HUNTER X BEAST

Author : Sehyun14

Cast :

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Members EXO

and Others~

Genre : Yaoi Romance Fantasy School Life

Summary :

Jika Baekhyun menjadi seorang pemburu berwajah dingin yang dihadapkan dengan kenyataan untuk membunuh Chanyeol yang merupakan sesosok makhluk buas haus akan darah. Mampukah mereka terjalin dalam sebuah ikatan cinta?

"Kita tidak bisa bersama. Karena aku hidup untuk membunuhmu"-Baekhyun- "Kalau begitu bunuh aku, Baek" -Chanyeol-

.

.

.

Annyeong!

Huwaa udah lama banget sehyun gak update XD

Sebelumnya maaf karena menelantarkan FF ini hehe. Tapi setelah mikir berkiali-kali (sampe rambut menipis) akhirnya sehyun memutuskan buat menulis lagi. Sebetulnya alesannya gak jauh dari sibuk kuliah, kerja sampingan, dan masih rada trauma mau update, tapi nantinya diplagiat lagi haha.

Saran sehyun ikuti alur ceritanya yaa!

Discaimer :

FF ini murni pemikiran gajelas otak Sehyun. Jika FF sehyun memiliki kesamaan dengan FF lain silahkan beritahu sehyun. Jadi kalau ada yang PLAGIAT, COPAS, atau UPLOAD TANPA SEIZIN Sehyun otaknya bakal hilang! *loh?

Semua Cast yang berperan disini milik TUHAN dan keluarganya masing - masing. Sehyun hanya minjem nama mereka terkecuali LUHAN yang punya hati Sehyun hoho~

DLDR!

No Bash! Love Peace!

We Are One!

ENJOY

.

.

.

.

.

-ChanBaek Area-


Chanyeol berjalan kedalam rumah megahnya dengan wajah sumringah. Hari ini terasa begitu menyenangkan daripada hari – hari biasanya. Dia sangat tidak sabar melangkahkan kakinya menuju sebuah kamar yang terbilang antik dengan perabotan kunoberbahan kayu didalamnya. Sementara Kris—kakak Chanyeol, mengikutinya dari belakang.

"Ayah!" sahut Chanyeol saat membuka pintu kamar tersebut.

Terlihat sosokyang sedang duduk dikursi roda dengan satu maid disampingnya menatap keluar jendela. Dia memakai pakaian serba hitam dengan syal rajut yang mengalung dilehernya. Meski terlihat lemah, namun pria tua itu tidak menghilangkan aura tegas yang melekat pada dirinya.

"Chanyeol – sudah pulang?" sapanya ramah dan maid tersebut izin pamit.

Chanyeol mengangguk kemudian berlutut di depan kursi roda pria tua yang dia akui sebagai ayahnya. Pria dengan mata terangsama seperti Chanyeolmelihat sebuah senyuman diwajah tampan anaknya. Dia mengelus rambut Chanyeol pelan.

"Bagaimana dengan sekolah?" tanyanya, meski dirinya sendiri enggan mengeluarkan kalimat itu.

"Sekolah sangat menarik Ayah! Aku menikmatinya! Baru hari pertama bersekolah aku sudah mendapat banyak teman. Mereka semua sangat senang berteman denganku. Lalu—"

"Teman?" tanya pria tua itu dengan mata menyipit.

Chanyeol menganggukkan kepala."Iya. Teman, Ayah. Mereka sangat baik! Meski ada beberapa dari mereka yang membuatku kesulitan untuk pulang karena mereka mengerumuniku" setelah mengucapkan itu Chanyeol tertawa.

Ayah Chanyeol hanya menatap terus mendengarkan Chanyeol bercerita tanpa henti dan itu membuatnya marah. Chanyeol yang sekian lama kehidupannya berlangsung tidak pernah menginjakkan kaki keluar dari rumah. Sekarang justru bersosialisasi dengan banyak orang.

Dan apa yang dia katakan tadi? Teman? Chanyeol membuat teman? Dengan manusia?

"Lalu pelajarannya—"

"Chanyeol, cukup" cegah sang Ayahdengan nada rendah.

