Hai, Minna-saaan! Ucchan balik lagi~! Hik, hik, walau pun reviewnya cuma 1 orang, ga papa deh, Ucchan lanjutin! Heehee~ Makasih buat reviewnya, Aoki Kou~!
Balasan review:
Aoki Kou : Aoki-chan! Makasih-makasih! Akan Ucchan usahain deeh~
Gitu aja deh. (hiks)
Hng, Ucchan bukan manusia yang sempurna! Jadi mohon reviewnya! Dan kalau boleh… fave dong…?*PLAK*
Uh, yah, kalau reader sekalian mau loh ya! Selamat membacaa~!
Before:
Brak! Semua mata tertuju kearah pintu kelas yang tinggal kenangan.
Dari balik Pintu kelas yang sudah tak berbentuk itu muncullah…
"Kk-kau…."
BERSAMBUNG…
Ucchan Present:
My First Love, Feel So Awfull
Chara: Masashi-chan! I mean Masashi Kishimoto
Story: Ucchan~
ENJOY!
Sebuah sosok muncul dibalik pintu yang sangat mengenaskan itu.
Dan sosok berkepala Botak di tengah (kasihan, pasti salah cukur! *digampar sang pemilik kepala*) dengan setelan baju sweater panjang (yang udah bulukan) serta celana hangat norak yang tersingkap di balik mantel orange ngejreng-nya (lu bayangin aja penampilannya! Dijamin muntah 5 ember!).
Dan dia adalah…
"Ooi, kenapa sama tatapan kalian?" Yamato sensei (dihajar Yamato dengan jurus kayunya) agak tersinggung saat tatapan anak-anak muridnya nge-Hit bagian-bagian vitalnya (KEPALA BOTAK, Sweater MEWAH, dan Celana Yang ADUHAI.). *Reader: Sejak kapan Yamato botak? Ucchan: Ya, sejak Ucchan bilang begitu!(PLETAK!)*
Semua murid langsung mengalihkan pandangannya dengan muka merah menahan tawa. Sensei-ku ini memang penampilannya menjadi hiburan tersendiri saat belajar pelajaran Matematika yang WOW bikin sakit kepalanya.
Saat kelas mulai tenang kembali, si Sasuke malah mulai cari gara-gara, "Oooi, Sakura risleting rokmu kebuka tuuuh~". Semua mata menatap Sakura. Sakura menengok ke arah rok biru pendek selutut nya dan benar saja, wajah Sakura langsung merah, semerah daging asap (duh, jadi laper XD). Sakura langsung berdiri dan menatap Sasuke dalam-dalam (BGM: "pandangan pertama awal aku bercintaaa~"*langsung digampar*). "Hoi…. Bilang apa kau tadi?".
"Loh? Budek ya? KuBILANG risleting rokMU KEBUKA" Sasuke menekan suaranya dikata Bilang, Mu, dan kebuka(?). Langsung saja, BUAKK! Sakura meninju wajah Sasuke dengan tangan kirinya. Semua murid langsung berdiri dan menepi ke tempat aman untuk menonton termasuk Yamato sensei. Di kelas ini, pertengkaran Sakura dan Sasuke bukan hal baru, hampir setiap saat di kelas ini kita akan selalu melihat mereka bertengkar hebat. Para guru juga sudah pasrah. Sasuke tak terima dipukul kayak gitu, langsung dia membalas dengan menghajar tangan Sakura (nggak gentle banget kalo mukul muka cewek!).
Tiba-tiba saat pertarungan sedang mencapai klimaksnya, muncul wajah seseorang yang udah tak asing lagi…
"Eeh, pak kepala sekolah…" Pak Yamato kaget dan langsung merasa martabat sebagai guru jatuh karena ketauan cengo nonton pertengkaran anak muridnya sendiri.
"Eehem…." Pak kepala sekolah yang bernama Sarutobi itu berdehem. BUAK PAK BRUAGH! Dicuekin. "Anak-an.." PLETAK! BRUAAAGH! PLAK! MIAAW(?)! masih dikacangin (poor Principal…). "WOOOI" pak kepala sekolah keluar yakuza *preman Jepang(langsung ditembak)* -nya.
