Chapter 2
Nuria Agazta : Iya ini udah update, makasih udah mampir :-D
.
.
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Happy reading
~Kelas XI IPA 1~
"Selamat pagi, anak-anak".
"Selamat pagi, Sensei".
"Sekarang buka buku kalian halaman 54 tentang logaritma, kemudian kerjakan semua soalnya".
"Yaaaaaaah, Sensei", koor murid-murid serempak, tampak banyak murid-murid mendengus kesal dikarenakan soal yang tertera di buku mereka banyak sekali.
"Ini sih namanya pembunuhan Iruka Sensei, soalnya banyak sekali, mana sulit-sulit lagi", keluh Naruto yang tidak ditanggapi sama sekali oleh Sensei mereka. Walaupun banyak yang mengeluh namun tetap saja seluruh murid mengerjakan dengan tenang. Tidak berapa lama kemudian Tsunade mengetuk kelas mereka.
"Ah, Ibu Kepala Sekolah, ada apa kemari ?", tanya Iruka sambil berjalan keluar ruangan mendekati kepala sekolah mereka. Sebelum menjawab pertanyaan Iruka Sensei, Tsunade terlebih dahulu melongokkan kepala melihat anaknya kemudian berseru "Naruto! Sudah kubilang lepaskan atribut urakanmu itu! Kalau tidak kau lepaskan kamu tidak akan dapat jatah jajan selama sebulan!". Mau tak mau Naruto harus melepaskan dandanan yang menurut Kaa-sannya urakan itu.
"Iruka! Kenapa kau biarkan dia berdandan seperti itu ? Seharusnya kau tegur saja dia, kalau perlu marahi sekalian". Sungut Tsunade sedangkan Iruka hanya nyegir saja mendengarnya
"Ck, jangan karena dia anakku jadi kau tidak enak menegurnya Iruka! Kalau dia salah ya marahi saja", sungut Tsunade lagi. "Oh ya, ini Haruno Sakura murid baru di kelas ini".
Setelah berbincang-bincang dengan kepala sekolah, Iruka memasuki kelas dengan diiringi gadis cantik berambut pink.
"Nah, anak-anak, kita kedatangan murid baru, namanya Haruno Sakura pindahan dari Suna, nah Sakura, silahkan perkenalkan dirimu". Kata Iruka ramah.
"Ha-hai semuanya, perkenalkan nama saya Haruno Sakura, mohon bantuannya", kata Sakura kikuk sambil membungkuk.
"Hei, kamu Haruno anaknya Haruno Jiraiya pemilik Haruno Corp itu ya ?", celetuk salah satu murid disana.
"Ah, i-iya", jawab Sakura tetap sama kikuknya seperti tadi.
"Nah, Sakura. Silahkan duduk disamping Naruto. Naruto, angkat tanganmu".
"Dia sudah kenal denganku, Sensei", cengir Naruto. "Nah, Sakura-Chan, ayo duduk disini". Sakura segera mendatangi bangku Naruto dan duduk disampingnya. "Senang sekali akhirnya kita bisa sekelas Sakura".
"Iya", balas Sakura tak kalah antusias.
'Ehem, acara ramah-tamahnya nanti saja, sekarang lanjutkan mengerjakan tugas kalian!"
"Iya, Sensei", jawab Sakura dan Naruto serempak
Skip time
"Sakura, kau mau ke kantin tidak ? biar kita pergi sama-sama". Tawar Naruto sambil memasukkan buku-bukunya kedalam tas.
"Ah, kamu duluan saja Naruto, aku mau ke kantor kepala sekolah dulu", tolak Sakura halus tanpa meninggalkan senyumnya yang manis.
"Hmm, ya sudah aku duluan ya, jaa".
Sepeninggal Naruto, Sakura bergegas ke kantor kepala sekolah karena ada beberapa hal yang harus diselesaikan. 'Sebenarnya aku lapar sekali, tapi aku harus menyelesaikan urusanku dulu' keluh Sakura dalam hati.
Sesudah Sakura ke ruangan kepala sekolah dan menyelesaikan semua urusannya, dia bergegas ke kantin. Namun, baru beberapa langkah dia berjalan dia melihat seseorang dengan rambut donker berwarna biru kehitaman sedang berjalan membelakanginya, dan tak lupa pandangan memuja setiap gadis di sekolah kearah orang itu. Seumur hidupnya hanya seorang saja yang mempunyai model rambut seperti itu, seorang yang sangat dikenalnya, sahabat kecilnya waktu dia pernah tinggal di Konoha. Tanpa pikir panjang lagi dia segera mengejar laki-laki itu.
"SASKEEEEEEEEEEEEEY !"
Brug
Sakura memeluk Sasuke dari belakang dengan erat tanpa menyadari pandangan membunuh dari para fans girl Sasuke disekelilingnya. Sementara orang yang dipeluk nampak kaget dengan pelukan tiba-tiba ini. Sasuke berpikir siapa gadis yang memeluknya, hanya saja orang yang berani memanggil Sasuke dengan nama aneh seperti itu hanya satu orang, sahabat kecilnya dulu.
"Sakura", guman Sasuke lirih "Kaukah itu ?". Sementara orang yang ditanya hanya mengangguk sambil berguman "Aku kangen kamu Sasuke".
Sasuke segera berbalik dan dia mendapati gadis cantik berambut pink sepinggang sedang tersenyum manis menatapnya. Mata emeraldnya yang indah nampak bersinar bahagia. "Kemana saja kau selama ini baka ! kau pindah tapi tak pernah ada kabar sampai sekarang", kata Sasuke sambil menepuk-nepuk pucuk kepala Sakura sayang.
"Sasu-kuun kau tahu aku sangaaat merindukanmu, awalnya aku tak bersemangat sekolah disini, tapi setelah melihatmu juga bersekolah disini aku senang sekaliiiii", seru Sakura sambil bergelayut manja ditangan Sasuke.
"Baka, berhenti memanggilku dengan nama-nama menjijikkan itu! Kau belum menjawab pertanyaanku!".
Sakura terkekeh kecil, "Nanti saja ceritanya, temani aku ke kantin dulu, aku lapar sekali Sasu-kun", kata Sakura sambil menyeret Sasuke, Sasuke tersenyum tipis melihat tingkah sahabat kecilnya yang sama sekali tak berubah
Yosh, akhirnya chap 2 selesai juga. Jangan lupa review :-)
