Chapter 2!!
Disclaimer : KHR belongs to Amano Akira-sensei and this story belongs to meh~~~ XD
Warning : OOC, gajhe, abal, nista, dll!
Title, Summary, Genre, dkk ga usah disebutin lantaran udah disebutin di awal chapter..
Well, enjoy~~~~ XD
Ruangan kembali tenang, Hibari duduk di kursi ruang kerjanya dengan tangan bersedekap dan menghembuskan napas panjang. Tidak lama, dia memandangi ruang kerjanya yang sudah penuh warna oleh perlengkapan ulang tahun.
'Cih! Membuat kotor saja!', gerutunya dalam hati. Hibari memalingkan wajahnya dan tidak sengaja mellihat sebuah foto. Diambilnya foto itu dan dilihat apa yang terfoto disitu. Ternyata itu fotonya dengan Dino. Dino memang sengaja meletakkan foto itu disana dengan alasan jika Hibari merasa rindu padanya, dia bisa melihat foto itu sebagai pengganti Dino yang tidak ada didekatnya. (Padahal Dino tahu bahwa kekasihnya yang satu ini mana mungkin merindukannya)
Ah, ada sesuatu yang menempel di pigura foto itu, sebuah surat.
'Surat?', kata Hibari dalam hati. Ternyata surat dari Tsuna. Dengan satu gerakan, dia membuka surat itu dan membaca tiap kalimatnya. Begini bunyi surat tersebut ;
Untuk Hibari-san,
Pertama-tama, aku ucapkan otanjoubi omedetto untukmu. Maaf, sebenarnya aku tahu bahwa Hibari-san tidak suka ada pesta maupun keramaian seperti ini. Tapi Dino-san yang memintaku, mau tak mau ya kuturuti saja.
Dia bilang, hari ini adalah hari ulang tahun Hibari-san. Dan dia juga mengatakan kalau mungkin saja Hibari-san lupa akan hal ini. (aku hampir tidak percaya waktu mendengar hal ini!). Kemudian Dino-san berpesan supaya aku mengadakan acara ualng tahun kecil-kecilan karena hari ini Dino-san akan terlambat datang disebabkan suatu alasan yang tidak dia katakan padaku.
Mungkin dia akan memberi suatu hadiah special untukmu. ^^
Otanjoubi Omedetto sekali lagi, Hibari-san.
Hibari melipat surat itu kemudian melemparnya ke sudut ruangan dimana hadiah-hadiah dari teman-temannya tadi dibuang. Kemudian Hibari termenung beberapa saat, 'Dia bahkan ingat ulang tahunku? Aku saja tidak ingat. Tak kusangka, padahal kupikir dia tidak ingat lantaran dia pasti sibuk mengurusi urusan bisnis..,' pikir Hibari.
Suasana hening menyelimuti ruang kerja Sang Cloud Guardian. Terlintas dalam pikirannya Dino yang sedang tersenyum sambil mengucapkan nama kecilnya, 'Aneh, kenapa disaat seperti ini malah aku merasa kesepian karena si Bucking Horse itu tidak ada disini?'
"Kyouya. Dino!", seru Hibird. Dia mengelus Hibird yang kini sedang berada diatas meja kerjanya, "Kau rindu padanya?". Hibird hanya mengucapkan satu kata sebagai jawaban, "Dino!"
"Aku juga…"
Hibari pun kembali termenung sampai ada suara langkah kaki yang cukup berisik dan sangat mengganggu lamunannya, "Para herbivore itu…," geram laki-laki berambut hitam itu. Dia berjalan kearah pintu dan ingin menggeser pintu itu.
Sebelum dia menyentuh gagang pintu, pintu itu sudah tergeser dengan kasar dan menampakkan sosok Dino yang sedang terengah-engah.
Hibari mematung sebentar, kemudian, "Bucking Hor-"
Belum habis kalimat Hibari, Dino langsung memeluknya dengan senang, "Kyouya, Buon Compleanno!! Maaf aku terlambat, tadi aku sedang ada urusan. Nah, kelihatannya Tsuna dan yang lain sudah merayakan ulang tahunmu, 'kan? Aku harap kau tidak marah kepada mereka karena aku memang sengaja meminta tolong pada mereka untuk merayakan ulang tahunmu." Kata Dino semangat. Senyum tak pernah lepas dari wajahnya.