Semuanya langsung terdiam menatap pak kepala sekolah termasuk Sakura dan Sasuke. "Eehem, pak Yamato, bisa tolong suruh anak-anak duduk?" Pria paruh baya yang berwajah tua (dihajar Sarutobi FG *ada ya?*) dan selalu menggunakan jubah putih kumal yang (aku tahu) mempunyai saku persembunyian tempat dia menaruh foto-foto Dora The Explorer, tokoh kartun kesayangannya secara diam-diam itu.(nista amat nih kepala sekolah).
"Eeh, i-iya, baik!" pak Yamato langsung meng-hush-hush anak muridnya (dikira kucing, apa?) dengan kejam dan mengirim death glare terbaiknya(tapi malah bikin ketawa). Semua murid buru-buru kembali ketempat duduknya dan tersenyum malaikat (HOEKH).
Setelah kelas damai kembali, pak kepala sekolah nembak langsung, "Ehem… Sakura, AI LOPE YUUUU, beibeeeeh!" (ditendang kepala sekolah) *errr, salah naskah! Ganti-ganti!*
"EHEEM! Baik, eike langsung ajaa yaaa~! Kite kedatangan murid baru, yang ganteng, imut, cakep, nan menggoda, boooook! Yei siep-siep yee~" pak kepala sekolah malah masang tampang yang GOD… Dibikin imut-imut, tapi malah jadi amit-amit. Dan suara yang dimanis-manisin tapi jadi kayak lebih mirip suara banci blonde *Deidara dengan senang hati mengirim C4 ke rumah Author* yang biasa ngerumpi di taman lawang (ilang dah wibawanya). Ketahuan bencesnya nih…
semua orang langsung sweatdrop. Kepala sekolah langsung tersadar dia telah melakukan kesalahan BESAR (Reader: sangat BESAR!), jadi dia langsung masang muka sok wiba(wel)wa, dan suara yang dibikin-bikin.
"Eeeerr… baik, masuk naaa~k….". seiring ajal menjemput pak kepsek (ditabok) eh, maksud saya selesai pak kepsek berpidato (?) singkat, muncul seorang anak laki-laki berambut panjang yang diikat lemas ke belakang dan bermata Garnet. Itu cowok yang kulihat di depan ruang guru tadi!
Semua mata memandang takjub. Sakura malah sudah berbalik nyengir padaku sambil memberi tatapan "Dia emang jodohku!" aku hanya senyum-senyum gaje. Dasar Sakura …
"Nama Itachi Uchia. Panggil Itachi. Pindahan dari Amegakure, sebulan lalu." Cowok itu mengenalkan dirinya dengan Bahasa Konoha (?) yang baik dan benar. Semua diam menunggu. Pak Yamato juga. Pak kepala sekolah udah ngibrit dari tadi, katanya mau ketoilet.
1 jam…
Semua udah tumbang. Berpulang ke akhirat, para murid, guru, keluarga, kekasih, teman, orang tua, nenek, kakek, moyang, cucu, cicit, cecet (WHAT THE HELL?) (penulis langsung di lempar ember). Maksud saya semenit kemudian…
"Eeem… sudah, pak."cowok itu menatap pak Yamato. Guru itu masih cengo. Yang lain juga. Masih loading 10%
"Pak?" Itachi heran.
20%... Itachi setia menunggu. Anak-anak lain udah sadar
30% Itachi mulai bercukur(?)
40% Itachi menatap teman-teman barunya yang mukanya tolol semua
50% Itachi mulai membuka pelajaran (he?)
60% Itachi mulai merasa ngantuk
70%, PRUUUU~TH... ternyata, cakep-cakep jorok...
80% "Hoooi" Itachi mulai kesel.
90%, "Heeeh, guru ini 'kan masih melamun, apa gue gampar aja ya?" dasar nakal~
100% "hah...?" pak Yamato sadar dengan seiring jitakan (pertama, jelaskan dulu! Apa perbedaan jitak sama gampar? *masang wajah kebingungan* Reader: kaga penting, lu!) mesra(?) Itachi ke kepalanya (murid durhaka!). lalu pingsan lagi.
