Anyeooonggg Chingu ^^

Jangmi hadir lagi membawa chapter 2.. hehe.. cepet kan updatenya?

*Gomawo telah membaca.. gomawo telah me-review..

HAPPY READING..

Chapter 2

KIM JAEJOONG POV

Aku memperhatikannya lagi. Yunho sunbae. Dia sedang duduk di salah satu kursi perpustakaan, tempat favoritnya. Entah mengapa, tapi aku sering mendapatinya selalu duduk di kursi yang sama jika ke perpustakaan. Aku tahu dia pintar, hampir semua orang di universitas ini mengenalnya. Dia sering mendapatkan penghargaan. Aku mengaguminya, ani, mungkin mencintainya, begitu juga dengan sebagian besar yeoja disini. Dia juga cukup tampan dalam kesederhanaanya.

Ah, betapa beruntungnya orang yang dicintai Yunho sunbae. 'Aisshhh.. Jaejong! Apa yang kau pikirkan? Cepat selesaikan tugasmu!' ujarku dalam hati.

"Jongieeeeeee.."suara lumba-lumba itu memecah konsentrasiku.

"W.. Wae Su-ie?" ucapku gugup.

"Eh? Kau lagi melihat siapa?" Junsu menoleh ke arah pandanganku sebelumnya.

"A..Anii.. aku sedang melamun saja.."

"Omoooooo.. kau sedang memperhatikan Yunho oppa lagi?" ucap Junsu setengah berbisik yang membuatku panik.

"Stttt.. Su-ieee.. "

"Kekeke.. kau ini memandanginya terus, sudah sana hampiri saja!"

"Hhh.. aku juga maunya seperti itu Sue-ie.. tapi aku takut.."

"Wae? Dia kan teman Chunie oppa? Dia baik kok, tak akan menggigitmu.. hehe.. Hmm.. Apa aku suruh Chunie oppa mengenalkannya padamu?"

"Mwo? Andweeee.. aku tidak berani.."

"Haisshhh.. kau ini ! ya sudah! Ohya, aku ingin mengajakmu karaoke sehabis ini.."

"Hello Sue-ie Baby.." tiba-tiba Yoochun oppa sudah berada di dekat kami dan memeluk Junsu dari belakang.

"Anyeong oppa.. "senyum Junsu.

"Anyeong Jaejoong-ah.. kalian sedang apa?" tanya Yoochun oppa.

"Tidak, aku hanya mengajak Jaejoong karaoke"

"Oh, bersama teman sekelas kalian itu ya?"

"Nde.. bagaimana Joongie? Kau ikut kan?"

"Mian.. Sepertinya aku tidak bisa Su-ie.. shift-ku jam 4 hari ini.. lagipula aku harus menyelesaikan ini.. aisshhh.. andai ada malaikat yang datang menolongku mengerjakan tugas-tugas ini" ucapku frustasi, sedikit mengacak-acak rambutku.

"Hahahaa.. mianhae Joongie.. tapi aku tidak bisa membantumu.. aku tidak mengambil mata kuliah itu.. kau sih, sudah kubilang mata kuliah itu susah.." ucap Junsu.

"Aisshhhh.. ottohke?"

"Memang kau mengerjakan apa, Jaejoong-ah?" Tanya Yoochun oppa.

"Oh, ini, Manajemen proyek, oppa.."

"Wah, mianhae, aku juga tidak mengambil mata kuliah itu.. eh, tunggu, sepertinya Yunho mengambil mata kuliah itu, sebentar aku panggil.."

Aku terkejut mendengar perkataan Yoochun oppa. Aku tahu dia sangat dekat dengan Yunho sunbae, tapi kami belum pernah jalan bersama, saat diajak, Yunho sunbae selalu bilang ada pekerjaan. Aku tidak tahu apa pekerjaannya, tapi sepertinya membuatnya cukup sibuk.

"Andwe, tidak perlu oppa.."

"Tidak apa-apa.. dia pintar kok.. bahkan dia akan mendapatkan award mahasiswa berprestasi saat wisuda nanti.. dia pasti bisa mengajarimu.." Oke, kalau hal itu sih aku sudah tahu, memangnya siapa sih yang tidak tahu?

"Hei Yunho! Sini!" kudengar Yoochun oppa berteriak memanggilnya.

'Aishhh.. Othokhae?' panikku, jantungku berdebar lebih kencang dari biasanya. Aku memandang Junsu memelas yang hanya dibalas dengan cengirannya. Aku terlalu panik sehingga tidak menyadari tatapan tajam orang-orang kepada kami karena teriakan Yoochun oppa dan tidak memperhatikan Yunho sunbae yang tiba-tiba sudah duduk di sebelahku.

