- Forever -

CHANBAEK

BxB | Boys Love

Jangan menghakimi author jika cerita ini kurang berkenan, tapi kasih kritik dan saran yang membangun untuk memperbaiki segala kekurangannya.

- 6104 -

"Baek ayo sarapan," Baekhyun tersentak kala Chanyeol memanggilnya untuk sarapan.

3 bulan berlalu semenjak kecelakaan yang membuat kaki nya dinyatakan lumpuh, hari itu Baekhyun terpukul dengan kata-kata dokter yang mengatakan jika dirinya tidak akan bisa berjalan seperti dulu lagi.

Baekhyun terpuruk, masa-masa remaja yang seharusnya terdengar indah berubah menjadi masa-masa kelam baginya. Hari ini seharusnya ia ikut masuk kuliah bersama Chanyeol, tapi keinginan itu tidak pernah lagi ia inginkan.

"Setelah kuliah aku akan segera pulang, jangan kemana-mana dan kalau ada orang asing yang bertamu jangan kau biarkan masuk. Tunggu sampai aku pulang." Chanyeol dengan setia menyiapkan sarapan untuk Baekhyun yang terlihat muram, senyum nya hilang selama 3 bulan ini.

Chanyeol menghela nafasnya kasar.

Berulang kali ia meminta maaf pada Baekhyun; namun sahabat mungilnya itu tidak pernah mengatakan apa-apa. Baekhyun hidup sebatangkara dan hanya memiliki Chanyeol dalam hidupnya.

Chanyeol berangkat kuliah seperti biasanya, ia yang dulu tidak pernah memakai fasilitas dari ayahnya kini memutuskan untuk menerimanya. Semua ia lakukan demi Baekhyun, karena akan sulit jika harus mengantar Baekhyun kemanapun jika mereka masih memakai angkutan umum.

Dikampus Chanyeol merupakan mahasiswa populer karena ketampanannya, memang sudah menjadi hal mutlak ketika para wanita mengaguminya, begitupun dengan para lelaki yang bisekxual ataupun gay. Namun tak satupun dari mereka yang berhasil menarik perhatian seorang Park Chanyeol.

Chanyeol memang memiliki kepribadian yang baik terhadap temannya atupun orang yang dikenalnya, semua sikapnya tidak lain karena memang dirinya tidak ingin mencari musuh dan lebih suka menjalin pertemanan dengan siapa saja baik itu wanita ataupun laki-laki.

Hari berjalan seperti biasanya, ia menjalanin kegiatan kuliahnya seperti hari biasanya. Namun tetap saja rasa khawatir terhadap Baekhyun yang ia tinggalkan sendiri diapartemennya membuat ia selalu ingin cepat-cepat pulang agar bisa menemani Baekhyun, walaupun sahabatnya itu masih saja enggan berbicara banyak padanya.

Namun sepertinya hari ini ia tidak bisa pulang cepat karena harus mengerjakan tugas kelompok bersama teman-temannya. Tapi karena ia tidak ingin berlama-lama berada diluar jadi ia memutuskan untuk mengusulkan agar mereka mau mengerjakan tugas kelompok itu di apartemennya.

Chanyeol pulang bersama dengan teman-temannya, diantara mereka ada Sehun dan Jongin yang sudah berteman dengan Chanyeol sejak dibangku SHS. Dan tentu Baekhyun juga mengenalnya.

Seulgi yang tempo hari membantu Chanyeol juga ternyata satu kampus dengannya, dan anak itu menjadi semangat ketika Chanyeol mengundang nya ke apartemen Chanyeol untuk mengejerjakan tugas kelompok.

Gadis itu tertarik pada Chanyeol, namun Chanyeol sama sekali tidak menyadari itu karena ia menganggap Seulgi tidak lebih dari sekedar teman.

Hati Chanyeol hanya untuk Baekhyun, nama Baekhyun tersimpan rapi dan mendapat tempat yang istimewa didalam hatinya.

Chanyeol akan mengutamakan Baekhyun dibanding dirinya sendiri, Baekhyun menempati urutan no 1 dalam hidupnya, bahkan dibanding orang tuanya yang melahirkan dan membesarkannya.

Karena cinta pada Baekhyun jelas berbeda dengan cintanya pada kedua orang tuanya.

"Masuklah," Chanyeol nempersilahkan Seulgi yang tampak malu-malu dibanding dengan Sehun dan Jongin yang sudah lebih dulu masuk tanpa dipersilahkan masuk pun.

