Helloooooooo! Yorobun, saya kembali membawa chapter duah.. karena ada yang minta alurnya dibikin beda, jadilah seperti ini.. semoga kalian semua suka yak~!
Sebelum masuk cerita, ijinkan saya mengucapkan banyak terima kasih pada kalian para Reviewer~ saya sangat terharu ada yang menanti fanfic abal ini /criesssss/
Special thanks to : narayejea, Guest, Yunnie86, Jung Yongki, min, yjnokokoro, jjbum, joongie, Ini nama, Amelia Pelham, 5351, nabratz, wu shui shan, AprilianyArdeta, UMeWookie, RinataJoYunjae Shipper, Jaenna.
And Special thanks juga buat yang udh Following sm Favourite :3 /Hug/
Terima kasih juga untuk para readers yang lain… silent reader juga, kapan-kapan ayo donkz sumbangkan review kalian neeeee
Naughty Kiss Love in Seoul
Tittle : Naughty Kiss Love in Seoul : Bitter and Sweet, Coffee #1
Rating : T
Chapter : 2 of ?
Cerita ini terinspirasi atau katakanlah remake Manga/Anime/Dorama kesayangan Itazura na Kiss original Story by : Kaoru Tada Seonsaengnim
Yunjae Version by : Hoshipeia
Seperti biasa Maaf jika banyak typo dan membosankan,
Dozo~ Happy reading… /kiss and Hug/
Summary :
Kim Jaejoong pria rupawan yang menaruh hati pada salah satu namja terpintar disekolah Jung Yunho. Suatu hari ia bertekat untuk menyatakan persaanya, namun apa yang ia dapatkan?
Sudah hampir satu bulan Jaejoong telah melewati hari-harinya seperti biasanya. Bangun pagi dikediaman Jung, sarapan bersama, bertengkar dengan Changmin merebutkan hal yang tak penting. Bahkan setiap paginya ia setia menatap Yunho yang sedang membaca Koran dimeaja makan, yang kemudian ia akan ikut pergi berangkat sekolah bersama Yunho dengan masih berjalan dua meter dibelakang Yunho.
Dalam perjalanannya menuju sekolah ia setia memandang sexy back Yunho. Ia akui Jung Yunho memang segalanya untuk dirinya, tapi hal yang dilakukan Yunho saat itu, saat Yunho mengatai dirinya bodoh membuatnya kesal bukan main dan bermaksud untuk membalasnya dengan membuktikan bahwa Kim Jaejoong tak sebodoh itu. Meskipun memang pada kenyataanya Kim Jaejoong lemah dalam pelajaran bahkan dalam hal apapun juga sih, tapi bukankah rasanya tidak mungkin jika manusia dilahirkan tanpa mempunyai kelebihan satupun. Tuhan tak setega itu kukira.
Naughty Kiss Love in Seoul : Bitter and Sweet, Coffee
Hoshipeia
Pagi itu dikelas F tampak hening banyak para siswa yang mulai bosan dengan pelajaran dikelas, berbeda sekali dengan Kim Jaejoong yang terlihat semangat membolak-balik buku catatannya. Didepan seonsaengnim sedang menulis jadwal ujian semester ini dipapan tulis.
"anak-anak mulai minggu depan akan diadakan Ujian semester pertama, jadi kalian harus belajar dengan giat, kalian pasti bisa, Kelas F semangat. Ingat jangan terlalu sering bermain, kurangi keluar malam gunakan waktu seminggu ini sebaik mungkin arrachi?"
"Ne seonsaengnim.."
Saat seonsaengnim hendak memulai pelajaran hari ini tiba-tiba Jaejoong berdiri dari bangkunya.
"Kim jaejoong, ada apa? Apa kau ingin pergi ke Tolilet? Kau sakit?" Seonsaengnim bertanya pada Jaejoong yang sekarang berdiri.
Sangat berbeda dari biasanya Jaejoong yang biasanya melamun saat pelajaran dikelas ia sangat antusias mengikuti pelajaran sekarang. Ia bertanya mengenai materi untuk ujian Bahasa Inggris nanti.
"Aniyo seonsaengnim.. aku hanya ingin tahu materi yang akan diujikan dalam pelajar Bahasa Inggris" Jaejoong terlihat sedang melihat dan membalik beberapa halaman pada text booksnya "Apa seonsaengnim sudah memutuskannya?" kemudian ia memandang Seonsaengnimnya yang sedikit tidak percaya dengan kelakuan Jaejoong pagi ini, mungkin sepertinya ia memang sakit hari ini.
Masih tak ada respon dari Seonsaengnimnya Jaejoong memutuskan untuk bertanya lagi "seonsaengnim? Seonsaengnim?" materi ujiannya sampai bab berapa 3 atau bab 4?"
"Iyee.. Sampai bab 4 Jaejoong" Seonsaengnim pun menjawabnya. Teman-teman sekelasnya hanya diam mematung masih tidak percaya dengan apa yang dilakukan Jaejoong barusan. Namun beberapa detik kemudian kelas F menjadi ricuh, semua siswa F tetawa, mereka semua menertawakan Jaejoong.
Seusai pelajaran Jaejoong masih saja sibuk dengan bukunya, ia masih saja membolak-balik bukunya dengan semangat.
"Halaman yang ini, kemudian halaman 42 lalu selanjutnya bagian yang ini" Jaejoong terlihat serius menandai text booknya, menandai semua materi apa saja yang akan keluar dalam ujian nanti. Junsu yang merasa heran dengan tidakan jaejoong kemudian menghamipirinya.
"Joongie apa yang kau lakukan?"
"Aku harus belajar lebih keras lagi Suie, aku sama sekali tidak bisa memaafkan Jung Yunho!"
"Yunho lagi? Kau membuat masalah lagi dengannya?" Kali ini Taemin yang bertanya.
"Tidak, aku masih tidak terima dia meremehkanku saat itu, aku betekad untuk belajar keras mulai hari ini. Aku akan mengalahkan Jung Yunho dalam ujian kali ini."
"hmmm begitu" ujar semuanya yang berdiri mengelilingi Jaejoong, ada Junsu Taemin dan Siwon serta pasukannya. Semua yang awalnya menganguk setuju kemudian berhenti. Mereka semua saling pandang. Sementara Jaejoong masih asyik membaca bukunya dengan serius.
"Bwahahahahaha.. kau yakin Jaejoongie?" Siwon tertawa renyah.
Awalnya Siwon tertawa sendirian tapi tak lama kemudian semuanya ikut tertawa. Masih dengan tertawanya dengan memegangi perutnya Junsu bertanya lagi pada jaejoong.
"Kau ingin mengalahkan Jung Yunho? Joongie eu kyang kyang.. apa kau yakin? Kau ini tidak sedang ngelindur kan?"
"Dengar Joongie.. Jung Yunho.. ingat Jung Yunho sangat jauh berada diposisi pertama dan belum ada yang bisa mengalahkannya, kau ini.. apa kau ingat dimana posisimu sekarang hm?" Taemin ikut nimbrung bermaksud untuk membuka pikiran Jaejoong, jika hal yang ingin dilakukan itu sangat mustahil.
"bisa menjadi ranking satu dikelas ini saja sudah bagus, bwahahahaha " kali ini Siwon yang berkata.
"Joongie.. Uri Joongie, kau ini lucu sekali, kau tidak bisa menandinginya, nilai Yunho selalu berada ditingkat nasional" Ujar Taemin, Siwon, Junsu serta yang lainnya juga sependapat dengan Taemin.
Mendegar penuturan teman-temannya, Jaejoong kemudian berpikir, ia mencoba mencari alasan yang lain kalau ia bisa melakukan sesuatu, tak lama kemudian ia memandang Junsu serta yang lain dengan mantap Jaejoong ambil bicara "Aku akan mencoba, setidaknya aku harus bisa mendapatkan nilai baik agar namaku dicatat dalam papan pengumuman. Aku akan menempatkan namaku dikertas yang sama dimana nama Yunho tertulis, itu saja." Jaejoong telah memutuskan apa yang harus ia lakukan sekarang.
