Chanbaek Storyline by Song Jiseok

Obsession

Typo(s), AU, YAOI!

Don't like, just close tab nd dun read anything!

.

.

.

Memang tidak ada pihak yang bisa di salahkan oleh Baekhyun terutama orang tuanya. Tapi sekali-kali Baekhyun bisa saja menghujat kakaknya yang tumbuh pendek tapi dirinya lebih pendek, dan berparas tampan –walau Baekhyun berani bersumpah dirinya lebih tampan dari kakaknya sendiri.

Ayahnya pernah bilang, walau Baekhyun tidak tumbuh setampan kakaknya, tapi Baekhyun punya potensi yang hebat dalam menarik si lawan jenis. Dia memiliki karisma yang luar biasa hingga para kaum gay lah yang ternyata menjatuhkan hati mereka satu persatu.

Sampai saat ini, Baekhyun berjanji akan menghujat kedua laki-laki dalam keluarganya itu.

Di tahun pertama sekolahnya, Baekhyun teramat sangat bersyukur bisa mendapatkan teman dalam satu kedipan mata. Mereka yang begitu mudah untuk didekati bahkan sebelum Baekhyun mengolah beberapa kata yang akan di lontarkannya.

Di tahun keduanya Baekhyun sudah cukup mengerti arti dari sentuhan-sentuhan yang terkesan tidak di sengaja oleh para teman-teman lelakinya itu. Dimulai dari mereka yang awalnya hanya mengajak berjabat tangan, mengelus lengan, lalu meraba pantatnya.

Dan di tahun ketiga Baekhyun benar-benar menjauhi mereka semua. Perhantu(?) dengan sosialisasi yang terbangun dari banyaknya Ia berbicara, Baekhyun ingin menyelamatkan dirinya dari sentuhan-sentuhan aneh yang mendarat di pantatnya oleh setan-setan gila yang maniak.

Ini pelecehan seksual! Baekhyun harus melaporkan pada ayahnya lalu ayahnya menggugat mereka semua pada polisi yang ternyata jelemaan superman yang ternyata bercelana dalam—

Oh, ngomong-ngomong soal celana dalam..

Baekhyun mulai terobsesi pada serangkaian pakaian dalam wanita disaat Ia menginjak usia remaja di masa pertumbuhannya. Disaat pertama kalinya Baekhyun nekat nonton video porno, entah apa yang membuatnya tertarik, hanya saja pakaian dalam itu terlihat begitu berkilauan di matanya. Sungguh indah, bukan begitu?

Saat kuliah, dia pernah mencurahkan isi hati tentang kelainan jasmani rohani lahir dan batinnya mengenai obsesi gilanya pada pakaian dalam wanita, dan Dosen Kim kesayangannya mendengarkan dengan baik. Setelahnya dia bilang, Baekhyun memang memiliki sindrom mengerikan yang di sebut bra-attack. Baekhyun mengernyit, memikirkan sindrom gila yang di katakana oleh dosen kesayangannya itu tujuh hari tujuh malam. Hingga Ia menarik kesumpulan bahwa dosennya lah yang benar-benar gila.

Perhantu dengan dosen kesayangan yang sama gilanya, Baekhyun tetaplah Baekhyun yang maniak tidak peduli jika sindrom gila itu memang benar ada atau tidak.

Di usianya yang cukup dewasa ini, status 'pengangguran' selalu membuat lehernya tercekik oleh nafasnya sendiri, meraung-raung ingin pekerjaan setiap malam. Sudah hampir tiga bulan dan belum juga ada yang menawarinya pekerjaan. Padahal dosen kesayangannya dulu pernah menjanjikan dunia yang gumilang saat dirinya lulus kuliah.

Dan sekarang, Baekhyun menambahkan dosen kesayangannya itu pada list 'calon manusia yang akan terhujat' setelah kakaknya, ayahnya dan teman-teman setannya dulu di masa sekolah.

