Chapther 2

''hiks,,,,wae? Waeyo?'' teriakan dan isakan tangis Chanyeol memecah keheningan di kamarnya. Chanyeol dengan segera mengambil jaket berwarna abu-abu dari lemarinya juga mengambil topi dan mengenakannya. Chanyeol langsung melesat pergi dari kamarnya dan menemui supirnya untuk mengantarnya ke café langgananya.

.

Berada di meja pojok café,Secangkir kopi ekspresso menemani Chanyeol dalam lamunannya. Nampak kopi itu sudah tidak mengepul lagi dan belum disentuh sama sekali oleh Chanyeol. Entah apa yang dipikirkannya saat ini. Ia hanya menatap meja yang sepertinya sangat menarik untuk dilihat olehnya. Dengan perlahan air mata jatuh membasahi kedua pipi Chanyeol, dengan jatuhnya air mata isakan kecil keluar dari mulut Chanyeol.

''hiks,,,wae Appa?hiks,,,,seperti apa Eomma ku yang sesungguhnya? Yang mana? Hiks,,, sakit Appa,,,hiks,,sakit,,,'' gunaman Chanyeol sambil memukul-mukul dadanya yang terasa sesak. Chanyeol menundukan kepalanya untuk menyembunyikan tangisannya dari pelayan dan pelanggan café. Tangisanya semakin menjadi kala ia mengingat berapa banyak wanita yang di bawa Appanya pulang. Tiba-tiba Chanyeol merasakan ada yang melepas topinya dan mengelus lembut surainya.

''sebaiknya kau minum dulu. Kopinya sudah tidak panas lagi, mau kupesankan lagi?'' ucap namja yang mengelus surai Chanyeol.

Chanyeol mengangkat wajahnya dan menatap wajah namja yang tadi ia hubungi. Dengan pelan namja yang mengelus surai Chanyeol beralih mengusap pipi Chanyeol yang basah akibat tangis.

''Eunhyuk hyung,,,,,'' ucap Chanyeol dengan nada putus asa. Yang dipanggil hanya tersenyum menanggapi Chanyeol. Dan mendudukan diri meja berhadapan dengan Chanyeol. Eunhyuk adalah sahabat Chanyeol sejak Chanyeol kelas 7 smp. Awal bertemunya Chanyeol dengan Eunhyuk saat Chanyeol ingin bunuh diri di jembatan yang bawahnya adalah sungai yang penuh dengan bebatuan.

Saat itu Chanyeol baru memasuki kelas 7 smpnya dan mengalami depresi akibat ejekan teman-temanya hanya karena saat penerimaan siswa baru tidak ada orang tua yang mendampinginya. Pada saat pendaftaran smp juga Chanyeol mendaftar sendiri tidak ada orang tua atau wali yang menemaninya. Seperti biasa Appanya disibukkan oleh pekerjaan perusahaan dan di tambah tidak peduli pada Chanyeol. Membuat Chanyeol berpikir yang tidak-tidak dan berniat mengakhiri semuanya dengan bunuh diri.

Pada saat itu pula Eunhyuk melihat Chanyeol yang hampir saja menjatuhkan diri bila ia tidak menggendong Chanyeol menjauhi pinggir jembatan. Saat itu Eunhyuk baru menduduki bangku SMA. Sejak itu Chanyeol menganggap Eunhyuk adalah Hyungnya.

''aku ingin memesan,,,,buble tea. Karena di luar panas sekali,mungkin enak minum buble tea? Mau ku pesankan?''tanya namja yang dipanggil Chanyeol Eunhyuk. Dengan mata yang sebam Chanyeol menanggapinya dengan anggukan.

Eunhyuk memanggil pelayan untuk memesan 2 buble tea. Setelah pelayan pergi Eunhyuk menatap Chanyeol yang sedang melamun tidak jelas.

''jadi,,,?'' tanya Eunhyuk pada Chanyeol meminta penjelasan mengapa ia di panggil untuk menemaninya di café.

''hyung yang bayar ne?'' ucap Chanyeol sambil tersenyum namun terkesan terpaksa. Eunhyuk hanya menghela nafas dan mengangguk.

''apa ada masalah? Sampai membuat mu menangis seperti yeogja yang baru diputuskan pacarnya.'' Ucap Eunhyuk yang terkesan mengejek namun terdapat tatapan sangat khawatir.

''ani, gwenchana. Hanya rindu hyung saja.'' Dusta Chanyeol membuat Eunhyuk berfikir 2 kali.

