You're mine
Chapter 2
Pairing : HiruMamo
Disclaimer : Riichiro Inagaki & Yusuke Murata
Written : Sasoyouichi
Story : Sasoyouichi
© Sasoyouichi
- サソヨウイチ -
Ini dia You're Mine chapt.2 XD
Kekeke
Fanfic ini didedikasikan buat Hyou Hyouichiffer^^
Otanjoobi Omodetoo hyou :D
Hyou ini seorang reader yang sering nge-review fanfic Saso dan juga sering PM-ing sama Saso
Hohoho
Jadi, hari ini Hyou ulang tahun, Saso kasih kado berupa fanfic^^
Semoga Hyou dan readers lainnya suka sama chapt. 2 nya
Happy reading^^
- サソヨウイチ -
Cerita sebelumnya...
"Ternyata Hiruma mengantarkan aku pulang! Kenapa aku baru sadar sekarang?" ucap Mamori di dalam hati. Mamori memandangi punggung Hiruma yang semakin menghilang ditengah-tengah kegelapan malam. Mamori tersenyum manis. "Ternyata dia mau mengantarkanku pulang. Pantas saja dari tadi dia berjalan bersamaku. Kenapa bisa aku tidak menyadarinya? Aku benar-benar lupa akan semuanya ketika bersama dengan Hiruma," kata Mamori dengan suara pelan. "Kenapa aku bisa menyukainya? Wajahnya mengerikan seperti itu,"
"Tapi terkadang dia terlihat tampan. Dia juga baik. Hanya saja cara menunjukannya berbeda dari yang lain. Matanya yang paling aku suka. Mata emerald yang sangat indah. Rambut spike pirangnya, antingnya, caranya berpakaian, caranya berpikir. Semuanya sangat simple. Se-simple alasanku untuk bisa menyukainya,"
"Mata ne Mr. Simple!" teriak Mamori.
- サソヨウイチ -
Mamori P.O.V
Aku melangkahkan kaki memasuki halaman rumah. Terus, sampai di depan pintu. Aku berhenti. Aku menatap kosong pintu didepanku. "AAAAAA!" aku berteriak di dalam hati. Aku mengepalkan kedua tanganku. Aku menghentak-hentakan kakiku ke lantai. Aku tersenyum sendiri mengingat kejadian beberapa menit yang lalu. "HIRUMA MENGANTARKANKU PULANG!" aku berteriak kembali di dalam hati. Malam ini sangat membahagiakan bagiku!
"AAAAAA!" tanpa sadar aku berteriak dengan suara yang cukup keras. Suara yang cukup untuk membuat orang tuaku langsung membuka pintu rumah karena kaget. Pintu terbuka. Ibuku keluar dengan wajah kaget. Ayahku ikut berdiri dan melihat kearah pintu sambil membawa koran yang tadi beliau baca.
"Ternyata, Mamori. Kamu bikin ibu kaget saja," ucap ibuku lega. Ayahku langsung kembali duduk di sofa dan kembali membaca koran yang belum selesai dibacanya.
"Gomennasai Oka-san, Otou-san. Aku kelepasan tadi, hehehe." ucapku seraya masuk kedalam rumah. Kulepas sepatu olahragaku dan menggantinya dengan sandal rumah.
"Hah, ada-ada saja. Kamu sudah makan Mamori?" tanya ibuku. Ibu langsung mengambil tas yang aku sandang dan meletakannya di sofa tempat ayah duduk.
KRUUUYUUUKK..
Terdengar suara perutku. "Mamo belum makan Oka-san," kataku sambil senyum-senyum gak jelas.
"Kamu ini ya, selain anggota tim, kamu juga harus memperhatikan dirimu sendiri," nasehat ibuku.
"Iya, tadi Mamo belum sempat makan aja, terlalu fokus dengan latihan," kataku.
"Fokus dengan latihan atau fokus dengan orang yang lagi latihan?" tanya ibuku dengan nada yang sedikit aneh.
"Maksud Kaa-san apa?" tanyaku dengan kening yang berkerut.
"Fokus dengan kapten tim kalian. Siapa ya namanya?" ibuku mulai berpikir. "Ah! Namanya Hiruma!"
Blush. Semburat merah samar-samar muncul di kedua pipiku. "A-aah, Kaa-san ini bercanda aja, Ma-mamo tidak terlalu memperhatikan Hiruma kok," ucapku terbata-bata.
