Di sebuah kamar bernuasa putih, terlihat seorang namja manis yang sedang sibuk memainkan ponselnya. Sesekali namja itu melirik ke arah jam yang tergantung di dinding kamarnya.
"Appa sama hyung sudah berangkat belum ya." Gumam namja itu yang bernama kim yesung.
Beberapa saat kemudian terdengar suara mobil perlahan terdengar menjauh.
Yesung yang mendengar suara mobil appanya yang sudah menjauh bergegas keluar dari kamar.
Beberapa hari ini ia sengaja menjauhi appanya,
Semenjak pertengkaran dengan sang appa beberapa hari yang lalu.
Yesung berjalan menuruni tangga dan melangkahkan kakinya ke arah ruang makan.
"Annyeong ajumma." sapa yesung pada maid yang biasa bertugas membersihkan rumahnya.
"Annyeong tuan muda." balas jung ajumma.
Yesung mendudukan dirinya di kursi meja makan sambil mengambil roti yang langsung ia oleskan selai
"Tuan muda kenapa baru sarapan?" Tanya jung ajumma sambil memberikan segelas susu kepada yesung.
"Itu karena aku bangun kesiangan ajumma." Balas yesung berbohong.
"Akhir-akhir ini tuan muda selalu bangun kesiangan dan selalu melewatkan sarapan tugas kuliahnya belum selesai?" Tanya jung.
"Ne ajumma tugas kuliah sungie belum selesai jadi akhir-akhir ini sungie tidur klarut malam." Kata yesung berbohong lagi.
"Oh begitu. Ya sudah tuan muda lanjukan saja sarapannya,ajumma permisi dulu mau membersihkan kamar tuan muda sungmin." Jawab jung ajumma sambil beranjak meninggalkan yesung di ruang makan.
Yesung hanya menganggukan kepalanya.
Beberapa menit setelah jung ajumma pergi kekamar sungmin,terdengar suar bel rumah yang berbunyi, dengan malas yesung berjalan ke arah pintu dan membukanya.
Saat pintu terbuka terlihat sosok namja yang sangat yesung kenal, sedang membawa sebuket bunga lily.
"Ada perlu apa kau kemari." Tanya yesung dengan nada dingin, namun sebernarnya ia terkejut dengan kedatangan siwon.
"Ini untuk mu." Kata siwon yang bukanya menjawab omongan yesung melainkan memberikan bunga lily yang ia bawa kehadapan yesung.
Namun yesung diam tidak berniat untuk mengambil bunga itu.
"Aku butuh jawabanmu ada perlu apa kamu kemari? Dan Aku tidak perlu bunga ini." kata yesung sambil menepis bunga pemberian siwon.
"Aku ingin menemuimu dan mengajak mu pergi." kata siwon yang sebenarnya sedikit kecewa dengan sikap yesung.
"Dulu aku sangat senang kamu mengajak ku pergi namun sekarang jangan harap aku mau pergi dengan mu lagi. kamu pasti tau apa jawaba ku?" Kata yesung yang langsung menutup pintu dengan keras.
'Blamm'
Siwon hanya menghela nafas sambil menaruh bungan lily di depan pintu,
dan setelah itu ia berjalan ke arah mobilnya dan memutuskan untuk kembali kerumah sakit.
Sementara itu yesung bersandar di pintu sambil memegangi dadanya yang terasa sakit, karena sebernanya dalam hati yesung masih memendam rasa cinta terhadap siwon.
Setelah menenangkan dirinya. Yesung berjalan kearah kamarnya untuk bersiap-siap menemui ryeowook, karena hari ini ryeowook sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit.
.
Saat yesung membuka pintu rumahnya ia melihat sebuket bunga lily yang tadi dibawa siwon.
yesung memungut bunga itu dan memutuskan membawanya ke dalam.
"Ajumma." panggil yesung
"Ne tuan muda." jawab jung ajumma yang berjalan ke arah yesung.
"Tolong taruh bunga ini di vas dan letakan di kamar ku." suruh yesung sambil memberikan bunga kepada jung ajumma.
"Ne tuan muda." jawab jung ajumma seraya mengambil bunga itu.
"Gomawo ajumma, aku pergi dulu." Pamit yesung sambil berjalan meninggalkan jung ajumma.
.
Saat ini yesung sudah berada di kamar ryeowook tak lupa ia membawakan beberapa macam buah untuk sahabatnya itu.
"Sungie kenapa dari tadi aku lihat wajahmu murung?" Tanya ryeowook.
"Ah gak apa-apa kok wookie, Aku cuma lagi kesel sama appa?" Jawab yesung.
"Emangnya apa yang sudah appa mu lakukan,Hingga membuat mu kesal?" Tanya ryeowook yang penasaran.
