Sequel of "Sex"

YeMin, YeWook

Yaoi, M


Ryeowook POV

Annyeong. Pasti kau tidak tau aku siapa. Oke. Aku akan menceritakan sedikit tentangku.

Namaku Ryeowook, panggil saja Wookie. Aku biasa di panggil 'Hams' saat berkerja. Nama yang aneh bukan? Itu nama pemberian dari masterku yang aneh. Kata masterku, aku mirip hamster, makanya kodeku menjadi 'Hams'. Aneh bukan? Oops, jangan beritahu siapapun kalau aku mengatakan masterku sendiri aneh.

Oke, kembali ke Laptop(?). Eeh? Maksudku kembali ke cerita.

Aku akan bercerita sedikit tentang pekerjaanku. Aku seorang pembunuh bayaran, yah walaupun aku tidak rela menyebut diriku seperti itu karena aku terpaksa melakukannya. Dan kalau ditanya kenapa aku tetap mau melakukannya, aku menjawab karena aku berhutang naywa pada masterku. Masterku menyelamatkanku dan Sungmin saat kami akan dibunuh oleh orang-orang yang berniat membunuh kami karena dendam pada orang tua kami. Walaupun aku menyebutkan kami, bukan berarti kami sekeluarga. Ayahku adalah seorang jaksa dan ayahnya seorang kepala polisi. Kami sudah berteman sejak kecil. Kalian pasti bingung kenapa anak seorang kepala polisi dan jaksa bekerja sebagai seorang pembunuh. Lagi-lagi jawabanku sama, aku berhutang nyawa padanya dan mungkin Sungmin juga berpikir seperti itu. Lagipula keberadaan kami sudah dianggap tidak ada di dunia ini. Kami dianggap meninggal saat kejadian pem-bom-an aula tempat ulang tahun Sungmin ke 18.

Masterku, Yesung namanya. Master menyelamatkanku dan Sungmin tepat saat perayaan pergantian tahun dan ulang tahun Sungmin yang ke 18. "Kalian tidak bersalah, kalian tidak pantas mati." Itulah ang diucapkannya saat menyelamatkan kami. Lalu kami ditraining nya menjadi seorang pembunuh sepertinya.

Masterku adalah orang yang sangat terkenal dalam dunia kriminal ini. Pekerjaannya sangat bersih, dia kejam, berkharisma dan memiliki phenomon yang sangat kuat. Oke, yang terakhir memang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan bunuh-membunuh. Tapi akhir-akhir ini dia lebih banyak melimpahkan pekerjaannya kepadaku dan Sungmin. Satu hal lagi, sekali sudah terikat padanya tak akan bisa lepas lagi.

Aku ingin menegaskan suatu hal. Kami tidak membunuh sembarangan. Kami memang membunuh karena diminta dan dibayar, tapi Master hanya menerima pekerjaan membunuh orang yang memang pantas dibunuh. Contohnya saja ayahku.

Kau tau 2 hari lalu aku mendapat misi untuk membunuh ayahku sendiri. Seseorang meminta master untuk membunuh ayahku karena dengan begitu mudahnya ayahku disuap dan menjatuhkan hukuman mati kepada orang yang tidak bersalah. Aku tau ayahku salah, tapi apakah perlu sampai aku membunuhnya? Keraguankulah yang membuat aku gagal menjalankan misi hari itu. Aku masih memiliki hati, tidak seperti Sungmin yang entah sejak kapan kehilangan hatinya dan menjadi orang yang dingin seperti ini. Aku tau kejadian itu sangat memukulnya. Kejadian 2 tahun lalu, pekerjaan pertama Sungmin.

.

-Flashback on-

Normal Pov

"Bunny, masuk sekarang." Perintah seorang namja bermata sipit pada seorang namja cantik yang sedang bergelantungan di gedung seb'rang.

"Ne, black." Jawab namja yang dipanggil Bunny setelah mendengar komando dari headset nya.

Huup!

Dengan lincahnya Bunny mendarat di balkon hotel itu.

Namun, seketika itu Bunny mematung melihat pemandangan yang terlihat dari pintu kaca kamar hotel itu.

Seorang yeoja yang merupakan target pertamanya sedang bercumbu dengan sorang namja yang sangat dikenalnya. Ayahnya.

Seketika itu wajahnya berubah menjadi datar. Diketuknya pelan pintu kaca itu.

Merasa ada yang aneh dengan suara-suara dari balkonnya, yeoja itu melepas cumbuannya dan berjalan ke arah pintu balkon. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat sang Bunny sudah mengarahkan pistol tepat di dahinya.

