Tittle : ANDROPHOBIA

Author : wonkyusister

Main Pair : Wonkyu

Another pair : eunhae

Character : choi siwon , cho kyuhyun, lee sungmin, lee donghae, lee hyukjae, kim kibum. Jessica, heechul, Hankyung. Leeteuk, kangin, seohyun.

Description ;

Jangan! Aku takut! Menjauhlah! Aku mohon! Akkkkkkkkkkkkkkkkk!, aku takut laki laki, aku takut!

Kau tak perlu takut, aku takkan menyakitimu, aku hanya ingni dekat denganmu! Jangan menghindar, hadapi dengan itu kau akan bisa melakukannya!

semua yang ada disini hanya fiktif belaka. bila terjadi kesamaan dengan kehidupan mohon maaf, tapi cerita ini serius beneran gak bercanda murni dari otak aku.


Seorang lelaki besar dengan sebuah balok kayu ditangannya masuk kedalam rumah dengan sebuah dentuman besar, membuat seorang wanita berlarian keluar dari kamarnya, dan tepat saat wanita itu sampai diruang tamu, balok itu melayang dengan cepat mengenai dada wanita itu….

"KYUHYUN" Sungmin yang melihat Kyuhyun jatuh dari tempat duduk langsung berteriak.

Siwon baru saja berjalan beberapa langkah dari depan rumah Kyuhyun saat mendengar seseorang meneriakkan nama Kyuhyun, dengan cepat Siwon kembali berlari kedepan pintu apartemen Kyuhyun dan menemukan Sungmin yang sedang membuka pintu untuk mencari pertolongan.

"Tolong aku, Kyuhyun Kyuhyun"

"Ada apa? Dimana Kyuhyun?" Siwon segara masuk kedalam saat Sungmin memberika ruang untuknya masuk, Siwon melihat Kyuhyun yang tergeletak dilantai tak sadarkan diri.

"Tolong" Sungmin menangis merasa bersalah karena memperbolehkan siiwon masuk kedalam rumahnya.

"Aku akan membawanya kerumah sakit, ayo" Sungmin mengangguk dan membiarkan Siwon mengangkat tubuh Kyuhyun keluar dari apartemennya menuju rumah sakit.

"Terima kasih Siwon ssi, kalau tak ada kau mungkin Kyuhyun masih berada di apartemen" Sungmin dan Siwon sekarang duduk didepan ruangan pemeriksaan Kyuhyun.

"Hmm cheonma, tapi bolehkah aku tak dia kenapa?" Siwon penasaran dengan apa yang terjadi pada Kyuhyun, dan berharap Sungmin mau mengatakan apa yang terjadi.

"Tidak" Sungmin menjawab pertanyaan Siwon tanpa berpikir dua kali, karena Sungmin tau Kyuhyun tidak pernah mau orang lain mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.

"Hmm, baiklah" Siwon diam tergelam dalam pemikirannya sendiri.

Dokter yang menangani Kyuhyun keluar dari ruangan Kyuhyun.

"Sungmin unni" dokter itu memanggil Sungmin . dokter bernama Lee Donghae, langsung memanggil Sungmin saat keluar dari ruangan pemeriksaan Kyuhyun.

"Donghae ya, bagaimana Kyuhyun?" Sungmin beriri didepan Donghae.

"Seperti bisaa, maagnya kambuh, kelelahan, tapi ada sedikit keanehan, dia berkeringat sangat banyak dan seperti terjadi penyempitan dalam pembuluh darah saat sampai disini" Donghae menjelaskan keadaan Kyuhyun kepada Sungmin sambil berjalan keruangannya dan masuk kedalam ruangan itu diikuti Sungmin. Meninggalkan Siwon yang masih duduk diam didepan ruangan Kyuhyun.

"Penyempitan pembuluh darah?"

"Ini seperti efek dari phobianya" jelas Donghae yang selain menjadi dokter umum, juga mengerti tentang dunia psikologi.

"Shit!" Sungmin mengumpat mengingat dialah yang membawa Siwon masuk kedalam rumah mereka.

"Apa yang terjadi?" Donghae melihat raut bersalah dari muka Sungmin.

