Hoho, cerpen ke2 aku mulai ya!
Rada-rada sarap sih, but, enjoy!

Disc.: Hiro Mashima-sensei
Author: Setan, ya, manusia lah!
Rating: Pikir sndr!
Lg nggak ad ide, jadi aneh deh! -"

Halloween Drakula!

"Sore itu, 29 Okt 2013, Natsu dkk sedang berjalan-jalan mencari kostum yang cocok untuk pesta Halloween nanti.

"Lucy, kau pake kostum apa?" tanya Natsu penasaran.

"Yah, aku pake kostum… ini…" kata Lucy sambil menunjukkan sebuah kostum penyihir berwarna hitam.

"Lucu!" kata Mira yang menyela pembicaraan mereka.

Semua sudah menemukan kostum mereka masing-masing, yaitu:

Natsu : Naga

Happy : Ikan

Lucy : Penyihir

Mira : Devil

Elfman : Serigala

Gray : Burung Beo

Erza : Spiderwoman (apaan tuh?)

Hari Halloween pun tiba, smuanya telah memakai kostum pilihannya. Kostum burung beo Gray membuat sluruh warga ketawa-ketiwi kayak orang goblok!

Lalu, saat di perjalanan menuju rumah-rumah warga, Natsu bertemu dengan seseorang yang bajunya kayak Sultan yg udah mati nyasar ke Depok.

"Si-siapa kau?" pekik Natsu.

"Namaku Buppa, Sultan para Drakula dari Drakula X Guild… Aku di sini untuk mengkapmu!" seru Buppa.

"Hah, sini, ku tantang kau!" kata Natsu yang langsung melepas kostumnya.

Mereka perang besar-besaran. Dan, pada akhirnya, Natsu kalah! Ia digendong Sultan Buppa. Lucy, Mira, Elfman, dkk mendengar suara ledakan api Natsu dan langsung pergi ke TKP.

"A-apa yang te-terjadi?" pekik Lucy.

Ia melihat ke sekitar. Ke kiri, ke kana, ke depan, ke belakang (kok kayak OR aja sih?) bahkan ke atas, tapi takada tanda-tanda kehidupan Natsu.

Lalu, Mira menemukan selembar surat yang digantung di ayunan yang biasa dimaenkan oleh Natsu saat ia masih di perut ibunya (HEH?).

"Apa ini?" pekik Mira.

"Mari kita baca!" seru Lucy.

'Hei, kalian para anggota FT, dengarkan aku! Aku ini Buppa, Sultan para Drakula di Drakula X Guild! Aku menculik pacarmu Lucy! Aku menculik Natsu! Ia akan jadi bonekaku! BUDAKKU! Huahahahahahaha! Rasakan kau, Rambut Pirang!'

"Apa maksudnya?" kata Lucy dengan aura yang berkobar-kobar. "Hei, Mira! Temani aku ke Kantor Pengabaian!"

"Ba-baiklah…"

Lalu, Lucy dan Mira pergi ke KP. Di KP, ada Makarov, sang ketua.

"Ada apa?" tanya Makarov.

"Masalah apa nih?" tanya Juvia kalem.

"Natsu diculik!" seru Lucy panas.

"A-ada solusi nggak?" tanya Mira.

"Ada kok!" kata Macao.

"Apa?" tanya Lucy yang makin ganas.

"Kamu buat patung Naga Api, sembah tiap hari…" jelas Juvia.

"Patungnya dari terumbu karang loh!" jelas Makarov.

"Jangan lupa, taburi serbuk kopi rasa bunga kamboja di atas kepala patung Naga Api-ny!" kata Juvia.

"Kok kayak org mati sih?" pekik Lucy.

"Ada solusi laen?" tanya Mira lembut.

"Tentu!" kata Juvia.

"Kalian temui Dukun Loki di puncak Mount Blanc atau Mbah Gajeel di lereng Mount Everest!" kata Makarov.

"BAIK! Tapi, caranya gimana?" tanya Lucy.

"Kami punya pintu yg bisa pergi kemana saja! Sini…" ajak Juvia.

Lalu, Lucy dan Mirajane masuk ke dalam pintu tersebut. Tiba-tiba saja, mereka sudah ada di puncak Mount Blanc. "Dukun Loki!" panggil Lucy.

"Apa?" tanya Dukun Loki yang sedang melakukan ritual-ritual gaje.

"Aku mau minta tolong!" kata Lucy.

"Apa?" tanya Dukun Loki sambil membaca mantera '$++^&O(*!~~?_-{{|\)'-nya itu.

"Aku mau nyelamatin Natsu!" kata Lucy setengah menangis.

"Oke, baca saja mantera ini…!" perintah Dukun Loki.

"!" teriak Lucy.

Tiba-tiba, Natsu keluar dari tangki bensin di belakang Lucy." Kata Gajeel bercerita pada anaknya yang pernah merugikannya (baca chapt. 1).

"Owh… Makasih, yah! Met bobo!" kata anaknya Gajeel.

"Konbanwa!" kata Gajeel.
(GAJEEL PUNYA ANAK?)

"Oia, ayah!" panggil anaknya Gajeel.

"Apa lagi?"

"Natsu itu... Dia kok tiba-tiba langsung keluar?"

"Jangan tanya ayah... Ayah mana tw, yg ciptain cerita ini kan, Mira-san, authorny!"

Aneh kan? Aneh kan?
Yah, karna ak gk ad ide, segini aja deh! Kpn" ak edit!

Review ya, minna! ^^