Uzushiuogakure adalah sebuah desa yang menutup dirinya dari desa desa lain di dunia Shinobi. Mereka hanya membuka ikatan dengan desa kerabat mereka, yakni Konohagakure. Namun hal tersebut berubah ketika seorang Uzukage (pemimpin desa Uzu) muda naik menjabat menjadi yang keempat. Anak muda yang beru berusia 24 tahun tersebut adalah seorang prodigy Uzumaki yang terkenal dengan penguasaan sepuluh Sumi-kyō dan keahlian Fuinjutsu yang hebat. Yondaime Uzukage muda yang memiliki kharisma tinggi, tenang, ramah, baik terhadap semua orang serta dikenal sangat pandai dalam bertarung itu bernama Uzumaki Naruto.
Naiknya Uzumaki Naruto sebagai Yondaime Uzukage membuat Uzushiogakure membuka hubungan dan kerja samanya dengan desa desa lainnya, termasuk sebuah Negara Iblis yang dipimpin seorang Ratu bersifat dingin dan memiliki kemampuan menyegel setan serta memprediksikan kematian seseorang. Naruto yang mengunjungi Negara tersebut pertama kali langsung jatuh hati begitu bertemu dengan sang Ratu dalam sebuah jamuan yang mewah. Pertemuan dua hati yang suci pun terjadi, dengan hidupnya gerbang Saiken yang berada di wilayah barat Uzushiogakure, sang Uzukage pun datang melamar Ratu dari Negara Iblis, dan lamaran tersebut diterima dengan rasa cinta yang besar.
Dua pemimpin menyatu, namun kekuatan keduanya yang besar membuat takut desa desa Shinobi lainnya, dan akan menjadi awal dari sebuah bencana untuk Uzushiogakure..
Uzushiogakure telah hancur, namun sang Uzukage tetap berusaha bangkit demi kebangkitan desa dan cinta sucinya. Uzumaki Naruto secara heroic menaklukkan 5 desa besar, mengumpulkan orang-orangnya dan kembali memeluk istrinya dalam kehangatan.
Kedua pemimpin itu kembali bersatu, dan kekuatan keduanya mengalahkakan desa desa Shinobi lainnya, dan menjadi awal dari kebangkitan untuk Uzushiogakure!
Naruto by Masashi Kishimoto
The Uzukage Hiden: Princess from Land of Snow by Doni Ren and Icha Ren
(Based The Uzukage main story)
This Story for Naruto Lovers, and for Anella Gathra
Pairing : NaruShion
Rate : T+
Genre : Adventure, Romance
Warning : Typo, Abal abal, Gajeness, Kacau, Tata Kata Aneh Aneh, OOC, DLL
Normal POV
Strong n Smart!Naru
Older!Naru
Older!Shion
.
.
.
Summary: Shion mendapatkan dua tiket untuk menonton Film The Adventure of Princess Gale secara mengejutkan. Mengajak suaminya, Yondaime Uzukage, keduanya menonton serial Film terfavorit di Negera Api tersebut dengan artis terkenal Fujikaze Yukie. Keduanya tidak tahu akan terbawa konflik Negeri Salju, sebuah negeri yang menantikan musim semi namun tak kunjung datang.
Cerita ini bersetting 1 tahun 5 bulan pasca insiden penghancuran Uzu 17 Oktober lalu.
Chapter 2: Kazahana Koyuki
Fujikaze Yukie berdiri tegak dan menepuk jaket panjang berwarna pink miliknya dengan wajah kesal. Dia memandang Shion tajam, kemudian memandang Naruto dengan tatapan yang lebih tajam. Artis itu memandang boneka landak hitam yang berada di dekat kakinya. Karena kesal, Yukie ingin sekali menginjak boneka itu, namun ketika kakinya sedikit terangkat untuk menginjak boneka tersebut, suara Shion yang datar membuat gerakannya berhenti.
"Jangan injak."
Yukie memandang Shion dengan tatapan presesius. Ada aura berbeda dari wanita cantik di hadapannya.
"Yukie-saaan!"
"Tsk…Sandayuu." Yukie berlari menuju ke arah gang kecil di sisi kanannya, namun Uchiha Obito segera menahan artis itu agar tidak pergi.
"Minggir." Kata Yukie dengan wajah kesal. Obito menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak bisa membiarkanmu pergi, ini adalah tugas kami untuk menjagamu…aku Uchiha Obi-ADAAAWWW!" Obito melompat-lompat kesakitan ketika kedua matanya disemprot oleh semprotan cabe di anting-anting kanan Yukie. Alat pertahanan diri. Obito jatuh berguling-guling sambil berteriak "Mataku…mataku…"
'Kau mempunyai goggles dan kau memakainya di atas matamu,' Naruto memandang sweatdropped Uchiha tersebut, iris birunya langsung memandang Fujikaze Yukie yang berlari memasuki gang antara dua toko.
"Yukie-saan!" seorang pria tua dengan rambut pendek berwarna abu-abu gelap dan kacamata berbingkai lingkaran kecil berteriak memanggil nama artis elit tersebut. Para ninja Konoha bersama pemain kru Film The Adventure of Princess Gale bergerak cepat memasuki gang. Asuma segera melompat ke atap toko bagian kanan sementara Chouza melompat ke atap toko bagian kiri. Gai bersama para kru film mengejar Yukie dari belakang. Kejar-kejaran itu diikuti dengan tabrakan, terjatuhnya beberapa barang pasar dan umpatan para pedagang.
