Chapter 1 Kami Mencoba Untuk Melaju di Gunung
Nana pun hanya bisa teriak karena kaget mendengarkan penjelasan pamannya itu.
"Pa-pa-paman! Sebelumnya, bagaimana bisa mendapatkan mobil ini?" Nana terlihat bingung.
"Gimana ya… palin dapat di dealer mobkas sih." Jawab Pamannya Nana.
"Maksudku… paman gak korupsi kan?" Tanya Nana.
"Nana-chan!" Sahut Yukari.
"HAHAHA… tenang saja. Semuanya pakai kantong pribadi. Gak ada uang rakyat yang diambil." Jawab Pamannya Nana sambil tertawa.
"Kesampingkan soal itu… Paman… tujuan kami harus memiliki sim apa ya?" Tanya Nana.
"Kalian kan udah terkenal. Tentu tidak setiap saat kami bisa menjemput… apalagi kita tidak tahu ancaman apa yang kalian alami. Jadi..."
Nana dan Yukari pun hanya bisa ber-'oh' mendengar penjelasan beliau.
"Sebelumnya, selamat atas kelulusan ujian simnya, Nana,"
"Ma… Makasih." jawab Nana.
"Karena kalian tidak ada pekerjaan sampai senin depan, anggap saja sekarang kalian latihan saja dijalan sampai senin depan. Toh mobil kalian sudah ada sticker untuk pengendara baru." Kata Paman sambil pergi kedalam kantor
"Pantas saja aku cari itu sticker di amplop tidak ada," gumam Nana.
Setelah itu, suara angin terdengar merdu ditelinga. Keheningan dan senyap pun tak terelakkan. Yukari berusaha untuk memecahkan situasi tersebut.
"Na… Nana-chan..."
"Iya, Yukari-san?" Tanya Nana.
"Bagaimana kalau… kita mencoba kembali apa yang sudah kau pelajari selama ujian praktek?" Ajak Yukari.
"E… Eto..? Kenapa sekarang?" Nana pun kebingungan.
"Lagipula… aku ingin lihat caramu membawa Celica itu," jawab Yukari dengan ekspresi gembira.
Nana pun hanya bisa sweatdrop melihat ekspresi Yukari tersebut.
"Baiklah," kata Nana.
Yukari pun masuk ke mobil Nana dari sebelah kiri, Nana mencoba untuk masuk. Namun, ia tidak ingat kalau sudah masuk kedalam mobil. Yukari pun hanya bisa tersenyum melihat kelakuan Nana.
Kemudian, mereka memakai sabuk pengaman. Yukari memakainya tanpa kesulitan berarti. Sementara, Nana terlihat membutuhkan bantuan memakainya.
"Jangan bilang… kau tidak bisa memakainya?" Tanya Yukari.
Nana pun mengangguk.
Yukari pun membantu Nana dalam memasangkan sabuk pengamannya. Dari memasangkan bagian yang mirip ama tali tas punggung, kemudian memasangkan bagian bawah dari sabuk pengaman empat titik yang terpasang dalam mobil.
Setelah beberapa waktu kemudian, sabuk pengamannya sudah terpasang dan mengikat tubuh Nana dengan erat. Yukari pun senyum puas melihatnya. Kemudian ia pun memakainya untuk punyanya sendiri.
Nana pun langsung menginjak pedal kopling dan memindahkan tuasnya ke angka satu. Sambil melepas kopling, gas diinjak dan hasilnya… mobilnya berakselerasi terlalu cepat sehingga keluar dari tempat parkir dan melintir didepan pintu masuk karena terlalu berusaha untuk mengendalikan mobil yang berakselerasi terlalu cepat itu.
"Nana-chan, kau tak apa-apa?" Tanya Yukari.
"Yukari-san… entah mengapa akselerasi mobil ini terlalu cepat untuk aku kendalikan," jawab Nana.
"Coba lagi tapi gasnya jangan diinjak terlalu dalam," saran Yukari.
Nana pun mencoba saran Yukari. Entah mengapa, Celicanya lebih nurut untuk dikendalikan. Pengendaraan Nana pun menjadi halus tanpa menghentak. Bahkan test mendadak di salah satu tanjakan pun berhasil dilewati dengan mudah. Ketika mereka kembali ke kantor…
"Nana-chan? Sabtu kita ke Karuizawa yuk," ajak Yukari
"EH?"
