My Miel~

KrisTao~

KaiSoo~

Miel Macchiato

Chapter 2

" Kris lakukan sesuatuu! " jerit Kai. Jeritan Kai membuat Kris semakin panik, jantungnya sekarang berdetak tidak karuan. " Aku juga tidak tau harus apa Kai! " kata Kris berusaha tenang.

" Ya ! Aku lupa mantra untuk terbang didunia manusia Kris! ".

" Kau bukan lupa, kau kan memang tidak pernah mendengar pelajaran bodoh " omel Kris. Kai sepertinya tidak terlalu mendengar omelan Kris karena pikirannya sedang kacau. " Aku belum mau mati Kris, aku masih ingin hidup. Aku masih ingin menari Kris " racau Kai. " Kau pikir aku mau mati hah? Diamlah aku sedang mencari cara untuk menyelamatkan diri kita Kai. Aish, dimana Suho? " umpat Kris. Anak ini masih sempat sempatnya mengumpat orang lain saat dalam keadaan seperti ini.

Wush... Angin kencang bertiup membuat mereka menjauhi tempat lokasi mereka barusan. Angin itu tampak seperti dikendalikan seseorang dan membawa mereka berdua menuju sebuah rumah bergaya Eropa abad 20-an. Tiba tiba angin berhenti dan...

Brak! Kretek!

" Aish tulangku! " raung seorang namja.

" Kai cepat bangun! Kau ini berat sekali sih! " gerutu Kris. Kai langsung berdiri secepat yang dia bisa dan langsung terjembab kebelakang. Kasihan Kai, kakinya masih gemetar akibat tadi. Kris juga langsung berdiri dan duduk disebelah Kai.

" Ya! Kenapa kalian berdua berat sekali hah? " teriak seorang namja yang tertimpa tadi. Kai dan Kris hanya nyengir melihat sosok didepan mereka kini menderita.

" Salah kau sendiri Suho, kenapa kau tidak menjemput kami saat kami keluar dari portal hah? Kau tau kami hampir saja mati " umpat Kris sambil menjitak Suho.

" Kau mau dihukum apa kalau anak didikmu ini sampai terluka karena kau? " timpal Kai ikut ikutan menjitak Suho.

" Salah kalian yang tidak bisa menggunakan mantra terbang. Kalian menyimak tidak sih saat pelajaran? " kata Suho tidak mau kalah sambil melindungi kepalanya.

" Kau pikir siapa yang bisa berpikir jernih saat berada diujung kematian hah? " Kris kali ini benar benar kesal rupanya.

" Sudahlah Honnie-ya, itu memang salahmu. Kenapa kau tidak langsung menjemput mereka? Kau malah asik tertawa melihat mereka ketakutan. " ucap sebuah suara dari belakang Suho. " Yi Xing hyung ! " kata Kai sambil berlari memeluk Yi Xing. Suho hanya bisa menekukkan wajah ketika melihat adegan itu. Kris yang melihat wajah Suho ditekuk seperti itu malah tertawa mengejek.

" Suho-ya, jangan tekuk wajahmu. Kau semakin terlihat tua Suho-ya " ledek Kris kemudian berlari mengikuti Kai dan Yi Xing yang sudah memasuki rumah bergaya Eropa itu.

~ ~ * * My Miel * * ~ ~

Namja bermata panda itu berulang kali memastikan apa yang baru saja dia lihat. Dia yakin itu nyata. Dia melihat 2 orang namja jatuh dari langit, ya itu nyata. Tapi kenapa mereka sekarang menghilang? Namja itu kembali menggunakan teropong bintangnya dan menjelajah langit malam itu. Tidak lama dia menurunkan teropongnya itu dan mendesah kecewa. Ternyata itu hanya khayalannya saja.

" Tao-ie, kau tidak tidur? Besok kau harus sekolah loh " kata seorang namja dari lantai bawah. " Iya XiuMin ge, aku akan tidur sekarang. " kata namja yang dipanggil Tao itu. Tao mengucek-ngucek matanya dan menguap kecil. " Itu nyata tidak sih? " gumam Tao sebelum dia menutup matanya dan mulai terbang ke alam mimpinya.

~ ~ * * My Miel * * ~ ~

" Jadi apa yang harus kami lakukan pada ujian kali ini? " tanya Kris membuka percakapan setelah makan malam yang dimasak oleh Yi Xing. " Gampang. Ujian ini sebenarnya gampang hanya saja tergantung dari kalian saja " kata Suho sambil meminum habis jus-nya. " Kalian tau apa yang menjadi sumber kehidupan utama di Kerajaan Strega? " tanya Suho layaknya seorang guru. " Aku tau! Aku tau! Sumber kehidupan yang paling utama itu Cuore kan? Walaupun Perla juga merupakan salah satunya, tapi Cuore lebih berpengaruh bukan? " kata Kai panjang lebar. Suho mengangguk.