"Yukie-san berada di dekat penjual sayuran!" Asuma melempar dua kunai menuju Yukie yang sedang berlari memasuki sebuah gang kecil kembali. Yukie memandang ke belakang dan melompat jauh ke depan. Artis itu berguling ke depan dua kali dan segera bangkit ketika Gai melakukan salto depan tiga kali untuk memperpendek jarak.
"Watchaaa!"
"Cih…" Yukie yang memiliki kemampuan dasar martial arts segera berlari kencang lalu mengambil sebuah panci yang dijual di toko tanpa pintu. Pemilik toko itu protes ketika Yukie melempar panci tersebut ke wajah Gai.
Tang! Gai menendang panci itu sehingga terpental ke dinding sebuah toko. Yukie mendecih kembali lalu berlari menuju jalan cabang Ibukota Hi no Kuni. Sementara Asuma melesat cepat menuju ke atas salah satu atap toko. Dia menarik dua kunai yang ia lempar tadi, ternyata di gagang kunai tersebut terikat benang kawat untuk mengikat tubuh Fujikaze Yukie, bukan melukainya.
"Gai, terus ikuti!" Chouza melempar tongkatnya saat Yukie berlari di arah pukul 2 dari posisinya. Chouza berada di atap sebuah toko pandai besi yang menyemburkan asap hitam dari cerobong asapnya. Tongkat Chouza melesat cepat menuju Yukie dan menusuk jaket pink panjang yang dipakai artis tersebut. Yukie terjatuh dan terlentang karena larinya ditahan oleh tongkat panjang Chouza yang membolongkan jaketnya.
"Cih…ini tidak akan-" Yukie ingin merobek jaketnya tersebut ketika dua kunai Asuma melesat ke arahnya lalu berbelok ke arah berlawanan dan mengikat tubuh Yukie dengan tongkat panjang milik Chouza. Artis cantik itu berteriak kesal ketika dirinya kembali tertangkap.
"Yukie-saaan!" Sandayuu bersama para kru film berlari mendekati Yukie yang mendecih penuh amarah. Dia memalingkan wajah cantiknya dari Sandayuu, tidak mempedulikan pria tua itu. Sandayuu terlihat jelas mengkhawatirkannya.
"Mohon maaf atas perlakuan kami, Sandayuu-san…" Asuma menghela napas sejenak "Tetapi jika Yukie-san pergi tanpa penjagaan, berarti ninja-ninja Konoha tidak bisa melaksanakan misi mereka dengan baik."
"Terima kasih juga atas bantuanya, maaf atas kelakukan Yukie-san tadi…" Sandayuu membungkukkan sedikit tubuhnya. Asuma tiba-tiba teringat sesuatu, saat dia menolehkan kepalanya ke belakang, Yondaime Uzukage bersama istrinya berjalan membawa kuda coklat milik Yukie bersama Chouza, Gai dan Obito (yang masih menggosok-gosok matanya dengan tidak elit). Sang Uzukage memandang datar artis papan atas tersebut, lalu melirik datar istrinya.
"Fu-Fujikaze-san…" Shion, tetap dengan nada datar, menyorongkan boneka mini sebagai figure Yukie kepada artis papan atas tersebut bersama sebuah pen. Yukie mendecih lalu memandang kesal sang Ratu Negeri Iblis.
"Bagaimana aku memberikan tanda tangan jika kedua tanganku diikat begini-"
Cashh…tali kawat yang mengikat tubuh Yukie lepas dalam sekejap. Yondaime Uzukage ternyata melempar pisau lipat milik Shodaime Uzukage untuk melepaskan ikatan kawat tersebut. Yukie memandang shock ke arah Naruto lalu memandang pisau lipat unik yang memiliki aura mistis.
"Jadi kau bisa menandatanganinya kan?" Yondaime Uzukage tiba-tiba berada di dekat Yukie sambil mencabut pisau lipatnya dari tanah. Yukie sedikit terjengkang ke belakang karena terkejut dengan sosok Naruto yang tiba-tiba muncul tanpa memberikan hawa keberadaan.
'Jelas saja…dia Yondaime Uzukage…' batin para ninja Konoha. Mereka sudah maklum dengan kemampuan sunshin cahaya Naruto yang terkenal menyaingi Hiraishin ciptaan Nidaime Hokage serta Hiraishin yang dikembangkan oleh Namikaze Minato.
"E-enak saja! Apa kau tahu esensi dari tanda tangan?! Apa kau tahu bagaimana masa depan dari tanda tangan?!" Yukie segera berdiri dan memandang tajam Naruto "Setelah aku menandatangani buku ataupun sesuatu yang ingin kau tandatangani oleh artis sepertiku…kalian akan menyimpan tanda tangan itu di sudut-sudut meja, sudut-sudut ruangan bahkan di gudang…kalian akan menjadikan tanda tangan itu bersatu dengan debu," Yukie langsung berbalik dan berjalan meninggalkan semuanya. Yondaime Uzukage melirik istrinya. Shion berdiri tegak lalu berjalan mendekati suaminya. Tidak ada ekspresi terkejut ataupun kecewa dari wajah boneka tersebut.
"Dia memiliki pemikiran yang sama sepertiku…tanda tangan seorang artis memang tidak ada gunanya." Kata-kata Shion membuat Naruto tersenyum tipis.