"Ada acara apa disana?" Tanya Nana kebingungan.
"Hm…" Yukari pun berpikir sejenak.
"Yukari-san…" Nana mulai curiga.
"Ah, pengen jalan-jalan sambil mencoba rute Usui." jawab Yukari.
"Hah?!" Nana terlihat kecewa dengan jawaban Yukari.
"Melibas tikungan dengan kecepatan tinggi… bertarung melawan waktu untuk menjadi yang tercepat… dikerubungi para pria ganteng pada saat finish… senangnya." kata Yukari.
"Anu… Kita kan baru punya SIM. Lalu… langsung ngebut gitu aja? Ntar kalau nabrak gimana?" Nana pun bingung.
"Justru itu. Mumpung ada pelatihan mengemudi lanjutan." Jawab Yukari.
Yukari pun mengeluarkan Hpnya dan mencari sesuatu dalam aplikasi hpnya. Dilihat berbagai postingan, gambar dan dokumen yang tersedia di hpnya. Yukari pun bingung karena ia tidak bisa menemukannya.
"Aneh. Rasanya info itu udah disimpan disini deh. Apa aku lupa ya?" Gumam Yukari kebingungan.
"Anu… Yukari-san?" Nana hanya bisa bersweatdrop.
Beberapa saat kemudian…
"Nah ini dia. Nana-chan!" Sahut Yukari sambil menunjukkan sesuatu ke Nana.
Nana pun membaca apa yang ditunjukkan oleh Yukari…
"Pelatihan mengemudi aman selama balapan di gunung. Didukung oleh ex-leader dari Project D, Takahashi Ryousuke dan ex-member dari Impact Blue, Mako dan Sayuki. Acara diadakan tanggal 2 Maret 20xx di jalur Usui pada jam 10:00 sampai 23:00." Kata Nana.
"Tunggu… pelatihan satu hari dari jam 10 pagi sampai 11 malam?!" Nana pun kaget melihat info tersebut.
"Sepertinya ini sebagai uji coba aja karena kalau sukses maka bisa diadakan lebih lama. Bisa berhari-hari." Kata Yukari.
"Sekarang tanggal… 22 Februari. Masih minggu depan loh, Yukari-san." Jawab Nana.
"Oh ya… sementara kita akhir minggu ini saja baru ketahuan liburnya..." Yukari pun terlihat bingung.
"Apa kita coba kontak dulu saja? Terus minta ajarin dulu?" Saran Nana.
"Tapi bukannya itu membuat mereka repot?" Tanya Yukari.
"Lihat bagian ini deh." Nana pun menunjukkan bagian yang ia maksud.
"Hm… Jika ada yang berminat untuk dilatih sebelum acara utama dimulai… Kita berdua siap membantu. Kita berdua ini maksudnya Mako dan Sayuki kan?" Tanya Yukari.
"Iya itu. Gimana, Yukari-san?" Tanya Nana
"Oke deh." Jawab Yukari.
Yukari pun mengirimkan email menuju kontak yang tersedia dalam gambar selembaran tersebut. Nana melihat jam di hpnya dan menyadari kalau sudah waktunya mereka pulang.
"Ah. Udah jam segini… Lebih baik kita balik yuk." Kata Nana.
"Tunggu, Nana-chan!" Sahut Yukari.
"He?"
"Anu… sepertinya dirumahmu bakal ada pesta. Ah, yang lain mungkin juga bersiap-siap." Kata Yukari.
"Pesta?" Nana pun bingung.
"Gak apa-apa kok. Kalau gitu duluan ya, Nana-chan." Jawab Yukari
Mereka pun kembali masuk ke mobil dan pergi meninggalkan kantor untuk pulang kerumah masing-masing.