Chanyeol diam. Ayahnya menatap lurus keluar jendela. Pemandangan hamparan pohon cemara yang besar serta danau hutan yang luas tidak pernah membuatnya bosan. Inilah tempatnya tinggal. Dan ini juga tempat tinggal Chanyeol. Chanyeol pantas berada disini, bahkan jika itu harus memakan waktu selamanya.

"Kau telah menikmati satu hari bersekolah. Mulai besok kau dilarang untuk keluar. Mengerti?"

Peringatan yang terbilang pelan itu menghancurkan isi hati Chanyeol. Pria jangkung itu diam membeku. Mata bulatnya menatap kelantai—nyaris tidak percaya.

Mengapa dia dilarang lagi untuk keluar rumah? Padahal dia sangat menikmati sekolah. Bertemu banyak orang. Juga berteman. Mengapa dia tidak diperbolehkan untuk keluar lagi?

"Ayah… Aku tidak mau" lirih Chanyeol dengan tangan terkepal pinggir kursi roda ayahnya.

Sang Ayah menoleh. "Apa katamu?"

"Aku tidak mau, Ayah! Aku tidak mau!"Chanyeol menaikkan nada bicaranya ketika kembali mengangkat kepala. Sorot matanya berubah tajam.

"Aku menikmati hidupku! Tidakkah aku boleh bebas dari rumah ini barang sebentar saja? Aku sangat menikmati hidupku diluar sana! Mereka semua orang baik dan aku menyukainya. Ayah tidak bisa mengurungku lagi!" bentak Chanyeol membuat Ayahnya terdiam kaku.

Kris yang sedari tadi berdiri diambang pintu sambil bersedekap menghela nafas. Memang sejak dulu Chanyeol selalu mengucapkan kata sekolah. Dia sangat menginginkan tempat itu. Hanya sekolah yang dapat membuatnya mengenal dunia luar meskipun hanya sedikit.

Chanyeol tidak ingin bersembunyi lagi.

"Sudah cukup masa hidupku hanya dihabiskan dengan belajar dirumah dan berdiam diri ditempat ini. Jika kau tidak mengizinkanku untuk keluar maka aku akan memaksa" ucapan Chanyeolseolah kalimat tersebut memberi peringatan ancaman kepada Ayahnya.

Chanyeol berdiri dan berbalik, sebelum akhirnya Sang Ayah membuka mulut. Setelah pikirannya berdebat membuat keputusan dengan cepat yang sebenarnya masih terdengar menjengkelkan ditelinga Chanyeol.

"Seminggu. Ayah beri kau waktu seminggu untuk menikmati hidupmu diluar sana" paparnya.

Namun Chanyeol tetap berjalan keluar. Dia tidak ingin seminggu, sebulan, atau bahkan setahun. Dia ingin selamanya. Dia bukan hewan peliharaan yang pantas disimpan atau dikurung dikandang. Meskipun darah binatang buas memang mengalir di nadinya.

.

.

.

Pagi ini Chanyeol mulai berangkat sekolah lagi. Kakaknya selalu setia menghantarnya pergi ketempatnya menuntut ilmu. Padahal Chanyeol tahu, itu hanya akal – akalan ayahnya saja agar kakaknya bisa terus mengawasi pergerakan Chanyeol.

Setibanya disekolah Chanyeol segera membuka seatbelt dan bergegas membuka pintu mobil sebelum akhirnya tangan Kris menahannya. Chanyeol mengerutkan alis. Tadi malam dia memang tidak ingin berbicara dengan siapapun. Bahkan kedua sahabat baiknya yang bertanya pun tadi malam dia abaikan.

"Apa? Hyung juga mau menceramahiku dan mengatakan aku harus berhenti mewujudkan keinginan terbesarku untuk keluar rumah? Kuberitahu, itu tidak akan berhasil" sungut Chanyeol dan pria itu tertawa.

"Tidak, Yeol. Aku hanya ingin kau tidak mengambil hati ucapan Ayah. Tapi perlu kau tahu. Ayah tahu apa yang terbaik untukmu"

Chanyeol kembali berwajah murung."Hyung, aku hanya tidak ingin terkekang lagi! Apa aku salah?"

Kakaknya menggeleng."Tidak. Tentu tidak. Aku tahu kau sangat ingin merasakan petualangan. Tapi ketahuilah sekali lagi. Ayah sangat mementingkan yang terbaik untukmu. Ingat kata – kataku, Yeol!"