"Lalu kenapa kau memintanya Ratu?"
"Karena dia menatapku seperti tahu rasanya menjadi seorang pemimpin…" Shion memandang boneka mini yang dipegang kedua tangannya "…Dia memiliki cara memandang orang yang sama dengan cara kita memandang, Naruto."
Naruto kembali mengalihkan pandangannya ke arah Yukie yang semakin menjauhi mereka, tiba-tiba suara teriakan seorang pria tua mengagetkan semua orang yang ada di sana. Sandayuu segera berlari menuju pria tua dengan topi flat cap berwarna abu-abu kehitaman dan kacamata berkaca gelap. Sekali pandang juga tahu, pria tua ini adalah seorang sutradara. Di tangan kanannya tergenggam speaker berwarna jingga yang sepertinya siap dengan teriakan-teriakan "action"nya.
"Jadi Yukie berulah lagi?"
"Ma-maafkan saya yang tidak bisa mengontrol kelakuannya Pak Sutradara."
"Haah…" sang sutadara melipat kedua tangannya, speaker jingga masih belum lepas dari tangan kanannya "…Mengesampingkan kelakuannya yang memang sangat nakal, kemampuan aktingnya sudah tidak bisa diragukan lagi, dia-lah artis paling berbakat di Hi no Kuni. Aku masih menyukainya karena aktingnya yang begitu menawan, juga…" pak Sutradara berhenti berbicara. Dia memandang Shion dan Naruto dengan wajah terkejut "Wa-wanita cantik non-ekspresif yang terkenal itu…dan, dan suaminya yang sangat terkenal dengan gelar Prodigy Uzumaki…"
Naruto memiringkan kepalanya kebingungan, kedua alisnya bertautan. Shion tetap memasang wajah non-ekspresifnya walaupun sang sutradara memujinya dengan mata berbinar.
"Shion-sama dan Yondaime Uzukage-sama!"
Setelah mendengar ratusan atau bahkan ribuan pujian dari sang sutradara, Naruto dan Shion ditawari suatu hal yang menarik. Sebenarnya tawaran itu lebih tertuju kepada Ratu Negeri Iblis. Mendengarnya membuat Naruto sedikit kaget.
"Maukah anda ikut cast bersama kami di Film terakhir Princess Gale? Sebenarnya saya sudah ingin meminta tolong kepada anda untuk ikut andil dalam Trilogi ini Shion-sama…tetapi semuanya tergantung kepada anda,"
"Aku ikut!"
Naruto tidak dapat menahan kemauan istrinya. Seharusnya Sang ratu ingat bahwa mereka mempunyai banyak urusan politik yang lebih berat dari urusan per-film-an. Tetapi melihat cahaya semangat di mata boneka itu membuat sang Uzukage tidak tega menahan kemauan istrinya.
"Nee..Naruto," Shion memandang suaminya dengan wajah innocent yang dihiasi tatapan manja "Boleh ya?"
'Anjirr karakternya berubah! Dulu kau adalah Tsundere sadis yang angkuh, sekarang kenapa menjadi gadis sok imut begitu?!' Naruto menghela napasnya dan meletakkan tangan kanannya di pinggang. Dia memandang sang sutradara yang memandang penuh harap kepada mereka berdua.
"Berapa lama proyek pembuatan filmnya Pak Sutradara?"
"Untuk bagian Shion-sama kemungkinan cukup dua minggu saja. Namun jika Shion-sama perlu menyesuaikan diri dengan dunia akting, paling lambat adalah sebulan."
"Bagiannya diperankan dulu ya?"
"Tepat Yondaime Uzukage-sama."
Naruto melirik istrinya dan dia ingin melompat ala katak ketika melihat mata boneka Shion melebar seperti bayi yang menginginkan Air Susu Ibu. Benar-benar cute! CUUUUTEEEE!
Naruto berdehem pelan supaya bisa mengontrol kegemasan, keinginan dan nafsu membaranya. Dia menganggukkan kepala sehingga Sang Ratu menundukkan kepala dan mengucapkan terima kasih dengan suara datar. Pak sutradara menepuk-nepuk speakernya dengan senang. Akhirnya proyek Film Triloginya akan menjadi best movie karena Ratu Negeri Iblis secara langsung ikut casting Film terakhir Princess Gale.
.
.
.
Malam di Ibukota Negara Api, di salah satu sudut kota ada sebuah bar minuman kecil bernama "Hazetaya" dengan plang atas biru serta lampu kelap-kelip berbentuk gelas bir besar di sisi atas kanan bar tersebut. Fujikaze Yukie, sang artis terkenal dari Negara api sedang menegak satu gelas vodka yang membakar tenggorokannya, merasakan panas alkohol dan membuat beban pikirannya sedikit hilang.
"Koyuki…nanti saat besar kau ingin menjadi apa?"
"Aku ingin menjadi putri yang cantik, ayah…"
"Hahaha…kau memang cantik. Saat besar nanti kau akan menjadi putri yang memimpin Negeri Salju dengan kebijaksanaan dan kecantikanmu."
"Ayah?"
"Hm…ada apa?"
"Aku juga memiliki keinginan yang lain selain menjadi seorang putri,"
"Hm? Apa itu?"
"Aku juga ingin menjadi seorang artis!"