''rindu dengan hyung? Apa sampai menangis merindukan hyung? Dramatis sekali kau.'' Ucap Eunhyuk sedikit kesal karena bagaimanapun juga Chanyeol bukanlah tepikal orang yang mudah berdusta. Chanyeol sendiri hanya tersenyum menanggapi ucapan Eunhyuk.

''hyung,,,''panggil Chanyeol membuat Eunhyuk mengalihkan pandangannya dari smartphonenya pada Chanyeol.

''menurut hyung,,,apa dengan bunuh diri bisa menyelesaikan masalah?''tanya Chanyeol membuat Eunhyuk mengerutkan dahinya.

''itu tergantung.'' Ucap Eunhyuk. Chanyeol memandang Eunhyuk penuh tanya kenapa jawabanya sangat aneh. Karena biasanya orang pasti akan bilang 'tidak'.

Eunhyuk yang menyadari tatapan tanya dari sahabat yang sudah dia anggap adiknya namun tinggi itu melanjutkan ucapanya '' jika masalahnya bisa di selesaikan dengan tidak bunuh diri ya itu tidak apa-apa. Dan jika masalahnya bisa di selesaikan dengan bunuh diri juga itu tidak apa-apa.''

''apa hyung pernah berpikir ingin bunuh diri?'' tanya Chanyeol dengan penasaran.

''pernah.'' Jawab Eunhyuk singkat.

''kapan?" tanya Chanyeol yang penasaran dengan respon Eunhyuk.

''sekarang.'' Jawab Eunhyuk sambil menatap Chanyeol dengan tajam.

''mwoya?'' tanya Chanyeol yang mulai ngeri karena tatapan dari Eunhyuk.

''karena aku lebih baik bunuh diri dari pada mengadapi dongsaengnya yang berniat untuk bunuh diri lagi.''ucap Eunhyuk yang mulai mengerti jalan pertanyaan Chanyeol. Rupanya Chanyeol ingin bunuh diri,itu sebabnya mengapa ia bertanya tentang bunuh diri.

''ani,,, aku ti-tidak berniat untuk bunuh diri.''ucap Chanyeol gugup karena ia ketahuan bahwa ia ingin bunuh diri.

''berjanjilah.''ucap Eunhyuk menatap Chanyeol dengan serius. Chanyeol pun tersenyum kecut dan mengangguk.

''ada kalanya jika kita mendapatkan masalah kita harus menghadapinya,dan membaginya. Menghadapinya berarti kita kuat dan kita sudah dewasa. Membaginya berarti kita bukanlah manusia yang sempurna dan mumbutuhkan bantuan. Manusia sendiri adalah makhluk sosial yang artinya adalah makhluk(manusia) yang tidak bisa hidup tanpa manusia yang lain. Arrachi?'' ucap Eunhyuk yang masih menatap Chanyeol.

''ne,arrasso hyung.''jawab Chanyeol sambil menunduk.

''buble tea 2. Maaf telah menunggu lama,kami baru saja melakukan pergantian sif.''ucap pelayan laki-laki sambil menaruh 2 gelas buble tea dan membungkuk meminta maaf.

''gwenchana. Lanjutkan kembali tugas mu.'' Ucap Eunhyuk pada pelayan laki-laki itu,dan dibalas anggukan dari pelayan laki-laki itu. ''kalo dilihat-lihat,,,,kau masih muda dan aku belom pernah melihat pelayan seperti mu. Apa kau pelayan baru?''sambung Eunhyuk.

''ne, hari ini hari pertamaku bekerja di sini.'' Ucap pelayan laki-laki itu. Chanyeol yang melihat Eunhyuk asik berbicara dengan pelayan itu melihat ke arah pelayan dan ia mengenalinya.

''siapa nama mu?'' tanya Eunhyuk.

''Kim Jong In,hyung. Panggil saja Kai'' ucap pelayan itu dan dibalas senyuman simpati dari Eunhyuk.

''Kai?'' ucap Chanyeol membuat sang empu mengalihkan tatapannya dari Eunhyuk ke Chanyeol.

''s-sunbae?''ucap pelayan yang bernama Kai itu.

''kau kerja disini? Untuk apa?''tanya Chanyeol penasaran,karena setahu Chanyeol, Kai adalah anak yang terpandang di SM High School.

''permisi,ada yang pesan di meja depan. Anhyeong sunbae.''ucap Kai membungkuk dan melesat pergi.

''kau kenal dengannya?'' tanya Eunhyuk pada Chanyeol.

''ne,dia hobae ku. Setahu ku dia adalah anak presiden dari perusahaan Kim. Kenapa ia bekerja?apa tidak cukup uang yang diberikan kedua orang tuanya?''ucap Chanyeol dengan panjang lebar.