"Sudahlah wookie jangan di bahas, aku tidak mau mengingatnya lagi." Jawab yesung yang enggan membahas masalahnya dengan appanya.
"Ne" kata ryeowook pasrah karena dia tau bahwa sahabatnya ini tidak bisa di paksa.
Setelah itu mereka saling diam dengan fikiran masing-masing.
"Sungie apakah kamu kenal dokter siwon?" Tanya ryeowook setelah beberapa saat hening.
"Dari mana kamu kenal siwon?" Tanya yesung balik.
"Itu karena dia dokter yang merawat aku. Berarti benar kamu kenal dengan dokter siwon." Kata ryeowook.
"Ne aku sempat mengenalnya." Kata yesung dengan nada cuek.
"Waktu itu dokter siwon sempat menanyakan kabar mu kepadaku." Jelas ryeowook.
"Eh dari mana siwon bisa tau kalau kamu itu mengenalku Padahal aku belum pernah mengenalkannya pada mu?" Tanya yesung sedikit terkejut.
"Kamu masih ingat waktu itu kita mengobrol di telefon, saat itu ada dokter siwon kebetulan ingin memeriksa ku dan tak sengaja ia mendengar obrolan kita saat itu aku jaga menyebut nama mu." jawab ryeowook.
"Oh begitu" kata yesung cuek.
"Kamu dan dokter siwon pacaran ya?" Tanya ryeowook dengan ucapan menggoda.
"Eh itu tidak benar,kamu tau kan aku benci dengan dokter dan mana mungkin aku suka dengan dia? Jawab yesung dengan nada dingin.
Ryeowook yang mendengar jawaban yesung yang terkesan dingin tidak mau melanjutkan pertanyaan, karena ia tau kalau sahabatnya ini sangat anti dengan yang namanya dokter.
.
.
Keesokan harinya siwon datang lagi kerumah yesung dengan membawa boneka kura-kura kesukaan yesung.
Ting... tong...
Siwon memencet bel rumah yesung.
Beberapa saat kemudia pintu terbuka memperlihatkan sosok seorang ajumma.
"Annyeong ajumma." Sapa siwon sambil sedikit membungkukan badannya.
"annyeong.. tuan ini siapa dan ingin menemui siapa?" Tanya jung ajumma ramah.
"choi siwon imnida. Saya ke sini ingin bertemu yesung, dan apakah yesung ada di rumah ajumma?" Tanya siwon.
"Ne tuan muda yesung ada dikamarnya. Silakan masuk dulu tuan biar saya panggilkan tuan muda yesung dulu." Kata jung ajumma sambil mempersilakan siwon masuk.
"ne gomawo ajumma."kata siwon sambil berjalan masuk.
"Tuan siwon tunggu di sini sebentar saya panggil tuan muda yesung dulu" kata jung ajumma sambil menyuruh siwon untuk duduk.
"Ne ajumma" kata siwon sambil menduduka dirinya di sofa.
Jung ajumma berjalan ke arah kamar yesung.
tok..tok...tok
"Tuan muda ada yang ingin bertemu anda" kata jung ajumma sambil mengetuk pintu kamar yesung.
Yesung yang mendengar suara jung ajumma membuka pintunya.
"Ne ajumma siapa yang ingin menemuiku?" tanya yesung.
"Namanya choi siwon,tuan muda."jawab jung ajumma.
'Dia lagi.'batin yesung.
"Suruh dia pulang aja ajumma dan bilangin kepadanya aku tidak mau bertemu dia" kata yesung dengan nada malas
"Ne tuan muda"jawab jung ajumma yang sebenarnya yang sedikit kaget dengan omongan yesung.
jung ajumma pun perjalan menghampiri siwon. ada rasa kasihan terhadap siwon karena ia di acuhkan oleh tuan mudanya.
"Maaf tuan. Tuan muda yesung tidak ingin di ganggu katanya dia lagi sibuk mengerjakan tugas kuliahnya." Kata jung ajumma yang berbohong kepada siwon karena menurut jung ajumma perkataan yesung terlalu kasar.
"Oh begitu,,, ya udah ajumma aku titip ini aja untuk yesung" kata siwon sambil berdiri dan memberika boneka kura-kura di tanganya kepada jung ajumma.
"Ne tuan, saya akan berikan boneka ini kepada tuan muda yesung" kata jung ajumma sambil mengambil boneka yang siwon berikan.
"Baik lah, ghamsahamnida ajumma, saya permisi pulang dulu" kata siwon sambil berjalan ke arah pintu.
"Ne tuan"kata jung ajumma sambil mengatarkan siwon sampai depan pintu.