Chanyeol hanya balas mengangguk mendengar ucapan membuka pintu dan mesin mobil kembali menyala. Meninggalkan Chanyeol yang masih berdiam diri.

Chanyeol agak ragu dengan ucapan dia tidak ingin ambil , pada akhirnya dia masih bisa menikmati udara luar dan kehidupan barunya sekarang. Chanyeol merasa lebih antusias dari sebelumnya dan tidak ada yang bisa menghentikannya.

Jam istirahat makan siang sudah tidak asing lagi keributan yang terdengar diarea kantin sekolah. Park Chanyeol kembali dikerubungi para siswi yang hendak berkenalan dengannya. Bahkan beberapa dari mereka mentraktir makanan dan minuman untuk Chanyeol.

Sebenarnya Chanyeol agak risih, apalagi mereka banyak bertanya tentang hal – hal yang berbau privasi. Sementara Chanyeol hanya bisa menjawab dengan senyuman atau gelengan pada setiap pertanyaan yang dilontarkan. Chanyeol menyatakan aksi setiap murid yang ingin dekat dengannya mungkin hanya berniat baik untuk berteman dengannya. Maklum otak Chanyeol memang masih sangat polos dengan dunia sosial.

Kepala Chanyeol dijulurkan kesana kemari. Sejujurnya sejak tadi dia mencari sosok itu. Sosok namja bersurai brunette yang menarik perhatiannya. Namun namja itu tidak kunjung tampak dipandangannya.

Chanyeol gemas sendiri mengingat dia ingin sekali mendekati namja itu, tapi entah mengapa dia seperti tidak akan diberi kesempatan. Ada sesuatu yang special ketika pertama kali menatap namja itu dari jauh. Chanyeol merasa aneh.

Disisi lain, namja berbadan pendek yang sedang dicari – cari Chanyeol. Malah asyik duduk di pagar pembatasatap sekolah. Baekhyun kembali dengan rutinitasnya yang membosankan. Membaca komik atau terkadang dia suka tidur di bawah kursi kayu yang terdapat dipojok atap.

Tempat ini bagaikan rumah keduanya.

"Kau disini lagi" suara itu sudah familiar ditelinga Baekhyun.

"Kenapa?" tanya Baekhyun tanpa menoleh kebelakang.

"Yuri memanggilmu" ucap Kyungsoo sambil menyeruput susu kotaknya.

Baekhyun mencedih lalu menghentikan kegiatannya. Dia berbalik dan turun dari pagar. Menatap Kyungsoo yang masih berdiri didepannya.

"Kau yang memberitahu dia kalau aku bolos lagi?"

Kyungsoo mengangkat kedua bahunya lalu berjalan kepagar pembatas. "Well, seseorang harus memperingatimu"

Kemudian Baekhyun mengerang. Dia terlihat marah dominan frustasi. Kyungsoo sahabatnya sejak JHS sekarang tercatat sebagai pengkhianat nomer satu dalam blacklist Baekhyun. Baekhyun tidak akan pernah lupa.

"Dia bilang jika kau tidak menemuinya sekarang juga dia akan mengeluarkanmu dari sekolah" papar Kyungsoo dengan tenang sambil melempar susu kotaknya yang sudah kosong ketempat sampah disebelahnya.

"Ck! Awas kau Do Kyungsoo!"

.

.

.

"Tiga guru dalam satu minggu. Enam kali absen mata pelajaran termasuk dua minggu berturut – turut membolos kegiatan ekskul"

BRAK!

Guru muda bernama Kwon Yuri ini melempar berkas yang cukup tebal dari berbagai guru yang melapor. Matanya menatap lelah kearah Baekhyun yang bersandar dimejanya sambil bersedekap juga membuang muka.

"Katakan padaku Byun kau sudah malas bersekolah?"

Tidak ada jawaban.

Baekhyun hanya menghela nafas. Sudah terlalu sering Yuri memberinya ceramah dadakan yang memekakan telinganya. Maka Baekhyun tetap diam seolah dia anak baik yang mau mendengarkan nasihat ibu tirinya.

"Baekhyun" panggil Yuri lagi menaikan satu nada bicaranya.

Baekhyun menoleh, wajah malasnya terpampang jelas membuat Yuri ikut bersedekap dengan kesal. Anak jenius ini memang susahsekali diurus. Beruntung Yuri bersedia dengan sukarela membiayai sekolah Baekhyun sejak dia kecil.