" Betul dan apa kalian tau dari mana asal Cuore tersebut? " tanya Suho lagi. Kali ini Kris maupun Kai terdiam. Mereka tidak tau asalnya Cuore tersebut.

" Nah itulah ujian kalian. Kalian harus mengumpulkan Cuore. Setiap Cuore memiliki Valore yang akan menambahkan nilai kalian secara otomatis. Dan ini adalah tempat untuk menampung Coure kalian. " kata Suho memberi penjelasan kemudian memberikan holder kepada mereka.

" Untuku Kris ini. " Suho memberikan kalung berliontin diamond dan memiliki ukiran naga emas.

" Dan ini untukmu Kkamjong " Suho memberikan kalung berliontin segitiga dan memiliki lambang lingkaran yang terukir aneh – bagi Kai – . " Namaku Kai bukan Kkamjong hyung " gumam Kai.

" Bagaimana cara memakainya? " tanya Kai sambil membolak balikkan holder tersebut. Suho terkekeh pelan.

" Itu ujiannya bodoh, kau harus bisa mengumpulan Coure tersebut dengan cara kalian sendiri " kata Suho sambil terawa.

" Lebih baik kalian tidur sekarang. Besok kalian akan pergi ketempat dimana banyak sekali Cuore. Dan kalian harus bangun pagi. " ucap Yi Xing sambil menepuk pelan bahu Kris. " Itu lebih baik. Selamat malam semuanya " kata Kris sambil beranjak menuju kamar mereka diikuti oleh Kai.

~ ~ * * My Miel * * ~ ~

Tao melesat pelan dengan skateboardnya menuju sekolah. Sekali kali dia menguap, dia kemarin terjaga beberapa kali akibat kejadian kemarin yang dia alami. " Mereka nyata tidak sih? " tanya Tao kepada dirinya sendiri untuk kesekian kalinya.

" Tao-ie ! " panggil seseorang dari belakangnya. Tao menghentikan skateboardnya dan tersenyum kepada seseorang yang memanggilnya.

" Hai Tao-ie "

" Hai juga Kyungsoo "

" Kau melakukan apa semalam? Kau pasti terjaga semalaman " kata Kyungsoo menduga duga. " Iya. Kau percaya tidak kalau kemarin malam aku melihat ada dua orang namja yang jatuh dari lagit kemudia tiba tiba menghilang " kata Tao bersemangat. Kyungsoo hanya mengernyitkan dahinya. " Kau ini terlalu banyak menonton film kartun Tao. Mana ada orang yang jatuh dari langit kemudian menghilang tiba tiba " cerocos Kyungsoo. Tao hanya nyengir mendengar penuturan temannya itu.

" Eh apa kau tau? Ada anak baru loh, kudengar mereka pindahan dari Canada " kata Kyungsoo saat mereka sudah sampai di sekolah. " Lalu? " kata Tao sambil memandang dengan wajah malas.

Pletak!

" Ya! Kenapa kau memukulku hah?! " protes Tao tidak terima. Kyungsoo hanya mem'pout'kan bibirnya dan berjalan menjauhi Tao.

~ ~ * * My Miel * * ~ ~

Tao berjalan sendiri menelusuri koridor menuju kelasnya yang berada diujung koridor. Sekali kali dia bergumam menyanyikan lagu lagu soundtrak dari film kartun yang ia sukai.

Tap Tap Tap

Tao mendengar langkah sepatu dari arah belakangnya.

'Sial. Kumohon jangan sampai itu guru ' ucap Tao dalam hati. Tao mempercepat langkah kakinya begitu pula juga dengan langkah kakinya dibelakangnya.

" Hei " panggil suara dibelakangnya. Tao mengernyitkan dahi, itu bukan suara gurunya.

" Hei kau, bisa berhenti sebentar? " kata orang itu lagi. Tao pun berhenti dan membalikkan badannya. Tapi seketika itu juga Tao tercekat melihat sesosok namja tampan yang barusan mengikutinya.

" Hei, kau anak kelas X-2 bukan? Park songsaenim menyuruhku untuk mengikutimu barusan. " tutur namja itu. Tao masih memandang namja itu tanpa mengedipkan matanya.

" Haloo " kata namja itu sambil melambaikan tangannya membuat Tao tersadar kembali.

" Ah iya. Benar. Err tapi kau siapa ya? "

" Perkenalkan namaku Wu Yi Fan atau kau bisa memanggilku Kris. Pindahan dari Canada. Salam kenal mata panda " kata Kris sambil tersenyum kecil.

~ To Be Continue ~

Hoaa.. akhirnya ngepost juga~ Gomawo buat yang udah ngeriview kemaren ^^ , oh iya yang kemaren nanya Miel langsung jawab ya ::

Tenang saja TaoRis moment bakal banyak kok! Secara Miel TaoRis shipper

Untuk pair yang lain bakal muncul sendiri kok, jadi sabar ya

Akhir kata xie xie ya , please keep riview biar cerita ini makin bagus.

Annyeong ~