PHOENIX AND DRAGON
Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto bukan Sasuke
Pairing : (masih rahasia)
Rated : T(M kalau ada kata-kata yang kasar )
Genre : Romantis, Family
Warning : femnaruto bukan naruko, OOC, Typo berserakan dimana-mana, bahasanya sesuka Author, gaje, tidak sesuai dengan cerita aslinya jadi mohon maklumi dan juga jutsu-jutsunya kebanyakkan karangan Author sendiri.
Ket:
"Blabla"Bicara langsung
'Blabla'Inner
"Blabla"Monster/lainnya
'Blabla'Inner monster
/blabla/Telepati
"Blabla"Jutsu atau jurus
-Blabla- lokasi/Waktu
Blabla Flasback/ingatan
.
.
.
.
.
.
Chapter 2
-Gerbang kerajaan Konoha-
Ryuu dan Naruto telah memasuki gerbang kerajaan, Naruto menatap antusias apa yang Dia lihat.
"Nii-chan, Naru turun ya"Pinta Naruto
"Okey"
Ryuu menghentikan Shiro dan turun untuk membantu Naruto turun, setelah Naruto turun Ryuu kembali menaiki Shiro.
Naruto melihat sekelilingnya banya penduduk yang belaja dan lainnya ada juga yang mengemis, Naruto mendekati pengemis itu dan memberikan sekantong emas yang Dia bawa lalu kembali menyusul Ryuu yang menantinya dengan senyuman.
Sipengemis menatap tak percaya sekantong emas yang ada ditangannya lalu menatap kegadis yang memberikannya yang sedang berjalan disebelah kuda berwarna hitam.
"Nona Arigato"Kata Sang pengemis terharu
Naruto menatap sang pengemis dan tersenyum manis dan melanjutkan perjalanannya.
"Nii-chan sekarang kita kemana? "Tanya Naruto penasaran sambil menatap Ryuu yang duduk diatas punggung Shiro
"Kediaman Uchiha, Nii-chan ingin kau menolong Ibu dari sabahat Nii-chan" Jawab Ryuu lembut
"Oh, Uchiha Mikoto? okey"Kata Naruto
Mereka pun melanjutkan perjalan menuju kediaman Uchiha dengan Naruto yang berceloteh sambil mengusap kepala Shiro lembut.
-Kediaman Uchiha-
Itachi sedang duduk sambil meminum teh hijau ditemani dengan Sasuke yang memakan kue kering.
"Itachi-sama, Putra Mahkota telah kembali dan ada diruang tengah"Lapor seorang dayang
Itachi mendengar itu langsung pergi keruang tengah diikuti oleh Sasuke, kalau Ryuu telah kembali pasti Dia telah menemukan adik yang Dia cari selama ini.
Diruang tengah Ryuu duduk didepan Fugaku dan Naruto duduk disamping Ryuu sambil menikmati buah jeruk yang sudah dikupas.
"Jadi Ryuu-sama, ada apa datang ketempat tinggal kami ini? "Tanya Fugaku sopan
"Gadis disamping saya ini, akan menyembuhkan Mikoto-baa"Jawab Ryuu
Fugaku menatap Naruto, sebelum sempat berbicara pintu dibuka dan muncul Itachi dan Sasuke.
"Siapa gadis ini?"Tanya Fugaku
Itachi menatap Gadis disamping Ryuu dan terkejut, Gadis itu sesuai dengan deskripsi yang diberikan Ryuu.
"Kau Adik Ryuu bukan? "Tanya Itachi
"Eh? apa Anda Sahabat Nii-chan? Salam kenal aku Naruto"Kata Naruto sopan
Fugaku menatap memintak penjelasan
"Dulu Kaa-sama bukan melahirkan dua bayi kembar melainkan tiga dan Dialah Naruto, Naruto dibuang sejam setelah kelahirannya"Jelas Ryuu
"A-apa"Kata Fugaku terkejut
Ryuu pun menceritakan apa yang Dia ketahui lalu meminta izin untuk membawa Naruto menemui Mikoto, saat disana Naruto segera menghampiri Mikoto.