"Kemaren Kyuhyun mengurus seorang pasien namja, dan tadi pagi, pasien itu datang kerumah untuk mengucapka terima kasih, dan saat namja itu keluar, aku melihat kyuhun sesak nafas dan pingsan begitu saja, aku pikir phobianya akan hilang seiring waktu, tapi kenapa malah tambah parah begini"

"Phobia bukan hal yang mudah untuk dihilangkan Sungmin unni, butuh serangkaian terapi panjang yang harus dilakukan, apalagi untuk Kyuhyun yang segaja membuat dirinya menutupi apa yang sebenarnya dia tahu."

"Maksudmu?" Sungmin bingung dengan apa yang dimaksud oleh Donghae.

"Ia mencoba membuat ingatan tentang masalalunya berubah, unni mengerti? Dia menutup pikirannya tentang suatu masalah dan mengganti masalah tersebut dengan masalah yang lain yang lebih mudah dari masalah yang sebenarnya dirasakan"

"Kalau dia mengubah masalahnya. Kenapa dia masih mengalami phobia?"

"Kenangan yang ditutupinya itu tetaplah kenangan, bagaimana pun menutupinya pasti ada bekasnya, dan phobia ini lah yang menjadi bekas dari kenangan itu, dan kenangan itu akan keluar sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Kyuhyun di masa lalunya"

"Apa yang harus kita lakukan?" Sungmin tak tau mau bagaimana lagi untuk adiknya itu.

"Ada beberapa cara untuk menghilangkan phobia, tapi harus dasar keinginan orang tersebut dan untuk Kyuhyun aku berpikir ini akan seding susah unni"

"Kenapa?"

"Aku sudah pernah mengajaknya untuk melakukan hipnoterapi, tetapi dia menolak mentah mentah, karena dia tahu, saat melakuka hipnoterapi dia akan dibawa masuk kemasa lalu, dan harus membuka lukanya lagi"

"Haah,apa yang harus kita lakukan?" Sungmin menghela nafas berat saat lagi lagi mereka bertemu dengan jalan buntu untuk membantu Kyuhyun.

"Mungkin dengan cara abreaksi atau desentisasi kita bisa membuat Kyuhyun kembali seperti semula, tapi dua cara ini akn membutuhkan seorang namja, ada akan kemungkinan gagal atau Kyuhyun akan lebih parah." Sungmin memandang kosong ke arah Donghae yang juga memandangnya dengan kosong.

"Kenapa kehidupannya begitu sulit" Sungmin menjatuhkan kepalanya keatas meja.

"Sudahlah, nanti kita pikirikan lagi apa yang harus kita lakukan nanti, unni tak pergi melihat kyu?" Sungmin bangkit dari duduknya dan berterima kasih kepada Donghae.

"Kyu, kau tak apa?" Sungmin duduk disebelah Kyuhyun yang sudah sadar dari pingsannya.

"Ne unni, mian" Kyuhyun menundukkan kepalanya karena merasa bersalah telah membuat unninya merasa sedih dan capek karena dirinya yang tak berguna.

"Gwenchanyo, istirahatlah kau mash butuh banyak istirahat" Sungmin teringat kepada Siwon yang dari tadi tak digubrisnya saat bertanya tentang Kyuhyun.

"Siwon ssi" Sungmin berdiri didepan pintu melihat Siwon masih duduk bangku tunggu didepan ruangan Kyuhyun.

"Ah, ye. Bolehkah aku melihat Kyuhyun?" Siwon berdiri didepan Sungmin yang masih berdiri didepan pintu.

"Maaf, tapi sekarang Kyuhyun masih harus beristirahat"Sungmin membungkuk sejenak, saat Siwon akhirnya meninggalkan ruangan Kyuhyun.

….

"Siwon ssi" Siwon berhenti berjalan saat suara seseorang memanggilnya menolehkan kepalanya kebelakang.

"ye? Nugu?" alis Siwon bertaut saat mendengar namanya dipanggil oleh orang yang tak dikenalinya itu.

"Aku Lee Donghae, aku dokternya Cho Kyuhyun" Donghae memperkenalkan diri, melihat Siwon bingung karena dirinya.

"Ah, ada apa?" Siwon berbalik menghadap Donghae.

"Siwon ssi, apa kau yang membawa Kyuhyun kesini tadi?" Donghae penasaran dengan orang yang dari tadi dilihatnya duduk didepan kamar periksa Kyuhyun.

"Ne, wae?" Siwon bingung dengan orang didepannya ini.

