun sudah hapal tabiat adiknya itu bukannya marah dia hanya mengusak rambut jongin gemas.
" tenang saja aku tidak akan mengabaikan mu lagi. " baekhyun pergi ke kamar meninggalkan adiknya yang mencibir kesal.
Namja mungil itu menenangkan pikirannya dengan berendam dalam bathup, memegangi jantungnya yang sudah berdetak dengan normal. Apa yang terjadi rasanya jantung ini akan meledak setiap kali baekhyun bertemu dengan namja tinggi itu. Perasaan ini seperti terbagi dua antara jantungnya yang berdebar kencang dengan hatinya yang tiba-tiba menyukai setiap kali dia bertemu dengan namja tinggi itu. Seperti ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan didi perutnya.
Baekhyun mengahalau pikirannya sendiri, bergegas untuk mandi supaya dia tidak kedinginan. Setelah itu memakai bathruffnya dan membaringkan diri di ranjang king size untuk segera mendapatkan mimpi yg indah.
Keesokan paginya Baekhyun sudah mendapati Appa dan adiknya berkumpul di meja makan.
" bagaimana dengan perkembangan kerjasama kita dan YC corp nak." appanya bertanya kepada baekhyun anak sulungnya.
" berjalan dengan lancar appa, appa tenang saja aku bisa menghandlenya. " ujarnya seraya terseyum manis.
Baekhyun berbaik hati kali ini menghantarkan adik kecilnya ke kampus MS University. Setidaknya sekali-kali dia juga harus tahu bagaimana adiknya belajar bukan.
" Belajarlah dengan rajin. " baekhyun berpesan kepada jongin. Jongin mengangguk antusias.
Saat netra mata seseorang menatap baekhyun dengan linangan air mata. Entah mengapa rasa nya sangat sakit melihat air mata itu keluar. Tapi baekhyun mengabaikannya pergi berlalu begitu saja.
Author POv
Kyungsoo berjalan ceria ke kampusnya, saat kakinya tiba-tiba kaku melihat seseorang yang mirip dengan hyungnya. Kyungsoo tidak dapat menahan bagaimana air matanya kini sudah jatuh.
" hyung. " kyungsoo berlari kencang sembari memanggil nama hyungnya. Dia berharap bayangan itu nyata berharap bahwa seseorang yang berada di dalam mobil sana adalah hyungnya. walaupun kenyataan nya itu tidak mungkin, bahwa kenyataan hyungnya sudah meninggal. tapi kyungsoo tetap mengejar mobil itu.
" akh. " kyungsoo memegangi lutunya yang berdarah karena tersandung kakinya sendiri. Kyungsoo menangis senggugukan.
" hiks, hiks hyung bogoshiposo. " ujarnya lirih mengabaikan sebuah tangan yang ingin membantunya berdiri.
" Dia bukan baekhyun kita. " Suara berat itu membuat kyungsoo mendongak.
Tadinya chanyeol berniat untuk mengunjungi kyungsoo ke kampusnya. Sudah lama dia tidak memperhatikan belajar kyungsoo. Setidaknya chanyeol harus menjadi kakak yg baik bagi namja kecil itu menggantikan baekhyun.
Tentu saja dia melihat bagaimana kyungsoo berlari mengejar namja mungil yg mirip dengan hyungnya.
Chanyeol mengendong kyungsoo ala bridal stylenya. Membawa kyungsoo ke dalam mobil untuk mengobati lukanya.
" tapi wajah mereka mirip hyung. " kyungsoo meminta penjelasaan.
Chanyeol mengangguk membenarkan itu, seraya mengobati lutut kyungsoo.
" namanya kim baekhyun , dia adalah rekan kerja ku wajah dan nama mereka memang sama tapi percayalah dia bukan baekhyun kita. " chanyeol menjelaskan bagaimana keadaannya.
" tapi bagaimana bisa itu terjadi. " kyungsoo masih sulit mempercayainya bagaimana ada dua orang yang sangat mirip padahal tidak memiliki hubungan darah. Setahu kyungsoo mereka hanya 2 bersaudara.
Chanyeol mengerti bahwa kyungsoo tidak mempercayai itu sama seperti dirinya.
" kau bahkan melihat baekhyun di kremasikan. "
ujar namja tampan itu meyakinkan kyungsoo.
Kyungsoo tersadar dengan ucapan chanyeol, benar dia bahkan melihat dengan matanya sendiri baekhyun hyung di kremasi.