Saat siwon sudah benar-benar pergi yesung keluar dari kamarnya dan mendekati jung ajumma.
"Dia sudah pergi?" Tanya yesung basa basi padahal sebenarnya dari tadi ia memperhatikan jung ajumma saat mongobrol dengan siwon dari atas.
"Sudah tuan, dia menitipkan ini buat tuan muda." kata jung ajumma sambil memberika boneka kura-kura kepada yesung.
Dengan ragu yesung mengambil boneka kura-kura itu.
"Ya sudah tuan muda saya permisi dulu ke dapur." kata jung ajumma sambil berjalan ke dapur.
Sedangkan yesung masih diam melihat boneka kura-kura pemberian siwon.
Sampai ia tersadar dengan perkataan jung ajumma yang sudah berlau ke arah dapur.
Yesung pun melangkahkan kaki nya ke kamar.
Sesampai di kamar ia mendudukan dirinya di kasur sambil memegangin boneka kura-kura pemberin siwon
"Kemaren bunga sekarang boneka,
Kenapa kamu tidak menyerah sih wonnie
Kalau begini terus aku akan susah melupakan mu?" kata yesung lirih.
"pokoknya kalau besok kamu datang lagi aku akan memberi kamu pelajaran yang akan membuat mu tidak akan mendekatiku lagi." Tekat yesung.
sementara itu di mobil siwon merasa sedih karena sikap yesung yang menjauhinya.
"Apa sebegitu bencinya kamu kepada appa ku hingga kau terus menjauhi ku?" Kata siwon dengan nada sedih.
Namun lama kelamaan siwon merasa dirinya tidak boleh menyerah begitu.
"Masih ada hari esok,, faigthing" kata siwon sambil menyemangati dirinya sendiri.
.
Keesokan harinya siwon kembali datang. Sebelum dia memencet bel pintu rumah yesung, siwon menghebuskan nafas perlahan untuk menyiapkan diri kalau saja yesung mengusirnya lagi.
Ting...tong...
Tak berapa lama pintu terbuka, namun kali ini bukan yesung atau pun jung ajumma yang membuka pintu melaikan sungmin.
"Annyeong siwon-ah." sapa sungmin.
"Annyoeng sungmin-ah." Jawab siwon.
"Silakan masuk siwon pasti kamu ke sini ingin bertemu yesung kan?" tanya sungmin sambil menyuruh siwon masuk.
"Ne.. " Jawab siwon sambil berjalan masuk kearah ruang tamu.
"Appa.. kita kedatangan tamu dokter tampan."teriak sungmin heboh.
Membuat siwon terseyum dengan omongan sungmin, apa lagi dia di bilang dokter tampan.
Teriakan sungmin membuat kangin menoleh dan ternyata di situ juga ada yesung yang sedang membaca buku.
"selamat pagi ajusshi,yesung." Sapa siwon sedikit membukuk.
"Pagi siwon-ah, silakan duduk" balas kangin sambil menyuruh siwon duduk.
Namun berbeda dengan yesung yang hanya diam berpura-pura tidak mengdengar sapaan siwon.
Siwon pun duduk dan menoleh ke arah yesung yang sedari tadi menyibukan dirinya dengan membaca dan siwon lagi-lagi harus tersenyum kecut karena di acuhkan kembali.
Kangin yang melihat hanya menghela nafas dan mereasa kasian kepada siwon.
"Siwon-ah pagi-pagi kau sudah datang ke sini apakah kamu tidak kerumah sakit?" Tanya kangin membuat siwon mengalihkan pandanganya dari yesung.
"Tidak ajusshi hari ini aku libur." Jawab siwon sambil terseyum
Yesung yang sedari tadi membaca terkadang mencuri-curi pandang ke arah siwon. Sungmin yang juga duduk di situ melihat tingkah yesung menahan tawanya melihat tingkah yesung.
"Oh begitu." Saut kangin.
"Ne ajjushi dan kenapa ajjushi tidak kekantor juga?" Tanya siwon sedikit basa basi.
"Kamu lupa ya siwon-ah kalau sekarang hari minggu." Jawab kangin dengan nada bercanda karena ia menyadari bahwa siwon masih merasa canggung.
"Ah ne..saya lupa ajusshi he..he..he." Kata siwon sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
Membuat semua yang ada di sana tertawa minus yesung karena dia lebih sibuk membaca kebukunya. namun diam-diam tersenyum dibalik buku yang ia baca saat melihat tingkah siwon.
"Siwon-ah pasti kamu kesini ingin mengajak yesung jalan-jalan bukan?" Tanya sungmin dengan nada menggoda.
Membuat siwon tersenyum namun beda dengan yesung yang tidak suka ucapan hyungnya itu.
