Cast : Yunjae and Other
Disclaimer : YUNJAE bukan milik saya T^T tapi cerita milik saya sepenuhnya.
Warning : BL/Shounen-ai/ apalah itu-_- , alur sesuai mood, cerita pasaran, miss typo.
Don't like don't read.
Happy reading *^^*
.
.
.
Hari minggu – taman kota
Terlihat seorang namja cantik sedang duduk gelisah di salah satu bangku taman. Matanya tak berhenti menatap berulang-ulang pada arloji yang melingkar di tangannya.
10.15
Sudah lewat limabelas menit namun beruangnya masih muncul juga. Aarrgghh! kalau begini jadinya, ia tak akan menerima ajakan beruang itu untuk pergi berkencan.
'pasti lupa lagi' batinnya pilu.
Jaejoong terus menunggu, ia akan mencoba menghubungi Yunho.
Tutt tutt
"yoboseyo?"
"Yunnie, kau dimana?" tanyanya mencoba sabar.
"Di rumah Yoochun, wae?" simpang empat siku-siku tercetak samar(?) di dahinya. Namun ia mencoba sabar.
"Kau tak ada kegiatan hari ini?"
"Hmm.. kurasa ti –omo! ba-baby.."
"Hmm.. sudah ingat Tuan Jung?"
"Mi-mianhae Boo.. aku akan kesana sekarang, ok? Kau tunggu disana, jangan kemana-mana." Suara Yunho di line seberang terdengar panik, Jaejoong tertawa pelan. Ini merupakan hiburan tersendiri baginya.
"Ne, aku menunggumu."
Pip
Bibir Jaejoong mengerucut imut. Tuh kan, Yunho-nya lupa lagi.
. . .
"Ada apa hyung?" tanya seorang namja tampan dengan jidat yang lebar.
"Aku lupa janjiku dengan Jaejoong, Chun!" ucapnya panik dan segera mengambil jaket.
"Lebih baik kau ke dokter untuk memeriksa saraf otakmu, Yun! Kau selalu melupakan janji-janji yang kau buat, kau tau?" nasihat Yoochun saat Yunho tengah memakai Jaketnya.
"Aku tak ada waktu.." sahut Yunho.
"Setidaknya kau harus– hei! Yya! Aiish.." gerutu Yoochun saat punggung tegap Yunho menghilang di balik pintu.
. . .
Lima belas menit kemudian..
"Hosh.. Boo, hah~" Yunho berusaha mengatur deru nafasnya yang meningkat akibat berlari tadi. Jaejoong membantunya dengan menepuk-nepuk punggungnya.
"Hah~ mian Boo, aku terlambat," sesal Yunho yang kini nafasnya mulai teratur.
"Gwenchana, yang penting kau sudah datang, jja~ kita pergi!" ajak Jaejoong semangat.
"Kita akan kemana?" tanya Yunho saat mereka sudah mulai berjalan.
"Kita ke Tropical Land!" jawab Jaejoong.
"Mwo? Tropical Land?" Yunho tiba-tiba menghentikan jalannya.
"Wae? Yunnie mau 'kan? Ayolah~~" rengek Jaejoong disertai puppy eyesnya. Lihatlah, sekarang Jaejoong seperti anak anjing yang minta dipungut, begitu manis dan imut. Dan lagi, Yunho tak bisa menolak puppy eyes milik kekasihnya tersebut.
"Baiklah! Kkajja~" pasrahnya dan menggenggam erat tangan mungil Jaejoong.
"Yey!" sorak Jaejoong girang.
"Kau tak membawa mobil Yunnie?" tanya Jaejoong saat menyadari bahwa mereka sedang berjalan menuju halte bus.
"Aku tak sempat Boo. Aku tak ingin membuatmu menunggu lebih lama," jelas Yunho. Jaejoong hanya ber-oh-ria.
Setelah itu tak ada lagi percakapan diantara mereka, tampaknya mereka lebih memilih diam menunggu bus di halte.
Lama menunggu, akhirnya bus yang mereka tunggu telah tiba. Dengan sedikit tergesa, Jaejoong menarik tangan Yunho untuk menaiki bus. "Kalau tak lekas, kita tak dapat tempat duduk," jelas Jaejoong tanpa diminta saat ia melihat kerutan samar di dahi beruangnya.
. . .
"Hum, Yunnie~" panggil Jaejoong.
"Ne, Boo?" sahut Yunho seraya mengalihkan pandangannya untuk melihat Jaejoong.