"Apa kau menyukai Kyuhyun?" Siwon tercengang dengan pertanyaan frontal yang diberikan Donghae,

"Ne?"

"Apa kau menyukai Kyuhyun?" Donghae mengulangi pertanyaan frontalnya, Donghae berpikir bila Siwon memang menyukai Kyuhyun, mungkin dia bisa membantu Donghae untuk melakukan beberapa terapi untuk Kyuhyun.

"Hmm, mungkin bisa dikatakan begitu" Siwon bingung mimikirkan dirinya yang mengatakan apa yang dirasakkannya pada orang yang tak dikenal.

"Kau tidak yakin?" Donghae mulai ragu untuk meminta bantuan orang yang ada didepannya itu.

"Bu.. bu.. bukannya aku tak yakin, aku baru bertemu dengannya kemaren, aku tak mengerti perasaan ku sendiri, karena aku belum pernah jatuh cinta" lagi lagi Siwon bingung dengan dirinya. Dia bercerita dengan bebas pada Donghae yang padahal baru dia temui kurang dari 10 menit yang lalu.

"Ahh, ya sudahlah" Donghae kembali menutup harapan besarnya karena Siwon tak yakin dengan perasaan sendiri.

"Apa ini ada hubungannya dengan kesehatan Kyuhyun?" Siwon merasa mendapat titik cerah untuk megetahui keadaan Kyuhyun dari dokter yang ada didepannya itu.

"Maaf, aku tidak bisa mengatakan apapun padamu , aku permisi" Donghae melangkah masuk kedalam ruangan meninggalkan Siwon yang lagi lagi tertunduk menyerah.

Siwon duduk didepan rumah sakit dengan muka yang ditekuk sedemikian rupa, mengingat Kyuhyun yang pingsan dan dia tidak mengatahui apapun tentang Kyuhyun.

"Apa aku menyukainya?" Siwon meraba dadanya sendiri.

~Siwon POV~

Sebenarnya apa yang aku rasakan pada Kyuhyun? Aku mencintainya? Apa maksud Donghae tadi, kenapa dia menanyakan apakah aku menyukai Kyuhyun? Apa hubungannya aku menyukai Kyuhyun dengan kesehatan Kyuhyun.

"Siwon ah~" aku melihat appa melambai lambaikan tangannya didepan audi hitam milik adikku.

"Appa!" aku berlari kearah appaku.

"Ada apa ? kenapa kau disini?" appa merangkul tubuhku yang sedikir lebih kecil dari tubuh appa. Berdiri menyender didepan mobil.

"Aku mengantar Kyuhyun yang tadi pingsan setelah aku melihatnya"

"Hmm, begitu"

"Appa" apakah aku harus bertanya tentang cinta pada appaku sndiri? Apa ini tidak memalukan?

"Hmm wae?" sudahlah peduli apa malu atau tidak, aku harus bertanya.

"Mencintai seseorang itu bagaimana rasanyaa?" aku melihat wajah appa yang sepertinya akan tertawa.

"Apa kau khawatir pada Kyuhyun sekarang?" aku ingin membunuh appa ku ini sekarang, kenapa dia malah bertanya kepadaku.

"Appa, aku bertanya, kenapa malah ditanya juga"

"Jawab saja pertanyaan appa " appa berjalan kearah taman rumah sakit dan aku mengikutinya.

"Ya, aku sangat khawatir" kataku masih mengikuti appa mendekati taman.

"Apa kau senang saat melihatnya?" appa duduk disebuah bangku panjang di tengah tengah taman rumah sakit.

"Sangat senang" jawabku menganggung mantap menatap appa.

"Apa kau deg deg an?" hmm sepertinya iya. Aku merasa jantungku berdetak sangat cepat.

"hmm iya" kataku meraba dadaku sendiri

"Apa sekarang kau sedih? Kau masih belum tau keadaan Kyuhyun kan?" bagaimana appa tau ? tanyaku dalam hati.

"Hmmm" aku hanya bergumam dan menganggukkan kepalaku seperti anak kecil yang ditanyai orang tuanya.

"Apa kau pernah merasa seperti ini sebelumnya?" appa tersenyum melihatku yang hanya menatap bingung.

"Tidak appa" aku melihat appaku terseyum lebih lebar melihatku, mungkin itu lebih tepat senyum meremehkan.

