Sukitte Ii Na Yo
Author : Baekberry
Cast : Semua member EXO
Genre : Romance, Hurt / Comfort, Friendship, School Life
Rating : M (tapi tanpa NC kok xD )
Warning : OOC, Typo bertebaran, GS, bahasa amburadul
Pair : OFFICIAL COUPLE
.
.
Don't like, Don't Read
.
.
Baekhyun POV
"Kelinci milik kelas yang kita pelihara mati. Sepertinya dia memakan makanan yang salah."
"kau harus bertanggung jawab"
" aku melihat ada tiga anak perempuan yang berdiri didepan kandang kelinci"
"I..Itu baekhyunnie .."
"aku bilang bahwa aku akan memakannya, tetapi dia tetap memberikannya pada kelinci itu. Aku sudah mencegahnya, ta..tapi.."
"I..Itu bukan aku. Aku.. aku tidak melakukan apapun" "Ke..kenapa semua orang..."
Mimpi itu lagi, potongan kejadian masa lalu itu kembali muncul. Sudah beberapa hari ini aku mulai memimpikan kejadian buruk itu. Akumengerjapkan mataku agar terbiasa dengan cahaya disekelilingku dan mulai bergerak tak nyaman di dalam selimutku yang hangat.
"Selamat pagi, chorongie" ucapku sambil mengucek mataku khas orang baru bangun dan menguap. Dia kucingku, kucing peliharaanku yang sudah kumiliki beberapa tahun lalu. Dia memiliki bulu yang seputih salju dan sangat lembut. Dia temanku satu-satunya, dan hal berharga yang kumiliki setelah ibuku. Ayahku sudah tidak ada sejak aku masih kecil, jadi selama itu pula ibuku sendiri yang mengurusku.
.
.
.
Ting .. ting .. ting .. suara lonceng khas musim panas pun terdengar dari balkon rumahku saat tertiup angin.
"aku memasang lonceng angin diluar, rasanya seperti musim panas bukan ?" tanyanya. Dia ibuku, ibu yang membesarkanku. Dia masih cantik seperti saat dia muda, dengan rambut kecoklatan yang diurai, bener-benar tak tampak kalau dia sudah menginjak umur 40-an.
"uhmm, tapi bukankah sedikit terlambat kalau memasangnya sekarang ?" pikirku
"lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Semuanya dimulai dari suatu titik bukan ?"
"apa itu ?" aku memberengut kearahnya
"kata-kata dari lagu yang sering kudengar"balasnya sambil tersenyum padaku
"ya, yaa" akupun mengangguk dan melanjutkan makanku, "Meow.. " aku kanget dan sontak langsung melihat kebawah meja, terlihatlah kucingku yang sedang bermanja-manja dengan menggosok-gosokkan bulunya di kakiku. Menghantarkan sensasi geli disana dan kemudian aku ingat sesuatu. Dia belum aku beri makan, pantas saja dia bersikap seperti ini.
.
.
Setelah memberi makan chorongie, aku pun bergegas memakai seragamku dan berangkat . "aku pergi" teriakku sambil berjalan keluar rumah, entah ibuku mendengarnya atau tidak. Aku tidak peduli, ini sudah siang dan aku tidak mau terlambat.
Kenalkan, aku Byun Baekhyun. Umurku 17 tahun dan saat ini sedang berada di kelas 2 SMA. Aku gadis biasa, dengan tubuh mungil dan rambut coklat sebahu yang kuurai. Tidak ada yang spesial bukan ? kecuali satu hal, aku menguasai hapkido dan suaraku juga cukup bagus kurasa. Tapi hal itu tidak ada orang yang tau kecuali ibuku. Aku bersekolah di SM High School, salah satu sekolah favorit di daerahku. Aku berjalan sendiri menyusuri jalanan seoul yang masih sepi, terdengar kicau burung yang saling bersahutan. Aku suka suasana ini, udara yang segar dan tenang.
.
.
Sekolah masih sepi saat aku datang, yah menurutku begitu. Ada beberapa murid yang memulai olahraga, ada juga yang berbincang di sepanjang koridor kelas. Aku berjalan menunduk memperhatikan lantai dibawahku yang menurutku lebih menarik, tapi tiba-tiba "baekhyunnie" panggil seseorang dan sontak aku langsung mendongak. Mereka lagi, mereka selalu saja menggangguku.