"Iya, aku tahu akan hal itu. Yang lebih penting, kenapa kau ingat hari ulang tahun yang bahkan aku tidak ingat?", kata Hibari disela-sela pelukan Dino.
"Mana mungkin aku melupakan hari ulang tahun orang yang amat aku cintai, Kyouya?", jawab Dino mempererat pelukannya.
Hibari pun membenamkan wajahnya pada dada Dino. Walau tidak melihat wajah Hibari, Dino tahu, ada semburat merah yang tergambar di pipi sampai telinga sang pujaan hati. "Oh, iya, Kyouya. Ini hadiah dariku. Maaf kalau aku adalah orang yang paling akhir menyerahkan kado uang tahunmu," Kata Dino sambil menyerahkan kotak hadiah, "Buka saja dulu."
Hibari membukaa kotak kado itu, dan nampaklah ningyo gogatsu. Tapi kali ini ada yang Nampak berbeda dari ningyo gogatsu ini, ternyata yang membuatnya nampak berbeda adalah wajah si boneka adalah wajah Hibari Kyouya sendiri dengan sepasang tonfa yang dipegang di tangan kanan dan kiri boneka itu.
"…. Bucking Horse, ini…," kata Hibari sambil melihat Dino.
"Aku berkeliling seluruh Jepang dari kemarin untuk mencari pengrajin boneka terbaik. Lalu saat aku menemukannya, aku meminta tolong padanya agar mau membantuku membuat ningyo gogatsu dengan wajah dan karateristik sepertimu. Dia mau mengajariku. Ternyata membuatnya cukup sulit, perlu waktu lama untukkmu menyelesaikan ini," jelas Dino panjang lebar.
"Ningyo Gogatsu ini.. kenapa kau tahu boneka ini memang sering ditampilkan saat kodomo-no-hi?", Tanya Hibari agak bingung.
"Romario yang memberi tahu," jawab Dino sambil tersenyum riang.
"Pak Tua itu..," sedikit senyum tersungging di bibir sang Cloud Guardian tersebut. Tanpa sengaja, mata Hibari menatap kotak kecil di saku kiri jaket Dino, dia pun bertanya, "Apa itu?"
Dino melihat arah yang dilihat oleh Hibari, "Ah, oh, ini bukan barang yang penting, Kyouya." Buru-buru Dino memasukkan kotak itu ke dalam sakunya, tapi lebih dalam tentunya. Hibari penasaran akan isinya dia pun mengambil kotak itu paksa dari dalam saku Dino.
"Uwah!! Kyouya! Jangan dibuka!!", pinta sang Don Cavallone itu. Tentu saja dia tak digubris oleh Hibari.
"Kalau aku ingin melihatnya, berarti aku harus melihatnya," kata hibari dengan member penekanan pada kata 'harus'. Dino hanya bisa pasrah.
Hibari membuka kotak kecil itu, dan terlihatlah orgel mini hitam dengan hiasan burung yang mirip Hibird diatasnya, "Itu orgel mini…," kata Dino sambil menunduk.
"Sebetulnya, itu hadiah yang ingin kuberikan pada Kyouya karena saat aku melihatnya di toko musik, aku berpikir Kyouya akan senang karena ada hiasan burung yang mirip Hibird. Tapi setelah mendengar tentang Children's Day atau kodomo-no-hi ini, langsung saja kuganti dengan ningyo gogatsu itu." Jelas Dino.
Hibari yang tidak suka melihat senyum Dino itu hilang, langsung mengangkat wajah Dino yang tertunduk, "Kalau aku berkata bahwa aku menyukai hadiah ini, apa kau akan tersenyum lagi?", tanyanya.
Senyum kembali menghiasi wajah Dino, "Tentu saja!"
Hibari tersenyum kemudian melepaskan diri dari pelukan Dino dan berjalan menuju meja kerjanya, memutar sekrup orgel, kemudian meletakkan orgel tersebut disamping Hibird. Tak lama, orgel itu melantunkan sebuah lullaby yang indah. Hibird mengikuti alunan lullaby itu dengan terbang berputar di sekitar orgel.
"Hibird juga menyukai hadiah ini." Kata Hibari singkat. Dia juga meletakkan ningyo gogatsu buatan Dino disamping foto mereka berdua.