Saat mereka masuk Chanyeol lebih dulu mencari keberadaan Baekhyun dikamarnya.

Apartemennya hanya memiliki satu kamar dan Chanyeol berbagi kamar bersama Baekhyun.

Jika dulu ia tinggal di flat kecil bersama Baekhyun dan menumpang pada Baekhyun, maka sekarang ia yang membalas nya dengan menempati apartemennya bersama Baekhyun.

Dibalik itu semua sebenarnya karena ia tidak ingin jauh dari Baekhyun dan Baekhyun haus mendapat tempat yang jauh lebih baik dibanding flat kecil mereka dahulu.

Sosok mungil dalam kursi roda itu tampak tengah tertidur seraya duduk didekat jendela balkon apartemennya. Baekhyun tidak akan bisa pergi ke balkon karena Chanyeol sengaja mengunci balkon apartemennya demi keamanan Baekhyun.

Chanyeol bahkan menyimpan segala peralatan tajam ditempat yang tidak bisa dijangkau Baekhyun, takut-takut kalau anak itu nekad ingin bunuh diri seperj sebulan yang lalu.

Baekhyun mencoba bunuh diri dengan pisau dan hendak mengiria urat nadi ditangannya.

Tentu saja Baekhyun frustasi, masa depannya hancur karena ia lumpuh. Ia tidak bisa lagi melakukan kegiatan yang ia sukai; tidak bisa lagi pergi keluar bersama Chanyeol karena itu akan sangat merepotkan Chanyeol jika Chanyeol harus mendorong kursi rodanya.

Lebih dari itu semua, Baekhyun takut jika Chanyeol memiliki seorang kekasih lalu meninggalkannya, meski berulang kali ia mendengar dengan jelas jika Chanyeol tidak akan pernah pergi meninggalkannya.

Dengan pelan Chanyeol mendorong kursi roda itu kesisian tempat tidurnya lalu mengangkat tubuh ringan seringan kaaps itu ke atas ranjang besarnya. Menyelimuti tubuh Baekhyun agar tetap hangat karena Baekhyun benci kedinginan.

Chanyeol kembali menemui teman-temannya setelah yakin Baekhyun tertidur dengan nyaman.

"Hyung, Baekhyun tidur?," Sehun beranya ketika Chanyeol sudah duduk bersama mereka dikarpet bulu hangatnya yang terdapat meja cukup besar ditengah-tengah mereka.

"Hmmm," jawabnya singkat.

"Baekhyun! Baekhyun adikmu yang tempo hari aku temukan tertabrak?," tanya Seulgi yang merasa penasaran.

Jongin dan Sehun tertawa mendengar Seulgi mengatakan jika Baekhyun adalah adik Chanyeol.

"Kau tidak berpikir jika Baekhyun benar-benar adik Chanyeol kan?," Jongin menahan tawa dengan memegangi perutnya.

"Maafkan aku Seulgi, aku berbohong ketika mengatakan dia adikku," Chanyeol tersenyum menyeringai "Dia bukan adikku, dia kekasihku."

Jongin dan Sehun bersorak bersama "Ewwwww,"

Seulgi tidak mampu berkomentar lagi, satu bagian dihatinya terasa hancur mendengar Chanyeol mengatakan jika Baekhyun adalah kekasihnya.

Harapan untuk bisa dekat dengan Chanyeol sirna sudah. Kini ia tahu alasan dibalik Chanyeol yang selalu menolak pernyataan cinta beberapa gadis ataupun pria biseksual padanya.

Chanyeol merasa senang ketika mngklaim Baekhyun sebagai kekasihnya.

Mereka kembali mempokuskan diri pada tugas kelompok mereka agar cepat selesai sebelum malam, mengingat ini sudah menuju sore.

Semua sibuk dengan Sehun dan Jongin bersama Chanyeol saling memberi pendapat dan Seulgi yang mengetik tugas yang harus dikirimkan melalui email itu.

Namun suara seperti orang terjatuh berhasil mengalihkan mereka semua, Chanyeol menjadi orang pertama yang berlari ke kamarnya untuk mengecek Baekhyun.

Baekhyun jatuh.

"Baek, kau tidak apa-apa?," Chanyeol menghampiri Baekhyun.

Jongin, Sehun serta Seulgi ikut menyusul untuk melihat keadaan didalam kamar Chanyeol.