"Hhhhhhhhhhh….." Itachi hanya menghela nafas. Semua murid melongo menatap pak Yamato yang terbujur kaku akibat jitakan mesra (apaan sih?) Itachi.
"Eemmm…. Baiklah, aku duduk dimana?" Itachi menatap teman-temannya malu-malu kancing (PLAK!) maksud saya malu-malu kucing. Mendengar itu para cewek langsung semangat mempromosikan bangkunya. Bahkan yang udah punya teman sebangku, langsung nendang sang chairmate (apaan tuh?!). Ja'at banget!
Di sini, sebangku cewek duduk dengan cowok. Awalnya cewek-cewek enggan duduk dengan pasangan cowoknya. Secara, para cowok kelas IX-H ini mukanya di bawah standar semua (Author dikeroyok teman-teman cowoknya yang ngerasa jelek. Ucchan: Idih, merasa banget, lu!). Tapi akhirnya pasrah juga tapi dengan syarat chairmate nya harus menjajaninya selama sebulan penuh (reader: dasar perhitungan!).
Dan sekarang, para cowok dengan mudahnya dicampakkan teman sebangkunya. Para cowok mulai menyanyi dengan suara yang ancu... merdu maksud saya...(Author dipelototin temen-temen cowok sekelas(ToT) lagipula ada hubungan apa sih mereka sama nih fic?!),
"Dulu aku kau puja….(cewek2: kapan gue pernah muja lo?! Para cowok cuek bebek) Dulu aku kau sayang….(Cewek2: HUAAAH?) Dulu aku sang juara… yang selalu engkau cintaaaa~…(cewek2: muke lu jauuuh!) kinii roda telah berputaaaarr…
Kini aku kau hinaaa…(cewek2: selalu! *tersenyum bangga*) kini aku kau buang… jauh dari hidupmu…(cewek2: anugerah bagiku) kini aku sengsara…(cewek2: Alhamdulillah!) roda memang telah berputaaa-aar….
Mana janji manismu? Mencintaiku sampai K.O….(cewek2: masa?) Kini engkau pun minggat…. Saat ku terpuruk sendiri…(cewek2: derita lo!) aaaakulah, sang maa~ntaaan, aku lah sang jantaaaaan(?)!" (Nidji: Sang mantan) *dengan sedikit reparasi (Grin)*
Para cewek kaga ada yang peduli, malah mulai menyerang Itachi dengan mencubit-cubit pipi dan memeluk lengannya. Para cowok langsung pundung karena ngerasa nggak dianggep.
Itachi mulai kesel.
END AYUMI POV
: w :
: =_ 0:
NOW ITACHI POV
Uuuh…. Cewek-cewek ini rese banget…. Ributnya minta ampun…
Aku mulai melihat-lihat sekeliling. Ah… itu cewek yang waktu itu! Aku langsung berjalan kearah cewek cantik berambut Purple yang sedang nguap lebar-lebar itu (saat itu juga aku berpikir, "jadi cewe nggak sopan amat"), "aku duduk disini ya?". Cewek itu langsung kaget dan menatap mataku. Garnet-ku bertemu dengan Emerald-nya.
"He? Tapi disamping aku udah ada Sasuke…" cewek itu menatap teman di sebelahnya dengan ragu. Aku menatap cowok bernama Sasuke itu sambil berkata, "Gomen, Sasuke-san. kamu duduk ama cewek itu aja ya?" aku menunjuk sembarang cewek. Dan cewek itu agak mendelik tidak suka. Sasuke juga tatapan matanya seakan mengatakan, DIA-MUSUH-ABADI-KU-TAU!
