Nggak punya teman. Jalan terhyung. Rok panjang selutut. Sepatu jelek. Benar-benar tidak menarik. Itulah Oh Sehun.
.
.
.
.
.
Prince Game
Park Chanyeol
Oh Sehun (Gender Switch)
Kim Minseok a.k.a Xiumin
Kim Jongin a.k.a Kai
Do Kyungsoo (Gender Switch)
Summary: Dilarang ada cinta dalam Prince Game. 3 orang 'Pangeran' pujaan di sekolah mengadakan game karena bosan. Siapa yang bisa mengajak cewek terjelek di pesta ulang tahun Baekhyun, dialah yang menang. Chanyeol sang ketua OSIS menemukan calon kuat yang bisa membawanya jadi pemenang, seorang gadis bernama Oh Sehun. Tapi ternyata sikap cuek Sehun mebuat Chanyeol malah tak berdaya!
Disclaimer: fanfict ini remake dari komik Prince Game milik Rira Kirishima. Perubahan bukan untuk membajak cerita, tapi untuk keperluan cerita.
.
.
.
.
CHAPTER 2: OPEN YOUR HEART!
FLASHBACK
"Prince Game?"
"Iya. Di pesta ulang tahunku nanti siapa yang bawa cewek paling nggak menarik, dia yang menang. Dan pemenangnya bisa mendapatkan yang dia inginkan dari yang kalah." Jelas Chanyeol panjang lebar.
"Wah bakal seru banget. Aku mau hadiah apa ya." Celetuk Xiumin sambil membayangkan. "Kai!" panngil Chanyeol, "Kalu aku menang, aku minta Kyungsoo aja." Ucap Chanyeol.
Tiba-tiba suasana menjadi hening. "Hah? Pikir dulu kalau mau ngomong. Kalau kau ingin dia sebagai hadiah, artinya kamu orang aneh." Sahut Kai. 'Apa pun akan kulakukan untuk memenangkan dari permainan ini.' Batin Kai dengan expresi gelisah.
FLASHBACK END.
"Nomor telpon?" kata Sehun. Hari ini Chanyeol mengunjunginya dikelas. "Ya, aku ingin kencan denganmu. Tolong beritahu aku nomor ponselmu." Ucap Chanyeol. Di belakang Chanyeol sana banyak siswi kelas Sehun yang berteriak seperti fansgirl. "Ponselku sudah aku buang. Aku nggak mau berhubungan dengan siapapun." Balas Sehun ketus dan hendak pergi meninggalkan Chanyeol. "Oh-ssi." Panggil Chanyeol, sontak saja Sehun berbalik. "Ini kartuku kalau kau berubah pikiran. Oke." Ucapnya sambil memberikan kartu namanya.
Sejenak Sehun melihat kartu nama itu. Langsung saja Sehun mengambil kartu nama itu seakan memungut sampah dan dengan cepat berbalik meninggalkan Chanyeol. 'Dia…! Dia anggap kartu namaku sampah ya.' Batin Chanyeol dengan wajah menahan kesal. 'Akan kuperalat kau dengan kejam. Oh Sehun!'
.
.
.
.
"Hei, Oh-ssi. Sejak kapan kau jadian dengan Prince Chanyeol?" baru saja Sehun kembali ke kelas sudah di tanya oleh fans Chanyeol. "Kami nggak jadian." Balas Sehun ketus dan dingin. "Sudahlah, jangan malu-malu begitu."
"Tapi kami sama sekali nggak tahu lho!"
"Gimana waktu valentine? Kalian ke mana?"
"Tolong ceritakan tentang Prince Chanyeol dong!"
Lama-lama Sehun geram. Telinganya merasa panas. Sontak saja Sehun bangun dari bangkunya dan pergi meninggalkan fans terus berjalan di lorong kelasnya dengan wajah datar seperti biasa. Tanpa sadar dia telah berada di depan pintu ruang osis. Sejenak ia melihat kartu nama yang sedari tadi ia gengam. "Aku nggak butuh barang beginian." Ucapnya dengan nada dingin.
"Ketua Osis!."
GREK!