"Ini sangat parah "Kata Naruto
"Maksudmu Kaa-sama tidak dapat disembuhkan? "Tanya Sasuke sedih
Naruto tersenyum
"Bukan tidak bisa"Jawab Naruto, lalu menghela nafas "Bisakah Nii-chan buat Kekkai? "Tanya Naruto
"Okey"
Ryuu pun membuat Kekkai dan menghampiri Naruto, Naruto menatap yang lainnya.
"Tolong perhatikan ini baik-baik"Kata Naruto
Naruto menyatukan kedua telapak tangannya lalu menariknya kearah yang yang berlawanan muncul hologram berwarna hijau ukuran sama dengan ukuran Mikoto, didalam hologram itu terlihat bagian dalam tubuh Mikoto secara ditel (seperti USG, namun jauh lebih lengkap)
"Lihat bagian ini, ini, ini, ini dan ini"Tunjuk Naruto dibeberapa titik
"Itu bukannya bagian saraf? dan kenapa tidak menyatu? "Tanya Itachi heran
"Itu permasalahan kenapa Mikoto-baa tidak bangun karen saraf-sarafnya telah putus dan lihat otaknya tidak berkerja sama sekali"Jelas Naruto sambil menunju otak Mikoto yang hanya terdiam tidak ada pergerakan
"Lalu apa yang harus kami lakukan? "Tanya Fugaku
"Ini salahku"Kata Sasuke menyalahkan dirinya sendiri
"Sasuke ini bukan salahmu, Kaa-sama sangat menantikan kelahiranmu walau nyawanya sebagai taruhannya"Kata Itachi menenangkannya
Naruto tersenyum dan menatap Ryuu
"Doa kalian selama ini akan segera dikabulkan, Mikoto-baa akan bangun lagi"Kata Ryuu
Ketiga Uchiha itu menatap Ryuu heran dan Ryuu menunjuk Naruto yang sedang meletakan tangannya di perut Mokoto. Lalu mereka melihat layat hologram, dimana semacam api berwarna kuning keemasan merayap menuju saraf-saraf itu dan menyatukannya dengan perlahan.
Dan dapat otak Mikoto mulai berkerja normal kembali.
"Sudah terhubung"Kata Ryuu
"Ya tapi ini masih belum, api ku harus menumbuhkan saraf yang terputus dulu, mungkin selama 24 jam lalu akan Naru padamkan dengan air mata Phoenix" Jelas Naruto "Nii-chan ada jeruk?"Tanya Naruto memalas
"Hehehe Itachi kau ada jeruk tidak"Tanya Ryuu ke Itachi
"Ada, akan aku ambil"Jawab Itachi bahagia
"Eh?"Pekik Sasuke saat di tangan Naruto ada jeruk segar
"Ada yang berdoa? "Tanya Ryuu
"Ya, pengemis tadi, Dia mengucapkan terima kasih atas apa yang Dia dapatkan"Jawab Naruto tersenyum lembut "Dia pria yang baik dan taat, keluarganya senang saat Dia membawa emas itu dan sekarang kehidupan mereka layak, seperti permohonan mereka"Jelas Naruto
"Kau senang"
"Sangat"
Itachi kembali dengan membawa sepiring Jeruk yang sudah kupas, langsung saja Itachi melongo saat melihat Naruto asik makan jeruk.
"Loh kok sudah ada jeruk? "Tanya Itachi heran
Ryuu hanya tersenyum merespon pertanyaan Itachi, lalu meminta Itachi untuk meletakan jeruk yang Dia bawak didepan Naruto.
Fugaku mematap layar hologram itu dengan serius dan Dia melihat gambar seperti Phoenix ditepi kiri bawah hologram.
"Phoenix?" Gumam Fugaku
"Itu lambang ku"Kata Naruto
"Phoenix tidak boleh digunakan sembarangan, Dia adalah dewa kita"Kata Fugaku
"Dari lahir Phoenix adalah lambang diriku"Kata Naruto
"Fugaku-Jii apa yang dikatakan Naruto benar, Dialah lambang Phoenix tersebut"Kata Ryuu
"Jadi Dia yang ada dalam ramalan Uzumaki itu?"Tanya Fugaku
"Ya"Jawab Ryuu
Fugaku juga tau tentang sejarah dan ramalan didalam Uzumaki karena dulu ayahnya dekat dengan Raja terdahulu.