"Tidak terlalu? Berarti iya 'kan?" kata ibuku.
"Ahh, Kaa-san, jangan menggodaku terus,"
"Haha, lihat ayah. Anak kita sudah besar sekarang," kata ibuku kepada ayah yang sedang duduk di sofa.
"Iya, Mamori sekarang sudah besar. Sudah punya pacar ternyata," kata ayahku yang sedang tersenyum jahilnya.
"Kaa-san, Otou-san, jangan membuatku malu dong," aku menutup wajahku malu.
"Oh iya, tadi kamu pulang diantarin siapa? Kayaknya tadi Kaa-san lihat orang lain di jendela," tanya ibuku. Pertanyaan ibuku ini membuat aku tambah malu. Tapi, aku harus jujur.
"Ta-tadi Mamo dian-diantar Hiruma," jawabku malu-malu.
"Waaa, Mamo diantar pacarnya pulang! Baik sekali Hiruma itu," kata ibuku yang tidak tau apa-apa tentang kekejaman Hiruma di sekolah.
"Sepertinya dia cocok menjadi calon menantu kita, Kaa-san," ucap ayahku yang ikut-ikutan membuatku malu.
"Itu masih lama Otou-san,"
"Hahaha, sudahlah, ayo ini dimakan," kata ibuku. Ibuku memberikan semangkuk nasi putih dan semangkuk sup ayam hangat. Mmmm, aromanya saja membuatku bertambah lapar.
"Mmmm, pasti enak!" kataku seraya mulai menyendok kuah sup yang ada di dalam mangkuk.
"Pasti dong. Kaa-san yang buat!" kata ibu bangga.
Aku makan dengan lahapnya, karena perutku sudah hampir kosong. Satu sendok nasi masuk ke dalam mulutku dan satu sendok sup ayam ikut masuk. Begitu seterusnya, sampai kedua mangkuk tadi kosong, bersih tanpa sisa. Leganya perut sudah kenyang. Ku ambil segelas air minum dingin yang disediakan ibu tadi. Kuminum habis dalam satu kali minum.
Setelah selesai makan, aku membersihkan piring kotor yang ada di dapur. Lalu, aku minta izin kepada ibu dan ayah untuk beristirahat di kamar. Kamarku terletak dilantai atas. Kulangkahkan kakiku menaiki satu demi satu anak tangga. Sampailah, aku di depan kamarku. Di depan pintu kamar terdapat tulisan 'Mamori's room' yang menjadikan tanda ini adalah kamarku.
Kubuka dengan pelan pintu kamarku. Tampaklah ruangan yang tidak terlalu besar berwarna biru muda. Aku langsung mengganti baju seragam yang kukenakan dengan piyama lucu bergambar panda berwarna hijau muda. Kuhempaskan tubuhku di atas tempat tidur yang sederhana milikku ini. Betapa lelahnya hari ini. Ku perbaiki posisi tubuhku agar lebih nyaman. Aku memandangi langit-langit kamarku.
"Aku harus berterimakasih pada Hiruma besok," kataku. "Dia sudah mau mengantarkan aku pulang." Aku memejamkan mataku. Tak berapa lama kemudian, aku tertidur. Berharap, Hiruma ada di dalam mimpiku. Mengantarkan aku untuk tidur malam ini.
- サソヨウイチ -
Normal P.O.V
TING.. NANG.. TING.. NUNG..
Terdengar suara bel yang aneh yang berasal dari sekolah Deimon. Banyak siswa-siswi Deimon yang keluar dari kelasnya. Bel tadi menandakan jam pelajaran telah usai. Hiruma, Mamori, Musashi dan Kurita pergi ke tempat yang sama, yaitu ruang club Deimon Devil Bats. Tiga hari lagi mereka akan bertanding melawan Dokubari. Walaupun bukan pertandingan resmi.
Musashi dan Kurita berjalan di depan Hiruma dan Mamori. Tidak tau hal ini disengaja atau tidak. Sementara bagian Musashi dan Kurita sibuk ngobrol, bagian belakang sunyi senyap.
"Hei, Hiruma," kata Mamori memulai percakpan.
"Hm,"
"A-aku ingin berterimakasih so-soal kemarin," kata Mamori gugup.