"Ahra itu.. siapa?" tanyanya pelan. Ia berharap semoga Yunho mau menjawabnya kali ini, mengingat pertanyaan ini cukup sering ia lontarkan kepada Yunho. Namun, jawabnya adalah–
"Kau tak perlu tahu, Boo. Itu rahasia kecil."
Lagi. Jawaban yang Yunho berikan tak pernah membuat Jaejoong puas, justru sebaliknya. Ia mengerucutkan bibirnya kesal, menurutnya kekasih tampannya ini sangat suka menyembunyikan sesuatu darinya. Padahal 'kan ia ingin tahu, ukh! Ini sangat menyebalkan!
"Kau menyebalkan, Yunho-ya!" rajuknya. Yunho tersenyum geli, kekasih cantiknya ini sedang merajuk padanya.
"Belum saatnya kau tahu Boo," lanjut Yunho dan mengecup pipi Jaejoong pelan.
"Yunnie~~!"
. . .
"Yunnie~ ada gajah!" pekik Jaejoong antusias.
"Boo~ itu hanya robot." Jaejoong mempoutkan bibirnya. Sekarang mereka memang sudah berada di Tropical Land. Melihat robot gajah ini pun sudah dapat dipastikan siapa yang antusias bukan?
"Tapi, gajahnya sangat menggemaskan Yunnie~"
"Ne, gajahnya sama menggemaskannya denganmu," tukas Yunho yang langsung mencubit pelan hidung mancung Jaejoong.
"Aww.. aish!" ringis Jaejoong, sedang Yunho hanya terkekeh.
"Sekarang kita kemana?" tanya Yunho.
"Kita akan bermain ayunan~!" ajaknya semangat.
"Hah?!" belum sempat Yunho protes, Jaejoong sudah menariknya terlebih dahulu. Oh My~ apakah Ny. Jung kita ini salah makan sehingga tingkahnya seperti ini, hmm? Walaupun bingung, ia tetap menuruti tingkah BooJae-nya.
Begitu sampai di tempat yang mereka tuju, Jaejoong langsung mendudukkan dirinya di atas sebuah ayunan yang kosong.
"Yunnie~ dorongkan ayunannya~" pintanya. Yunho menurut, ia langsung mendorongnya sesuai permintaan Jaejoong-nya. Tak terlalu kencang juga tak terlalu lemah, ia mendorongnya penuh dengan perasaan(?). Jaejoong memekik girang, sesekali ia menyuruh Yunho agar menambah kecepatan ayunannya.
"Sebenarnya kau kenapa, hmm?" tanya Yunho disela kegiatannya mendorong-dorong ayunan agar kecepatannya tetap stabil.
"Eoh? Eopseo.. aku hanya ingin membuat kenangan lebih banyak denganmu. Agar saat kita tua nanti, kita bisa menceritakan kenangan manis kita pada anak-anak kita, hihihi.. bahkan kalau perlu sampai ke cucu kita," tutur Jaejoong lalu terkekeh geli.
Grepp
Yunho memeluknya dari belakang sehingga ayunan itu terhenti, ia menumpukan dagunya di bahu kanan Jaejoong lalu mencium pipi Jaejoong berkali-kali.
"Yunn~ gelii.."
Yunho tak mengindahkan ucapan Jaejoong, ia semakin gencar menciumi wajah Jaejoong yang sudah memerah bak kepiting rebus. Bagaimana tak memerah menahan malu kalau ia dan Yunho menjadi tontonan banyak orang, bahkan para orang tua menutupi mata anaknya agar tetap polos(?).
"Yunn~ hentikann~"pintanya lagi.
Cup
"Itu yang terakhir," ucap Yunho setelah mendaratkan ciuman manis di bibir Jaejoong. Tak lama kemudian ia terkekeh saat menyadari betapa merahnya wajah Jaejoong. Sangat manis di matanya.
"Berjanjilah kau tidak akan melupakan kenangan yang kita buat," kata Jaejoong tiba-tiba yang spontan saja membuat Yunho menatapnya dan memberikan senyum terbaiknya.
"Jika aku sudah mulai lupa, ingatkan aku. Kita bisa mengulang kembali kenangan itu 'kan?" balasnya tenang. Jaejoong mengerucutkan bibirnya kesal.
"Kau berkata seolah-olah kau akan melupakan semua kenangan kita!" kesalnya.
"He-hei, bukan begitu Boo.. hanya saja ingatanku 'kan buruk, dan ya.. kau pasti tau sendiri kelanjutannya," jelasnya. Jaejoong mengangguk dengan bibir yang masih dikerucutkan.
