Sehun mengendarai mobilnya tak tentu arah selama dua jam lebih, hingga tiba ia disebuah hotel berbintang lima yang mewah.

"Selamat datang tuan Oh" ucap salah satu resepsionis dengan senyuman menggoda yang cantik ketika Sehun memasuki hotel mewah itu.

Sehun menyeringai kemudian mengangguk menanggapi senyuman genit sang resepsionis, Sehun berjalan kedepan sang resepsionis itu kemudian berbisik, "Aku tunggu kau di kamar 124" setelah berbisik seperti itu Sehun menyeringai dan berjalan menuju lift, meninggalkan sang resepsionis yang terpaku dengan ucapan Sehun.

.

.

.

"Chanyeol aku ingin ke toilet sebentar" ucap Luhan dan berdiri dari duduknya. Chanyeol mengangguk mengiyakan. Mereka sedang ada di hotel mewah didekat pantai, Chanyeol menyewa hotel ini untuk mempersiapkan hari jadi mereka ke 2 tahun. Dia akan melamar Luhan disini, ia sudah mempersiapkan semuanya dan berharap Luhan menyukainya.

.

.

.

Sehun POV

Aku berjalan kearah lift dan ketika ingin memasuki lift tiba tiba saja seorang yeoja berjalan cepat dan menabrakku.

BRUK!

"Akh! maaf" ucap yeoja itu dan menundukan pandangannya. "Pakailah matamu untuk melihat" ucapku dingin, kemudian yeoja itu mengangkat kepalanya.

deg

Sial. Aku terpaku melihat matanya, mata rusa yang cantik dan bening itu menghipnotisku, aku perhatikan dirinya dari atas sampai bawah. Penampilan sederhana tapi kenapa sangat cantik untuknya. Lihatlah bibir mungil yang dioleskan lipstik tipis itu sangat menggoda untuk dikecup.

Yeoja itu memutuskan kontak mata denganku, lalu pergi setelah meminta maaf lagi. Aku berbalik menatap punggung itu. Sangat menarik. Dan aku pun melanjutkan untuk berjalan lagi memasuki lift ke lantai 3.

Setelah sampai di kamar 124 aku terus memikirkan yeoja yang menabrakku tadi, aku membaringkan tubuhku keatas kasur king size lalu memikirkan lagi yeoja tadi.

"Oppa~" tiba tiba seseorang memelukku dari samping, aku menolehkan kepalaku untuk melihat siapa yang memelukku. Oh ternyata resepsionis yang tadi, aku lihat name tag yang ada di bajunya 'Kim Yerim' ah itu namanya, "Hei sayang" ucapku aku mengelus kepalanya lembut lalu aku mendekatkan bibirku.

Cup

Hanya kecupan, aku sudah tidak tergoda dengan resepsionis ini. Dipikiranku hanya ada yeoja bermata rusa tadi. Ah aku harus berkenalan dengannya.

Sehun POV End

.

.

.

"Sudah?" tanya Chanyeol lembut, Luhan menganggukan kepalanya, "Wah Chanyeol, banyak sekali makanannya" Luhan menatap semua makanan diatas meja dengan berbinar. "Kau suka?" Chanyeol tersenyum melihat Luhan yang terlihat sangat lucu dimatanya, Luhan mengangguk menjawab pertanyaan Chanyeol tadi. Chanyeol terkikik melihat tingkah kekasihnya itu, "Makanlah Lu" ucap Chanyeol sambil mengelus rambut Luhan sayang, Luhan langsung melahap makanan yang ada dimeja itu.

"Aahhh kenyang sekali" ucap Luhan setelah memakan makanan tadi, "Lu, aku ingin mengatakan sesuatu" ucap Chanyeol dengan muka serius. Luhan yang melihatnya langsung berdebar dan menebak nebak apa yang akan Chanyeol katakan.

"Apa?"

"Kau tau kan? Sekarang hari jadi kita yang ke 2 tahun?" Luhan mengangguk. Ya, tentu saja Luhan mengingat itu.

"Jadi dihari jadi kita yang ke 2 tahun. Maukah kau bertunangan denganku Lu?"

"A-apa?" Luhan terkejut, sungguh dia tidak tau kalau Chanyeol akan melamarnya secepat ini, dan tentu saja Luhan bahagia, tanpa sadar air mata mengalir dikedua mata rusanya. "Hei sayang, kenapa kau menangis hm?" Chanyeol menghapus lembut air mata yang mengalir dari mata Luhan.