"Memangnya kemarin aku ngapain manager sialan?" tanya Hiruma.
"Kemarin ka-kau 'kan mengantarkan aku pulang," jawab Mamori yang masih gugup.
"Aku tidak merasa mengantarmu pulang manajer sialan," kata Hiruma dengan wajah datar.
"Yasudah, kalau nggak ngerasa. Aku tarik kembali terimakasihnya!" kata Mamori sambil menggembungkan pipinya.
"Kekeke! Kue sus Kariya membuatmu sering kepedean,"
"Bagus dong kalau gitu," jawab Mamori asal.
"Kepedeanmu itu menyusahkan manajer sialan,"
"Apa buktinya?" tanya Mamori ketus.
"Kalau kau memakai seragam cheer saat pertandingan Devil Bats karena kau berpikir kau pantas memakainya,"
"Aku memang pantas memakainya. Hanya saja aku yang nggak mau. Kalau misalnya aku memakainya, apanya yang akan menyusahkanmmu?"
"Aku bakal susah, karena cowok-cowok sialan itu akan terus melihatmu dari pada melihat pertandingannya berlangsung," jawab Hiruma.
"Kau cemburu ya?" Mamori menyikut Hiruma.
"Jangan harap! Kekeke!"
"Kalian berdua ini selalu berdebat," kata Musashi.
"Tapi Anezaki hebat! Nggak mau kalah sama Hiruma," puji Kurita.
"Hiruma itu bukan apa-apa, aku bisa terus berdebat dengannya." ucap Mamori bangga.
"Cih."
Sesampainya di ruang club, ternyata sudah banyak yang berkumpul di sana. Hiruma, Musashi dan Kurita segera mengganti seragam mereka dan segera memulai latihan sore. Tinggal tiga hari lagi waktu mereka untuk melatih strategi-strategi melawan Dokubari. Setiap hari sebelum pertandingan mereka jalani seperti biasa. Latihan, latihan, dan latihan.
Tibalah hari yang ditunggu-tunggu. Hari dimana pertandingan Devil Bats vs Dokubari Scorpions. Pertandingan kali ini dilaksanakan di lapangan olahraga sekolah Deimon. Karena lapangan sekolah Deimon lebih memadai dari pada lapangan sekolah Dokubari Scorpions.
Walaupun pertandingan ini dilaksanakan pada hari Mnggu, tetap saja ada yang datang ke sekolah Deimon untuk menyaksikannya. Terutama, fans Hiruma yang setia mengikuti Hiruma kemana pun Hiruma bertanding. Mungkin suatu saat Hiruma akan menyamai Sakuraba. Saking banyaknya fans Sakuraba, panitia menyediakan tempat khusus untuk Sakuraba. Kalau seperti ini terus, panitia juga akan menyediakan tempat khusus untuk fans Hiruma setiap kali ada pertandingan Devil Bats.
"Hiruma-sama! Kalian pasti menang!" teriak para fans Hiruma.
"Go Hiruma! Go Devil Bats!" para fans Hiruma berteriak penuh semangat. Ada yang mengibarkan bendera bertuliskan 'Aishiteru Hiruma!' dengan bangganya.
"Wah, walaupun ini hari Minggu, banyak juga yang mau datang ke sekolah ya," ucap Sena terkagum-kagum. Anggota Devil Bats sudah siap dengan seragam tempur mereka. Mereka berkumpul di pinggir lapangan.
"Benar, aku jadi semangat MAX!" ujar Monta.
"Yay! Aku juga jadi semangat! Go Devil Bats! Go Devil Bats!" teriak Suzuna sambil lompat-lompat.
"Wah, ramai ya," ucap Ishimaru.
"Eh, ada Ishimaru. Sejak kapan ada disini?" tanya Juumonji.
"Dari tadi kok," jawab Ishimaru lesu.
"Hei manajer sialan. Apa kau bawa benda yang aku suruh kemarin?" tanya Hiruma sambil menguyah permen karetnya.
"Jangan panggil aku dengan embel-embel sialan. Iya, aku bawa kok," jawab Mamori. Mamori menyerahkan senuah kotak berwarna biru kepada Hiruma.
"Kekeke! Kalian semua pakai ini!" perintah Hiruma sambil menunjukan isi dari kotak tadi.
"Ha?"
"Haa?"
"Haaaa?"