"aku dengar kalau kau tidak pernah punya pacar sebelumnya" ucap gadis berambut pendek didepanku. Aku menatapnya dengan pandangan kosong dan melanjutkan perjalananku ke kelas.
"apa kau mengabaikanku ? aku pikir pertanyaan ku terlalu mengganggumu" lanjutnya.
"ayolah, kita semua tahu bahwa sudah 17 tahun dia menyendiri" tambah gadis berambut pirang disebelahnya dan mereka mulai menertawakanku.
Aku tidak bergeming dan lebih memilih diam dan mulai berjalan lagi . "Sebenarnya, sudah 17 tahun aku tidak mempunyai teman.setiap tahun selalu seperti ini. Sebenarnya dulu aku memiliki hal yang disebut 'teman' . tapi aku sadar kalau kau hanya akan terluka jika kau mempunyai teman. Dan aku tidak membutuhkan sesuatu seperti itu."
.
.
.
Chanyeol POV
"kemarin benar-benar tidak bisa dipercaya. Aku mencoba untuk terlihat keren karena ada siswi dari Seoul HS yang manis dan cantik. Tapi semua orang hanya tertarik padamu" gerutu Sehun saat aku dan dia sedang berjalan di koridor hari ini. Yah kami kemarin memang mengadakan kencan buta dengan siswi sekolah lain. "begitukah ?" jawabku, bukannya aku tidak sadar, hanya saja aku bosan dengan banyak perhatian yang ada disekelilingku. Dia terus saja protes "jangan berpura-pura. Siswi tercantik disekolah itu kemarin terus-terusan melihatmu. Dan jangan ragukan kemampuan obsevasiku Park Chanyeol" . aku hanya tertawa mendengarnya sambil menunjukkan cengiran bodohku. Aku bahkan tidak tertarik sama sakali dengan mereka. Dan apa dia bilang ? bertukar nomer ponsel ? jangan harap aku akan melakukannya dengan sembarang orang.
"bagiku mereka biasa saja" jawabku dengan tampang polos
"hmmm, tidak diragukan lagi, cowok paling populer disekolah ini, memperlakukan semua orang dengan sama" katanya sinis
"jangan berkata sarkastis seperti itu" kataku malas
"apa kau masih berpikir semua gadis itu sama ?" tambahnya.
Aku hanya mengendikkan bahuku "Bukan begitu, hanya saja menurutku aku tidah bisa mengerti apa yang membuat mereka tampak spesial.."
Belum selesai aku melanjutkan kata-kataku, ada seseorang yang memanggilku "Chanyeolie~, pagi" katanya sambil berlari ke arahku. "Luhannie~" jawab sehun langsung merentangkan tangannya ingin memeluk luhan, tapi yang terjadi malah pukulan yang ia dapat di kepala. "jangan asal memelukku Oh Sehun" sungutnya sambil berjalan kearahku.
"Kemana kau pergi kemarin malam ? aku meneleponmu tetapi kau tidak menjawabnya"
"aku keluar bersama beberapa murid dari Seoul HS. Ada apa kau menelpon ku ?" tanyaku langsung.
"dan kau tidak mengajakku ? jahat sekali" tambahnya sambil mendelik kearahku
"baik-baiklah, lain kali akan ku ajak kau untuk keluar bersama" jawabku sambil tersenyum kearahnya. Tentu saja aku tidak mau membuat dia marah, dia memang cantik, tapi akan sangat mengerikan jika dia marah.
"bagus, bagaimana kalau nanti sepulang sekolah kita pergi karaoke ?" katanya bersemangat. Aku hanya mengangguk untuk menyetujuinya. "baiklah, dadah" ucapnya sambil berlari kekelasnya.
Setelahnya aku melongo melihat sehun yang diam ditempatnya "apa yang kau lakukan ?" pertanyaan bodoh yang keluar dari mulutku. Tentu saja dia begitu, dia menyukai luhan dan tidak mau menembaknya. Benar-benar bodoh, Sehun tampan dan aku yakin luhan juga menyukainya, hanya saja dia terlalu pengecut untuk memberi tahu luhan tentang perasaannya. Sekarang dia malah menceramahiku betapa cantiknya luhan, dan betapa baiknya dia. aku sudah mendengarnya ribuan kali sampai aku hafal diluar kepala. Tapi ditengah acara ceramahnya padaku tiba-tiba . Bruuk . lihat, sekarang dia malah menabrak seorang gadis hingga terjatuh. "maaf maaf" ucapnya sambil mencoba membantu gadis itu berdiri. Tapi gadis itu malah melihatnya dengan mata berkilat marah. "maaf, aku tidak sengaja melakukannya" tambahnya . gadis itu tidak memperdulikannya dan malah pergi menjauh seolah tidak ada yang terjadi.
