Preview

Luhan mendengus pelan. Ia hampir saja meninggalkan bingkai jendela yang sedari tadi menjadi saksi bisunya, sampai tanpa sengaja matanya menemukan seseorang, dengan seragam sama dengannya, kulitnya putih pucat, dan wajahnya datar, sedang menatap Luhan dari halaman bawah sana-perpustakaan ada di lantai atas-.

Luhan menaikkan sebelah alisnya. Kenapa pria itu terus memandanginya? Tapi Luhan memilih acuh dan pergi dari sana. Mungkin dia anak kelas satu, mengingat tahun ajaran baru baru saja dimulai.

Capter 1

I'm Manly! I'm Seme!

Main Cast: Luhan, Sehun

Other Cast: Chanyeol, Baekhyun, and Other

Genre: romance

Rated: M

Recommended song: Shinee's 1 of 1 album

Warning: Yaoi, Boy x Boy, Boys Love, Gay Storie, Sex Scene, typo dimana-mana

.

Fanfic ini murni buatan saya sendiri. Apabila ada kesamaan cerita atau hal lainnya, itu semua murni kebetulan belaka – di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan, apakah mungkin kita jodoh? #plakk – tidak menerima bullyan, bash, cacian dan makian. Silahkan menuliskan komentar yang masih dapat diterima, tidak menyinggung.

Setelah jam-jam pelajaran yang membosankan berlalu, di sinilah Luhan di Base Camp tim basket. Lebih tepatnya di depan pintunya, dan acara penerimaan anggota tim yang baru telah dimulai di dalam sana.

Luhan memasuki ruangan itu, dan orang-orang yang di dalamnyapun langsung memperhatikannya. "maaf terlambat"ucap Luhan.

Anggota tim yang lama hanya tersenyum melihat Luhan. Namun anggota tim yang baru pada mengernyitkan dahinya dengan tatapan 'siapa bocah ini?!' mengingat Luhan tidak datang pada saat penyeleksian anggota tim yang baru.

Mengerti dengan tatapan semua anggota timnya yang baru, Chanyeol bediri dari duduknya dan memperkenalkan Luhan.

"kalian pasti tidak mengenalnya bukan! Perkenalkan, dia Xi Luhan, anggota tim lama! Jangan tertipu dengan wajahnya! Dia sudah kelas tiga! Dan jangan tertipu dengan tinggi badannya! Karna Luhan adalah visual tim ini!"

Luhan membungkukkan tubuhnya sejenak untuk memberi salam.

"annyeonghaseyo semua! Mohon bantuannya!"

"annyeong Sunbae-nim!"ucap yang lain serempak.

Mereka-anggota tim baru- langsung berbisik-bisik melihat cantiknya Luhan.

Luhan tersenyum sambil melihat anggota tim barunya satu persatu, mengingat wajah Luhan menemukan seorang lelaki berkulit putih pucat dengan tampang datar yang dilihatnya tadi siang di perpustakaan sedang melihatnya lagi-lagi dengan tampang datarnya.

"yah! Apa-apaan ini! Kenapa dia melihatku seolah-olah aku akan dibunuhnya malam ini?! Jangan-jangan dia psico!" – Luhan dalam hati.

"ssttt…. Nanti ayo kita keluar!"bisik Chanyeol yang entah sejak kapan sudah duduk di samping Luhan.

Luhan mengernyit menatap Chanyeol. "kau bukannya berkencan dengan Baekhyun kau malah mengajakku keluar?"

"eiihh,…. Jangan begitu…. Hm! Lagipula kan seekarang malam minggu!" jawab Chanyeol sambil menaik-turunkan kedua alisnya.

Heol~ kalian tidak tahu saja kalau ada seorang namja berwajah datar sedang mengernyit heran melihat interaksi yang dilakukan oleh Luhan dan Chanyeol.

.

.

.

"hati-hati di jalan semuanya!"Chanyeol memberikan salam perpisahan kepada semua anggota timnya.

"ne(b)!"jawab yang lain.

Setelah yang lain pergi, Chanyeol langsung menarik Luhan dan merangkul pundak Luhan dengan satu tangannya. Jelas hal itu membuat Luhan berteriak tak nyaman.

"ayo kita pergi Luhan-ah!"ucap Chanyeol semangat seolah baru mendapat THR.

Chanyeol mengalihkan pandangannya sebelum pergi, seperti mencari-cari seseorang. Sampai matanya mendapatkan siluet objek yang sepertinya memang ia cari. Seorang dengan tinggi yang hampir sama dengannya.

"Sehun-ah! Di sini!"Chanyeol melambaikan tangannya di udara sambil tersenyum idiot.