"Hiks... Kau serius Chan?" kata Luhan sambil terisak kecil. "Iya Lu. Aku serius" Luhan langsung memeluk Chanyeol erat dan menangis sejadi jadinya, dia sangat bahagia. Chanyeol membalas pelukan Luhan tapi dia belum tenang karna Luhan belum menjawabnya.

"Bagaimana Lu? Kau mau?" Luhan mengangguk, "Iya Chan, aku mau" Chanyeol menghela napas lega dan memeluk Luhan dangan sayangnya. "Aku akan terus bersamamu Lu" ucap Chanyeol tulus, kemudian kedua bibir itu menyatu, tidak ada nafsu disana hanya ciuman kasih sayang masing masing dari mereka.

.

.

.

Kanada,1999

Pagi hari yang cerah dimusim semi ini sangatlah menyejukkan hati, sinar matahari menembus celah celah gorden, terdapat gumpalan selimut berisi seorang yang sedang tertidur pulas dikasur berukuran queen size itu.

Kring Kring Kring

Alarm berbunyi membangunkan seorang yang sedang tidur itu, tangan kecil itu keluar dari selimut untuk mematikan alarm yang terus berbunyi, perlahan ia menurunkan selimutnya. Mata puppy nya melihat jam yang tertara dimeja samping tempat tidur, kemudian ia bangun dari tidurnya. Dan jamnya menunjukkan pukul 7:15am.

"Ternyata, aku mimpi buruk tadi" ucapnya sambil mengerucutkan bibir. Ia langsung bergegas memasuki kamar mandi, setelah itu memakai seragam kantor dengan tergesa gesa, kemudian langsung berlari keluar apartemennya, dan pergi ke mobilnya yang ada dibasement, "Hallo Baekhyun? Kau dimana?" ucap orang disebrang telpon sana, "Aku sedang di jalan sekarang" ucap yeoja bernama Baekhyun tadi, "Cepat lah Baek, Direktur menyuruh kita untuk berkumpul"

"Iya iya aku akan segera kesana" setelah itu sambungan telpon terputus, dan Baekhyun segera menancap gas menuju kantornya.

.

.

.

Seoul, 1999

Luhan terbangun dari tidurnya, sekarang ia sedang berada dikamarnya itu, ia kembali teringat moment tadi malam bersama kekasih tampannya Chanyeol, ia tersenyum sangat lebar ketika mengingatnya. Ia dan Chanyeol akan segera menikah nanti, oh yaampun senangnya dia, Luhan melihat benda yang melingkar dijari lentiknya, cincin emas berwarna perak dengan berlian yang cantik begitu pas dijarinya

Matanya melihat bunga dan surat yang ada dikasurnya, Luhan mengambil surat itu kemudian membacanya,

"Hallo Sayang, Hari ini aku akan segera melaksanakan tugasku untuk pergi ke Kanada selama setahun aku pasti akan sangat merindukanmu, bahkan sekarang aku merindukanmu, maaf jika aku sering meninggalkanmu pergi, begitu pekerjaanku disini selesai aku akan menikahimu sayang, makanlah yang teratur, jaga dirimu baik baik, dan tetaplah cinta padaku

aku mencintaimu

Chanyeol,"

Surat itu Luhan peluk seakan itu adalah tubuh Chanyeol, air matanya menetes mengingat ia berpisah sementara dengan kekasihnya yang jauh disana selama kurang lebih setahun, dan ia disini harus menunggu selama itu. Bukan hal yang mudah menjalani hubungan jarak jauh seperti ini, tapi ia harus apa jika itu menyangkut masa depan Chanyeol juga.

Drrtt Drrtt Drrtt

Ponselnya bergetar manandakan ada pesan masuk. Ia segera membuka pesan itu dan membacanya.

From : Zi Tao

To : Luhan

Hallo Lu, apa kau sibuk malam ini? jika tidak maukah kau ikut denganku ke club nanti malam? temanku ulang tahun dan aku tidak ada teman, kau mau ya?