"Ya! Kau! Ini perpustakaan, tahu?" ucap Yunho sunbae setengah berbisik pada Yoochun oppa.

"Mian.. mian.. aku hanya ingin membantu temannya Junsu. Jaejoong-ah.. ini Yunho yang aku bilang tadi, kau bisa bertanya padanya. Ya! Yunho, tolong ajarkan Jaejoong, dia kesulitan dengan tugasnya.. kau mau kan?" ucap Yoochun oppa.

"Mianhaeyo Yunho sunbae.. aku tidak bermaksud merepotkanmu.. ta-" aku mulai berbicara.

"Tidak apa-apa Jaejoong-ah.. lagipula Yunho sedang tidak sibuk.. ya kan Yunho?" ujar Yoochun oppa memotong pembicaraanku yang membuatku menatap sebal padanya.

"Ack!.. eh.. ndee.. aku sedang tidak sibuk kok, apa yang bisa kubantu?" Yunho sunbae tersenyum padaku. OMG! Ini pasti hari terbaikku, mau tidak mau dalam hati aku berterima kasih pada Yoochun oppa.

"Oke kalau begitu, kami pergi dulu yaa.." ucap Yoochun oppa sambil menggandeng lengan Junsu.

"Ndee oppa, gomawo.."

"Sama-sama Jaejoong, ohya Yunho?"

"Ne.. wae?" tanya Yunho sunbae.

"Jangan nakal yaa.. " ucap Yoochun oppa mengedipkan satu matanya lalu terkekeh sambil berlalu meninggalkan Yunho sunbae yang menatap jengkel padanya.

###

Beberapa waktu kemudian aku harus kecewa karena peristiwa itu tidak berujung apa-apa. Aku bahkan tidak pernah melihat Yunho sunbae selama hampir 3 bulan ini di perpustakaan seperti biasa, dari keterangan yang kudapatkan melalui Yoochun oppa, saat ini Yunho sunbae sedang banyak pekerjaan. Sepertinya Yunho sunbae tidak tertarik padaku. 'Ya, iyalah Jongieee.. kemarin kan kalian hanya belajar.. apa yang kau pikirkan?' batinku. Tambah lagi, aku harus menerima kenyataan bahwa seminggu lagi Yunho sunbae akan wisuda. Itu artinya, aku tidak akan bertemu lagi dengannya.. hiks.

Aku menghela nafas panjang sambil meletakkan kepalaku di atas meja. 'Huftt.. membosankan sekali' keluhku.

"Joooonggggiiiiiiiieeee" teriak Junsu seraya merangkulku dari belakang.

"Astaga Sue-ie.. kau kira ini di hutan?" keluhku.

"Hehee.. mian Joongie.. kau kenapa? Kenapa lemas sekali? Kau sakit? Semalam kau pulang kerja jam berapa?" tanya Junsu beruntun.

"Omooo,, Sue-ie.. bisakah kau bertanya satu persatu?"

"Hehee.. mian.." ucap Junsu, nyengir.

"Aku tidak apa-apa.. hanya lelah, tadi malam aku memang lembur.. hehe.."

"Omoo.. sudah kubilang kau harus menjaga kesehatanmu Joongie.. bagaimana kalau bla.. bla.. bla.."

"Ne.. nee.." aku hanya mengangguk saja mendengar ceramahnya yang panjang lebar itu.

"Tapi Joongie..." Junsu menggantung perkataannya dan menatap tajam padaku.

"Wae?" tanyaku heran.

"Selain itu.. apakah kau kangen pada Yunho oppa?" tanyanya dengan wajah yang serius. Aku tidak menjawab pertanyaannya dan malah menyembunyikan kepalaku. Kurasakan wajahku memanas. 'Omooo.. apakah wajahku semudah itu untuk ditebak? Ataukah dia bisa membaca pikiranku?' batinku.

"Ahahahaaa.. sudah kuduga.." tawa Junsu meledak.

"Ya! Sue-ie! Jangan keras-keras!" ucapku setengah berbisik.

"Mian-mian.. pantas saja semangatmu menurun begitu Joongie.. sepertinya Yunho oppa sedang banyak kerjaan, itu yg aku dengan dari Chunie.."

"Ohh.. begitu.. pantas saja.." ucapku lemas. Haaaahh.. Kesempatanku untuk bertemu Yunho oppa tinggal 1 minggu lagi..

