ChangKyu fic
DBSK & SJ © SM Entertainment.
Member DBSK & SJ © Their parents.
Warning : AU, OOC, Weird, Typo(s), etc.
.
.
Don't Like, Don't Read
.
.
m(_ _)m Hontou ni gomennasai lama updated-nya, saya masih sibuk dengan kegiatan kampus. Jadi baru bisa updated sekarang.
Ini sudah saya updated sequel-nya. RnR please...
.
.
"Kau darimana saja?" Tanya Changmin dengan nada suara rendah saat akhirnya ia menemukan Kyuhyun yang sudah berada diteras rumah Jungsoo dan Donghae. Saat ini ia sedang mencoba untuk meredam emosinya pada sang pemuda setengah siluman dihadapannya. Abaikan dua orang yang saat ini masih terengah-engah dibelakang Changmin.
"Anoo, maaf. Tadi aku pergi kesuatu tempat." Jawab Kyuhyun pelan, ia tidak berani menatap Changmin saat ini. Nada bicara Changmin saja sudah membuat bulu romanya berdiri, apalagi jika ia melihat wajahnya. Bisa dipastikan bahwa saat itu juga ia akan bersujud meminta ampun pada lawan bicaranya tersebut.
"Semua orang disini juga tahu kau pergi. Apa kau tidak mengerti pertanyaanku Kyu?"
"Bukannya begitu."
"Bisakah kau hentikan kebiasaan bodohmu itu Kyu?"
"Mwo? Apa kau bilang? Kebiasaan bodoh? Kau pikir aku bodoh?" Setakut-takutnya Kyuhyun pada kemarahan Changmin, ia tetap tidak akan terima jika dikatakan bodoh. Apalagi ada dua orang asing yang menatap pertengkaran mereka dengan raut wajah yang sulit diartikan.
"Jadi kau merasa bodoh? Baguslah jika kau masih sadar bahwa kau ini bodoh." Sahut Changmin, ia benar-benar kesal saat ini. Bagaimana bisa setan kecil didepannya ini selalu berlaku seenaknya seperti itu. Rasa ingin tahu seorang Kyuhyun benar-benar sangat merepotkan.
"YA! Apa maksudmu Shim Changmin sialan. Kau menantangku bertarung?" Hampir seperti berteriak seorang Kyuhyun mengatakannya. Dan, lihat pemuda tinggi yang ia teriaki tersebut.
"Jika kau ini tidak bodoh, tidak mungkin kau hampir terbunuh berkali-kali. Tahanlah sedikit rasa ingin tahumu itu. Dan berhentilah berkeliaran tanpa pengawasanku. Aku tidak menantangmu bertarung, kau pasti juga sadar tidak akan pernah menang dariku kan Kyu."
"Kau pikir aku anak kecil Shim Changmin? Dan apa maksudmu aku tidak akan pernah menang."
"Tidak. Hanya saja kau sangat kekanakan. Memang nyatanya kau tidak akan pernah menang kan?" Balas Changmin datar.
"YA! Apa maksudmu tiang listrik? Kalau aku mau, bisa saja aku menang darimu."
"Menang karena kau tau jika aku tidak akan pernah bisa menolak keinginanmu maksudmu?" –Blush– Tepat sekali, kata-kata Changmin membuatnya terdiam seketika. Seorang Shim Changmin memang tidak pernah bisa menolak keinginannya, sekalipun itu hal paling absurd yang pernah ada.
"Ugh, kau menyebalkan Min." Raut wajah Kyuhyun saat ini membuat Jungsoo dan Donghae terkikik geli. Dua orang asing yang baru mereka temui kemarin ini benar-benar sangat unik dimata mereka.
"Kau tadi kemana?" Kembali lagi ke titik awal masalah. Pertanyaan Changmin seketika menghilangkan rona merah diwajahnya. Raut wajahnya menjadi tegang, dan itu membuat Changmin heran. Jungsoo dan Donghae yang tadinya terkikik geli segera mamasang tampang serius mereka.
