* * part 2
Cast :
- Kim minseok
- Xi luhan
- Kim jongin
- Oh sehun
.
.
Maaf atas ketidaknyamanan di part sebelumnya, hehehe saat ku baca kembali emang jadi kaya gitu jadi maaf yah semoga part ini gak kaya part sebelumny. Dan ff ini emang pernah di post di fb sebelumnya, jadi selamat membaca dan terimakasih udah mau baca ff ini.
.
.
.
"KYAAAAAA EOMMAAA ADA RUSA DI RUMAH KITA"
Minseok menunjuk luhan yang kini tengah menutup telinganya. Sejenak suasana hening, minseok berlari ke luar rumahnya, melihat rumahnya baik baik.
"ini masih rumah ku, aku tak salah masuk rumah, tapi kenapa rusa itu ada di rumah ku? Apa aku hanya berhalusinasi, ah yah mungkin saja,saat aku masuk dia sudah tak ada."
Minseok kembali melangkahkan kakinya ke dapur dan saat melihat dapur di sana tak terlihat siapapun minseok menghelan nafas lega.
"ternyata hanya halusinasi, syukurlah"
Minseok pun melangkahkan kakinya menuju kamarnya, namun saat minseok melewati ruang tengah.
"heh pendek apa di rumah mu tak ada makanan?"
Minseok menggeleng gelengkan kepalanya, dan mulai membalikkan badannya lalu yang dia lihat adl seorang xi luhan yang telah berdiridi depannya.
"KAUUUUUU"
Minseok menunjuk luhan,dan menatap luhan sengit begitu pun sebaliknya dan terjadilah perang tatapan. Sampai ahirnya datang lah jongin dengn piyamanya ,juga rambut basahnya seperti nya dia baru saja selesai mandi.
"hyung kau kira rumah kita ini hutan apa teriak teriak"
Minseok yang mendengar suara sang dongsaeng segeramengalihkan pandangannya ke arah jongin, jongin yang di tatap seperti itu mulai memundurkan langkahnya.
"apa hyung?"
Dan tanpa basa basi minseok menarik jongin ke taman belakang rumahnya, Meninggalkan luhan begitu saja.
"apa maksudnya ini? Mana eomma? Kenapa rusa arogan ini ada di sini? Kau mengetauhinya" minseok bertanya, dan menatap jongin lekat, jongin pun mendudukan dirinya di bangku yang telah ada di taman kecilnya ini.
"aku sendiri kaget hyung, saat aku pulang dia sudah ada dirumah kita, dan aku yakin hyung tak akan pernah mau tau alasan dia ada di sini?"
Jongin menatap sang hyung degan pandangan kasihan .
"katakan lah jongin" perasaan minseok mulai tak enak sepertinya sesuatu akan ayolah di mana ada luhan di situlah kesialan minseok berada.
Jongin menghelankan nafasnya,
"begini hyung, eomma tadi sore pergi menyusul appa ke jepang"
"iya aku tau soal itu"
"nah eomma pergi bersama dengan nyonya dan tuan xi"
Minseok mulai menelan ludahnya kasar
"iya lalu"
"kata tuan xi, dia hawatir akan kita yang hanya tingga lberdua lalu.." jongin menggantungkan kata katannya.
"lalu" minseok semakin mendekatkan dirinya pada jongin,jongin menghembuskan nafasnya
"tuan xi meminta luhan hyung untuk tinggal di sini selama mereka berada di jepang aku tak mau membagi kamarku karna aku tak mau di ganggu jadi hyung harus membagi kamarmu denagn luhan hyung anyeong" jongin menjelaskan dengan satu kali tarikan nafas, setelah itu dia pergi berlari saat sampai dipintu masuk jongin kembali menghadap minseok.
"hyung,eomma , tuan xi dan nyonya xi bilang kalian pasti senang" jongin pun masuk ke dalam.
Minseok yang sedari tadi masih mencerna ucapan jongin masih terpaku di tempatnya, sampai ahirnya .