Door!

Bunny berjalan masuk ke dalam kamar itu melangkahi yeoja yang sudah tak bernyawa itu lagi. Kali ini diarahkannya pistolnya ke jantung namja dihadapannya.

Namja itu terlihat terkejut melihat kehadiran Bunny.

"Sungmin?"

Door!

Sungmin segera keluar dari kamar itu dan mengganti pakaiannya di lift.

Ting!

Lift terbuka dan terlihatlah seorang namja errrm yeoja yang memiliki rambut hitam panjang dengan sedikit gelombang di ujungnya dan memakai dress hitam selutut. Yeoja itu berjalan dengan anggunnya menuju pintu keluar hotel mewah tsb.

"Tuan Lee dibunuh!" Teriak seorang yeoja berbaju pelayan membuat lobby hotel itu heboh.

Yeoja berambut hitam itu tidak menghiraukan teriakan itu dan segera masuk ke dalam sebuah limo hitam yang sedari tadi menunggunya di depan hotel.

"Kenapa aku mendengar dua tembakan, Bunny?" Tanya namja bermata sipit yang memang sudah duduk manis dalam limo.

Sungmin tidak menjawab, hanya menundukkan kepalanya.

"Kemarilah Sungmin-ah." Kata namja itu lembut.

Sungmin tetap tidak bergerak. Namja bermata sipit itu pun menarik Sungmin duduk di pangkuannya.

"Hiks.. Sungie.. Hiks.. Kau jahat.. Kau pati sudah tau hal ini.. Hiks.." Tangis Sungmin pecah saat Yesung memeluk Sungmin lembut.

Yesung tidak menjawab, hanya tetap mengelus lembut punggung namja yang masih memakai dress ini. Ya, sebenarnya dia memang tau dan sengaja meminta Sungmin yang menjalankan misi yang cukup besar untuk pemula sepertinya.

"Ujima, Minnie-ah." Bisik Yesung tepat di telinga Sungmin.

Sungmin menghapus air matanya kasar dan menatap Yesung. Perlahan Sungmin mendekatkan wajahnya pada Yesung sampai bibir M nya menempel pada bibir kissable Yesung dan melumat bibir atasnya.

Awalnya Yesung terkejut karena perlakuan Sungmin, tapi dia tersenyum. Dia tau memang tidak ada orang yang bisa menolak phenomonnya apalagi dalam jarak sedekat ini. Baik itu yeoja, namja, seme maupun uke, tidak ada yang bisa menolak phenomonnya.

Yesung pun membalas perlakuan Sungmin. Dilumatnya bibir Sungmin.

"Aagh..." Teriak Sungmin saat Yesung menggigit bibir bawahnya.

Tak menyiakan kesempatan, Yesung pun langsung memasukkan lidahnya ke dalam mulut Sungmin. Menekan-nekan lidah Sungmin, mengajaknya untuk bergulat. Dengan sekuat tenaga(?) Sungmin membalas perlakuan Yesung. Tapi tetap saja Yesunglah yang berhasil mendominasi.

"Emph... Emmh..." Desah Sungmin disela-sela ciuman panas mereka.

Tangan Yesung tidak tinggal diam. Dirobeknya dress yang dipakai Sungmin.

"Sungie..." Sungmin memukul pelan dada Yesung.

Mengerti akan kebutuhan oksigen, Yesung melepas tautan bibir mereka. Pandangannya turun menuju leher putih Sungmin yang terekspos. Dijilatnya leher putih Sungmin lalu digigitnya. Terlihatlah bercak kebiruan yang menodai leher putih Sungmin. Mencium, menjilat, menggigit. Itulah yang terus-menerus dilakukan Yesung pada leher Sungmin. Satu tangannya digunakan untuk memilin nipple Sungmin yang sudah mengeras dan satu tangannya mengelus 'junior' Sungmin yang masih tertutupi selembar kain.

"Emph... Aaahh... Sungieh..."

"Wae, Minnie?

"Eeemm... Lepaskhann... Bajumuh... Aahh..."

"Lepaskan untukku Minnie." Bisik Yesung seduktif.

Sungmin pun turun dari pangkuan Yesung. Berlutut dihadapannya dan dengan kasar membuka semua kain yang masih melekat di tubuh Yesung dan melepas satu-satunya kain yang masih melekat ditubuhnya.

Sungmin tanpa ragu langsung menyentuh 'junior' Yesung dan memasukkannya ke dalam mulutnya.

