Feelings : Missed
Jung Jaehyun X Lee Taeyong
Johnny, Taeil, and Yuta
Oneshoot
NCT belongs to God, Their Parents and SM entertainment
Taeyong sangat sibuk beberapa bulan ini, dengan kontes dance yang sebentar lagi digelar, dan kesibukan mahasiswa tingkat dua dengan pelajarannya dan ujian-ujian yang cukup menguasai pikiran dan hati, membuat dia dan Taeyong kini sungguh jarang bertemu. Hanya satu kali dalam seminggu, bahkan beberapa minggu terakhir ini dia dan Taeyong tak pernah bertemu dan berkomunikasi hanya sekali. Bahkan saat berada di kantin-pun, Taeyong dan teman-temannya selalu sibuk dan membawa buku kemana-mana.
Dan disinilah Jaehyun duduk disebuah sudut terdekat dengan meja Taeyong dan teman-temannya duduk tetapi tak menjadi sorotan. Dengan hoodie yang menutupi sebagian wajahnya, dan sebuah kamera beresolusi tinggi ditangannya, dia duduk dengan tak membuat orang lain curiga.
Sesekali dia mengangkat kameranya, mengabadikan setiap gerak-gerik yang dilakukan Taeyong. Dan saat dirumah nanti, dia akan melihat semua fotonya, begitulah cara dia meredakan rindunya kepadanya Taeyong. Dia terlihat seperti sasaeng fan. Dan terlebih lagi kadang dia ingin mengusap surai coklat itu atau hanya menggenggam tangannya, dia harus menahan semua tindakan itu untuk tetap menghargai kesibukan Taeyong.
Hanya dengan foto memang kadang tidak cukup, dia harus menyeret kaki-kakinya dan kini dia berada didepan pintu apartemen Taeyong. Dia ingin sekali memencet belnya dan bertatap muka dengan Taeyong sekarang juga. Jaehyun menghela napasnya lalu membalikkan badannya bersiap untuk pergi. Tapi...
"Jaehyun-ie, tidak mau mampir." Suara itu. Suara yang sangat dia rindukan saat ini dan dia pasti bermimpi sekarang tetapi ketika dia berbalik, tubuh mungil itu telah berada di pintu yang kini tengah terbuka.
"Tidak, hyung." Serunya. "Aku tidak ingin menganggumu. Bye. Jaljayo." Taeyong tersenyum perlahan, Jaehyun harus bertahan mati-matian untuk tidak membawa Taeyong ke dalam dekapannya yang hangat.
Dia berbalik dan bersiap melangkah pergi tetapi lagi-lagi suara itu berhasil menghentikan pergerakkannya.
"Aku ada di kantin besok. Apa kau akan memata-matai ku lagi?"
Tunggu. Bagaimana Taeyong mengetahui hal ini?
"Hyung." Taeyong mengangkat tangannya, dia tersenyum perlahan.
"Pulanglah. Bye Jaehyun. Mimpi indah." Dan meninggalkan Jaehyun yang masih bingung dengan semua yang terjadi.
END
Epilogue
Hari dimana Jaehyun memata-matai Taeyong
"Aishhh jinja." Johnny melempar bukunya, matanya sungguh tidak sanggup lagi menatap rumusan-rumusan sulit dan huruf-huruf yang ketika dia melihatnya seolah bergerak-gerak kesana kemari hendak mengejeknya. "Aku tidak bisa konsentrasi karena wajah bodoh itu."
Taeil menggerakkan tangannya ke arah buku yang terbuka, menggoreskan satu tulisan. "Kau telah mengatakannya sebanyak dua puluh empat kali."
"Dan satu lagi Johnny hyung, dia tidak bodoh. Dia salah satu mahasiswa terpintar di angkatannya dan mengapa kebiasaan Yuta berpindah kepadamu?." Seru Taeyong tanpa mengalihkan pandangannya dari buku.
"Iya. Iya. Bela pacar kesayanganmu itu." Jawab Johnny dengan memasang muka bosan.
"Tapi jika dilihat dari sudut manapun, Jaehyun memang terlihat sangat bodoh saat ini." Seru Yuta, dia sesekali menatap Jaehyun yang duduk tak jauh dari mereka, yang sedang memasang senyum paling bodoh. "Taeyong-ah, kau pasti sudah menghipnotisnya sehingga dia bertingkah seperti orang idiot, bukan?"
"Diamlah dan jangan menatapnya terus, dia akan tahu bahwa kita mengetahui tingkahnya itu." Kata Taeyong dengan nada yang membuat ketiga temannya kembali ke kerjaan masing-masing.
Biarkan dia tidak tahu bahwa kami tidak mengetahui tingkahnya. Dan biarkan aku sesekali menatap wajahnya untuk menghilangkan semua kerinduan dalam diriku.
makasih yang udah review, follow, dan favorite cerita kemarin :)