''mungkin ia ingin mencoba jadi orang susah.'' Ucap Eunhyuk yang mulai fokus pada smartphonenya.

''mungkin ia ingin mempersiapkan diri jadi orang susah bila perusahaan Appanya di rebut oleh perusahaan yang akan hyung pegang sebentar lagi.''ucap Chanyeol dan direspon senyuman kecil dari Eunhyuk.

'' kau taukan,,aku tidak tertarik dengan masalah perusahaan yang Appa pegang sekarang? Aku ingin hidup bebas,tanpa beban.''ucap Eunhyuk menatap Chanyeol dengan serius.

''lalu hyung ingin menjadi apa?selain jadi pengganti Ahjussi?''tanya Chanyeol dengan serius,Eunhyuk sendiri sudah tidak mau membicarakan tentangnya ini.

''menjadi yang hyung inginkan. Kau sendiri ingin jadi apa selain mengganti Appa mu nanti? Jangan bilang jika kau ingin balas dendam pada anak mu nanti dan mengikuti jejak pencarian Eomma seperti Appa mu sekarang.''ucap Eunhyuk tajam membuat Chanyeol tersenyum sinis pada Eunhyuk.

''entahlah,,,,yang jelas aku tak ingin anakku nanti merasakan apa yang kurasakan sekarang ini.''ucap Chanyeol dingin.

Setelah percakapan tadi,,, tidak ada yang berani membuka suara lagi. Eunhyuk sudah sibuk dengan smartphonenya,sementara Chanyeol sibuk melamun.

1 jam terlewatkan dengan hening diantara Eunhyuk dan Chanyeol saat ini. Dengan posisi yang masih sama,Eunhyuk sibuk dengan smartphonenya dan Chanyeol melamun.

''hiks,,,''

Eunhyuk mengalihkan pandanganya dari samrtphonenya pada Chanyeol. Terlihat kedua pipi Chanyeol sudah basah oleh air matanya sendiri.

''gwenchana?''tanya Eunhyuk dengan khawatir karena melihat dongsaengnya menangis dengan tiba-tiba. Chanyeol sendiri hanya mengangguk menanggapi Eunhyuk.

''kau membuat orang lain berprasangka buruk pada ku Yeol. Jangan menangis tiba-tiba dan jelas kan pada ku apa masalahmu.''ucap Eunhyuk penuh penekanan.

''hyung,,,, bo-bolehkah aku menginap di apartemen hyung malam ini?''tanya Chanyeol masih dengan air mata yang meluncur bebas di kedua pipinya.

''mwoya?apa Appamu membawa wanita lagi?''tanya Eunhyuk. Dan Chanyeol mengangguk membenarkan ucapan Eunhyuk.

''ne. tapi jangan sampai Appa mu menyuruh orang suruhan dan menggeledah isi apartemenku.''ucap Eunhyuk mengingat waktu dulu apartemenya pernah digeledah oleh orang suruhan Appanya Chanyeol karena Chanyeol menghilang 2 hari 1 malam.

''ne hyung… aku akan meminta izin pada Appa terlebih dahulu.''

.

.

Pukul 13:45 Chanyeol menunggu jemputannya di depan café, Eunhyuk sendiri sudah pergi karena ada jam kuliah sementara kunci apartemennya sudah di serahkan pada Chanyeol berhubung Chanyeol akan menginap di apartemennya.

Dengan mata yang sebam dan pipi yang lembab akibat air mata yang melewatinya,Chanyeol menunggu supirnya sambil mendengar musik favorit nya memalui earphonenya. Pusing. Kini yang dirasakan Chanyeol saat ini adalah pusing,karena tadi ia menangis hingga sesegukan membuat otaknya kekurangan oksigen. Chanyeol akhirnya mendudukan diri pada kursi café depan yang kosong, merilekskan tubuhnya dengan bersandar pada kursi,memejamkan mata untuk mengurangi rasa pusingnya dan menikmati lagu favoritnya.

''hidup memang rumit.'' Ucap seseorang di sebelah kiri Chanyeol. Setahu Chanyeol ia tadi duduk sendiri, tidak ada siapa-siapa. Dengan perlahan Chanyeol membuka kelopak matanya menampakan iris obsidannya yang redup,dan menoleh ke sebelah kirinya. Seorang namja mungil dengan mata sipitnya yang terlihat lucu namun tampan duduk di sebelahnya dengan sekaleng soft drink di tangan kanannya. Dengan mengenakan topi berwarna merah yang di pakai sedikit menyamping dan kaos putih bertuliskan ' just alright' pada dadanya dan kemeja lengan panjang berwarna merah yang ia ikatkan pada pinggangnya juga celana jeans panjang ,nampak terlihat cool dan tampan sekali lagi.