Junsu tersenyum saat tahu begitu gigihnya tekad Jaejoong untuk menunjukkan pada Yunho bahwa ia bisa melakukan hal yang tidak ia duga, Jaejoong bertekad untuk membuat Yunho mengakui bahwa dirinya tak serendah itu, Junsu kemudian memandang Jaejoong, laki-laki manis ini bertanya lagi pada Jaejoong "Jaejoongie, berarti kau akan berada diperingkat 100 tertinggi?"
Jaejoong menatap Junsu, lalu ia menjawab "Tentu saja, jika aku berusaha aku yakin pasti bisa.."
"Aku tahu Joongie, kau memang pria yang sangat gigih, tapi aku rasa ini sedikit sulit dan sepertinya tidak mungkin, kita ini siswa yang berada dikelas F"
"Benar Joongie, lebih baik kau berhenti saja.. jangan memaksakan dirimu, aku hanya tidak ingin jika kau gagal malah semakin membuatmu terluka, pasti Jung sialan itu akan semakin mengejekmu" Siwon juga berusaha menghentikan aksi nekad Jaejoong ini.
"Aku hanya ingin melakukan apa yang ingin kulakukan Siwon, apa aku salah?"
"Sudahlah Joongie" Siwon masih berusaha menghentikan Jaejoong "berhentilah bicara omong kosong, lebih baik kita pergi makan siang bersama" Siwon menarki tangan Jeajoong dan mengajaknya pergi ke Kantin.
"Tidak.. aku sudah niat 100% untuk balas dendam padanya, dan aku ingin semua orang mengakuiku bahwa aku adalah salah satu murid kelas F yang akan mencetak sejarah, namaku Kim Jaejoong akan ada di 100 peringkat tertinggi" Jaejoong mengepalkan tanganya kuat-kuta hingga pencil yang ia pegang pun patah.
"Sudahlah.. Bye.. aku harus segera pulang dan belajar" Jaejoong mengemasi barang-barangnya dan pergi meninggalkan teman-temannya yang masih heran dengan tingkah laku Jaejoong.
"Joongie, sebenarnya apa yang terjadi dengannya, aku mencium sesuatu yang mencurigakan" Junsu masih heran dengan perubahan Jaejoong yang begitu tiba-tiba.
Junsu dan Taemin memutuskan untuk makan siang di caffe Mirotic yang tak jauh dari sekolah mereka, tak lama kemudian Siwon serta pasukannya menyusul.
Siwon tampak kesepian tanpa adanya Jaejoong, ia masih heran dengan sikap Jaejoong belakangan ini. Hal tersebut juga dirasakan oleh Junsu yang merasa ada yang kurang tanpa Jaejoong. Pria rupawan itu selalu melakukan hal-hal yang menarik saat mereka berkumpul seperti ini. Biasanya Junsu dan Jaejoong akan menyanyikan lagu-lagu yang sedang ngetrend. Jika kalian semua tahu suara Junsu sangat luar biasa bagus, sayang laki-laki imut itu jarang menunjukkannya didepan yang lain. Meskipun sebenarnya Suara Jaejoong juga tak kalah bagus.
"aaa~ Joongie! Seandainya kau ikut bersama kami, pasti akan lebih menarik lagi, aku tak habis pikir kenapa ia begitu semangatnya masuk peringkat tertinggi" Junsu masih mengeluh, ia menopangkan dagunya ditangan kirinya, tangan kanannya asik memaikan sedotan dan mengaduk-aduk jus jambunya.
"Mungkin ada hal yang tak kita ketahui dirumah barunya, apa kalian sadar semenjak pindah dirumah baru, ia jadi bersikap aneh! Junsu ya~ Taemin apa kalian tahu dimana alamat rumah Jaejoong tinggal sekarang?"
"Aku tidak tahu Siwon~ ne Junsuie..?"
"Benar,, Jaejoong tidak mengatakan apapun pada kami, ia hanya bilang bahwa ia tinggal dirumah sahabat Umma Kim"
"Mungkin saja ia tinggal didaerah dekat sini, kalian lihatkan Jaejoong bisa berjalan kaki saat kesekolah"
"Hmmm. Tapi aku sangat curiga jika ada hal lain terjadi, sepertinya Jaejoong menyembunyikan seuatu" Siwon terlihat berpikir keras ia membayangkan jika Jaejoong diperlakukan sangat kasar dan kejam dirumah barunya.
"Bagaimana jika Jaejoongie dipaksa menjadi pembantu dirumah itu?" Siwon menunduk sedih, bahkan ia hampir menangis.
Junsu dan Taemin terkejut dengan apa yang dikatakan Siwon. Lalu Taemin tertawa. Ia kemudian menepuk bahu Siwon.
"Hal yang seperti itu tidak akan terjadi dijaman sekarang"
"Benar itu tak mungkin Siwon… ini masih siang jangan ngigau" bahkan pasukan Siwon menyetujui jika yang dikatakan Siwon itu tak benar.
Namun tetap saja Siwon masih curiga, ia yakin dengan feelingnya jika ada yang disembunykan oleh Jaejoong. Sesuatu yang wajib diselidiki.
Love in Seoul : Bitter and Sweet, Coffee
Hoshipeia
Malam harinya makan malam dikeluarga Jung, makan malam bagi kedua keluarga. Tapi Umma Kim tak bisa ikut makan malam karena harus bekerja direstoran. Jung Hankyung serta Heechul sangat senang akhirnya Kim Jae Ann bisa membuka restoran kembali.
"Syukurlah, restoran Ummamu bisa dibuka kembali Joongie"
"Gomawo Umma Jung, Appa Jung semuanya berkat bantuan Keluarga Jung, Joongie sangat berterima kasih"
"Joongie..kami juga sangat senang bisa membantu kalian, iya kan Yeobo.."
"Benar Chullie"
Makan malampun berlangsung dengan tenang. Jaejoong terus saja memuji masakan Umma Jung yang sangat lezat, tak heran jika Changmin terus minta tambah, si bocah evil itu terus makan tanpa henti. Ia bahkan sudah menghabiskan 5 porsi. Jaejoong tak habis pikir kemana perginya semua lemak itu, melihat Badan Changmin masih bagus tak gendut sama sekali. Ia tumbuh dengan baik dengan tinggi dan berat badan Proporsional.
Posisi Jaejoong yang kini berada diseberang Yunho, membuat Jaejoong bisa dengan leluasa memandangi Yunho sambil makan. Untuk kesekian kalinya lagi dan lagi jaejoong terpesona dengan Yunho. Yah dilihat dari segimanapun dan saat melakukan apapun Yunho memang sangatlah Handsome. Akan tetapi saat asyik memandangi Yunho sembari mengunyah makanannya, Jaejoong teringat dengan perkataan Yunho saat perjalanan sekolah, bahwa Jung Yunho sangat membenci orang yang bodoh. Jaejoong seakan teringat dengan tugas yang harus dilakukannya untuk balas dendam pada Yunho yang telah mengatainya.
Jaejoong melahap makannya dengan cepat hingga ia bisa menyelesaikan makannya dalam waktu beberapa menit saja, ia meletakkan sumpit dan garbunya "Terima kasih untuk makan malam yang sangat lezat" Jaejoong kemudian berpamitan pada semuanya.
"Joongie kenapa cepat sekali makannya , kau tak ingin tambah lagi honey~"
"Tidak umma, aku harus kembali kekamar, Joongie harus belajar, sebentar lagi ujian" Jaejoong pun akhirnya undur diri.
"Aigoo uri Joongie dia sangat rajin ne.."
"Benar chullie.."