"Emm... Aaahh... Kau sangat... Eeemmmh... Bernapsu... Chagii..h... Aaahh..." Desah Yesung saat Sungmin menaik-turunkan kepalanya cepat. Sesekali digigit-gigit kecil ujung 'junior' Yesung dan tangannya digunakan untuk meremas twinsball Yesung.

"Aaahh... Deepper... Minnieh..." Desah Yesung sambil menekan kepala Sungmin. Membuat Sungmin tersedak karena 'junior' Yesung menyentuh ujung tenggorokannya.

"Aahhh... Cumm..."

Crot!

Yesung pun mengeluarkan cairannya dalam mulut Sungmin. Sperma Yesung memenuhi mulut Sungmin, membuat pipi Sungmin menggembung karenanya. Terlihat beberapa tetes keluar dari mulut Sungmin karena tak sanggup menampungnya.

Sungmin yang memang baru pertama kali melakukan blowjob pun tidak langsung menelan sperma Yesung. Yesung mengangkat wajah Sungmin dan menciumnya. Mau tak mau Sungmin pun menelan sperma Yesung.

Yesung mengangkat Sungmin dan menidurkannya.

"Lebarkan kakimu."

Sungmin tanpa diminta kedua kali pun melebarkan kakinya. Menunjukkan hole pinknya yang berdenyut minta diisi. Yesung memposisikan wajahnya tepat di depan hole Sungmin. Menjilat dan menusuk-nusuk hole Sungmin dengan lidahnya.

"Aaahh... Sungieh... Langsung... Sajaah... Emm... Aahh..."

"Tapi aku harus mempersiapkanmu dulu. Bukankah ini yang pertama kalinya?"

Sungmin menjawab Yesung dengan anggukan.

Perlahan Yesung memasukkan satu jarinya ke dalam hole Sungmin.

"Aah... Appo..." Teriak Sungmin.

Yesung pun langsung membungkam Sungmin dengan bibirnya. Satu tangannya 'mengocok' 'junior' Sungmin. Berusaha untuk mengalihkan perhatian Sungmin dari rasa sakitnya.

Dirasa sudah cukup, Yesung menggerakkan jarinya keluar masuk.

"Emmph... Aaahhh... Engh..."

Merasa Sungmin sudah terbiasa, dimasukkannya lagi satu jarinya dan menggerakkannya sampai ketiga jarinya pun masuk ke dalam hole Sungmin.

Setelah dirasa cukup, Yesung mengeluarkan jarinya. Membuat Sungmin mendesah kecewa.

"Jangan kecewa seperti itu. Apa kau tak ingin 'junior'ku masuk ke dalam holemu lalu 'menusuk'mu dengan cepat dan kuat dan membuatmu mendesahkan namaku? Atau kau ingin jariku saja?" Tanya Yesung dengan suara rendah tepat di telinga Sungmin.

Dengan segera Sungmin menggelengkan kepalanya.

"Aku menginginkanmu. Menginginkan 'junior'mu 'menusuk' holeku dengan cepat dan kuat. Dan mendesahkan namamu seorang."

Yesung menyeringai mendengar perkataan Sungmin. Dengan satu hentakan Yesung memasukkan 'junior'nya ke dalam hole pink Sungmin dan mengin-outkannya cepat.

"Aaaagh..! Appo!" Teriak Sungmin.

"Dammn! Bukankah kau yang... Aaahh... So tight... memintaku untuk... Aaahhh... melakukannya dengan... Aaah... cepat dan kuat... Aaahhh... Dammnn!" Desah Yesung masih tetap menggerakkan pinggulnya.

"Emmgh... Aaaahhh..."

Perlahan teriakan kesakitan Sungmin pun berubah menjadi desahan nikmat seiring dengan 'junior' Yesung menumbuk prostat nya dengan akurat dan cepat.

"Aaahhh... Harder... Moreee..."

Yesung menampar paha Sungmin sampai memerah.

"Sluttty body... Aaahhh... So damn tight ass..."

"Aaahh... Mauuh... Keluarr..."

"Bersama chagi..."

Yesung pun mempercepat 'tusukan'nya sampai "Aaaaaagghh".

Mereka pun klimaks bersama.

Yesung pun mengeluarkan 'junior'nya dan mengambil pakaiannya lalu menutupi tubuh Sungmin dengan bajunya.

"Saranghae, master" Ucap Sungmin sebelum memasuki dunia mimpi.

Yesung tidak menjawab, malah mengecup dahi Sungmin lembut.

.

Lagi-lagi yang terlupakan..

