Aderu kembali nyoo~ Ini chapter 2nya datang XD, saya ngetik chapter 2 ini hanya selisih sehari saja, hihi. Gomen minna kalau fic ini agaknya ndak nyambung, maklum, saya soalnya ngetik ini sambil denger original soundtrack dan chara songs Inazuma Eleven #duak #jlegerr. Oke lah, daripada senpai sekalian bingung akan ulah saya (?), lebih baik langsung baca aja ya minna XD
.
.
.
Disclaimer: Vocaloid hanya milik Yamaha Corporation (y)
Rate: Umm, T aja deh._.
Characters: Kagamine Rin, delele
Genre(s): Romance, Hurt
Warning: Karena fic Vocaloid pertama, gomen ya minna kalau jelek. bahasa Absurd, Charanya ada yang OOC dikit (gak yakin nih._.), Typo betebaran di sekitar anda, Author agaknya rada Abnormal, delele.
.
.
.
Go Ahead!
Just read till the end of story XD
.
.
.
"RINSOMNIA! Where are you?!
Where is your voice?! Keep screaming guys!
Say Who Am I!
Who am I?"
.
.
.
Kembaranku?
23 tahun berpisah, dan dia adalah seorang Kagamine Len?
Pengacara terkenal dari Tokyo dan banyak digilai client wanitanya itu?
Jadi dialah Kembaranku?
Aku tahu Len siapa, tapi aku tidak menyangka bahwa Len adalah kembaranku.
Sekarang aku harus mencari Len!
.
.
Kagamine Rin, seorang penyanyi terkenal. Tepatnya yang terkenal karena sikapnya kepada media masa, sifatnya yang cukup misterius dan tidak mau membuka suara jika diwawancarai itu mendapat perhatian besar dari media.
Bahkan jika dia ditawari job, maka managernya lah yang akan berbicara, karena managernya lah satu-satunya orang yang dipercaya Rin, seorang Sakine Meiko.
Setelah di adopsi saat masih bayi oleh orang tua angkatnya, sebenarnya, kehidupan Rin cukup menyenangkan. Tetapi, saat Rin mulai menginjak usia 19 tahun orangtua angkatnya bercerita bahwa dia sebenarnya adalah anak angkat. Rin merasa sakit hati begitu mengetahui dia bukan anak kandungnya, maka dia membenci orang tua angkatnya kemudian dia memutuskan pergi dari rumah orangtua angkatnya.
Rin membeli sebuah apartemen yang cukup mewah dengan uang tabungannya sendiri, dan memilih terus berkuliah sementara menunggu sampai saat dia berusia 23 tahun, ketika dia memilih menjadi seorang penanyi yang berkomitmen untuk tidak akan membuka suara jika tidak dalam keadaan on show.
Rin mencari jati dirinya yang hilang selama 23 tahun, Rin mencurahkan isi hatinya kepada Meiko. Dan Meiko menasihati Rin yang masih belum yakin bisa berbicara dengan orang lain.
Maka, terima kasihlah kepada Meiko yang telah berhasil menghasut Rin untuk berani berbicara lagi kepada orang lain demi mencari tahu siapa dirinya.
Dan Meiko juga yang menyarankan agar Rin pergi ke panti asuhannya dulu ketika Ia dititipkan, bersama Len yang -diketahuinya adalah kembarannya yang terpisah sejak bayi karena orang yang berbeda telah mengadopsi mereka.
Kagamine Rin POV
Kami-sama, aku sedang mencari Len. Karena mungkin Len adalah keluargaku satu satunya, tolong bantu aku Kami-sama..
Dan, Len.. Kalau tidak salah, Len itu adalah seorang pengacara yang cukup handal dan terkenal kan? Hmm.. Aha! Aku tahu apa yang harus aku lakukan!
Aku hanya tinggal membuat laporan tuduhan palsu, dan aku akan menyewa Len sebagai pengacaraku. Dan kemungkinan besar, kita bisa bertemu dan bisa bersama lagi sebagai adik dan kakak.
Baiklah aku akan menelpon kantor Len, semoga aku berbicara langsung dengan Len!
Beeep.. Beeep..
"Halo, ini adalah asisten pengacara Kagamine Len. Kagamine Len sedang mengambil istirahat makan siang, ada yang bisa saya bantu?"
"Ya, please. Aku butuh bantuan Len untuk menangani masalahku. Aku dituduh telah memplagiatkan sebuah lagu."
"Baiklah, anda akan berada dalam daftar. Tapi maaf, laporan ini atas nama siapa?"
"Aku?" Ah, aku harus jawab apa..
"Iya, ini atas nama siapa? Oh, namaku adalah Kaito Shion."
"Baiklah, Shion-san, aku adalah Kagamine Rin."
"Kau? Kau adalah Kagamine Rin?! Penyanyi yang terkenal karena kemisteriusannya itu? Dan kau berbicara denganku sekarang?! Astaga! Rin, aku adalah penggemarmu! Aku adalah seorang Rinsomnia."
"Eh? Iya, aku adalah Kagamine Rin. Dan, maaf Shion-san, aku memang tak terbiasa berbicara kepada orag lain selain managerku."
