Hi, semuanya! Eve datang lagi untuk update. Eve akan jawab review kalian dulu ya!
Miss. Amoretta: halo. thanks udah baca dan review ya! ehmm... pertama soal Rose yang ngebunuh pake pistol, kan kalo dia pakai avada kedavra kementrian sihir bisa tahu dan Scorp juga bisa curiga pada penyihir. Kedua, Stevens pasti speechless seperti halnya kita kalo ada orang yang nodongin senjata ke kita dan klo dia teriak pun percuma, ga ada orang di rumahnya selain dia dan apartemen itu dibuat sound roof. Ketiga, Rose udah cukup sering minum firewhiskey. kalo kita udah terbiasa minum sesuatu kita jadi gak terkena dampaknya lagi. kayak klo kita udah sering minyak ikan, kita gak bakal bilang minyak ikan ga enak karena kita udh biasa minum minyak ikan. begitu deh, thanks ya udah baca...
Krissan Flower: halo, review mu masuk kok. makasih udah bilang fic ini keren dan untuk pertanyaanmu aku gak bisa jawab sekarang. nanti akan ada penjelasan di chap selanjutnya... dan di sini Scorp muncul!
Complicated
Chapter 2
Scorpius duduk di depan mejanya di kantor British Secret Service. Dia sangat frustasi. Ada kasus baru yang sangat darurat dan harus diselesaikan dengan segera olehnya. Bahkan atasannya, Direktur Smith marah marah karena kasus ini. Ya, ini adalah kasus yang sangat sulit dan bisa dibilang tak terpecahkan. Beberapa orang agen yang pernah menanganinya putus asa dan akhirnya menyerah karena memang kasus ini sangat berbeda dari kasus kasus lainnya. Ini adalah kasus pembunuhan berantai atas nama 'R'.
'R' ini adalah buronan British Secret Service dan sayangnya British Secret Service sendiri tidak tahu jenis kelamin 'R'. Korban korban yang paling mungkin akan dibunuh 'R' pun suka salah ditafsirkan. Penyelidikan forensik yang dilakukan oleh bagian forensik pun tidak menghasilkan apa apa. Dan sekarang kasus rumit ini dilempar ke Scorpius.
Scorpius baru bekerja di sini selama beberapa bulan karena dia harus masuk universitas muggle dulu untuk bisa mendaftar ke British Secret Service. Dia menyelesaikan skripsinya dan langsung mendaftarkan diri ke sini. Dia juga harus mengikuti serangkaian tes. Tes kesehatan, kecakapan, kepintaran, dan masih banyak lagi. Perlu banyak perjuangan untuk menjadi agen di sini.
Tapi, ini adalah cita cita Scorpius sejak kecil dan dia tidak peduli pada tanggapan orang lain. Banyak orang menyuruhnya menjadi auror di Kementerian Sihir, tapi dia tidak mau. Dia mau membantu muggle muggle memecahkan kasus kasus sulit dan memberikan keadilan.
Scorpius juga sudah senang dengan hidupnya. Kehidupannya sekarang sangat sempurna. Memiliki pekerjaan yang mengangumkan, tinggal di apartemen mewah di kota London, dan memiliki seorang tunangan yang sangat cantik. Ya, Scorpius sudah bertunangan denga serang perempuan. Perempuan itu adalah Rose Weasley, anak pahlawan perang yang bekerja sebagai penulis.
Scorpius sangat mencintai Rose yang pintar dan cantik. Dan dia semakin mencintai Rose saat Rose juga mau ikut kuliah muggle dengannya dan mendukung pilihan karir Scorpius yang bagi banyak penyihir sangatlah aneh. Rose juga berbeda dari sepupu sepupunya yang sangat banyak. Scorpius pernah berkencan dengan hampir semua sepupu wanita Rose, tapi tidak ada yang seperti Rose. Lily contohnya, dia boleh dibilang lumayan mirip Rose dalam hal fisik, tapi dalam hal otak dan hati, dia jauh di bawah Rose. Atau Dominique yang setahun lebih tua dari Rose, yang ada di pikirannya hanya fashion dan uang dan pria. Rose lebih dewasa.
Scorpius menghela napas dan tersenyum... Rose memang yang terbaik. Tapi sekarang dia harus bekerja. Diambilnya sebuah folder dari mejanya dan dibukanya halaman pertama. Isinya biodata korban terbaru 'R'. Korbannya kali ini adalah Anthony Stevens, manajer sebuah restoran fast food yang sering dikunjungi anak anak. Korban ditemukan oleh istrinya di ruang tamu apartemen tempat korban dan istrinya tinggal. Ada latar belakang Anthony Stevens yang berupa perjalanan karirnya dan hal hal lainnya, tapi Scorpius tidak perlu membacanya. Dia langsung membuka halaman berikutnya.