"Ah ne.. itupun kalau ajusshi mengijinkan." jawab siwon sambil meminta ijin kepada kangin.
"Ajusshi ijinkan asalkan kamu jaga yesung baik-baik." Jawab kangin tanpa menanyakan dulu kepada yesung apakah dia mau atau tidak pergi bersama siwon.
"Appa... kenapa appa mengijinkan nya, tanpa meminta persetujuan ku dulu?" Tanya yesung kesal
"Eh kenapa appa harus tanya kamu dulu? Bukan nya kamu pasti setuju." Jawab kangin sambil mengoda yesung.
"Tapi jawaban appa salah,, aku tidak mau pergi dengan dia." Kata yesung sambil menunjuk siwon.
Penolak yesung, lagi-lagi membuat siwon kecewa namun siwon tetap berusaha bersabar.
"Kenapa kamu tidak mau yesung? Bukan nya dulu kita sering jalan-jalan bersama."kata siwon ikut menggoda yesung
Yesung yang mendengar itu menjadi bingung apa yang harus ia jawab?
"Itu kan dulu bukan sekarang." Kata yesung akhirnya.
"Apa beda nya sungie, Ayolah sungie kasian kan siwon udah menjemput mu?" Kata sungmin sambil menbujuk yesung.
"Bedanya karena..."yesung tidak melanjutkan ucapannya karena dia bingung apakah ia harus jujur jika sebenernya dulu ia sempat mencintai siwon bahkan hingga sekarang namun karena berkerjaan siwon membuatnya membenci namja tampan itu.
"Yesung kenapa kamu tidak melanjutkan omongan mu?" Tanya sungmin.
"itu kerena,,, tanpa aku jelasin kalian udah tau kan." Jawab yesung dengan nada kesal.
Jawaban yesung membuat mereka diam karena mereka tau maksud dari perkataan yesung.
"ayolah yesung ku mohon pergilah bersamaku hari ini aja."kata siwon dengan nada memohon.
"Iya ayolah sungie.. masak kamu tega sih sama siwon,kasiahan dia kamu tolak terus" kata sungmin sambil melirik ke arah siwon.
Sedangkan kangin ingin tertawa melihat tingkah memohon siwon yang menurut nya lucu.
"Baiklah aku mau tapi tunggu sini aku ganti baju dulu." Kata yesung yang akhir nya menyerah dan mengikuti keingin siwon yang mengajak nya jalan-jalan.
"Syukur dech akhirnya dia mau.. gomawo sungmin-ah dan ajusshi atas bantuan nya." Kata siwon dengan senyum bahagiannya.
"Ne siwon-ah aku bantumu karena aku tau kebahagian yesung ada pada kamu"kata sungmin sambil mengingat kejadian tadi saat yesung diam-diam mencuri pandang ke arah siwon.
"Sekali lagi gomawo" kata siwon yang tersanjung atas ucapan sungmin
Sedangkan di kamarnya yesung sibuk memilih-milih baju sambil sesekali mengomel tidak jelas "aiss gagal semua rencana ku" lirih yesung dengan nada kesal namun di balik kekesalnya ada sedikit rasa senang bisa pergi dengan siwon lagi.
10 menit kemudian yesung sudah selesai berganti baju. ia memakain baju lengan panjang dengan berbalut jaket tebal celana jeans dan juga sepatu kets.
Yesung keluar dari kamar dan menuruni tangga dan berjalan menuju arah siwon,hyung dan appa nya, namun yesung melihat mereka sedang asyik mengobrol sampai tidak menyadari kedatangan nya.
"Hemmzz" dehema yesung membuat obrolan mereka berhenti.
"Eh sungie... sudah siap" kata sungmin sambil melihat penampilan adik nya.
" ne.."jawab yesung datar.
"Kajja" kata siwon yang sudah berdiri sambil mengulurkan tangan nya.
Tapi yesung tidak membales ularan tangan siwon melainkan langsung berjalan ke arah luar,Siwon pun hanya tersenyum kecut.
'Lagi-lagi di acuhkan' batin siwon.
Kangin dan sungmin hanya menggelengkan kepala atas prilaku yesung.
"Ajusshi,sungmin-ah aku pergi dulu" pamit siwon.
"Ne" jawab mereka bersama'an.
"Hati-hati dijalan" tambah sungmin.
.
Di dalam mobil siwon dan yesung hanya diam dengan pikiran masing-masing.
"Sebenarnya kau mau mengajak ku kemana?" Tanya yesung tiba-tiba setelah lama hening.
"Kau lihat aja nanti,pasti kamu suka"jawab siwon yang masih fokus menyerir.
Yesung pun memilih tidak menjawab dan mengalihkan pandangan nya ke luar jendela.