Luhan yang penasaran siapa yang Chanyeol panggil, mengalihkan pandangannya tepat pada arah yang juga sedang dipandang oleh Chanyeol.

"glk! Bukankah dia si wajah datar yang dari tadi terus melihatku! Apa-apaan ini! Jangan-jangan dua orang ini sedang merencanakan pembunuhanku!" – Luhan dalam hati.

Chanyeol merangkul pria yang dipanggil Sehun tadi dengan satu tangannya yang lain.

"Luhan-ah! Perkenalkan dia Oh Sehun! Dan dia adalah sepupuku!"

"sepupu? Yang benar saja! Park dan Oh itu terdengar jauh!" – Luhan dalam hati (lagi)

Tapi bukan Luhan namanya kalau tidak bisa menutupi raut wajahnya seolah-olah dia biasa saja.

"lalu?"Tanya Luhan singkat.

"lalu? Tentu saja Sehun juga akan ikut kita! Kajja!" dan Chanyeol menarik dua orang itu bagai orang bodoh.

.

.

.

Chanyeol masuk ke dalam kedai tenda di pinggiran jalan dengan Luhan dan Sehun yang mengekorinya. Tempat di mana setiap orang dewasa dapat melepas penatnya dengan menengguk segelas demi segelas berukuran kecil soju.

Luhan mengarahkan pandangannya ke sekeliling ketika memasuki tenda itu lalu mendudukkan tubuhnya ke meja yang sama yang diduduki Chanyeol dan Sehun. "yak! Park Chanyeol! Kau mau minum soju? Dasar gila! Bahkan aku saja belum berumur cukup untuk meminumnya!"

"ayolah Hyung~! Suatu hari kita tentu akan beranjak dewasa! Dan untuk beranjak dewasa, kita mulai dari sini! Lagipula aku yakin kalau kau sudah pernah melakukan seks! Itu berarti kau sudah dewasa!"

Dan selanjutnya Chanyeol sibuk memesan tanpa mempedulikan tatapan dari dua orang yang semeja dengannya.

Tunggu, dua orang?!

"wah,… Park Chan,… sepertinya aku sudah salah merestuimu dengan Baekhyun!"ucap Luhan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"membicarakanku!"ucap Baekhyun yang tiba-tiba nongol dan langsung mengambil duduk di samping Chanyeol.

"tu, tunggu! Yak! Jadi kalian sedang berkencan! Lalu apa gunanya aku dan Sehun di sini?! Obat nyamuk?!"

"setidaknya dia tahu namaku sekarang!"

"yak, Lu! Kau tidak peka sekali! Ini yang dinamakan double date, Lu! Double date! Benarkan baby Byun!"

Dan Baekhyun hanya mengangguk semangat. Tapi anehnya, setelah memutar matanya untuk berpikir sejenak, Baekhyun menggelengkan kepalanya dan itu sukses membuat Chanyeol heran dengan tingkah kekasihnya.

"MWO! Daouble date?!" Luhan beralih kepada Sehun "yak Sehun-ah! Apa ternyata kau seeorang uke?"

Sehun mengernyitkan dahinya. "bukan! Aku seorang seme!"

"dengar itu, Park! Sehun itu seorang seme! Jadi mana mungkin seme berpacaran dengan seme!"tuding Luhan dan tudingan itu sukses membuat dua orang seme di meja itu menyemburkan minumannya.

"ja, jadi, maksudmu kau juga seorang seme?"Tanya Sehun.

"tentu saja! Aku ini manly kau tahu! Manly!"jawab Luhan dengan pedenya.

"ppffttt…. Kau seme? bwahahahaha"Chanyeol yang tertawa terbahak-bahak. Sedangkan Baekhyun hanya diam di tempatnya.

"jangan bercanda Lu! Tidak mungkin kau itu seme! Kau pasti hanya membual!"lanjut Chanyeol.

"aku tidak bercanda ataupun membual Park!"

"kalau begitu buktikan!"kali ini Sehun yang bebicara. "buktikan kalau kau itu seme!"

Luhan menenggak sojunya. "baiklah! Ku beri tahu sesuatu! Aku bahkan punya mantan uke!"

Chanyeol nampak antusias. Namun antusias yang mengejek. "benarkah? Siapa? Apa dia satu sekolah dengan kita?"

"dia satu sekolah dengan kita! Kelasnya bersebelahan dengan kelasmu Park Chan! Dan dia sekarang duduk tepat di sampingmu!"jawab Luhan enteng.

Sayang jawaban enteng dari Luhan tak ditanggapi enteng oleh Chanyeol. Untuk yang kedua kalinya, Chanyeol menyemburkan soju dari mulutnya lalu melirik orang yang duduk tepat di sampingnya.

"b, b, babe, apa Luhan baru saja bilang kalau kau mantannya?"