"Aish! Bagaimana ini? 'Junior' ku keras sekarang. Aish!" Gerutu namja mungil yang sedari tadi mengemudikan limo hitam itu.

-Flashback off-

.

Satu hal yang membuatku lagi-lagi merasa aku sama dengan Sungmin adalah kami sama-sama mencintai master kami. Alasan mengapa aku tetap berada di tepat ini yang selalu kusembunyikan dari semua orang.

Karena kejadian itu juga entah kenapa sehabis melakukan misi, Sungmin selalu melakukan 'itu' pada master. Dan pada akhrinya aku juga mendapatkan'nya' karena aku memintanya sebagai hadiah. Dan master menyetujuinya.

Haaah... Dan hari ini aku kembali menjalankan misi yang tidak kulakukan kemarin dan master meminta Sungmin untuk mengawasiku.

"Wookie. Kita sampai."

Suara Sungmin mebuyarkanku dari lamunanku.

.

Normal POV

.

Ryeowook dan Sungmin keluar dari mobil hitam itu bersamaa.

Terlihar Ryeowook mengerutkan dahinya.

'Ini rumah siapa? Apa appa sudah pindah rumah?' Batin Ryeowook.

"Ini." Sungmin menyerahkan sebuket bunga pada Ryeowook dan Ryeowookpun menerimanya.

"Bergeraklah sekarang." Kata Sungmin lagi.

Ryeowook mengangguk dan melangkahkan kakinya ke teras rumah itu. Ditekannya bell rumah itu.

Tak lama terlihatlah seorang yeoja muda yang membuka pintu dengan keadaan baju yang berantakan. Dapat terlihat banyak kissmark yang terlihat masih baru dilehernya.

"Siapa chagi?" Tanya seorang namja sambil memeluk yeoja yang membukakan pintu tadi.

Seketika itu wajah Ryeowook berubah datar.

"Ryeowook?"

Ryeowook mengeluarkan pistol dari dalam buket bunga yang dipegangnya dan ...

Door! Door!

"Kyaaa!" Teriak yeoja itu sambil memeluk namja yang sudah tak sadarkan diri dengan darah menyucur dari perut dan dadanya.

Ryeowook dan Sungmin pun segera pergi dari tempat itu dan menuju markas mereka.

.

"Minnie-ah."

"Ne?"

"Kurasa kita sama dalam banyak hal yah?" Tanya Ryeowook sambil tersenyum pada Sungmin.

Sungmin tersenyum tipis pada Ryeowook. "Ne."

'Kita sama-sama ingin dibunuh, sama-sama diselamatkan, sama-sama menjadi pembunuh, sama-sama mencintai master, sama-sama tidak mendapat balasan, sama-sama merasa sakit karena appa sendiri, dan terakhir sama-sama membunuh appa sendiri. Ada lagi?' Batin Ryeowook dalam hati.

.

Skip Time

.

Cleck! Blam!

Namja bermata sipit mengalihkan pandangannya dari foto-foto dihadapannya dan berbalik melihat siapa orang yang berani masuk ke dalam ruangannya tanpa mengetuk.

"Kau sudah tau kan?" Tanya Ryeowook dengan wajah datarnya.

Yesung tertawa. "Aku merasa deja vu."

"Ya, tapi kali ini aku tidak akan menangis seperti Sungmin."

Yesung menatap Ryeowook, menunggu kalimat apa lagi yang akan dikeluarkan oleh Ryeowook.

"Aku tak akan menangis karena namja yang telah membuatku pembunuh."

"Dan namja yang telah membuat ummamu meninggal bunuh diri." Tambah Yesung.

Ryeowook membelalakkan matanya. "Meninggal? Bunuh diri?"

"Ne. Ummamubunuh diri setelah mengetahui namja itu berselingkuh."

Ryeowook diam. Dia sangat ingin menangis sekarang tapi ditahannya.

Yesung berjalan mendekati Ryeowook dan memelukknya.

"Sekarang apa yang kau ingin lakukan?"

"Aku menginginkanmu." Jawab Reowook.

Yesung melepas pelukannya dan duduk kembali ke 'singgasana'nya.

"Silahkan." Katanya singkat.

Ryeowook berjalan mendekati Yesung dan berlutut dihadapannya. Dibuka zipper celana Yesung dan menyentuh 'junior' Yesung yang masih tertidur.

Perlahan 'dikocok'nya 'junior' Yesung, membuatnya sedikit terbangun dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Ryeowook memaju-mundurkan kepalanya cepat. Sesekali digigtnya ujung 'junior' Yesung dan dikulumnya twinsball Yesung.