Mata gadis itu, itu bukan mata yang biasa aku lihat. Iris mata coklat hazelnya entah mengapa membuatku ingin menatapnya lama. Aku tidak takut pada tatapannya, aku malah terpesona. Wajah kecil yang imut, rambut coklat sebahu yang membingkai wajah mungilnya. Hidung mancung dan mata hazelnya menambah kesan imut dalam dirinya. Aku berfantasi dengan duniaku sendiri sampai sebuah suara menginterupsiku "dasar aneh" akupun menoleh dan bertanya pada Sehun "siapa dia ?" . "kau tidak mengenalnya ? dia Byun Baekhyun. Sekelas denganku tapi dia selalu sendirian dan tidak pernah berbicara. Aku tidak yakin jika ada orang yang pernah mendengar suaranya. Aku benar-benar tidak mengerti dengan gadis itu, dia tipe yang benar-benar susah ditebak" jelasnya sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
Jadi namanya Baekhyun. Nama yang bagus. "Dia.. menarik" pikirku sambil tersenyum.
.
.
Sukitte Ii Na Yo
.
.
Chanyeol POV
Bel istirahat berbunyi, semua murid mulai berhamburan keluar kelas. Begitupun denganku dan sehun. Saat ini kami sedang berjalan di koridor yang menuju ke kantin bersama beberapa yeoja kelasku.
"aku penasaran, kenapa guru itu harus memberikan ulangan pagi-pagi sih" gerutunya sambil berjalan terseok. Tabi tiba-tiba matanya terbuka dan langsung berlari untuk menggoda dua yeoja yang menaiki tangga sambil memegangi roknya.
"hei kalian" katanya sambil berlari menaiki tangga
"hentikan. Dasar sehun pervert!"
"jika kau tidak menyukainya, maka jangan memendekkan rok mu" balasnya
"hey, hey jangan tidak sopan begitu" ucapku menghampirinya
"aku hanya ingin memberi tau, Kalau kau menutupnya, maka siapapun akan lebih tertarik padamu" jawabnya menatap dua gadis itu dan mengacuhkanku.
"jangan bercanda, lihat kau terdengar seperti pria tua" kedua gadis itu tidak mau kalah. Aku hanya diam sambil memperhatikan mereka tanpa ada niatan untuk melerainya. Lalu, mata sehun mulai berkilat senang. Nah, apa lagi kali ini yang akan dilakukannya ? pikirku sambil memperhatikannya.
Sehun mulai menaiki tangga dan menarik ujung rok gadis yang memakai rok panjang melebihi lutut tersebut. Gadis itu terdiam, aku pun menghampirinya "hey sehun, kau pikir apa yang kau lakukan ? . setelah itu, semuanya terasa lambat dimataku, gadis itu berbalik dan langsung menendang apapun dibelakangnya, aku yang tidak sengaja ada dibelakangnya pun berhasil mendapat hadiah tendangan dari gadis tersebut. Tidak cukup kuat tapi bisa membuatku terjungkal dari tangga dan jatuh terduduk.
"kau terus-terusan bilang itu tidak sengaja .. apa masalahmu hah ? dasar idiot !" sungutnya marah, aku tau kata-kata itu bukan untukku, tapi untuk sehun yang dari tadi pagi selalu dengan tidak sengaja mengganggu gadis itu. Setelah mengatakannya dia berjalan pergi dengan menghentak-hentakkan kakinya marah, tapi menurutku malah terlihat imut.
"itu keterlaluan" "kau bahkan tidak melakukan apapun" "chanyeol ?" mereka terus saja berguman disebelahku. Tapi aku tidak bisa dengan jelas mendengarnya, yang sekarang ada dikepalaku hanya gadis itu. Aku mulai terkekeh yang kemudian berubah menjadi tawa, "itu sakit, haha" lanjutku. Sedetik kemudian aku pun terdiam dan menatap punggung yang mulai menjauh itu, Byun Baekhyun .