"ANDWEEEEEEEEEE"
Teriakan minseok menggema, minseok memang senang sekali berteriak ahir ahir ini, minseok mulai melangkah masuk ke rumahnya, dia mengendap ngendap, seperti seorang pencuri, minseok melihat dapurnya kosong,ruang tamunya kosong, ruang keluarga juga kosong, dan satu satunya tempat hanya kamarnya, minseok melangkah mendekati kamarnya membuka perlahan kamarnya, saat pintu kamar itu terbuka, kamarnya masih gelap namun minseok masih tetap waspada siapa tau rusa arogan itu di sana. Minseok masuk ke kamarnya dan menyalakan lampu kamarnya dan ternyata kosong, minseok menghelan nafasnya lega, dia pun mulai menyimpan tasnya di meja belajarnya, mulai melepas pakayannya dan bersiap untuk membersihkan dirinya di kamar mandi, namun minseok menghentikan gerakannya
'tunggu. di rumah ini yang belum ku periksa hanya kamar mandi kamar ku kan jangan jangan" minseok mulai memakai kembali bajunya, dan mulaimelihat ke kamar mandinya dan saat minseok masuk ternyata kosong . sekarang minseok sungguh terlihat seperti orang bodoh, oh ayo lah di rumahnya sendiri dia terlihat seperti seorang pencuri, ini sungguh tindakan paling bodoh.
.
Setelah cukup minseok membersihkan dirinya, dia pun ke luar dari kamar mandinya, minseok hanya memakai handunk yang melingkar di pinggangnya , dia pun mulai membuka lemarinya.
KRETTT
Pintu kamar minseok terbuka,
"heh pendek aku akan tidur di sini mu..."
Kini luhan menatap minseok yang setengah dari tubuhnya terexpos tanpa berkedip , minseok pun menatap luhan, dan sedetik kemudian
"KYAAAAA RUSA MESUMM"
Teriakan minseok kembali menggema dirumah ini, minseok menarik selimutnya dan melempari luhan dengan apa pun yang bisa dia lempar, dan naasnya semuanya tepat mengenai luhan, luhan pun mulai mundur dan saat luhan telah berada di luar, minseok menutup kamarnya rapat-rapat, minseok bersandar di balik pintu dengan wajah memerahnya. Sedangkan luhan menggedor gedor pintu kamar minseok,
.
.
Cukup lama luhan menunggu, sampai ahirnya pintu kamar itu terbuka dan menampak kan seorang kim minseok dengan piyamanya. Luhan mendorong tubuh minseok agar tak menghalanginya masuk, minseok mendengus kesal
"kau terlihat seperti seorang gadis"
Luhan terkikik geli mengingat raut wajah minseok tadi. Minseok menatap luhan garang
"kau tidur di bawah rusa"
Luhan menatap minseok tak percaya
"APA TADI KAU BILANG? Aku seorang XI LUHAN harus tidur di bawah tentu saja tidak."
"lalu apa maumu haruskah aku membagi ranjangku dengan mu ?"
"kenapa tidak, bukankah ranjangmu cukup untuk 2orang kim minseok, ah seookie"
"KYAAAA, berhenti memanggil ku seperti itu aku merinding"
"bukankah kita pernah tidur bersama dulu"
Minseok menatap tajam luhan
"itu dulu sekarang aku tak sudi untuk berdekatan dengan mu rusa arogan "
"kenapa?"
"karna aku tak suka dan menjauh lah dariku"
Luhan tak membalas perkataan minseok, dia malah melangkah keranjang minseok dan membaringkan tubuhnya, mata minseok membola sempurna melihat apa yang di lakukan luhan
"yakk apa KAU tuli hah"
"jika kau tak mau tidur di sini tidurlan di bawah"
Luhan melemparkan satu bantal ke arah minseok, minseok mendengus kesal, oh ayolah minseok pasti lebih memilih tidur di bawah dari pada harus satu ranjang dengn luhan. Minseok mulai membaringkan tubuhnya di lantai kamarnya dengn alas sebuah selimut. Minseok membenci situasi ini,
Sementara itu di kamar sebelah tepatnya di kamar jongin, dia terus menutup telingannya, sejak sang hyung pulang rumah ini begitu berisik,jongin mulai meragukan perkataan sang eomma tentang ke 2 orang itu
[FLASHBACK]
Di dapur jongin terus ber gelayut di tangan sang eomma
"eomma aku ikut saja dengan eomma aku tak mau ber ada ditengah tengan minseok hyung dan luhan hyung"
" memangnya kenapa?"