Ha-ha brothers melakukan kebiasaan mereka yang sudah jarang terlihat ini. Kalian tau apa yang ada di dalam kotak biru tadi? Isinya adalah alat-alat make up!
"Kak Hiruma, apa kami harus memakainya?" kata Sena sambil memandang ke arah kotak make-up yang di pegang Mamori.
"Kekeke! Tentu saja cebol sialan! Cepat pakai anak-anak sialan!" perintah Hiruma.
Mamori dan Suzuna secara bergantian memakaikan make-up ke semua anggota Devil Bats. Penonton yang hadir di lapangan melemparkan tatapan bingung sekaligus heran dengan apa yang tim Devil Bats lakukan. Anggota Devil Bats menggunakan pewarna pipi dan kelopak mata mereka juga diwarnai dengan warna ungu muda. Bibir mereka dihiasi dengan warna merah muda mengkilat. Bayangkan saja wajah mereka yang sekarang.
"Hiruma, kau nggak mau pakai?" tanya Mamori.
"Nggak," jawab Hiruma singkat.
"Padahal aku ingin sekali melihatmu memakai make-up ini," ucap Mamori.
"Kalau begitu keinginanmu nggak akan pernah terkabul manajer sialan," Hiruma menyalakan laptopnya dan terfokus pada layar laptopnya.
"Hiruma-sama! Pakai make-up juga dong!" teriak beberapa fans Hiruma.
"Lihat Hiruma, para fans mu juga ingin melihatmu memakai mae-up," kata Mamori.
"Cih. Biarkan saja mereka, manajer sialan," balas Hiruma. "Kau sudah menyiapkan sepatunya 'kan?"
"Aye kapten. Aku sudah menyiapkan sepatu untuk lapangan berpasir," jawab Mamori.
"Apa yang dipakai Deimon? Bukannya ini sama saat dulu Deimon melawan Dokubari? Hanya saja ini lebih dari pada dulu," ucap seorang penonton di pinggir lapangan.
"Mungkin ini termasuk strategi mereka." jawab penonton lainnya.
- サソヨウイチ -
Terdengar hiruk-pikuk dari kalangan penonton. Anggota tim Amefuto Dokubari Scorpions telah memasuki lapangan olahraga Deimon. Di depan barisan, Sasuke Kanagushi berjalan memimpin barisan. Rambutnya yang di kepang bisa berdiri seperti ekor sasori (kalajengking). Kanagushi menghampiri Hiruma yang duduk di antara anggota Devil Bats yang lain.
"Walaupun kami bertanding di sekolah Deimon, kami tidak akan kalah. Kami akan membalas kekalahan tahun lalu!" ucap Kanagushi menantang Hiruma.
"Kekeke! Kalau begitu buktikan rambut kepang sialan!" ujar Hiruma.
Kanagushi tidak melihat wajah anggota Devil Bats yang sudah memakai make-up. Atas perintah Hiruma mereka harus menyembunyikan wajah mereka sebelum pertandingan dimulai.
- サソヨウイチ -
Wasit melempar koin untuk menentukan tim mana yang akan menyerang duluan. Dan hasilnya adalah tentu saja Deimon Devil Bats. Penonton mulai heboh dan meneriakan nama Devil Bats. Bola kick off dari Dokubari Scorpions sudah ditendang oleh kicker Dokubari.
"Bola dengan mantap ditangkap oleh ace Devil Bats, Eyeshield 21, Kobayakawa Sena! Sena membawa lari bola itu sendiri. Monta dan Taki menjadi perisai yang akan melindungi Sena dari serangan musuh!" kata Riko bersemangat. Entah dari mana datangnya, Riko mulai mengomentari jalannya pertandingan Devil Bats vs Dokubari. Riko adalah anak dari reporter olahraga Kumabukuro. Walaupun masih muda, ia sangat tertarik dengan pekerjaan ayahnya ini.
"Oke, Monta dan Taki bisa jadi perisai. Sementara aku bisa lari terus melewati semua pemain Dokubari," kata Sena.
"Monta dan Taki saling bekerja sama menghadang musuh yang ingin mendekati Sena. Tag team yang sangat bagus dari mereka!" seru Riko.
Dengan bantuan Monta dan Taki, Sena berhasil maju terus sampai ke goal line. Kanagushi yang berperan sebagai safety harus menahan Sena untuk tidak touch down. Sena vs Kanagushi. "Ini dia! Devil Bats Ghost!" teriak Riko dari pingggir lapangan dengan pengeras suara hasil pinjaman dari club drama.
