Disclaimer – Masashi Kishimoto
Rated – T
Warning – Typo everywhere -hehe-
It Happen Suddenly
(The Story Begin)
Di Sabtu siang ini suara gaduh terdengar dari arah kamar mandi sebuah apartemen yang terlihat bersih dan rapih. Seorang gadis yang berada di dalamnya terlihat terburu-buru membasuh mukanya dan dengan cepat menggosok giginya. Hal tadi di lakukan oleh Hyuugaa Hinata. Ya, gadis yang terlihat terburu-buru dan panik itu bernama Hyuuga Hinata. Melihat jam di ponselnya sudah menunjukkan pukul 13.35 Seharusnya saat ini Hinata sudah dalam perjalan ke kedai Es Krim favoritnya karena sebentar lagi dia harus menemui Uzumaki Naruto seperti yang telah di janjikannya tadi malam kepada pria itu. Hinata sudah mengiyakan untuk bertemu dengan Naruto hari ini pukul dua siang, namun apa daya tadi malam Hinata sulit tidur karena memikirkan mengenai Naruto, dia berpikir bagaimana mungkin hal-hal seperti ini terjadi pada Hinata. Karena masih tak mau memejamkan matanya Hinata memutuskan untuk mengerjakan tugas akhir kuliahnya. Dan tanpa sadar pagi sudah menjumpainya. Pukul 7 pagi Hinata memutuskan untuk tidur beberapa jam sebelum bersiap-siap untuk bertemu Naruto. Namun pada kenyataannya gadis itu tertidur cukup lama dan baru bangun ketika ada panggilan masuk di ponselnya. Kakak laki-lakinya yang tinggal terpisah denganya menghubunginya dan meminta Hinata untuk pulang ke rumah. Setelah panggilaan tadi berakhir Hinata baru menyadari berapa banyak waktu yang ia habiskan untuk tidur. Dan sekarang dengan penampilan kasualnya serta taburan bedak tipis dan polesan lipbalm dia siap untuk pergi menemui Uzumaki Naruto.
"yosh!" dengan gugup gadis itu pergi menemui Uzumaki Naruto tanpa rencana. 'yah, kita lihat saja nanti' pikirnya.
Menggunakan taksi menuju kedai es krim ternyata memakan waktu lebih cepat. Dia hanya butuh 30 menit, biasanya Hinata lebih sering menggunakan kereta dibanding menggunakan taksi. Saat sampai di tempat tujuannya Hinata melihat sosok yang beberapa hari lalu menghampirinya. Penampilannya saat ini terlihat keren di mata Hinata, walau pria itu hanya menggunakan Kaos pendek dan celana Jeans serta kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya, pria itu terlihat tampan apalagi rambut kuning cepaknya, oh seketika Hinata dibuat bedebar-debar sekaligus lagi-lagi berpikir bagaimana mungkin pria seperti itu meminta Hinata untuk berpacaran dengaannya.
Dengan ragu-ragu Hinata membuka pintu kedai dan berjalan menghampiri Uzumaki Naruto.
"ehhm" berdehem kecil Hinata memberi salam "Ohayou?"
Naruto pun dengan cepat tersadar akan kehadiran Gadis di depannya. Dengan cengiran lebarnya dia menjawab sapaan Hinata
"Ah, Ohayou Hinata-chan! Maaf tidak langsung menyadari kehadiranmu. Duduklah"
"Gomen ne Uzumaki-san karena terlambat" setelah membungkuk minta maaf Hinata segera menduduki kursi yang ada di depan pria blonde ini.
Menurunkan kaca mata hitam yang dipakainya, Naruto tersenyum lebar dan mengatakan tak apa "Hanya lewat beberapa menit, tak masalah. Lagi pula aku juga juga belum lama sampai. Jadi kau mau pesan apa?"
"co-coklat. Ehm coklat ice cream" jawab Hinata Gugup karena terlalu terpaku oleh senyum cerah pria di hadaapannya ini.
