Ya-Ha! Momo kembali lagi nih untuk ngelanjutin fic nista Momo ini! XD. And makasih buat senpai-senpai yang udah nge-review fic gaje Momo! XD

Ok, kalo gitu, kita langsung aja lanjut ke ceritanya!

Happy reading!

Kamera, rolling, take, ACTION!

Naruto©Masashi Kisimoto

A Handsome Boy and A Cool Girl©Momo Sakurai

Pairing: SasuSaku

Genre: Romance/Humor ?

A HANDSOME BOY AND A COOL GIRL

"Oi, KaDat (Kacung Jidat)! Bawakan tas ku!" teriak Sasuke kepada kacung barunya, Sakura.

"Hhh... Iya... Iya..." jawab Sakura malas.

Belum sehari Sakura menjadi kacung Sasuke, hampir seluruh siswa membicarakan mereka berdua. Mereka menebak-nebak ada hubungan apa dia antara mereka? Atau mungkin mereka sudah pacaran? Dan tentu saja para fans Sasuke memberi kan deathglare stadium akhir *emang nya ada?-PLAK* kepada Sakura yang sebenarnya tidak mempunyai hubungan apa-apa kepada si pangeran pantat ayam itu. Hubungan mereka hanya sebatas MAJIKAN dan PEMBANTU. Tetapi gosip-gosip tentang Sakura maupun Sasuke itu tidak di hiraukan oleh mereka berdua..

Hari-hari sekolah Sakura selalu di penuhi oleh perintah Sasuke. Ya yang ini, yang itu, ada saja perintah Sasuke kepada Sakura. Sekalipun itu perintah yang aneh. Misalnya memakai kan baju monyet kepada sang author *emang nya bisa?-PLAK*

Seminggu setelah perjanjian kontrak dengan Sakura...

Di ruang olahraga sekolah, tepatnya di dojo karate, telah berkumpul sekelompok fans Sasuke yang sedang memperhatikan Sasuke berlatih karate di situ. Sasuke yang tampan juga berkharisma (?) adalah pemain andalan di dojo itu dan sukses membuat para gadis histeris *termasuk author* karena gerakan-gerakan indah (?) Sasuke dalam karate (dalam gerakan slow motion) yang juga sukses meng KO lawannya dengan mudah.

Break time~

"KaDat! Ambilin botol minuman dan handuk di tas ku!" perintah Sasuke seperti biasa kepada Sakura.

Sakura tak merespon jawaban majikan (sementara) nya itu. Langsung saja ia membuka resleting tas Sasuke dan mengambil barang yang diinginkan pemuda itu. Tanpa bilang terima kasih, Sasuke langsung saja menyambar barang permintaanya dari gadis itu. Tak terasa hari sudah sore dan para fans Sasuke sudah pulang sedari tadi.

"Oi, ChiButt (Chicken Butt-panggilan Sakura kepada Sasuke), aku mau pulang, udah sore tau!" ujar Sakura ketus.

"Jangan pulang sebelum aku pulang! Dan jangan panggil aku ChiButt!" kata Sasuke tegas.

Sakura hanya mendecih kesal.

Setelah selesai berganti menjadi pakaian seragam, Sasuke lalu berjalan keluar dojo.

"Ayo pulang, KaDat!"

Sakura mendengus kesal karena hari sudah malam untuk pulang ke rumah. Sasuke merogoh tasnya untuk mengambil sesuatu. Tetapi mata Sasuke membelalak kaget karena sesuatu yang di carinya itu tidak ada.

"Mana HP ku?" gumam Sasuke sedikit cemas.

"Mana aku tau..." jawab Sakura datar.

Sasuke teringat sesuatu. Jangan-jangan tertinggal di dojo? Begitulah kira-kira yang ia pikirkan.

"Sakura, kita kembali ke dojo! HP ku ketinggalan di sana!" teriak Sasuke sembari menarik tangan Sakura untuk berlari kembali menuju dojo.

"O, Oi! Apa-apaan kau ChiButt?" teriak Sakura kesal. Tetapi Sasuke tidak mendengar ucapan Sakura dan terus berlari sambil menarik tangan Sakura.

Setelah sampai di ruang dojo, ia keliling mencari di ruangan itu tapi tidak menemukannya juga.

"Bagaimana, ini? Bahaya kalo sampai ada yang ngambil HP ku! Di folder HP ku kan banyak banget foto aku saat memakai baju perempuan waktu aku kecil? Bahaya! Bahayaaa!" batin Sasuke dengan sangat amat duper cemas. Dengan cepat Sasuke berpikir lagi. Atau jangan-jangan HP ku ketinggalan di kelas? Begitulah sekarang yang ada di pikiran si kepala pantat ay- Err... maksud ku, Sasuke.

Mereka berdua lalu berlari menuju kelas yang Sasuke maksud. Tetapi hasilnya pun NIHIL. Sasuke mulai putus asa untuk mencari HP BlackBerry kesayangannya itu.

"Uuuh... Habis lah aku, jika ada yang menemukan foto abnormal ku di HP ku... " Sasuke sudah sangat amat duper pasrah. Ia tidak mau menghapus foto abnormalnya itu karena menurutnya ia cukup manis, imut, dan lucu dengan baju perempuan itu saat kecil *di tabok Sasuke*.

"Kenapa kamu gak misscall aja lewat HP ku?" tanya Sakura tiba-tiba.

"..." Sasuke melongo. Ia baru sadar kenapa ia tak melakukan hal itu sedari tadi.

"Baka ra! Kenapa gak ngasih tau aku sih?" tanya Sasuke marah.