Sena berlari mendekati Kanagushi tanpa mengurangi kecepatannya. Sena mengeluarkan gerak tipunya. Seperti berjalan ke arah kanan, tapi melangkah ke kiri. Devil Bats Ghost! Kanagushi tidak berkutik di hadapan kecepatan cahaya. Sena terus melaju sendirian ke arah goal line. Dan...
"TOUCH DOOOWN! KICK OFF RETURN TOUCH DOWN!" teriak Riko seraya berdiri dari tempat duduknya karena terlalu bersemangat.
- サソヨウイチ -
JREREENG..
"Kekeke! Apa itu Kick off return touch down? Aku sudah pernah mengatakannya padamu?" kata Devil Bats.
"Aku akan mengingatnya. Kick off return touch down adalah begitu kick off langsung touch down!" jawab Deviba.
"Kekeke! Simpan baik-baik di otak kalian! Karena aku nggak akan mengulanginya lagi!" ucap Devil Bats.
"YA-HA!" teriak Deviba.
- サソヨウイチ -
"Skor 7-0 untuk Devil Bats ditambah dengan kick dari Musashi!" ujar Riko.
Giliran Dokubari untuk menyerang. Para lineman Devil Bats dan Dokubari sudah bersiap ditempatnya masing-masing. "Tapi tunggu! Hiruma yang sebagai quarterback juga ikut dalam defense!" komentar reporter Riko.
"Kekeke! Strategi kalian nggak akan mempan melawan kami, rambut kepang sialan!" ucap Hiruma.
"Set! Hut! Hut!" teriak quarterback Dokubari.
Para lineman Dokubari mundur. Berarti mereka akan melakukan pass! Anggota Devil Bats yang sudah bisa membaca strategi mereka langsung mengepung semua receiver Dokubari. Walaupun begitu, quarterback Dokubari tetap melemparkan long pass pada receiver-nya yang dijaga Hiruma.
"Pass sukses! Dokubari maju 11yard! First Down!" kata Riko. First down adalah tim bisa melakukan serangan terus menerus sampai tiga kali.
"Kenapa Hiruma membiarkan pass itu tertangkap? Dengan posisinya tadi, ia bisa memotong jalur pass-nya. Apa yang dia rencanakan?" tanya Kanagushi dalam hati.
"Kekeke! Walaupun lawan mencetak skor 99, selama kita bisa mencetak skor 100, kita akan menang!" kata Hiruma.
Dengan first down Dokubari, mereka bisa maju terus sampai goal line. Receiver Dokubari berhasil melewati Sena yang menjadi pertahanan terakhir Deimon. "Touch Down!" Riko berteriak kuat sambil memegang pengeras suaranya.
"KYAAA! Hiruma-sama! Bunuh mereka!" teriak fans Hiruma yang sudah terpengaruh dengan kejahatan si setan.
"Hancurkan mereka Deimon! Deimon! Deimon!" teriak penonton yang mendukung tim Devil Bats.
"Go Devil Bats! Go Devil Bats! Go Devil Bats!" Suzuna dan rombongannya terus menyemangati Deimon.
"Skor 7-7 dengan kick dari Dokubari! Saatnya Offense Deimon keluar!"
Kedua tim kembali ke posisi masing-masing. "Ingat perhatikan mata lawan, kalau mereka melihat kiri-kanan dan berkedip lebih dari sekali" semua line Dokubari teringat akan perkataan Kanagushi. Seketika semuanya memperhatikan gerak-gerik line Deimon.
Wajah para line merubah aneh. Ada apakah ini?
"Kekeke! Rasakan strategi kalian sendiri!" ucap Hiurma.
Tampak line Deimon mengedip-ngedipkan matanya secara tidak wajar. Ditambah lagi dengan make-up mereka. Mereka menjadi semakin aneh. Line Dokubari langsung ilfill dengan line Deimon.
"Kekeke! Kekekeke!" Hiruma tertawa sampai mengeluarkan air mata.
"Sepertinya Hiruma senang sekali," kata Mamori yang memandang aneh ke arah Hiruma.
"Set! Hut! Hut!" teriak Hiruma.