"Dia hanya mencari muka saja Umma" Changmin berkomentar, tangannya ia ulurkan untuk mengambil ikan milik Appanya.
"plaak"
"Aww Umma appo" Changmin kesal karena ummanya tiba-tiba menampar tangannya "wae yo Umma!" Changmin pun kesal dan mempoutkan bibirnya.
"Jangan bicara seperti itu pada Joongie hyung, dan itu punya Appa makan punyamu sendiri Minnie!"
"aniyoo, punya Minnie habis umma.." melaslah Changmin, ia memohon dengan sangat memohon seperti anak anjing tapi sepertinya tak ada yang bisa membantah kata Heechul.
Hankyung hanya menggelengkan kepalanya melihat pertengkaran Istri dan anak bungsunya. Begitu juga dengan Yunho , ia hanya diam melanjutkan makannya sama sekali tak peduli dengan kericuhan yang terjadi.
"Terima kasih makan malamnya, Umma, Appa, Minnie aku duluan" Yunho berdiri dan merapikan tempat duduknya kemudian berjalan menuju kamarnya. Karena tidak ada yang hal yang bisa dilakukan, Yunho memutuskan untuk pergi tidur.
Changmin yang melihat Hyungnya undur diri segera menyusulnya, ia tak peduli lagi dengan Umma yang terus mengoceh.
"Hyung tunggu!" Ia berlari menyusul Hyungnya tak lupa ia menyambar daging Appanya, ia memakannya sambil berlari, tak peduli dengan Ummanya yang terus mengomel.
"Jung Changmin! Omo! Astaga anak itu dimana sopan santunnya" Heechul memegangi kepalanya, ia tak habis pikir kenapa Changmin begitu bandel.
"Sudahlah Chullie, biarkan saja toh yang memakannya kan Changmin bukan kucing"
"Yeobo, kau selalu memanjakannya, setidaknya ia bisa memintannya baik-baik padamu, aku tak mendidiknya untuk menjadi anak yang kurang ajar pada orang tuanya, aku hanya ingin Changmin sedikit lebih lembut, lagi pula kau selalu memberikan makananmu untuk Changmin, bagaiman jika kau kekurangan gizi hmm?"
Melihat heechul yang terus mengoceh Hankyung pun berdiri dan menghampirinya. Memegang dagu Heechul dan kemudian menciumnya.
"Mmpph aahhh~~"
Heechul terus melumat bibir istrinya. Ciuman yang awalnya hanya bertujuan agar Heechul diam, kini berubah menjadi ciuman panas. Hankyung lalu menggendong Heechul bridal style.
"Yeoboo..? ini masih sore, aku harus merapikan dapur dulu"
"Tidak.. aku menginginkanmu sekarang, aku butuh energy Chullie"
"Aigoo.. bayi besar!"
Mereka berdua pun tersenyum dan segera mungkin ia melampiaskan hasrat masing-masing. Sepertinya Tuan Jung dan Nyonya Jung akan menghabiskan malam yang panjang. /aku bisa membayangkan tapi bingung menuliskannya, fisrt time nulis FF rate M/
Sementara itu dirungan 4x5 meter seorang namja cantik tengah menyibukkan diri dengan membaca berbagai macam pelajaran sekolah, mulai dari matematika, Bahasa inggris, Bahasa jepang, IPS , dan IPA. Sang namja cantik ini terlihat sangat focus, sesekali ia mempoutkan bibirnya, menggembungkan pipinya dan tak jarang ia memiringkan kepalanya saat berpikir keras. Lalu memainkan rambut halusnya.
Sudah berapa kali ia gonta-ganti buku untuk dibaca, hingga ia memutuskan untuk belajar pelajaran matematika. Jaejoong terus membolak-balik buku Matematika level Easy II, baris demi baris kalimat dan rumus ia pahami.
"Hmm sepertinya begini Rumus persamaan lingkaran (x2 + y2 + Ax By + C = 0)" Jaejoong sangat yakin jika dia paham dengan rumus-rumus yang tertulis dalam buku tersebut. Akan tetapi setelah ia membolak-balik beberapa halaman ia kemudian menjatuhkan bukunya. Rupa ayunya tampak frustasi.
"Aku tidak tahu apapun yang ada dibuku, bahkan aku bingung dengan apa yang tidak kuketahui" ia kemudian menjatuhkan kepalanya dimeja, lalu bangun lagi dan beralih mengambil buku Bahasa Inggris.
"Baiklah.. , belajar Bahasa Inggris, Bahasa Inggris" Ia kemudian tersenyum dan membuka buku Bahasa Inggris namun seketika senyumannya menghilang, wajahnya berubah menjadi bingung, ia menggembungkan pipinya, kemudian ia menghela napas panjang.
"Mwoo? Aku bahkan tidak bisa mengartikan satu pun kata" ia terus memandangi bukunya "Jangankan diartikan baca saja aku tidak bisa, bagaimana ini!" ia tampak kesal dan kemudian mengambil kamus Korea-English English-Korea yang tebalnya bisa untuk membunuh maling.
"Jaejoongie.. astaga seharusnya kau mendengarkan saat Seonsaengnim mengajar" Ia menyalahkan dirinya sendiri dengan menjitak kepalanya sendiri. Ia kemudian meletakkan bukunya dengan lemah. Tapi sedetik kemudian ia mengambil buku itu kembali dan mulai membacanya, selanjutnya ia mengambil kamus untuk mengartikan kata yang tidak ia ketahui.
"Is.. 'Is'.. mana 'Is'.. is artinya..?" ia mengoceh sendiri dan mencoba mencari arti dari kata Is *-_- "Ini dia ketemu, 'Is' artinya 'adalah' " Jaejoong pun terlihat senang. OMG Kim Jaejoong.
Waktu terus berjalan tanpa Jaejoong sadari. Sekarang sudah menunjukkan pukul 11 malam dan dia masih mempelajari Bahasa inggris, bahkan ia belum selesai mengartikan satu paragraph. Tapi ia sudah menguap dan lelah.
"Omona! Jika seperti ini aku butuh 100 Tahun untuk bisa berada di 100 peringkat tertinggi sekolah" kemudian ia melanjutkan belajarnya meskipun sudah sangat mengantuk sekarang. Namun kemudian ia menjatuhkan kepalanya dimeja belajarnya lagi, saat ia mulai menutup matanya hendak tidur, tiba-tiba ia terbangun kembali saat menyadari perutnya berbunyi, lapar tengah malam.
"kenapa musti lapar dijam segini" Jaejoong sebenarnya sudah sangat lelah, tapi akhirnya ia memutuskan untuk berdiri dan keluar dari kamarnya.
Rumah sudah terlihat sangat sepi malam itu. Setelah menutup pintu kamarnya ia berjalan mengendap-endap menuju dapur, bermaksud untuk tidak menimbulkan suara. Kemudian ia menghentikan langkahnya saat ia berjalan sekitar dua langkah melewati Kamar HoMin. Ia masih berdiri mematung tapi tak lama kemudian ia mundur lagi dua langkah, kini ia berdiri tepat didepan pintu kamar Homin. Pria rupawan itu menempelkan telinganya di pintu.
Masih dalam posisi menempelkan telingannya dipintu, Jaejoong memang penasaran apa yang sedang Jung bersaudara lakukan jam segini apa sudah tidur apa belum. Masih hening tak ada suara apapun.
"Hmm sepertinya mereka sudah tidur" Jaejoong menganggukkan kepalanya, menyetujui argument dirinya. Namun ia menguping lagi "Benar sep—"
"HYUUUNNNGGGG! HAISSHH Hyung!"
Seketika Jaejoong terjungkal saking kagetnya, ia mendengar suara lengkingan yang bisa dibilang sangat keras sekali, lalu ia secara otomatis memasang kuda-kuda. Ia berpikir jika ada penyusup yang masuk rumah. Masih dalam keadaan memasang kuda-kuda pertahanan ia kemudian berpikir, mencerna teriakan yang baru saja ia dengar tadi.