"jadi Hinata-chan suka rasa Coklat?"
"eh? Eto iya ehm tapi suka rasa yang lain juga, hari ini hanya ingin mencoba rasa coklat."
"ah. Kalau aku lebih suka rasa Mocca. Apa di sini juga ada ice cream moca?"
Hinata terlihat berpikir dan sebentar kemudian menganggukan kepalanya. "temanku sering memesan ice cream mocca juga."
"Teman? Laki-laki?" pria itu memicingkan matanya penuh tanya.
Melihat ekspresi Naruto, dengab cepat Hinata merespon "teman! Teman sejak Senior High School"
"hm? Laki-laki?"
Hinata mengangguk dan dengan cepat membalas "tapi hanya teman."
Hening beberapa saat dan kemudian Hinata mendengar suara kekehan dan menatap pria yang sedang menahan tawanya. 'apa dia sedang menggodaku' pikirnya 'walau begitu dia tetap tampan' oh Hinata apa kau sudah menyukai pria ini?.
"kau tidak perlu gugup seperti itu Hinata. Aku percaya" ekspresi pria itu melembut dan menghadirkan senyum simpulnya.
Tanpa disadari melihat senyum Naruto membuat Wajah Hinata terasa menghangat.
Setelah mengatakan itu Naruto memanggil pelayan dan memesan pesanannya.
"kau pasti terkejut kan?" Naruto memulai percakapan.
"ha?"
"saat aku tiba-tiba memintamu menjadi pacarku." Melirik gadis yang ada di hadapannya "gomen ne"
Mata mereka bertemu pandang. Tersirat tanda tanya besar di dalam mata perak Hinata ketika menatap pria itu.
"jadi, sebebarnya apa yang terjadi Uzumaki-san?"
"panggil Naruto saja. Jadi aku tertarik padamu makannya aku memintamu."
"hanya itu?"
Naruto terlihat ragu, namun sebelum menjawab petanyaan Hinata. Terdengar getaran ponsel dari sling bag yang dikenakan gadis itu
Drrrtt drrrtt...
Hinata menatap Naruto kemudian mengambil ponsel di dalam tasnya.
"aku akan menjawab ini dulu" menunjukkan pinselnya yg bergetar. Naruto mengangguk mengiyakan
"moshi-moshi"
'ne Hinata, kau di mana?' tanya seseorang di ponsel Hinata
Ragu Hinata membalas "Su-Sunday Ice Cream"
'baiklah tunggu di sana, aku akan langsung menuju tempatmu'
"Eeh?" Hinata terlihat kaget "eto.." tuut tuuut... sebelum Hinata melanjutkan kalimatnya panggilan diputus seketika oleh lawan bicaranya. Setelah panggilan diputus Hinata menatap Naruto dengan ekspresi bingung.
Namun tak lama kemudian Seorang pelayan datang dan memberikan pesanan mereka "permisi, ini pesanannya. Silahkan dinikmati.".
"arigato" balas keduanya.
Setelah pelayan itu pergi Naruto bertanya kepada Hinata
"apa panggilan penting?"
Hanya gelengan kepala balasan dari Hinata.
Hening beberapa saat dan Hinata memutuskan untuk membuka suaranya.
"Naruto-san"
"ya?"
"kau tidak menyukai ku kan?" dengan serius Hinata melanjutkan "eh, Maksudku.."
"aku menyukaimu"
Hinata terjekejut mendengar ucapan Naruto.
"kau sepertinya gadis yang baik. Dan kurasa kau bisa membantuku"
"apa maksudmu? Kau menyukaiku?"
"ya, kau gadis yang baik dan tidak berisik hanya sedikit ceroboh. aku sudah beberapa kali melihatmu" Hinata terkejut "Dan kau banyak membantu orang. Seperti yang kukatakan tadi kurasa kau bisa membantuku."