To : Zi Tao

From : Luhan

Hai Tao, kebetulan malam ini aku tidak sibuk, baiklah aku akan menemani mu

From : Zi Tao

To : Luhan

Kau yang terbaik! Aku mencintaimu

Luhan tersenyum melihat pesan itu, temannya yang itu sangat lucu sekali, ia sudah menganggapnya sebagai adiknya sendiri. Kemudian Luhan bangun dari tempat tidurnya, dan bergegas untuk mandi dan sarapan. Setelah sarapan Luhan menyirami tanaman bunga yang ada di halamannya, tak lama ponselnya berbunyi menandakan telpon masuk, ia segera mengambil ponsel itu diponselnya tertera nama yang ia rindukan saat ini, dengan cepat ia mengangkat telpon itu.

"Hai sayang" terdengar disebrang sana suara pria yang ia cintai.

"Hallo Chan"

"Bagaimana kabarmu?"

"Aku baik, bagaimana denganmu?"

"Aku tidak baik, karna aku begitu merindukanmu" Luhan tersenyum mendengarnya,

"Aku juga, kau sudah sampai?"

"Sudah, aku baru sampai dihotel"

"Kau sudah makan?"

"Belum, aku baru ingin memesan makanan"

"Baiklah, beristirahatlah yang cukup"

"Baik tuan putri, aku tutup telponnya, Aku mencintaimu"

"Aku juga mencintaimu"

Setelah mengucapkan itu, sambungan telpon terputus. Luhan menghela nafasnya, baru berberapa jam ia dan kekasihnya berpisah tapi ia begitu merindukan kekasih tampannya itu. Ia menaruh kembali ponselnya dan kembali kekamar untuk bersiap pergi kekampus.

.

.

.

"Hei Sehun! Kau melamun hah?" Jongin menegur Sehun yang sedang melamun dikelasnya, Sehun berdecak sebal dan menatap tajam temannya. Jongin menyeritkan keningnya bingung, "Ada apa?" tanya Jongin.

"Tidak" datar Sehun, "Nanti malam kita jadi ke club kan?" Sehun mengangguk, kemudian berdiri dari duduknya dan berjalan keluar kelas. Jongin yang melihat kelakuan temannya itu hanya mengendikan bahunya tidak peduli, daripada memikirkan teman datarnya itu lebih baik ia menelpon kekasihnya yang cantik.

Sehun memilih bolos jam kelasnya sekarang, pikirannya sedang tidak fokus dari tadi karna bayangan perempuan yang menabraknya selalu terbayang dipikirannya. Lebih baik ia pergi untuk menenangkan pikirannya sekarang, ia berjalan kearah parkiran dan menaikin mobilnya, lalu mobil itu keluar meninggalkan kampusnya.

.

.

.

"Ada apa?" begitu sampai dikantornya Baekhyun langsung bertanya pada teman disampingnya yang bernama Jennie,

"Katanya akan ada yang berkunjung kesini dan menggantikan posisi Pak Direktur sementara selama kurang lebih setahun" ucap Jennie, Baekhyun penasaran siapa kira kira yang akan menggantikan posisi Direktur sementara ini.

"Lalu hubungannya dengan kita yang harus berkumpul itu apa?" tanya Baekhyun bingung.

"Ya ampun Baekhyun, kau ini bodoh atau apa? Ya tentu saja kita harus menyapa Direktur baru kita, aish kau ini bagaimana" Baekhyun menganggukan kepalanya mengerti.

"Selamat datang Tuan Park," sambutan langsung dari Direktur dan seketika orang orang yang ada disekitarnya membungkukan badannya,

"Itu dia, dia orangnya" tunjuk Jennie, Baekhyun mengikuti arah tunjukan Jennie, dan terkejut mengetahui siapa orangnya. Orang itu tersenyum ramah, senyuman yang telah lama Baekhyun lihat, mata mereka bertemu. Dunia serasa berhenti sementara, bahkan ia tidak merasakan jantungnya berdetak lagi, air matanya menetes, hatinya sakit setelah menahan rindu selama bertahun tahun. Pria itu, pria yang Baekhyun tunggu tunggu selama ini,

"Chanyeol,"

.

.

.

TBC/END?

Maafkan saya, kalau telat uptadenya dikarenakan saya sibuk dengan dunia real saya. Maaf ya kalau cuma sedikit, saya udah berusaha untuk meluangkan waktu mengetik cerita ini. Semoga kalian sukadengan cerita ini.