"tunggu? Hyung?" Jaejoong menghela napas lega "Untung saja, ternyata hanya suara Minnie, aku pikir apa tadi" Jaejoong menggaruk kepalanya yang tak gatal sembari cengengesan, ia tak habis pikir apa yang sebenarnya mereka lakukan. Tadi hening tanpa suara sekarang tiba-tiba Changmin berteriak kesetanan.
"Suara Minnie benar-benar keras, Omo kasian sekali telingaku" Jaejoong melanjutkan perjalanannya menuju lantai satu sembari mengusap telinganya.
Sesampainya dilantai satu, Jaejoong kemudian berjalan menuju dapur, membuka lemari es. Pandangan matanya ia edarkan mencari bahan yang bisa ia buat menjadi makanan ringan. Akhirnya setelah mengumpulan beberapa bahan makanan ia memutuskan untuk membuat Sandwich dan Kopi.
Meskipun Jaejoong bodoh dan ceroboh tapi tanpa diketahui oleh siapapun, Jaejoong punya keahlian lain, Pria cantik nan rupawan itu sangat pandai membuat Kue , roti dan cemilan serta jenisnya. Bahkan Ummanya sendiri tidak tahu jika Jaejoong bisa membuat Kue. Entahlah mungkin Jaejoong masih kurang percaya diri.
Dengan cekatan ia menyusun dan mengolah bahan mentah menjadi Sandwich yang sepertinya sangat lezat. Jaejoong yang awalnya ingin membuat untuk dirinya sendiri akhirnya membuat lebih untuk satu orang. Ia memutuskan membuat Sandwich untuk Yunho dan Changmin, mengingat mereka belum juga pergi tidur. Ia yakin bahwa Changmin beserta Yunho belum tidur sekarang.
Saat mulai menyeduh air untuk membuat kopi tiba-tiba ia mendengar seseorang membuka pintu dan masuk kerumah. Jaejoong takut, ia sebenarnya ingin berteriak, tapi mengingat bahwa dirinya adalah laki-laki maka ia harus berani. Jaejoong kemudian mengendap-edap menuju depan. Tak lupa ia membawa sapu sebagai pertahanan jika seseorang tesebut tiba-tiba menyerangnya.
"Hyaaa! Siapa kau? ciaaatttttt" Jaejoong hendak memukul orang tersebut.
"Joongie apa yang kau lakukan ini Umma Joongie!" Jaejoong mengayunkan sapu tersebut tanpa melihat dulu siapa yang datang, dan ternyata orang mencurigakan tersebut adalah Ummanya sendiri.
"Omo! Umma, mianhae umma"
"Kau ini.. hampir saja kau memukul Umma Joongie"
"Mianhae Umma, Jeongmal Mianhae.."
"Gwenchana, lalu apa yang kau lakukan malam-malam begini, kau tak tidur?"
"Ani Umma, tadi Joongie haus umma, lalu Joongie pergi kedapur untuk membuat minum hehehehe"
"Begitu, baiklah jika sudah cepat tidur ne.. besok kau harus sekolah, Umma sangat lelah.. Umma istirahat dulu ne sweety.." Umma Kim pun tersenyum pada jaejoong, menempuk kepala putranya, dan mencubit hidung mancungnya dengan sayang sebelum menghilang dari dapur.
"fuuh.. hampir saja"
Jaejoong pun melanjutkan pekerjaan yang sebelumnya sempat tertunda. Setelah kopi dan Sandwich siap. Ia menatanya di piring dan meletakkannya di nampan. Dua porsi Sandwich dan secangkir kopi serta satu cangkir teh hangat. Ia kemudian membawanya ke kamar Homin.
"Yunho ya~ boleh aku masuk?" Jaejoong menunggu jawaban dari Yunho , tapi nihil tak ada jawaban.
"Apa mereka berdua sudah tidur, jika sudah sayang sekali padahal aku sudah berusaha keras membuat Sandwich yang enak" Jaejoong terlihat sedih dan hendak berbabalik. Tapi ia mendengar suara teriakan Changmin lagi.
"Mwo? Masih bangun tapi kenapa tak mejawabnya" Sekali lagi ia memanggil nama Yunho "Yunho!"
"Masuklah.. " kali ini ada jawaban.
Jaejoong membuka pintu dengan tangan kiri dengan sedikit kesusahan karena ia membawa nampan. Saat pintu terbuka, Jaejoong tak langsung masuk. Ia malah menyembulkan kepalanya dari balik pintu. Matanya memicing melihat sebenarnya apa yang Jung bersuadara lakukan. Dan eng ing eng… Mereka berdua sedang focus bermain Game star war dengan setumpuk jeruk didepan mereka masing-masing.
Ada kurang lebih 10 jeruk didepan Yunho dan sekiranya ada jeruk yang jumlahnya lebih banyak lagi dari punya Yunho mungkin ada 30 jeruk didepan Changmin. Dan dibelakang mereka ada sekarung buah jeruk. Jaejoong mengerutkan dahinya, heran. Mungkin mereka berdua sedang taruhan Game dan Jeruklah yang menjadi taruhannya. Aigooo~! Jaejoong hanya menggelengkan kepalanya.
"Bang! Game over yes, kali ini aku yang menang Hyung! Hahahaha" banggalah Changmin.
" Arasho! Lihat saja nanti Minnie, Hyung akan membalasmu!"
"Ha? Kau yakin Hyung? Setahuku meskipun kau jenius tapi kan tapi kan kau payah soal permainan hahahaha"
Mendengar Changmin berbicara demikian tiba-tiba membuat Jaejoong tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Mwo yaaa~! Jung Changmin! Kita lihat saja nanti"
Baiklah.. kita mulai lagi level berikutnya"
Kemudian mereka berdua menyadari bahwa ada orang lain didalam kamar mereka.
"Apa yang kau inginkan?" Yunho memandang Jaejoong yang masih berdiri.
"Itu.. aku membuatkan Sandwich untukmu dan Changmin" Jaejoong menyerahkan nampan berisi Sandwich dan dua cangkir minuman.
"Sandwich? Benarkah? Kau membawakan makanan untukku? Omo food~~~~! Food~~ kemarilah~!" Changmin seketika berdiri dan mengambil Sandwich itu. Melihat tingkah laku Changmin membuat Jaejoong tersenyum, aww Jung Changmin memang sangat manis ne.
"Kau yang mebuatnya sendiri? " Yunho menatap Jaejoong yang masih berdiri, tanganya masih memegang stick game.
"Ne Yunho.. cobalah aku tadi sudah sangat berusaha untuk membuatnya seenak mungkin dan—"
"selamat makan.."
Changmin sudah makan sandwich itu lebih dulu, Jaejoong gugup sekali bagaimana jika Sandwichnya tak enak. Tapi ia kemudian lega setelah si bocah evil itu tak berkomentar apapun. Yunho kemudian ikut mengambil sepotong Sandwich setelah ia tahu Changmin tak mengatakan apapun itu artinya Sandwich buatan Jaejoong tak seburuk yang ia pikirkan.
Saat Yunho memakannya ia terlihat cukup menikmati. Hal itu membuat jaejoong lebih gugup lagi. Kira-kira apa yang akan dikatan Yunho mengenai Sandwichnya. Tapi sepertinya Yunho enggan berkomentar apapun hanya memakannya dalam diam. Sebenarnya Jaejoong sedikit kecewa karena ia berharap Yunho mengomentari makanan buatanya.
"Baiklah.. aku pergi dulu, maaf menganggu kalian main game" karena Jaejoong tak mendapatkan apa yang ia inginkan, ia memutuskan untuk pergi dari kamar Homin, sebenarnya Jaejoong sangat berharap jika saja ia bisa makan bersama dalam kamar ini tapi hmmm sepertinya mereka berdua akan melanjutkan ke level berikutnya.