"eomma tak tau hubungn mereka seperti apa? Aku bisa matibila bersama mereka"
"kau ini, eomma jelas tau hubungn mereka"
"bagai mana eomma tau?"
"waktu itu kau masih kecil jadi kau tak mungkin ingat dengan keluarga xi, tapi minseok pasti ingat apa lagi pada luhan" jongin menatap sang eomma tak percaya
"apa itu benar?"
"tentu saja mereka kan sahabat dekat di mana ada minseok pasti ada luhan, jadi kau tak perlu hawatir tentang mereka"
"eommma" jongin sangat ragu pada kata kata sang eomma, karna oh ayo lah jongin sudah melihat dengn mata kepalanya sendiri bagai mana hubungn minseok dan luhan.
"eomma yakin minseok pasti senang bila mereka tinggal bersama."
Jongin hanya mengempotkan bibirnya
[FLASHBACK END]
Jongin benar benar menyesali sang eomma, dia tak habis pikir bagai mana mungkin kalo minseok dan luhan dulunya bersahabat , siapa pun takakan percaya bila melihat mereka sekarang .
.
.
Hari sudah pagi minseok telah siap dengn seragamnya, dan minseok pergi begitu saja tanpa membangunkan luhan yang masih tertidur pulas,minseok mengetuk pintu kamar jongin.
"yakkk kim jongin bangun"
Dan tak lama kemudian jongin membuka kamarnya,
"KYAAAAA. Kau kenapa jongin ?"
Minseok menjerit melihat tampang jongin yang lebih mirip seperti zombi lingkaran hitam di bawah matanya, rambut acak acakan, wajah pucat dan pakayannya yang berantakan.
"ini karena kalin semalam berisik sekali aku tak bisa tidur sama sekali, eomma bawa aku pergi dari sini"
Minseok, menggaruk tengkuknya yang tak gatal, jongin segera menutup kamarnya , minseok pun segera menyiapkan sarapan untuk dia dan jongin lalu untuk luhan, tentu minseok tak akan pernah sudi menyiapkannya untuk luhan,minseok kini merasa bersalah pada jongin , memang setelah minseok tidur dibawah terjadi pertengkaran kecil antara dirinya dan minseok . minseok mungkinber pikiran itu pertengkaran kecil tapi orang lain akan mengira itu adalah awal dari perang dunia ke 3
Jongin dan luhan keluar bersamaan, minseok sudah duduk dimeja makan dengan sepotong roti di tangnnya dan di samping minseok ada satu piring roti dan segelas susu yang pastinya ia siapkan untuk jongin. Jongin duduk di samping minseok dan luhan duduk di depan minseok
"hanya roti?" tanya luhan pada minseok
"lalu kau mau apa" jawab minseok datar suaranya sudah hamper habis karna luhan, dan minseok sedang tak mau bertengkar dengn luhan di pagi yang cerah ini.
"apa kau tak tau aku setiap pagi harus makan nasi"
"kalo begitu pulang lah ke rumahmu dan jangan pernah kemari lagi"
"sudah ku katakan kan semalam aku tak bisa pulang "
"kalo begitu jangan protes makan lah apa yang tersedia"
"apa yang kau sediakan untuk ku tak ada sama sekali"
"kau bisa membuatnya sendiri rusa "
"kau benar benar. Dasar pendek."
Jongin yang sudah tau akan seperti ini hanya memandang ke 2orang ini, jongin semakin tak percaya bahwa dulu mereka memang benar pasti ada alasannya kenapa mereka bisa sampai seperti ini. Luhan terus menatap jongin , dan minseok yang melihat itu mulai tak suka
"apa yang sedang kau lihat rusa" luhan pun mengalihkan pandangnnya pada minseok dan menatap lekat minseok, minseok yang ditatap merasa risih
"apa" galak minseok
"kau anak pungut nyonya kim yah" kalimat itu terlontar dengn indah dari bibir luhan , minseok menajamkan tatapannya pada luhan, dan kini mulai muncul persimpangan di dahi minseok.
"yak jongin kau kenal lee taemin dari kelas 2d?" jongin hanya mengangguk sebagai jawabannya.
