Summary : Gengsi tinggi, pemalas, dan benci hal merepotkan adalah masalah Shikamaru yang mempersulit dirinya bersama Temari. Akankah ia mengalahkan gengsinya dan bersama Temari? Atau Temari berakhir dengan Sai, si pemuda hangat dan penuh senyum?
Disclaimer : Kepunyaan Masashi Kishimoto (Dipinjem bentar karakternya)
Warning : My 1st Fanfic! Abal, Kecepetan, Tragis!
Mohon Review-nyaaaaaaaa =))
Balasan Review ada dibawah yaa =)) terimakasih atas review-nya minna!
ShikamaruXTemari
SaiXTemari
.
.
.
Shut Up and Stay with Me, Temari Chapter II
.
.
.
Temari's POV
Ingin rasanya aku menonjok Shikamaru yang sudah menarik tanganku sambil menekannya dengan keras! KERAS SEKALI! Sialan sekali! Belum lagi tindakannya yang menarik paksa tubuhku semaunya. Memang aku ini boneka apa?! Sial sekali, padahal akukan sedang bersenang senang dengan Sai, lelaki pucat yang emm... lumayan tampan hehe... tapi peduli dengan Sai! Bocah nanas ini yang jadi permasalahannya! Baru saja aku akan mengucapkan sumpah serapah kepadanya sampai tiba-tiba dia melepaskan tanganku dan...
"Kau jangan pernah bersama laki-laki itu lagi, aku tidak sudi kau bersama dia Temari. Aku mencintaimu. Jangan lagi." kata shikamaru terlontar saja tiba-tiba dari mulutnya.
Hening... aku shock! Berpikir dengan keras atas pernyataan Shikamaru tadi. Apa sih yang dia bicarakan? Apa tadi bahasa alien?! Aku diam, mulutku membuka-tutup tanpa ada kata yang keluar. Aku bingung, apa kupingku salah mendengar?!
"Hahahahahaahah!" Tiba-tiba aku tertawa! Ini lucu sekali!
Normal POV
"Hahahahahaahah!" Tiba-tiba Temari tertawa!
"Me-mengapa kau tertawa?" Shikamaru tampak bingung. Wajahnya yang tadi serius kini terlihat sedikit merah.
"Hahahhaha! Kau ini bicara apa Bocah nanas?! Kau mencintaiku?! Yang benar sajaaa hahaha"
"Heh wanita merepotkan aku... aku... aku serius! Aku mencintaimu!" kini Shikamaru tampak kesal dan pipinya makin memerah.
"Serius kau bilang? Bocah macam dirimu tau apa tentang cinta? kau jangan main-main denganku, aku 3 tahun lebih tua darimu! Kau pemalas, keras kepala, tak berniat hidup, bagaimana bisa merasakan apa itu cinta? Mustahil! Hahaha" Jawab Temari sambil berkacak pinggang, menantang Shikamaru.
Shikamaru kaget, ia terlalu malu dan kesal untuk menjawab pernyataan Temari. Kini ia bungkam, mengurungkan niatnya dan merasa kecewa Karena ternyata Temari hanya menganggapnya seorang bocah yang pemalas, keras kepala dan tak berniat hidup. Ia merasa kecewa, dan malu terhadap dirinya sendiri.
Melihat tak ada reaksi dari Shikamaru, Temari akhirnya angkat bicara "Sepertinya aku sudah tidak ada urusan lagi disini. Baiklah, aku akan kembali ke taman tadi, kasihan sekali Sai pasti menungguku lama. Jaa nee...!" Temari berbalik meninggalkan Shikamaru sendirian.
Shikamaru masih membeku ditempatnya semula. Kini amarahnya memuncak. Ia kepalkan tangannya seerat mungkin. Giginya bergemeletuk, dan tubuhnya bergetar.
"TEMARI ! LIHAT SAJA KAU ! AKU AKAN MEMBUATMU MENCINTAIKU ! AKU MENCINTAIMU DAN KAU HARUS MENJADI MILIKKU ! AAAAARRRGGGHHH...!" Teriak Shikamaru sekencang-kencangnya.
Temari's POV
Dasar bocah nanas, ada ada saja, masa iya dia mencintaiku? Pasti ia hanya bercanda dan mau mempermainkanku saja... tapi, entah kenapa aku merasa tadi ia sungguh-sungguh. Haah sudahlah untuk apa aku memikirkannya? Lebih baik aku menemui Sai, dia pria yang menarik dengan kemampuan menggambar yang luar biasa! Dapat berprilaku dengan baik. Memikirkannya, tanpa sadar bibirku merekah tersenyum, dan aku putuskan untuk mempercepat langkahku agar dapat menemui Sai secepatnya.