Sesampainya dirumah, Nana pun mengecek garasi dan kagetlah ia kalau ternyata garasinya sudah mengalami perubahan dari sebelumnya hanya bisa muat satu mobil sekarang dua mobil pun bisa masuk. Disebelah Toyota Prius yang terparkir terdapat berbagai rak. Ketika Nana mengeceknya isinya terdir dari berbagai tipe kunci soket maupun kunci pas, berbagai jenis obeng, dongkrak dan jack stand pun tersedia. Bahkan dia pun baru menyadari kalau desain rumahnya pun berubah.
Desain rumahnya pun makin terkesan modern dan minimalis. Dindingnya yang berwana putih terlihat cerah pada malam itu dan dengan cahaya lampu yang menyala diluar maupun didalam rumah terlihat menawan.
"Sejak kapan desain rumah jadi cakep gini?" Gumam Nana.
Nana yang masih terkesima itu pun berjalan ke pintu utama rumahnya. Begitu ia membuka pintu… terdengar suara "Prak!" dari dalam rumah.
Rupanya keluarganya membuat pesta kejutan. Nana yang beneran kaget pun akhirnya kembali kesadarannya pun bertanya…
"Kenapa ada cracker dibunyikan disini?"
Mama Nana pun tertawa kecil mendengar pertanyaan dari Nana. Lalu dijawablah pertanyaan tersebut.
"Kepengen saja. Karena… kita merayakan untuk kesuksesanmu mendapatkan SIM." Jawab Mama.
"Ahahaha..." Nana pun bersweatdrop.
Mereka pun menuju ruang makan… disana pun dihidangkan berbagai jenis makanan tersaji disana. Sungguh banyak untuk hanya tiga orang, pikir Nana. Ternyata, teman-temannya Nana, Noda, Satsuki, dan Misaki, rekan kerja yang juga berperan sebagai Uogokoro-kun, maskot kota Nagarekawa, Yui dan Mirai, Yukari-san serta pamannya pun juga ada.
"Padahal cuma lulus ujian SIM aja tapi responnya kaya gini." Nana pun bersweatdrop lagi.
"Nana, disini tuh susah kalau bikin SIM. Kudu belajar berkali-kali dan terkadang tesnya terasa terlalu horror. Kalau dapet instruktur yang nyebelin." Kata Noda.
"Mungkin kau benar, tapi entah mengapa waktu giliranku, instrukturnya terlihat santai… bahkan saking santainya dia tertidur dalam tes." Kata Nana sambil mengingat pengalamannya pada saat tes mengemudinya.
"Yang berat itu kalau gak salah Yukari-san deh. Dia dapet instruktur yang tegas banget sampai-sampai Yukari-san paling lama waktunya untuk menyelesaikan tesnya." Kata Nana sambil tertawa.
"Kejam sekali kau, Nana-chan." Jawab Yukari.
"Ekspresinya tidak bisa membuatku tidak ketawa, Yukari-san. Bahkan aku pun masih menyimpan videonya." Kata Nana sambil mencari Video dihpnya.
Yukari pun langsung berusaha untuk mencegah Nana menemukan video itu, namun… ekspresi Nana pun berubah menjadi kecewa karena gagal menemukannya.
"Ah sudahlah. Sepertinya videonya sudah kehapus… atau udah keupload ke Nistagrom kali ya..." Gumam Nana.
"O… Omong-omong… acara utamanya belum-belum mulai juga?" Tanya Satsuki.
"Be… Benar juga. Baiklah semuanya… sudah megang gelas semuanya?" Tanya Nana sambil mengambil gelas minumnya.
Yukari dan yang lainnya pun langsung memegang gelas minum mereka masing-masing.
"De… Dengan begini, Acara perayaan Nana mendapatkan SIM pun resmi dibuka..." Kata Mamanya Nana sejenak.
Kemudian, Nana pun reflek meneriakkan "Kanpai!" diikuti dengan menggerakkan gelasnya kearah atas. Yang lain pun reflek mengikuti gerakan Nana tersebut.
"Nana… harusnya aku yang ngomong bagian itu…" Kata Mamanya Nana.
"Maaf… reflek." Jawab Nana.
Acara makan-makan pun berlangsung meriah. Jumlah makanan pun berkurang seiring berjalannya waktu. Mereka pun mengomongkan rencana kemana mereka pergi untuk jalan-jalan bersama… walau mungkin bagi Nana dan Yukari dalam waktu dekat belum bisa mengajak jalan-jalan bareng karena mereka sudah janji untuk ke Karuizawa dan Usui akhir pekan ini.