"…" Entah bagaimana Kyuhyun mengatakannya pada Changmin, saat ini ia sangat bingung bagaimana mengumpulkan kata-kata yang tepat untuk menjelaskan apa yang ia lihat.
"Kyu? Kau menginginkan sesuatu?" Tepat sekali, dia memang menginginkan sesuatu. Tapi hal yang ia inginkan sangat berbahaya.
"Ani." Jawabnya pelan.
"Jangan berbohong Kyu. Apa yang kau inginkan?"
"Itu, tadi pagi ada yang memanggilku." Kata Kyuhyun pelan.
"Siapa?"
"Seekor anjing."
"Ha? Anjing? Tidak ada anjing disekitar sini Kyu." Sahut Changmin.
"Tunggu sebentar." Intrupsi sebuah suara lain selain Changmin dan Kyuhyun yang sedang berdebat.
"Kau tadi bilang anjing?" Tanya Donghae.
"Ne, anjing putih besar." Jawab Kyuhyun polos sambil merentangkan tangannya menunjukkan betapa besarnya anjing yang ia temui.
"Hyung," Kata Donghae pelan. "Kau sadar kan hyung." Lanjutnya.
"Ne Donghae-ah. Mungkin itu dia."
"Bukan mungkin hyung. Tapi itu pasti dia. Kyuhyunnie, apa yang dia katakan?"
"Eto, dia tidak mengatakan apapun. Hanya saja dia tadi mengajakku kesuatu tempat."
"Kau ingin kita kesana?" Tanya Changmin dengan wajah datarnya.
"Kau mau kesana?" Bukannya menjawab, Kyuhyun justru balik bertanya.
"Kalau kau ingin kita kesana katakan saja Kyu. Berhentilah bersikap seolah aku yang menginginkannya. Tch."
"Aku tidak mengatakan ingin kesana, bukankah aku tadi bertanya Min."
"Ya, ya, terserah kau saja. Sekarang apa maumu?"
"Aku ingin tidur. Temani aku tidur Min."
"Ha?"/ "Mwo?" Dua respon yang hampir bersamaan dari dua orang yang hanya melihat perdebatan mereka. Bagaimana tidak heran jika tiba-tiba Kyuhyun mengatakan bahwa ia ingin tidur setelah semua yang terjadi. Mereka melihat Changmin dengan wajah seolah mengatakan 'Jelaskan-apa-yang-terjadi-sekarang-juga.'
Changmin hanya menghela nafas saat Kyuhyun mengatakan ingin tidur. Ia sadar sepertinya Kyuhyun baru saja mengalami hal yang tidak menyenangkan.
Saat ada hal yang membuatnya tidak nyaman, Kyuhyun selalu seperti itu. Entah apa yang membuatnya seperti itu. Yang Changmin tahu sejak ia mengenalnya, Kyuhyun sudah memiliki kebiasaan seperti itu.
Tanpa membuang waktu segera ditariknya tangan Kyuhyun memasuki rumah tersebut. Sesampainya dikamar yang mereka tempati semalam Changmin segera merebahkan dirinya dan disusul dengan Kyuhyun yang berbaring diatas tubuhnya.
Tak membutuhkan waktu yang lama Kyuhyun pun sudah terbuai dialam mimpinya, irama detak jantung pemuda dibawahnya membuat tubuh dan pikirannya tenang, karena itu dia mudah sekali tertidur.
Changmin yang menyadari bahwa Kyuhyun sudah tertidur dengan hati-hati memindahkan tubuh pemuda yang lebih kecil darinya itu diatas ranjang. Dengan langkah pelan ia berjalan keluar dari kamar itu.
Sudah ada dua pemuda yang menunggunya diluar, dengan tenang Changmin mendudukkan dirinya pada kursi didepan kedua pemuda yang menunggu penjelasan darinya itu.
"Jadi," Kata Donghae memulai percakapan.