Dengan langkah berat Jaejoong hendak kembali kedapur untuk mengambil Sandwichnya. Tapi tiba-tiba saja suara Changmin membuatnya terkejut.
"Jaejoong Noona! Lumayan, Sandwichmu cukup enak, lain kali buatkan untukku lagi!"
"Tentu Minnie.. tapi mwoooo? Noona? Yaa!" Jaejoong tidak tahu apa yang ia rasakan saat ini senang sekalipun sedikit kecewa "Minnie kenapa kau memanggilku Noona?"
"Wae? Karena Umma selalu memarahiku jika aku memanggilmu Kim Jaejoong pabo!"
"Tapi kenapa Noona, aku ini laki-laki Minnie..!"
"Kau keberatan.. aigoo wajah cantikmu itu tak pantas jika kau dipanggil Hyung! Terlalu manly untukmu."
"hhhh, ya sudahlah terserahmu saja, aku tak akan menang jika berdebat dengamu Minnie"
"Itu kau mengerti, sekarang pergilah aku dan Hyung mau main game lagi, Gowamo Sandwichnya"
Jaejoong kemudian benar-benar keluar dari kamar Homin, sebelum ia menutup pintu ia sempat menatap Yunho. Terlihat Yunho tak peduli dengannya, seketika membuat jaejoong sedih lagi.
"Baiklah.. Oyasumi.." Jaejoong pun kemudian benar-benar menghilang dari balik pintu kamar Homin.
Setelah memastikan Jaejoong pergi, Yunho kemudian berguman pelan.
"Sandwich dan Kopinya cukup enak" Yunho berkata demikian setelah ia meneguk kopi buatan Jaejoong. Sweet and bitternya pas sekali.
"Mwo? Hyung apa kau mengatakan sesuatu?"
"aniyooo.. sudah lanjutkan gamenya atau kau akan kalah dariku!"
"No.. tidak mungkin, aku ini master game Hyung"
"hahahahahhaha"
Love in Seoul : Bitter and Sweet, Coffee
Hoshipeia
Sementara itu, Jaejoong didapur sudah siap membawa Sandwich dan Kopi kekamarnya, akan tetapi mengingat ia lelah dan bosan berada dikamar, maka dari itu ia memutuskan untuk menyantap Sandwich diruang tengah.
Meletakkan sepiring Sandwich serta kopi dimeja, ia lalu mendudukkan bokong sexynya disofa, sesekali meregangkan tanganya, kemudian ia lanjutkan dengan menikmati Sandwich buatannya sendiri yang ternyata sangat enak dan pas dilidahnya, pantas saja tadi si bocah evil itu tak protes mengenai makanan buatannya dan malah minta dibuatkan lagi lain kali.
Jaejoong mengunyah Sandwich itu dengan pelan. Karena gigitannya terlalu besar mebuat pipinya mengembung lucu bibirnya tampak mengerucut. Lalu ia mengedarkan pandangannya pada rumah milik keluarga Jung. Jaejoong baru menyadari jika semua perabotan yang ada dirumah ini semuanya mahal dan mewah mulai dari furniture serta barang-barang lainnya ada juga barang-barang antic, pasti barang antic tersebut sangat langka.
Tak heran.
"Aku dan Umma sangat bersyukur bisa diterima dikeluarga ini, keluarga Jung bukanlah keluarga biasa tapi keluarga yang terpandang, tapi dengan senang hati mau menerima orang seperti kami" Jaejoong kemudian hanya diam saja dan melamum seperti biasanya. Lalu menyeruput kopinya.
Ia mengedarkan pandangannya lagi, beberapa detik kemudian pandangannya berhenti pada beberapa album yang tersusun rapi dirak buku dekat dengan sofa. Jujur jika sebenarnya ia sangat tertarik pada album tersebut tapi bagaimana jika dirinya tak sopan. Setelah perang batin dengan pikirannya. Ia memutuskan untuk membukannya sekarang, Penasaran.
Saat membukannya dihalaman pertama ia disuguhi foto pernikahan Heechul dan Hankyung, mereka berdua terlihat sangat serasi, Cantik dan juga tampan. Berikutnya ia melihat foto bayi laki-laki yang sangat cute. Jaejoong sempat berpikir bayi ini Yunho atau Changmin hampir tak bisa membedakan. Namun setelah ia menyadari mata musang itu, sudah sangat dipastikan bahwa bayi itu adalah Yunho. Halaman demi halaman selajutnya ia melihat banyak sekali foto Yunho mulai dari bayi sampai remaja ada juga foto-foto changmin. Dihalaman terkahir Jaejoong melihat Foto keluarga Jung yang terlihat sangat bahagia. Foto itu sama dengan foto yang dipajang didinding ruang tamu. Hanya ada satu kata untuk menggambarkannya. Bahagia yah kata itulah yang bisa Jaejoong ucapkan saat ini.
Melihat hal itu, membuat Jaejoong sedih. Ia iri dengan Yunho, jujur saja. Yunho dia tampan, pandai , semua orang mengaguminya. Dia punya Appa dan Umma yang begitu sayang padanya juga Dongsaeng yang sangat manis. Berbeda sekali dengan dirinya. Meskipun Jaejoong bahagia bersama Ummanya, dan sudah dijamin jika Ummanya sangat menyayangi dirinya, tetap saja Jaejoong merasa sedih. Ia tak punya foto kenangan bersama Appanya, jangankan kenangan, dengan wajah Appanya saja ia sudah samar-samar ingat. Ia punya sebenarnya Foto bersama Ummanya saat ia masuk SMA tapi entahlah sekarang ada dimana, tertimbun reruntuhan mungkin.
Saking asiknya memandangi foto tersebut , Kim Jaejoong namja rupawan itu tak menyadari jika ada seseorang yang berdiri dibelakangnya. Sosok tersebut mendekatkan dirinya ketelinga Jaejoong kemudian berbisik.
"Jaejoongie.. apa yang kau lakukan?"
Jaejoong kaget ia kemudian menolehkan kepalanya, mengikuti sumber suara tersebut tapi seketika ia berteriak.
"AAAAAACCKKKKKK! SI-SIAPA KAU?" mukanya terlihat pucat dan tegang sekarang.
"Joongie, tenanglah ini Umma.. hahahaha"
"Umma Jung? Jung Heechul? Heenim?"
"Iya benar semua Joongie"
"Apa yang Umma lakukan dengan baju putih-putih dan bedak setebal itu eoh?"
"Mwo? Bedak? Aigoo Joongie ini masker bukan bedak!"
"Masker?"
"Yes, masker wajah agar kulit jadi halus"
"tunggu.. Kau tak tahu? Kau tak pernah memakainya Joongie?" Heechul pun mengambil duduk disebelah Jaejoong.
"ani Umma, Joongie tak sempat memakainya hahaha" jaejoong menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Mwo? Jeongmal? Lalu bagaimana?" heechul kemudian memegang pipi Jaejoong, lalu megelusnya "Omo! Kau tak pernah pakai masker tapi kulitmu bisa sebagus ini Joongie?" masih mengelus pipi Jaejoong.
"nde Umma, tapi kulit Joongie tak secantik punya Umma Joongie.."
"aigoo.. ini sangat cantik Joongie" heechul kemudian mengamati benda yang sedang Jaejoong letakkan dipangkuannya lalu ia berkata "ne Joongie apa kau ingin tahu sesuatu?"
"Sesuatu apa Umma?" Jaejoong menatap Heechul, sedikit memimicingkan matanya.
"sesuatu yang rasahasia, kemarikan telingamu.."