- サソヨウイチ -
Kedua tim berbaris sejajar dan saling bersalaman. Kemudian menunduk memberi penghormatan. Sorak-sorai bahagia terdengar dari penonton di lapangan Deimon. Bagaimana tidak, Deimon berhasil menang melawan Dokubari dengan skor 34-7!
"Deimon membiarkan Dokubari mencetak 7 skor di awal pertandingan!" seru Riko seraya mengibarkan bendera berukuran kecil berlambangkan maskot Devil Bats.
"Lain kali kami tidak akan kalah lagi dengan Deimon!" ucap Kanagushi.
"Kekeke! Kami akan terus mengalahkan kalian!" ucap Hiruma yakin.
Anggota Dokubari pergi meninggalkan lapangan sekolah Deimon. "Kyaa! Hiruma-sama sangat baik membiarkan lawan merebut skor 7 di awal pertandingan! Kyaaa!" teriak salah satu fans Hiruma dan disambut dengan teriak-teriakan histeris lainnya.
Drap.. Drap.. Drap..
Para fans Hiruma mendatangi Hiruma yang sedang duduk beristirahat di sekitar anggota yang lain. Anggota yang lain memandang kearah keramaian itu dengan tatapan bingung. Mereka semua berkumpul di dekat Hiruma.
"Hi-Hiruma-sama, ini aku buatkan bekal. Hiruma-sama pa-pasti lapar sehabis bertanding," kata salah satu fans Hiruma. Dia meletakkan kotak berwarna hitam yang cukup besar di sebelah Hiruma. Kotak itu pasti yang dia maksud sebagai bekal.
"A-aku juga membuat manisan lemon ini," kata fans yang lain seraya meletakan sekotak manisan lemon dingin di atas kotak hitam tadi. Dan tak perlu waktu lama, banyak tumpukan kotak-kotak makanan disamping Hiruma. Hiruma hanya terpaku dengan laptop di pangkuannya. Tapi para fans mengerti dengan sifat Hiruma yang seperti ini. Jadi mereka sudah biasa saja.
"Wah, Hiruma. Kau dapat banyak hadiah dari para fans-mu. Mereka pasti membuatnya dengan sepenuh hati," kata Mamori sambil melihat-lihat apa saja isi kotak-kotak di samping Hiruma itu.
"Biarkan saja mereka, manajer sialan," kata Hiruma. "Hei anak-anak sialan, kalian bisa memakan semuanya. Habiskan sampai perut kalian seperti amu meledak! Kekeke!" ucap Hiruma menunjuk ke arah kotak-kotak disampingnya.
"Tapi masakanku pasti lebih enak," kata Mamori.
"Kau cemburu manajer sialan?" Hiruma menatap Mamori dengan wajah jahil.
"Jangan harap!" kata Mamori yang meniru kata-kata Hiruma.
"Wah! Asik!" seru semua anggota Devil Bats.
"Enak juga punya kapten yang punya banyak fans!" seru Kuroki sambil memilih-milih makanan yang ia suka.
"Iya! Kita bisa ikut makan. Hitung-hitung memperkecil pengeluaran. Uangnya jadi bisa buat beli komik," ujar Togano yang sudah mengambil 4 kotak bekal.
"Aku setuju dengan kalian," kata Juumonji sambil memakan manisan lemon dari fans Hiruma.
"Aku mau cokelat ini," kata Suzuna. Suzuna memegang sebuah kotak berwarna merah jambu yang dihiasi pita-pita berwarna merah.
"Sena, aku dapat pisang goreng! Enak MAX!" seru Monta yang memang menggilai makanan yang bernama pisang.
"I-iya Monta. Kalau terlalu bersemangat, mukamu berubah jadi mirip monyet," kata Sena.
"Mukya! Aku tidak mirip monyet Sena!" bantah Monta.
"Nah, sekarang lebih mirip monyet." kata Juumonji yang disambut dengan gelak tawa anggota Devil Bats.
- サソヨウイチ -
"Hiruma," panggil Mamori. Mamori mengambil posisi duduk disamping kiri Hiruma.
"Hm?"
"Kau masih ingat dengan taruhan kita 'kan?" tanya Mamori seraya melemparkan senyum kemenangan pada Hiruma.
"Kekeke! Kau masih ingat ya, manajer sialan. Kau mau minta apa?" tanya Hiruma.