Yunho tersenyum, lalu ia menarik kedua sudut bibir Jaejoong dengan kedua tangannya hingga membentuk sebuah senyuman. "Seperti ini lebih baik."
"Sekarang kita kemana? Bagaimana kalau ke photobox?" tawar Yunho yang langsung diangguki Jaejoong dengan antusias.
. . .
"Hihihi.. kau lucu sekali YunnieBear~" Jaejoong terkikik geli melihat hasil photo mereka.
"Kau juga Boo, kau sangat menggemaskan disini, kau tau?"
Keduanya berjalan dari halte bus ke rumah Jaejoong dengan diiringi percakapan ringan. Tak terasa, mereka pun sampai di rumah Jaejoong.
"Masuklah, jaljayo~" Yunho mencium lama kening Jaejoong. Jaejoong tersenyum senang, hari ini ia bahagia, sangat bahagia.
"Jangan lupa kerjakan tugasmu sayang," pesan Yunho, kali ini Jaejoong merengut kesal. Ukh! Kenapa Yunho harus mengingatkannya?
"Sudah sana pergi, hush hush hush!" usir Jaejoong.
"Yya! Setidaknya berikan ciuman untukku!"
Cup
"Saranghae Yunnie, jaljayo~" ucapnya dan langsung masuk ke rumahnya.
"Nado saranghae," ucapnya geli melihat tingkah kekasih cantiknya.
Yunho berbalik dan berjalan meninggalkan rumah Jaejoong. Ia berjalan dan terus berjalan, sesampainya di pertigaan ia mendadak bingung jalan mana yang harus dipilihnya.
"Aish! Belok kanan atau kiri?" gumamnya frustasi, ia masih berusaha mengingatnya.
"Sepertinya ke kiri," putusnya dan berjalan berbelok ke arah kiri. Ya, walau ragu ia terus berjalan. Dahinya tak henti-hentinya mengernyit saat berjalan, ia merasa janggal.
"Apa aku salah mengambil jalan?" monolognya.
"Sejak kapan jalan menuju rumahku ada club malam? shit! Sepertinya aku salah mengambil jalan!" makinya saat menyadari kebodohannya. Lekas ia berbalik dan menuju jalan yang lurus dan benar(?).
Berjalan dan berjalan. Ia mengerang frustasi karena menemukan pertigaan lagi. Tak mau salah untuk yang kedua kalinya, ia segera menelepon Yoochun.
"Yoboseyo, Yoochun-ah!"
"…"
"Jemput aku sekarang!"
"…"
"Aku tidak tau."
"…"
Yunho menengok ke kanan dan ke kiri untuk mencari nama jalan tempat ia berada sekarang.
"Err.. di jalan xxx aku menunggumu! Ppali!"
"…"
"Gomawo, Yoochun-ah!"
Pip
Sekitar lima belas menit kemudian sebuah mobil berhenti tepat di depan Yunho, tanpa membuang waktu lekas ia masuk ke dalam mobil tersebut.
"Sebenarnya kau kenapa hyung?" tanya Yoochun sambil tetap fokus menyetir.
"Aku? Tidak apa-apa, hanya sajaa.. entahlah, aku tadi mendadak bingung dan juga lupa arah," aku Yunho jujur.
"Hmm.. kau aneh hyung. Kau sering melupakan janji-janji yang kau buat, dan sekarang kau lupa arah menuju rumahmu sendiri," komentar Yoochun.
"Aku juga tak tahu, Yoochun-ah!" tuturnya.
"Kau harus ke dokter!"
"Tap–"
"Tidak ada penolakan!" potongnya sebelum Yunho hendak memprotes.
.
.
.
TBC
Wah! aku ga nyangka ternyata reponnya cukup besar *terharu*
Gomawo buat yang udah baca, fav, follow, dan review. Lop yu pul! xD
Special thanks for : bearboo | hanasukie | maya22 | missjelek | YunHolic |uknow. yunie|LeeSangWook |ckhislsm137 |vic89 | zhe |flystyle024 | dan para SR…
Oh ya ada yang nanya tentang hubungan YunJae, HyunJae, sama YunRa. Gini lho.. YunJae itu ceritanya pacaran, kalo si Hyunjoong itu tetangga sebelah rumah JJ yang suka sama JJ.. kalo YunRa, seperti kata appa, itu rahasia… kekekekeke *evil laugh*
Untuk apdet, kayaknya Aku ngikutin Nay aja deh, apdetnya tiap weekend, hehe ^^v. Paling engga Aku usahain tiap minggu apdet.
Akhir kata
Review juseyooooo :3 /puppy eyes/