"Oh iya, Kyouya, kau dapat kado dari teman-temanmu 'kan? Mau aku bantu membukanya dan melihat kado apa yang mereka berikan untukmu?", tanya Dino dengan wajah antusias. Hibari mengangguk dan menyuruh Dino untuk mengambil kado-kado yang dilemparnya ke sudut ruangan tadi diletakkan di mejanya.
Dino kemudian mengangkat satu persatu hadiah dari anak-anak yang lain.
"Oh, pertama kita buka dari Sasagawa bersaudara saja dulu." Usul Dino. Hibari hanya memandang kado dari Sasagawa bersaudara kemudian membukanya. Sebuah hakama lengkap berwarna hitam dengan corak bunga iris berwarna putih dengan obinya yang berwarna senada dengan hakamanya.
"Hakama baru untukku." Senyum tipis dari Hibari begitu melihat hadiah yang diberikan oleh Sasagawa bersaudara.
Dino mengambil sebuah kado, tertulis dari Miura Haru, "Lalu dari Haru. Wah, tak disangka dia juga datang.. padahal bukankah kalian beda sekolah?", Tanya dino sambil membuka hadiah itu.
"Memang." Jawab Hibari singkat. Oh, ternyata yang dia dapat dari Haru adalah 1 buku yang bertuliskan 'Cara Merawat Hewan Piaraan'. Mungkin Haru bermaksud memberikannya kepada Hibari agar Hibari dapat lebih baik dalam mengurus Roll maupun Hibird.
"Huh? Bahkan si Smokin' Bomb itu memberimu hadiah, Kyouya? Tak kusangka!", seru Dino tak percaya.
"Paling Sawada Tsunayoshi yang memintanya," jawab Hibari kalem. Dia mengambil kado itu dan membukanya.
Dino melihat apa yang diberikan Gokudera pada kekasihnya itu, "Waw!! Jam tangan Rolex!", komentarnya kagum.
"Rolex yang mahal kelihatannya. Mungkin kalau dijual lagi, harganya tetap mahal." Komentar Hibari. Dino yang mendengar komentar Hibari langsung terkekeh geli.
"Tak kusangka, Kyouya penuh perhitungan, ya?"
"Lalu ini dari.. Basileum? Dia juga datang, ya?", kata Dino.
"Yah. Lalu apa hadiahnya?", Tanya Hibari.
Dino membuka kado dari Basil dan mendapati sebuah casquette berwarna coklat, "Kyouya pasti cocok memakai ini." Komentar Dino. Hibari hanya menoleh sebentar kemudian kembali mengambil kado. Kali ini dari Bianchi.
Hibari membuka kadonya, dia mendapat sebuah hand towel dan syal dari bahan kasmir.
"Untung saja dia tak memberiku poison cookingnya…," kata Hibari datar.
Dino melihat 3 gulungan kertas, dia berani bertaruh itu pasti anak-anak, "Ini dari Fuuta, Lambo dan I-pin.". Dino membuka gulungan kertas itu dan terlihat gambar mereka bertiga. Dari Fuuta, gambar Hibari yang sedang tidur diatap sekolah. Gambarnya lebih mirip gambar professional! Rapi dan bagus!
Dari Lambo, gambar Hibari yang…. Membungkuk pada Lambo? Kontan Dino langsung tertawa begitu melihatnya. Hibari hanya menatap Dino dan gambar Lambo dengan tatapan pembunuh.
Dari I-pin, gambar Hibari yang.. sedang memeluknya? Yah, Dino tahu sebenarnya I-pin menyukai Hibari, tapi karena I-pin masih ank-anak, dia biarkan saja.
"Yang ini dari Tetsu," Hibari memandangi kado yang ditulisi 'Dari seluruh anggota' itu. Dibukanya kado itu dan mendapati sebuah seragam ketua baru. Disitu ada catatan kecil dari Kusakabe, 'Bos terlalu sering memakai seragam ketua yang lama sampai seragam itu jadi kusam. Kami lalu membuat seragam baru ini. Kami harap ketua meenyukainya.'
Melihat tulisan itu, Hibari bertanya pada Dino, "Hoi, Bucking Horse. Memang seragamku yang ini sudah terlihat kusam?"
Dino memandangi seragam Hibari dan mengomentarinya, "Ehm, memang sudah agak kusam sih..", kata Dino sambil nyengir. Hibari membuang mukanya.