SRET! BUG!
"Kau sudah kutunggu!" Tiba-tiba Sehun merasa di tarik oleh seseorang dan di himpit. Ternyata orang itu adalah Kai. Suasana hening mecekam mereka berdua di ruangan itu. Mata Kai bergerak ke atas dan ke bawah melihat penampilan Sehun. "Pilihan bagus, Yeol!"
GREK!
"Ah, Kai kamu di sini ya. Wah, kau sedang asyik ya. Itu Sehun kan?" Ucap Xiumin saat baru masuk ruang osis.
DEG!
Baru saja Chanyeol hendak masuk. Tiba-tiba saja matanya mendadak melebar. Dengan langkah sigap Chanyeol berjalan menghampiri Sehun dan Kai. "Jangan dekati dia!" Ucap Chanyeol tegas di hadapan Kai.
"Eh- heheheheh bercanda kok pangeran! Aku nggak serius. Mungkin dia yang kamu ambil." Ucap Kai dengan cenge-ngesan. Tak lupa cengirannya.
"Kai-ah." Tiba-tiba seorang gadis masuk keruang osis dengan suara yang merdu memanggil Kai.
DEG!
"Kyungsoo." Panggil Kai sambil melihat kearah Kyungsoo. "Maaf Kai tadi aku di tahan Lee saem si guru matematika itu." Ucapnya dengan nada menyesal. "Eh? kalian ada apa?" seakan baru sadar Kyungsoo bertanya pada dua orang lelaki lainnya.
Tak ada satu yang menjawab dari mereka. Terutama Chanyeol, yang sedari tadi hanya diam melihat Kyungsoo. Tiba-tiba "Ayo Oh-ssi." Ucap Chanyeol sembari menarik Sehun keluar dari ruang osis. "Gadis itu."
.
.
.
.
TAP! TAP! TAP!
"Sudah ya." Kata Chanyeol melepaskan genggamannya pada tanya Sehun. Sehun hanya diam di tempat melihat punggung Chanyeol yang hilang di belokan. Dengan langkah seperti biasa Sehun berbalik dan berjalan emnuju kelasnya.
Kelas 2-A
"Hei, Sehun. Tadi kau kemana? Ke ruang osis ya?"
"Akhir-akhir ini dia menjadi besar kepala ya? Bikin sakit mata aja."
"Sudah hentikan."
Baru saja Sehun tiba di kelas, sudah ada sindiran yang menyerangnya. Sehun terus berjalan tanpa memperdulikan mereka yang menyindirnya.
Dengan liciknya satu dari dua orang tadi menjulurkan kakinya dan membuat Sehun tersandung dan terjartuh.
GUBRAAAKK!
"Ah maaf ya. Hahahhaha kau nggak apa-apa?"
"Sudah hentikan Sandara. Dia kan pacar Prince Chanyeol. Lagipula Sehun kan teman kita."
"Sejak kapan? Sejak kapan ada kata teman?" tanya Sehun sambil berdiri. "Memangnya kamu tahu apa tentang aku? Apa definisi teman bagi kalian? Makan bekal bersama? Pergi ke toilet bersama? Pergi ke café bareng sepulang sekolah? atau saling balas email? Kalau memang begitu, kita nggak berteman. Kita nggak pernah melakukannya."
Mendadak susan menjadi mencekam. Wajah Sandara sudah memerah menahan amarah. "APA-APAAN KAU. ORANG SUDAH-"
HUP!
Tiba-tiba saja Chanyeol sudah berada di belakang Sehun dengan tangan yang membekap mulut Sehun. "Maaf ya. Tadi aku memarahinya, kayaknya dia jadi bete!" Tutur Chanyeol. "Maaf menganggu ya. Kami pamit dulu." Lanjutnya sambil mendorang Sehun keluar kelas.
.
.
.
.
"Tadi kau membuat keributan." Kata Chanyeol membuka pembicaraan setelah lama hening. "Maaf." Balas Sehun dengan sendu. Tatapan Sehun sejak tadi selalu sendu dan berkaca-kaca. 'Apa yang membuatnya bereaksi seperti itu? Kemarahannya tampak murni dari hati. Seakan ada hal yang tak bisa disentuh.' Batin Chanyeol.