Dak! Yukie menghempaskan gelas kaca kosong dengan kasar ke meja bar tersebut. Bartender memandangnya sekilas lalu kembali melanjutkan pekerjaan mengelap gelas kacanya agar lebih mengkilap.
"Apanya yang artis…apanya yang putri…ceguk, aku hanya…aku hanya perempuan yang tak berguna." Yukie menurunkan kepalanya hingga keningnya menyentuh permukaan meja bar "Aku hanya…aku hanya orang yang tak berguna." Helaian rambutnya menutupi tepi-tepi wajahnya dan jatuh ke bawah. Yukie memegang kepalanya dengan kedua tangan. Dia mengerang pelan lalu menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Seorang pria berjalan mendekati artis tersebut.
"Kuso…kuso…" gumam Yukie dengan nada sedih. Sementara pria yang mendekati Yukie dari dalam bar sudah hampir dekat, ketika tangan kanannya ingin memegang bahu sang artis, suara tenang seorang pria lain membuat pria tadi langsung berjalan cepat menuju pintu bar.
"Kau di sini rupanya…"
Yukie mengangkat kepalanya dan memandang Yondaime Uzukage berdiri tenang sambil memasukkan kedua tangannya di kantong celana. Iris biru sang Uzukage melirik sekilas pria tadi, lalu mata tenangnya kembali menatap Yukie. Saat pria dengan topi kupluk dan kacamata hitam itu keluar dari bar, Ratu Negeri Iblis bersama beberapa kru film memasuki bar "Hazetaya". Pria tadi tersenyum tipis lalu membuka kacamatanya, iris hijau lumutnya menajam.
"Mau apa kau ke sini?!"
Naruto melirik ke arah istrinya yang datang bersama para kru film dengan wajah cemas. Sang Uzukage menghela napasnya lalu duduk di samping Yukie dengan wajah datar.
"Istriku akan bermain film bersamamu," Naruto mengetukkan jari telunjuknya di meja bar dan memandang Bartender meletakkan dua botol wine di lemari penyimpanan botol "Kuharap kau bisa menjaga kesehatanmu, akting hebatmu pasti bisa membuat istriku senang."
"Apa peduliku-ceguk-," Yukie menuangkan vodka kembali ke gelasnya, namun dengan cepat Shion merebut gelas kaca itu dari tangan Yukie.
"Hei~, apa maksudmu?!" protes sang artis dengan wajah mabuk. Shion meletakkan gelas itu di dekat Naruto lalu menarik tangan Yukie dengan wajah tanpa ekspresif. Semua kru berdoa di dalam hati agar Yukie mau mendengarkan Ratu Negeri Iblis.
"Beristirahatlah di rumah. Besok kita akan berangkat menuju tempat syuting Film ketigamu…"
"Heeh, memangnya kau siapa?!"
Shion tersenyum tipis "Aku adalah artis baru."
Yukie sedikit merasa aneh mendengarnya. Dia memandang kru dengan wajah gusar, namun sebelum para kru ingin menjelaskan, pak sutradara datang sambil tetap menenteng speaker berwarna jingga di tangan kanannya.
"Dia benar Yukie-san, Ratu Negeri Iblis akan menjadi salah satu lawan mainmu di Film ketiga Princess Gale…" mata Yukie melebar mendengar tiga kata terucap dari mulut sang sutradara. "Ratu Negeri Iblis"? Ratu Negeri Iblis yang itu kan? Yang memiliki suami dengan gelar Kage paling ditakuti sekarang karena mampu membangkitkan desanya setelah hancur…
"Ratu…negeri…" Yukie memandang Shion dengan pandangan tak percaya. Dia hanya mendengar tentang ceritanya saja. Yukie tidak pernah bertemu langsung dengan Sang Ratu Negeri Iblis. Shion menganggukkan kepalanya dengan tatapan boneka datar sehingga membuat jantung Yukie sedikit berdegup kencang.
"Istriku akan bermain film bersamamu,"
"Kuharap kau bisa menjaga kesehatanmu, akting hebatmu pasti bisa membuat istriku senang."
Yukie segera mengalihkan pandangannya menuju sesosok pria berambut merah yang mengetukkan jari ke meja bar. Saat matanya memandang shock Uzumaki Naruto, Yukie pun teringat kemampuan Naruto yang tiba-tiba muncul di dekat apel ataupun muncul di depannya saat ia terikat. Tidak salah lagi…
'Dia adalah…'
Naruto menoleh ke arah Yukie dengan wajah polos tak bersalah. Alis kanan sang Uzukage terangkat sedikit melihat ekspresi wajah Yukie, seolah-olah artis itu melihat sosok hantu di hadapannya
"Tsk," Yukie langsung berdiri dan dengan berjalan agak sempoyongan, dia segera menuju pintu bar dan meninggalkan bar itu dengan wajah antara kesal dan sedih. Shion memandang pintu bar yang bergoyang-goyang, menutup dan terbuka. Mata bonekanya mengalihkan pandangan ke arah Naruto.
"Kau benar…" kata sang Uzukage sambil menjetikkan jarinya ke gelas kaca, menimbulkan bunyi dentingan pelan "…Dia memiliki tatapan penuh beban…beban seorang pemimpin."
Malam sebelum keberangkatan memakai kapal, pak Sutradara menjelaskan bahwa mereka akan melakukan syuting dari perjalanan menggunakan kapal sampai syuting di Negeri tujuan mereka.
