.

.

.

.

Selamat menikmati...

.

.

.

.

Pagi hari yang cerah seorang gadis yang masih tertidur dengan lelap di sebuah apartemen kecil kejadian semalam yang terjadi secara tiba-tiba membuatnya kelelahan.

Ting Tong...

"Siapa sih pagi-pagi begini?" Ucap Sakura dengan kesal. Sakura pun bangkit dan berjalan keluar untuk melihat siapa yang berrtamu di pagi-pagi begini.

"Ngapain sih dia kesini?jangan-jangan dia mau menuntutku?"Ucap Sakura dalam hati.

"Sakura aku tau kau ada di dalam cepat buka pintunya atau aku dobrak pintu ini." Ucap sasuke dengan nada yang cukup kesal.

"Gimana nih buka atau gak ya?"Ucap Sakura dalam hati.

"SAKURA..."Sasuke berteriak sekali lagi.

"Iya...iya...iya...tunggu sebentar."Sakura yang mendengar teriakan sasuke pun merasa ketakutan dan akhirnya langsung menjawab dengan sedikit takut tapi sebisa mungkin dia bersikap tenang.

Cklek...

"Ada apa sih pagi-pagi begini?"Tanya Sakura.

"Aku mau minta pertanggung jawaban darimu."Jawab Sasuke tanpa basa basi.

"pertanggung jawaban apa?Aku tidak merasa melakukan kesalah apapun"Tanya Sakura.

"Dengan ucapanmu yang semalam kau merasa tidak bersalah, jangan bilang kau lupa dengan perkataanmu semalam."Jawab Sasuke dengan wajah yang tidak bersahabat.

Sakura memandang Sasuke dengan wajah bingung dan akhirnya dia mulai mengingat kejadian apa saja yang sudah terjadi semalam atau lebih tepatnya apa yang sudah dia perbuat semalam sampai membuat pria di depannya tampa kelihatan sangat kesal kepadanya.

.

.

.

.

Flashback...

.

.

.

.

"Lowongan kerja gak punya tapi kalau sebuah tawaran aku punya." Ucap Sasuke dengan senyum.

"Tawaran?Tawaran apa?"Tanya Sakura penasaran.

"Jadi istriku."Jawab sasuke.

"AAAAAPPPPAAAAA!"Teriak Sakura.

"..." Sasuke lansung menutup telinganya karena teriakan gadis di depannya.

"Aku menolak, Aku ini cari pekerjaan bukan cari suami."Ucap Sakura.

"Aku ini sedang cari istri pura-pura."Jawab Sasuke.

"Istri pura-pura?Untuk apa?"Tanya Sakura.

"Untuk menghilangkan isu kalau aku ini gay."Ucap Sasuke.

"Berarti kau ini benar-benar gay ?"Tanya sakura sambil mengancungkan jarinya kepada sasuke.

"Sembarangan aja aku ini normal."Jawab sasuke dengan nada kesal.

"Apa kau punya pacar?"Tanya Sakura dengan nada serius.

"...Tidak."Jawab Sasuke dengan datar.

"Apa kau punya seseorang yang kau sukai."Tanya Sakura lagi.

"...Tidak."Jawab kembali Sasuke.

"Kalau kau ini normal tidak mungkin kau tidak punya kekasih atau paling tidak kau memiliki seseoraang yang disukai." Tanya Sakura dengan pandangan menyelidik.

"Sayangnya tidak ada jadi kau jangan sok tau."Jawab Sasuke.

"Kau ini sangat menyebalkan pantas saja tidak punya kekasih, Lalu Kenapa kau tidak punya seseorang yang disukai?"Tanya Sakura kembali.

"Ya karena, aku merasa belum ada yang cocok makanya belum punya kekasih."Sasuke memberi peryataan.

"Kalau gay ya gay kan tinggal mengakuinya saja gitu aja tidak mau mengakuinya hihihihihi..."Ucap sakura dalam hati dengan menahan tawa.

"Kenapa kau tertawa?memangnya ada yang lucu?"Tanya Sasuke dengan pandangan curiga.

"...Tidak ada apa-apa cuma pengen ketawa aja." Jawab Sakura dan langsung berhenti tertawa.

"...Jadi gimana tawaranku?kau mau terima atau tidak?"Tanya Sasuke.