"Kenapa dengan Baekhyun, hyung?,"

"Jatuh," Chanyeol mengangkat tubuh Baekhyun dan membawanya keluar kamar.

Baekhyun menyembunyikan wajahnya didada bidang Chanyeol dengan kedua tangan yang melingkar di leher Chanyeol mencari pegangan.

Sementara Seulgi semakin tidak suka melihatnya kedekatan keduanya.

"Tunggu disini ya, aku harus mengerjakan tugas kuliah." Chanyeol mendudukan Baekhyun di sofa dan merapikan rambut Baekhyun yang menghalangi wajahnya. Chanyeol juga mengecek sekujur tubuh Baekhyun, menelisik apa ada luka atau tidak.

Sehun dan Jongin ikut bergabung kembali duduk ketempatnya mengabaikan adegan yang terlihat romantis yang di lakukan Chanyeol pada Baekhyun.

Seulgi hanya diam mematung memperhatikan bagaimana Chanyeol yang begitu perhatiannya pada Baekhyun. Seulgi merasa minder ketika melihat kulit Baekhyun yang begitu putih seperti susu.

Baekhyun hanya mengenakan kemeja kebesaran Chanyeol berwarna merah maroon. Membuat kulit putihnya begitu kontras terlihat dibalik kemeja itu.

Chanyeol tersenyum ketika tidak ada luka apapun ditubuh Baekhyun.

Baekhyun hanya menunduk dengan wajah datar sedih nya, enggan untuk sekedar menatap wajah Chanyeol. Rasa bersalah yang selalu menggerogoti hati Chanyeol tidak pernah hilang disaat melihat raut wajah sedih Baekhyun.

"Kau lapar? Aku akan memasak kalau kau lapar." Baru saja Chanyeol hendak bangkit, tangannya sudah lebih dulu ditarik Baekhyun "Ada apa?." Chanyeol kembali membungkuk didepan Baekhyun.

"Aku ingin mandi." suara Baekhyun benar-benar terdengar pelan. Chanyeol tersenyum seraya kembali mengangkat tubuh Baekhyun.

"Kalian tunggu disini sebentar ya," ia kembali membawa tubuh Baekhyun masuk kedalam kamarnya, lebih tepatnya ke kamar mandi.

Baekhyun sudah duduk dibathub ketika dengan telaten Chanyeol menyiapkan air untuk Baekhyun berendam beserta sabunnya.

"Panggil aku jika terjadi sudah selesai," kembali tangan Chanyeol tertahan ketika ia hendak pergi keluar untuk kembali pada teman-temannya.

"Bisakah kita mandi bersama?," Baekhyun memintanya dengan tatapan sayu.

Chanyeol lemah ketika tatapan sayu itu berhasil membuat ia melupakan keberadaan teman-temannya diluar dan memilih membuka bajunya untuk bergabung bersama Baekhyun didalam bathub.

Begitu canggung.

Chanyeol merasa canggung dengan Baekhyun karena untuk pertama kalinya selama 19 tahun ini ia mandi bersama lelaki pujaan hatinya, lelaki mungil yang menghiasi hari-harinya sepanjang 19 tahun ini.

Chanyeol sudah dalam keadaan naked begitupun dengan Baekhyun. Ia kemudian memandikan Baekhyun, menyabuninya dan memijit area punggung Baekhyun.

Baekhyun hanya terdiam ketika Chanyeol membersihkan tubuhnya, membilasnya dan menyelesaikan mandinya.

"A-apa..apa," Baekhyun hendak memulai pembicaraan, namun lidahnya masih terasa kelu karena sudah lama tidak mengobrol bersama Chanyeol.

"Katakan saja, aku akan mendengarkan," diam-diam Chanyeol tersenyum.

Inilah yang ia tunggu sejak 3 bulan berlalu, Baekhyun yang berbicara lagi padanya.

"A-apa gadis diluar itu kekasihmu?," tanyanya setelah dengan susah payah mengumpulkan keberaniannya untuk bertanya.

Chanyeol menyunggingkan senyumnya. Sepertinya Baekhyun tengah cemburu. Chanyeol merasa bahagia ketika Baekhyun menanyakan itu, ia merasa jika perasaannya pada Baekhyun tidak bertepuk sebelah tangan.

"Bukan." jawab Chanyeol singkat dan jelas.

"Oh," Baekhyun terlihat menghela nafas, merasa lega akan jawaban yang ia terima.