"Apa pihak istana tau kau kembali? "Tanya Fugaku santai
"Belum, Kami menutup tubuh kami dengan jubah dan beberapa ilusi"Jawab Ryuu
"Syukurlah"Kata Fugaku lega
"Oh ya Fugaku-jii, apa Sasuke telah belajar diistana? "Tanya Ryuu sambil menatap Naruto, Sasuke dan Itachi yang sedang berbicara bersama dengan akrab
"Ya, saat usianya 7 tahun Dia sudah sekolah diistana"Jawab Fugaku lembut"Kenapa kau bertanya seperti itu? "Tanya Fugaku
"Aku ingin Sasuke dapat menjaga Naruto saat diistana nanti "Jawab Ryuu
"Apa kau akan memberitahukan soal Naruto ke orang istana?"Tanya Fugaku
"Tidak, belum saatnya. Biarkan saja mereka menganggap Naruto seperti apa dan Naruto juga tak mempermasalahkan itu"Jawab Ryuu menatap lembut Naruto
-Istana-
Menma yang sedang asil belajar tiba-tiba dikagetkan dengan Anbu memasuki kamarnya.
"Lapor pangeran, Hamba melihat Putra mahkota Ryuu-sama berada di kediaman Uchiha" Lapor Anbu itu
Menma mendengar itu senang karena itu artinya Onii-samanya kembali dengan saudari kembarnya.
"Siapkan penyambutan, mingkin Onii-sama akan keistana besok siang"Perintahnya
"Ha'i laksanakan"
Anbu itu pun pergi, Menma tersenyum senang
"Onii-sama akhirnya kau kembali"Gumam Menma penuh syukur
Minato mendengar kepulangan Ryuu merasa tak senang padahal Dia sangat senang dengar kabar Ryuu pergi dari kerajaan.
'Cih kenapa Dia harus kembali? sial' Upat Minato didalam hatinya
Tak jauh dengan Minato, Danzo pun juga tak suka karena bila Ryuu kembali maka rencananya untuk mengambil tahta raja konoha tidak akan berjalan dengan lancar.
Para dayang dan Anbu yang setia melayani Ryuu sangat senang karena Tuan mereka telah kembali dan mereka juga penasaran kejutan apa yang dibawa oleh Putra Mahkota. Saat Ryuu pergi Dia bilang kedayang dan Anbu yang setia padanya kalau Dia kembali akan membawa sebuah kejutan yang tak bisa dilupakan.
-00.00, kamar Mikoto-
Seorang gadis usia 12 tahun menyalurkan energi berwarns kuning keemasan kewanita yang berbaring didepanya melalu perut wanita itu, sebuah tangan menghapus keringat yang ada di keningnya.
"Nii-chan? kenapa disini?" Tanya Naruto pelan
"Nii-chan tadi terbangun dan kau tidak ada ditempat tidurmu"Kata Ryuu tanpa menjawab pertanyaan Naruto "Apa kau lelah?"Tanya Ryuu sambil menghapus keringat dikening Naruto
"Tidak"Jawab Naruto jujur
Naruto berkeringat bukan tandanya lelah tapi itu hanya efek dari menyalurkan energi miliknya.
"Prosesnya sudah Naru percepat dan kondisi tubuhnya sudah fit kembali tinggal memberikan air mata Phoenix" Jelas Naruto
"Apa sekarang?"Tanya Ryuu
"Ya, mereka sudah lama menunggunya bangun"Jawab Naruto
Ryuu tersenyum lalu mengusap rambut Naruto sayang. Naruto mencoba berkonsentrasi agar air mata Phoenix dapat keluar.
Tes
tes
tes
Air mata Naruto jatuh menengai wajah Mikoto dan perlahan air mata itu merayap menuju melut Mikoto dan masuk.
Didalam layar hologram terlihat api emas itu padam terkena air mata Phoenix .
"Sekarang kita tidur "Aja Ryuu
Naruto menganggukan kepala dan mengikuti Ryuu menuju kamar mereka.
-07.00-
Seorang wanita usia 35 tahun sedang menata makanan dimeja makan.
Tap
tap
tap
Suara langkah kaki membuat wanita itu mengalihkan perhatiannya dan wanita itu tersenyum saat melihat anak-anak dan suaminya.