"Kau hebat... Babyyy... Aaahhh..."

Mendengar desahan Yesung, Ryeowook pun semakin bersemangat mengulum 'junior' Yesung. Diisapnya kuat 'junior' Yesung.

"Aaahh... Ini enakk... Aaahhh..."

Ryeowook dapat merasakan 'junior' Yesung membesar di mulutnya dan mulai berkedut. Namun tiba-tiba Yesung mengeluarkan 'junior'nya dari mulut Ryeowook.

"Sungie?" Tanya Ryeowook heran. Tidak biasanya Yesung seperti ini.

"Persiapkan dirimu sendiri, baby."

Ryeowook mengangguk mengerti. Dibukanya pakaian yang masih melekat di tubuhnya. Lalu berjalan mendekati Yesung, hendak membuka pakaian Yesung.

"No, baby. Biarkan begini. 5 menit lagi aku harus pergi."

"Mwo? Bagaimana denganku?" Tanya Ryeowook frustasi.

"Tenang saja baby, kita tetap melakukannya. Dengan cepat." Jawab Yesung dan langsung menerjang Ryeowook.

"Pelan-pelan." Pinta Ryeowook.

"Tidak bisa, baby." Jawab Yesung dan langsung dihentakannya 'junior'nya ke dalam hole Ryeowook.

"Appo!"

"Tenang baby."

Yesung menggerakkan pinggulnya cepat. 'Junior' nya dengan cepat menemukan sweetspot Ryeowook dan menumbuknya cepat dan kuat.

"Aaahh... Sungie... Aaahh... Cepat... Aaahh..."

Yesung menuruti permintaan Ryeowook. Pergerakan pinggulnya semakin cepat. Ryeowook beberapa kali terhentak. Membuat punggungnya bergesek dengan meja kerja Yesung.

"Aaahh... Cummmingh..."

"Aaaaahhhh"

Yesung dan Ryeowook pun mencapai klimaks bersama.

Yesung mengeluarkan 'junior'nya. Merapikan baju dan celananya, mengecup pucuk kepala Ryeowook dan berjalan keluar ruangan.

Ryeowook memeluk Yesung dari belakang. "Saranghae."

Yesung berbalik dan mencium kilat bibir Ryeowook. "Istirahatlah." Lalu Yesung berjalan keluar ruangan.

Ryeowook hanya tersenyum miris. Dia tau Yesung tidak akan membalas cintanya, cinta Sungmin, ataupun cinta 'slave' nya yang lain.

.

End

.


Annyeong...

Haaah... Sebenarnya Vi ga ad rencana bikin sequel sama sekali. Tapi akhirnya bikin gara-gara emang alurnya ga jelas. Mianhe. Vi lebih suka bikin ff yang langsung gtu. Hehe.

Oh ya, gomawo ya buat yang uda ngeriview ff ini.

Balesan Review :

aku suka ff : Hot? Beneran? Padahal Vi pikir ff ini bakalan dibilang kurang hot lagi. Hehe. Mianhe klo ff nya gantung bgt. Kebiasaan. Haha. Gomawo ud review. m(_ _)m

ilan-chan : Ini udah cukup jelas? Mianhe Vi kebiasaaan bikin ff tanpa latar belakang n alurnya cepet. Hehe. Gomawo ud review. m(_ _)m

Momoshfly2401 : Uda terjawab disini kan? Hehe. Ini sequelnya. Gomawo ud review. m(_ _)m

fin95 : Terjawab kan? Hehe. Gomawo ud review. m(_ _)m

chubymin : Kyumin? Emm.. Akan dicoba. Tapi gak janji ya. Gomawo ud review. m(_ _)m

ryeofha2125 : Ini sequelnya. ^^ Gomawo ud review. m(_ _)m

333LG : Mianhe. Ga ada Kyuppa. Gomawo ud review. m(_ _)m

i love yaoi n yuri : Makasih.. #kedip"# #plak# Gomawo ud review. m(_ _)m

kyu501lover : Iya donk. Yeppa memang hebat! Yeppa kan suami Vi #plak# Pekerjaannya? Uda terjawab disini kan? Hehe. Tadinya Vi juga mau bikin kyk gtu #yadong akut juga#, tapi disini posisi Minppa kan sama kyk Wookppa. Ga jd deh. Hehe. Gomawo ud review. m(_ _)m

yunteukwon : Hot? Hehe. Gomawo ud review. m(_ _)m

Review?