Otomatis pekerjaannya juga harus berlipat ganda. Untung saja tiga tahun yang lalu dia mendapatkan posisi guru tetap mengajar Bahasa Inggris di sekolah ini. Jadi dia bisa sekalian mengawasi kelakuan menyebalkan Byun Baekhyun.

"Aku tidak yakin kau akan lulus tepat waktu jika kau begini terus" ucapan Yuri membuat Baekhyun terkejut.

"Sial! Kau bilang kau akan mengusahakannya!"

"Memang aku selalu mengusahakannya!Kapan aku pernah mengecewakanmu Byun Baekhyun!?" sahutan Yuri membuat beberapa guru berbisik – bisik menatapnya.

Yuri membungkuk meminta maaf .Lalu duduk lagi dikursinya sambil menutup wajah. Erangan pedih bagai seorang pekerja paruhwaktu yang belum membayar tunggakan kontrakan, lolos dari bibirnya. Yuri kembali duduk tegap dan memandang pilu Baekhyun.

"Baekhyun – ah. Kau tahu betapa sulitnya aku mengurusmu, huh? Sejak Jessica meninggal aku memang mengatakan pada diriku sendiri bahwa ini tidak mudah. Tapi aku telah berjanji padanya… Tidak bisakah kau membantuku dalam menetapi janji kakakku?" pinta Yuri pelan.

Baekhyun menatap Yuri dengan alis setengah berkerut. Mendengar Yuri itu memanggil nama wanita yang amat dicintainya membuat hati Baekhyun kembali merasa sakit.

"Kau harus rajin mengikuti pelajaran, ekskul, kemudian kau bisa lulus tepat waktu. Lalu mencari univeristas bagus, dan keluar dari kota ini bersama Taehyung dan Luhan. Bukankah itu yang selalu kau katakan padaku? Aku yakin kau bisa Baekhyun. Kau hanya harus sedikit serius" papar Yuri secara perlahan sambil sesekali menatap wajah keponakan tersayangnya.

Baekhyun menganggukkan kepalanya pelan. Dia masih terdiam. Ucapan Yuri seolah menampar keras diri Baekhyun. Memori akan masa kelam itu nyaris mendekati dirinya kembali. Tangan pemuda pendek itu terkepal keras dibalik saku celananya.

Yuri menghela nafas lelah. Well, setidaknya anak ini masih mau diajak bicara baik – baik. Hasil nilai sikap Baekhyun memang tidak maksimal sekarang. Tapi dia percaya Baekhyun pasti bisa memperbaikinya. Dia anak jenius, tidak mungkin gagal.

"Baiklah. Aku pegang janjimu. Kau boleh pergi sekarang"

Setelah Yuri mengatakan hal itu Baekhyun berbalik hendak berjalan.

"Oh ya, Baekhyun. Kau sudah berhenti mengikuti alisansi gelap itu kan?"

Baekhyun tidak menjawab. Dia tetap berjalan dan mengangkat tangannya sambil melambai. Ciri khas Baekhyun saat dia tidak bisa menjawab pertanyaan mudah itu.

Dilain tempat. Sosok pemuda jangkung yang sedang berada di ruang guru melihat surai brunette milik Baekhyun yang berjalan keluar. Chanyeol langsung izin pamit kepada gurunya. Kakinya berlari terburu – buru demi bertemu pemuda yang selama ini dicarinya.

Tapi nihil. Baekhyun tidak disana..

Chanyeol berdecak kesal. Dia hampir saja dapat melihat pemuda manis itu. Lain kali Chanyeol tidak akan menyia – yiakan kesempatan berharganya. Chanyeol berjanji.

.

.

.

Jam pelajaran telah usai. Beberapa anak membereskan buku serta alat tulis mereka. Kyungsoo menatap Baekhyun dengan penuh senyuman. Pemuda dingin itu mulai menggendong tasnya disebelah pundak lalu berjalan keluar kelas.

"Jadi~" Kyungsoo menggantungkan kalimatnya.

Baekhyun enggan menoleh kearah sahabatnya.

"Kau akan ikut klub hari ini?" tanya Kyungsoo dengan wajah berbinar.