"Kau sudah berumur 26 tahun, tapi kenapa belum pernah suka sama orang huh?" 'appa aku ingin membunuhmu sekarang, kenapa kau tak berhenti meledekku'. Tapi ini jawaban hayalanku, aku tak mungkin berkata seperti ini pada appa, bisa bisa aku dicincang.

"Aku tak tahu" aku menggelengkan kepalaku .

"Kau menyukainya Siwon ah" appa merangkul bahuku sambil mengusap lembut kepalaku, jangan berpikir kalau aku adalah anak yang manja, aku tak pernah berkelakuan seperti pada orang lain, aku hanya bermanja manja kepada appa, bahkan pada ummapun aku tak pernah manja seperti ini.

"Hmmm" aku hanya mengangguk merespon perkataan appaku.

"Apa kau terlalu sibuk mengurus perusahaan sampai lupa dengan urusan percintaanmu sendiri?"

"Tidak, aku masih sempat bermain dengan hyukjae dan kibum"

"Yaa sudah, berusahalah mendapatkan Kyuhyun, karena kau akan sangat beruntung bila mendapatkkannya, dan ingat kau punya banyak saingan"

"Beruntung?" aku menyerinyitkan (?) dahiku, karena berpikir keras.

"Dia orang yang sangat penyayang, perhatian,baik dan pintar"

"Saingan?" aku punya banyak saingan ? benarkah? Berarti aku harus berusahan sekuat tenaga.

"Kau tahu, banyak dokter namja yang mengejar ngejar Kyuhyun, walaupun sampai sekarang belum ada yang mampu mendapatkan hatinya." Kenapa appa sepertinya tahu banyak tentang Kyuhyun. Apa apa menyukai Kyuhyun? Ahh tidak mungkin.

"Kenapa appa banyak tahu tentang Kyuhyun?" aku penasaran , mungkin saja appa bisa membantukku mendekati Kyuhyun

"Dia dokter terbaik disini, aset terpenting bagi rumah sakit ini, dan dia adalah tangan kanan appa yang paling patuh, dia sangat bisa diandalkan dan dia pernah menyelamatkan ummamu dulu" menyelamatkan umma? Ahh, aku ingat umma dulu pernah mengalami kecelakaan mobil dan mengalami beberapa patah tulang dan luka di bagian organ dalam, tapi bukannya yang menyelamatkan umma itu Jessica?

"Bukannya yang menyelamatkan umma itu Jessica appa?" aku melihat appa menggelengkan kepalanya.

"Yang menyelamatkan ummamu adalah Kyuhyun, Jessica hanya sebagai dokter pendamping Kyuhyun saat operasi penyelamatan umma, sebenarnya memang Jessicalah yang seharusnya mengoperasi umma tapi saat Jessica tidak sanggup karena itu adalah operasi pertamanya, dan akhirnya Kyuhyun yang seharusnya hanya mendampingi turun tangan untuk mengoperasi ummamu, tapi setelah operasi selesai , Kyuhyun langsung pergi dan berkata kalau yang menyelamatkan ummamu adalah Jessica, karena Jessica memintanya mengatakan itu, agar bisa mendekatimu"

"Kenapa bisa begitu? Kenapa Kyuhyun mau?" appa menggelengkan kepalanya lagi.

"Appa juga tak mengerti, tapi sepertinya Kyuhyun tak ingin membuat masalah dengan Jessica ya, kau tahu dia berasal dari keluarga yang cukup terpandang" aku hanya menganggukkan kepalaku merespon perkataan appa.

"Berarti alasan umma mendekatkanku dengan Jessica adalah ini? Kenapa appa tak menjelaskan kalau Kyuhyun yang menyelamatkan umma?"

"Apa harus? Kyuhyun sepertinya tidak menginginkan itu." Kulihat appa mengeluarkan seringai seperti yang selalu dikeluarkan eumma saat menjahiliku atau jiwon, sungguh keluargaku sangatlah aneh.

"Tapi kalau appa tak mengatakkannya pada umma, umma akan terus memaksaku dekat dengan Jessica" aku mengeluarkan jurus aegyo yang bisaanya ampuh bila kugunakan pada appa, dan tak pernah berhasil jika pada eumma.

"Dekatilah Kyuhyun dulu, saat kau sudah berhasil nanti, appa akan menjelaskan semuanya pada umma, semangat lah" appa melangkah pergi meninggalkanku yang masih duduk dibangku taman.