Sabtu ini Baekhyun membiarkan kakinya berjalan sendiri tanpa petuah, mencari jalan yang lebih dekat untuk di jangkau ke toko buku langganannya. Mencari buku sastra lama, katanya. Semalam Ia bermimpi, membeli buku sastra berhadiah bra cantik. Tidak ada penolakan dan pencegahan, karena Ia yakin mimpi indahnya adalah sebuah petunjuk menuju kehidupan bersahaja yang sudah pasti ada jalannya.

'Indahnya.. warnanya seperti strawberry!' Baekhyun berseru dalam hati. Menatap seonggok pakaian dalam wanita yang tergantung tepat di depan matanya dengan binar-binar penuh kemenangan. Dia sedang tersesat, ngomong-ngomong.

Tangannya terulur perlahan untuk menyentuh salah-satu bra dengan hati-hati. Tidak ada alasan lain di balik argumentasi menyebalkan di dalam otaknya, ini antara hidup dan mati! Perhantu dengan tatapan orang lain di seberang manekin seksi itu,

Tapi tidak,

Tunggu..

Kenapa hantu itu terus menatapku?

Baekhyun nyengir kuda saat sepasang netra itu bertemu.

"Hehehe.. tidakkah ini lucu?"

Ini tetaplah pilihan antara hidup dan matinya. Tapi si hantu tinggi itu (Baekhyun keukeuh menyebutnya hantu karena makhluk itu menghancurkan kegiatan menyentuh-bra-semerah-strawberry-nya) tetap tidak bergeming. Menembus melubangi kepalanya dengan tatapan hantu super.

"M- maksudku, ini akan sangat indah saat kekasih ku mengenakannya!" Baekhyun berseru dengan gugup. Diambilnya dengan hati-hati satu pasang pakaian dalam wanita yang tergantung didepannya, "..aku akan membelikannya satu pasang!" lalu melesat pergi ke kamar pas.

Perhantu dengan semuanya!

Aku memegang bra! Hyung, aku memegang bra! Ayah, aku memegang Bra! Dosen Kim, aku memegang bra!

Baekhyun tetap tersenyum lebar setelah menemukan refleksi dirinya yang terpantul dari cermin kecil di dalam kamar pas yang sempit. Ia membenahi poninya sedikit kekanan, menjilat bibirnya yang berasa kering lalu tersenyum se-tampan yang Ia bisa.

"Halo Baek," sapanya pada pantulan dirinya sendiri, "..sekarang, kau (menyeringai, menunjuk dirinya di pantulan kaca) memegang bra!"

Baekhyun menahan jeritannya. Kali ini Ia harus mempercayai mengenai mitos tentang 'bra-attack' yang pernah di katakana dosennya dulu, karena demi Tuhan! Dirinya memang dibuat gila hanya dengan seonggok pakaian dalam wanita!

Tiga detik kemudian senyuman lain menyapa bibir tipisnya, tersenyuman berkarisma masih pada refleksi dirinya di depan mata. Kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya, bukan?

.


.

"Kasur, bantal, guling, dan tidur." Chanyeol bermonolog, tetapi gelombang suaranya tersambung pada seseorang di sebrang telepon sana yang terdengar menyerukan penolakkan.

"Kau bertanya apa yang ku inginkan," langkahnya tetap Ia bawa setenang mungkin, "Dan.. hanya itu." Matanya mengikuti arus kendaraan lalu lintas yang tak pernah ada habisnya, menyebrang jalan setelah diberi lampu hijau.

"Tidak Chanyeol! Kau lulusan terbaik ke dua-ratus-tiga dan kau harus segera mendapatkan pekerjaan!" suara itu membentak. Chanyeol menjauhkan ponselnya dan menatapnya horor. Seingatnya, beberapa hari yang lalu hari kelulusannya hanya di hadiri oleh tiga ratus mahasiswa dan makhluk di sebrang telepon itu mengatakan jika Ia lulusan terbaik ke dua-ratus-tiga. Di ulang, ke DUA-RATUS-TIGA!

Kakak kesayangannya memang terlalu baik, terlalu perhatian, terlalu lembut, dan terlalu menyayat hati.

Chanyeol lupa tepatnya ini musim apa, tapi jika sudah sore begini angin sore memang tak bisa membohonginya lagi. Terus membiarkan kaki panjangnya membawa tubuhnya kembali ke kandangnya.