"Kamu kan gak nanya!" jawab Sakura dengan tampang cueknya lalu menyodorkan HP nya kepada Sasuke. Dengan cepat Sasuke menyambar HP milik Sakura, dan dengan lihai ia memencet nomor teleponnya.

...

TRILILIT TRILILIT

It's gonna be oneless lonely girl...

Oneless lonely girl…

Oneless lonely girl…

Oneless lonely girl…

(Nada dering HP Sasuke)

"Ha? Darimana asal suaranya?" Sasuke celingukan mencari asal suara tersebut.

Setelah mendengar dengan seksama... dengan seksama... dengan seksama... dengan seksama... (menggema*PLAK*), akhirnya di ketahuilah dimana asal suara itu. Suara itu berasal dari...

KANTONG CELANA SERAGAM SASUKE.

Mereka berdua terdiam. Entah karena kebodohan Sasuke atau apa, Sakura sangat amat duper sweatdropped stadium akhir. Gadis itu lalu hanya geleng-geleng kepala, tak berkomentar apa-apa. Sasuke menjadi salah tingkah dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"A, ayo kita pulang..." ujar Sasuke kepada Sakura dengan keringat dingin karena menunjukkan kebodohannya di depan Sakura.

PEETTS!

Tiba-tiba lampu yang menyala di seluruh penjuru sekolah telah mati. Semuanya pun menjadi gelap gulita.

"Uwaah! Jangan-jangan gerbang depan udah tutup? Ayo KaDat!" kata Sasuke lalu berlari dan di belakang telah diikuti Sakura yang juga berlari.

"Emangnya siapa yang menyebabkan kita lama berada di sekolah ini? Baka!" gumam Sakura kesal, tetapi sedikit lucu juga karena ia baru pertama kali melihat kebodohan seorang Uchiha yang terkenal cool and charm di mata orang-orang.

Mereka berlari, lalu akhirnya sampai juga ia di gerbang sekolah. Ternyata dugaan Sasuke benar. Gerbangnya telah di tutup, atau bisa di bilang TERKUNCI.

"Gimana cara keluarnya? Pagarnya tinggi begini?" tanya Sakura.

Sasuke tidak menjawab. Ia lalu mencoba memanjat gerbang yang lebih tinggi dari mereka itu, dan... ternyata lelaki itu berhasil keluar dari sekolah.

"Panjat aja. Mudah kok!" kata Sasuke sembari menepuk-nepuk bajunya yang sedikit kotor.

Sakura ragu dengan ucapan Sasuke. Tetapi hanya itulah satu-satunya cara agar bisa keluar dari sekolah itu. Perlahan, ia menaiki pegar tinggi itu. Dan akhirnya ia berada di puncak pagar.

"Nah, sekarang tinggal turun!" kata Sasuke lagi.

Dengan takut-takut Sakura lalu turun dari puncak pagar. Tapi karena sedikit kurang beruntung, rok Sakura terkait pada besi ujung pagar tersebut. Sakura langsung jatuh dan tepat mendarat di pelukan Sasuke (tanpa sengaja) lalu mereka ambruk berdua dan rok bagian belakang Sakura robek dengan robekan yang cukup besar. Sehingga celana dalam putih yang Sakura pakai terlihat oleh mata Sasuke. Dan saat itu juga wajah Sasuke memerah.

"Apa yang kau lihat, hah?Dasar ChiButt mesum!" teriak Sakura sembari menutup bagian belakang roknya yang sobek.

"Aku gak sengaja liat, kok!" ujar Sasuke gelagapan dengan wajahnya yang masih memerah.

"Sudahlah! Kamu puas kan memperlakukan aku kayak babu saat di sekolah tadi? Sudah cukup! Aku mau pulang!" teriak Sakura kesal. Ketika ia membalikkan badan dan bermaksud untuk melangkahkan kakinya untuk pulang, tiba-tiba datang rintik hujan dan lama-kelamaan hujan mengguyur mereka berdua.

"Cih, kenapa hujan? Rumahku jauh lagi!" batin Sakura kesal. Tetapi ia tidak ambil pusing soal itu. Saat ia ingin berlari, tangan kekar Sasuke mencegat Sakura dengan segera meraih tangan Sakura.

"Ke rumah ku aja, ya? Lagipula masih hujan.. Ru, rumahku dekat dari sini kok.." ujar Sasuke yang merasa bersalah karena yang menyebabkan Sakura marah adalah dia.

"Gak usah!" tolak Sakura dengan cepat. Segera ia melepaskan tangannya dari genggaman Sasuke dan berlari meninggalkan Sasuke seorang diri yang terdiam karena baru pertama kalinya melihat seorang gadis begitu marah kepadanya.

TBC

Fiuuh... Akhirnya selesai juga chapter 2... Hehe, and sekali lagi makasih buat review-review kalian semua. Momo sangat senang! XD

Oya, buat Justin Bieber, pinjem lagunya ya...

Ngg... Terus ini balasan buat senpai-senpai yang udah nge review fic Momo!

Lluph : Thanks! Nih dah update kok! XD

Aoi : Haha, aku emang udah konslet tau! ^_^

Niadzh : Haha, Sasu emank se narsis diriku! –PLAK!

Kuma : Tapi kayaknya lebay kamu deh? *di hantam pake balok oleh kuma* kamu juga segera publish cerita, ya? Gak sabar menunggu aku! ^^

Ella-chan : pacarnya Ino itu Sai kok. Tapi bukannya aku udah nulis di fic ch.1? Atau emang akunya yang lupa nulis di fic ch.1 nya? Maap, Momo lupa...-_- *di lempar ke parit oleh readers*

Ayu : Hehe, ini udah update kilat kok. ^^ atau memang masih kelambatan? Maap ya, Momo akan usahakan supaya lebih cepat lagi! _

Ok, review, please?