"Kyou-Kyouya, ini hadiah terakhir. Dari Tsuna dan Reborn. Kira-kira apa isinya ya?", Dino segera membuka kotak itu. Dual tonfa baru rupanya hadiah dari mereka berdua. Di salah satu tonfa, ada ukiran nama Hibari.
"Tonfa baru? Pasti ini usul dari bayi itu.", kata Hibari.
"Wah, Kyouya benar-benar disayangi oleh teman-temanmu, ya? Mereka benar-benar perhatian padamu sampai memberikan kado yang bagus-bagus seperti ini. Beruntung sekali!", seru Dino sambil mengelus kepala Hibari lembut.
Hibari membiarkan tangan besar Dino mengelusnya, "Hoi, Bucking Horse, kalau kau lapar, disini ada kue tart dan sushi cake dari Yamamoto Takeshi.. ," tawar Hibari.
"Kalau begitu kita makan sama-sama saja!" usul Dino. Dino mengambil pisau kue dan pertama dia memotong kue tart dahulu, kemudian meletakkan potongan kue tadi ke piring dan kue itu lalu ditusukkan pada sebuah garpu. Dino mengambil secuil kecil kue namun banyak krimnya. Dia hendak menyuapkannya pada Hibari, tapi Hibari menolak.
"Aku tidak suka makanan manis!", tuturnya sambil menutup mulutnya. Tapi Dino pantang menyerah, dia tetap menyodorkan potongan kue tadi di depan wajah Hibari.
"Ayo, Kyouya, katakan 'Aaaaah'!", pinta -perintah- Dino sambil tetap tersenyum dan sabar dengan kelakuan keras kepala Kyouya Hibari ini. Lama adegan itu berlangsung, akhirnya Hibari menyerah. Dia melepas tangannya dan membuka mulutnya, Dino langsung menyuapkan potongan kue tadi dan langsung dimakan oleh Hibari.
"Anak baik," kata Dino lembut dengan senyum merekah di wajahnya. Hibari hanya bisa mengunyah dengan wajah masam dan rona merah di kanan kiri pipinya.
Karena aksi suap menyuap itu, krim kue sedikit mengotori bibir Hibari, Dino langsung menyambar bibir lelaki berambut hitam itu, "Ada sisa krim menempel di bibirmu, Kyouya." Kata Dino santai.
BLUSH!!
Muka Hibari memerah, mungkin semerah tomat sekarang, "A-Aku bisa membersihkannya sendiri!" katanya sambil menutup mulutnya kembali. Takut kena serangan mendadak lagi mungkin?
"Ahahahaha! Iya, iya!" jawab Dino sambil tertawa.
"…. Dino…. kau tahu apa yang kuinginkan untuk hadiah ulang tahun?", Tanya Hibari.
"Ng? Memang apa yang kau inginkan Kyouya?", Tanya Dino agak penasaran.
".. tidak. Tidak jadi..," jawab Hibari sambil membuang wajahnya. Lagi-lagi wajahnya memerah.
"Ya sudah. Kita makan Sushi cake dari Yamamoto saja, yuk?", tawar Dino sambil menyomot beberapa sushi dan melahapnya.
"Iya, iya…," jawab Hibari sambil ikut-ikutan menyomot sushi itu.
"Hem, rasanya ada yang kurang.. Dino, dimana Romario?" lanjut Hibari begitu menyadari romario tidak ada disamping Bosnya.
"Dia kuminta pulang dengan Alvin. Nanti kalau mengganggu acara berduaan kita, aku tak akan segan-segan menghukum mereka!", kata Dino sambil membersihkan sisa-sisa sushi di sekitar mulutnya.
"Pantas..", katanya singkat.
"Kyouya, hadap sini sebentar," Dino menghadapkan wajah Hibari di depan wajahnya, dan sejurus kemudian, dia kembali mencium bibir Kyouya. Namun yang ini lebih lembut dari yang tadi. Hibari pun membalas ciuman itu dengan pemandangan matahari terbenam dibelakang mereka.
SE-LE-SAI!!!! XDDD
Ceritanya sumpah abal sekali!!! Kyouya di chapter 2 jauuuh lebih OOC disbanding yang chapter pertama, yah? T_T
Nah, kalau tidak keberatan.. mohon di RnR pleaseee????
Di flame juga boleh kok!~~ XD