Siwon menghentikan mobil nya di sebuah tempat yang terlihat cukup ramai pengunjung.
Siwon turun dari mobil diikuti yesung yang juga ikut turun dari mobil. "Festival kuliner" gumam yesung saat membaca tulisan yang terpampang di hadapannya.
"Saat ini sedang di selenggarakan festival kuliner khas korea, sudah lama aku ingin mengajakmu kesini yesung, kajja kita berburu kuliner."kata siwon sambil megandeng tangan yesung.
"Eh,, yak! Aku gak mau" tolak yesung sambil melepas genggaman tangan siwon.
"Wae?" Tanya siwon.
"Aku takut gendut"jawab yesung lirih sambil menundukan kepalanya karena ia malu atas ucapannya sendiri.
Mendengar perkataan yesung membuat siwon ingin tertawa namun di tahan olehnya karena tidak ingin membuat yesung semakin marah.
"Sekali-sekali makan banyak tak masalah kan? Tidak akan menghilangkan keimutan mu." Kata siwon yang membuat yesung merona dan buru-buru mengalihkan pandangnya membuat siwon lagi-lagi menahan tawanya.
"Kajja sungie. Kita akan mencoba seluruh makanan di sini" kata siwon yang menggandeng lagi tangan yesung.
Yesung yang melihat tangannya di gandeng buru-buru ingin melepasnya tapi tidak bisa karena siwon memegang tangan yesung dengan kuat namun tetap tidak menyakiti tangannya.
Saat pertama masuk siwon dan yesung melihat beberapa kedai makanan dan akhirnya siwon mengajak yesung ke salah satu kedai yang menjual kkultarae, kue yang di bentuk seperti benang yang di isi kacang, dengan cita rasa seperti madu.
"Ajumma. Aku mau beli kue kkultarae satu kotak" kata siwon kepada ajumma penjual kue.
"Ne..harganya 5000 won" kata ajumma penjual kue sambil memberikan sekotak kue kkultarae pada siwon.
Siwon memberi uang dan mengambil kue itu.
"Gomawo dan selamat menikmati." kata penjual itu kepada siwon dan yesung.
"Ne,,,ajumma." Jawab siwon sedangkan yesung hanya terseyum.
Siwon mebuka kotak kue itu dan memberikan kepada yesung. "ini" kata siwon sambil menyodarkan kue itu.
Yesung menerima kue itu dan memakannya "mashita." kata yesung sambil mengunyah kue itu, Membuat siwon tersenyum. mereka pun mengabiskan kue itu sambil terus berjalan dengan yesung masih saja bersikap cuek. Dan setelah kue kkultaraenya habis siwon dan yesung melanjutkan perjalanan mereka mejelajah makanan lainnya.
Setelah itu siwon mengajak yesung ke kedai yang menjual macam- macam kue beras.
siwon mengambil langsung kue beras yang bernama hotteok, ia membelah menjadi dua memperlihatkan isi dalam kue itu dan memakannya.
Sedangkan yesung masih bingung kue apa yang akan ia makan? karena jenis kue beras di sini sangat beragam.
Siwon yang melihat yesung hanya diam, menjadi heran.
"kenapa tidak makan?"tanya siwon. Yesung yang mendengar itu menoleh kearah siwon.
" aku bingung mau makan yang mana duluan, semuanya terlihat enak." cicit yesung sambil memasang muka berpikir dan mengerucutkan bibirnya, yang membuat siwon gemas dengan muka bepikir yesung.
"Gimana kalau kamu makan ini saja?" Kata siwon sambil menyuapi potongan kue yang tadi ia makan kepada yesung.
"Tidak" Tolak yesung sambil menutup mulutnya.
"Ayolah sungie..ini enak lo." Rayu siwon sambil tetap menyodorkan kue di tangannya ke arah mulut yesung.
Dengan terpaksa yesung menerima kue yang diberikan siwon."Nah begitu dong.. gimana enakkan?" Tanya siwon sambil terseyum manis. Membuat jatung yesung berdegub kencang dan wajah nya memerah. 'ais kenapa dengan jantung ku ini?'
"Eh sungie kenapa muka mu merah?" Tanya siwon yang sebenarnya tau arti dari muka merona yesung.
"Aku tidak apa-apa kok, Mungkin karena cuaca sangat dingin jadi muka ku memerah." Kata yesung berbohong.
"Oh begitu... apakah kamu kedinginan?" tanya siwon sambil membenarkan jaket yang yesung pakai membuat jarak mereka semakin dekat.
"Ne.. ta..pi sekarang sudah tidak begitu dingin, wah kayak nya ini kue enak deh." jawab yesung yang gugup atas tindakan siwon yang lagi-lagi membuat jatungnya berdetak lebih kencang. Dan akhirnya ia memutuskan untuk mengalihkan obrolannya sambil memutar badannya ke arah makanan membuat pegangan tangan siwon di jaketnya terlepas.