Kyuhyun kita sepertinya sudah ditakdirkan dari awal untuk bertemu, aku mohon izinkan aku untuk menjadi kau tahu?, kau orang pertama dan kau adalah satu satunya wanita yang aku cintai seumur hidupku dan selamanya. Aku berharap kita akan bersama Kyuhyun ah~

~author pov~

Kyuhyun bangun dari tidurnya mendapati Sungmin tertidur dengan posisi duduk dan kepala diatas kasur Kyuhyun. Kyuhyun duduk memerhatikan Sungmin yang bernafas teratur dalam tidurnya. Kyuhyun mengelus rambut panjang Sungmin dan bergumam lembut

"Unni, mianhae, karena aku kehidupanmu jadi terganggu seperti ini, seandainya orang yang menemukanmu bukan aku, mungkin kau tidak akan seperi ini unni, unni mianhae, jika aku tak egois dan memilih kembali kepada kakekku mungkin unni tidak akan mengurus bocah menyusahkan sepertiku unni, mianhae, mianhae, mianhae,seandainya aku bias melepaskan phobia ini, kau tak akan seperti ini, mianhae, jika aku tidak memiliki tubuh yang lemah seperti ini mungkin aku tidak akan membuat mu susah unni, mianhae, mianhae" Kyuhyun menangis dalam diam sambil terus mengelus rambut coklat gelap lembut milik Sungmin, tanpa Kyuhyun sadari Sungmin terbangun dari tidurnya saat Kyuhyun mulai berbicara tadi, Sungmin menangis menyadari bahwa selama ini Kyuhyun merasa tertekan dengan tubuh yang lemah dan phobianya, Sungmin bangun dari posisi tidurnya dan langsung memeluk Kyuhyun yang terkejut karena Sungmin sedang menangis seperti dirinya.

"Kau tak pernah menyusahkan kyu, kau yang memberikan kebahagiaan padaku setelah sungjin meninggal, kau yang memberikan ku kebahagiaan saat amma appa meninggal, kau yang selalu memberikan kebahagiaan pada ku kyu, jangaan berbicara seperti itu, aku menyayangimu kyu" Sungmin mengeratkan pelukannya pada Kyuhyun. Sungmin sudah tidak memiliki keluarga lagi,saat Sungmin berumur 11 tahun adik Sungmin meninggal karena penyakit jantungnya, dan saat Sungmin berumur 17 tahun umma dan appanya meninggal dunia, saat itu Sungmin dan Kyuhyun hidup dengan uang yang diberikan kakek Kyuhyun dan hasil kerja part time meraka dicafe didekat rumah mereka. Semenjak itu Sungmin hanya hidup berdua dengan kyhyun.

"Hiks mianhae, hik mian unni, hiks hiks"

"Uljima, uljima baby, uljima"

"Hiks mianhae hiks jika hiks aku hiks bisa menghilang phobia itu pasti aku takkan menyusahkan unni, hiks, mian unni, hiks,hiks"

"Kau juga terisiksa seperti ini kyu, aku menyayangimu, aku menyayangimu, kau tak pernah menyusahkan ku"

"Hiks hiks"

"Uljima, istiahatlah" Sungmin membantu Kyuhyun untuk berbaring dengan baik diatas kasur. Kyuhyun bergeser sedikit kekanan tempat tidurnya agar Sungmin bisa tidur disampingnya.

"Unni, tidur disampingku" Kyuhyun menepuk nepuk kasur diseblahnya, Sungmin tersenyum melihat Kyuhyun yang berubah manja dan akhirnya ikut tidur disebelah Kyuhyun.

"Unni, peluk" kyuhyu mendekatkan tubuhnya kearah Sungmin dan mengeluarkan puppy eyes andalannya.

"Kau saat sakit akan sangat imut kyu" Sungmin yang tidak tahan melihat puppy eyes Kyuhyun akhirnya memeluk Kyuhyun.

"Unni, siapa yang membawaku kesini? Tidak mungkin unni kan yang mengangkatku?" Kyuhyun melepas diri pelukan Sungmin.

"Siwon yang membatuku" Sungmin duduk disamping kasur Kyuhyun.

"Hmm, aku harus berterima kasih pada Siwon, tapi…." Kyuhyun menggantung ucapannya mengingat kemungkinan dirinya untuk mengatakan terima kasih pada Siwon sangat kecil.