"psstttt pssssstttt"
"Mwooo? Yunho berpak—"
"ssstttt jangan keras-keras, tunggu disini ne, Umma pergi membilas muka dulu dan mengambil almbunya kekekeke" Heechul kemudian berlari kelantai dua, meninggalkan Jaejoong yang masih senyum-senyum tidak jelas.
"kekekeke, Jung Yunho hahahaha lihatlah aku punya kartu As mu" Jaejoong kemudian merebahkan kepalanya disandaran kursi, sesekali ia meniup-niup poninya, berguling kenanan dan kekiri.
"Jjaanggg.. ini dia" Heechul kemudian memperlihatkan foto-foto Yunho dengan pakaian gadis sewaktu masih kurang lebih umur 3-4 Tahunan.
"aigooo.. Neomu Kyopta..! ini benar-benar Yunho Umma?" Jaejoong memastikan sekali lagi apakah gadis manis ini benar-benar Jung Yunho yang arrogant.
"Ne.. itu Yunho, saat itu aku sangat bersemangat ingin punya anak perempuan, selain itu aku juga suka sekali mendesign baju perempuan, mendadani anak perempuan. Jadi akhirnya Yunholah yang jadi korban kekekeke, soalnya saat itu Minnie belum lahir, jika dipikir-pikir mungkin Minnie akan lebih manis lagi jika didandani perempuan kekekeke"
"Aigooooo…. Umma,, Yunho juga cukup manis"Jaejoong hanya tersenyum memandangi foto Yunho.
"Joongie kau bisa jaga rahasiakan? Kau harus merahasiakan ini pada siapapun, apa lagi Changmin.. Bocah itu tak tahu sama sekali"
"Nde Umma, Joongie berjanji"
"Baiklah sebagai hadiah tutup mulut Umma akan memberimu satu"
"Jeongmal? Gomawo Umma"
"Ndeeeee.. ini simpanlah"
"Ndeee Umma ya Gomawo" Jaejoong pun memeluk Umma Jung.
Love In Seoul : Bitter and Sweet Coffee
Hoshipeia
Tibalah Jaejoong dikamarnya setelah ia berbincang-bincang cukup lama dengan Heechul. Menceritakan apa saja yang dilakukan Yunho saat masih kecil. Melihat Jaejoong sangat antusias membicarakan Yunho dan memuji Yunho, membuat Heechul semakin yakin dengan apa yang dipikirannya.
Kali ini Jaejoong memandangi Foto Kecil Yunho yang berpakaian seperti seorang putri. Gaun putih yang sangat bagus serta pita warna merah.
"kekekekkekkeke.. Aigooo manisnya Jung Yunho" Jaejoong merebahkan tubuhnya dikasur sesekali berguling kekanan dan kekiri sembari tertawa.
Kemudian Jaejoong teringat sesuatu, jika Umma Jung merahasiakannya, itu berarti foto ini memang sangat rahasia. Jaejoong sedang merencakan sesuatu sekarang. Lalu ia tersenyum evil.
"Lihat saja Jung!"
Pria rupawan itu bangkit dari tempat tidurnya, kemudian berjalan menuju meja belajarnya. Menyalakan laptop lalu scanner. Yah Jaejoong sedang menscanner foto tersebut lalu menyimpannya dalam laptopnya. Ia simpan dalam sebuah Folder "xxxxx" tak lupa ia membubuhkan Password. Setelah semuanya beres ia kemudian memutuskan pergi tidur.
Esok paginya Keluarga Jung menikmati sarapan seperti biasanya, namun minus Umma Kim karena ia sedang istirahat akibat kerja semalamam. Beda dari hari sebelumnya, Jaejoong yang biasanya bangun telat kini ia sudah duduk manis dimeja makan.
"kekekekeke, ckckckckc" Jaejoong cekikikan saat melihat Yunho yang baru bergabung dengan mereka.
"Selam- pfftttttt Selamat Pagi~ hahahaha" namja cantik ini masih menahan tawa, ia mengucapkan selamat pagi pun dengan gaya yang aneh.
Melihat tingkah laku Jaejoong seperti orang sinting, Yunho menatap Jaejoong heran "Kau ini kenapa? Apa yang kau tertawakan? Apa masih waras otakmu?" Yunho mengatakannya dengan kesal, karena jika dilihat Jaejoong terus saja tertawa saat melihat dirinya.
Jaejoong tak menjawab pertanyaan Yunho, ia hanya diam saja memasang wajah serius dan meminum tehnya, namun tak lama kemudian ia tetawa lagi.
Yunho tak lagi menggubris Jaejoong, ia kemudian duduk dikursinya dan seperti biasanya, makan sambil membaca koran.
Appa Jung dan Umma Jung terus mengawasi Jaejoong dari awal Jaejoong ikut bergabung dengan mereka, Pria cantik ini terus saja tertawa. Appa Jung mengerutkan dahinya, sebenarnya ada apa dengan anak ini.
"Jaejoongie…"
"Nde Appa.."
"Sebenarnya apa yang kau tetawakan?"
"Benar Joongie, Umma perhatikan kau dari tadi tertawa?"
"Aniyo Umma, Joongie memang hanya ingin tertawa, hitung-hitung senam wajah."
"Joengmal?"
"nde Umma.." Jaejoong senang bisa mencari alasan yang tepat, meskipun ia berbohong tapi tak apa demi kebaikan, lagi pula tidak sopan jika ia mengaku menertawakan Yunho yang memakai rok saat masih kecil.
"Aku tidak percaya, sepertinya Jaejoong Noona jadi gila karena kebanyakan belajar.." si bocah evil itu berkomentar kali ini, seketika ia memberi death glare untuk Jaejoong, rasanya sangat risih melihat Jaejoong terus cekikikan tak jelas.
"Omo! Kau panggil Joongie apa barusan Minnie?"
"Noona Umma, wae?" apa Umma keberatan, umma selalu memarahiku jika Minnie memanggilnya Kim Jaejoong, jadi aku rasa lebih baik jika kupanggil Noona" Changmin lalu mengambil dua potong roti dan segelas Susu Jumbo, melahap Rotinya dengan lahap.
"Kenapa Noona? Joongie kan laki-laki Minnie.."
"Aigoo Umma yaaa, apa Umma tak lihat wajahnya cantik seperti wanita akan sangat aneh jika dipanggil Hyung, terlalu bagus jika dipanggil Hyung"
Mendengar perkataan Changmin, Jaejoong hanya bisa tersenyum. Otaknya masih asyik membayangkan Yunho versi gadis, jadi ia tak berkomentar apapaun dengan ocehan Changmin. Bahkan saat ini Jaejoong membayangkan Jung Yunho yang sekarang memakai Rok, lalu memakai pernak-pernik perempuan seperti apa kira-kira ya.
"Hahahhahahhaa.. omo omo perutku sakit hahah sudah tidak kuat"
"wae yo Joongie, kau sebenarnya kenapa nak?' Heechul semakin khawatir karena Jaejoong tak berhenti tertawa.
"Umma! Sudahlah percaya dengan Minnie.. Jaejoong Noona gila Umma!" Changmin hanya bisa menghela napas panjang melihat kelakuan Jaejoong. Umurnya memang sudah remaja tapi kadang tingkahnya lebih kekanakan dari Changmin.
"huushhh kau ini!"
Namun kali ini Jaejoong tak menjawabnya dan ia benar-benar berhenti tertawa saat ini. Jaejoong seketika berhenti terawa saat melihat tatapan heran dilajutkan tatapan membunuh dari mata musang milik Yunho.
Untuk hari ini kalii pertama, Kim Jaejoong tidak berangkat sekolah dengan berjalan 2 meter dibelakang Yunho, melainkan Jaejoonglah yang berada didepan , kira-kira 20 meter didepan Yunho.
Jaejoong memutuskan untuk berangkat lebih dulu dari Yunho, dengan alasan bahwa ia akan belajar dulu dikelas sebelum pelajaran dimulai.