Baekhyun menghela nafas mengacuhkan tetap berjalan lurus menuju suatu tempat. Kyungsoo terkikik geli dibelakang Baekhyun. Akhirnya Baekhyun sadar juga. Pasti Yuri telah memberinya ceramah super makanya Baekhyun langsung patuh dan mengikuti kegiatan ekskul.

"Jika kau ikut jangan berisik nanti. Mengerti?" suara dingin itu terdengar ditelinga pria bermata bulat ini.

Kyungsoo mengangguk sambil mengacungkan jempolnya.

"Sip!"

.

.

.

Beberapa senior dari kelas tiga mendatangi Park Chanyeol dengan tiba – tiba. Chanyeol yang baru saja hendak keluar agak terhambat. Langkahnya berhenti tepat di depan pintu masuk.

"Ada apa Sunbae?"

Chanyeol masih mengenalnya. Mereka semua adalah kakak senior klub basket yang merekrutnya kemarin.

"Chanyeol – ah. Bagaimana dengan tawaranku? Apa kau bersedia menjadi anggota klub basket? Kami yakin jika kau masuk tim, kekuatan klub pasti akan berlipat ganda!" terang Minho dengan wajah berbinar.

Chanyeol menggaruk tengkuknya. Dia sendiri bingung. Sebenarnya dia ingin mengikuti klub. Tetapi jika itu terjadi dia akan semakin mengenal banyak orang. Lagipula Chanyeol berniat mengikuti klub lain yang sudah ada dibenaknya ketika mendengar nama pria itu.

Tidak berapa lama sosok yang Chanyeol nantikan selama ini datang melintasinya. Pria bermata bulat yang mengekori dari belakang memberi senyuman pada Chanyeol. Chanyeol balas senyum setengah terkejut.

Hatinya terlalu berdebar melihat pemuda pendek itu. Sampai dia lupa alasan untuk mengejarnya, karena salah satu sunbaenya sudah memanggil Baekhyun yang berjalan cukup jauh dengan keras.

"Oy! Kau!"

Baekhyun tetap berjalan.

"Yak! Pendek kami memanggilmu!" sahut Yongguk sedikit marah.

Baekhyun berbalik dengan malas. Sedangkan Kyungsoo sudah bersembunyi dibalik punggung Baekhyun. Sementara Chanyeol merasa waspada. Sepertinya mereka hendak berkelahi.

Benar saja.

Yongguk meraih kerah seragam Baekhyun kasar membuat Chanyeol yang melihatnya refleks ingin berlari melihat ekspresi Baekhyun yang tetap tenang menatap Yongguk. Chanyeol menahan pergerakannya.

"Kenapa Sunbae?" tanya Baekhyun tersenyum pura-pura.

"Kau lupa pertandingan kita atau kau pura – pura bodoh?"Baekhyun terkekeh mendengar peringatan Yongguk.

"Aku tidak mau Sunbae dipermalukan di depan umum nanti. Jadi lupakan saja pertandingan bodoh itu" ucap Baekhyun dan Yongguk semakin murka.

"Cih! Jangan sombong dulu pendek! Belum tentu kau menang kali ini!"Yongguk melepas kasar kerah seragam Baekhyun.

Pemuda pendek itu mulai merubah cara pandangnya. Ada sorot geram pada Yongguk yang menganggapnya remeh. Baekhyun tidak suka hal itu.

"Baiklah. Terserah Sunbae saja" final Baekhyun acuh dan Yongguk tertawa dengan seringai liciknya.

Tubuh tinggi Yongguk berbalik dan berjalan menjauhi Baekhyun. Dia menyuruh teman – temannya untuk mengikutinya, termasuk Chanyeol yang digeret setengah paksa. Chanyeol tidak tahu apa – apa disini.

Baekhyun mengepalkan tangan disisi celananya. Dia mulai tersulut emosi. Kyungsoo yang melihatnya segera mencegah hal itu sebelum Baekhyun mendapat surat peringatan lagi dari sekolah karena berbuat pelanggaran.

Ya, Baekhyun sering melakukan itu.

"Baek, lebih baik kau tidak meladeni mereka" Baekhyun tidak menjawab dia berjalan mengikuti arah Yongguk .

"Aku tidak akan lama, Kyung"

Setelah mengucapkan kalimat itu. Kyungsoo tahu bahwa Baekhyun tidak akan menarik perkataannya lagi. Dia sudah memantapkan hatinya meski pertandingan yang akan terjadi pasti merugikannya.