"Biar unni yang bilang pada Siwon" sungn tersenyum menenangkan Kyuhyun.

"Tapi unni, aku yang harusnya mengucapkan terima kasih, bukan unni"

"Yang penting , kita sudah berterima kasih kan? Lalu apa lagi?" Sungming menautkan alisnya bingung,

"Nanti dia pikir aku tak tahu terima kasih unni" lagi lagi Kyuhyun membantah ucapan Sungmin.

"Kenapa kau harus peduli? Kau punya rasa untuk Siwon? Hmm?" Kyuhyun membulatkan matanya sedangkan Sungmin sedang mengedip ngedipkan matanya menggoda Kyuhyun.

"Unni apa apaan sih, aku hanya ..ahh! sudahlah, suka suka unni saja" Kyuhyun mempoutkan (?)bibir nya lucu, membuat Sungmin tersenyum semakin lebar.

"Haha,kau sangat lucu kyu" Sungmin mengelus rambut lembut Kyuhyun dengan penuh kasih sayang.

"Huh!"

"Sudahlah, kau tidurlah, besok pagi kita Siwon pasti kesini" Sungmin melepaskan pelukkannya pada Kyuhyun.

"Hmm, jaljayo unni" Sungmin menarik selimut hingga menutupi tubuh mereka berdua.

~esok paginya~

Matahari menampakkan dirinya diufuk timur mengganggu setiap insan yang masih setia bergelung dibawah selimut yang menghangatkan tubuh.

"Hoaaah" Kyuhyun menguap lebar untuk memulai harinya di kasur rumah sakit.

"Kyu, ingat kau itu yeoja kyu, jangan begitu" Sungmin keluar dari kamar mandi setelah selesai mandi.

"Kapan aku boleh pulang unni, aku sudah bosan disini" Kyuhyun memulai jurus mengerucutkan mulut andalannya pada Sungmin.

"Sampai dokter mengizinkanmu kyu" jawab Sungmin tampa melihat Kyuhyun dan tetap melanjutkan aktifitasnya menonton tv.

"Áku juga dokter unni , aku merasa aku sudah sehat, berarti aku sudah boleh pulang, cha! Ayo kita pulang" Kyuhyun hendak berdiri turun dari kasurnya saat pintu ruangannya dibuka oleh Donghae, dan Siwon berjalan dibelakangnya, Siwon berdiri didepan pintu berjarak 2 meter dari ranjang Kyuhyun.

"Lagi lagi kau ingin pulang sebelum melakukan pemeriksaan pada lambung mu?" Donghae berdiri berkacak pinggang dihadapan Kyuhyun yang hanya tersenyum tidak bersalah.

"Tapi sungguh unni, aku tidak sakit parah, hanya sakit maag biasa" Kyuhyun menampilkan barisan gigi putih bersihnya sambil memegang tangan Donghae manja.

"Walaupun hanya maag biasa, bukannya harus tetap diperiksakan Kyuhyunssi?" Siwon angkat bicara melihat Donghae yang hampir tidak bisa mengelak dari aegyo Kyuhyun.

"Hmmm, memang harusnya begitu" jawab Kyuhyun, lalu diam menatap Siwon yang tersenyum lebar menampilkan dimplesnya yang dalam.

"Berarti kau mau diperiksa?" Tanya Donghae memastikan .

"Baiklah" kata Kyuhyun, membuat Sungmin, Donghae membulatkan mata, mereka menatap Kyuhyun dan yang tersenyum semakin lebar pada Kyuhyun.

"Waaaaaaah, akhirnya kau mauu kyuuuu" Sungmin memeluk Kyuhyun yang hanya diam menatap Siwon dengan ekspresi yang tak bisa dibaca.

TBC,

haaaaaah, ngerasa seneng banget ada yang mau ngebaca dan ngereview ff aku yang masih biasa biasa aja, makasih banyaak, thank you, gomawoyo..

aku gak tau mau balesnya gimana u,u , takutnya kalau ngebales disini ntar malah nyampah, tapi suer aku ngebaca semua review yang udah di kasih, lagi lagi aku bilang makasih banyak.

aku mau nanya dong, ff ini ngebosenin ya?

sepet gak mau lagi ngelanjutin cerita ini soalnya ada temen yang bilang kalau ceritanya ngebosenin dan rada jelek T.T

mohon bantuannya untuk ff aku ini, makasih ^^