"Omong-omong, Yukari-san. Serius kita berangkat kesana jam 7 pagi?" Tanya Nana.
"Mengingat perjalanannya lumayan jauh… mungkin kita lewat Fukushima… atau lewat Tokyo terus ke Saitama dan Gunma." Jawab Yukari.
"Bensin Celicanya cukup gak ya… belum beli makanan dan minuman ketika di rest area nanti." Nana pun berpikir mengenai rencana perjalanannya.
Mamanya Nana pun menyodorkan sebuah amplop ke Nana. Nana pun bingung dengan amplop tersebut.
"Mama, ini untuk apa ya?" Tanya Nana.
"Untuk ongkos kamu menuju Karuizawa. Kamu nikmati saja perjalanan singkat ini soalnya beberapa hari kedepan kamu bakalan sibuk kembali dengan pekerjaan." Jawab Mamanya Nana.
"Tapi..." Nana pun ragu.
Akhirnya Nana pun menerima amplop tersebut.
"Sekarang waktunya nginap dulu… sudah larut." Jawab Noda.
Nana pun kaget mendengar jawaban Noda.
=w=
Keesokan harinya, Celica dan RX-7 sudah berada depan rumahnya Nana. Nana dan teman-temannya yang menginap pada malam sebelumnya pun bergegas masuk… setelah melakukan pembagian posisi. Maklum, kedua sports car itu tempat duduknya terbatas.
Akhirnya, Noda, Satsuki dan Misaki pun masuk kedalam Celica dan Yui dan Mirai masuk kedalam RX-7. Permasalahan berikutnya ialah… jumlah barang bawaan terlalu banyak untuk ukuran trip dua hari satu malam. Rupanya, ada yang salah kira perjalanannya sebulan penuh dan Yukari lah yang kebanyakan membawa barang.
Akhirnya setelah membereskan dan menitipkan kelebihan barang tersebut, mereka pun berangkat menuju Karuizawa.
=w=
Berjam-jam perjalanan telah dilalui dan mereka sampai di penginapan tempat mereka menginap di Karuizawa pada siang hari. Mereka pun mengangkat barang yang mereka bawa menuju ke ruangan tempat mereka menginap. Nana dan Yukari pun langsung tiduran di lantai ruangan mereka menginap.
"Kalian berdua… tolong dikondisikan ya." Kata Yui.
"Walau perjalanannya lancar… tetap saja lumayan juga ya dari Nagarekawa." Kata Nana.
"Tadi juga tuh ada yang isengin nyalain lampu dim pas di Tokyo. Dikira kita mau balapan di tol tadi." jawab Yukari.
"Ah, mobil kecil itu… dia gak nyadar kalo mobil kita bawa penumpang banyak." Kata Nana.
"Jadi sopir itu berat ya… apalagi kalo mobilnya kaya yang dipakai Nana dan Yukari-san." Noda pun menarik nafas.
"Lagipula Yukari-san. Nanti malam gimana? Udah ada balasan?" Tanya Nana.
"Sebentar. Tadi ada pesan masuk pas kita nyampe di penginapan." Jawab Yukari.
Yukari membuka pesan di Hpnya dan…
"Nana-chan… nanti kita bareng ama pembalap dari Tokyo. Mereka pakai Trueno dan 911… Kata Sayuki-san… mereka sepertinya Idol dari perusahaan gitu." Kata Yukari.
"Jangan-jangan..." Kata Nana.
"Ah gak mungkin locodol itu kan..." Tambahnya.
"Sepertinya bukan mereka deh. Nana-chan." Kata Yukari.
"Nee… itu kan ada gambar dibawah pesannya Sayuki. Coba liat." Nana terlihat senang begitu melihat sebagian gambar terlihat.
Yukari pun menggeser tangannya ke layar dan melihat dua orang wanita. Seseorang berrambut pendek dan berwarna merah marun… dan sebelahnya berrambut panjang berwarna biru. Dibawah foto mereka juga ada pesan dari Sayuki-san yang bertuliskan…
"Oh ya, mereka itu dari 765pro loh..."