"kau lebih mirip dengnnya dari pada dengn si pendek ini"
"YAKK TUTUP MULUTMU RUSA SIALAN"
"itu memang kenyataanya kan"
"KAU TAK PERNAH MEMAKAI OTAK MU UNTUK BERBICARA YAH"
Jongin segera saja meneguk habis minumannya, dia merasa ini akan berlangsung lama
'aku seperti seorang anak yang melihat pertengkaran appa dan eommanya saja ' batin jongin dan segera pergi dari tempat itu saat jongin akan pergi.
"AKU BERANGKAT DULU YAH APPA EOMMA, YANG AKUR LAH KALIAN JIKA INGIN MELIHAT AKU TUMBUH DENGN BAIK"
Teriak jongin dan setelah itu dia pergi sebelum sang hyung mematahkan lehernya.
"YAKKK KIM JONGIN"
Minseok menatap luhan yang juga sedang menatapnya.
"apa yang kau lihat rusa?"
Luhan mengalih kan pandangnnya begitu pun minseok mereka mulai menghabiskan roti mereka masing masing tanpa suara. Dan hanya mengeluarkan aura hitam yang membara dari masing masing pihak.
.
Jongin keluar dari rumahnya dia melihat seseorang yang terus mengintip rumahnya. Jongin pun membuka gerbang rumahnya , namja itu menatap lekat namja di hadapannya
"ada apa?"
"apa luhan hyung ada di dalam?"
"kau sedang menunggunya?"
"iya"
"kurasa sebaiknya kau tak menunggunya karna aku yakin pasti akan lama"
"ohyah "
"mungkin"
"kalo begitu mau ku antar kau ke sekolah"
Jongin menatap mobil sport di samping namja itu dan kembali menatap namja itu.
"tak usah aku bisa berjalan, lagi pula mobil mu itu menghalangipejalan kaki"
Dan dengn ucapan itu jongin pun melangkah pergi meninggalkan namja yang kini telah tersenyum menatap kepergiannya
"namja yang menarik, meski lingkaran hitam di wajahnya itu lumayan mengganggu"
Dan tak lama kemudian minseok ke luar dan di belakangnya ada luhan, sehun namja yang sedari tadi menunggu luhan menatap minseok dan luhan bergantian. Minseok melewati sehun.
"mobil mu itu menghalangi pejalan kaki jadi cepat singkirkan"ucap minseok sebelum meninggalkan sehun dan luhan
"yakk oh sehun hilangkan tampang bodohmu itu"
Sehun segera memandang luhan tak percaya
"dia dan kau tinggal bersama?"
"jangan bertanya."
Luhan segera memasuki mobil sehun
.
.
Minseok mulai duduk di bangkunya, suho yang melihat wajah kusut minseok mulai menatap minseok
"sekarang apa lagi?"
"suho aku rasa aku akan mati, huaaaa"
Suho hanya bisa mengelus punggung minseok, memberi ketenangan pada minseok. Suho tau minseok tak suka di tanya tanya mengenai masalahnya,minseok bukan orang yang suka bercerita tentang masalahnya, minseok lebih memilih berdiam diri dan memikirkan solusi dari masalahnya seorang diri. Suho tau saat di mana minseok sudah tak bisa menahanya dia juga akan bercerita sendiri, suho memang sangat penyabar.
Jam istirahat telah berbunyi, minseok lebih memilih pergi kelapang basket dan menghirup udara segar di sana,minseok mendudukan dirinya di bangku penonton, memang lapang basket di sekolahnya ini terkenal dengn kesejukan udaranya karna lapang ini di kelilingi oleh pohon rindang .
Dia pun mulai menutup matanya dan merasakan udara segar
BRUKKK
Minseok merasa kepalanya berkunang kunang sekarang. Sebuag bola basket melayang tepat di kepalanya , minsok berjanji akan mematahkan kaki sang pelakunya
"apa kau baik baik saja? "
Sebuah suara membuat minseok mulai berdiri dan saat dia berdiri yang dia lihat hanya dada bidang sang pelaku. Minseok mendongkakkan wajahnya, minseok menedip ngedipkan matanya lucu. Katakanlah minseok terpesona pada namja didepannya.
"apa kau baik baik saja? "
Tanya namja itu lagi, minseok pikir dia tidak dalam keadaan baik baik saja karna kini minseok setia melihat wajah namja di hadapannya,hei bahkan minseok lupa akan janjinya bahwa dia akan mematahkan kaki pelaku pelemparan bolanya
"apa kau baik baik saja ?"