Siwon yang melihat tingkah yesung terkikik.
"Kalian sangat serasi apakah kalian sepasang kekasih?" Tanya ajumma penjual kue.
"eh? ania ajumma." Jawab yesung yang sempat kaget atas pertanyaan ajumma itu.
"Kalau sekarang sih emang belum ajumma mungkin sebentar lagi." kata siwon sambil merangkul bahu yesung.
"Ha..ha..ha" tawa ajumma saat melihat tingkah yesung yang seperti tidak suka atas tindakan siwon namun wajahnya tetap merona.
"Ais..! Lepasin siapa juga yang mau jadi pacar kamu?" Kata yesung galak.
"Tidak mau tapi kenapa muka mu memerah?" Kata siwon sambil menujuk seburat merah di pipi yesung.
"Ah ini.. kan udah aku bilang efek dari dingin" kata yesung yang memegang pipinya.
"Masak sih." Goda siwon karena siwon senang bisa mengoda yesung.
Dan ajumma penjual kue itu mengeleng-gelangkan kepala sambil terseyum melihat tingkah yesung dan siwon yang menurut ia sangatlah lucu
Yesung tidak menjawab pertanya'an siwon melainkan pergi menjauhinya.
"Ais..! Begitu saja sudah ngambek" gumam siwon.
siwon pun mengejar yesung setelah sebelumnya membayar kue yang ia makan.
"Yesung tunggu" teriak siwon membuat beberapa orang menoleh kepadanya namun yang di panggil tetap saja tidak mengehentikan langkahnya. Siwon pun sedikit berlari ke arah yesung.
"ais! Dasar kuda pabbo. Bisa-bisa nya dia berkata begitu, dia pikir dia siapa" gumam yesung kesal.
Yesung terus berjalan, namun langkahnya terhenti saat tangannya di genggam oleh seseorang.
"yak ! Kenapa kau meninggalkanku eoh? Aku panggil-panggil dari tadi kau tetap saja berjalan" Tanya siwon sambil memegang pergelangan tangan yesung.
"itu kan salahmu sendiri kenapa tadi menggodaku?" Jawab yesung asal.
"Ah kamu marah kerena hal itu ? Mianhae" kata siwon dengan siwon dengan nada menyesal.
"Hemm" jawab yesung jutek.
"Maafkan aku ne ? Sekarang Kita lupakan hal tadi, kan masih banyak kedai yang kita belum kunjungi" kata siwon berusaha mencairkan suasana dan langsung menggandeng tangan yesung untuk menjelajah makan lagi.
Dengan terpaksa yesung mengikuti siwon dengan tangannya yang di gandeng oleh siwon. Sekarang mereka berhenti di sebuah kedai yang menjuak kue gukwa ppang. Siwon membeli beberapa kue gukwa ppang, biasanya dia akan makan di tempatnya tapi kali ini siwon mengajak yesung untuk makan sambil berjalan-jalan, karena siwon masih ingin mencairkan suasana canggung bersama yesung.
"Yesung habis ini kita mau makan apa lagi?" Tanya siwon di sela-sela makannya.
"Tumben kamu tanya biasanya kamu langsung nyeret aku tanpa menanyakan pendapatku terlebih dahulu" sindir yesung.
"He..he..he mian. Sekarang terserah kamu mau makan apa, aku akan menurutimu" Kata siwon sambil tertawa.
"Ok kalau gitu kita ke situ" tunjuk yesung ke arah kedai penjual ddukbokkie.
"Ya sudah, kajja kita kesana" ajak siwon.
Setelah sampai mereka langsung memesan satu porsi ddukbokkie.
"Ajumma aku ingin satu porsi ddukbokkie ya." Kata siwon pada penjual ddukbokkie tersebut.
"Baik.." kata si penjual.
Yesung yang mendengar siwon hanya membeli satu porsi melayangkan protes.
"Yak..! Siwon kenapa cuma pesan satu porsi saja?" Protes yesung.
Siwon pun hanya terkikik mendengar protes yesung.
"Yesung.. kamu tau kan kalau porsi ddukbokkie itu banyak, jadi aku pesan satu porsi saja dan kalau pesan dua takutnya nanti kau tidak abis dan kau kan katanya takut gedut." Jelas siwon.
Yesung hanya menganggukan kepala saja.
Pesanan mereka pun datang, siwon dan yesung memakan ddukbokkie satu porsi berdua tak hayal mereka terkadang mengambil ddukbokkie yang sama membuat mereka saling bertatapan.