"Yuki no Kuni…negeri yang selalu dilingkupi Musim Salju." Kata pak sutradara dengan suara dramatis.
Pemilihan Yuki no Kuni oleh Sutradara karena informasi dari Sandayuu bahwasanya ada 7 pelangi alami di sana. Akhir dari cerita Fuun-hime dan rombongannya adalah mencari 7 pelangi sebagai tujuan utama mereka. Dengan semangat pak sutradara menceritakan bagaimana dia tidak sabar mendapatkan momen epic dan penuh kualitas dari film terakhir ini. Fujikaze Yukie belum diberitahu karena malam itu ia langsung merebahkan dirinya di tempat tidur akibat mabuk. Selain menceritakan soal Negeri Salju dan beberapa spoiler tentang Film terakhir Princess Gale (Shion mendengarkan spoiler itu dengan mata berkaca-kaca), pak sutradara juga menceritakan bahwa Yukie sering melakukan pelarian apalagi saat tahu syuting mereka berada di luar kawasan Hi no Kuni. Ada kekhawatiran dari artis cantik tersebut, dan itu masih dirahasiakan oleh sang artis.
"Jadi dia hanya tahu bahwa film ketiga ini dilakukan di luar Negara Api?" tanya Naruto dengan nada datar. Sutradara menganggukkan kepalanya.
"Ini alasan kenapa saya mengirim permintaan bantuan kepada Uzu dan kepada Konoha. Namun Yondaime Uzukage-sama sepertinya menolak permintaan kami…"
Naruto memandang Sandayuu yang mengungkapkan alasannya menyewa Asuma dan kawan-kawan, lalu membungkukkan badannya tanda meminta maaf. Sandayuu tertawa pelan lalu menggaruk-garuk belakang kepalanya.
"Jangan melakukan hal tersebut, Yondaime-sama. Lagipula Ninja-Ninja Konoha sudah ada di sini," Sandayuu memandang Asuma, Gai dan Obito sedang duduk di samping pak sutradara, sementara Chouza sedang keluar mengawasi lokasi penginapan tersebut. "Mereka akan menjaga keselamatan dari Yukie-san."
"Jangan lupa, Yondaime Uzukage-sama bisa menjaga seluruh kru film di sini," kata Obito sambil mengacungkan jempolnya "Aku juga tak sabar untuk menjadi Hokage lalu bekerja sama dengan anda, Yondaime Uzukage-sama…"
"Kuharap diriku tidak pensiun saat itu, Uchiha Obito-san." Kata Naruto sambil tersenyum tipis, semua yang ada di sana tertawa pelan.
Malam pun mulai menampakkan kegelapan pekat, menandakan bahwa malam semakin larut. Naruto banyak berbicara dengan sutradara dan tertarik dengan gaya pak sutradara yang selalu memegang speaker jingga di tangan kanannya. Banyak hal tentang film yang diajarkan sutradara tersebut.
Sementara itu, Asuma membuka pelan pintu kamar Yukie dan memandang sang artis yang sedang terlelap nyenyak. Asuma memandang sebuah kalung dengan bentuk hexagonal memanjang dan terbuat dari bahan kaca unik. Asuma mengangkat kalung itu dan anak dari mendiang Sandaime Hokage langsung memikirkan sebuah tindakan.
Setelah berbicara cukup panjang dengan pak sutradara, Naruto berjalan menuju kamar istrinya dan ingin masuk ke dalam, namun suara Shion menghentikan tindakan sang Uzukage.
"Ketuk dulu, baru masuk."
'Dia belum tidur…' batin Naruto sweatdropped.
Naruto mengetuk pelan pintu kamar istrinya dan sang ratu mengizinkan Yondaime Uzukage masuk dengan suara datar. Naruto memandang Shion yang sedang duduk tegang di tepi ranjang. Uzukage keempat menutup pintu tersebut lalu segera duduk di samping istrinya.
"Kau kenapa?"
"Aku merasa nervous untuk casting besok, a-apalagi berduet dengan artis idolaku."
"Bahkan nervous-pun suaramu terlihat tidak beremosi."
"Jangan komen bagian itu."
Naruto tertawa kecil, lalu memandang sekelilingnya. Kamar penginapan para kru Film Princess Gale memang lebih sederhana dari hotel tempat mereka menginap. Naruto sudah check out dari hotel tersebut dan menitipkan Lin sementara pada pegawai hotel di sana. Tenang saja, jika beberapa pegawai melakukan hal nakal pada Lin, Yondaime Uzukage sudah menanda tubuh sang kuda dengan Fuin Hikari Sunshin-nya.
"Ne Naruto…bisa kau ajarkan aku bagaimana caranya berakting?"
Naruto cukup terkejut dengan permintaan istrinya. Jelas saja dia tidak bisa melakukannya, dia adalah Uzukage…bukan seorang aktor.
"Kalau tidak bisa, beri saran kepadaku bagaimana berakting yang baik."
"Bukankah sama saja-"
"Tidak," Shion memandang suaminya dengan tatapan datar yang menggoda. Kepala Shion yang sejajar dengan dagu Naruto membuat Naruto sedikit menurunkan pandangannya. Detak jantung sang Uzukage sedikit berdebar. Bodoh sekali…kenapa Uzukage terbaik sepanjang sejarah Uzushiogakure akhirnya merasakan suatu adegan romantis aneh ketika istrinya meminta saran.