"Chanyeol kau dengar aku? Jika kau tak juga mencari pekerjaan—"

Membeli kopi panas, lalu menyesapnya.

"—model terbaik dan kau akan menyesali—"

Mengejar burung gereja yang tak sengaja terbang melintas didepannya.

"—besar! Kau bisa menginvestasikannya lalu melamar—"

Menginjak permen anak kecil yang jatuh dan membiarkan anak itu menangis meraung sejadi-jadinya.

"—berlibur dan berjemur, menjilat pasir—"

Dan begitu seterusnya. Masuk telinga kanan lalu terpantul kembali keluar. Masuk telinga kiri lalu dibuang bersamaan karbondioksida di hidungnya.

"Noona, aku bersumpah akan membakar semua bra lolita mu jika kau terus membiarkan mulutmu berbusa disana." Akhirnya tertanggapi.

Bra lolita memang menarik perhatian. Spanduk 'Lowongan Pekerjaan' di etalase juga menarik perhatian. Manekin yang terpajang pun, sangat menarik perhatian.

"—dan hidup bahagia selama-lamany—tunggu, Yeol, apa yang baru saja kau katakan? Bra? Lolita? Kau bahkan—" dan ternyata belum berakhir.

Chanyeol menjilat gelas kertas dari kopi yang Ia beli sebelumnya. Tetes terakhir sudah musnah, itu artinya harus membeli kopi baru. Artinya juga Ia harus memutar langkah dan kembali ke tempat semula. Dan itu artinya juga, Ia harus segera mengakhiri sambungan telepon dengan kakaknya jika tidak mau kakaknya mati karena berbicara.

"AKU MENDAPATKAN PEKERJAAN! AKU TUTUP!" dan terputus dengan tragisnya.

.


.

Chanyeol bertaruh pada kamar pas di bagian paling pojok dimana si pencuri itu berlari, terlihat dari pintu yang tertutup sedangkan pintu ruangan yang lainnya masih terbuka. Langkahnya berubah, mengendap-endap mendekati kamar nomor empat dengan jiwa patriotisme yang menggebu membakar jiwa, hingga tiba saatnya..

Bang!

Akalnya hilang. Membiarkan mulutnya terbuka ketika berhasil membuka pintu yang –syukurnya– tidak dikunci dari dalam.

Satu detik..

Dua detik..

Tiga detik..

"Oh my gosh."

Empat detik..

Lima detik..

"GYAAAAAAAAAAA!" teriakan dahsyat yang tak kalah eksistansinya dengan ledakan balon hijau yang membuat hati sangat kacau membuat Chanyeol buru-buru masuk kedalam ruangan sempit itu, mengunci pintunya dan membungkam mulut yang terbuka untuk berteriak itu.

"Kau pencuri!" Chanyeol menuduh.

"Aku tidak mencuri!" dan yang dituduhnya memberontak.

"Lalu mengapa kau mengambilnya?"

"A- aku.. mencobanya.." cicit Baekhyun, membiarkan Chanyeol sejenak memperhatikan tubuh bagian atasnya yang telanjang dan kembali membobol matanya dengan tatapan 'hantu' itu.

"Kau laki-laki!"

"A –aku.." Baekhyun menggigit bibirya, "..aku wanita! Yak! Akh!" Baekhyun meringis saat dirasanya perih di sekitar lengannya. Hampir merengek melihat pemuda yang lebih tinggi itu menghimpit tubuhnya, mengangkat dan menahan kedua tangannya di atas kepala.

"Katakan padaku, wanita Korea mana yang ditumbuhi rambut di daerah ketiaknya?" dan Baekhyun baru sadar rasa perih tadi diakibatkan oleh tindakan-pencabutan-bulu-ketiak oleh hantu jahanam yang kini sedang mengendus-ngenduskan nafas di sekitar lehernya.