''Baekhyun?'' tanya Chanyeol memastikan bahwa ia tidak salah lihat.

Baekhyun hanya tersenyum menanggapi Chanyeol dan memalingkan wajahnya menatap jalan raya di sebelah kanan Chanyeol dan menenggak soft drink nya dengan santai.

''kau sedang apa?'' tanya Chanyeol penasaran.

''sedang mencari udara segar'' ucap Baekhyun dengan nada santai. ''kau baru saja menangis?'' lanjut nya.

''tidak. mataku tadi kemasukan debu.'' Ucap Chanyeol dengan nada sok santai padahal suara masih terdengar bergetar.

''kalau kau kemasukan debu, pipimu tidak akan sampai lembab seperti itu Chanyeol-sshi.''balas Baekhyun sambil menunjuk pipi Chanyeol yang memang terlihat lembab. ''aku sering melihat orang nangis. Dan selalu bersikap seolah-olah semua baik-baik saja. Aku bosan dengan orang seperti itu.''

''kenapa?'' tanya Chanyeol yang mulai melepaskan earphone dari telinganya,bersiap mendengar cerita dari Baekhyun.

''entah. Aku lebih suka orang yang terbuka seperti Kyungsoo,'' ucap Baekhyun sambil menerawang ke arah langit.

''Deongsaeng mu?'' tanya Chanyeol.

Baekhyun mengangguk ''jika ia cemburu ia akan marah,jika ia sakit hati atau sedih ia akan menangis,jika ia senang ia akan tertawa dan tersenyum.''

Chanyeol mengagguk mencerna ucapan Baekhyun dan membayangkannya jika ia mempunyai deongsaeng yang imut dan sepertinya penurut seperti Kyungsoo,pasti menyenangkan.

''dan jangan pikir jika Kyungsoo itu anak yang imut,sopan,lugu,dan penurut.'' Ucap Baekhyun seolah tau apa yang ada di dalam pikiran Chanyeol saat ini. Chanyeol menatap Baekhyun dengan tatapan tanda tanya besar,bagaimana bisa Kyungsoo yang kelihatanya imut,sopan,lugu dan penurut itu ada sifat yang,,, begitulah.

''Kyungsoo itu orangnya terbuka dan mudah bergaul. Namun ia masih tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Jadi segala sesuatu yang ia lakukan, aku sebagai hyungnya wajib mengawasinya tiap hari.'' Ucap Baekhyun seolah menyindir Chanyeol.

''maksudmu aku tidak boleh berteman dengan Kyungsoo?'' tanya Chanyeol dengan nada yang sinis.

''tidak. Karena Kyungsoo sudah mempercayaimu dengan cara membawamu kerumah tadi pagi.'' Ucap Baekhyun. ''apa kau sudah mencoba meminum wine?'' sambung Baekhyun.

Chanyeol menggeleng,walaupun di rumahnya terdapat banyak cadangan wine, tapi ia tidak pernah meminumnya bahkan menyentuhnya,karena yang meminum wine hanya Appanya dan Chanyeol tau ia belum cukup umur untuk meminum minuman seperti itu.

''kata Kyungsoo rasanya enak.''ucap Baekhyun tersenyum miris.

''mwo?bagaimana ia tau?apa ia penah minum?''tanya Chanyeol kaget karena Kyungsoo belum cukup umur untuk minum.

Baekhyun mengangguk membenarkan pertanyaan Chanyeol dengan tersenyum miris yang menurut Chanyeol sangat menyedihkan. ''ya, ia pernah minum. Bahkan ia minum 3 botol sekaligus.''ucapnya.

''mwo? 3 botol?bagaimana ceritanya?'' kejut Chanyeol.

''kau ingin ceritanya? Kalau begitu,kau juga harus bercerita mengapa kau menangis.'' Ucap Baekhyun sambil menengguk soft drinknya.

''ne''ucap Chanyeol setuju karena ia sangat penasaran dengan cerita Baekhyun.