"Kau pasti bisa memberiku saran, Uzukage-sama…karena kau…" Shion tersenyum tipis "…Uzukage dengan akting yang hebat."
Deg.
Naruto tidak berani memandang tatapan istrinya. Dia menghela napas perlahan lalu memandang lampu duduk di atas meja kecil yang memancarkan cahaya kuning redup. Sang Uzukage memandang ke arah pintu dengan wajah sedikit memerah.
"Kau tahu segalanya tentang aku?"
"Tahu banyak," Shion kembali memandang lurus ke depan "Tetapi soal karaktermu yang sebenarnya…aku masih menerkanya."
"Heh…" Naruto tersenyum tipis "Dengarkan baik-baik, aku tidak mau mengulanginya dua kali Shion-sama. Ehem!" Naruto berdiri tegak di hadapan sang ratu dan bergaya seperti seorang guru yang sedang mengajari muridnya. Shion ikutan bermain guru-murid itu dan duduk dengan gaya imut ala murid SD. Senyuman tipis terpatri di wajah bonekanya.
"Ehem! Cara berakting yang baik adalah…"
Malam itu, keduanya menghabiskan waktu dengan tawa-canda serta saling berbicara dan berdiskusi. Naruto berpikir, istrinya punya humor bagus walaupun tingkatan tsun-tsunnya sangat parah dan sifat angkuhnya sudah tak tertandingi lagi.
Lagipula itu memang sosok istri dari Yondaime Uzukage.
.
.
.
Kapal pun berlayar memecah ombak di lautan perbatasan antara Negara Api dan Negara Air. Pemilihan kapal layar daripada kapal bertenaga mesin dikarenakan untuk mendukung cerita Fuun-hime yang mengambil tema Historical Fantasy. Tujuannya sekarang adalah Negeri Salju, negeri kecil yang berada di ujung timur Negeri Air.
Pengambilan adegan Fujikaze Yukie sungguh cepat dan rata-rata hanya sekali percobaan saja. Naruto akui, Yukie dilahirkan di dunia ini memang untuk menjadi seorang artis. Ekspresinya, cara dia menghayati karakter dan intonasi suaranya…semua elemen itu bergabung menjadi pemeranan karakter yang luar biasa.
"Aku tidak bisa mengalahkannya…" ucap Shion dengan wajah datar. Hembusan angin menerbangkan helaian rambut pirang kelabunya.
"Tentu saja…dia artis dan kau seorang pemimpin,"
"Tapi itu bukan dijadikan alasan."
Naruto tersenyum lalu memandang ke arah langit. Dua ekor burung camar laut berwarna putih terbang di atas mereka, sepertinya mencari ikan yang berenang menuju permukaan.
"Kau ada membawa boneka Konan dan yang lainnya, Shion?"
Shion mengangguk singkat. Naruto tidak berpanjang lebar lagi ketika melihat Chouza berjalan menghampiri mereka sambil mulutnya mengunyah sesuatu. Naruto dan Chouza terlibat pembicaraan soal Konoha dan kematian tragis Tsunade. Ternyata pasca kematian Tsunade, suasana Konoha mulai panas. Penuduhan kepada Uchiha Madara membuat para warga menuntut Uchiha tersisa diasingkan sementara agar tidak terjadi kesalahpahaman antara desa lain dengan Konoha yang menampung Uchiha tersebut. Para warga sipil bahkan menuntut Jiraiya sebagai Hokage sementara untuk menggusur komplek klan elit tersebut dikarenakan stabilitas antara 5 desa besar mulai kacau akibat insiden kematian Tsunade dan 4 Kage lainnya. Naruto memandang Obito yang sedang berbicara dengan Asuma, kemudian kedua alisnya tertekuk karena berpikir.
"Apa tanggapan dari Obito dan Itachi?" tanya sang Uzukage. Chouza menelan makanan yang dikunyahnya-entah makanan apa itu-lalu memegang dagunya. Dia menggelengkan kepalanya sejenak.
"Aku tidak tahu. Tetapi melihat sikap Obito sekarang, aku yakin dia tetap setia kepada Konoha…begitu pula dengan Itachi."
Naruto mengangguk mengerti. Pembicaraan kemudian berlanjut pada tim yang dipimpin oleh Chouza untuk menjaga Fujikaze Yukie. Unik memang. Asuma, Gai dan Obito adalah Jounin yang baru dipromosikan, sedangkan Chouza adalah ketua klan Akimichi sekaligus Jounin senior yang sudah banyak berkecimpung di misi kelas-kelas tinggi. Saat menanyakan kenapa formasi tim yang dibentuk tergolong spesial hanya untuk menjaga artis, Chouza hanya mengatakan bahwa itu adalah formasi yang dibentuk oleh Jiraiya.
Naruto kembali mengangguk. Iris birunya kembali menatap langit dan dua burung camar laut berwarna putih tadi sudah tidak terbang lagi di atas mereka.
"Lebih berekspresif Shion-sama!"
Naruto menepuk keningnya. Pak sutradara sudah berkali-kali mengingatkan sang ratu untuk menampilkan ekspresi wajah terkejut saat ia sedang memerankan karakter dengan situasi tersebut. Shion langsung memerankan karakter yang sama dengannya, yakni Ratu Negeri Iblis. Di cerita film ketiga dari Princess Gale, Shion adalah Ratu Negeri Iblis yang nantinya membantu Fuun-hime untuk menemukan pelangi 7 warna.