.

.

.

Di lapangan basket indoor sudah dipenuhi beberapa anggota klub basket—termasuk Chanyeol yang dibawa paksa, cukup terkejut dengan kedatangan Baekhyun.

Baekhyun menapakan kakinya pada lahan luas itu. Beberapa anggota klub basket yang sedang berlatih mulai menyingkir dari lapangan. Lalu dihadapannya beberapa senior klub basket sudah berjejer dengan Yongguk memimpin didepan.

"Cepatlah Sunbae. Aku tidak punya banyak waktu" acuh Baekhyun lalu menaruh tasnya asal.

"Sombong sekali kau Byun Baekhyun. Mulutmu itu akan tertutup lebih rapat ketika kau kalah disini!" ancam Yongguk tetapi pemuda pendek itu hanya menguap lebar.

"Lima lawan satu" ucap Yongjae.

Baekhyun tertawa.

"Kalian memang benar – benar pecundang"

Tidak peduli dengan komentar Baekhyun. Anggota klub basket senior sudah masuk kearea lapangan. Baekhyun ikut melangkah dengan malas. Chanyeol yang berdiri memperhatikan sedari tadi merasa khawatir. Apakah Baekhyun dapat melawan mereka semua sendirian? Sementara Kyungsoo baru saja sampai di hall indoor itu setelah berlari.

"Astaga Baek! Hentikan tindakan konyol ini!" sahutnya.

Yongguk melempar bola basket yang baru saja di dribble-nya pada Baekhyun. Baekhyun menerimanya dengan tangkas. Dia kelihatan berpikir sejenak.

"Oh, ya. Kalau aku menang apa hadiahnya?" tanya Baekhyun dengan seringan manisnya.

Yongguk terseyum mengejek. "Kau boleh memerintah kami sesukamu"

"Ah! Itu yang kutunggu!"

"Tapi jika kau kalah! Kau harus menjadi budak kami sampai kami lulus!"

Baekhyun memberikan gesture OK dengan jemarinya. Menjadi budak Yongguk selama setahun kedepan bukan hal buruk. Oh, ayolah kapan hal itu akan terjadi? Byun Baekhyun terlalu percaya diri untuk tidak kalah.

Baekhyun mulai berdiri di depanring dengan tenang. Dia men-dribble bola beberapa kali dan tim lawan mengambil posisi bersiap. Sebelumnya Baekhyun memberikan smirk sambil memperhatikan lawannya.

"Sunbae, apa ini tidak terlalu berlebihan? Satu lawan lima?" tanya Chanyeol pada Minho yang berdiri disebelahnya.

Minho tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

"Jika tidak diselesaikan dengan cara ini Yongguk tidak akan puas"

"Memang apa yang anak itu lakukan pada Yongguk Sunbae?"

"Baekhyun pernah mengalahkan Yongguk saat turnamen antar kelas. Kami juga tidak menyangka saat itu kelas Baekhyun menang berkali-kali. Sampai saatnya bertanding melawan kami di babak final, mereka kembali memenangkan pertandingannya.

Aku akui dia memang hebat. Tapi sayang tabiatnya buruk. Saat ingin ku rekrut menjadi anggota klub basket Yongguk malah marah – marah dan menolak keras. Sepertinya dia masih kesal karena Baekhyun mempermalukan Yongguk yang memang pemain handal klub basket. Jadi kurasa ini adalah pertandingan balasan untuk turnamen itu"

Penjelasan Minho membuat Chanyeol tercengang. Chanyeol kembali membawa bola mata terangnya menghadap kearah lapangan. Dia memandang si pemilik surai brunette itu.

'Astaga. Dia benar – benar hebat' batin Chanyeol yang terpukau.

Baekhyun mengambil ancang – ancang untuk berlari. Dia membawa bola dengan santai dan tim lawan sudah bergerak menghalangnya. Tubuh seniornya begitu tinggi membuat Baekhyun yang pendek terlihat sangat konstan .

Baekhyun menghindar beberapa kali. Melewati lawan sambil terus men-dribble bola. Kakinya berlari semakin cepat menuju lingkaran yang mengantung diatas sana. Para senior juga gencar menghadangnya. Yongguk melakukan hal yang sama tapi Baekhyun begitu cepat. Ketika sudah mendekati ring. Baekhyun melakukan gerakan lompat disertai lemparan bola ditangannya.