Namja itu kembali bertanya pada minseok, minseok tersenyum,dan mengnggukan kepalanya. Sampai pada ahirnya namja itu menganggukan kepalanya dan mengmbil kembali bola yang tergeletak di samping minseok
"aku minta maaf aku tak sengaja " lagi lagi minseok hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban
"aku sering melihat mu di sini."
Minseok terus menatap namja itu, namja itu mendudukan tubuhnya, minseok pun mendudukkan tubuhnya di sebelah namja tersebut
"aku kris " namja itu mengulurkan tangnnya , minseok menatap tangan kris dan terus tersenyum, kris menatap minseok.
"aku kris dan kau?" minseok kembali melihat wajah kris.
"oh maaf aku minseok kim minseok " minseok menerima jabatan tangn kris, kris tersenyum, dan seakan terbang ke awan minseok merasa dia ada di surga setelah lama berada di neraka.
"apa yang sedang kau lakukan di sini?"
"hanya merasakan udara " kris mengangguk, dan keadaan hening untuk sesaat, kecanggungn melanda mereka berdua,
"apa kau sudah makan" kris mulai berbicara. Minseok hanya menggelengkan kepalanya
"baiklah sebagai pemintaan maaf ku aku akan menteraktir mu makan"
"tak perlu kris" kris tak menghiraukan penolakan minseok dan menggenggam tangan minseok, lalu menarik minseok, selama perjalanan minseok hanya menatap pergelangan tangannya. Saat tiba di kantin. Kantin yang tadinya ribut seperti pasar minggu tiba tiba hening seperti kuburan saat kedatangn kris dan minseok, semua mata tertuju padanya. Minseok yang memang tak pernah perduli lebih memilih diam dan mengikuti kemanapun kris pergi. Ahirnya merek amemutuskan untuk duduk di ujung kantin.
Minseok kembali ke kelasnya, dia duduk di tempatnya dengan senyum yang tek pernah pudar, suho menatap minseok,
"sejak kapan kau mengenal kris?"
Suara suho berhasil membuat minseok menatapnya .
"kau mengenalnya?'
Suho menepuk jidatnya. Apa yang namja manis di sampingnya tau sih sebenarnya?
"kris itu salah satu pangeran sekolah minseok, dia orang ke2 setelah luhan, tapi sikap dinginnya membuat semua orang enggan berada didekatnya, juga dia tak pernah terlihat bersama orang lain dia selalu sendiri tapi tadi di kantin dia datang bersamamu, dan yang lebih mencengngkan lagi, dia menggenggam tangn mu,"
"apa yang kau katakan itu benar?" tanya minseok polos, suho hanya dapat meratapi nasibnya selama 3 tahun dia bersekolah di sini apa hanya luhan yang dia kenal?.
"aku sungguh sungguh minseok dan sepertinya kau akan lebih terkenal dari kemarin"
Minseok hanya menghelankan nafasnya jengah hari yang berat akan di mulai, pikir minseok tapi senyum kembali mengembang di bibirnya, tapi meski begitu ada satu hal baik yang terjadi dalam hidupnya yang menyedihkanahir ahr ini yaitu bertemu dgn kris.
.
.
Minseok melangkah dengn gontai ke rumahnya, mengingat rumah minseok serasa ingin mati saja. Minseok segera membuka pintu, di lihatnya rumahnya masih sepi berarti jongin dan... dann yah rusa itu belum pulang,minseok segera mengganti pakayannya dan membersihkan badannya, minseok segera melesat ke dapur,dan memasakan makanan untuk penghuni rumah lainnya. Minseok menata masakanya di meja makan dan duduk menunggu yang lainnya pulang . saat sedang menatap makannannya minseok berpikir dia seperti ibu rumah tangga yang sedang menunggu kepulangn anak dan suaminya, minseok tersenyum namun senyumnya hilang dalam sekejap
"tunggu jika anakku adalah jongin maka suamiku adalah...KYAAAAAAA ANDWEEEE "
"apa kau sudah gila karna berhasil berkencan dengan kris"luhan duduk tepat di depan minseok minseok menatap luhan .
"apa yang kau lihat?"