"Pertama, aku mau kau membelikan semua anggota Devil Bats ice cream! Dengan uangmu sendiri tanpa ancaman!" kata Mamori.
"Kekeke! Hanya itu saja? Itu bukan apa-apa!" ucap Hiruma dengan sombongnya.
"Teman-teman! Ayo ganti seragam kalian! Hiruma akan membelikan kita ice cream!" teriak Mamori.
"Ha?"
"Haa?"
"Haaa?"
"Apa aku tidak salah dengar Anezaki?" tanya Musashi.
"Benar Musashi, Hiruma sendiri yang bilang," jawab Mamori.
"Kekeke! Aku akan membelikan kalian ice cream, sampai tenggorokan kalian beku!" kata Hiruma.
"Ke-kenapa jadi me-menakutkan?" kata Sena.
"Asiik! You-nii jadi baik. Ketularan Mamo-nee," ucap Suzuna.
"Memangnya bisa nular Suzuna." tanya Sena.
Suzuna segera menuju ruang club tanpa menjawab pertanyaan dari Sena. Semua mengganti seragam mereka yang kotor dengan baju mereka yang bersih. Setelah semua selesai, mereka berjalan bersama ke minimarket terdekat untuk membeli ice cream. Minimarket terdekat pastinya Son Son minimarket.
Anggota Devil Bats sibuk memilih-milih ice cream mana yang mereka suka. "Kalian boleh ambil lebih dari satu," kata Mamori. Langsung saja mereka mengambil ice cream yang mereka suka tanpa harus pilih-pilih lagi. Hiruma mengutuk, "Cih."
Sementara yang lain menunggu di luar sambil menikmati ice cream mereka, Hiruma dan Mamori masuk ke dalam minimarket. Hiruma berdiri di depan kasir. Pekerja yang menjadi kasir sudah gemetaran melihat Hiruma, takut rahasianya terbongkar. "Berapa semuanya?" tanya Hiruma dengan wajah datar.
"Se-semuanya 2.100 yen," jawab kasir itu gugup. Hiruma mengeluarkan dompet dari saku belakang celananya. Dan mengeluarkan beberapa lembar uang kertas. Kasir tadi merasa sangat bersyukur karena Hiruma tidak mengancamnya. Ia menunduk dan mengucapkan terimakasih pada Hiruma dan Mamori.
"Hiruma, merk dompetmu disney ya? Kau suka Mickey mouse?" tanya Mamori tidak yakin.
"Kekeke!" Hiruma hanya nyengir sebagai jawabannya.
Sena, Monta dan Suzuna mengucapkan terimakasih pada Hiruma, walaupun tidak ditanggapi sama Hiruma. Tiga bersaudara Ha-ha sudah pulang dari tadi entah kemana. Daikichi dan Kurita juga berterimakasih pada Hiruma. Musashi tidak ikut makan ice cream karena memang ia tidak suka. Setelah berterimakasih, mereka pulang ke rumah masing-masing dengan wajah gembira. Baru kali ini kapten mereka baik kayak gini 'kan?
"Aku punya permintaan lagi Hiruma," kata Mamori. Mamori dan Hiruma masih berada di depan Son Son minimarket.
"Kekeke! Kau benar-benar memanfaatkannya manajer sialan,"
"Kau sendiri yang bilang aku boleh minta apa saja," Mamori menjulurkan lidahnya mengejek Hiruma.
"Apa permintaannya?" tanya Hiruma.
"Aku mau kau..."
TO BE CONTINUED...
Apa permintaan Mamori selanjutnya?
Berapa banyak permintaan Mamori?
Apa Hiruma akan mengabulkan semua permintaan Mamori?
Semua bisa ditemukan di chapter 3 :D
Kekeke
Yang mau lanjut harus review!
Yang log in udah dibalas via PM^^
Balasan review chapter 1 buat yg gak log in :
Angelique rayne : iya ini sekuelnya yang pertama^^ aku juga seneng banget kalau di komik mereka bisa kayak gitu hehe iya^^ ini chapter 2-nya, makasih udah baca dan review :D
Y0uNii D3ViLL : iya^^ Mamo gitu lo hehe waa, ketemu ELF *loncat-loncat* :D saso ELFishy *hug donghae* ini chapter 2-nya, makasih udah baca dan review^^
Review Anda selalu dibutuhkan^^