SRUK!

Bola masuk dengan pertama untuk Baekhyun.

"Hebat Baek!" teriak Kyungsoo dari pinggir lapangan sementara Chanyeol tersenyum melihatnya.

"Sialan! Ini baru permulaan!" geram Yongguk.

Baekhyun kembali mendapat bola. Dia memainkannya sebentar sambil berpikir kembali.

"Sunbae! Kita bermain sampai sepuluh saja ya. Aku harus ikut kegiatan klub setelah ini" papar Baekhyun dengan senyum manis yang dimaksudkan untuk mengejek.

"Aku setujuu!" teriak Kyungsoo semangat, seolah dia yang diminta persetujuan.

Yongguk menggeram."Coba saja kau dapatkan sepuluh dan kau boleh pergi dari sini! Tapi tidak secepat itu!" sahut Yongguk dan mulai menyerang Baekhyun tiba – tiba.

Baekhyun menghindar kekanan. Dia mengangkat bola lalu melemparnya dari ujung lapangan—dimana garis three point berada. Semua penonton dadakan memperhatikan dengan seksama. Berharap bola itu masuk kedalam ring dan—

SRUK!

Sukses mencetak tiga poin untuk Baekhyun.

Tim lawan mulai memanas. Mereka tidak memberi Baekhyun jeda untuk menikmati kemenangannya. Mereka langsung menyerang secara bersamaan dan Baekhyun tidak punya pilihan lain selain melakukan three poin kembali.

Baekhyun melempar bola basket itu. Dua tim lawan berusaha menghadangnya tapi bola itu terlalu melambung dengan sempurna hingga masuk kedalam ring untuk yang ketiga kalinya.

Delapan poin untuk Baekhyun.

Pemuda pendek itu tersenyum dengan satu alis terangkat. Dia berdiri sambil menatap remeh para sunbaenya. Yongguk yang berwajah paling menyeramkan. Dalam hati Baekhyun, wajah Yongguk sama saja seperti seekor Beast jika sedang lapar.

Menjijikan.

"Dua poin lagi dan aku menang sunbae" celoteh Baekhyun membuat Yongguk kehabisan kesabaran.

Dia menyerang kasar tubuh Baekhyun hingga Baekhyun hendak jatuh. Tetapi Baekhyun tidak terjatuh. Dia malah merendahkan punggungnya. Lalu bergerak kekiri dan mengambil bola dari tangan Yongguk.

Baekhyun sedikit menambraknya hingga Yongguk nyaris kehilangan keseimbangan. Dia men-dribble bola dengan cepat. Menghadapi dua lawan menghindar tanpa melepaskan bola dari dia melihat celah. Baekhyun malah melempar bola itu kearah lawan. Bola itu memantul kearah lawan yang berdiri tidak jauh dari ring.

"Kwangsoo cepat oper bolanya padaku!" teriak Yongguk dari ujung lapangan.

Kwangsoo yang sedari tadi sudah memegang bola yang dioper Baekhyun dengan sengaja. Sudah mengambil ancang – ancang hendak melempar bolanya. Tapi tiba – tiba Baekhyun melompat dan menjatuhkan bola itu ketangannya.

Sejak kapan Baekhyun sudah ada didepannya?!

"Ini milikku sunbae!" ucap Baekhyun dengan senyuman lalu berlari sambil membawa bola.

"Arrghh! SIAAAAL!"

SRUK!

Bola itu kembali masuk dengan bunyi peluit panjang.

"Byun Baekhyun pemenangnya!" sahut Minho membuat seluruh anggota basket, penonton dadakan, murid – murid yang baru pulang, cheerleaders, Kyungsoo,serta Chanyeol bersorak gembira.

Chanyeol bertepuk tangan paling keras dengan senyum lebarnya. Beberapa yeoja jadi tidak fokus hendak melihat Baekhyun yang memukau atau Chanyeol yang begitu tampan dan menggemaskan disaat bersaman.

"Hebat!" ucapnya terpana.

Kyungsoo segera berlari kearah Baekhyun dan memeluknya erat."Astaga brengsek kau, Baek! Kau hampir saja kalah tadi jika kau tidak melakukan siasat bayangkara!"