"Ak..."Perkataan Sakura berhenti karena tiba-tiba saja dia melihat ada seorang wanita yang berdiri di belakang Sasuke sedangkan Sasuke yang menatap Sakura yang berhenti bicara dan melihat ke arah belakangnya dan ternyata ada ibunya di belakang yang sedang menatapnya dengan pandangan yang sulit dibaca.

"Sasuke siapa gadis ini?Apa dia ini kekasihmu?"Mikoto bertanya

"Aku sama sekali bukan kekasihnya lagipula siapa yang mau dengan pria gay ini."Jawab Sakura yang dianggap sebagai kekasih Sasuke.

"...Sasuke apa benar yang dibilang gadis ini kalau kau seorang Gay."Tanya Mikoto dengan nada penuh penekanan.

"Kaa-san kok bisa disini?"Ucap Sasuke yang mencoba untuk mengalikan perhatian Kaa-sannya.

"Kaa-san menncarimu di kantor tapi kakashi bilang kau belum datang hari ini."Jawab Mikoto.

"...Ada apa mencariku?"Tanya Sasuke.

"Sasuke jangan mengalihkan pembincaraan urusan kaa-san bisa menanti yang paling penting sekarang adalah apa benar yang dibilang gadis ini barusan?"Tanya Mikoto.

"Kaa-san harus berapa kali aku bilang aku ini aku ini 100% normal."Jawab Sasuke.

"Oh ya, kalau gitu kenapa sampai sekarang kau tidak punya kekasih?"Tanya Mikoto.

''...I-i-tu..."Jawab Sasuke menjawab dengan gugup.

"Kenapa?kau tidak bisa menjawab pertayaan kaa-san?" Tanya Mikoto.

"..."

"Sasuke kalau dalam waktu 3 hari kau belum juga memperkenalkan seorang gadispun kepada kaa-san itu artinya kau adalah seorang gay dan kaa-san akan langsung menikahkanmu dengan gadis pilihan kaa-san." MIkoto yang merasa sasuke mulai mengarah tidak normal mulai mengancam sasuke karena takut putranya tidak normal.

"Kaa-san aku sudah bilang berapa kali aku ini bukan gay aku ini normal."Jawab Sasuke dengan perasaan yang mulai sedikit kesal karena dituduh gay.

"Kalau begitu buktikan pada kaa-san sekarang mana kekasihmu?" Jawab Mikoto.

"Ehhhh, kalau itu tidak bisa kaa-san." Jawab Sasuke.

"Kenapa tidak bisa?" Tanya Mikoto yang mulai merasa bingung dengan arah pembicaraan putranya.

"Karena dia bukan kekasihku sekarang."Jawab Sasuke dengan nada yang sangat meyakinkan untuk kaa-sannya.

"...Maksudnya apa?"Tanya Mikoto yang mulai bingung.

"Aku menyukai gadis ini tapi aku belum bilang padanya."Jawab Sasuke

"...Kau tidak sedang berbohong pada kaa-san kan Sasuke?"Mikoto menatap Sasuke dengan pandangan yang melidik.

"...Tidak Kaa-san tidak hanya itu bahkan kaa-san sudah bertemu dengan gadis ini." Jawab Sasuke.

"Benarkah? kaa-san tidak ingat pernah bertemu dengan gadis yang dekat denganmu selama ini."Tanya Mikoto yang mulai merasa curiga

"Kaa-san saat ini gadis itu ada di belakangku."Jawab Sasuke sambil menunjuk gadis yang ada di belakangnya saat ini.

"..."Sakura yang mendengar apa yang sudah diucapkan Sasuke hanya bisa diam saja sambil terus mencerna semua yang baru saja dikatakan Sasuke.

"Sasuke kau jangan mempermainkan kaa-san."Jawab Mikoto dengan pandangan yang menyelidik.

"Aku tidak mempermainkan kaa-san, kalau kaa-san tidak percaya kaa-san lihat saja dalam waktu dekat ini aku pasti sudah menikah dengannya."Bohong Sasuke dengan nada yang sangat menyakinkan.

"..."

"Kaa-san?"Panggil Sasuke.

"Kaa-san akan percaya kau ini bukan gay setelah kaa-san menerima surat undangan pernikahanmu dengan gadis ini."

"Iya kaa-san, Aku janji dalam waktu dekat ini pasti kaa-san akan dapat undangannya."

"Baik, Kaa-san tunggu undangannya."Jawab Mikoto dengan senyum yang mengembang dan langsung pergi keluar dari kamar rawat inap.