Dan pertanyaan Chanyeol baru saja dihadiahi anggukan oleh Baekhyun. "Luhan hyung memang mantanku! Dia pacar pertamaku dan kau tahu sendiri kalau kau yang kedua!"

Chanyeol lemas seketika.

"ja, jadi, Luhan yang mengambil ke, keper, keperjakaan, mu?"Chanyeol mulai gugup mengantisipasi jawaban yang akan ia dengar.

Sayang, tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Chanyeol. Baekhyun kembali mengangguk. "tahun lalu kami putus! Padahal hubungan kami sudah lebih dari dua tahun!"Baekhyun membenarkan.

Chanyeol jangan ditanya. Sudah hilang nyawanya sekarang.

"setelah putus, awalnya memang canggung! Tapi lama kelamaan, aku dan Luhan hyung bisa seperti awal saat kita masih teman biasa!"lanjut Baekhyun.

"yak Byun Baekhyun!"Chanyeol memanggil dengan tatapan yang masih kosong.

"hm!" dasar Baekhyun tidak peka! Jadi ya dia hanya menjawab panggilan Chanyeol sepertibiasa.

"MULAI SEKARANG JANGAN DEKAT-DEKAT DENGAN LUHAN LAGI! HAPUS SEMUA FOTOMU DENGANNYA! UNFOLLOW INSTAGRAMNYA! BLOKIR NOMOR TELPONNYA! DAN AKU AKAN MEMASTIKAN KAU HANYA AKAN BERSAMAKU SELAMA 24 JAM!"ucap Chanyeol dengan satu kali hembusan nafas. Tapi setelahnya ia malah terengah-engah sendiri.

"dan kau Luhan! Jangan dekat-dekat dengan Baekhyunku lagi! Jangan pernah menelponnya! Jangan pernah mengiriminya pesan! Dan jangan pernah berangkat atau pulang sekolah bersamanya lagi!"lanjut Chanyeol.

"heol! Memangnya apa hakmu?"

"aku pacarnya Baekhyun sekarang!"

Tiba-tiba sebuah ide jahil muncul di otak Luhan. "kau pacarnya? Tapi bagaimana ini? Aku yang sudah berhasil membobol hole Baekhyun!"

"YAK!"

Oh! tolong ingatkan pada Luhan dan Chanyeol kalau mereka masih di tempat umum. Siapapun dapat mendengar mereka.

=skip time=(mereka sudah mabuk=

"kau tahu apa itu artinya?!"ucap Chanyeol sambil menunjuk wajah Sehun. "itu artinya dia tidak menyukaimu! Lupakan saja mimpimu untuk menjadi salah satu pekerjanya, carilah seseorang yang mengakui dan menghargaimu!"lanjutnya.

Begitulah perbincangan empat orang yang entah sejak kapan mulai dekat dan mulai mabuk itu.

"yak Sehun-ah! Kau jangan ikut minum lagi! Bagaimanapun kau baru lulus SMP!"ucap Luhan sambil mengambil gelas soju Sehun.

"itu benar! Dua gelas saja jangan berlebihan!"sambung Baekhyun.

Tanpa Baekhyun dan Chanyeol sadari, ponsel Luhan bergetar, tanda sebuah pesan masuk. Sehun tak tau pasti apa itu isinya karna dengan jelas dia dapat melihat pesan yang didapat Luhan tidak menggunakan aksara korea. Tapi yang Sehun tahu, setelah membaca pesan itu raut wajah luhan berubah.

"from: Baba

Gegemu meninggal! Bisakah kau pulang?"

.

.

.

"Chanyeolie~ apa kau pernah menjadi seorang straight atau kau seorang biseksual?"tanya Baekhyun yang jelas sudah mabuk malam itu.

"kenapa kau menanyakan hal itu?"-Chanyeol tak kalah mabuk.

"karna fans mu semuanya cantik dan seksi! aku tak suka hal itu!"

"tenang saja! Bahkan sekalipun Miranda Kerr datang padaku, kau tetap satu-satunya untukku!"

"jjinja?"

Chanyeol hanya mengangguk yakin sambil tersenyum idiot.

"Chanyeolie saranghae~"

"nado saranghae Baekhyunie~"

Dan mereka mengakhirinya dengan sebuah ciuman yang cukup menuntut.

"Yak! Hyung! Get room please!"bentak Sehun yang sudah cukup muak dengan tingkah kedua orang di depannya. Sementara yang dibentak hanya menatap Sehun sambil mengedipkan matanya bodoh.

Sehun beralih ke Baekhyun. "Baekhyun hyung! Rumahmu di mana? Biar aku memesankan taksi untukmu!"