"Sakit."
"Eh?"
"Tangan. Kau pegang tanganku terlalu kuat." Jelas Sehun. "Eh? Maaf." Ucap Chanyeol sembari melapas tangan Sehun. Dengan cepat Sehun berlari meninggalkan Chanyeol.
'Pasti ada hal yang dia inginkan. Kalau melihatnya nyaris menangis, dadaku jadi bergemuruh.' Batin Chanyeol sambil menatap kepergian Sehun.
.
.
.
.
KEESOKAN HARINYA
Chanyeol baru saja tiba di sekolah. Penuh dan sesak. Itu dua kata yang dapat mendefinisikan keadaan loker Chanyeol.
BRUK! BRUK!
Semua isi dari loker Chanyeol berjatuhan. Mulai dari surata hingga cokelat. "Hah ada aja." Keluh Chanyeol mulai membereskan barang barang yang jatuh itu. "Ini sekalian juga." Celetuk seseorang tiba-tiba. "Meski hanya cokelat wajib kan." lanjut orang itu sambil mengulurkan cokelat. "Iya, aku tahu Kyungsoo." Jawab Chanyeol menerima cokelt itu.
'Sudah 2 tahun aku suka padanya. Padahal aku sudah berusaha untuk menghetikannya. Tapi entah kenapa mataku selalu mengjar sosoknya. Meski hanya dari samping. Sayangnya, sejak awal dia milik orang lain.' Batin Chanyeol sambil menatap kepergiaan Kyungsoo.
.
.
.
.
"Yak! Chanyeol. Kamu buang semua cokelat yang kamu terima?" Tanya Xiumin. Ada sedikit nada panik saat dia bertanya. "Aku nggak mau makan! Juga nggak mau baca surat mereka. Semua ini hanya sampah!" Balas Chanyeol sambil membuang semua cokelat dan surat.
"Ya tapi kan nggak punyaku juga yang kamu buang." Ucap Xiumin bete. Ternyata semua cokelat dan surat yang Chanyeol buang itu termasuk milik Xiumin. "Sudahlah, saatnya klub sore. Sana balik." Usir Chanyeol.
Dengan bibir sedikit manyun Xiumin meninggal Chanyeol sendiri di ruang osis. Sepeninggalanya Xiumin, Chanyeol berdiam diri di sofa, malamun entah apa yang ada di pikirannya.
TOK! TOK!
TOK! TOK!
Baru saja Chanyeol memejamkan mata, terpaksa ia membatalkan keinginannya. Dengan langkah malas Chanyeol berjalan kearah pintu.
GREK!
"Sehun-ah."
'Ada apa dia kemari?' Batin Chanyeol.
"Ada apa? Pasti itu untukku?" Tanya Chanyeol melihat Sehun membawa bingkisan.
PLAK!
Dengan kencang, Sehun menampar pipi Chanyeol. "Aku kira kau manusia berperasaan halus. Meski selalu tersenyum palsu, kau seharusnya bisa mengerti perasaan orang. Kau mengecewakanku." Ungkap Sehun dengan nada dan wajah yang datar. "Orang yang nggak menghargai perasaan orang lain nggak akan bisa menyayangi seseorang seumur hidup." Lanjutnya dengan mata yang muali berkaca-kaca.
Tak ingin Chanyeol melihat wajahnya yang ingin menangis. Sehun segara pergi meninggalkan Chanyeol. "Sehun-ah."
.
.
.
.
Hari sudah mulai gelap, tapi Chanyeol masih betah berada di ruang osis dengan setumpuk cokelat dan surat yang ternyata masih ada di lokernya.
Masih terngiang jelas ucapan Sehun tadi. 'Suratnya juga cokelatnya, semuanya. Meski mungkin nggak sampai, begitu juga para gadis itu ingin menyampaikan rasa suka mereka. Padahal aku bukanlah seoarang pangeran.' Batin Chanyeol sambil memakan cokelat dan membaca surat dari fansnya.