''baiklah. Ini berawal dari Yesung hyung yang strees karena appa kami memutuskan untuk cerai dengan eomma dan memilih wanita jalang itu. Yesung hyung terlalu strees sampai-sampai ia meminum wine 6 botol dalam semalam dan berakhir menginap di rumah temannya. Waktu itu aku sedang masa-masa ujian kelulusan smp dan aku juga sempat drop,namun hyungku, Ryeowook mempercayakanku bahwa aku adalah namja yang kuat. Dan aku percaya. Dan aku melewati ujian dengan nilai sempurna walau standar. Berbeda dengan Ryeowook hyung,ia sedang menduduki kelas 11 sma. Ia sempat hampir bunuh diri begitu mengetahui appa akan cerai,ia bahkan sempat tidak masuk sekolah selama 3 hari karena menangis tiada hentinya,ia juga sempat kehilangan berat badannya hingga 20 kilo. Wajahnya pucat dan kurus sekali waktu itu.'' Cerita Baekhyun panjang lebar. Baekhyun sendiri matanya sudah berkaca-kaca mana kala ia mengingat kejadian yang sangat mengerikan terjadi pada keluarganya. Chanyeol hanya bisa terdiam. Membiarkan Baekhyun meneruskan ceritanya.

''Sementara Kyuhyun hyung,,,, menurutku ia yang paling kuat diantara masih di kelas 10 sma. Ia hanya menangis semalam. Namun,,, ia juga sempat menjadi badboy,ia jadi suka ikutan tawuran antar pelajar dan pergi ke club,entah apa yang ia lakukan disana. Dan Kyungsoo,,,, menurutku ia yang paling menyedihkan. Waktu itu ia sedang dikelas 7 smp,,, sebenarnya kami sudah menyembunyikan berita bahwa appa dan eomma akan cerai. Namun Kyungsoo ternyata memiliki daya analisis yang tepat. Ia sering melihat diriku melamun, Ryeowook hyung selalu menangis dimalam hari, Yesung hyung yang selalu pulang dengan keadaan mabuk,dan Kyuhyun hyung yang selalu pulang dengan penuh luka akibat tawuran. Ia berpikir pasti ada yang tidak benar,ia pun melaporkan keadaan ini pada appa dan eomma. Namun ia tidak mendapatkan respon apa-apa,justru appa dan eomma pergi ketempat masing-masing setelah Kyungsoo bertanya-tanya. Dan saat itulah,ia mengetahui bahwa appa dan eommanya berpisah. Ia marah-marah pada kami,bahkan ia melempar vas bunga kearah kepalaku karena aku berusaha mendekat.''ucap Baekhyun sambil menyibak rambutnya dan menampakkan bekas goresan yang cukup panjang pada perbatasan antara dahi dan rambut sebelah kanannya. Chanyeol tercekat melihat bekas luka Baekhyun dan ceritanya yang cukup kacau.

''setelah itu,,ia menangis semalam. Ya, hanya semalam,dan keesokannya ia berangkat sekolah seperti biasa walau tidak ada senyuman yang terukir diwajahnya. Ia tidak mau makan,ia hanya mau menyendiri dikamar dan menangis,jadi Ryeowook hyung memberinya susu tiap hari. Begitu seterusnya selama seminggu. Dan disaat malam hari rabu,,, saat itu aku tengah sendirian dirumah. Yesung hyung sedang mencari pekerjaan,Ryeowook hyung sedang menginap di rumah temanya,dan Kyuhyun hyung yang tidak ku ketahui keberadaanya,membuat aku khawatir ditambah Kyungsoo yang belum pulang juga. Aku masih ingat,pukul 10.30 Kyungsoo pulang dengan wajah yang sulit ku artikan,ada marah,sedih,kecewa,dan benci. Aku langsung menghampiri Kyungsoo dan bertanya kenapa pulang selarut itu. Namun ia malah mendorongku hingga aku membentur lantai dan aku pingsan disitu juga. Aku sadar saat bau alkohol menyeruak dalam hidungku,dan aku melihat Kyuhyun hyung menampar-nampar pelan pipiku agar aku cepat sadar. Aku mengumpulkan kesadaran dan akhirnya aku bisa melihat Kyuhyun hyung yang masih memakai seragam,rambutnya berantakan,pipinya tekena goresan seperti pecahan kaca. Aku melihat kesekeliling ruangan,botol wine pecah berserakan dimana-mana,dan suara teriakan dan bentakkan antara Yesung hyung,Ryeowook hyung,juga Kyungsoo.'' Baekhyun bercerita sambil menangis. Chanyeol hanya bisa merangkul Baekhyun memberikan kekuatan dan simpati.