"765pro..." Kata Nana.
Noda pun menyamperin Nana setelah mengucapkan kata itu.
"Hee… jadi Nana bakal ketemu ama mereka ya..." Kata Noda.
"765pro ya… rasanya pernah lihat poster mereka deh…" Kata Satsuki sambil berpikir.
"Sepertinya mereka sudah debut nasional ya." Misaki pun ikut nimbrung.
"Oh ya, Nana. Boleh nggak minta tolong minta tanda tangan mereka?" Pinta Noda.
Nana pun menatap Noda dengan muka malas begitu mendengar permintaan Noda tersebut.
"Jangan bilang kau merasa malu karena kau bakal ketemu dengan idol yang setara atau mungkin lebih terkenal dari Awa2 Girls?" Noda pun menoel pipi Nana.
Tiba-tiba bantal duduk pun melayang dan mengenai mukanya Noda.
"Padahal belum waktunya… ya sudahlah." Kata Noda sambil melempar balik bantal yang mengenai dirinya ke Nana.
Untung Nana bisa menghindarinya. Tapi, Nana merasakan kalau dia menjadi target dari… Noda, Satsuki, Misaki, dan Yukari.
"Tung… kok main keroyokan gini sih! Bahkan Yukari-san pun..." Nana pun terlihat kehilangan harapan.
"Persiapkan dirimu, Nana." Kata Noda yang sudah memegang bantalnya.
Yui pun tertawa melihat Nana yang sudah kehilangan harapan untuk lolos dari serangan bantal beruntun. Sementara Mirai pun berusaha untuk menolong Nana. Namun, Mirai pun malah menjadi korban timpukkan bantal.
Malam hari… waktu yang tepat untuk makan malam, mandi dan beristirahat. Namun tidak untuk Nana dan Yukari. Mereka tidak menggunakan pakaian yang disediakan penginapan. Setelah mereka berdua memakai sepatu… mereka ketahuan oleh Noda.
"Nana… mau kemana?" Tanya Noda.
Nana dan Yukari pun merinding begitu mendengar pertanyaan Noda. Bagi mereka saat ini kegep oleh Noda mungkin lebih parah daripada ketangkap oleh polisi karena ketahuan ngebut dijalan.
"Ah… kalau kalian mau jalan-jalan sekitar berduaan ndak masalah kok. Yang penting jangan lupa istirahatnya karena besok sudah balik." Kata Noda sambil kembali ke kamarnya.
Nana dan Yukari pun menarik nafas lega begitu menyadari kalau Noda sudah balik ke kamarnya.
"Untunglah. Bisa runyam kalo dia tau rencana kita ke Karuizawa yang sebenarnya." Kata Nana.
"Langsung berangkat yuk. Nana-chan." Kata Yukari.
Mereka pun langsung bergegas menuju ke mobil masing-masing. Setelah masuk dan memasang seatbelt mereka pun langsung pergi menuju ke Usui Pass, tempat mereka bakal janjian dengan Sayuki-san.
Setelah beberapa lama, kurang lebih sekitar 15 menitan. Mereka pun sampai ditujuan. Mereka pun hanya melihat sebuah Trueno berwarna Panda dan coupe berwarna hitam dengan stiker "FLAT BIRD" terpampang di kaca depannya.
"Sepertinya kita tinggal menunggu Sayuki-san tiba deh." Kata Yukari.
Nana dan Yukari yang kemudian menyender ke kap mesin mobil sambil menunggu Sayuki pun dihampiri oleh dua orang wanita. Seorang dari mereka pakai kemeja lengan pendek dan rok berwarna hitam dengan topi yang menutupi sebagian rambut berwarna merah marunnya. Seorang lagi menggunakan blazer berwarna coklat dengan celana jins panjang. Tidak terlihat dia menggunakan aksesoris apapun untuk menyamarkan wajahnya.
"Apakah kalian menjadi murid barunya Sayuki-san?" Tanya salah satu dari mereka.
A/N
Chapter ini kena revisi karena ada flaw yang mungkin ndak begitu kenotis sama kena perpanjangan sedikit... nyaris 500 word lebih panjang karena abis nambahin lol