Keterkejutan Hinata berubah menjadi tanda tanya. Kepalanya mulai menangkap maksud pria di depannya ini "jadi?" tanyanya menuntut.
Melihat perubahan raut Hinata, Naruto dengan ragu melanjutkan
"Aku meminta bantuanmu untuk menjadi pacarku"
Ah. Hinata paham sekarang 'pura-pura seperti di dorama-dorama huh?' Hinata kira hal seperti ini hanya ada di dalam televisi. Tapi bagaimana bisa dia mengalaminya.
Gadis berambut indigo ini menatap Naruto tajam dan dengan sinis bertanya "pura-pura?" dan Hinata melihat keterkejutan di wajah pria tampan di hadapannya.
"bukan pura-pura. Yah kita akan menjalin hubungan seperti pasangan lainnya hanya tanpa perasaan Cinta?"
"Untuk?"
"ya?"
"untuk apa aku menjalani hubungan seperti itu?"
Menghela nafas panjang naruto dengan hati-hati menjawab pertaanyaan Hinata
"aku belum pernah terlibat hubungan asmara dengan siapapun, jadi aku ingin mencobanya." Jeda sebelum Naruto melanjutkan "ada beberapa hal lainnya dan setelah beberapa kali melihatmu. Aku ingin mencobanya denganmu"
Hinata hendak membuka suara, namu pria ini masih melanjutkan kalimatnya "lalu aku ingin menunjukannya pada seseorang."
Mereka terdiam cukup lama.
Hinata tidak bisa memikirkan apa-apa.
"jadi bagaimana?" tanya Naruto kemudian.
Hinata menatap pria bemanik saphire itu.
"Baiklah."
Naruto seperti terkejut mendengar jawaban Hinata.
"kau berpikir aku orang yang baik kan? Jadi aku akan membantumu. Tapi aku bukanlah orang yang benar-benar baik"
"maksudmu?"
"aku akan mendapatkan keuntungan dari hubungan ini."
Mendengar pengakuan Hinata Naruto sedikit berpikir namun kemudian menanyakan keinginan Hinata "baiklah. Apa yang kau inginkan?"
"Jangan buat aku jatuh cinta padamu! Dengan begitu aku akan meminta apapun yang ku inginkan."
Jawaban Hinata membuat Naruto bingung "apa maksudmu"
"Jangan buat aku jatuh cinta padamu!" gadis itu mengucaokannya dengan tegas "itu permintaan pertamaku"
Drrtt drrrttt...
Ponsel Hinata kembali bergetar ada sebuah pesan masuk
'aku sudah ada di parkiran'
Mengetikan jawaban pesan tersebut 'Tunggu. Aku sudah selesai. Aku akan ke sana' setelah membalas pesan itu Hinata berdiri dari kursinya
Memberikan senyum terpaksa kepada Naruto, Hinata mengeluarkan suaranya.
"Naruto-kun. Aku terima pernyataanmu. Kita pacaran! Tapi janga pernah lupa tentang permintaan pertamaku tadi"
Naruto memandang Hinata lekat, gadis itu lanjut berbicara "Aku ada urusan mendadak. Jadi sampai jumpa lagi Naruto-kun" setelah nengucapkan kalimat terakhirnya disertai senyum pendek Hinata pergi menuju pintu keluar kedai ice cream ini.
Menatap punggung Hinata yang semakin menjauh Naruto kembali menghela nafas. Entah apa yang dipikirkan pria berambut kuning ini. Namu kemudian dia bersuara
"Baiklah, sampai jumpa lagi Hinata-chan" disertai senyum simpul.
Makasih yang sudah read, review, fav dan follow.
Maaf chapternya pendek. Semoga semakin banyak review semakin panjanaaang nulisnyaa hehee..
Semoga pada suka. Dan mohon review pendapat masukan atau pun ide untuk fic ini. Supaya lebih semangat jugaa buat nulisnya hehe.
Akan seperti apa hubungan mereka. ●-●