"Sasuke-san…. tolonglah….." aku langsung ngeluarin Puppy eyes. Si Sasuke kembali ragu. Namun karena mungkin aku ngedesak terus, akhirnya dia setuju. "Baik, tapi aku nggak mau duduk sama dia!" cewek yang asal kutunjuk tadi mendelik kesal. "Mendingan sama Ino!" ujarnya sambil nyengir, dan menunjuk cewek cantik berambut pirang dan bermata Pearl kebiruan . "Eeng.. maaf. Aku sudah duduk dengan Shikamaru." Cewek bernama Ino itu buru-buru menggandeng tangan cowok yang bernama Shikamaru, cowok yang keliatan pemalas dan bertampang datar. Tampaknya dia bodoh hingga tak disukai sebagian wanita.
Shikamaru mendelik nggak suka.
"Eeeer… kalo gitu, Ten-ten aja!" Sasuke kembali mengalihkan pandangan. Kali ini sasarannya, seorang cewek imut dan berambut coklat gelap yang di cepol dua dengan rapi. "Nggak boleh! Ten-ten cewekku! Kalo masih ingin juga, hadapi mayatku dulu! Biar kujadiin sup kamu!" cowok tinggi putih dan memakai baju setelan jaket hitam mengkilat ber style ala yakuza (ini pelajar ato apa siih?) yang ku ketahui bernama Neji (reader: HAH? NGGAK SALAH TUH?!) nggak terima.
"Neji…."
"Ten-ten…"
"Neji….!"
"Ten-ten….!"
"Neji…."
"Ten-ten…"
"Neji…."
"Ten-ten…."
Heeh… malah jadi opera sabun gini…..
Cowok bernama Sasuke itu menatap cewek-cewek lain, tapi semua cewek ditatap oleh tatapan maut Sasuke-san langsung berbalik menyerbu cowok-cowok lokal yang masih pundung lantaran dengan seenak jidat dibuang begitu saja kayak sampah daur ulang. Dasar cewek egois…
apa Sasuke-san sejelek itu ya? Wajahnya nggak jelek-jelek amat.
Eem… aku tidak boleh terbawa suasana. Harus melakukan sesuatu. Aku sekolah di sini untuk tujuan lain….
"Eeem… Itachi-kun, aku duduk sama nenek sihir itu aja deh…." Sasuke membuyarkan lamunanku dan menarik nafas berat sambil menunjuk cewek yang kutunjuk tadi. "HEH?! Apa kau bilang?!" cewek itu mulai kelihatan marah.
"Aduuuuuuuuuuh~ kamu ini tuli yaa, haah?! KUBILANG NENEK SIHIR!" si cowok bernama Sasuke itu malah nyolot. Cewek itu tersenyum iblis dengan latar belakang api. OH…. Mampus aku…..
Skip time aja deh, setelah Yamato sensei sadar dari tidurnya, dia panic mode on saat melihat Sasuke-san dan Cewek liar itu berantem tepat didepan hidungnya. Bukan apa-apa. Lu bayangin aja hidung lu copot karena kena tendangan dan cakaran 2 murid barbar itu. HOROR
Secepat terbitnya mentari(?) *Reader: ni cowok cakep-cakep ternyata otaknya gak beres juga...* Yamato sensei segera berusaha melerai dua murid itu. Tapi NA'AS (sengaja digedein supaya bikin pembaca deg-degan *gampared* ), yang terjadi Yamato sensei malah kena tinju cewek itu, serta tendangan Sasuke-san. Aku cukup kasihan sama guru malang yang satu ini. Jadi guru nggak ada harganya amat….. but, what can I do? Akhirnya semua mahluk hidup di situ cuma bisa nonton pertarungan hot Sasuke versus Cewek yang baru kutahu bernama Sakura. Malah ada yang udah taruhan duit segala. What a crazy class….
Aku cuma menatap bosan. Lalu mulai nguap. Secara sadar, Aku mulai tidur. Masa bodo mereka mau berantem atau apa, yang penting Aku ngantuk bangeeeeeeeeeeeet~…..
Oyasumi~ (selamat malam) *pembaca: masih pagi, woi!*…
Zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz zzzzzzzzzz…..
Flashback mode on:
Seorang anak umur 3 tahun yang masih imut-imut *Author: KYAAAH~~~* sedang bersama ibu, adik laki-lakinya yang masih balita dan ayahnya di sebuah mobil yang sedang melaju di jalan menuju Sunagakure, "Ibu, kita mau kemana? anak itu bertanya sambil menatap ibunya. Ibunya tersenyum.