"Ah, kau ini memang benar benar menarik Rin! Kemisteriusanmu itu membuatmu berbeda dengan yang lain. Baiklah, aku akan menyampaikan kepada pengacara Len, tetapi jika dia tidak bisa atau apalah itu, aku akan mengabarimu. Berapa nomer telepon apartemen atau rumahmu?"
"Uhn, oke, nomerku ini xxxxxxxxxx"
"Oke, terimakasih sudah menelpon, Rin-san."
"Ya, sama-sama Shion-san."
Fuuhh, asisten Len adalah fan ku? Seorang Rinsomnia? Seberapa terkenalnya aku sih? Sampai asisten pengacara saja tahu aku.
Kira-kira Len bisa membantuku tidak ya?
Ah, aku hanya akan tahu jawabannya saat asisten –kalau aku beruntung mungkin Len yang akan menelponku.
Lebih baik, sambil menunggu telepon dari kantor pengacara, aku membaca koran yang sering Meiko baca saja.
Eh?
(Cover Koran)
.
.
Kagamine Len, pengacara handal yang telah menolong berbagai kasus.
.
.
Wow, Len memang pengacara handal seperti yang orang bicarakan..
Ah, aku mohon, semoga Len mau membantuku..
Drrrrt.. Drrrr.. Drrrrt..
Eh? Handphoneku bergetar ya?
Yesh! Telepon dari kantor pengacara!
"Halo?"
"Apa ini adalah Kagamine Rin? Ini adalah asisten ke dua Pengacara Len. Namaku adalah Megurine Luka."
"Oh, ya aku adalah Kagamine Rin. Luka-san, bagaimana, ehm- kau tahu, apa Len bisa menolong kasusku?"
"Maaf, tetapi pengacara Len sedang tidak bisa menangani kasus anda. Dan jika anda tidak keberatan, maka Pengacara Shion lah yang akan menggantikan Pengacara Len."
"Um.. Pengacara Shion? Aku tidak ingin memakai jasa Pengacara Shion untuk kasusku. Maka aku ingin membatalkannya. Maaf Luka-san, kalau bukan Len, aku tidak mau."
"Ya sudah kalau begitu. Tidak apa, tetapi maaf Pengacara Len begitu sibuk sekarang, sehingga tidak bisa membantu kasus anda."
"Baiklah, sampaikan maafku kepada Pengacara Shion, dan Len."
Klik!
Apa? Len tidak bisa menangani "Laporanku"? Yah, hilang sudah kesempatan untuk bertemu Len.
Jadi aku harus melakukan apa? Aku harus bisa bertemu Len. Bagaimanapun caranya!
.
.
(Di kantor Len)
"Hei, Shion, kenapa wajahmu dilipat seperti itu?" kata Len sambil lewat meja kerja Shion, dan iseng mencomot Es Krim Vanilla di kulkas yang sudah pasti milik Shion itu.
"Hei, Es Krimku! Uh, bad luck, Len. Aku tidak berhasil mendapatkan kembaranmu sebagai clientku. Dan JANGAN HABISKAN ES KRIMKU, LEN!" Shion yang sudah kecewa karena rin tidak jadi memakai jasa pengacaranya, ditambah kelakuan Len yang iseng mencomot Es Krim Vanillanya menambah kekesalannya.
"Uh, maaf. Tapi Es Krim ini sangat cocok untuk.. Slurp.. mendinginkan kepala. Dan kau bilang tadi Rin tidak jadi.. Slurp.. memakai jasa pengacara darimu? Mengapa?" kata Len sambil menjilat-jilat Es Krimnya. Oops, tampaknya Es Krim milik Shion, bukan es krim milik Len.
"Entahlah Len, kata Luka, kembaranmu itu tidak ingin memakai pengacara lain selain dirimu. Dan tentunya, kembaranmu itu langsung menolak usulan itu mentah-mentah." Kata Shion sambil menunjuk-nunjuk wajah Len menggunakan pisang.
"Oh, dan Shion, itu pisangku. Jadi, tolong kembalikan ke mejaku se-ka-rang. Dan Rin tidak ingin pengacara Lain selain aku ya? Hmm, baiklah kalau begitu. Tapi aku yakin ini hanya sebuah modus dari Rin."
"Bagaimana bisa, kau bilang itu hanya sebuah modus? Dari mana kau mengetahuinya?" Shion yang sudah menaruh pisang itu kembali di meja kerja Len meneruskan "Jangan bilang kau.. Kau mengetahui kalau Rin sedang merencanakan sesuatu?"
"Shion, jangan bodoh. Itu hanya kemungkinan besar untuk Rin karena, bisa bertemu denganku. Ya, tapi aku masih belum yakin akan itu."
"Yah, bisa jadi. Bukannya kalian juga sedang saling mencari satu sama lain?"
"Iyap, itulah yang ku terka sedari tadi."
Mereka berdua langsung memikirkan kemungkinan lain yang bisa saja terjadi jika Len menerima tugas untuk menangani "Kasus" Rin ini.
.
.
To Be Continue~ XD
See you on the next chapter! I will be there to tell how this story ends to you.