"Omoo.. jangan sedih begitu ne.. nanti kalau ada kesempatan aku akan meminta Chunie membawa Yunho untuk bermain bersama kita.. otte?"

"Neee.. gomawo Sue-ie.."

Aku berjalan menuju ruang administrasi melintasi lapangan yang luas. Huh, di hari sepanas ini, aku malah ditelepon bagian administrasi untuk mengurus beasiswaku. 'Loh? Bukankah itu Yunho sunbae? Ini kesempatan! Aku akan menyapanya!' batinku seraya mempercepat langkahku.

'Aisshhh.. kenapa lapangan ini besar sekali sih? Eh? Andweeee.. jangan pergi dulu Yunho sunbaeeee..' teriakku dalam hati ketika Yunho sunbae melangkah menjauh dari ruang administrasi.

###

Aku membersihkan kafe untuk berganti shift malam. Kafe ini buka 24 jam. Ahh.. sudah jam 9 malam.. kerja part-time ini memang menguras tenagaku. Aku harus segera pulang dan mengerjakan tugasku.

"Anyeonghaseyo.. selamat malam" aku menoleh ke asal suara. Kulihat seorang namja tinggi tampan berada di hadapanku. 'Sepertinya aku pernah melihatnya, eoddi?'pikirku.

"Ne? ada yang bisa kubantu? Sebenarnya shift-ku sudah selesai, anda dapat memesan pada pelayan di depan sana.." ucapku.

"Ani.. aku memang ingin berbicara denganmu, Jaejoong ssi.." dahiku mengernyit 'Apakah aku pernah mengenalnya?' pikirku.

"Eh, nde? Ada apakah tuan? Sebaiknya kita duduk saja disana" ajakku.

"Perkenalkan, Jung Siwon imnida.. aku dari Premier Agency.."ujarnya sambil menyodorkan kartu namanya padaku. Aku mengernyit, aku tahu orang ini, dia adalah fotografer terkenal. 'Untuk apa dia menemuiku?' pikirku.

"Anda?.. Bukankan Anda fotografer itu? yang sering mengisi majalah NEXT?"ucapku tanpa berfikir. Kulihat raut wajah namja dihadapanku ini berubah menjadi lebih cerah.

"Wooowww.. aku tak menyangka kau juga membaca majalah seperti itu, Jaejoong ssi.. hahaha.. baguslah kalau begitu, aku tidak perlu menjelaskan panjang lebar" ujarnya.

Blusshhhhhhh... Kurasakan wajahku memanas. 'Aiissshhh Jaejoong pabbo! Bagaimana kau bisa lupa kalau NEXT adalah majalah dewasa?' batinku merutuki kecerobohanku.

"Uhmmm.. heheee…" aku bergumam tak jelas.

Aku memang sering membaca majalah NEXT, sekedar pengetahuan kau tahu? Pengetahuan! Walaupun kuakui aku suka melihat salah satu model yang ada disana, U-Know. Aku sering membayangkan bagaimana rasanya jika aku yang menjadi partnernya.. berada di bawahnya.. merasakan menyentuh tubuhnya yang six pack.. Oke, stop Jaejoong!

Sebentar.. apa? Kalian tidak menyangkanya? Aku tidak sesempurna yang kalian kira. Aku juga manusia, kau tahu? Aku juga membutuhkan dan menginginkan… uhm.. hal-hal seperti itu. Terkadang aku iri pada Su-ie yang memiliki Yoochun oppa. Su-ie telah melakukannya berulang kali dengan Yoochun oppa. Sedangkan aku? Aku bahkan tidak mempunyai namjachingu! Terakhir aku mempunyai namjachingu adalah ketika aku kelas 1 SMA sebelum orang tuaku meninggal dunia, yang aku putuskan saat pemakaman kedua orang tuaku, padahal kami baru jadian satu minggu. Saat itu aku benar-benar ingin sendiri, aku menutup diriku sejak saat itu hingga terbawa sampai sekarang. Aku benar-benar ingin berubah! Ohttokhae?

"Hahaaa.. tidak usah malu begitu, Jaejoong ssi.. itu adalah hal yang wajar, kita sama-sama sudah dewasa, pastilah harus mengerti hal-hal seperti itu"

"Ndee.. jadi, ada perlu apa kau menemui saya Siwon ssi?"

"Begini Jaejoong ssi, aku ingin menawarkanmu untuk menjadi modelku di NEXT.." aku membelalakkan mataku.