Sukitte Ii Na Yo
Baekhyun POV
-pulang sekolah-
aku membuka lokerku dan menemukan sebuah surat didalamnya "Cepat kau minta maaf. Menendang seseorang adalah hal terburuk yang bisa kau lakukan!" aku hanya diam sambil membaca surat ancaman tersebut.
"Baekhyun.. Byun Baekhyun-ssi" panggil seseorang disebelahku dan akupun menoleh. "senang bertemu denganmu" lanjutnya sambil menunjukkan bekas luka ditangannya. Ahh aku ingat, dia namja yang tadi siang aku tendang di tangga.
"apa yang kau mau ?" tanyaku menunduk, tidak berani melihat kearahnya
"aku ingin meminta maaf .."
"minta maaf ?" tanyaku sambil memberanikan diri menatapnya "kenapa kau melakukannya ?" lanjutku
"aku melakukannya karena sesuatu yang temanku lakukan" dia tersenyum, aku hanya diam menunggunya. "seseorang yang menyentuh rokmu, adalah teman baikku. Aku dengar kau sekelas dengannya."
"aku tidak banyak bicara dikelas" balasku sambil memakai sepatuku
"dia selalu melakukan hal yang diinginkannya, tapi dia tidak bermaksud buruk. Kau tidak menyukainya bukan ? maaf Baekhyun-ssi"
"uhmm.. aku.. juga minta maaf. Aku minta maaf karena langusung menendangmu tadi"kataku sambil meremas kertas ditanganku. Tapi dia malah terkekeh, aku sontak langusng melihat kearahnya
"maaf, aku kaget" balasnya sambil tertawa, wajahku memerah entah malu atau mungkin marah kepadanya. Aku bergegas pergi, tapi kemudian dia berteriak
"maaf, aku pikir kau menarik"
"menarik ? jadi menyenangkan untuk menggodaku bukan ?" ucapku membelakanginya
"bukan begitu maksudku. Aku merasa seperti kau adalah orang yang kusukai"
"aku tidak mengerti .."
"bagaimana mengatakannya ya..."
"aku tidak mau mendengarnya" potongku sambil berjalan meninggalkannya
.
.
Sebelum pulang, aku biasa memberi makan kucing yang ada dibelakang sekolah. "haursnya itu sudah cukup, jika kau makan lebih banyak kau mungkin akan sakit" kataku sambil mengelus nya, dia hanya mengeong dan berlari menjauh.
Setelahnya aku berjalan melewati gedung belakang sekolah. Tempat ini jarang ada yang mengunjungi, sangat sepi dan juga nyaman, ini adalah tempat favoritku disekolah. Saat aku sibuk dengan pikiranku, tiba-tiba ada suara yang mengagetkanku.
"hey" katanya. Aku pun melompat mundur dan menoleh ke asal suara tersebut
"ka..kau belum selesai bicara tadi ?
"ayo kita berteman" lanjutnya, aku pun mendongak. Dia cukup tinggi dan aku harus mendongak agar bisa menatapnya.
"huh ?"
"ayo bertukar nomor telepon" dahiku mengerut. Apa katanya ? bertukar nomor telepon ? itu berarti aku juga harus bertukar handphoneku dengannya. Kenapa aku harus melakukannya. Pikirku dengan wajah bodoh.
"aku tidak mau" jawabku polos
"aku hanya ingin nomormu, bukan handphonemu" balasnya seolah dia tau apa yang tadi kupikirkan. Blush. Wajahku memerah, aku malu. Pasti sekarang wajahku seudah semerah kepiting rebus
"uh..uhm tapi aku tetap tidak mau"
"baiklah. Ini, telepon aku kapanpun kau mau" lanjutnya sambil menyerahkan kertas berisi nomor teleponnya. Aku hanya menatap kertas itu, dan kemudian menerimanya sambil merogoh sakuku.
"tanganmu terluka waktu aku menendangmu kan ? ini" tanyaku sambil memberikannya sebuah plester bergambar strawberry
"te..terima kasih. Tapi, tanganku tidak akan sembuh hanya dengan sebuah plester kecil." Katanya sambil mengelus-elus plester itu.