"Apa yang terjadi tadi?" Pertanyaan Donghae yang masih menggantung itu disambung oleh Jung Soo.
"Bukan apa-apa. Dia memang seperti itu."
"Ya! Kau! Bisakah kau menjawab pertanyaan kami dengan benar?" Teriak Donghae sambil menunjuk wajah Changmin.
"Bisakah kau kecilkan suaramu Donghae-ssi, aku tahu ini dihutan. Tapi teriakanmu yang seperti yeoja itu bisa mengganggu tidur Kyuhyun." Ctik, seketika itu juga Donghae kehabisan kata-kata. Entahlah, ia ingin marah tapi dia tidak tahu bagaimana caranya. Poor you Lee Donghae.
"Tenanglah Donghae-ah, kau ini tidak bisakah bersabar sedikit. Kyuhyunnie baru saja tidur. Changmin pasti akan bercerita, jadi bersabarlah. Iya kan Changmin-ah?"
"Ck, baiklah. Aku juga tidak tahu. Itu memang kebiasaannya sejak dulu, Kyuhyun hanya akan seperti itu saat ia mengalami hal yang membuatnya tidak nyaman atau ada suatu hal yang membuatnya marah. Itu adalah cara Kyuhyun menenangkan dirinya."
"Begitukah?" Gumam Jung Soo penuh kelegaan.
"Hn, betigulah. Jangan membicarakan hal yang menyangkut tentang dirinya saat dia belum benar-benar tidur. Setan kecil itu terkadang suka pura-pura tidur, pendengarannya sangat tajam karena itu semalam aku harus memastikannya tidur dulu."
"…" Jungsoo dan Donghae hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saat mendengar penjelasan Changmin.
"Jadi Jungsoo-ssi, bisa kau jelaskan sekarang tentang anjing yang dibicarakan Kyuhyun?"
"Aaa, tenang saja dia bukan makhluk jahat. Anjing itu adalah dewa pelindung hutan dan desa disini. Namanya Buroumunhi. Kau tidak perlu cemas, buktinya Kyuhyun tidak apa-apa bukan." Jawab Jungsoo. "Hanya saja aku penasaran kemana dia membawa Kyuhyun." Lanjutnya sambil bergumam pelan.
"…" Changmin yang merasa tidak perlu membalas hanya diam saja mendengarkan dua orang didepannya.
"Tapi hyung, kau sadar bukan bahwa dia tidak pernah menemui seseorang entah itu manusia maupun siluman. Satu-satunya orang yang pernah melihatnya selain Kyuhyun adalah sang Queen bukan?" Changmin mengerutkan dahinya saat mendengar kata-kata Donghae.
"Ne, hanya sang Queen. Kau sudah kuberitahu bukan Changmin-ah siapa sang Queen."
"Hm."
"Maksud hyung apa? Kenapa hyung seperti tidak terkejut. Aish, kenapa sepertinya hanya aku yang tidak tahu apa-apa disini?" Donghae menggerutu pelan, semalam memang dia tidak mengikuti pembicaraan antara sang hyung dengan Chnagmin.
"Sebenarnya," Kata Donghae, "…siapa sebenarnya Kyuhyun?" Lanjutnya. Dia sangat penasaran saat ini.
"…"
"…"
Donghae memandang dua orang itu secara bergantian. Merasa tidak akan dijawab ia pun melanjutkan kata-katanya.
"Satu-satunya siluman rubah berbulu putih yang pernah kutemui juga sang Queen. Ah, tidak. Ada seorang lagi, hanya saja dia setengah siluman seperti Kyuhyunnie. Hanya saja dia,-"
"Donghae-ah, kurasa sudah cukup sampai disitu saja yang kau bicarakan." Potong Jungsoo, Donghae menelan ludahnya pelan. Sepertinya dia membuat sang hyung marah.
Donghae lupa bahwa itu adalah hal yang sensitive bagi hyung-nya.