Makanan mereka pun telah habis siwon pun mengajak yesung untuk berkeliling lagi mencari beberapa makanan lainnya
mereka pun memasuki beberapa kedai makanan yang menurut mereka sangat enak, namun lama-kelamaan mereka semakin dekat terkadang bercanda, tertawa dan terkadang siwon mengoda yesung membuat dia merona, tapi terkadang juga marah. namun bukan siwon nama nya kalau tidak bisa membujuk yesung, dan membuat dia tertawa lagi sampai-sampai dia melupakan sejenak kebenciannya kepada keluarga siwon.
Saking asyiknya mereka berjalan-jalan tak terasa waktu sudah menjelang sore dan cuaca semakin dingin.
"Yesung... "panggil siwon.
"Hemm"jawab yesung.
"hari semakin sore dan cuaca semakin dingin bagaimana kalau kita pulang ? aku tidak mau nanti kamu sakit, tapi sebelum kita pulang bagaimana kalau kita makan dakjuk dulu?" kata siwon sambil menatap yesung lembut.
Yesung menundukkan kepalanya karena malu di tatap siwon seperti itu dan akhirnya yesung hanya menjawab dengan anggukan kepala.
"Ya udah kajja kita kesana" kata siwon yang sudah mendapat jawaban dari yesung.
Siwon dan yesung berjalan kearah kedai yang menjual dakjuk masih dengan saling bergandengan tangan.
Sesampainya di sana siwon mengajak yesung duduk di salah satu meja kosong yang di sediakan pemilik kedai.
"Ajumma saya pesen 2 porsi dakjuk nya." ucap siwon.
"Ne, tunggu sebentar tuan."kata ajumma penjual itu.
Tak beberapa lama pesenan mereka pun datang.
"Ini tuan silakan di nikmati" kata ajumma penjual itu sambil memberikan 2 porsi dokjuk di meja siwon dan yesung.
"Gomawo ajumma."sahut yesung dan siwon kompak.
"Ne."kata ajumma itu sambil berjalan meninggalkan mereka.
"Selamat makan." Kata siwon yang di balas dengan senyuman manis oleh yesung yang mampu membuat siwon diam sesaat.
Saat mereka makan hanya ada keheningan karena mereka tidak tau harus membicarakan hal apa. namun lama kelamaan keheningan itu menghilang karena siwon mengajak yesung mengobrol dan bercerita hal menarik yang terkadang membuat yesung tertawa.
Saat yesung makan tak sengaja ada tetesan bubur jatuh di jaket nya.
Siwon yang melihat itu langsung mengambil tisu dan membersihkan jaket yesung.
"Kalau makan hati-hati.. tuh lihat jaketmu jadi kotor." kata siwon sambil membersihkan jaket yesung.
"Ah.. Gomawo" Kata yesung dengan muka merona dan jantung yang berdetak cepat karena perlakuan siwon yang menurutnya cukup manis.
Setelah selesai membersihkan jaket yesung, siwon kembali melanjutkan acara makannya.
Mereka makan dengan penuh canda dan tawa dan tidak canggung lagi.
Setelah makanan mereka habis siwon mengajak yesung pulang , namun saat di tengah jalan yesung menghentikan langkahnya saat melihat sebuah kedai penjual ice cream, siwon yang merasa yesung berhenti pun ikut menghentikan langkahnya karena tangan mereka saling bergandengan.
"Ada apa yesung-ah?" Tanya siwon.
"Aku mau itu." jawab yesung sambil menunjuk kedai penjual ice cream.
Siwon pun mengikuti arah yang di tunjuk yesung. "Tidak bisa yesung, sekarang kan musim dingin kalau kamu makan ice cream nanti kamu bisa sakit." Kata siwon yang menolak permintaan yesung.
"Tapi siwon hyung aku ingin ice cream,, boleh ya please?" Mohon yesung sambil memasang puppyeyes nya membuat siwon luluh dan akhirnya menuruti keinginannya.
"Gomawo siwon hyung,,kajja kita kesana." Kata yesung sambil berjingkrak-jingkrak membuat siwon tertawa namun berbeda dengan yesung yang merasa malu atas tingkahnya.
Siwon menghentikan tawanya dan langsung mengajak yesung ke kedai ice cream.
"Ini yesung." kata siwon sambil memberikan satu cup ice vanilla.
"Gomawo siwon hyung."kata yesung ceria sambil mengambil ice creamnya.
"Ne..kajja yesung kita pulang" kata siwon sambil merangkul pundak yesung.
Sedangkan yang di rangkul hanya diam tidak mencoba memberontak karena ia fokus dengan acara makan ice cream nya.
.