BZZZZTT! BZZZZTT!
From: 02xx-xxx-xxx
Di bawah jendela
'Nomor siapa ini? Aneh' batin Chanyeol saat membaca sms dari nomer yang tak dikenal. Meski tak mengenal nomor itu, Chanyeol tetap menuruti untuk melihat keluar jendela.
DEG!
Ternyata di bawah sans ada Sehun dengan ponsel di tangannya. Melihat itu dengan cepat Chanyeol berlari keluar ruang osis. "Apa yang dia lakukan." Gerutunya sambil terus berlari.
"Hosh Hosh.. Ternyata kamu punya ponsel."
"Punya, Cuma aku nggak mau pakai. Padahal hari ini kau 2 kali menolongku. Tapi tadi ucpanku keterlaluan." Ucap Sehun panjang lebar.
"Eh? Sehun-ah. Ukh.." ucapan Chanyeol terpotong, dengan memegangi perutnya Chanyeol mulai membungkukan badannya hingga berjongkok.
"Eh? kau kenapa?"
"Kayaknya aku kebanyakan makan cokelat." Balas Chanyeol tetap dengan posisi yang sama.
"Jangan-jangan kau.."
"Iya, kumakan semua cokelat yang keterima hari ini." Ucap Chanyeol.
Tiba-tiba saja mata Sehun melebar. Ternyata ucapannya yang tadi siang membuat Chanyeol seperti ini.
"Ah, tapi aku masih bisa memakan cokelat darimu. Kau bawa untukku kan?" tanya Chanyeol penuh harap. "Sudah kuamkan sendiri." Jawab Sehun dengan wajah datar seperti biasa. "Eeehh?"
"Ini, adanya cuma sampah."
"Teganya."
"Maaf kukira kau tak mau. Tunggu sebentar. Biar ku belikan yang lain." Ucap Sehun sambil beerbalik hendak meninggalkan Chanyeol.
GREPP!
Dengan cepat Chanyeol menarik syal Sehun yang menjuntai. "Nggak usah pergi."
"Tapi…"
"Ada di sini kok." Ucap cahnyeol sambil menunjuk bibir atas sebelah kanan.
Dengan cekatan Chanyeol menarik kembali syal Sehun hingga Sehun sedikit merunduk. Chanyeol mulai menjulurkan lidahnya dan menjilat jejak cokelat di bibir Sehun. Wajah Sehun mulai memerah bak tomat. "Enak sekali."
'Kena! Nggak ada cewek yang nggak terguncang diserang begini. Kau jatuh dalam genggamanku Oh Sehun.' Batin Chanyeol bangga.
"Dari teman." Kata Sehun. "Kalau kau memang suka aku, kita muali dari berteman saja." Lanjutnya. "Mo- mohon bantuannya."
TBC
Wooah akhirnya selesai chap 2. Maaf kalau ada typo dan salah kata, nama atau apapun.
Makasih buat yang review. Aku mau balas satu-persatu yah.
kim sehyun96: alurnya terlalu capat yah? Maaf kalau begitu. Soalnya masih bingung kalu alurnya kelamaan. Untuk EYD, aku sengaja gak begitu memakai EYD yang tepat. Karena aku pingin percakpannya pakai bahasa sehari hari. Tapi aku usahain untuk alurnya yang lebih lama.
Michelle Jung: Iya alurnya terlalu cepat. Iya aku baru sadar kalau enggak enak juga bacanya. Aku akan berusaha mencoba seperti itu. Kalau di chap ini masih sama seprti chap sebelumnya maafkan saya.
: iya, awalnya buat cerita ini castnya itu Baekhyun dan Sehun. Tapi dipikir pikir lagi kalau Baekhyun terlalu imut buat jadi pasangannya Sehun jadi pakai Chanyeol.
Nb: berhubung sebentar lagi hari raya idul fitri. Aku gak bisa update cepat. Aku mudik gak akan bawak leptop jadi mungkin saya update chap 3 di minggu kedua bulan agustus.
Segitu aja sih, semoga kalian suka dengan ceritanya. Terima Kasih. ^^