Anehnya, pak sutradara membuat karakter Ratu Negeri Iblis di filmnya adalah sesosok wanita ceria. Jelas saja…sangat tidak cocok untuk Shion. Naruto menghitung percobaan dari cast yang dilakukan Shion.
'Ini yang kesembilan belas…' batin sang Uzukage dengan wajah sweatdropped. Hembusan angin menerpa wajah menawan sang Uzukage, ketika Shion akan melakukan percobaa ke-dua puluhnya, Naruto menoleh ke luar. Beberapa ikan yang berenang di permukan tiba-tiba berpencar. Mata biru sang Uzukage memandang air di sekeliling kapal. Kumpulan ikan yang berenang mengikuti kapal tiba-tiba lari ke segala arah.
'Ada yang datang!' batin sang Uzukage. Sedetik kemudian, delapan orang ninja keluar dari dalam air dan melempar dua shuriken dari berbagai arah. Cipratan airnya terhambur ke segala arah, membuat cahaya matahari sedikit tertutup akibat cipratan tersebut.
Trang! Trang! Trang! Trang! Sekitar 16 shuriken yang dilempar 8 ninja tadi terpental ke segala arah ketika Asuma, Gai, Obito dan Chouza menangkisnya menggunakan kunai mereka. 8 ninja tadi berdiri di tepi kapal dengan wajah angkuh. Mereka memakai baju ketat berwarna biru laut dengan strip biru tua yang memanjang dari tepi pakaian mereka lalu menyamping ke dada. Mereka memakai lambang Yukigakure, desa ninja tersembunyi di bawah Yuki no Kuni.
"Heh…kami tidak akan mengacau jalannya film ini," salah satu ninja bersidekap dada dan mengangkat dagunya, merasa superior "Tetapi serahkan kalung hexagonal itu, Kazahana Koyuki…"
Mata Yukie melebar, begitu pula Sandayuu sang asisten. Ninja itu mengangkat tangan kanannya sejajar dada dan meremas kesepuluh jari tangan kanannya seolah-olah menunjukkan bahwa para kru film tidak mempunyai pilihan.
"Serahkan atau-" ninja yang berbicara tadi ditendang oleh seseorang, lalu langsung terpental ke belakang dan terpantul-pantul di permukaan air laut kemudian tenggelam. 7 ninja memandang terkejut pelaku penendangan tadi.
"Kau terlalu banyak berbicara…" Yondaime Uzukage berdiri di tepi kapal sambil pandangannya memandang ke arah laut "…Ninja seharusnya bisa mencuri sesuatu tanpa ketahuan."
"SERAAANG!" teriak Chouza. Dia berlari menuju salah satu tepi kapal lalu mengambil tongkat besinya di sana. Asuma dan Gai langsung berhadapan dengan empat ninja Yukigakure, sedangkan Obito dan Chouza melawan sisanya. Dari arah selatan kapal, 4 speedboat berwarna biru putih melaju cepat menuju kapal layar tersebut. ada 3 ninja di setiap speedboat. Yondaime Uzukage langsung berlari di tepi kapal lalu melempar gulungan penyimpanan senjata Nidaime Uzukage ke atas. Sang Uzukage membuat handseal pembuka segel penyimpanan senjata tersebut.
Boof…kepulan asap putih menyeruak dan sang Uzukage langsung memegang panah Uzukage kedua. Anak panah chakra muncul saat sang Uzukage menarik tali panah, siap menembak sasarannya.
5 warna pemilihan, dan Yondaime Uzukage memilih warna merah.
"Sayonara…" gumam sang Uzukage dengan nada tenang. Dia melepas anak panahnya ke arah 4 speedboat tersebut dan tepat menancap di kepala salah satu ninja Yukigakure. Karena telah memilih Fuin warna merah, maka yang selanjutnya adalah seperti yang diucapkan Yondaime Uzukage dengan suara wibawanya…
"Boom."
DHUARRHHH! 4 speedboat tadi meledak hebat. Pak sutradara memukul-mukul lantai kapal dengan speaker jingganya dan menyuruh cameramen merekam ledakan tadi. "ADEGAN BAGUS, ADEGAN BAGUS!" teriak pak sutradara dengan suara bersemangat. Naruto memandang Chouza dan yang lainnya, ketujuh ninja Yukigakure tadi diikat dalam satu kumpulan. Tampaknya para ninja Konoha juga menunjukkan kemampuan mereka sebagai salah satu desa dari 5 Negara besar yang sudah terjamin kualitasnya.
"Sekarang kita punya sumber informasi, kenapa ninja Yukigakure menyerang sebuah kapal kru film…" gumam Chouza sambil menghempaskan ujung bawah tongkatnya ke lantai kapal. Naruto memandang datar ketujuh ninja tersebut, tiba-tiba matanya terbuka lebar.
"MENJAUH DARI MEREKA," Naruto berlari mendekati ketujuh ninja tersebut, dia segera menghubungi Goriko di dalam mindscape-nya.
"Ghook, kau ingin memakai kekuatanku Yondaime-sama?"
"Tentu saja!"
Naruto membuka matanya dan dia bergumam "Ghook…" sebentar sebelum memegang ikatan tali di salah satu ninja Yukigakure. Chouza dan yang lainnya melompat dua kali mundur ke belakang.