Sambil menidurkan anak bungsunya yang bernama Shisui, dia berkata, "Kita akan merayakan ulang tahun ke-4 mu dirumah nenek." Mata anak itu berbinar-binar, "Sungguh, ayah?" anak itu menatap ayahnya meminta kepastian. Sang ayah mengangguk sambil tertawa lepas. Anak itu juga tertawa bahagia sambil bersorak, "Yay! Kerumah nenek!". Mereka bertiga tertawa bahagia. Tapi kebahagiaan itu lenyap saat kejadian itu muncul….
Aku merasa kepalaku pening. Memori itu kembali berputar….
"Itachi-kun! Cepat lompat!"
"Ada apa ibu?"
"Ibu, cepat lompat dengan Itachi dan Shisui!"
"T-tapi bagaimana dengan kamu, yah?"
"Sudahlah! Cepat lompat!"
"Tidak! Aku sudah berjanji kalau akan bersama mu sampai mati!"
"Ugh… Arigatou…" ayah tersenyum miris
Ibu cuma tersenyum lembut.
" Itachi... maafkan ibu. ibu dan ayah akan meninggalkanmu. maaf... Itachi selamatkan adikmu..."
"Ayah ibu? Kalian mau kemana? Jangan tinggalkan Ita dan Shisu di sini!" "Gomen, Itachi-kun... Dan terima kasih banyak" dan satu kecupan itu melayang di dahi mungil Itachi. *author langsung ngegigit sapu tangan*
" Tidak! Tidak! Jangan pergi! Itachi nggak mau sendiri! AYAH! IBU!"
Ttapi tiba-tiba, semua jadi gelap…
Esoknya Itachi tersadar di sebuah desa kecil di pelosok Sunagakure. Dia ditemukan warga yang numpang lewat disitu (alias numpang eksis). Tobi nama orang itu.
Shisui tertidur disampingnya. "Ibu… ayah…" Itachi menatap Shisui dengan sedih. Setelah berterima kasih pada orang yang telah menyelamatkannya. Dengan menggendong Shisui, Itachi berjalan ke pusat desa. Tak sengaja dia melihat surat kabar.
Disitu ada foto orang tuanya dan mobil yang dikendarai kemarin. Bedanya kondisi mobil itu memprihatinkan. Itachi membaca teks yang ada di surat kabar itu.
Matanya terpaku pada beberapa kata…
"Mereka meninggal di tempat, keberadaan kedua anaknya masih tak diketahui-"
"Kematian mereka diduga telah direncanakan…"
"N-nani...?! " Dia merasa tak percaya saat melihat tulisan yang tertera di surat kabar itu. Matanya mulai berkaca-kaca.
Itachi nangis. Bener-bener nangis. Sumpah dia nangis. Suer dah dia nang… Oke, lupakan kega-jean saya.
"Ayah, ibu…. Teganya kalian pergi secepat ini…. Padahal kalian masih ngutang lollipop padaku (dasar anak perhitungan)…"
(Oke! Ulangi adegan!)
"Ayah, ibu… Teganya kalian pergi secepat ini… padahal kalian sudah berjanji mau merayakan ulang tahun Ita…" cairan berkilauan menetes dari mata Itachi kecil.
Itachi cuma bisa memeluk Shisui yang beda 3 tahun darinya dengan sesenggukan…
…
END FLASHBACK
"…Tachi… Itachi…" terdengar suara seorang pria (ya iyalah! Masa bencong!?).
Aku membuka mata dengan berat. "Mmmm…" aku meringis pelan karena merasa kepalaku pusing. Memori itu….
"Hei, Itachi! Kamu nggak papa 'kan?" ah, ternyata Sasuke-san. Aku bangun dan menatap sekeliling. "Lho? Yang lain pada kemana?" Aku menatap Sasuke-san dengan heran. "Ebuset, dah! Kamu nggak nyadar ya? Ini udah jam pulang! Kau tidur terus selama jam pelajaran!" Sasuke-san menjambak rambutnya frustasi.