"Sebaiknya kau keluar mencari bahan makanan Donghae-ah, sudah saatnya sarapan." Lanjut Jungsoo.
"Y-Ye." Jawab Donghae segera mengangkat kakinya keluar dari rumah, daripada dia kena amuk hyung-nya.
"Jungsoo-ssi, apakah Queen itu yang kita bicarakan semalam?"
"Ah, ne. itu adalah dia." Jawab Jungsoo dengan wajah tertunduk. "Dan, Changmin-ah. Bisakah kau memanggilku tidak dengan cara yang sangat formal seperti itu?"
"Kurasa aku lebih nyaman seperti ini." Sahut Changmin.
"Ah, baiklah jika begitu. Tapi aku tetap berharap kau dan Kyuhyun mau memanggilku hyung." Senyuman lembut Jungsoo berikan pada pemuda tinggi didepannya. 'Kau sangat tertutup ne Changmin-ah. Persis seperti Umma-mu.' Lanjutnya dalam batin.
"Hn."
"Setelah ini, kau akan pergi kemana Changmin-ah?"
"Entahlah, Kyuhyun suka berpergian. Mungkin kami akan tetap berpetualang bersama. Tapi sebelum itu, sepertinya aku harus menyelesaikan maslah yang dibuat setan kecil itu." Jawab Changmin diikuti dengan helaan nafas pelan.
"Masalah? Masalah apa?" Tanya Jungsoo penasaran.
"Kyuhyun menginginkan sesuatu, dan itu pasti akan menimbulkan masalah. Ck, benar-benar setan kecil." Gerutu Changmin.
"Pffft, dan kau selalu menurutinya?" Tanya Jungsoo dengan wajah menahan tawa.
"Kau pun tidak akan bisa menolak keinginan setan kecil itu Jungsoo-ssi. Dia selalu mendapatkan apa yang diinginkannya." -_-'
"Kau sangat menyayanginya ne Changmin-ah?" Tanya Jungsoo pelan.
"..." Bukannya menjawab, Changmin hanya tersenyum mendapatkan pertanyaan dari Jungsoo. Senyum pertamanya pada orang asing selain pada Jinki dan Kyuhyun.
"..." Jungsoo hanya tertegun melihat senyum Changmin. 'Kau tahu, putramu sekarang sudah dewasa. Sayang sekali kau tidak bisa melihatnya. Dan dia juga sangat kuat. Sama persis seperti ayahnya, tapi sifatnya hampir mirip denganmu.' Batin Jungsoo
TBC
dazzledaisy - Yoroshiku itu artinya salam kenal chingu. Ne, ini sudah saya lanjut.
Regina Moccha Leonarista - Arigatou na.
Meilani Chan - Ne, ini udah dilanjut. Sankyuu review-nya.
FiWonKyu0201 - Sankyuu na buat review-nya.
aninkyuelf - Ne, ini sequelnya. Sankyuu na dah mau review.
riekyumidwife - Kyu itu setengah siluman chingu, istilah keren-nya Hanyou -kayak anime fandom sebelah-. Makasih dah mau review, ini lanjutannya.
BunnyKyunnie - Makasih, ini dah saya updated kelanjutannya.
bella0203 - Makasih, ini sudah saya lanjut. ^_^
shin min hyo - masih belum chingu, ini masih belum ke inti masalahnya. sankyuu ne review-nya.
mini - Makasih ^_^
xoxoxo - Ne, sankyuu dah mau review. Ini sudah saya lanjut.
Jmhyewon - Arigatou, ini sudah saya lanjut.
Ganesha - Ne, arigatou sudah mau review.
ratnasparkyu - Kyu gk kemana2 chingu. ^_^
wonkyufa - Soalnya klw gak diawasin takutnya nguping nanti chingu. Biar gimana pun kan Kyuhyun tetep evil. Kekekekekeke
yuriko kannda - Ne, ini sudah dilanjut kok. Maaf ya lama, saya masih PPL. ^_^