"Ohayo"Sapa Wanita itu ramah
"Kaa-sama/Okaa-sama/Mikoto-chan"Kata ketiga Uchiha itu terkejut lalu-
Grep
- Mereka bertiga menerjang sosok wanita itu, sang wanita hanya tersenyum dan membalas pelukan ketiga Uchiha itu serta mengecup kening mereka satu persatu.
"Kaa-sama kapan bangunnya? "Tanya Itachi senang
"Tadi pagi pukul 5"Jawab Mikoto "Dan Sasuke sesuai yang Kaa-sama bayangkan kau tumbuh jadi seorang anak yang tampan"Kata Mikoto memuju Sasuke
Sasuke wajahnya mulai memerah karena pujian dari Kaa-sama nya, Naruto dan Ryuu sibuk dengan bertukar makanan.
"Naru kenapa kau memberikan daging milikmu ke Ryuu dan Ryuu kau juga?"Tanya Mikoto
"Naru, Dia tidak terlalu suka daging"Jawab Ryuu
"Hm"Anggukan Naruto yang memakan sayuran dipiringnya
"Kenapa? "Tanya Itachi
"Dari kecil Naru selalu makan buah dan sayur tidak pernah makan daging dan akhirnya lidah Naru sudah biasa makam buah dan sayur, bila makan daging Naru lebih suka makan daging rusa"Jawab Naruto Innocent
Yang disana gemas melihat Naruto
"Sayang kau ini lucu sekali~"Kata Mikoto sambil mencubut gemas pipi Naruto
"Ittai yo"Erang Naruto
"Kaa-sama Naru kesakitan"Tegus Itachi
"Ugh gomen"Kata Mikoto tertawa malu
Naruto hanya cemberut dan merapat ke Ryuu, Ryuu hanya tersenyum geli.
"Jadi kapan kalian ke istana ?"Tanya Fugaku
"Nanti siang"Jawab Ryuu
"Hn"Tambah Naruto dengan ekspresi lucunya
-Digerbang kerajaan-
Para dayang dan Anbu telah berbaris rapi untuk menunggu kedatangan Putra Mahkota.
Drap
Drap
Drap
Suara langkah kaki kuda membuat mereka mengalihkan pandangan, disana mereka melihat Ryuu mengendarai Shiro dan seorang Gadis usianya sama dengan pangeran dan putri.
"Selamat datang Putra Mahkato Ryuu-sama"Sambut mereka bersamaan
Ryuu tersenyum dan turun dari punggung Shiro dan Shiro langsung lari menuju kandangnya, Naruto melihat itu tersenyum geli dan Dia merasakan tangannya digengam lalu mengalihkan pandangannya kepada pelaku pengenggaman tangannya.
"Ada apa? "Tanya Naruto heran
"Kau melamun?"Tanya Ryuu balik bertanya
"Tidak, lucu saja dengan sifat Shiro yang ceria seperti itu"Jawab Naruto geli
"Mungkin Dia rindu dengan tempat tinggalnya"Kata Ryuu
Mereka yang melihat kedekatan Ryuu dengan seorang gadis menjadi heran dan juga penasaran akan semua ini, tapi mereka tidak mungkin bertanya secara lancang ke Tuan mereka itu.
"Onii-sama"Sapa Menma senang
"Menma"Sapa Ryuu lembut
Menma menghampiri Ryuu dan berhenti saat melihat seorang gadis seusia dengannya, tanpa pikir panjang Menma memuluk gadis itu.
"Gomen Nii-san tidak ikut mencarimu"Bisik Menma
"Tidak apa-apa Nii-san"Bisik Naruto
Ryuu melihat itu tersenyum senang karena kedua adiknya dapat menerima satu sama lainnya, tapi Dia tidak tau apa Naruko akan menerima Naruto? Dia tau Naruko sering terpengaruh oleh chakra negarif Yang Kyuubi yang disegel didalam tubuhnya.
Naruto merasakan kegelisahan Ryuu tersenyum menenangkan Ryuu, Ryuu mendapat senyuman itu tersenyum tipis namun tulus.
.
.
.
.
TBC
Huff chapter 2 selesai, ya walau pendek hehehe.
Gami Kira tidak akan ada yang mau review fic Gami ini, tapi masih ada hehehe Gami sangat senang.
Arigato telah mau mereview fic Gami ini ^_^
Sampai bertemu di chapter selanjutnya~