Sasuke langsung berbalik untuk berbicara pada sakura dan ternyata Sakura sudah tidak ada sepertinya Sakura melarikan diri lewat jendela ruang inapnya Sasuke pun menatap Sakura yang sudah berlari keluar dari rumah sakit lewat jendela kamar dengan kesal ibaratnya karena tuduhan dari gadis ini dia terpaksa berbicara seperti tadi kepada kaa-sannya.

.

.

.

.

Flashback End...

.

.

.

.

Sakura yang sudah mulai ingat dengan kejadiaan semalam pun hanya bisa tersenyum saja karena bisa dikatakan akar permasalah dari semua kejadian semalam itu adalah dirinya sendiri yang sudah berkata sembarangan bahwa Sasuke itu seorang gay, Sedangkan Sasuke hanya bisa menatap Sakura dengan melotot seolah-olah meminta pertanggung jawaban darinya.

"Aku ingat, Tapi aku tidak merasa salah kan kau sendiri yang bilang begitu pada kaa-sanmu."Ucap Sakura

"Iya memang aku yang bilang begitu tapi itu semua karena tuduhhan darimu yang seenaknya bilang kalau aku ini gay."Jawab Sasuke untuk membenarkan omongan Sakura.

"Kalau begitu kau tinggal berkata jujur pada kaa-sanmu sekali lagi jadi salah paham ini seleai."Jawab Sakura memberikan solusi dengan tersenyum.

"Kau ini kalau bicara mudah sekali kalau aku mengakuinya aku akan dijodohkan dengan gadis pilihan kaa-san dan aku tidak mau menikah dulu untuk saat ini."Jawab Sasuke sambil terdengar dengan nada yang mulai terdengar memelas.

"...Terus hubungannya sama aku itu apa?"Jawab Sakura dengan nada yang mulai kesal dengan pembicaraan yang berputar-putar.

"...Kau harus bertanggung jawab semua kejadian itu penyebabnya adalah kau yang seenaknya bicara sembarangan kemarin."Jawab Sasuke secara langsung.

"Ok Baik ,lalu kau ingin aku melakukan apa sekarang?"Tanya Sakura.

"Kita menikah dan tunjukkan pada kaa-san kalau kita bahagia dengan pernikahan kita."Jawab Sasuke.

"...Coba kau ulangi sekali lagi?sepertinya telinga aku sedikit bermasalah."Jawab Sakura yang berharap dia salah dengar.

"...Kita menikah dan tunjukkan pada kaa-san kalau kita bahagia dengan pernikahan kita."Ucap Sasuke mengulang lagi perkataannya.

"...Kau serius?"Tanya Sakura

"..Iya serius."Ucap Sasuke

"Tidak."Jawab Sakura dengan cukup tegas dan langsung beranjak pergi.

"...Kau mau lari dari tanggung jawabmu?"Tanya Sasuke langsung dengan nada menusuk.

"Sasuke aku tidak merasa membuat kesalahan apapun padamu jadi tidak ada yang harus di pertanggung jawabkan."Jawab Sakura membenarkan dia salah atau tidak.

"...Kau mau bertanggung jawab atau tidak?"Tanya Sasuke.

"Tidak akan mau."Jawab Sakura dengan mata yang serius.

"Baik kalau begitu aku akan paka cara kasar."Ucap Sasuke yang langsung mengancamannya.

"...Apa maksudmu?"Tanya Sakura.

"Kau akan tau nanti aku pergi dulu tapi ingat aku akan kembali lagi dan pada saat itu kau akan menerima tawaranku untuk menikah."Sasuke pun beranjak keluar dari rumahnya, Sedangkan Sakura hanya bisa melihat kepergian Sasuke dari belakang tanpa ada rasa takut sama sekali dengan ancaman Sasuke.

.

.

.

.

TBC

Kira-kira apa yang akan dilakukan oleh Sasuke mungkin para reader aada yang tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Para reader yang udah baca fanfic ini di chapter sebelumnya saya ucapkan terima kasih mudah-mudahan chapter ini mudah-mudahan gak mengecewakan para reader awalnya saya berpikir menghapus fanfic ini sebelumnya karena itu saya cukup lama updatenya.

.

.

.

Balasan Review:

Kaori kamiya: Terima kasih untuk sarannya ini udah update.

Yukihiro Yumi : Terima kasih untuk sarannya dan juga udah sempetin buat reviewnya.