Di dalam mobil siwon fokus menyetir namun sesekali ia menoleh kearah yesung yang sedang asyik memakan ice creamnya.
Sedangkan yesung ia sibuk memakan ice creamnya sambil mengingat-ingat semua kejadian hari ini yang ia habiskan bersama siwon.
'Ah kenapa tadi aku harus tertawa dan bercanda bersamanya? dan sempat memanggil dia dengan sebutan hyung. Ah yesung kenapa kamu bisa sebodoh ini terjebak dalam permainan choi siwon. kamu itu harus ingat kalau kamu itu harusnya membencinya dan keluarganya. Dasar bodoh-bodoh' batin yesung yang merutuki kebodohan nya.
"Yesung kita sudah sampai" panggil siwon.
Namun yang di panggil sedang melamun.
"Yesung" panggil siwon lagi.
Namun tetap saja tidak ada jawaban. akhirnya siwon memanggil lagi namun kali ini sambil mengacak gemas rambut yesung. Membuat yesung tersadar dari lamunan nya. Dan langsung saja ia menepis tangan siwon dengan kasar membuat siwon terkejut.
'Kenapa sikap dingin yesung kembali lagi?' batin siwon.
"ada apa yesung?" tanya siwon yang merasa aneh dengan tingkah yesung sebenarnya siwon sedikit takut kalau yesung kembali menjadi yesung yang cuek dan dingin.
"Dengarkan baik-baik ya siwon jangan harap karena aku menikmati jalan-jalan bersamamu hari ini, membuat aku melupakan kembencian ku kepada keluargamu, karena itu tidak mungkin. Dan ku harap ini pertemuan kita yang terakhir jangan pernah kamu muncul di hadapanku lagi." Jelas yesung dengan nada dingin dan ia segera keluar dari mobil siwon tanpa menunggu jawaban dari siwon terlebih dahulu dan langsung berlari kearah rumahnya.
Siwon yang masih sibuk mencerna semua kata-kata yesung hanya bisa terdiam. Dan saat ia tersadar siwon hanya bisa menghela nafas sambil memegangi dadanya yang terasa sakit atas ucapan yesung. Kata-kata yesung masih tergiang di kepalanya hingga membuatnya pusing. Apalagi yesung berkata untuk tidak menemuinya lagi. Sekarang apa yang harus ia lakukan ?
"Aku fikir tadi kamu tertawa, bercanda dan sampai-sampai kamu juga memanggilku hyung, ku kira kerena kamu sudah bisa menerima aku dan memaafkan appaku, tapi ternyata itu hanya kesalah pahamanku saja." kata siwon lirih. Siwon pun memutuskan untuk menjalankan mobilnya meninggalkan area rumah yesung.
Sedangkan yesung yang sudah di dalam rumah bergegas masuk kedalam kamarnya, namun saat dia berjalan di tangga suara dari sang hyung menghentikan langkahnya.
"Sungie...bagaimana kencannya dengan siwon?" Panggil sungmin dengan nada penasaran.
Yesung pun menoleh ke arah sungmin dan ternyata di situ juga ada appanya yang ikut menunggu jawaban dari yesung.
"Sangat seru hyung!" ucap yesung membuat sungmin dan kangin tersenyum puas, tapi seyuman itu menghilang seketika menghilang saat yesung kembali berkata.
"Dan ku kuharap itu pertemuan kita yang terakhir. Juga appa dan hyung ku mohon jangan lagi berusaha mendekatiku dengan siwon, kalau appa masih melakukan hal itu aku akan pergi dari rumah ini." kata yesung sambil mengancam appanya. Dan kali ini yesung langsung berlari ke kamar nya tanpa mendengar jawaban appanya terlebih dahulu.
BLAMM...
Kangin dan sungmin kaget karena suara pintu kamar yesung yang di tutup sangat keras.
"Appa, ku kira saat yesung pergi jalan-jalan berdua dengan siwon akan membuat dia membuka hatinya dan tidak lagi membenci keluarga hangeng ajjushi."kata sungmin.
"Ya sudah kita turuti dahulu apa mau yesung. Jangan buat dia marah dan menyangkut soal siwon biar mereka saja yang menyelesaikan masalah mereka. Nanti jika siwon butuh bantuan kita, baru kita ikut bertindak." tutur kangin.
Yang di jawab anggukkan oleh sungmin.
TBC
Maaf ya updatenya lama soal aku juga bingung gimana cara terusin ceritanya tapi tenang aja kok ini cerita pasti sampai tamat dan aku bisa updatenya satu bulan sekali. Mohon di maklumin ya chingu.
Makasih buat haibei [ELFturtlefish, nadiaclouds]
Dan makasih juga yang udah review. Masukkan dari kalian sangat berarti buat aku. Saranghae^^