''a-aku,,,hiks,,aku melihat kearah dapur karena suara mereka juga pecahan kaca berasal dari situ. Kyuhyun hyung mengajakku kedapur,aku menurutinya walau kepalaku masih terasa pening,dan saat kami sampai di dapur,,,, betapa berantakkannya dapur,pecahan kaca dimana-mana juga makanan yang berserakan. Aku melihat Yesung hyung dan Ryeowook hyung,,,tangan,lengan,pipi,dahi,pelipis,dan kaki sudah dipenuhi goresan-goresan luka akibat pecahan kaca yang ternyata dilempar oleh Kyungsoo. Kemudian Kyungsoo membuka lemari yang tidak pernah aku dan Kyungsoo buka,ternyata lemari itu adalah tempat pesediaan wine milik appa. Kyungsoo mengambil satu botol wine dan melemparkan kearah kami sambil mencaci maki appa,eomma,dan juga kami. Yesung hyung membentaknya juga Ryeowook hyung,sementara Kyuhyun hyung melempar pemukul baseball kearah botol yang dilempar Kyungsoo,bau alkohol yang sangat tajam itu bermunculan membuatku pusing. Kyuhyun hyung membentak Kyungsoo dengan kata-kata yang kasar,mungkin kesabaran Kyuhyun hyung sudah habis. Kyungsoo yang mendapat kata-kata kasar langsung terduduk dan menangis sekencang-kencangnya,keadaan Kyungsoo lebih buruk,rambut acak-acakan,seragam yang kotor juga noda darah dari dirinya sendiri. Ryeowook hyung yang sudah memperkirakan Kyungsoo sudah tenang, langsung memeluk Kyungsoo,berharap Kyungsoo tenang dan berhenti menangis. Aku pun ikut memeluk Kyungsoo, Yesung hyung nampak tertekan dan setrees dengan keadaan itu,sementara Kyuhyun hyung hanya menatapi Kyungsoo penuh amarah,,,hingga akhirnya kami berlima tertidur didapur diantara pecahan kaca.'' Ucap Baekhyun sambil mengatur nafas antara berbicara dan menangis.

''sudahlah,,,hentikan saja ceritanya..''ucap Chanyeol tidak tega melihat Baekhyun menangis. Baekhyun menggeleng dan melanjutkan ceritanya.

''aku terbangun saat aku mendengar ocehan tidak jelas dari suara Kyungsoo. Aku melihat Kyungsoo yang sedang berada di depan lemari persediaan wine milik appa,,dan ia membawa satu botol wine yang sudah terbuka dan tinggal seperempat lagi. Aku langsung berdiri,dan berjalan diantara pecahan kaca untuk merebut minuman itu dari Kyungsoo. Namun ia meminumnya lagi hingga habis,,,dan terduduk karena mabuk. Aku melihat kesekeliling Kyungsoo,sudah ada 2 botol wine yang kosong di tambah yang baru saja ia minum,jadi ada 3 botol. Ia muntah-muntah disitu juga,,, aku pun menggotong Kyungsoo kekamar mandi sambil memanggil Kyuhyun hyung. Tak lama,,,Kyuhyun hyung datang kekamar mandi dan bertanya keadaan Kyungsoo yang aneh,aku menjawab pertanyaan Kyuhyun hyung dari aku membuka mata sampai menemukan Kyungsoo yang sudah mabuk. Kyuhyun hyung membangunkan Yesung hyung dan Ryeowook hyung,,sementara aku menemani Kyungsoo yang muntah-muntah sambil memegang bahuku karena ia sudah tidak sanggup untuk berdiri. Aku memijit tengkuk lehernya agar cepat selesai,tak lama setelah muntah,,,Kyungsoo menatapku sambil tersenyum dan berkata 'aku menyanyangi keluarga ku,,appa,eomma,dan hyungdeul,,,jangan tinggalkan aku,kumohon' dan setelah itu Kyungsoo pingsan seketika,membuat aku panik. Setelah itu kami menggotong Kyungsoo kekamarnya. Kami semua bagi-bagi tugas,Yesung hyung bertugas mengantarkan surat izin tidak sekolah ke sekolah aku,Kyungsoo,Kyuhyun Ryeowook hyung,Ryeowook hyung bertugas mengganti pakaian Kyungsoo dan mengobati lukanya,sementara aku dan Kyuhyun hyung membereskan dapur dan ruang keluarga dari pecahan kaca dan bau wine.'' Baekhyun mengakhiri ceritanya sambil menghapus air matanya dan tersenyum pada Chanyeol. Chanyeol tidak bisa berkata apa-apa selain tersenyum pada Baekhyun.

''apa kau masih ada pertanyaan?''tanya Baekhyun sambil menenggak soft-drinknya.

''tidak…. Apa yang Ryeowook hyung ucapkan benar,,,kau adalah namja yang kuat Baekhyun. Juga hyungdeulmu dan Kyungsoo'' ucap Chanyeol sambil melihat kearah awan.