Aku menunjukkan selusin plester yang kubawa kepadanya. "kalau sebanyak ini cukup kan ? katakan padaku kalau kau membutuhkannya lagi"
"bukan begitu maksudku"
"baiklah kalau begitu. Aku harus benar-benar pergi sekarang" ucapku dan berlari meninggalkannya.
.
.
Hari sudah menjelang malam saat aku pulang "Itu mengagetkan, sudah lama sejak aku terakhir berbicara di sekolah. Dia memberiku nomernya. Jadi,, ada orang yang bisa tersenyum seperti itu ya" pikirku. "tidak, apa yang kupikirkan. Aku juga tidak punya alas an untuk menghubunginya" aku berbicara sendiri sambil menggeleng-gelengkan kepalaku.
.
.
-di toko roti-
Sepulang sekolah aku memang bekerja sambilan disini. Sudah beberapa bulan aku bekerja dan aku menyukainya. Saat aku menata roti-roti di etalase, tiba-tiba
"baekhyunie.." panggil ibu pemilik toko roti ini "apa kau demam ? wajahmu merah" lanjutnya
"ti..tidak. aku tidak demam kok" balasku sambil berjalan ke meja kasir
"aku mau membeli ini" aku mendongak lalu tersenyum ramah
"i..iya" jawabku sambil mengambil nampan dan mulai membungkus semua roti itu dan memberikannya ke pembeli tersebut
"totalnya 2000 won, dan ini kembalian anda, 950 won." Kataku.
.
.
-at home-
Hari sudah malam saat aku pulang kerumah."aku pulang" sapa ku pada ibuku yang ada di dapur, setelah itu aku bergegas ke kamar dan merebahkan tubuhku di kasur. Aku memandang deretan angka yang tertulis di kertas dan memejamkan mataku. "aku tidak mau memikirkan hal-hal yang tidak penting. Karena aku hanya akan dihianati lagi." Pikirku dan akupun mulai melayang kea lam mimpi
.
.
Chanyeol POV
-pagi harinya disekolah-
"baekhyun" ucapku saat aku berpapasan dengannya
"baekhyun" sapaku saat jam istirahat
"baekhyun" kataku sambil mengikutinya
"jangan panggil namaku" jawabnya acuh sambil mempercepat langkahnya
"kenapa kau tidak meneleponku ? aku menunggu teleponmu kau tau"
"jangan ikuti aku. Aku juga tidak pernah berkata kalau aku akan menguhubungimu kan"
"baiklah. Tapi.."
"aku benci handphone" jawabnya sambil menaikkan sedikit suaranya
"heh ? apa kau tidak berbicara dengan temanmu?" balasku dengan nada polos
"aku tidak punya teman. Lihat, hanya ada nomor rumahku dan nomor tempat kerjaku" ucapnya sambil menunjukkan layar handphone kearahku. Aku hanya diam, tidak tahu harus bicara apa. "orang-orang selalu menghianati ku, dan sekolah adalah tempat dimana kau percaya satu sama lain. Seperti rumah boneka, kau keluar bersama-sama dan berpura-pura menjadi teman. Tetapi, saat kau mulai cocok dengan mereka, kau akan ditelantarkan. Aku tidak pernah menginginkan untuk dekat dengan orang seperti itu" jelasnya sambil berjalan pergi.
"tidak semua orang seperti itu" kataku sebelum dia berjalan menjauh
"semua orang seperti itu" dia berbalik dan tersenyum ke arahku dan menatapku "aku tidak butuh teman" lanjutnya dan berlari meninggalkanku.
Aku terdiam sampai sebuah suara menginterupsiku "hey, disini kau rupanya" itu sehun yang sedang berjalan kearahku ditemani luhan disampingnya
"apa yang kauakukan disini ?"lanjutnya
"tidak apa-apa. Ada apa kau mencariku ?"
"kau tidak lupa janjimu untuk pergi karaoke bersama bukan ?" potong luhan menatapku dengan deer eyesnya
"ahh benar, kalau begitu ayo pergi" ucapku semangat kepada mereka sambil mengepalkan tanganku keatas
.
.