Minseok mengalihkan pandangannya pada jongin yang juga sudah pulang dan kini duduk di sampingnya.
"wah hyung kau memasak makanan?"
Minseok hanya mengangguk. Dan ahirnya mereka mulai berdoa dengan luhan yang memimpin doa. Jongin senyum senyum sendiri melihat situasi ini, mereka pun memulai makan mereka denagn tenag namun ketenangn itu tak berlangsung lama
"apa yang kau masak ini "Tanya luhan
"memang kenapa" kini minseok yang bertanya, jongin memutar bola matanya dia yakin sekali setelah ini akan ada teriakan teriakan di rumah ini.
"aku tak suka kau tau"
"KALO TAK SUKA JANGAN KAU MAKAN BERESKAN"
"BAGAI MANA BISA KAU BERBICARA SEPERTI ITU"
"TENTU SAJA KAU KAN HANYA MENUMPANG DI RUMAH INI JADI AKU YANG BERKUASA DI SINI"
"HEH KAU TAU PENDEK TAMU ITU ADALAH RAJA JADI KAU HARUSMELAYANIKU"
"SAMPAI MATI PUN AKU TAK MAU "
"MULAI BESOK KAU HARUS MEMASAKAN AKU MAKANAN KESUKAAN KU "
"KAU PIKIR AKU PEMBANTU MU"
"INI BUKAN PERMOHONAN TAPI INI ADALAH PERINTAH ''
"APA KAU BILANG" minseok mulai berdiri dari duduknya begitupun luhan . mereka saling menatap dan jongin segera membereskan bekas makannya
"aku selesai , ya tuhan tolong lah biarkan keluarga kecil ini hidup bahagia amin"
Minseok dan luhan menatap kepergian jongin
"selamat malam appa eomma"
Jongin segera memasuki kamarnya sebelum sebuah sendok melayang ke arahnya.
.
.
Kini minseok sedang duduk di meja belajarnya , dia harus mengerjakan tugasnya, dan saat dia membereskan buku bukunya minseok menatap buku bersampul kuning,buku itu adalah buku milik anak kelas luhan yang membantunya, minseok membuka buku itu dan di sana terdapat sebuah nama dengan huruf cina minseok mencoba membacanya
"wu... "
"yi...
" wu yi fan bodoh." Minseok berbalik tepat di belakangnya telah berdiri seorang xi luhan
"sebenarnya apa yang ada di kepalamu itu?"
Minseok lebih memilih kembali mengerjakan tugasnya dari pada meladeni luhan.
"sudah sejauh mana hubungn mu dan kris"
"bukan urusanmu"
"bukan hanya makan berdua di kantin bahkan bukunya pun ada pada mu"
Minseok menatap luhan.
"apa kau tak tau buku itu milik siapa?"minseok hanya mengngguk lucu
"aku menyesal memberi taukanya padamu"
Luhan membaringkan tubuhnya sedangkan minseok terus tersenyum, mengetahui siapa pemilik buku itu, minseok punmulai mengerjakan tugasnya.
Waktu sudah menunjukan jam 01:30 minseok sudah tak kuat dia memilih tidur tanpa membereskan meja belajarnya, dia pun mulai membaringkan tubuhnya di ranjangnya.
Teng
Teng
Teng
Suara dari alaram benar benar mengganggu pendenagran minseok, minseok pun meraih jam wekernya dan mematikan alaramnya, minseok kembali memeluk sesuatu yang memang sudah dia peluk, rasanya sangat hangat dan nyaman,
"sampai kapan kau akan tidur? Kau harus menyiapkan makanna untukku"
Minseok mulai membuka matanya minseok mendongkakkan wajahnya matanya membulat sempurna . posisinya kini tengah memeluk luhan, dan sekarangwajah luhan tepat berada di depan wajahnya bahkan hidung mereka bersentuhan.
'jadi semalam aku tidur bersmanya dan aku terus memeluk tubuh rusa ini ' batin minseok menerka nerka tak ada perubahan posisi sampai
"KYAAAAAAAAA MENJAUH DARIKU RUSAAA"
BRUKK
"AWWWW"
.
.
.
.TBC/END
Mian jika membosankan. Jangan lupa komen juga keritik dan sarannya.
RNR ne
Gomawo udah mau baca.