Baru saja aku akan berbelok, tiba-tiba aku mendengar suara yang familiar ditelingaku berteriak...
"TEMARI ! LIHAT SAJA KAU ! AKU AKAN MEMBUATMU MENCINTAIKU ! AKU MENCINTAIMU DAN KAU HARUS MENJADI MILIKKU ! AAAAARRRGGGHHH...!"
'DEG...' Hah?! Itukan suara Shika? Aku menghentikan jalanku. Aku merasa seperti sedang dirayapi oleh sesuatu sehingga tubuhku terpaku sejenak. Entah mengapa aku merasakan kesungguhannya. Apa jangan-jangan Shikamaru benar-benar...
Heh, baiklah Shikamaru, tunjukkan padaku kalau begitu. Aku tersenyum dan melanjutkan perjalananku.
Normal POV
"Ano, Sai-kun maaf membuatmu menunggu" Sapa Temari yang ternyata mendapati Sai masih setia duduk ditaman menunggunya.
"Oh Temari-san, tidak apa-apa. Kalau boleh aku tau apa yang Shikamaru lakukan padamu? Apa kau baik-baik saja?" Tanya Sai sambil tersenyum seperti biasanya.
"Ah itu, itu, tadi Shika hanya menyuruhku untuk ano... emmm... memberi makan rusa-rusanya iya heee... tapi aku tidak apa-apa. Terimakasih sudah bertanya." Jawab Temari berbohong.
"Ah baiklah, aku takut jika terjadi sesuatu pada dirimu. Ohya, hari mulai gelap. Apa kau mau kuantar kepenginapan sekarang?"
"Eh? Te...tentu. Errr... Aku menginap di gedung sebelah Ichiraku Ramen." Jwb Temari Blushing.
Merekapun berjalan bersama dibawah matahari terbenam. Tanpa diduga, Sai mendekatkan jaraknya pada temari dan menggandeng lembut tangannya. Temari yang kaget begitu melihat muka sai yang tersenyum membuat ia semakin blushing dan membiarkan tangannya digenggam oleh Sai. Walau tangan Sai terasa dingin dan kaku, ia merasa nyaman dan mengeratkan genggamannya.
'Aduuh, kenapa hatiku berdebar-debar begini? Apa aku mulai menyukai Sai? Tapi, bagaimana dengan Shikamaru?' Pikir Temari. 'Tapi, aku merasa nyaman' lanjutnya dalam hati.
"Kita sampai" Kata Sai menyadarkan Temari. ternyata mereka sudah sampai di depan penginapan Temari. Dan tanpa canggung, Sai melepaskan genggamannya lalu menyentuh dagu Temari sebentar sebelum berbalik pergi meninggalkan Temari yang shock ditempat.
"Sa...sai tunggu!" Sontak Temari. Sai membalikan badannya dan mengangkat alisnya sambil tersenyum tipis.
"Arigatou!" Seru Temari sambil membungkukkan badannya. Sai hanya melambaikan tangannya sambil tersenyum lebar dan hilang di tikungan. Temaripun segera masuk ke penginapan dengan hati yang sangat senang.
Tanpa mereka sadari, ternyata sedari tadi sepasang mata telah menatapnya kesal. Sang pemilik berbalik dan berjalan cepat meninggalkan gedung.
'Sialan kau mayat hidup Sai ! Mendokusai! Lihat saja kau, aku takkan membiarkan Temari jatuh hati padamu! Akan kupastikan dia bersamaku ! '
TBC... Mohon Review=))
Xoxo
Haaaaiiii Minna-san sumimasen lama updatenya haduh semoga gabosen nunggu ya hihihi, langsung jawab review ah~ Ohya! Sebelumnya mau ngucapin terimakasih sama yang udah pada nge-review, Favs, dan following... Arigatou gozaimasu I love you muaaah...!
Sabaku Yuri : Halloooo Sabaku Yuri-san, salam kenal juga yaa! Maaf atas penulisannya yang absurd banget salahnya, maklum ngetik di tab ga otomatis rubah hehe. Di chapter II ini semoga sudah benar ya penulisannya. Dan ceritanya sedikit panjang, semoga betah nungguinnya ya~ Terimakasih reviewnya!
Akiyama Yuki : Hallooooo Akiyama-san, maaf ya baru lanjut nih, tapi belum tamat. Semoga masih bersedia nunggu kelanjutannya yaa. Terimakasih reviewnya!
Sabaku Yusvirades : Hallooooo Sabaku Yusvirades-san, salam kenal juga~ Aduh makasihmakasih pujianya, saya senang kalo pembaca senang! Jadi semangat nulis lanjutannya nih hehe. Dan fic-nya masih belum complete juga nih... maaf yaa agak panjang fic-nya semoga betah nungguinnya ya~ Terimakasih reviewnya!