"Apa yang ingin anda lakukan, Uzukage-sama?!" tanya Obito dengan wajah cemas. Gai menyipitkan matanya dan memandang ada tanda Fuin di leher para ninja tersebut. Fuin itu bercahaya biru dan cahayanya semakin terang.
"Di leher mereka ada tanda Fuin peledak! Yang memberikan tanda ini tidak ingin informasi asli bocor ke tangan kita…" Naruto langsung melempar ketujuh ninja itu ke laut dengan kekuatan Gorikonya. Ketujuh ninja tadi terlempar hingga 700 meter dari kapal. Kekuatan Sumi-Kyo Goriko memang membuat kekuatan Yondaime Uzukage naik berlipat-lipat.
Dhuaarhhhh! Ledakan dahsyat terjadi di lokasi tempat ketujuh ninja tadi terikat. Naruto menutup matanya dan menghentikan pemberian timbal-balik Sumi-Kyo nya dengan wajah datar. Saat dia berbalik menghadap para kru film, mata birunya memandang sang istri yang berjalan mendekati Yukie dengan langkah-langkah tenang.
"Fujikaze Yukie-san, apa anda…" Shion memiringkan kepalanya "…Apakah anda Kazahana Koyuki?"
Yondaime Uzukage dan Sang ratu negeri Iblis tentu saja pernah mendengar nama Kazahana. Itu menjelaskan semuanya.
Yondaime Uzukage memandang ke arah langit. Tidak ada burung camar di tengah lautan, dan tadi dia melihat burung camar. Bagaimana jika burung camar itu adalah alat untuk mengawasi mereka?
.
.
.
"Seperti dugaan kita, Fujikaze Yukie adalah Kazahana Koyuki…" pria dengan iris mata hijau lumut meletakkan kacamatanya di lantai dan duduk berlutut penuh hormat kepada pria di depannya "…Setelah sekian lama mencari di mana kalung Kristal Hexagonal itu berada, saya berhasil menemukan buktinya saat Kazahana Koyuki berada di bar Hazetaya."
"Kerja bagus, Rouga…"
Rouga Nadare, pria yang menyamar di bar Hazetaya tersenyum tipis. Di kedua sisinya duduk berlutut dengan sopan dua rekannya, Kakuyoku Fubuki dan Fuyukama Mizore. Tiga ninja elit Yukigakure itu menunggu perintah selanjutnya dari penguasa Yuki no Kuni yang menyewa jasa mereka, Kazahana Dotou.
"Seperti yang diinformasikan…" Dotou menaruh tangan kanannya di pinggiran kursi dan menopang dagu menggunakan tangan tersebut "…Ratu Negeri Iblis dan Yondaime Uzukage juga ikut."
"Jadi, apa yang akan kita lakukan?" tanya Rouga dengan nada penasaran.
"Tunggu waktu yang tepat untuk menyerang. Kita akan mendapat bantuan dari Suna. Perjanjiannya, aku akan mendapatkan Kristal Hexagonal itu, orang itu akan mendapatkan Kyuubi…" Dotou terkekeh pelan, suara kekehannya menggema di ruangannya yang besar dan dihiasi oranamen-ornamen Kristal raksasa berpendar biru "Bukankah istri Yondaime Uzukage adalah Jinchuuriki Kyuubi?"
TBC
AN:
Beberapa cerita dan chara di sini diambil dari main story Naruto Movie 1. Beberapa bagian akan disesuaikan dengan main story dari The Uzukage. Flat cap adalah topi classic yang biasa dipakai para seniman, cari saja di google. Bartender adalah pembuat minuman dan ahli minuman di bar.
Ada speedboat? Tenang saja, The Uzukage memang mengambil cerita di Naruto juga. Ingat, di Naruto Movie 1 sudah ada mobil, kereta api uap dan bioskop. Jadi bisa dikatakan setting dunia ninja moderen adalah tema yang diambil Masashi.
Q: Dotou musuhnya?
A: Yap, salah satu musuh di fic ini.
Q: Arc ini setelah Kage mati? Apa tidak beresiko setelah Yondaime Uzukage diisukan menjadi pelakunya?
A: Yap, fic ini bersetting beberapa bulan pasca insiden pembunuhan 5 Kage. Kemungkinan penyelidikan terus dilakukan, dan Yondaime Uzukage juga sudah tahu apa yang harus ia jaga.
Q: Madara ikut terlibat?
A: Woww…wooww…tunggu saja gan.
Q: Uzukage ada yang perempuan?
A: Belum ada gan
Q: Siapa musuh Naruto di fic ini?
A: Dotou salah satunya.
Q: Berapa chapter untuk fic ini?
A: Tidak akan lebih dari 20 gan.
Q: Jangan dipaksakan, nanti ceritanya membosankan, karena Uzukage sudah sangat kuat.
A: Ditunggu saja gan. Ane harap The Uzukage selalu menghibur para Readers.
Q: Fic ini berepisode atau sekilas?
A: Ada beberapa chapter gan (Multichap)
Terima kasih atas saran dan kritiknya, TU Hiden memang menceritakan lebih apa yang dilakukan para chara sebelum kejadian besar di main story The Uzukage: Kebangkitan Madara/Madara's Rebirth.
Ah…mohon reviewnya gan, agar bisa membuat cerita sederhana ini menjadi lebih baik.
See you in Chapter 3.
Tertanda. Doni Ren