Tapi Baekhyun hanya menggeleng imut lalu memeluk leher Chanyeol. "aku hanya mau bersama Chanyeolie hari ini! Ani! Aku mau bersama Chanyeolie sampai besok, sampai lusa, sampai minggu depan, sampai bulan depan, sampai tahun depan, sampai selama-lamanya!"

Chanyeol ikut memeluk Baekhyun. "aku juga cuma mau sama Baekhyunie! Jangan pisahkan aku dengan Baekhyunie! Atau aku akan memukulmu!"

Baik! Sehun benar-benar muak sekarang. Sehun segera mengambil ponselnya dan memesan sebuah taksi.

"Luhan hyung juga mau ku pesankan taksi?"tanya Sehun kepada Luhan yang dari tadi hanya menunduk diam dan sesekali menenggak sojunya.

Luhan menggeleng. "biarkan aku di sini dulu! Hanya, sedikit lebih lama!"

Tak selang berapa lama kemudian, taksi yang dipesan Sehun telah datang. Sehun segera menggiring dua sejoli yang baru saja jadian beberapa jam yang lalu. Lalu mengatakan pada sopir untuk mengantarkan ke rumah Chanyeol.

"Luhan hyung tak mau pulang?"tanya Sehun sekali lagi.

Luhan kembali mengangguk. "biarkan aku di sini dulu! Hanya, sedikit lebih lama!"

"Hyung! Kau sudah mabuk!"

"sebentar lagi"

Tapi setelahnya, Sehun melihat punggung Luhan yang bergetar. Sehun yakin Luhan sedang menangis sekarang.

Sehun menggetarkan bahu Luhan, "Hyung! Gwaenchanha?"

"dasar laki-laki brengsek! Bagaimana bisa kau mati begitu saja tanpa pernah menebus dosamu sebelumnya?!"

Setelahnya, tangis Luhan pecah. Sehun hanya mengelus bahu Luhan sampai tangisnya perlahan-lahan mereda.

"Hyung!" Sehun memulai. Tak peduli apakah akan direspon oleh Luhan ataupun tidak, Sehun tak peduli.

"ayahku, dia selalu pergi meninggalkanku untuk bekerja. Bahkan seumur hidupku aku tak pernah diajaknya ke taman bermain atau kebun binatang seperti anak lainnya!"

"ayah selalu meninggalkanku bekerja! dia bahkan tak pernah mengajakku ke taman bermain atau ke kebun binatang seperti anak lainnya!"

Luhan menolehkan kepalanya, menatap ke dalam manik caramel milik Sehun.

"ketika dia di rumah, dia hanya menatapku tak peduli. Aku tak pernah berbicara secara bahagia dengannya! Dia ayah yang buruk bukan?"

Luhan masih terus menatap Sehun.

"terkadang, aku bahkan berpikir dia bukan ayahku! Aku mulai berpikir apakan aku benar-benar keturunan keluarga Oh! Tapi setiap dia memarahiku ketika nilaiku jelek, dan saat dia masih mengolokku padahal aku mendapat nilai sempurna dan berada di tempat pertama, aku sadar, sedingin apapun ayahku padaku, dia tetaplah ayahku! Dan aku yakin dia menyayangiku!". Sehun mengakhiri kalimatnya dengan sebuah senyum

"Sehun-ah!"itu Luhan yang memanggil Sehun. "apa sebelumnya kita pernah bertemu?"

Sehun sedikit membulatkan matanya, mendengar pertanyaan Luhan. Tapi detik selanjutnya, onyx Sehun semakin melebar ketika Luhan menarik tengkuknya dan menempelkan sesuatu yang lembab, kenyal, dan hangat pada belahan bibirnya.

Benar, Luhan mencium Sehun. Ciuman pertama Sehun.

.

. TBC

Wehheeeyyyy… update… sebelumnya maaf banget soalnya kaga jagi gua kasih adegan nc. Adengan nc nya panjang banget sih, jadi buat adegan nc itu fix besok di capter selanjutnya, dan capter selanjutnya nungguin kalo capter 3 udah selesai gua buat, huffttt,… mianhae… tapi buat nunggu gua abis nulis itu capter yang mungkin bakal lama baru di update gua bakalan update ff oneshot yang isinya adegan nc semua wkwkwkwk. Tungguin aja maljum depan. Makasih buat yang review^^ aku seneng banget baca review kalian. Lima rewiew pertama dari yuliantidinny aduuuhhh emak gua tercinta, terus dari Arifahohse, dari ChanNhye (buat kamu aku tambahin part ChanBaeknya^^), terus dari Hannie222, dan yang terakhir dari kyongin21, yang lain juga makasih banyak…^^. Aku janji bakal update secepatnya kalo capter 3 udah jadi. Sekali lagi terima kasih ya^^