Chapter 2

Para seme telah kembali dari perkerjaannya. Dan setelah makan malam kesibukan dorm dimulai.

"Hoya. Bisa kau ikut aku sebentar?" Tanya Dongwoo yang diikuti langkah Hoya yang mengekor dibelakang Dongwoo. Dan seperti yang telah dibayangkan oleh Hoya, Dongwoo segera menarik lengan Hoya sedikit paksa untuk memasuki kamar yang sedetik kemudian terdengar bunyi pintu kamar dikunci.

Woohyun yang melihat apa yang dilakukan Dongwoo mendapat ilham buat otaknya. Ia juga langsung mendapatkan wahyu yang diperintahkan otaknya. Ditambah muka Sunggyu yang sudah mulai terlihat khawatir membuat sebuah smirk yadong terukir dibibir Woohyun. Sunggyu menatap Sungjong seakan meminta pertolongan. Seakan tau apa yang diminta hyungnya Sungjong mulai bertingkah.

"Sunggyu hyung… boleh tidak malam ini aku tidur di kamar kalian? Akhir-akhir ini aku mimpi buruk hingga aku jadi takut untuk tidur…" ucap Sungjong meminta ijin palsu kepada hyungnya.

"sirheo! Tidur saja dikamar MyungYeol!" seru Woohyun sebelum Sunggyu menjawabnya sambil menarik Sunggyu yang mukanya menunjukkan kepasrahan. Dan sedetik kemudian sama seperti sebelumnya, terdengar pintu kamar yang dikunci.

"cih sialan…" runtuk Sungjong kesal.

"nampaknya para hyungdeul kelelahan deh…" pikir Myungsoo dengan Innocent yang membuat Sungjong jadi tersedak.

"pantas saja mereka yang paling suci…" pikir sungjong dalam hati.

"aniya hyung… mereka tidak kelelahan… kalau kelelahan tidak mungkin muka mereka sesemangat itu." Jawab Sungjong sambil meninggalkan Myungyeol yang masih bertahan di meja makan.

"terutama Dongwoo hyung dan Woohyun hyung.." tambah Sungjong dalam hati.

"maksudnya?" Tanya Myungsoo masih Innocent. Yang ditanya tidak menyahut. Myungsoo menatap Sungyeol meminta penjelasan tapi yang ditatap hanya mengendikkan bahu tak tau

"kau mau kemana?" Tanya Sungyeol ketika melihat Sungjong kembali dengan menggunakan mantelnya.

"aku mau ke tempat kawanku. Aku akan menginap disana dan pulang besok pagi. Karna.. mustahil kan aku tidur bersama kalian?" goda Sungjong membuat blushing di muka Sungyeol.

"maksud mu? Aku tak ngerti apa yang kau ucapkan dari tadi sungjong-ah…" keluh Myungsoo.

"sudah deh… aku pergi dulu…" pamit Sungjong kepada kedua hyungnya itu.

Blam… pintu dorm tertutup begitu juga pertanyaan Myungsoo yang tak dijawab oleh Sungjong.

"kau tau apa yang sungjong maksud hyung?" Tanya Myungsoo ke Sungyeol yang membuat Sungyeol sukses tesedak.

"yaa… begitulah…" jawab Sungyeol

"apa sih? Katakan padaku…" pinta Myungsoo.

"err…" awalnya Sungyeol tak mau mengatakannya pada Myungsoo. Tapi melihat muka polos Myungsoo yang memelas ia jadi tak tega.

"baiklah… kalau begitu ikut aku kekamar.. akan kutunjukkan apa yang para hyungdeul lakukan dikamar mereka seperti kata Sungjong." Ucap Sungyeol yang ikuuti Myungsoo yang mengekor dibelakangnya.

"nampaknya jauh lebi baik kalau langsung praktek daripada sekedar teori…"

"Mianhae Myungsoo-ah… aku tak tau apakah setelah ini kau akan tetap mau mencintaikuseperti ini atau justru akan membenciku…"

"tapi.. sebagai namja aku harus berani menanggung resiko yang mungkin terjadi.. resiko kalau namjachingu yang kucintai akan membenciku.." tekad Sungyeol dalam hati.

Dan inilah awal dari kisah yang dibuat oleh Sungyeol…