Baekhyun POV
"sampai jumpa, dan terima kasih hari ini" ucapku pada bibi pemilik toko dan bergegas pulang. Aku berjalan dan kemudian mataku melihat pelanggan toko roti yang beberapa hari lalu membeli roti di tempatku. Aku diam dan mulai berjalan lebih cepat. Tapi suara langkah yang mengikutiku juga semakin cepat, aku berjalan di gang sempit yang gelap dan keringatku mulai bercucuran. Aku sesekali melihat kebelakang memastikan ada seseorang yang mengikutiku atau tidak, dan saat aku menoleh, aku terkejut dan mulai berlari ke minimarket terdekat dan menghubungi rumahku.
Tuutt, tuuutt, tuuutt, aku menelepon dan mulai sibuk dengan pikiranku sendiri. "Orang itu, dia selalu datang membeli roti ditempatku bekerja. Apakah dia mengikutiku atau ini hanya kebetulan. Tapi dia berdiri disana dan melihatku. Bagaimana jika ini bukan kebetulan dan dia benar-benar mengikutiku ? ibu, tolong angkat teleponnya! " aku mulai takut dan tubuhku gemetar, aku menutup mataku rapat-rapat dan kemudian aku teringat sesuatu.
Aku mulai mengetik deretan nomor itu dan menghubunginya. Tuuutt, dering pertama. Tuuuutt, dering kedua, aku mohon, angkat teleponnya, ucapku sambil menutup mataku rapat-rapat
.
.
Chanyeol POV
Saat ini aku sedang berada di tempat karaoke bersama teman-temanku. Tapi tiba-tiba ponselku bordering. Aku mengernyit, nomor tak dikenal, aku pun mengangkatnya
"yeoboseyo ?" ucapku langsung
"um... ini aku, Baekhyun" terdengar suara diseberang
Akupun berlari secepat mungkin, orang-orang memandangku dengan tatapan aneh, aku tidak peduli, yang terpenting adalah ku harus cepat-cepat kesana. Harus. Pikiranku melayang saat Baekhyun menelepon tadi, suara gemetar dan entah mengapa tubuhku reflek menegang.
"tolong aku.. tolong selamatkan aku" katanya sambil bergetar
"tenanglah baekhyun. Kau ada dimana sekarang ?"
"di minimarket depan perpustakaan"
"tetap disana, aku akan segera kesana" jawabku langsung berlari keluar
.
.
Setelah tiba disupermarket, aku langsung menengokkan kepalaku ke kanan dan ke kiri sambil mengatur napasku. Aku melihatnya, dia sedang meringkuk ketakutan sambil memeluk tasnya. Aku menghampirinya dan duduk disebelahnya.
"apa ada yang salah ?"
"uhmm, orang diluar itu, dia selalu datang ke tempat kerjaku. Dia sudah mengikutiku sejak aku meninggalkan toko. Dia mengikutiku sepanjang jalan ketempat ini" lanjutnya. Aku hanya menatap tajam pria diluar toko dan mengamati gerak geriknya
"sudah berapa lamau kau disni ?" tanyaku sambil mengalihkan pandanganku mentap baekhyun
"sekitar satu setengah jam." Jawabnya takut-takut. Hah ? itu berarti orang itu penguntit pikirku dalam hati, tanpa sadar genggaman pada tasku menguat.
"aku tidak tahu harus berbuat apa, ibuku tidak menjawab teleponku! Aku juga tidak tau harus menghubungi siapa lagi." Katanya sambil menunduk dan meremas ujung kemejanya hingga kusut.
Aku memeluknya dan menepuk-nepuk punggungnya. "tennaglah, sudah ada aku disini" ucapku. Diapun mendongak dan aku tersenyum kearahnya. Setelah dia tenang, aku pergi ke kasir dan membeli sesuatu.
"Cha..Chanyeol-ssi ?" tanyanya, aku berbalik dan menunjukkan apa yang baru saja aku beli
"es krim ?"
"aku butuh sesuatu yang dingin setelah aku terus-terusan berlari kesini" jawabku sambil tersenyum bodoh ke arahnya. "aku tau apa yang harus kulakuan" lanjutku.
Akupun mulai meletakkan tanganku dipundaknya dan menariknya keluar. Aku mengeratkan tanganku dipundaknya agar dia merasa lebih tenang. "semuanya akan baik-baik saja" ucapku.