''kau benar,,, buktinya kami masih hidup.'' Jawab Baekhyun tersenyum sambil ikut menatap awan yang berwarna putih. ''lalu kenapa kau menangis?'' tanya Baekhyun mentap Chanyeol dengan tanda tanya.

''ahh,,,, itu bukan apa-apa..''ucap Chanyeol santai.

''kau sudah berjanji Chanyeol,,, janji adalah hutang,arrachi.''ucap Baekhyun dengan nada yang kesal.

''ne,,, arra. Aku akan cerita.''ucap Chanyeol sambil mengenyampingkan duduknya menghadap Baekhyun.

''silahkan…'' ucap Baekhyun tersenyum.

''oke. Kisah ku berawal dari…..''

Din…dinnn…

Ucapan Chanyeol terputus oleh klakson mobil jemputanya Chanyeol. Ahn ahjussi,seorang supir sejak Chanyeol berumur 2 tahun sudah membukakan pintu untuk tuan mudanya, Chanyeol. Chanyeol langsung berdiri dan mengangguk pada Ahn ahujissi.

'' Baekhyun,,,maaf. Tapi jemputanku sudah datang. Lain kali akan kuceritakan,,,,kau butuh tumpangan?'' tawar Chanyeol dengan tulus.

''ya,,,akan kutunggu ceritamu. Tidak,,,aku masih harus pergi.'' Tolak Baekhyun dengan halus dan tersenyum. Chanyeol mengangguk mengerti dan ia masuk kedalam mobil setelah itu pintu mobil ditutup oleh Ahn ahjussi. Ahn ahjussi menyalakan mesin mobil dan mobil itu melesat dengan cepat meninggalkan Baekhyun dengan lamunannya.

.

.

Chanyeol memasukan beberapa baju kedalam tas rangselnya,tak lupa leptop dan peralatannya. Setelah semuanya siap, Chanyeol mencari appa nya untuk meminta izin. Ia keruang sebelah kamarnya,ruang kerja appanya. Ia buka,,,tidak appa disana. Ia pun kekamar appanya,ia buka tidak ada juga. Akhirnya Chanyeol mencarinya ke ruang makan,ya,,appanya ada di situ bersama eomma barunya. Ia mendatangi appa dan eommanya yang tengah berbincang-bincang.

''A-appa,eomma,,,ha-hari ini aku ingin menginap di rumah temanku.'' Ucap Chanyeol sedikit gugup karena takut appanya marah.

''kau ingin menginap dimana?'' tanya appanya yang masih menatap istrinya.

''di-diapartemen,…''

''apa?diapartemen? kau menginap dengan siapa? Kau tidak boleh menginap diapartemen. Nanti kalau ada wanita tidak jelas lalu masuk bagaimana?'' ucap Kim Hae Je(eomma) dengan nada yang sok khawatir.

''ti-tidak,,,aku menginap dirumah Eunhyuk hyung,,, bolehkan appa?''tanya Chanyeol menatap appanya.

''iya,iya'' ucap appanya dengan sikap tidak peduli.

Chanyeol pun membungkuk pada kedua orang tuanya dan pergi dengan supir yang bernama Kang ahjussi.

''kita akan kemana tuan muda?''tanya Kang ahjussi pada Chanyeol.

''kita ke apartemen Eunhyuk hyung,,,'' jawab Chanyeol dan dibals anggukan mengerti dari Kang ahjussi.

.

Chanyeol membuka pintu apartemen Eunhyuk. Betapa berantakanya,,,, bantal sofa ada di lantai,dan meja makan,,,bungkus snack bersebaran dimana-mana. Chanyeol membuka pintu kamar Eunhyuk,tidak jauh berbeda dengan tadi hanya saja yang bikin berantakan adalah kabel-kabel charger leptop milik Eunhyuk,Eunhyuk punya 3 leptop dan itu tiga-tiganya sedang di charger membuat suasananya berantakan tidak mau Chanyeol membersihkan dan membereskan semuanya dengan baik.

Chanyeol merebahkan diri diatas sofa,nampak apartemen Eunhyuk sudah bersih dan rapi karena kerja keras Chanyeol. Lelah, yang di rasakan Chanyeol lelah sehabis membersihkan kapal pecah. Chanyeol melirik jam dinding yang Saat ini menunjukan pukul 15.06,Chanyeol menelpon Eunhyuk karena Eunhyuk berjanji pulang jam setengah tiga.

''anhyeong,,,,hyung,,hyung dimana? Aku sudah sampai di apartemen hyung sekarang.'' Ucap Chanyeol begitu panggilannya diangkat oleh Eunhyuk.