'Apa aku tidak salah dengar? Aku? Model majalah dewasa? Ciuman saja belum pernah?' pikirku.

"Hmm... Mianhaeyo Siwon ssi.. Apakah kau tidak salah orang?"

"Nde? Tidak, aku tidak salah orang.. Kau Kim Jaejoong bukan? Saat ini sedang kuliah di Toho University?" Aku mengangguk ragu 'Sebenarnya orang ini mengenal aku dari mana?' batinku.

"Bagaimana Jaejoong ssi? Kau akan berpartner dengan U-Know, kau pasti tau U-Know bukan?" lanjut Siwon ssi.

Mataku semakin melebar. 'Mwo? Andweee.. Meskipun dia U-Know.. Tapi aku ingin menyerahkan hartaku yg paling berharga pada orang yg kucintai dan mencintaiku..'

"Ndee.. Saya tahu U-Know.. Tapi mianhaeyo Siwon ssi.. Saya tidak bisa menerimanya.. " tolakku halus.– meskipun aku sangat ingin bertemu U-Know hiks.. lanjutku dalam hati.

"Kenapa? Kau akan dibayar mahal untuk ini Jaejoong ssi.. Apa yang kau takutkan? Orang tuamu?"

"Bukan.. Saya sudah tidak memiliki orang tua maupun saudara.. " ucapku sedikit getir.

"Oh.. Maafkan aku.. Kalau begitu apa masalahnya? ... Atau.. Kau masih Virgin?" ucap Siwon ssi seraya memelankan suaranya. Aku tertunduk.. merasakan wajahku memanas.

"Nd.. Ndee.." ucapku malu.

"Oh!" Siwon ssi membelalakkan matanya. Sepertinya ia benar-benar terkejut. Mungkin dia berfikir.. Bagaimana bisa yeoja seusiaku masih berstatus virgin. Setelah terdiam beberapa saat, dia melanjutkan lagi.

"Aku akan menyiapkan tema khusus untukmu, Jaejoong ssi.. Bayaranmu pun akan dilebihkan.. bagaimana?" 'Ugh.. Aku kira orang ini sudah menyerah.. Keras kepala sekali sih?' batinku.

"Sekali lagi maaf Siwon ssi.. Saya tidak bisa.. Lagipula saya akan dikeluarkan dari kampus jika bekerja seperti itu.."

"Aku akan memermak wajahmu.."

"Tidak. Maaf. Jika sudah tidak ada keperluan lagi, silakan anda keluar.. Saya mau pulang" ucapku sedikit kesal.

"Hah.. Kau akan menyesalinya Jaejoong ssi.." nada suara Siwon berubah menjadi dingin. Aku sedikit takut mendengar suaranya yang tiba-tiba menjadi dingin itu. Kemudian dia berdiri dan berjalan menuju pintu keluar cafe.

'Aishhh.. Kenapa sih dengan orang itu? Bikin aku takut saja.. Hahhh.. Sebaiknya aku segera pulang ' batinku.

Sebaiknya kau berhati-hati Jaejoong ssi.. Jangan kau anggap enteng penolakanmu terhadapnya karena kau belum tahu orang seperti apa Siwon itu...

###

Hari ini sunguh melelahkan. 'Kenapa sih dosen-dosen itu suka sekali memberi tugas?' batinku kesal. Sudah sejak satu jam yang lalu aku terjebak di perpustakaan dengan dua buku diktat tebal terhampar di meja, tetapi aku baru berhasil mengerjakan 3 dari sepuluh soal. Ah.. Andai Yunho sunbae masih disini.. Pasti aku akan menggunakan kesempatan ini untuk belajar dengannya lagi. Sayang, Yunho sunbae sudah wisuda. Kenapa sih dia harus lulus secepat itu? Yoochun oppa saja masih setia menemani Junsu memperdalam alias mengulang mata kuliah.. Hehehe..

"Anyeonghaseo Jaejoong ssi.." aku mendongakkan kepala dari buku diktat tebalku. 'Aisshhh.. Dia lagi! Mau apa lagi sih? Bagaimana dia bisa tau kalau aku kuliah disini?' batinku kesal.

"Anyeonghaseyo Siwon ssi.. Ada perlu apakah?" tanyaku sopan, menahan kekesalanku. Dia langsung mengambil tempat di depanku.

"Bagaimana Jaejoong ssi? Apakah kau berubah pikiran mengenai tawaranku kemarin?" aku memutar bola mataku kesal.

"Maaf Siwon ssi.. Bukankah sudah saya bilang bahwa saya tidak mau?"