"Whaat?!" Aku langsung MELOTOT. Hari pertama di sekolah baru, udah dapat reputasi konyol, Itachi, si tukang ngorok! Nggak lucu banget!
"Ya sudahlah! Ayo cepat! Nanti diomelin si Juugo lagi!" Sasuke-san segera menyeretku dengan saaangaaa~at LEMBUT.
"Aduh, i-iya! T-tunggu! Bisa gak, nggak nyeret-nyeret?" aku mengaduh sambil masang tampang melas. Tapi sayangnya gak dipedulikan Sasuke-san.
Dengan semangat 45, dia tetap menarikku sampai membuat aku terantuk dinding dan meja. Kalau ada siswi yang ngeliat ini, bakal makin ancur reputasiku!
Aduh, malang banget nasibku! Bad Luck!
Kami berdua berlari seperti maling dan polisi, gak ada habis-habisnya!
Akhirnya kami berhenti di depan sebuah pos tua yang udah bobrok sana sini. Kayaknya pos satpam. Cuma penghuninya yang gak ada.
Sasuke-san memberi kode untuk bersembunyi di balik pohon. Aku cuma mengangguk sok ngerti.
Setelah yakin kami berdua tersembunyi dengan aman, Sasuke-san mulai mengintip ke arah gerbang. "Sialan! Gerbangnya udah ditutup! Kayaknya si Juugo udah pulang! Cih!" Sasuke-san mendecih kesal. Huh...? Juugo? Aku menatap Sasuke-san dengan tatapan ingin tahu.
"Ano, Sasuke-san..." aku memanggil sambil masang wajah anak kucing(?).
"Ya?" Sasuke-san menoleh.
"Em, siapa itu Juugo? Namanya kok aneh amat? Apa dia baik-baik saja?" *penulis ditampar pemilik nama Juugo* Aku masang tampang heran.
"Lho?! Kau belum tahu?!" pekik Sasuke-san kelihatan terkejut.
Aku cuma ngangguk.
Sasuke-san diam sebentar sambil masang tampang shock, lalu mulai bersuara,
"Hmm, bagaimana ya...?
Juugo itu orang yang berbahaya..."
SREK! Eh?! Apa itu...? Langkah kaki?! Sungguhan denger! Apa itu... Tapi sepertinya Sasuke-san gak denger...
"Dia pemilik mata burung Elang pincang(?)...! Sangat tajam!" lanjut Sasuke-san.
Byush! Sepasang mata hitam terang (?) muncul. DI SAAT GELAP GINI LAGI! Oh, ya lupa bilang. Disini ceritanya udah malam. (tukang tidur!)
"Pemilik lengan gajah!" si Sasuke-san masih keliatan gak menyadari bayangan di belakangnya. Aku udah merinding disko.
Tiba-tiba dua lengan gembrot muncul di balik kegelapan. Langsung ilang dah seremnya...
"Tapi yang terburuk..." Sasuke-san menutup mata sambil mengacungkan cari telunjuknya.
Bayangan itu jongkok tepat di sebelah Sasuke-san. Aku siap-siap ngambil seribu langkah no jutsu.
"DIA BOTAK DI TENGAH!" jerit Sasuke-san masang tampang horror.(Reader: Kapan Juugo botak?! Ucchan: Ya setelah Ucchan santet! *PLUAK*)
Si bayangan kelihatan tidak senang...
"A-ano... Sasuke-san... belakang..." aku meringis lalu tanpa perasaan, berlari sekuat tenaga keluar gerbang dengan cara memanjat. Meninggalkan Sasuke-san yang kini bagai anak kucing di sarang harimau.
"Eeeeh...?" Sasuke-san terlihat tersedak. Mukanya kayak orang mau lompat dari gedung lantai 1000 (buset!).
Perlahan, dia mulai menoleh ke arah yang kumaksud.
JRENG! ...
"halo..." si bayangan bersosok persis seperti yang digambarkan Sasuke-san tadi nyengir setan.
"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~~~H!" Sasuke-san teriak kayak gadis yang barus saja kehilangan keperawanannya(?).