Isinya detil detil tempat kejadian pembunuhan itu yaitu ruang tamu apartemen 56a. Korban ditemukan di lantai, tepat di depan sofa. Tidak ada barang yang bergeser kecuali beberapa bantal yang berada di sofa. Cukup dibaca sampai situ Scorpius sudah tahu bahwa olah TKP dan uji laboratorium tidak akan menghasilkan apa apa. Dia pun membalik halamannya lagi.
Kali ini isinya tentang hal hal yang ditemui ganjil oleh tim lapangan. Ada beberapa yang menarik perhatian Scorpius. Seperti fakta bahwa Anthony Stevens sedang mencari seorang sekretaris baru dan bahwa kamera pengawas mati di saat kejadian berlangsung. Scorpius mencatat semua yang menurutnya penting dan langsung bangun dari kursinya.
Saatnya melakukan penyelidikan. Pertama tama, dia harus melihat tempat kejadian perkara. Dia harus mencermati semuanya.
Kedua, dia harus mewawancarai orang orang terdekat korban. Istrinya, teman dekatnya, atau mungkin pegawainya. Dia harus mencari tahu pribadi dan keseharian korban dari banyak sudut pandang.
Ketiga, dia harus menganalisis data data yang didapat dan memperdalam informasinya tentang korban korban 'R' yang sebelumnya. Dimulai dari membongkar arsip arsip dan mencari data tambahan.
Keempat, dia harus melihat cara 'R' membunuh. Menganalisis tekniknya bisa menjadi cara terbaik mengenali pembunuh.
Kelima, mengidentifikasi 'R'. Langkah terakhir sekaligus terpenting dari semuanya. Juga tersulit...
Scorpius menghembuskan napasnya dan menatap keluar jendela. Langit kota London yang mendung menyapanya dengan lembut seperti biasanya. Semuanya sangat biasa di luar sana. Tapi, di sini, di kantor ini, segalanya tidak biasa. Lebih tepatnya tidak bisa biasa.
Scorpius bangkit dari kursinya yang sudah diduduki oleh para pendahulunya dan mengambil jaketnya yang tersampir di kursi di depannya. Dipakainya jaket itu dan dia pun berjalan keluar dari kantornya. Di luar, para agen yang pangkatnya di bawahnya sedang bekerja. Berlarian membawa file yang diperlukan atau membawakan kopi untuk agen senior.
"Halo, Mr Malfoy..." terdengar suara manis di belakangnya dan Scorpius langsung berputar. Ternyata Lindsay yang menyapanya. Lindsay adalah agent in training yang dilatihnya beberapa hari ini.
"Oh, hey Lindsay." balas Scorpius. Dia tersenyum kecil pada Lindsay dan kembali berjalan. Meninggalkan Lindsay yang mendengus di belakangnya.
Scorpius sendiri berjalan menuju kafe favoritnya yang terletak di sebelah gedung BSS (British Secret Service). Dia masuk ke dalam kafe yang bernuansa klasik itu dan langsung disapa oleh George, muggle pemilik kafe itu.
"Oh, Scorpius. Mau pesan apa? Steak? Kopi?" tanya George ramah. Dia tersenyum seperti biasa.
"Cappucinno dan roti panggang cokelat kacang, George, seperti biasa." jawab Scorpius santai. George menganguk dan pergi ke meja kasir. Scorpius duduk dan membuka i phone muggle nya. Diutak atiknya i phone itu sebentar sampai dia berhasil menemukan aplikasi yang mau dipakainya. Dibukanya aplikasi itu yang merupakan akses langsung ke pusat data BSS. Dilihatnya sebuah file tentang 'R' yang diselidiki oleh seorang agen bernama Rodrick Freezeman.
Dengan segera, dia men download data itu dan membukanya. Scorpius membaca kalimat demi kalimat dengan teliti dan langsung berhenti di bagian yang memusingkan.
R kemungkinan besar adalah perempuan.
Perempuan mana yang akan membunuh banyak orang? Data ini benar benar aneh dan membingungkan. Tidak konklusif.
Scorpius mematikan i phone nya dan berpikir sebentar.
Tidak ada perempuan yang mau membunuh orang, dia yakin itu.
Rose-nya pastinya akan menganggap pembunuhan sebagai hal yang buruk karena itu berarti menyakiti orang lain secara fisik dan mental.
Rose tidak akan mau menyakiti siapa pun.
Begitu juga semua wanita di dunia ini.
Perempuan terlalu lembut untuk menyakiti orang lain.
Tapi Scorpius salah besar...
Ada wanita yang mau menyakiti orang baik atas keinginan sendiri maupun keinginan orang lain...