Chanyeol yang sudah tidak tahan untuk menyembunyikan perasaannya lebih lama lagi memilih untuk mendekap Baekhyun dari belakang, membuat tubuh telanjang mereka saling bersentuhan.

"Kau kekasihku," bisik Chanyeol parau seraya menciumi telinga Baekhyun "Dari dulu aku mencintaimu Baekhyun, tidakkah kau tahu?."

Baekhyun tampak terlihat menegang ketika Chanyeol menggodanya dengan menciumi telinganya dan mengigit kecil telinganya.

Ia kembali dibuat terperangah ketika ciuman Chanyeol menjalar ke lehernya yang sensitif, mengecup dan menggigitnya pelan sampai meninggalkan bercak merah. Kissmark.

Baekhyun meleguh ketika merasakan gelyaran aneh yang dilakukan Chanyeol. Ia meremas pinggiran bathub ketika Chanyeol semakin berbuat lebih dengan kedua tangan Chanyeol yang menilin kedua nipplenya.

"Eummss ahhh," Baekhyun membulatkan kedua matanya ketika tidak sengaja ia mendesah.

"Katakan Baek, katakan kau tidak mencintaiku jika ingin aku menghentikan semua ini," Chanyeol seperti telah hilang kendali akan kontrol pada dirinya sendiri.

Desahan lembut dan merdu dari Baekhyun justru membuat ia semakin ingin berbuat lebih untuk membuat Baekhyun pasrah terhadap sentuhannya.

Baekhyun tidak ingin ini berhenti, jadi ia mengatakan hal yang seharusnya tidak ia katakan. Karena sudah pasti itu menyulut gairah Chanyeol yang tidak akan berhenti ketika mendengar jawaban yang selama ini ingin dia dengar.

"A-aku juga mencintaimu sejak dulu," Baekhyun memekik pelan ketika Chanyeol membalikan badannya dan langsung mendapat ciuman penuh gairah tertahan dari Chanyeol.

Ciuman itu begitu menuntut, begitu panas dan bergairah. Namun perlahan berubah menjadi pelan ketika tangan Chanyeol membelai punggung telanjang Baekhyun, menariknya agar semakin merapat pada tubuhnya yang sama-sama telanjang.

Junior mereka beradu dibawah sana, Chanyeol mati-matian menahan untuk tidak membobol Baekhyun. Mencoba bertindak waras ketika masih ada teman-temannya diluar sana.

Maka ia hanya memainkan sedikit foreplay pada junior Baekhyun yang begitu mungil, mengocok nya dengan pelan namun begitu bergairah.

Ujung junior mungil Baekhyun ia usap agar Baekhyun kembali mendesah untuknya.

Baekhyun yang merasa ini tidak adil ketika hanya dirinya yang mendesah mencoba untuk meraih junior Chanyeol yang begitu besar dibanding dengan miliknya.

Chanyeol kembali mencium bibir tipis Baekhyun dengan kedua tangan mereka masing-masing yang mengocok satu sama lain, mengurut junior mereka agar mendapatkan puncak kenikmatan yang menjadi akan akhir dari kegiatan panas yang mereka lakukan.

Baekhyun dapat merasakan jika junior Chanyeol semakin membesar dan begitupun miliknya yang sudah hendak mengeluarkan sperma karena permainan tangan Chanyeol.

Keduanya pun orgasme bersama dalam keadaan masih saling berciuman. Baekhyun ambruk ketubuh Chanyeol yang langsung memeluknya.

"Aku mencintaimu Baekhyun, kumohon jangan pernah mengacuhkan aku lagi." Chanyeol mendekap erat tubuh mungil Baekhyun yang tengah mengangguk sebagai jawaban dari ucapannya.

Mereka disana berpelukan sampai kurang lebih 1 menit lamanya.

Ketiga teman mereka yang sempat mendengar suara leguhan panjang dari arah kamar Chanyeol sempat berpandangan satu sama lainnya.

"Mereka sedang apa didalam?," itu Seulgi yang bertanya.

Jongin dan Sehun yang memang memiliki otak kotor sepertinya tahu apa yang sedang dilakukan Chanyeol dan Baekhyun sulit untuk menjawab pertanyaan Seulgi.

Mereka berdua hanya mengedikkan bahu sebagai jawaban. Namun tentu saja Seulgi merasa tidak puas dengan jawaban itu, ia hanya diam memendam rasa penasarannya untuk menanyakan nya langsung jika nanti Chanyeol sudah kembali dari kamarnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC