Title : Apology

Cast : Leo x N/LeoN/NEO slight BinLeo slight Raken

Genre : Sad, hurt, romance

Rating : #semua umur soalnya gak ada adegan dewasanya sih

Author : PisangSehun

Lenght : 2 of ?

Disclaimer : Author cuman pinjam nama. Semua tokoh diatas milik agensi, Tuhan YME, milik orang tua mereka, kecuali Leo itu milik saya juga. DLDR, jangan jadi sider please. Saya ini pemula, tolong bantuannya.

-WE LOVE LEON-

-Enjoy Reading-

Pagi hari yang sunyi menyapa kehidupan Hakyeon. Namja manis itu ini tengah menundukkan kepalanya. Setetes air mata turun membasahi pipinya. Tadi dia berniat mengantarkan otak bekal yang berisi makanan kesukaan Taekwon, namun ditengah perjalanannya menuju kelas Taekwon, dia malah disuguhi pemandangan Taekwon yang menyanyikan lagu untuk Sanghyuk di depan seluruh teman sekelsanya. Alhasih, ia pun menjatuhkan bekal makan siangnya dan berlari menjauh dari kerumunan orang yang berteriak histeris karena pertunjukkan Taekwon tadi.

"Hakyeon?" panggil sebuah suara. Hakyeon buru-buru menghapus air matanya dan menatap seorang namja yang tadi memanggilnya itu.

"Ravi? Kenapa kau disini?" tanya Hakyeon. Namja yang ternyata Ravi itu langsung mendudukkan diri di samping Hakyeon.

"Justru aku yang bertanya, kenapa kau disini? Bukankah sekarang sudah jam pelajaran? Apa kau membolos?" tanya Ravi. Hakyeon mengerucutkan bibirnya. Ia paling tidak suka jika jawabannya belum di jawab malah justru dibalik dengan pertanyaan.

"Aku hanya ingin menenangkan diri, iya sekarang jam pelajaran, dan memang aku membolos. Puas, Tuan Kim?" tanya Hakyeon. Ravi tersenyum dan mengacak rambut Hakyeon.

"Puas sekali, hahahaha.." jawab Ravi. Hakyeon tersenyum melihat Ravi tertawa. Ah, bahkan Hakyeon lupa, ia beberapa hari terakhir ini selalu berwajah murung.

"Ravi-ah.." panggil Hakyeon. Ravi menoleh.

"Wae?" tanya Ravi. Hakyeon menundukkan kepalanya. Rambutnya yang lurus terlihat menutupi sebagian wajahnya. Ravi sampai gemas sendiri melihatnya.

"Ravi-ah, ajarkan aku tertawa." Ucap Hakyeon lirih.

Hening

"Pfftt, hahahahaha..." Ravi tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya. Membuat bibir Hakyeon maju.

"Kim Woonshik! Jangan mentertawakanku! Dasar playboy cap kuda sialan!" teriak Hakyeon. Ravi meredakan tawanya.

"Hahahaha, kau tahu, permintaanmu aneh sekali, Yeon-ah. Kau bahkan tau bahwa kami semua belajar tertawa riang darimu, kenapa sekarang kau memintaku mengajarimu?" tanya Ravi.

"Itu, kau tahu sendiri kan siapa yang membuatku begini?" tanya Haekyeon. Ravi terlihat mengerutkan keningnya dan mencoba berfikir.

"Taekwoon?" tanya Ravi. Hakyeon mengangguk. Matanya melihat jauh ke depan, tak lama kemudian ia menundukkan kepalanya.

"Ceritakan padaku semua yang terjadi. Tentang Hyuk dan Taekwoon." Pinta Ravi. Hakyeon menudukkan kepalanya. Bibirnya mulai membuka dan mengeluarkan suaranya.

_FLASHBACK_

"Hakyeon hyung..." teriak Hyuk. Hakyeon menolehkan kepalanya dan tersenyum melihat Hyuk menghampirinya. Setelah dekat, Hyuk langsung memeluk Hakyeon dan menyembunyikan wajahnya di dada hangat Hakyeon. Hakyeon yang kebingungan hanya bisa mengerutkan keningnya. Namun, setelah ia melihat raut muka Hyuk yang malu dan semburat merah muda terlihat di kedua pipinya Hakyeon mulai mengerti kenapa Hyuk jadi seperti ini.

"Hongbin lagi?" tanya Hakyeon. Hyuk menganggukkan kepalanya dan semakin melesakkan kepalanya pada dada Hakyeon.

"Hongbin hyung tadi menatapku, aku senang sekali.." ucap Hyuk setelah melepaskan pelukannya. Hakyeon mengacak rambut Hyuk. Ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponsel pintarnya. Jemarinya sibuk mencari sesuatu, matanya berbinar lucu ketika menemukan apa yang ia cari.

"Hyuk-ah, lihat.." Hakyeon menunjukkan layar depan ponselnya. Hyuk membulatkan matanya dan merebut ponsel Hakyeon.

"Hyung, darimana kau dapatkan nomor Hongbin hyung?" tanya Hyuk.

"Kau lupa? Hongbin adalah teman se ekstraku. Jadi, aku bisa meminta nomornya. Sebenarnya tujuanku adalah karena Hongbin ketua kelompokku, dan yang kedua adalah untukmu." Ucap Hakyeon. Hyuk mengangguk.

"Hyung, tapi aku malu, bisa hyung kirimkan pesan untukku padanya?" tanya Hyuk. Hakyeon menganggukkan kepalanya.

-1 Minggu kemudian-

Hakyeon sedang bercanda dengan Hyuk di taman belakang sekolah. Terlihat di sana Jaehwan dan Ravi juga sedang tertawa bahagia dengan mereka. Tiba-tiba saja Hongbin datang. Ia mendudukkan dirinya di samping Hakyeon.

"Yeonnie-ah, bisa ikut aku?" tanya Hongbin. Hakyeon menatap teman-temannya, bermaksud untuk berpamitan. Jaehwan dan Ravi mengangguk, sedangkan Hyuk menatapnya tidak suka. Hakyeon menangkap tatapan itu. Namun, menolak permintaan orang lain akan sangat tidak sopan menurut Hakyeon. Maka dari itu, Hakyeon pun mengikuti Hongbin untuk pergi.

Tak lama sebelum mereka pergi, Hyuk langsung saja beranjak bermaksud akan mengikuti Hakyeon sebelum kedua hyungnya menghentikan langkahnya.

"Mau kemana, Hyuk-ah?" tanya Jaehwan. Hyuk mencoba berpikir sebentar. Tidak mungkin ia mengatakan bahwa ia akan pergi mematai-matai Hakyeon dan Hongbin. Maka Hyuk pun berbohong bahwa ia akan pergi ke kamar mandi. Ravi pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum, berbeda dengan Jaehwan yang menatap curiga pada Hyuk.

Setelah bebas dari Ravi dan Jaehwan, Hyuk pun langsung mengikuti kemana langkah Hongbin dan Hakyeon. Langkah Hyuk terhenti di ruang seni. Hakyeon dan Hongbin masuk ke dalam dan Hyuk harus rela menunggu di luar dan menempelkan kupingnya ke pintu. Sayup-sayup terdengar obrolan biasa antar Hongbin dan Hakyeon, masih seputar masalah ekstra kulikuler dance di sekolah mereka. Namun, di akhir, Hyuk membulatkan matanya.

"Hakyeon-ah, mau kah kau menjadi kekasihku?" tanya Hongbin.

BRAK

'SIAL!' batin Hyuk. Belum sempat hatinya mengumpat karena jatuh, bibirnya kembali emngumpat karena didepannya saat ini adalah Hakyeon yang mengulurkan tangannya untuk membantunya berdiri. Dengan kasar ditepisnya tangan Hakyeon.

"Kau tega, Hyung.. kau tega padaku, hiks.." teriak Hyuk dan berlari meninggalkan Hakyeon yang berdiri kaku. Kakinya seakan enggan melangkah untuk mengejar dan menjelaskan semua yang terjadi pada Hyuk. Bulir air mata pun mengalir membasahi pipi gembul Hakyeon.

_Flashback off_

"Lalu setelah itu dia berpacaran dengan Taekwoon." Ucap Hakyeon lalu menundukkan kepalanya. Ravi mengelus pundak Hakyeon pelan, bermaksud menenangkan namja manis itu.

"Kau hanya perlu merubah jalurnya saja, Yeon-ah.." ucap Ravi.

"Merubah jalur?" tanya Hakyeon. Ravi mengangguk.

"Pecahkan kata-kata itu, Yeoh-ah." Jawab Ravi. Hakyeon menatap kedepan, mencoba memecahkan kata-kata Ravi.

"Maksudmu aku harus mencari penggantinya?" tanya Hakyeon. Ravi mengangguk. Ia menggenggam tangan Hakyeon lembut dan menatap tangan Hakyeon.

"Dan jika boleh, aku akan menggantikannya, Yeon-ah.." ucap Ravi.

-TBC-

Terimakasih atas reviewnya semua. Maaf telat juga updatenya. Author kebanyakan soal, jadi susah buat bagi waktu. Sekali lagi maaf *bow*. Insyaallah kalo tugasnya kosong, ini akan di update secepatnya. Doakan author kosong dari soal, biar updatenya gak kelamaan.