Baekhyun berhenti sejenak. Menelan ludahnya. Menghentikan nafasnya. Tindakan ini mengingatkannya pada masa sekolah dulu dimana setan-setan maniak itu meraba-raba pantatnya. Jika dipikir-pikir lagi, hal ini bahkan lebih parah. Posisi mereka yang sangat tidak bisa di jelaskan, terlebih keadaannya kini teramat sangat mengerikan dengan kehadiran bra semerah strawberry yang melekat di dadanya, dan Baekhyun masih saja menyebut makhluk yang kini sedang menjilati leher dan juga meremas kedua pantatnya itu 'hantu'.

"Keparat kau!"

Dan benar-benar berakhir dengan tragis.

.


"Mau lagi ~" Baekhyun merengek. Berguling dari sisi yang satu ke sisi yang lainnya di atas ranjang. Ia menjilat tangannya sendiri dan menadapati rasa asin setelahnya. Keringat rupanya masih bertengger manis di kulitnya, teramat sangat malas untuk mandi jadi Baekhyun memilih menjilatinya lagi.

"Mau lagii ~~"

Rasanya ternyata berbeda ketika menjilat diri sendiri dan ketika seseorang menjilat dirinya. Itu lehernya, jelas sekali sensasi yang di rasakan Baekhyun sangat berbeda tapi sangat tidak mungkin jika Ia harus menjilat lehernya sendiri.

Sekarang tangannya Ia alihkan pada pantatnya sendiri, meremas-remasnya perlahan. Hal ini bahkan jauh lebih berbeda rasanya saat tangannya sendiri yang melakukannya.

Butuh tegasan sekali lagi bahwa Baekhyun ini masih lurus. Dia tidak akan membiarkan makhluk sejenis setan maniak teman sekolahnya dulu untuk menyentuhnya. Hanya saja hal tadi mengingatkannya pada masa-masa pubertasnya dulu. Ketika pertama kali dirinya menjatuhkan obsesi aneh yang kini Ia setujui dengan sebutan bra-attack itu.

"Jika kau memang menginginkannya, datang kembali besok. Aku akan memberikannya gratis untukmu."

Sejenak, Ia teringat kata-kata terakhir si hantu gila –yang membuatnya 'mau lagi' malam ini– sebelum semuanya benar-benar berakhir dengan tragis.

Kembali lagi pada keputusannya. Ini antara hidup dan mati, Baekhyun harus mendapatkan si merah strawberry itu esok harinya.

"Mau lagiii ~~~"

Dan akhirnya tertidur.

.

.

.

Tbc lagi yaa? :B

TAU KOK TAU INI PENDEK! INI KECEPETAN! TAPI KELAMAAN UPDATE! TAU KOK INI GARING TO THE MOON AND BACK! YANG KEMAREN JUGA BUKAN PROLOG SEBENERNYA CIEE KETIPU(?) TAPI ANGGEP AJA PROLOG YANG SEBENARNYA ITU SEPERTI ITU YA!

Ciee kecewa nih gak ada this and that nyaa :( tadinya sih mauu langsung di buat, DI KAMAR PAS! tapi ya masa iya nanti pegawai lain denger desahan kan gak lucu!:( lagian Baekhyunnya juga ceritanya di buat lurus, tapi gak akan lama-lama sih lurusnya, gak tahan(?)

tapi fanfic ini dibuat emang alurnya cepet sih, tapi chapter ini juga dibuat gara2 males ngetik sih. jadi buat yang mau baca gak akan lama-lama nungguin terutama this and that nya hoho, paling lama nunggu updatenya ngahaha :v

terimakasih nih pada provider kesayangan yang akhirnya ffn bisa terbuka ^O^ /tiup terompet/ jadi.. mungkin gak akan lama. tapi kalo kalian mau peri gosong ini update lama, monggo ~ saya malah senang sehat gembira :v

MAKASIH KALIAN YANG MAU NYEMPETIN FOLL/FAV/REVIEW YA! KALO ADA WAKTU SILAHKAN DI LAKUKAN LAGI DEMI KEPENTINGAN BANGSA DAN NEGARA, TENANG GAK MAKSA KOK, TAPI KALO NGAREP MAH IYA :V

Yaudah, selamat berjumpa di chapter depaaannn ! ^A^)/