''oh,,,ne. tapi,,maaf Chan,,,,hyung menabrak seseorang,,,jadi hyung harus mengantarkanya ke rumah sakit.''ucap Eunhyuk dengan nada yang cemas,bingung,dan takut.

''mwo? Hyung dimana?'' tanya Chanyeol sambil berdiri dari acara merebahkan diri di sofa.

''hyung sedang di rumah sakit haesung,,,datanglah Chanyeol,,,temani hyung. Hyung takut.'' Ucap Eunhyuk gemetar.

''ne hyung,aku akan kesana. Tunggu sebentar.''ucap Chanyeol sambil bergegas keluar dari apartemen Eunhyuk dan menguncinya. Chanyeol menunggu bus yang mengarah kearah rumah sakit haesung di depan halte apartemen Eunhyuk. Begitu ada busnya datang,Chanyeol langsung masuk.

.

Chanyeol berlari di lorong UGD rumah sakit haesung,dan langsung mengampiri Eunhyuk yang tengah duduk diruang tunggu dengan gelisah.

''hyung.''panggil Chanyeol sambil berlari. Eunhyuk langsung berdiri dari duduknya dan langsung menghampiri Chanyeol sambil menatap seolah meminta bantuan.

''hyung,,,bagaimana keadaan korbannya?'' tanya Chanyeol, Eunhyuk hanya menggeleng tidak tahu.

''kita tunggu dulu hasil pemeriksaan dari dokter.'' Ucap Eunhyuk gemetar.

.

Dokter keluar dari ruang UGD dan memanggil Eunhyuk termasuk Chanyeol. Park Jung Soo name tag yang tertulis pada jas putih khas rumah sakit itu menatap Eunhyuk dan Chanyeol dengan serius membuat Eunhyuk ketakutan setengah mati.

''jadi bagaimana dok?''tanya Chanyeol tidak sabar.

''dia tidak apa-apa…''

''syukurlaaaahh'' teriak lega dari Eunhyuk,ia sudah tidak takut lagi jika ia akan dipenjara akibat menabrak seseorang. Sementara Chanyeol dan dokter hanya menatap Eunhyuk kaget.

''tapi,,,,'' ucapan dokter tergantung membuat Eunhyuk memudarkan senyuman leganya.

''ia mengalami dehidrasi ringan dan syok yang lumayan.''lanjut dokter Jungsoo.

''boleh kami melihat keadaanya?''tanya Chanyeol. Dan dibalas anggukan dari sang dokter,Chanyeol mengalihkan tatapanya dari sang doter ke tempat Eunhyuk berdiri,,,namun ia sudah tidak ada dan sudah berlari ke arah kamar sang korban tabrak Eunhyuk.

''khamsahamnida…'' ucap Chanyeol pada sang dokter sambil membungkuk. Sementara sang dokter itu hanya menatap Chanyeol penuh arti namun tidak diketahui Chanyeol karena Chanyeol langsung mengejar mengikuti Eunhyuk.

Chanyeol membuka pintu kamar rumah sakit itu setelah Eunhyuk yang membukanya. Ia melihat Eunhyuk yang membelakanginya karena sedang menatap sang korban.

''hyung,,,bagaimana keadaanya?'' tanya Chanyeol sambil berjalan mendekati Eunhyuk.

''aku bukan dokter Chanyeol…'' ucap Eunhyuk. Chanyeol menghampiri ranjang sang korban tambrakan Eunhyuk dan menatap seseorang yang tengah berbaring.

''siapa namanya hyung? Hyung harus memberi tahu keluarganya,,,'' ucap Chanyeol menatap Eunhyuk serius.

''aku tahu.'' Balas Eunhyuk.

''namanya siapa hyung?'' tanya Chanyeol lagi.

''hyung belum mengucapkan namanya,,, Park Chanyeol'' jawab Eunhyuk dan dibalas senyuman malu dari Chanyeol.

''namanya,,, Oh Sehun''

.

.

.

TBC

Nareul seuchyeo jinago dwe niga nal da ijeosseunikka,,, niga gieoghal ttaekkaji naneun neoreul gidariltenikka,,

Geudaeyeo nareul barabwajwo yeojeonhi geudaedo nareul saranghanayeo,,,(nyanyi bareng Baekhyun,Chen dan Xiumin,,,, dengan merdu) judulnya 'for you' ost scarlet haeart ryeo

Ahnyeong,,,,, chapter 2 up date….seneng ga?

Oh iya,,,setelah ini aku mau hiatus dulu kayaknya,,,soalnya leptonya mau dibawa ibuku keluar negri selama sebulan….

Tapi tenang,,,,pasti update,,, mohon riviewnya…

Gumawo…