Segera dia berlari dan ikut-ikutan manjat pagar.
"WOI! Turun lu sekarang juga!" jerit orang bernama Juujuu (lupa namanya *di hajar*) itu pada Sasuke-san.
Tapi dua anak ganteng (ngaku-ngaku) itu langsung lari tanpa pernah menoleh lagi….
"Hosh… hosh… gila…" Sasuke-san dan aku berhenti disebuah warung sambil terengah-engah. Si pemilik warung menatap curiga ke arah kami.
"Dua bocah ini lari-larian kayak baru ketahuan maling ayam aja. Mencurigakan! Apa gue panggil warga aja ya…?" pikirnya sambil masang tampang serius.
Ya Tuhan, bener-bener kejam deh. Masa tampang cakep begini di bilang maling ayam?! Yang lebih elit dikit kek… maling mobil Ferrari gitu, atau maling anak milyuner (?). 'kan kedengarannya lebih keren… *author di tampar*
"Hosh, hosh… S-Sasuke-san, tadi itu si Jozigo *pembaca: jauh banget!* itu ya?" Tanyaku masih terengah-engah.
"Y… ya… hah… tapi ngomong-ngomong namanya itu Juugo, bukan Jozigo. Daya ingatmu buruk juga ya…" Sasuke-san mengoreksi kata-kataku sambil masang tampang "ternyata lu cakep-cakep, bloon ya?".
Yah, jelas aku malu banget. Aku cuma tertawa kecil, sementara hatiku udah merutukinya dengan semua isi kebun binatang.
"Eh, tapi kenapa Sasuke-san menunggu ku? 'kan bisa pulang duluan?" aku menatapnya dengan heran.
"Habis, kata pak Yamato, aku yang harus bertanggung jawab mengantarmu! Padahal, aku salah apa coba?! Dasar! Orang dewasa jaman sekarang!(?)" Sasuke-san mulai ngomel.
Yah, itu mungkin karena ulahmu dan cewek itu hampir membuat nyawanya melayang… akhirnya aku menghabiskan BANYAK waktu mendengarkan ceramah Sasuke-san.
"Eh, tapi aku kagum loh! Kenapa kau bisa tahu bahasa Konoha (Reader: Apaan sih?) dengan begitu baik? Aku aja yang warga Konoha asli, bahasa Konoha nya masih mengkhawatirkan!" ujar Sasuke-san setelah berhasil menyelesaikan pidatonya tentang HAM remaja jaman sekarang yang super gaje.
"Oh? Yah, aku pernah tinggal di Konoha 2 bulan. Aku dulu tinggal di Kirigakure. Tapi karena pekerjaan orang tuaku, aku harus kembali ke Amegakure." Jelasku singkat.
"Wuah, tapi 2 bulan itu waktu yang cepat loh! Eh, eh, nanti ajari aku bahasa Ame ya? Aku pengen coba nembak cewek pake bahasa Ame!" Sasuke-san memberiku grin Pervert-nya.
"Boleh." Ujarku sambil tersenyum.
"Eh, ngomong-ngomong sekarang jam berap…" belum selesai Sasuke-san bicara, tiba-tiba, pemilik warung itu keluar sambil berteriak, "Maling ayaaam, maling ayaaam!" hueh? Masih mikir kami maling ayam?! Anyway, kami bukan maling tahu! Enak aja main fitnah!
Tanpa kami sangka, berpuluh-puluh warga yang kebanyakan oom-oom muncul sambil memegang golok. OH NO
"S-Sa-Sasu-Sasuke-san…" aku menatapnya takut-takut.
Sasuke-san mengangguk pelan sok cool sambil memberi kode. "1, 2, 3! LARIIII…!" teriaknya histeris. Yang tentu makin mengundang kecurigaan warga. Dasar Sasuke-san bodoh!
Tanpa basa-basi lagi, kami berdua lari kearah yang berlawanan. Sebagian warga mengejar Sasuke-san, yang sebagian lagi yang terdiri dari ibu-ibu dan banci, mengejarku. BUSET! Ngejar maling kok milih-milih…
akhirnya aku cuma bisa berlari dan berlari sampai pagi, eh, nggak segitunya sih, hehhe*ditabok* cuma sampe ngos-ngosan doang kok...