Yunho sebenarnya terus mengamati Jaejoong yang jauh berada didepannya, ia bisa melihat namja cantik itu berjalan dengan riangnya, sesekali ia menari dan bersenandung ria, dan tahukah kau suara dia cukup indah. Tunggu .. bagaimana Yunho bisa mendengarnya,? Meskipun telah disebutkan jika Yunho berjalan 20 meter dibelakang Jaejoong tapi tanpa sadar Yunho kadang bisa berjalan 5 meter dibelakang Jaejoong tanpa namja cantik itu sadari.
Dan tanpa Yunho sadari, Yunho tersenyum sendiri saat melihat tingkah unik Jaejoong. Jung Yunho juga tak tahu alasannya mengapa ia tersenyum saat melihat Jaejoong bertingkah konyol.. tertarik eoh? Aigoooo kawaiii .
At School library
Jaejoong adalah satu-satunya siswa kelas F yang menginjakkan kakinya di perpustakaan pagi itu. Jaejoong kali ini sangat serius untuk belajar mata pelajaran sejarah Korea. Ia terus saja mengoceh, menghafal materi yang menurutnya akan keluar saat ujian nanti.
Ditempat lain, tepatnya dikelas F. Junsu dan Taemin mencari sosok Jaejoong , tak biasanya Jaejoong belum berangkat jam segini. Namun tak lama kemudian Phonecell milik Junsu bergetar menandakan ada pesan masuk, dan benar ternyata dari Jaejoong. Pesan itu mengatakan jika Jaejoong ada diperpustakaan sekarang. Menyusullah mereka keperpustakaan, Junsu Taemin serta Siwon.
Tiba diperpusatakaan, mereka bisa melihat Jaejoong yang belajar dengan serius, ia bahkan tak peduli dengan Junsu dan Taemin yang menyapanya. Siwon kemudian ikut nimbrung, ia duduk dikursi seberang Jaejoong, lalu mengibaskan tanganya didepan Jaejoong. Jaejoong terlalu focus belajar sehingga tak sadar jika teman-temannya datang.
"Jaejoongie.. sebenarnya dimana kau tinggal?" Siwon bertanya pada Jaejoong, akan tetapi Jaejoong tetap sama sekali tak berniat menjawab dan terus menghafal materi tentang kerajaan Joseon.
Siwon mulai berpikir, ternyata memang benar ada yang tidak beres, hingga ia semakin mencurigai Jaejoong.
Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil nama Jaejoong dari arah pintu perpustakaan. Jaejoong yang mengenali suara itu seketika berdiri dari tempat duduknya dan segera berbalik mengikuti dari mana datangnya suara itu tadi. Seseorang yang memanggil namanya, Jung Yunho mencarinya.
Seisi perpustakaan terpaku melihat Yunho berdiri didepan pintu, Siswa paling tamoan sekaligus terpintar datang keperpustakaan pagi-pagi begini, bukannya untuk belajar tetapi sedang mencari Kim Jaejoong, pria yang ditolaknya.
"JUNG YUNHOOOOO!" semua orang berteriak menyerukan nama Yunho. Namun Yunho tetap tak peduli dengan yang lain, ia hanya focus dengan menatap Jaejoong sekarang.
Siwon yang melihat yunho didepan pintu, emosi lalu datang menghampirinya "Mau apa kau kemari? Menemui Jaejoongie ku?" Siwon terlihat ingin menghajar Yunho tapi kemudian Junsu dan Taemin menahannya.
Yunho Masih dengan gayanya yang arrogant berkata "Kim Jaejoong, bisa kau ikut bersamaku dan bawa tasmu" Jaejoong heran, kenapa tiba-tiba mennyuruhnya mengikuti Yunho.
Semua orang yang disana bingung, termasuk Junsu , taemin beserta Siwon dan teamnya. Kenapa mereka berdua? Mau pergi kemana.
"Tunggu.. tunggu sebenatr, jangan-jangan si sialan Yunho itu berubah pikiran dan sekarang ia mau menerima cinta Jaejoong.. andweee! Tidak boleh kubiarkan" siwon pun kemudian ikut keluar mengejar Jaejoong dan Yunho diikuti yang lainnya juga.
Yunho saat ini menggiring Jaejoong ketempat yang cukup sepi, lebih tepatnya disebelah ruang olahraga. Siwon serta yang lainnya mengintip dari kejahuan.
"Yunho, kenapa kau memanggilku?"
"Kau salah mengambil kaos olahraga, dan bekal makan siang kita juga tertukar, Umma salah memasukkanya"
"He? Benarkah? Jadi ini punyamu?' Jaejoong memeperlihatkan Kaos olahraganya.
"benar, dan ini punyamu.. mana mungkin pakaian ini maut ditubuhku, ukurannya lebih kecil seperti perempuan"
"Mwo? Haish Jung~ sini berikan padaku, dan ini bajumu juga bekalmu dan asal kau tahu saja ya, aku jug atak sudi memakai baju yang kebesaran, tubuhmu saja yang terlalu besar seperti beruang "
"Mwo? Kau~!" Yunho menggeram kesal hendak menampar Jaejoong tapi— tentu saja ia urungkan niatnya "Sudah, lihat teman-temanmu yang suka sekali membuat keributan itu mengikuti kita. Dan aku tak mau jika ada keributan, benar-benat merepotkan, kaos olahraga kita bisa tertukar karena kita berada disekolah yang sama, lagi pula kau tak teliti" Yunho lalu berbalik meninggalkan Jaejoong.
Jaejoong menahan rasa kesalnya, ia mengepalkan tangannya kuat-kuat "Bisa saja kan Jung, masih bagus jika kau memakai seragamku, akan lebih menarik lagi jika seragamu tertukar dengan teman wanita sekelasmu lalu kau memakainnya hahaha"
Yunho heran, ia memicingkan matanya kemudian menatap Jaejoong "Apa maksdumu? Untuk apa aku memakai seragam milik perempuam, jika tertukar tentu saja aku akan mengembalikannya bukan malah memakainya, tidak penting sama sekali".
Jaejoong semakin kesal, ia tak peduli dengan apa yang dikatakan Yunho "Kau pikir aku tak tahu Jung, lihatlah" Ia menunjukkan Foto semasa kecil Yunho yang didandani perempuan.
Yunho memelototkan matanya hingga mau copot "Dari mana kau mendapatkan foto itu Kim?" Jaejoong hanya tersenyum, lalu Yunho mencoba merebut foto tersebut dari Jaejoong, tapi dengan cepat Jaejoong menyimpannya disaku kemejanya.
Yunho semakin kesal, merasa telah dipermainkan Namja Kim ini sekarang, bukan Jung Yunho namanya jika ia menyerah. Dia tetap bersikeras berebut Foto tersebut dari Jaejoong.
"Kau pikir aku takut dengamu" Yunho semakin memajukan langkahnya hingga Jaejoong terpojok didinding. Melihat gerak-gerik Yunho yang semakin mencurigakan ia kemudian menyilangkan tanganya didepan dadanya sendiri. Tapi Yunho malah memegang kedua tangan Jaejoong dengan tangan kirinya, dan tangan kanannya berusaha mengambil Foto tersebut dengan paksa di saku seragam milik Jaejoong.
Jaejoong sangat terkejut dibuatnya "Yaa! Jung Apa yang kau lakukan aaah~~ lepaskan.. aaaahhh" Jaejoong mengeliat-liat karena geli, karena terus saja Yunho mencoba mencari-cari Saku Jaejoong yang tersembunyi diblazer sekolahnya.
Jika dilihat dari kejauahan, dua remaja ini seperti sedang ewwww Yunho seperti sedang mau merape Jaejoong. Siwon serta yang lainnya yang tadinya mengintip, rasanya seperti kebakaran jenggot melihat adegan tersebut terutama Siwon. Begitu pula beberapa Siswa yang kebetulan lewat, memandangi mereka dengan heran.