"kau.. siapa kau ?" Tanya pria itu
"Baekhyun... saranghae" ucapku dan langsung menciumnya didepan pria itu, bukan ciuman penuh nafsu, tapi hanya menempelkan bibirku dengan bibirnya agar aktingku terlihat natural. Aku membuka mataku dan menatap tajam pria itu. Mengatakan kalau dia berani macam-macam akuan kubunuh dia.
Setelah pria itu pergi, aku melepaskan ciumanku dan menatap mei yang terdiam ditempatnya. Diaa..
.
.
Baekhyun POV
Aku ketakutan dan duduk meringkuk di bangku yang ada di mini market menunggu chanyeol datang. Tak lama kemudian ia datang dan langsung menghampiriku. Aku menjelaskan keadaan saat ini padanya dan dia hanya diam sambil memandang keluar. Aku tidak tau apa rencananya, tetapi aku sangat bersyukur dia mau datang dan membantuku
"cha.. chanyeol-ssi ?" ucapku padanya. Dia menoleh dan menunjukkan sesuatu yang dibelinya.
"es krim ? tanyaku sambil mengerutkan keningku. Untuk apa dia membeli es krim ?
"aku butuh sesuatu yang dingin setelah aku terus-terusan berlari kesini. Ahh, aku tau apa yang harus kita lakuan" ucapnya sambil menatapku. Aku hanya mengerjap-ngerjapkan mataku aku diam saja saat dia membawaku keluar. Aku bergerak tak nyaman dalam pelukannya, dia sadar dan kemudian berbisik "semuanya akan baik-baik saja."
Aku memandangnya bingung, lalu pria itu menghampiri kami. "kau.. siapa kau ?" aku memejamkan mataku takut, takut dengan jawaban yang akan diberikan chanyeol. "Baekhyun.." katanya, aku pun mendongak, dia tersenyum dan mengatakan saranghae . aku membulatkan mataku bingung, tapi belum sempat aku mencerna kata-katnya . dia menarikku dan menempelkan bibirku ke bibirnya. Mani.s itulah yang kurasaakan saat bibirnya menyentuh bibirku.
Aku membelalakkan mataku dan tiba-tiba saja semua kenangan dari masa kecilku terulang kembali di otakku seperti sebuah film. Saat ayah dan ibuku masih bersama, saat aku merasakan bagaimana hangatnya tangan seorang ayah, saat aku tidak sengaja menendang chanyeol, dan saat aku masih berada di taman kanak-kanak.
Setelahnya, dia melepaskan bibirnya dari bibirku. Aku hanya diam membelalakkan mataku sambil memegang bibirku yang baru saja menempel dibibirnya. Aku yakin sekarang wajahku pasti sangat merah. Tapi.. Dia.. menciumku. Aku tidak tahu takdir macam apa ini.. aku.. untuk pertama kalinya.. ciuman pertamaku
~~ TBC ~~
Preview next chap :
"jika kau memulai, maka akan ada awal yang baru"
"jadi, berkata bahwa 'aku mencintaimu' membawa awal baru"
"ketika tidak ada banyak waktuu tersisa, ucapkan saja bahwa 'aku mencintaimu', okay ?" – Baekhyun
"Masa muda benar-benar indah bukan" – Chanyeol
AUTHOR'S CORNER
Huwaaaa, akhirnya selesai juga xDD ini update cepet ini, gak tau kenapa semangat banget nulis ini FF wkwkwk *nyengir
Gimana ? gimana ? maaf kalau bahasaku ancur /.\ tapi ya beginilah emang keadaannya xDv
Aku author baru di dunia FF /? Jadi mohon bantuannya ya :3 kritik dan saran sangat ditunggu xDD waks
Buat yang udah fav, follow dan review, gomawo *bow bareng baek XD
Baekggu : ini udah dilanjut chingu :D bener, tapi di SMTOWN Beijing ada momen chanbaek lho *-* nyehehe
: ini chaap satu udah keluar, semoga suka ya :D
chika love baby baekhyun : makasih udah bilang ceritanya seru /.\ *padahal aku gak buat ceritanya –
Shinelightseeker : ini udah diupdate :D iya, tentu aja, yang lain Cuma sampingan kok *dibunuh* tapi nanti aku juga bakal buat side story buat masing-masing kopel :3
.
.
.
Akhir kata /? Mind to review ? :3 *buing-buing bareng baek xDD