Ku lambatkan langkah kakiku. Sepertinya mereka sudah tak mengejar lagi. Hahahah… hampir saja! Lu bayangin aja, ada sekumpulan ibu-ibu kadaluwarsa, dan banci-baci taman lawang mau ngeroyok lo?
HAHAHHA! AMIT-AMIIIT~~~~~ *teriak pake toa dalam hati (?) *
Akhirnya aku cuma menghela napas lega.
Hng? Mataku menangkap sesosok cewek dan beberapa sosok oom-oom yang kelihatannya sangar, di belakang pos satpam.
Cewek itu sepertinya akan dilecehkan. Duuuh, mana satpamnya siiih?!
Bergegas aku berlari kearah kawanan oom-oom gaje itu.
Mereka sepertinya menyadari keberadaanku.
"HOOOI!" teriakku pake toa ditengah acara berlariku.
Akhirnya aku sampai dengan selamat!
"Kalian mahluk-mahluk rendah! Jangan ganggu lady in… eh? Kamu… Ayumi 'kan…?" aku menatap cewek yang sedang terduduk dengan wajah pucat itu.
"… kamu…"
Aku dengan santainya berjalan mendekati cewek itu dengan senyum yang kujamin dapat melelehkan segala isi macam perut wanita(?).
"My Princess… tenang saja, aku akan menyelamatkanmu. Jadi kau bisa selam…"
"Kamu siapa ya…?" PLAK… tamparan keras bagiku…
"Hei! Pahlawan kesiangan yang gak ada nama! Kalo lu berani, lawan kita! Jangan asal bicara lu!" para preman itu memprotes karena ngerasa gak di anggap.
"Huh! Baik akan kulawan kalian sekarang juga!" Bentakku dengan bercucuran air mata. Nih cewek sadis amat sih… langsung ngelupain muka ku… huwe, emak…
"Siap-siap aj…"
"EH! Itu tuh, si maling ganteng itu! Ayo kita 'hajar' sama-sama" suara banci yang kedengaran kayak ayam betina ketemu harimau jantan*?* terdengar dengan sadisnya ditelingaku.
Para Preman pun sepertinya kaget.
"GASWAT! Eh, maaf ya, aku harus pergi! Tenang! Kau akan aman!" ujarku pada cewek manis itu dan langsung berlari sambil mengacungkan jari tengahku kearah para preman dan ibu-ibu+banci itu.
"E-eh…" cewek itu cuma cengo melihat aku serta para preman itu lari. (ya iyalah, premannya juga lari! 'Mang lu mau jadi santapan ibu-ibu n banci sadis itu?!)
Singkat cerita aku tetap tak bisa melarikan diri dari satpam dekat situ yang mendengar rebut-ribut hingga nggak ikutan ngejar. Aku sangat bersyukur bukan ibu-ibu dan banci itu yang ngenangkep. Kalo tidak, maka hilanglah keperawananku!*?*
Setelah diceramahi (padahal aku tidak melakukan apa-apa) aku diijinkan pulang.
Aku berdoa Sasuke-san selamat. Semoga pas aku dating kesekolah besok, dia ada dibangkunya. Haahha, dikejar oom-oom yang ngebawa golok… tabah ya, Sasuke-san…
TBC
Gimana? Maaf kalau masih kurang! Akan Ucchan usahain. Tapi maaf ya, Karena UAS hampir menjemput(?)
Ucchan harus belajar… terutama MTK… mampus, ada Fisika juga… aaah, PKN sinting juga ada… Ucchan setres…
Yah, doain MTK, Fisik, sama PKN Ucchan ya… Ucchan akan sangat senang kalau para reader mau.
Hhehehe, adiknya Itachi si Shisui imut itu! Kyaaa~ Double ganteng~ Ucchan pengen makan ayam goreng deh!*Plak*
jadi mohon masukannya! Ucchan sangat haus review! *gaje*
Yah, Review plis?0w0 *Kitty eyes no jutsu~!*