Baekhyun mengeryit mendengar ucapan aneh Kyungsoo."Bayangkara? Maksudmu jurus seribu bayangan Naruto?"

"Yah aku tidak peduli apapun nama jurus Naruto tapi kau hebat!" Kyungsoo kembali memeluk Baekhyun dan membantunya berdiri.

Disisi lain Tim Yongguk yang kalah mengerang frustasi. Baekhyun tersenyum miring melihatnya. Kemudian berjalan menuju tasnya— melewati Chanyeol yang hendak menyapa, namun—

"Kyaaahh! Baekhyun Sunbae kau benar – benar hebatt! Kereeeeen!" kerumunan yeoja sudah mendekatinya terlebih dahulu.

Chanyeol terhempas kebelakang. Dia memasang ekspresi kecewa. Gagal lagi…

" kasih" balas Baekhyun datar, kembali kepada sifat aslinya.

Baekhyun berjalan keluar dari kerumunan yeoja berisik itu dan menatap Yongguk yang terlihat menyedihkan. Dia melambaikan tangannya setengah tersenyum mengejek. Yongguk berpikir mungkin Baekhyun memang anak hebat yang (baik hati) berniat melupakan taruhannya tadi.

"Sunbae! Tugas kimia dan fisika ku masing – masing ada dua puluh lembar karena aku membolos terus. Aku malas mengerjakannya. Sunbae kerjakan dengan baik yah!" sahut Baekhyun dan Yongguk serasa mau pingsan.

Baekhyun pergi.

Kegiatan klub kembali berjalan sedangkan Yongguk telungkup sambil terisak menyingkapi kekalahannya. Chanyeol yang masih mematung di tempatnya nyaris tidak percaya dengan yang baru saja dilihatnya.

'Lima lawan satu? Menang. Dan kecepatannya tadi bukan kecepatan yang biasa. Sebenarnya dia…' batin Chanyeol mulai berasumsi sendiri.

Dia mengingat sesuatu. Kecepatan itu. Ketangkasan. Gerakan lihai dan ekspresi tenang dengan sorot mata tajam.

Seberkas senyum mengembang dibibirnya.

'Gotcha! Byun Baekhyun'

.

.

.

.

.

TBC

Q & A

1. Beast itu wujudnya kaya werewolf kah? atau kaya pasangannya princess belle kah?

A : Sebenarnya kalian bebas berimajinasi sesuai bayangan kalian. Tapi tiap kali nulis adegan beast gitu, sehyun suka ngebayangin werewolfnya film underworld (tau gak?'_') Nanti bakal dikasih penjelasan dichap selanjutnya kenapa Chanyeol dkk beast tapi wujudnya manusia ^^

2. Kenapa baek dendam sama para beast?

A: Hmmm... kenapa yaaa? Bakal dijelasin dichap selanjutnya hehe XD

Yap! Ini percobaan kedua buat update FF HXB. Sebenernya mau sehyun hapus karena kurang sreg sama kalo bakal ada kasus plagiat lagi. Fix banget lebih baik sehyun berhenti dari pada melakukan hal yang sia-sia ketika udah capek-capek ngeluangin waktu buat nulis hehe. Kalo responnya bagus dan review sampe 30 bakal sehyun lanjut seperti biasa :)

.

.

Thanks to :

Yuta CBKSHH, chanbyun0506, babypark94, yousee, Lala Aaltonen Gypsophila, , VNaaaa, Fixtal, aing, VampireDPS, neville, hunniehan, SHINeexo, ExoPlanet, Teme Pedopilism Uchiha, shykiters, urichanbaekhunhan, LUDLUD, Dheacho, Hyurien92, gaebuloppa, Oh Grace , byunnie, utarigunawan14, pcy25, meliarisky7, yeolfvckbaek,

its meh , taolinna6824, GhostFujoshiSister, potatochanbaek, , HunHanH3Spenpen, KeripikBalado99, mintseujeyii27, sungjung, Liex, Emiliana, oohseh, DewDewTaTaHBs, Byun595, SilentB, 75, byun je, lian, FlashMrB, C, Hanhan, hen hen, chanbaekmama, chaniiiee, guest, guest (guest kalo bisa pake nama ya wkwk)

Review? XD