"Coba kau baca dahulu proposal yang kubuat ini.. Siapa tahu kau tertarik.." dia menyodorkan padaku satu map tebal dokumen.

Aku menerima dan membacanya.. Beberapa saat kemudian mataku membelalak kaget 'Mwo? Dari judulnya saja aku sudah bisa menebak pose apa saja yang akan dilakukan nanti' batinku.

Oke.. Orang ini memang keterlaluan. Kau mau tahu apa judulnya? Judulnya "The virgin and her first sex" gila bukan? Bukankah itu sama saja mengakui bahwa aku masih virgin kepada semua orang?

"Bagaimana Jaejoong ssi? Bagus bukan? Temanya sangat sesuai denganmu.. Kau tidak perlu melakukan apa-apa.. Serahkan saja semua pada partnermu nanti.. Ah, Apalagi U-Know yang akan menjadi partnermu.. Kalian pasti serasi, aku yakin tema kali ini akan sukses besar.."

"Maaf Siwon ssi.. Saya benar-benar tak tertarik.. Saya tidak akan merubah keputusan.. Silakan kau mencari orang lain" ujarku tegas.

"Ayolah Jaejoong ssi.. Bukankah kau butuh uang? Bayarannya akan berkali-kali lipat gajimu di cafe"

Oke.. Sekarang amarahku sudah mencapai ubun-ubun, aku tidak suka orang mengungkit-ungkit masalah itu padaku.

"Maaf Siwon ssi.. Saya sudah merasa cukup dengan keadaan saya sekarang. Tolong jangan hubungi saya lagi" aku berkata sambil menggertakkan gigiku. Menahan amarah. Aku merapikan buku-bukuku dan langsung pergi dari hadapan orang itu.

'Awas saja kalau dia berani menemuiku lagi.. Akan kutendang bokongnya!' batinku kesal.

Aku pun mempercepat langkahku, memutuskan untuk melanjutkan di apartemen saja sebelum shift kerjaku di cafe jam 7 malam nanti.

###

Aku berjalan menuju apartemenku. 'Hah.. Sudah jam 11 malam.. Padahal aku belum menyiapkan untuk kuis besok pagi.. Ottohkhae?' batinku panik, tanpa sadar mengacak-acak rambutku.

Hari ini aku lembur, gara-gara aku menggantikan shift temanku yang tiba-tiba sakit hari ini. Aku memikirkan kejadian seminggu belakangan ini. Sudah seminggu ini Siwon, fotografer itu, terus menerus menghubungiku. Bahkan sekarang dia sudah punya nomor handphoneku yang aku tidak tahu darimana dia mendapatkannya. Sepertinya dia gigih sekali. Memangnya sudah tidak ada lagi yang mau jadi modelnya? Ah, tidak mungkin. Dia itu fotografer terkenal. Semua model yang ditanganinya pasti akan terkenal juga. Bahkan, mungkin banyak sekali model yang ingin ditangani olehnya. Lalu apa untungnya terus menerus menghubungiku seperti itu?

SREKK...

Aku menoleh ke belakang. 'Omoooo.. Jalanan ini sepi sekali?' pikiranku melantur kemana-mana. Mulai dari penguntit sampai ke makhluk gaib. Aku mempercepat langkahku dan sedikit lega melihat gedung apartemenku yang sudah tampak.

"Jaejoong ssi.."

Aku menoleh mendengar suara yang memanggilku. Sebelum aku sempat menjawab, mulut dan hidungku dibekap sesuatu yang berbau menyengat. Setelah menghirupnya, aku baru sadar pastilah itu obat bius. Aku memberontak, memaksa mataku lebih jelas melihat siapakah orang yang membekapku dan merasakan tubuhku yang mulai melemas 'Siwon ssi..' batinku. Dan kemudian semua gelap.

TBC

Bagaimana chapter 2-nya chingu? Mian kalau masih banyak kekurangan.. author amatiran ini akan berusaha semaksimal mungkin :D

Buat yang minta NC.. hmmm kapan ya? chapter depan? atau chapter depannya lagi? Author mau bersemedi dulu buat adegan NC.. hahaha..

Salam kenal semua.. :)

Gomawo telah membaca..

*Sekali lagi review please? buat obat penyemangat author.. Deep bow

Bagi yang sudah review.. Jangmi mengucapkan terima kasih banyak..

Maaf belum sempat balas.. lagi kejar tayang nih.. mau cepet update chapter selanjutnya kan? hehee.. Mian.. kamsahamnida.. *deep bow