"JUNG YUNHOOOOO BIADAP! LEPASKAN JOONGIE!" mendengar teriakan Siwon yang berapi-api sekarang, Yunho kemudian menghentikan aksinya. Ia juga sadar jika beberapa orang menatap heran dan berbisik-bisik sedang membicarakan dirinya. Sedangkan Jaejoong hanya diam saja, menatap Yunho dengan tampang innocent.
Siwon dengan amarahnya mengahampiri Yunho "Ya! Jung apa yang kau lakuan hah?" Siwon berdiri dihadapan Yunho sekarang.
"bukan urusanmu" Yunho bahkan tak memperdulikan namja Choi itu, ia malah menatap Jaejoong dan kemudian menariknya.
Jaejoong kaget, kenapa Yunho tiba-tiba menarik tangannya. Dalam hati ia berdoa semoga saja ia selamat setelah ini. Semoga Tuhan melindunginya, ia tahu sekarang Yunho terlihat sangat kesal.
"Yunho! Kita mau kemana? Aakkkk sakit kau menarikku terlalu kencang"
Tapi Yunho tak memperdulikan pertanyaan namja cantik tersebut, ia terus saja menarik lengan Jaejoong. Namja musang itu berjalan terlalu cepat hingga Jaejoong sedikit kewalahan mengimbanginya.
Hal yang dilakukan Yunho saat ini menimbulkan banyak pertanyaan bagi semua murid yang melihatnya.
'Bukannya itu Yunho? Kenapa dia menggandeng Kim Jaejoong'
'wah jangan-jangan mereka jadian'
'Waah benar, jika memang benar akan jadi berita hot besok'
Oke sekarang mungkin bukanlah Jaejoong yang menimbulkan gossip tapi Jung Yunho, aigooooo! Meskipun jaejoong tetaplah terlibat dalam kasus ini (?)
Sekarang, setelah berjalan cukup jauh mereka berdua tiba disebuah rungan yang tak terlalu besar juga tidak kecil. Ternyata Yunho membawa Jaejoong keruang Klub Basket. Dengan kasar Yunho membuka pintu rungan itu.
Ruangan yang mulanya rame dengan candaan anggota klub basket yang sedang beraktivitas didalam. Seketika mendadak menjadi hening. Semua anggota menatap Kapten mereka yang terlihat sedang menggandeng seorang namja yang super cantik, Namja yang kemarin sempat menggebohkan seisi sekolah bahkan sampai sekarang. Anggota klub Basket hanya menatap mereka berdua tanpa bersuara sedikit pun dengan pose yang sangat lucu.
"Kalian! Bisa kalian keluar sebentar!" perintah Yunho pada seluruh anggota Klub.
"tapi kapeten kit—" protes salah satu anak buah Yunho.
"Ini perintah" Yunho menegaskan sekali lagi
"baik kapten" kemudian semua anggota Klub Basket berbondong-bondong keluar. Tapi tak lama setelah mereka semua keluar. Yoochun yang merupakan wakil Kapten sekaligus sahabat baik Yunho malah masuk kedalam.
"Yunho? Apa yang kau lakukan kenapa kau mengusir mereka, dan wowwww" Yoochun menyadari ada orang lain disana selain Yunho, kemudian ia tertawa "Omo! Yun, kau membawa pria cantik ini kemari hahahahaha, mau kau apakan dia?" Yoochun cekikikan memandang Jaejoong yang terlihat ketakutan, Jaejoong yang tangannya masih dgandeng oleh Yunho tanpa Yunho sadari.
"Kau juga Yoochun, bisa kau tinggalkan kami, aku dan dia punya urusan penting" Yunho hanya melirik Yoochun yang tak hentinya memandangi Jaejoong.
"Kim Jaejoong kwaaahhhhh.. dia cukup cantik Yun," Yoochun memicingkan matanya, mengamati Jaejoong dari atas sampe bawah.
Merasa ditatap Yoochun seperti itu membuat Jaejoong refleks bersembunyi dibelakang Yunho.
"Park Yoochun!"
"Astaga, baiklah-baiklah aku keluar sekarang.. aku tak percaya kau mengusirku juga" Yoochun pun keluar dari ruang Klub Basket dengan lemas, kemudian menutup pintunya. Ia kemudian berpapasan dengan anggota Klub basket yang penasaran dengan apa yang akan dilakukan sang kapten. Mereka semua ditambah Yoochun memutuskan untuk menguping dari balik pintu.
Sementara itu didalam ruangan. Jaejoong takut-takut memulai pembicaraan terlebih dulu.
"Itu.. Yunho?"
"APA?" Yunho mendelik kesal pada Jaejoong.
"Yaaaa! Namja sialan, kenapa kau tiba-tiba marah, seharusnya aku yang marah sekarang Jung Yunho, kau menarikku seenaknya dan membawaku ketempat seperti ini?" Jaejoong sangat kesal, karena Yunho bersikap seenaknya sendiri.
Tanpa adanya Jawaban dari Yunho, tanpa Jaejoong duga, namja musang itu tiba-tiba menarik Jaejoong dan sedikit menghempaskan tubuh Jaejoong pada tembok dekat loker para anggota klub basket.
"yunho! Kau mau apa?"
"menurutmu? Apa yang akan kulakukan ditempat seperti ini berdua saja hmmm" Yunho kemudian mendekatkan wajahnya dengan wajah Jaejoong, sekarang jarak diantara mereka berdua hanya sekitar 10 Centimeter, wajah jaejoong dengan wajah Yunho, bahkan Yunho bisa merasakan hembusan napas Jaejoong. Lalu Yunho mengunci Jaejoong diantara kedua tangannya, tak akan membiarkan Jaejoong lepas darinya saat ini.
Karena diperlakukan seperti ini membuat Jaejoong gugup tak karuan, jantungnya berdetak sangat kencang bagaimana tidak.. sedekat ini dengan pria yang ia sukai. Saking gugupnya muka Jaejoong terlihat merona. Aww pasti sangat cantik. Kini Yunho menyadari jika wajah Jaejoong sangatlah halus, mata besarnya yang indah, bibir semerah cherry yang sangat menggoda.
Untuk mengalihkan kegugupannya, Jaejoong menolehkan mukannya kesamping kanan, namun tiba-tiba Yunho memegang dagunya, menarikknya dan membuatnya berhadapan dengan namja musang itu sekarang.
"Yunhoooo!" karena takut menatap mata musang itu, Jaejoong kemudian mentup matanya erat-erat.
Yunho menatap bibir Jaejoong dan tanpa sadar namja musang itu malah mendekatkan dirinya dengan Jaejoong. Jarak bibir Yunho dengan bibir jaejoong kini hanya 5 centimeter saja dan tiba-tiba…
Naughty Kiss Love in Seoul Chapter 2 : Bitter and Sweet, Coffee – Tbc next part
Fiuuhhhhhh~ gimana gimana? ini alurnya aku bikin beda, ada sih yang asli.. hnngggg maksudku yang sama persis dengan versi aslinya, tapi tiba-tiba pas ngetik ditengah jalan dapat ide ini.. saya ketiklah akhirnya..
Chappy dua panjang bgt jadi aku cut dsini biar kalian gk bosan readers..
Tak nyangka responnya bagus, sempat terpikir olehku kalau FF ini bakal kgk ada yg baca cz remake.. takut udh pada eneg smpe mutah sama cerita ini..
Jaa~ see u next part yeah..
#Menghilang..
Eh eh iya.. jangan lupa review lagi yah readers.. pleaseeeeee biar semangat update, aslinya udh lama ini chapter seselai diketik tapi nunggu review sampe 20 dululah minimal.. dan ternyata sampe hari ini Cuma sampe 20 reviewer saja, ya sudahlah #sedih T_T /pelukChangmin/
Madiun, April 18th, 2015
